The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fatimah.khadijah89, 2022-08-06 02:22:50

Makalah Seni budaya tarian bernuansa islami

seni tari dalam islam

Keywords: tarian islami

MAKALAH SENI BUDAYA
TARIAN BERNUANSA ISLAMI

Disusun Oleh
Kelompok V Kelas VII D :

Mochammad Arasya R.A.R (ketua) 20

Asya Az.zahra Rifantie 04

Faizal Syarifudin Yusuf 11

Kannitha Olynda Yovrina 14

Rafi Adam Prasetiarto 25

Safa Putri Aininda 30

SMP NEGERI 35
SURABAYA
2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya dan karunianya
kami dapat menyelesaikan makalah Seni budaya tepat pada waktunya. Adapun tema dari
makalah ini adalah “ Seni Tari Pada Agama Islam” sehingga kami sepakat memberi judul pada
Makalah kami dengan judul “ Tarian Bernuansa Islam “.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu
guru mata pelajaran Seni Budaya Ibu Murti Puji Rahayu, S.Pd yang telah memberikan tugas
Penyusunan Makalah ini kepada kami, Orang Tua kami yang selalu memberikan doa dan
dukungan penuh kepada kami, serta Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-
pihak yang juga turut membantu dalam penyusunan Makalah ini.

Kami jauh dari kesempurnaan. Dan ini merupakan langkah yang baik dari belajar yang
sebenarnya. Oleh karena itu dengan waktu yang terbatas dan kemampuan, maka kritik dan saran
yang membangun senantiasa kami harapkan semoga Makalah ini dapat berguna bagi kami pada
khususnya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya

Surabaya, 8 Agustus 2022

TIM PENYUSUN

I

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………….. ii

BAB I. PENDAHULUAN 1
a. Latar Belakang ……………………………………………………………………. 1
b. Batasan Masalah ………………………………………………………………….. 2
c. Tujuan ……………………………………………………………………………..
3
BAB II TARIAN BERNUANSA ISLAM 4
a. Tari Dalam Sejarah Islam ………………………………………………………… 4
b. Macam – Macam Seni Tari Islam ………………………………………………… 5-6
7-9
1. Tari Al Baladi ………………………………………………………………... 10-13
2. Tari Sema / Tari Sufi ………………………………………………………… 13-14
3. Tari Saman (aceh) …………………………………………………………… 15-17
4. Tari Rabbani Wahed (Bireuen, Aceh) ……………………………………….. 17-18
5. Tari Seudati (Aceh) …………………………………………………………..
6. Tari Zapin ( Riau ) …………………………………………………………… 19
7. Tari Rudat Lombok ………………………………………………………….. 19

BAB V PENUTUP
a. Kesimpulan ………………………………………………………………………..
b. Saran ……………………………………………………………………………….

ii

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Penyebaran Islam ke berbagai wilayah, memberikan kesempatan Islam untuk

bersinggungan dengan kebudayaan dan kesenian bangsa lain yang mengandung nilai-nilai
tersendiri. Islam menghargai dan mendukung daya kreatifitas manusia dalam berkesenian selama
kesenian tersebut tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Dalam sejarah Islam sendiri, seni tari pada mulanya berbentuk sederhana yang dilakukan
oleh orang-orang yang di luar Jazirah, Arab seperti Sudan, Ethiopia dan lainnya. Seni tari pada
masa itu umumnya dilakukan saat hari-hari gembira seperti perayaan hari-hari besar agama.

Tari merupakan salah satu seni yang dituangkan dalam gerakan-gerakan tubuh berirama
yang muncul sebagai wujud ekspresi jiwa manusia.

Islam melarang tarian-tarian tertentu secara khusus, namun juga membolehkan sebagian
yang lain. tarian yang dilakukan di masa sejarah Islam tidak pernah dilakukan di tempat terbuka
dimana penotonnya bercampur antara laki-laki dan perempuan.
BATASAN MASALAH
Karena pembahasan yang luas, maka permasalahan perlu dibatasi pada :

1. Bagaimana sejarah tari pada islam ?
2. Apa saja jenis tarian yang bernuansa islami,baik di dalam dan luar negri?

1

1. Apa saja Penjelasan mengenai masing-masing tarian baik dari asal daerah/Negara, pola
gerak, makna tarian, properti yang digunakan hingga pola lantai?

TUJUAN
Dengan disusunnya makalah ini, para siswa dapat memahami seni budaya terutama seni

tari pada jaman islam dan memahami filosofi yang terkandung dalam seni tari tersebut. Dengan
memahami setiap makna yang terkandung dalam setiap tarian bernuansa islam tersebut, para
siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa Allah SWT adalah dzat yang
utama untuk dicintai dan meneladani Rosullulah SWT sebagai contoh manusia yang sempurna.
Dengan melestarikan budaya Indonesia yang ada maka kita turut mempromosikan Indonesia ke
mata dunia, bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam juga memiliki keragaman budaya, adat
serta agama dan dapat hidup berdampingan dengan damai.

2

BAB II
TARIAN BERNUANSA ISLAMI

A. TARI DALAM SEJARAH ISLAM
Penyebaran Islam ke berbagai wilayah, memberikan kesempatan Islam untuk

bersinggungan dengan kebudayaan dan kesenian bangsa lain yang mengandung nilai-nilai
tersendiri. Islam menghargai dan mendukung daya kreatifitas manusia dalam berkesenian selama
kesenian tersebut tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Dalam sejarah Islam sendiri, seni tari pada mulanya berbentuk sederhana yang dilakukan
oleh orang-orang yang di luar Jazirah, Arab seperti Sudan, Ethiopia dan lainnya. Seni tari pada
masa itu umumnya dilakukan saat hari-hari gembira seperti perayaan hari-hari besar agama.
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Anas r.a :

Artiya :
“Saat Rasulullah SAW datang ke Madinah, orang-orang dari Habsyah (Ethiopia sekarang)
menari dengan penuh gembira sambil memainkan senjata mereka untuk menyambut kedatangan
beliau”

Setelah jaman Rasulullah SAW, khususnya di jaman Daulah „Abbasiyyah‟, seni tari
berkembang dengan sangat pesat. Apalagi kehidupan mewah kaum Muslimim saat itu menuntut
mereka untuk menikmati suatu hiburan yang seakan-akan menjadi suatu keharusan.

Tari merupakan salah satu seni yang dituangkan dalam gerakan-gerakan tubuh berirama
yang muncul sebagai wujud ekspresi jiwa manusia. Islam melarang tarian-tarian tertentu secara
khusus, namun juga membolehkan sebagian yang lain. tarian yang dilakukan di masa sejarah
Islam tidak pernah dilakukan di tempat terbuka dimana penotonnya bercampur antara laki-laki

3

dan perempuan. Tari dalam masyarakat Muslim mencakup gaya tradisional yang dikembangkan
dari repertoar improvisasional solo, seperti tari rakyat atau bentuk tradisional dari tari solo
wanita ( raqsh al baladi) dan tari timur ( raqhs as syarqi).

A. MACAM – MACAM SENI TARI ISLAM

Banyak ragam tarian yang mencerminkan ke islaman baik dari dalam negri maupun luar
negri. Pengaruh Islam dalam kesenian dapat dilihat dalam wujud seni tari. Berikut ragam seni
tari dan penjelasannya :
1. Tari Baladi

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=sQHvUz0CT9s

4

Baladi (bahasa Arab: ‫ )بلدي‬yang berarti "negara" dan merupakan gaya tarian rakyat Mesir dari

awal abad ke-20 yang masih sangat populer. Dengan demikian, Beledi Mesir berarti "dari negara
Mesir" Itu terjadi ketika petani pindah ke kota dan mulai menari di ruang kecil.

Orang Mesir memiliki suku Baladi, roti Baladi, irama Baladi, musik Baladi dan tari Baladi.
Merupakan sebuah folk/sosial dari tari perut. Lebih santai dari raqs sharqi, dengan sedikit
penggunaan lengan, dan fokusnya adalah pada gerakan pinggul. Tarian baladi memiliki perasaan
'berat', dengan penari yang tampak rileks dan kuat. Hal ini dilakukan untuk baladi atau musik
rakyat
2. Tari Sema

5

https://www.youtube.com/watch?v=-0uh3adO9lM
Tari Sema telah dipertunjukkan selama 700 tahun oleh kaum sufi. Devish (bahasa Turki
dan Arab) berasal dari kata Persia darwish (berarti kerangka pintu) yang menggambarkan kaum
sufi yang berada pada ambang pencerahan.. Tari Sema lekat dengan sufistik islam. Banyak
filosofi dalam gerakan berputarnya. Tarian ini dapat dilakukan oleh pria maupun wanita. jam.
Dalam melakukan gerakan Tari Sema, penari tidak hanya harus menanggalkan semua emosi agar
dapat merasakan kecintaan dan kerinduan kepada Allah SWT tetapi juga harus memiliki fisik
yang kuat, karena tarian ini dilakukan selama berjam-jam. Tari Sema dimulai dengan pujian
kepada para nabi. Lalu, terdengar suara drum yang menjadi simbol sang pencipta diikuti
improvisasi musik dari alat musik ney (sejenis seruling) yang menyimbolkan embusan napas
sang pencipta yang memberi kehidupan kepada semua makhluk. Pemimpin memberi hormat lalu
memimpin para darwish membentuk lingkaran. Saat melewati posisi sang pemimpin, para
darwish akan saling memberi hormat sebagai lambang penghormatan antarjiwa yang berbalut
dalam bentuk raga. Setelah tiga putaran, mereka melepas mantel. Setiap orang akan mendekati
pemimpin, memberi salam, mencium tangan, dan membentuk formasi sesuai intruksi
pemimpinnya. Dengan berputar, mereka melepas kehidupan duniawi dan bergabung dengan
Allah. Mereka membuka kedua tangan dengan tangan kanan menghadap ke atas agar mendapat
berkah dari surga dan tangan kiri menghadap kebawah untuk memberikan berkah ke bumi.
Tarian diakhiri dengan pembacaan Al-Qur‟an.

6

3 Tari Saman (Aceh)

https://www.youtube.com/watch?v=DOsFf4U5p5w
7

Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh. Tarian ini mulanya adalah sebuah
permainan masyarakat Gayo bernama Pok Ane. Setelah masuk Islam di kalangan masyarakat
setempat, syair dalam permainan Pok Ane berubah menjadi berisi puji-pujian kepada Allah SWT
dan Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, ada salam sapaan kepada khalayak ramai, berbagai
jenis nyanyian, dan pantun-pantun. Hal itu sangat tergantung pada tema acara yang sedang
digelar. Namun, secara umum tari saman berisi rayuan, nasihat, sentilan-sentilan, dan gombalan-
gombalan yang bertujuan menghibur. Dari sebuah permainan, Pok Ane berubah nama menjadi
Tari Saman dan mulai ditampilkan pada acara peringatan acara keagamaan di masa Kesultanan
Aceh. Pada perkembangannya, Tari Saman ditampilkan pada acara adat ataupun pada acara
penyambutan tamu kehormatan. Gerakan tari saman ditampilkan dengan cara duduk, rapi, dan
berjajar yang tidak sama dengan tarian lainnya yang biasanya melakukan gerakan bebas. Semua
gerakan tari saman tersebut menggunakan bahasa Gayo lantaran tari saman berasal dari daerah
dataran tinggi Gayo, Aceh. Gerakan tari saman adalah tepukan dan tempo syair yang khas sangat
istimewa karena semua bisa berjalan seirama. Gerakan tari saman tidak mungkin dilakukan
hanya oleh satu orang saja, maka para penari yang memadukan gerakan menepuk pundak dan
tangan ini pasti melakukannya beramai-ramai. Tari saman dimainkan oleh laki-laki yang
berjumlah ganjil minimal 7 orang. Jumlah penarinya tidak terbatas namun haruslah ganjil.

Berikut Beberapa Properti Yang Digunakan Tari Saman :
1. Bulung Teleng
Dimulai dari bagian atas, biasanya penari Saman menggunakan semacam penutup kepala
berwarna hitam. Itulah yang dinamakan dengan Bulung Teleng atau Tengkuluk. Kain yang
biasanya ditambahkan dengan sulaman benang ini dipergunakan untuk menutupi kepala sang
penari.
2. Baju dan celana
Umumnya, penari Saman menggunakan baju adat khas Suku Gayo yang dinamakan baju
Kerawang. Baju ini berwarna dasar hitam dengan sulaman benang putih, merah dan hijau. Lalu
untuk bagian pinggang juga ikut disulam dengan menggunakan kedawek.
Untuk celana, biasanya penari Saman menggunakan celana panjang sampai mata kaki yang
berwarna hitam mengkilap. Biasanya dibagian bawah celana juga dilengkapi dengan corak
berwarna emas.

8

3. Sarung
Sarung ini dipakai diluar celana sembari melilit celana tersebut. Biasanya, motif sarung
tersebut menggunakan motif batik Gayo dengan warna yang disesuaikan senada dengan
busana sang penari.

4. Stagen
Stagen digunakan untuk mengencangkan baju agar tidak mengendur. Penggunaan stagen
juga akan membuat tubuh sang penari jadi terlihat lebih tegas dan sopan. Umumnya
stagen yang digunakan berwarna hitam.

5. Sabuk
Sabuk digunakan untuk menutupi stagen yang melingkari pinggang penari. Sabuk juga
dipergunakan untuk menghiasi penampilan sang penari.

6. Topong Gelang dan Sapu Tangan
Topong gelang dan sapu tangan digunakan di masing-masing pergelangan tangan sang
penari. Biasanya warna akan dipilih senada dengan busana yang sudah dipakai. Namun,
berbeda dengan topong gelang, penggunaan saputangan hanyalah properti opsional yang
disesuaikan dengan kebutuhan.

9

4. Tari Rabbani Wahed (Bireuen, Aceh)

sumber. https://steemit.com/bireuen/@discoverbireuen/rabbani-wahed-tari-sufi-dari-tanah-samalanga

https://www.youtube.com/watch?v=CreUQCnExNo
10

Selain terkenal dengan Tari Saman, Provinsi Aceh juga memiliki seni tari lain yang
mengandung nafas-nafas keislaman yaitu Tari Rabbani Wahed. Tarian ini berkembang di daerah
Bireuen. Tarian ini mulanya berasal dari Tari Meugrob yaitu tarian budaya Aceh yang sudah ada
sejak ratusan tahun lalu. Gerak pada Tari Meugrob kemudian yang dimodifikasi oleh T
Muhammad Daud Gede pada 1990-an. Tak hanya itu, syair lagunya juga berganti dengan puji-
pujian kepada Allah SWT hingga kini populer dikenal sebagai Tari Rabbani Wahed. Tarian ini
pun tak hanya dimainkan pada malam takbiran Idul Fitri, tapi juga saat proses penyambutan
mempelai pengantin pria yang baru menikah dan pulang ke rumah istrinya. Gerakan pada Tari
Rabbai Wahid yaitu berzikir sambil melompat kemudian jatuh tak sadarkan diri dan diakhiri
dengan takbir yang membangunkan penari, diadopsi menjadi bagian terpenting atau klimaks dari
susunan tarian ini.

Tari Rabbani Wahid pada dasarnya selalu dibawakan dalam 2 (dua) posisi, yaitu duduk dan
berdiri. Pada posisi duduk terdapat 7 (tujuh) komposisi gerak dan 3 (tiga) komposisi gerak yang
dilaksanakan dalam posisi berdiri.

1. Komposisi gerak pada posisi duduk, yaitu :
Duduk bersimpuh berjejer atau Rateb Daek, yang terdiri atas 3 gerakan salam;
a. Gerakan Bismillah;
b. Gerakan Hattahiyatun atau Afdhalul Insan
c. Gerakan Sultan Maujuudun;
d. Gerakan Salattullah;
e. Gerakan Allah Rabbani;
f. Gerakan Din Awaidin.

Secara garis besar penari pada posisi duduk, betul-betul menggali dan memanfaatkan
kemungkinan dari gerakan tangan, torso, dan kelenturan kepala dilakukan secara seragam dan
bersama. Tempo tarian yang pada permulaan lambat, kemudian merambat naik, dan akhirnya
cepat memerlukan kekuatan dan stamina fisik yang prima. Demikian pula konsentrasi penuh
penari dibutuhkan agar tidak terjadi tabrakan gerak antara penari satu dengan yang lainnya.
Kebersamaan dan kekompakan menjadi syarat utama dalam membawakan tarian ini. Setelah
bagian posisi duduk telah diselesaikan, maka babak berikutnya adalah Posisi Berdiri atau disebut
Rateb Dheng.

11

2. Komposisi gerak pada posisi berdiri, yaitu :
a) Gerakan Hasan Tsumma Husein;
b) Gerakan Syailellah;
c) Gerakan Allohu.

Berbeda dengan ketika masih duduk, ketiga fase gerak ini dimulai ketika secara perlahan para
penari berdiri sambil memainkan jari tengah dan jempol, dan menghentakkan kaki kanannya
dengan irama yang semakin cepat. Berikutnya disambung dengan posisi berdiri sempurna
bergerak menuju bentuk lingkaran. Proses membentuk lingkaran tersebut dengan gerakan
membungkuk dan menengadahkan badan dengan ritme yang semakin cepat. Kemudian sebagai
adegan terakhir,para penari bergandengan tangan dalam posisi lingkaran dengan gerakan
melompat kesamping kanan dengan irama semakin cepat.

Selanjutnya penari satu persatu tumbang di lantai, sehingga akhirnya tidak satupun penari
yang masih berdiri dan melompat. Kemudian Syekh Radat mengumandangkan azan atau takbir,
disusul dengan bangkitnya para penari yang membentuk formasi berjajar menghadap ke
penonton dan memberi hormat sebagai Tanda usainya pergelaran tari.

Dalam ragam Tari Rabbani Wahid terdapat beberapa simbol dan makna, antara lain :

a. Bentuk Simpuhberjajar, merupakan simbol berjamaah yang mempunyai arti persatuan
dan kebersamaan;

b. Gerak Salam, bermakna bahwa setiap muslim setiap jumpa sesama muslim wajib
mengucapkan salam;

c. Gerakan bismillah sebagai simbol kebaikan;
d. Gerakan Hattahiyatun, mana Allah Maha Tahu;
e. Gerakan Sultan Maujuudun, simbol kehidupan di dunia yang fana dan akherat yang kekal
f. Gerakan Allah Rabbani adalah simbol kesadaran iman;
g. Gerakan Din Awadin, bermakna asal mula jadi;
h. Gerakan Hasan Husein, adalah simbol ratapan kesedihan .Gerakannya melambangkan

gendongan;
i. Gerakan Syailellah, simbol kehidupan yang selalu bergerak hingga pada masanya
j. Gerakan Allohu, gerak yang bermakna keagungan.

12

Para penari mengenakan busana tari yang terdiri atas celana, baju, kain songket di pinggang
dan topi penutup kepala.Sedangkan Syekh Radat memakai pakaian serupa dengan penari, tetapi
berbeda warna, yaitu warna kuning.

5. Tari Seudati (Pidie, Aceh)

https://www.youtube.com/watch?v=fk2FRmEP0Jg
Aceh juga masih memiliki satu tarian lain yang mengandung ajaran Islam yakni Tari
Seudati. Tarian ini berasal dari Desa Gigieng, Kecamatan Simpang, Kabupaten Pidie, Aceh.
Awalnya tarian ini dikenal sebagai tarian pesisir atau ratoh yang dimainkan untuk mengawali
permainan sabung ayam atau pada saat musim panen tiba pada malam bulan purnama.
Setelah penyebaran Islam, tarian ini beralih fungsi menjadi media dakwah ulama Islam lewat
syair-syair dan pantun berisi pujian kepada Allah SWT. Lalu tarian ini bernama Seudati berasal
dari kata seurasi artinya harmonis atau kompak. Selain itu, kata seudati juga memiliki makna
syahadati atau syahadatain yang artinya kesaksian atau pengakuan.

13

Tari Seudati dibawakan tanpa musik pengiring dan hanya menggunakan iringan dari
suara hentakan kaki, pukulan telapak tangan di dada dan pinggul serta suara petikan jari dari para
penari. Biasanya tari seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama. Di
dalam tarian ini, para penari akan melakukan setiap gerakan dalam beberapa babak dan masing-
masing mempunyai karakteristik sendiri. Babak tersebut yaitu babak glong, saleum, likok,
saman, kisah, cahi panyang, lanie, dan terakhir babak penutup. Busana atau kostum yang
digunakan para penari Seudati adalah celana panjang dan juga kaos oblong panjang berwarna
putih dan ketat. Busana tersebut dilengkapi dengan kain songket yang dililitkan di sebatas paha
dan pinggang para penari. Sementara, properti yang dipakai adalah rencong yang diselipkan di
pinggang. Kemudian ikat kepala atau yang disebut tangkulok berwarna merah, dan yang terakhir
sapu tangan. Pola lantai tari Seudati pola Pola Lurus pola berbentuk U, Pola zig- zag, pola
berbentuk huruf S, pola segi tiga, Pola segi empat silang.

14

6. Tari Zapin (Riau)

Sumber. iphedia.com

https://www.youtube.com/watch?v=oa_DjH67ec4
15

Tari Zapin mulanya dibawa dari oleh pedagang Arab dari Yaman yang kemudian masuk
ke Indonesia tepatnya di kawasan wilayah Kepulauan Riau hingga sekitar pesisir
Kalimantan.Pada awalnya, Tari Zapin dipertunjukkan sebagai hiburan di Istana. Tarian ini
dibawakan dengan iringan musik petik gambus, rebana, dan gendang.Syair-syair yang
dilantunkan juga mengandung syiar Islam. Saat ini, Tari Zapin dipertunjukkan pada acara-acara
tertentu seperti pernikahan, khitanan dan hari raya Islam. tarian ini awalnya hanya dibawakan
oleh laki-laki. Seiring berkembangnya zaman, para wanita kemudian mempelajari Zapin dan saat
ini tari Zapin bisa dibawakan oleh wanita ataupun wanita dan laki-laki secara bersamaan. Zapin
adalah tarian yang memiliki banyak ragam geraknya. Apalagi, tarian ini berkembang di berbagai
negara. Tetapi pada dasarnya, gerakannya sama. Jika tari perut berfokus pada perut, tari zapin
berfokus pada kaki. Sesuai dengan namanya, “Zapin” berasal dari bahasa Arab “Zafn” yang
artinya pergerakan kaki cepat. Dibutuhkan tempat atau panggung yang cukup besar untuk
menampilkan tarian ini, karena tarian ini menampilkan langkahan kaki yang cukup besar dan
penarinya bergerak kesana kemari. Posisi badan selalu bergerak seperti mengalun sesuai dengan
irama musik. Tangan tidak banyak bergerak, hanya sedikit mengikuti gerakan kaki. Para penari
Zapin diharuskan untuk berinteraksi satu sama lain dengan baik ketika menari. Sehingga, tari
Zapin jarang ditarikan secara solo melainkan berpasangan atau kelipatan dua. setiap gerakan tari
zapin mempunyai makna dan nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan sosial setempat.
Pada perkembangannya, tarian ini berubah menjadi ikon atau lambing kemajuan kebudayaan masayrakat
Riau. Sebab dalam tarian zapin terdapat unsur Pendidikan serta keagamaan yang mengajarkan kebaikan
melalui syair yang mengiringi tarian. pola lantai yang dipakai yaitu diagonal, lingkaran, gelombang,
horizontal, vertikal, dan juga angka delapan.

Properti Yang Digunakan Pada Tari Zapin Adalah :
1. Kipas
2. Selendang
3. Kopyah
4. Cekak Musang (pakaian khas melayu yang di pakai penari pria)
5. Songket
6. Plekat atau sarung (dipakai oleh penari pria)
7. Bros ( disematkan pada Kopyah)

16

8. Anting – Anting
9. Kalung
10. Asesoris kebang goyang

7. Tari Rudat (Lombok)

Sumber. lapakfjbku.com

https://www.youtube.com/watch?v=YSgpDMH80PQ
17

Lombok memiliki sebuah tarian tradisional dengan nilai-nilai ajaran Islam bernama Tari Rudat.
Tarian ini berasal dari Suku Sasak. Tari Rudat merupakan warisan nenek moyang dari abad 15
yang dibawa oleh orang Turki yang menganut ajaran Islam.
Tari Rudat dibawakan oleh penari laki-laki berjumlah 13 orang yang menggunakan pakaian
seperti prajurit dan menggunakan kopiah panjang (torbus). Gerakan dalam tarian ini menyerupai
pencak silat dan diiringi dengan musik melayu, sementara syairnya berisi puji-pujian dan
penghormatan kedapa Allah SWT. Tak hanya ditampilkan di jalanan untuk mengiringi pengantin
menuju rumah mempelai wanita. Tari Rudat juga dibawakan pada acara keagamaan dan hari
besar Islam. Para penari mengenakan baju berlengan panjang warna kuning, dan celana selutut
berwarna biru serta mengenakan kopiah panjang (tarbus). Para penari dipimpin oleh seorang
komandan yang mengenakan mahkota dan memegang pedang. Tari Rudat diiringi dengan melodi
khas Melayu. Seperti rebana, mandolin, biola, dan jidur. Pola lantai baris satu, baris dua, baris
tiga ataupun baris empat serta dapat membentuk formasi segi tiga ataupun formasi lingkaran dan
sebagainya dengan iringan musik yang senada dan seirama dengan syair-syair lagu islami yang
diambil dari kitab Al-Barzanji atau dari kitab-kitab lain yang bernuansa religius.

18

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Seni dalam pandangan Islam merupakan manifestasi pengalaman estetika dalam jiwa
manusia. Seni tari Islam berbeda dengan seni tari Barat. Seni tari Islam dalam aplikasinya selalu
berpijak pada norma-norma Islam. Nilai-nilai ilahiyah merupakan worldview bagi pencipta tari,
penari, maupun penikmat tari. Tarian Islam menawarkan rasa kepuasan batiniah (spriritual) bagi
manusia. Melalui materi tarian Islam yang bernilai positif, manusia dapat melihat dan merasakan
kekuasaan Allah. Hal ini menciptakan perasan nyaman, tenang, keinginan mendekatkan kepada
Allah, mengingatkan manusia untuk banyak berdzikir, menuntun manusia untuk memikirkan
ayat-ayat kauniyah, menuntun untuk mengingat nikmat dan ciptaan Allah swt, mengajarkan
sikap, dan memiliki keyakinan dan komimen yang kokoh.
2. SARAN
Sebagai generasi gen Z, hendaknya kita dapat turut andil dalam melestarikan seni budaya dari
Negara Indonesia. Banyak informasi yang didapat dari setiap tari islami. Semoga selain kita bias
berkarya, kita tidak lupa semakin mendekat kepada Allah SWT dalam setiap nafas dan tidakan
yang kita lakukan

19

DAFTAR PUSTAKA

https://dalamislam.com/hukum-islam/wanita/hukum-menari-dalam-islam
Siswantari Heni, Pandangan Islam Terhadap Seni Tari Di Indonesia (Sebuah Kajian Literatur)
https://rumaysho.com/24632-hukum-menari-joget-dansa-dalam-islam-dan-dalilnya.
https://www.republika.co.id/berita/p329do313/dunia-islam-dan-seni-tari
https://akurat.co/mengenal-taasheer-tarian-api-dari-arab-saudi
https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20210506165547-241-639584/5-tarian-nusantara-
bercorak-islam
Wijayanti Tri Yuliana, Seni Tari dalam Pandangan Islam
https://www.iphedia.com/2020/01/tari-zapin-akulturasi-seni-budaya
https://lapakfjbku.com/rudat-kesenian-tradisional-suku-sasak-yang-hampir-punah
https://www.youtube.com/watch?v=sQHvUz0CT9s (Tari Baladi)
https://www.youtube.com/watch?v=-0uh3adO9lM (tari sufi)
https://www.youtube.com/watch?v=W7QL7MBC2dM (tari saman)
https://www.youtube.com/watch?v=CreUQCnExNo (tari rabbani wahed)
https://www.youtube.com/watch?v=fk2FRmEP0Jg (tari seudati Aceh)
https://www.youtube.com/watch?v=oa_DjH67ec4 (tari zapin Riau)
https://www.youtube.com/watch?v=YSgpDMH80PQ (tari rudat Lombok)


Click to View FlipBook Version