The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Arsip laporan pengembangan diri MGMP Matematika Gugus 3 Kabupaten Muaro Jambi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by syariantosy, 2023-07-05 05:08:13

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI MGMP MATEMATIKA GUGUS 3 MUARO JAMBI TAHUN 2023

Arsip laporan pengembangan diri MGMP Matematika Gugus 3 Kabupaten Muaro Jambi

6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah terkumpulnya perangkat pembelajaran matematika setiap Anggota MGMP, selanjuntya diharapkan anggota MGMP dapat lebih optimal dalam menerapkan perangkat yang telah di buat dalam pembelajaran matematiika di unit kerja masing-masing pada tahun pelajaran 2022/2023. 7. Lampiran Hasil dari Kegiatan a. Kalender Pendidikan b. ATP Matematika https://drive.google.com/file/d/1IdkXXE7bgi3uc9R92BDRIhMLAOgMYkNF/view? u sp=sharing c. Capaian Pembelajaran (CP) https://drive.google.com/file/d/160aFK5dgqNYc_qGI8DGEr_HLgDLC3YGM/view ? usp=sharing


LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-14 (P2) MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada Rabu, tanggal 24 Agustus 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi. 2. Jenis Kegiatan Problematika Pembelajaran Matematika 3. Tujuan Pengembangan Diri Mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran matematika 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Pada pertemuan ini terlebih dahulu dilakukan tabulasi permasalahan dalam pembelajaran mtematika di sekolah oleh masing-masing guru sehingga diperoleh permasalahan dominan yang terjadi sampai permasalahan yang tidak dominan. Selanjutnya melalui forum diskusi guru melakukan mendeskripsikan permasalahan dan hal apa saja yang sudah dilakukan. Guru lain memberikan alternatif solusi berdasarkan praktik baik yang pernah diterapkan. Di akhir sesi diberikan penguatan oleh pengawas matematika kabupaten muaro jambi. Permasalahan matematika bisa bersumber dari internal maupun eksternal. Dari internal berupa permasalahan yang timbul dari siswa, guru ataupun sistem di sekolah. Sedangkan permasalahn yang timbul dari eksternal adalah permasalahan yang timbul karena faktor luar yang ikut mendukung proses pembelajaran di sekolah. Selama ini matematika yang diajarkan di sekolah-sekolah lebih mengedepankan teori-teori yang kadang sulit untuk diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan nyata. Pada umumnya siswa hanya mampu menyelesaikan masalah matematika saja tanpa memahami aplikasinya. Akibatnya, siswa merasa selalu sulit dalam memahami matematika meski telah mengenal matematika sejak di TK ataupun SD. Hal demikian terjadi karena siswa kurang memahami konsep dalam matematika. Dalam mempelajari matematika sangat dibutuhkan pemahaman konsep untuk dapat menguasai materi matematika, sebab dengan memahami konsep matematika siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Akan tetapi, kebanyakan guru tidak menyadari hal tersebut sehingga banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, siswa sebaiknya diberi kesempatan seluas-luasnya untuk membangun pengetahuan pemahaman konsep matematika melalui pengetahuan yang telah mereka pelajari sehingga proses pemahaman siswa selalu berkembang secara terus menerus. Siswa sebaiknya diajak mengalami secara langsung bagaimana kegiatan matematika dalam kehidupan sehari-hari agar siswa dapat memaknai manfaat matematika dalam kehidupan. Jadi, pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika sangat penting.


Konsep dan prinsip merupakan pengetahuan dasar matematika yang harus dikuasai siswa, agar siswa dapat menyelesaikan persoalan matematika dengan baik dan benar. Menurut KBBI, “prinsip adalah asas kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berpikir”. Menurut pendapat Gagne dalam jurnal Wiyartimi, Rahayu, dan Ratnaningsih (2010) prinsip adalah suatu pernyataan yang memuat hubungan antara dua konsep atau lebih yang dihubungkan oleh suatu relasi atau operasi. Dengan kata lain untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang berhubungan dengan prinsip maka siswa harus menguasai konsep-konsep terlebih dahulu. Reid sebagai seorang Orthopedagogist di bidang kesulitan belajar dalam Jamaris Martini (2014) juga mengemukakan bahwa kesulitan yang dialami oleh anak adalah sebagai berikut: Kelemahan dalam menghitung Kesulitan dalam mentransfer pengetahuan Pemahaman bahasa matematika yang kurang Kesulitan dalam persepsi visual Faktor yang mempengaruhi siswa mengalami kesulitan belajar matematika adalah, Koestoer mengemukakan dalam Nini Subini (2011), mengidentifikasi kemungkinan sebab kesulitan belajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu: a. Kondisi-kondisi fisiologis yang permanen. b. Kondisi-kondisi fisiologis yang temporer. c. Pengaruh-pengaruh lingkungan sosial yang permanen. d. Pengaruh-pengaruh lingkungan sosial yang temporer. Sementara itu, Rachmadi Widdiharto (2008), menyatakan bahwa faktor intelektual penyebab siswa mengalami kesulitan belajar matematika yaitu Kesulitan mengabstraksi, menggeneralisasi, berpikir deduktif, dan kurangnya daya ingat. Berdasarkan pendapat Reid dalam Jamaris (2014), mengabstraksi berhubungan dengan memecahkan masalah, membandingkan bilangan dengan simbolnya, konsep desimal, memahami pola hitung. Misalnya siswa tidak mengerti maksud dari sebuah soal sehingga menyebabkan siswa sulit untuk memecahkan masalah matematika tersebut, siswa tidak bisa membandingkan 2 < 3 (dua lebih kecil dari tiga), siswa mengalami kesulitan dalam menjumlahkan 1,25 dan 2,25 (konsep desimal). Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi seorang anak mengalami kesulitan belajar matematika yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa faktor intelektual yang dipengaruhi oleh kesulitan mengabstraksi, daya ingat, kesulitan memecahkan masalah, dll. Faktor internal lainnya yaitu motivasi, serta disfungsi neurologis. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi seorang anak mengalami kesulitan belajar yaitu pengaruh lingkungan, gaya belajar, serta pengaruh fisiologis. Adapun gejala-gejala lain rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa adalah : a. Sebagian besar siswa belum bisa menemukan apa yang menjadi permasalahan dalam soal. b. Siswa tidak dapat menjelaskan kembali mengenai materi yang telah dipelajari.


c. Siswa hanya menghafal rumus-rumus tetapi tidak bisa mengaplikasikan ke dalam soal. 5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) memiliki kesamaan persepsi dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah. 6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah peserta MGMP dapat menyamakan persepsi dan tindakan solutif serta dapat berbagi informasi dengan rekan guru di sekolah masing-masing.


LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-15 (P5) MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada tanggal 7 September 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi 2. Jenis Kegiatan MGMP Matematika SMP Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi dengan tema : “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Matematika” 3. Tujuan Pengembangan Diri Penyamaan Materi pembelajaran dan penyusunan Modul Ajar 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Kegiatan ini disampaikan melalui pemberian informasi secara tertulis yaitui surat pemberitahuan kepada seluruh anggota MGMP Matematika Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi. Penyampaian informasi mencakup tanggal dan hari pelaksanaan, jadwal kegiatan yang menjadi akses penyelenggaraan kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pamflet yang diberikan disebarkan melalui grup WA MGMP Matematika Rayon 3. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan mengingat kondisi saat ini pada masa pandemi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Muaro Jambi dengan narasumber Pengawas mata pelajaran matematika kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini meliputi penyamaan materi ajar dan penyusunan modul ajar. Flyer undangan kegiatan :


Dokumentasi Kegiatan : 5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menyeragamkan materi ajar pembelajaran matematika yang telah disepakati bersama pada forum dan menyusun modul ajar. sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika di unit kerja masing-masing.


6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah terjadinya kesepakatan materi yang sama anatara anggota MGMP, dan tersusunnya modul ajar pembelajaran matematika oleh setiap Anggota MGMP, selanjutnya diharapkan anggota MGMP dapat lebih optimal dalam mengembangkan modul ajar yang telah di buat dalam pembelajaran matematiika di unit kerja masing-masing. 7. Lampiran Hasil dari Kegiatan a. Modul Ajar : https://drive.google.com/file/d/1q8dFfQPC7DEUCS3WnbFZ0LggVvlhAQ86/view?us p=sharing


MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada tanggal 28 September 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi 2. Jenis Kegiatan MGMP Matematika SMP Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi dengan tema : “Strengthening Pembelajaran Aktif dan Pertanyaan Pemantik” 3. Tujuan Pengembangan Diri Memahami lebih dalam tentang pembelajaran aktif dan pertanyaan pemantik serta dapat mengimplementasikannya pada pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Kegiatan ini disampaikan melalui pemberian informasi secara tertulis yaitui surat pemberitahuan kepada seluruh anggota MGMP Matematika Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi. Penyampaian informasi mencakup tanggal dan hari pelaksanaan, jadwal kegiatan yang menjadi akses penyelenggaraan kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pamflet/flyer yang diberikan melalui grup WA MGMP Matematika Rayon 3. Rabu, 28 Setember 2022 Pertemuan MGMP Gugus 3 Muaro Jambi melaksanakan kegiatan Strengthening Pembelajaran Aktif dan Pertanyaan Pemantik. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama MGMP Matematika Gugus 3 Muaro Jambi dengan Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation. Dalam kegiatan ini dipandu oleh Mayhartati, S.Pd selaku moderator, Syarianto, S.Pd.,M.Pd dan Popy Asriyeni, M.Pd selaku fasilitator Program Pintar Penggerak Tanoto Foundation. Pada pertemuan ini diharapkan peserta MGMP Matematika Gugus 3 Muaro Jambi memahami lebih dalam tentang pembelajaran aktif dan pertanyaan pemantik serta dapat mengimplementasikannya pada pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu tujuan penting pembelajaran adalah mengembangkan potensi siswa. Pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi tersebut antara lain ‘Pendekatan Belajar Aktif’. Guru sangat perlu memiliki pemahaman yang baik tentang LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-16 (TF)


pendekatan tersebut untuk mendukung peran penting mereka dalam mengembangkan potensi siswa tersebut. Pengalaman pembelajaran akan bermakna bila siswa Mengalami/Mengamati langsung apa yang dipelajari, dan melakukan Interaksi dan , mengKomunikasikan apa yang diperoleh dari pembelajaran serta melakukan Refleksi bersama terhadap apa yang telah dipelajari. Dalam konteks proses pembelajaran di sekolah, bertanya adalah cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa, membuat siswa menjadi aktif, dan kreatif. Untuk itu sangat peting sekali para pendidik memahami keterampilan merumuskan pertanyaan yang mendorong siswa untuk membangun gagasan sendiri, berpikir alternatif, berpikir kreatif, untuk melakukan pengamatan, dan penyelidikan sehingga mereka memberikan jawaban yang berupa gagasan atau hasil pengamatan/percobaan yang mereka lakukan sendiri. Selanjutnya, pertanyaan tersebut dapat menjadi salah satu komponen utama dari suatu Lembar Kerja (LK). Lembar kerja dimaksudkan untuk memicu dan membantu siswa melakukan kegiatan belajar dalam rangka menguasai suatu pemahaman, keterampilan, dan/atau sikap; bukan untuk mengetes pemahaman siswa atau sebagai ajang latihan soal sebagaimana terkesan pada praktik di sekolah dimana LK baru diberikan setelah guru menjelaskan suatu konsep. Akan tetapi LK berfungsi membantu siswa menemukan konsep. Flyer undangan kegiatan :


Dokumentasi Kegiatan : c


5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menerapkan pembelajaran aktif di kelas dan bagaimana membuat dan memunculkan pertanyaan pemantik. Sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika di unit kerja masing-masing.


6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah terjadinya pembelajaran aktif di kelas dan anggota MGMP mudah dalam menyusun dan merancang pertanyaan pemantik pada pembelajaran matematika. Selanjutnya diharapkan anggota MGMP dapat lebih optimal dalam mengembangkan konsep pembelajaran aktif yang telah di buat dalam pembelajaran matematiika di unitkerja masing-masing. 7. Lampiran Kegiatan Link video kegiatan : https://youtu.be/9BOpU80Wxw8


MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada hari Rabu, 12 Oktober 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi 2. Jenis Kegiatan MGMP Matematika SMP Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi dengan tema : “Pemanfaatan Canva For Education dalam Pembelajaran Matematika” 3. Tujuan Pengembangan Diri Memahami lebih dalam tentang Aplikasi Canva For Education terutama pembuatan RPP dan pemanfaatannya pembelajaran matematika. 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Kegiatan ini disampaikan melalui pemberian informasi secara tertulis yaitu pemberitahuan kepada seluruh anggota MGMP Matematika Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi. Penyampaian informasi mencakup tanggal dan hari pelaksanaan, jadwal kegiatan yang menjadi akses penyelenggaraan kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pamflet/flyer yang diberikan melalui grup WA MGMP Matematika Rayon 3. Dalam kegiatan ini dipandu oleh Ade Saputra, S.Pd selaku Narasumber dan Syarianto, S.Pd.,M.Pd selaku moderator. Pada pertemuan ini diharapkan peserta MGMP Matematika Gugus 3 Muaro Jambi memahami lebih dalam tentang Aplikasi Canva terutama Canva for Education yaitu khusus bagi pendidik/guru, selanjutnya diharapkan peserta MGMP dapat menggunakan, memanfaatkan, dan mengimplementasikannya pada pembelajaran matematika di sekolah masing-masing. Pada kegiatan ini peserta MGMP di berikan bimbingan untuk pengubahan akun dari Canva personal menjadi Canva for Education. Selanjuntya diberikan bimbingan bagaimana penggunaan canva dan pemanfaatannya, salah satunya peserta diberikan eksplorasi untuk membuat dan mendesain RPP menggunakan Canva dengan kreativitas masing masing. Kegiatan berlangsung dengan baik dan efektif, terlihat antusias peserta MGMP sangat tinggi pada kegiatan ini. LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-17 (TF)


Flyer undangan kegiatan : Dokumentasi Kegiatan :


5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menerapkan dan memanfaatkan Canva For Education sebagai salah satu media yang dapat digunakan pada pembelajaran matematika. Sehingga nantinya diharapkan akan tumbuh inovasi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika di unit kerja masing-masing.


6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah mahirnya anggota MGMP dalam penggunaan dan pemanfaatan Canva for Education sehingga dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika.


MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada hari Rabu, 26 Oktober 2022 secara virtual melalui link zoom : 2. Jenis Kegiatan MGMP Matematika SMP Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi dengan tema : “Strengthening MGM Matematika Kab. Muaro Jambi Topik AKM Numerasi” 3. Tujuan Pengembangan Diri Memahami lebih dalam tentang bagaimana teknik dan praktik pembuatan soal AKM numerasi. 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Kegiatan ini disampaikan melalui pemberian informasi secara tertulis yaitu pemberitahuan kepada seluruh anggota MGMP Matematika Rayon 3 Kabupaten Muaro Jambi. Penyampaian informasi mencakup tanggal dan hari pelaksanaan, jadwal kegiatan yang menjadi akses penyelenggaraan kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pamflet/flyer yang diberikan melalui grup WA MGMP Matematika Rayon 3. Dalam kegiatan ini dipandu oleh Meshri Yanti Gultom selaku Training Spesialist Tanoto Foundation, Sukamdi, M.Pd. selaku Pengawas Mata Pelajaran Matematika Kab. Muaro Jambi, Syarianto, S.Pd.,M.Pd selaku Fasilitator Pembelajaran Matematika Tanoto Foundation, dan Poppy Asri Yeni, S.Pd. selaku Fasilitator Pembelajaran Matematika Tanoto Foundation. Pada pertemuan ini diharapkan anggota MGMP Matematika Gugus 3 Muaro Jambi memahami lebih dalam tentang teknik pembuatan soal AKM Numerasi. Selanjutnya diharapkan anggota MGMP dapat mempraktikan membuat soal AKM Numerasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran matematika di sekolah masing-masing. Pada kegiatan ini anggota MGMP di berikan materi berupa komponen numerasi yang terdiri dari konten, kognitif dan konteks. Selanjuntya diberikan bimbingan untuk menganalisa contoh soal AKM Numerasi. Selanjutnya anggota LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-18 (TF)


MGMP diberi kesempatan untuk eksplorasi membuat dan menganalisa kembali soal AKM Numerasi secara mandiri dan kemudian dipersentasikan dan didiskusikan secara bersama. Kegiatan berlangsung dengan baik dan efektif meskipun dilaksanakan secara daring, terlihat antusias anggota MGMP yang mengikuti sampai akhi kegiatan ini. Flyer undangan kegiatan : Dokumentasi Kegiatan :


5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menerapkan dan memanfaatkan Canva For Education sebagai salah satu media yang dapat digunakan pada pembelajaran matematika. Sehingga nantinya diharapkan akan tumbuh inovasi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika di unit kerja masing-masing. 6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah mahirnya anggota MGMP dalam penggunaan dan pemanfaatan Canva for Education sehingga dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika.


Lembar Kegiatan Peserta Identifikasi Komponen AKM Numerasi Perhatikan soal berikut: Memuat domain konten apakah soal tersebut? ……………………………………………………………………………………………………… Apa saja karakteristik domain konten yang ada pada soal? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Termasuk jenis konteks apakah soal tersebut? Jelaskan alasan Ibu/Bapak. ………………………………………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Termasuk jenis level kognitif apakah soal tersebut? Jelaskan alasan Ibu/Bapak. Pertanyaan 1: level kognitif ………….. Alasan: ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Pertanyaan 2: level kognitif ………….. Alasan: ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Lembar Kegiatan Peserta Melengkapi Kerangka Soal Perhatikan kerangka soal berikut:


Untuk setiap butir pertanyaan pada soal di atas, lengkapilah kerangka soalnya. Pertanyaan 1: Domain*) : ………………………………………………………………………… Konteks stimulus*) : ………………………………………………………………………… Kelas : 8 Kompetensi**) : ………………………………………………………………………… Level kognitif*) : ………………………………………………………………………… Bentuk soal*) : ………………………………………………………………………… Pertanyaan 2: Domain*) : ………………………………………………………………………… Konteks stimulus*) : ………………………………………………………………………… Kelas : 8 Kompetensi**) : ………………………………………………………………………… Level kognitif*) : ………………………………………………………………………… Bentuk soal*) : …………………………………………………………………………


Pertanyaan 3: Domain*) : ………………………………………………………………………… Konteks stimulus*) : ………………………………………………………………………… Kelas : 8 Kompetensi**) : ………………………………………………………………………… Level kognitif*) : ………………………………………………………………………… Bentuk soal*) : ………………………………………………………………………… Lembar Kegiatan Peserta Membuat Soal AKM Numerasi Perhatikan grafik berikut:


Berdasarkan grafik di atas: ✓ buatlah stimulus (pokok soal) ✓ buatlah pertanyaan dengan level kognitif berbeda ✓ lengkapi kerangka soal Catatan: Ibu/Bapak dapat membuat soal dengan meniru atau memodifikasi soal tentang penduduk mahir TIK


Lembar Kegiatan Peserta Membuat Soal AKM Numerasi Perhatikan informasi berikut: Soal dengan konten apa saja yang dapat dikembangkan dari infografis ini? Level kognitif apa saja yang dapat dikembangkan dari infografis ini? Buatlah soal dengan level kognitif berbeda berdasarkan infografis tersebut.


LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-19 (P6) MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada Rabu, tanggal 16 November 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi. 2. Jenis Kegiatan Media Pembelajaran Matematika 3. Tujuan Pengembangan Diri Mengenal dan Memetakan Media dan Peraga Pembelajaran Matematika 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar adalah: komunikasi searah, komunikasi dua arah, dan komunikasi multi arah. Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien maka diperlukan media pembelajaran yang memudahkan siswa belajar. Apalagi pada pembelajaran matematika yang memiliki tingkat kesulitan dan keabstrakan konsep yang lebih tinggi dibanding dengan mata pelajaran yang lain. Proses komunikasi tidak selalu dapat berjalan dengan lancar, bahkan dapat menimbulkan kebingungan, salah pengertian dan mungkin menimbulkan salah konsep. Jika dalam proses belajar mengajar terjadi hambatan, maka kemungkinan salah satu faktor penyebabnya adalah terjadinya kesalahan komunikasi. Kesalahan komunikasi dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain : 1) Guru sebagai komunikator kurang mampu dalam cara menyampaikan pesan 2) Adanya perbedaan daya tangkap para siswa sebagai komunikan 3) Jumlah siswa sebagai komunikan sangat besar, sehingga sukar dijangkau oleh guru sebagai komunikator. Untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan komunikasi, maka harus digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi. Sarana tersebut diantaranya adalah media pembelajaran. Gabungan beberapa media yang digunakan guru untuk berkomunikasi dengan siswa disebut multimedia. Jadi pemanfaatan multimedia disamping dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh seorang guru dapat juga membantu abstraksi siswa. Menurut Dwyer (dalam Sadiman, 1999) multimedia dapat menyampaikan pesan dalam bentuk audio dan visual. Pengemasan materi pembelajaran dalam bentuk tayangan-tayangan audiovisual mampu merebut 94% saluran masuknya pesanpesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. Media audiovisual mampu membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka


lihat dan dengar walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau, secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat dari suatu tayangan, setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat pesat, para guru dituntut mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pemanfaatan media atau bahkan multimedia disamping dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh seorang guru dapat juga membantu abstraksi siswa. Masalah penggunaan media pembelajaran di sekolah masih sering diabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedia biaya. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran. Sesungguhnya bayak sekali jenis media yang bisa dipilih, dikembangkan, dimanfaatkan sesuai dengan kondisi, waktu, biaya maupun tujuan yang akan dicapai. Salah satu ciri pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan/menggunakan multimedia, artinya guru dalam melakukan/menyelenggarakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai media dan sumber belajar lainnya. Hal ini sebagai upaya agar pembelajaran bermakna dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa memahami pelajaran. Dalam mengkomunikasikan isi pelajaran secara maksimal, guru memiliki berbagai kesulitan antara lain disebabkan oleh adanya berbagai faktor seperti keterbatasan dalam kemampuan atau kompetensi profesionalnya, hambatan geografis, dan faktor sosial ekonomi. Usaha penanggulangan berbagai kesulitan tersebut, dibutuhkan sumbersumber belajar lain yang dapat membantu atau menggantikan peran guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Penggantian peranan itu bisa disiapkan melalui pembuatan media pembelajaran yang sesuai dengan materi, karakteristik siswa, dan lingkungan belajar siswa. Bahkan di era globalisasi dan era teknologi informasi ini kehadiran ilmu dan teknologi dengan segala fasilitasnya tidak dapat dibendung, bahkan perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin termasuk dalam pembelajaran. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, seperti komputer dll. Pentingnya kemampuan guru dalam penggunaan media yang Media diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk proses komunikasi dengan siswa agar siswa belajar. Komunikasi dan siswa yang belajar (leaners) merupakan dua aspek yang pokok. Segala sesuiatu yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong proses-proses belajar dapat dikategorikan sebagai media.


Media/alat peraga pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru dalam pembelajaran untuk membantu memperjelas materi pelajaran dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang menggunakan banyak verbalisme akan membosankan siswa; sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik bila siswa gembira belajar atau senang karena mereka merasa tertarik dan mengerti apa yang dipelajarinya (Usman, 2002:31). Prinsip pemanfaatan media adalah “the right aid at the right time in the right place in the right manner”, merupakan kunci pemanfaatan media yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi guru – siswa yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas pembelajaran. Sebaliknya pemanfaatan yang kurang tepat sering kali mengganggu komunikasi dan mengurangi efektivitas pembelajaran. Pemanfaatan media di kelas untuk meningkatkan mutu komunikasi guru-siswa sehigga proses pembelajaran berjalan sesuai yang diharapkan /efektif. Ditinjau dari fungsinya, media/alat peraga dapat : (a) Memberikan motivasi belajar, (b) Memberikan variasi dalam pembelajaran, (c) Mempengaruhi daya abstraksi, (d) Memperkenalkan, memperbaiki, dan meningkatkan pengertian konsep dan fakta, (e) Mampu mengatasi keterbatasan perbedaan pengalaman pribadi siswa, (f) Mampu mengatasi keterbatasan ruang kelas, (g) Mampu mengatasi keterbatasan ukuran benda, (h) Mampu mengatasi keterbatasan kecepatan gerak benda. Sedangkan manfaat praktisnya adalah: (1) membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi konkret, (2) mengatasi kendala ruang dan waktu, (3) membantu mengatasi keterbatasan indra manusia, (4) dapat menyajikan peristiwa langka dan berbahaya dalam kelas, (5) memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri peserta didik.Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, media/alat peraga juga harus menyesuaikan perkembanganya dengan majunya teknologi. Istilah multimedia tidak hanya sebagai media yang berbasis computer, namun multimedia dalam pembelajaran matematika, diartikan juga sebagai pemanfaatan beberapa media/alat peraga dalam suatu pembelajaran untuk mencapai keefektifan pembelajaran yang dilakukan. Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih yang dapat dikelompokkan menjadi 10 golongan sebagai berikut: Contoh: 1) Audio : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon; 2) Cetak; Buku pelajaran, modul, LKS, brosur, koran, foto/gambar; 3) Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis; 4) Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT); 5) Proyeksi audio visual Film bingkai (slide) bersuara; 6) Visual gerak Film bisu, animasi; 7) Audio visual gerak Film gerak bersuara, video/VCD, televisi; 8) Objek fisik Benda nyata, model, spesimen Manusia dan lingkungan Guru, pustakawan, laboran; 9) Komputer CAI, CBI,


Strategi Pemberdayaan Media/Multimedia/Alat Peraga Agar pemanfaatan atau penggunaan media/ alat peraga dalam pembelajaran efektif, maka strategi pemberdayaannya harus memperhatikan kesesuaian media/ alat peraga sebagai berikut. Tujuan pembelajaran/sifat tugas, apakah tujuan pembelajaran termasuk kawasan kognetif, afektif atau psikomotor, atau kombinasi. Jenis rangsangan indra apa yang ditekankan? Isi pembelajaran, apakah media itu dapat memperjelas, memudahkan penyampaian isi pembelajaran Karakteristik peserta didik, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, bagaimana motivasi belajarnya? Karakteristik media, apakah kelebihan dan kekurangan media itu. Waktu, cukupkan waktu yang tersedia dalam pembuatan, dan berapa alokasi waktu tatap muka. Biaya, apakah dapat dijangkau Ketersediaan, apakah tersedia di sekitar kita: di sekolah, di pasaran. Kalau membuat sendiri adakah alat dan bahannya? Konteks penggunaan, untuk belajar individual, kelompok kecil, klasikal, pembelajaran mandiri? Mutu teknis, kalau sudah tersedia apa cukup bagus, visualisasinya jelas, narasinya jelas, dll. 5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menciptakan, memodifikasi ataupun menggunakan model alat peraga matematika yang ada. 6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah peserta MGMP dapat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, memodifikasi ataupun menciptakan alat peraga yang menunjang pembelajaran matematika di sekolah.


LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-20 (TF) MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada Rabu, tanggal 30 November 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi. 2. Jenis Kegiatan Strengthening 3 Pembelajaran Aktif dan Pengembangan LKPD 3. Tujuan Pengembangan Diri Penguatan Pemahaman tentang Pembelajaran Aktif dan Pengembangan LKPD 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Karakteristik Matematika Keterampilan Matematis Penyelidikan - Penemuan Penalaran dan Pembuktian Pemecahan Masalah Representasi Koneksi Komunikasi No Ketarmpilan Matematis Penjelasan 1 Penalaran dan Pembuktian Membuat dugaan dan menyusun argumentasi logis dalam proses menyelesaikan masalah. Menjelaskan alasan atas pemilihan/penggunaan suatu cara/rumus/strategi untuk penyelesaian masalah Menjawab pertanyaan “Bagaimana kamu tahu bahwa jawaban itu benar atau cara tersebut yang paling tepat?” Menjelaskan cara berpikir 2 Representasi Proses menyajikan suatu ide, konsep, prosedur matematis dalam bentuk simbol, tabel, grafik, dan diagram. 3 Koneksi Mengenal dan menggunakan hubungan antara ide-ide matematika. Misal, menggunakan luas daerah persegi panjang untuk menghitung luas permukaan balok. Mengenal dan menerapkan matematika pada bidang lain. Mengaitkan satu atau beberapa konsep matematika dalam atau antar unit matematika (Misal: Bilangan, Geometri, Aljabar) dalam penyelesaian tugas/soal matematika. 4 Komunikasi Proses menyampaikan, menyimak, menjelaskan, membandingkan, ide/strategi matematis, dan/atau alasan, secara lisan dan tulisan. Menuliskan apa yang diketahui, ditanyakan, sebelum menuliskan jawabannya


5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat mengimpelementasikan pembelajaran aktif dan merancang LKPD. 6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah peserta MGMP dapat mengimpelementasikan pembelajaran aktif dan merancang LKPD sehingga pembelajaran dapat berkualitas.


LAPORAN KEGIATAN PERTEMUAN KE-19 (P6) MGMP MATEMATIKA SMP RAYON 3 KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Waktu Pelaksanaan Diselenggarakan pada Rabu, tanggal 16 November 2022 di SMP Negeri 9 Muaro Jambi. 2. Jenis Kegiatan Media dan Peraga Pembelajaran Matematika 3. Tujuan Pengembangan Diri Memetakan Media/alat peraga matematika yang dapat digunakan dalam pembelajaran Matematika SMP. 4. Uraian Materi Pengembangan Diri Contoh Media:


5. Tindak lanjut Tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan ini adalah Peserta (anggota MGMP) dapat menciptakan, memodifikasi ataupun menggunakan model alat peraga matematika yang ada. 6. Dampak Pengembangan Diri Dampak setelah kegiatan ini adalah peserta MGMP dapat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, memodifikasi ataupun menciptakan alat peraga yang menunjang pembelajaran matematika di sekolah.


Click to View FlipBook Version