The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bahan ajar+LKPD+Soal Evaluasi Muatan Lokal Kelas I

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Hanif Thalia Regina, 2024-05-24 14:18:39

Bahan ajar+LKPD+Soal Evaluasi Muatan Lokal Kelas I

Bahan ajar+LKPD+Soal Evaluasi Muatan Lokal Kelas I

Keywords: Bahan ajar+LKPD+Soal Evaluasi Muatan Lokal Kelas I

“MAKANAN KHAS DAERAH KOTA SEMARANG” “MAKANAN KHAS DAERAH KOTA SEMARANG” BAHAN AJAR FASE A KELAS I MUATAN LOKAL BAHAN AJAR FASE A KELAS I MUATAN LOKAL HANIF THALIA REGINA


Segala Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas rahmat, taufik dan hidayahnya Bahan Ajar Muatan Lokal “Makanan Khas Daerah Kota Semarang” untuk SD Fase A Kelas I ini dapat di selesaikan. Dalam proses penyusunan Bahan ajar ini, penulis ingin megucapkan terima kasih kepada : Ika Ratnaningrum, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal yang telah mengarahkan, memfasilitasi, mendampingi, dan memotivasi penulis menyelesaikan bahan ajar ini. Bahan ajar ini mengolaborasikan pemahamanpemahaman esensial dengan ragam aktivitas yang diharapkan mampu menstimulus keingintahuan peserta didik terhadap topik-topik seputar keragaman khas daerah Kota Semarang, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. Kami sudah menyusun bahan ajar ini berdasarkan sumber dengan sebaik - baiknya. Namun apabila karya manusia ini ternyata masih ada kurangnya mohon kritik dan saran yang bersifat konstruktif. Semarang, 15 Mei 2024 Penulis PRAKATA II


Sampul............................................................................i Prakata...........................................................................ii Daftar Isi.........................................................................iii Petunjuk Belajar............................................................iv Profil Pelajar Pancasila.................................................v Capaian Pembelajaran...............................................1 Tujuan Pembelajaran...................................................1 Deskripsi singkat...........................................................2 Rangkuman...................................................................3 Peta Konsep...................................................................4 Sejarah Makanan Khas Daerah Kota Semarang.......5 Lumpia............................................................................6 Wingko Babat.................................................................7 Bandeng Presto..............................................................8 Tahu Pong.......................................................................9 Tahu Gimbal..................................................................10 Mie Kopyok....................................................................11 Tahu Petis........................................................................12 Cara Membuat makanan Semarang..........................13 Lembar Kerja Peserta Didik Kelompok........................21 Lembar Kerja Peserta Didik Individu............................27 Soal Evaluasi...................................................................30 Daftar Pustaka.................................................................35 DAFTAR ISI III


Agar peserta didik mampu memahami materi dan mencapai kompetensi yang diharapkan dalam mata Pelajaran Muatan Lokal Fase C Kelas V Makanan Khas Daerah Kota Semarang dengan baik perhatikan petunjuk belajar berikut ini: 1.Berdoalah sebelum membaca bahan ajar ini. 2.Bacalah petunjuk belajar. Pelajarilah isi bahan ajar ini dengan sungguhsungguh, jika ada uraian materi yang kurang dapat dimengerti segera tanyakan kepada Guru. 3. Agar pembelajaran lebih terarah maka bacalah bahan ajar ini dengan seksama. 4. Tandailah bagian-bagian materi yang menurut Peserta didik penting. 5. Perhatikan dan amatilah gambar yang ada dibahan ajar ini. 6. Pahami rangkuman materi untuk lebih menguasai materi dalam bahan ajar ini. 7. Jika terdapat materi yang penting, peserta didik dapat mencatat di buku tulis masing-masing. 8. IV PETUNJUK BELAJAR


V PROFIL PELAJAR PANCASILA Bergotong Royong Bernalar Kritis


Tujuan Kognitif (C) : Melalui Media Papan Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat menganalisis makanan lokal khas Daerah Kota Semarangi dengan tepat. (C4) Melalui Media Kartu Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat melakukan percobaan makanan lokal khas Daerah Kota Semarang dengan tepat. (C5) Tujuan Psikomotorik (P): Melalui kegiatan Diskusi secara berkelompok, peserta didik dapat Mempresentasikan hasil diskusi terkait Makanan lokal Khas Daerah Kota Semarang dengan benar. (P5). CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN Elemen : Keterampilan Daerah Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengenal keterampilan daerah dalam kehidupan sehari-hari, Peserta didik mampu menyebutkan bahan dasar anyaman, Peserta didik mampu menganyam, peserta didik mampu mengenal makanan lokal khas Daerah Kota Semarang 1


Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar atau bangsa lain menjadi watak, dan kemampuan sendiri. Kearifan lokal juga merupakan ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Makanan Khas adalah makanan tidak hanya sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan gizi seseorang, tetapi juga berguna untuk mempertahankan hubungan antara manusia, dapat pula dijual dan dipromosikan untuk menunjang pariwisata yang selanjutnya dapat mendukung pendapatan suatu daerah. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya dikatakan akan kaya akan alamnya, namun juga segala keanekaragaman budaya dan makanan yang ada. Setiap daerah memiliki makanan khas masing-masing, ada beberapa macam makanan khas kota Semarang diantaranya yaitu Lumpia, Wingko Babat, Bandeng Presto, Tahu Gimbal, Mie Kopyok, Tahu Pong, Tahu petis. DESKRIPSI SINGKAT 2


3 RANGKUMAN Kota Semarang adalah kota yang memiliki kearifan lokal beranekaragam. Jenis-jenis kearifan lokal yang dimiliki Kota Semarang antara lain yaitu: Tradisi dan ekspresi berupa penganten Semarang, dialek semarangan, rumah semarangan. Seni pertunjukkan berupa gambang Semarangan dan tarian gending-gending Semarangan, Pusat Kesenian Sobokarti. Adat istiadat masyarakat, ritus, perayaanperayaan berupa tardisi dugderan, warak ngendog, sesaji rewanda Guo Kreo, Kirab bende Nongkosawit, Ruwatan. Keterampilan dan Tradisional berupa batik Semarangan, Kuliner (Lumpia, Wingko Babat, Bandeng Presto, tahu petis, tahu pong, tahu gimbal, Mie Kopyok.


4 PETA KONSEP Makanan Khas Daerah Kota Semarang Sejarah Makanan khas Kota Semarang Cara Pembuatan Sejarah Makanan Khas daerah Kota Semarang Lumpia Wingko babat Bandeng Presto Tahu Pong Tahu Gimbal Cara Pembuatan Makanan Khas Daerah Kota Semarang


Sejarah Makanan Khas Daerah Semarang


5 Semarang, adalah kota metropolis yang berkembang dengan banyak keajaiban alam dan sejarah yang patut untuk dijelajah. Ibu kota provinsi Jawa Tengah ini, terletak di Pantai Utara Jawa dan merupakan pelabuhan utama di sepanjang pesisir Pantai Utara. Banyak orang terkesima melihat bagaimana kota ini mempercantik diri dengan tetap mempertahankan budayanya yang heterogen. Di kota ini akan kita rasakan sentuhan harmonisasi budaya Jawa bersama budaya China, Arab, dan Belanda. Kuliner di Semarang juga banyak dipengaruhi oleh Cina, dan Belanda berikut kata seorang pakar kuliner Semarang Bapak Jongkie Tio, jika diliat dari asal mula kedatangan Laksamana Cheng Ho (Hanyu Pinyin: Zhèng Hé yang di abadikan dalam pembangunan Kelenteng Sam Poo Kong ) pada perkiraan tahun 1405- 1413 Masehi. Kebudayaan tidak bisa lepas dari sajian makanannya, begitu pula tiap daerah memiliki masingmasing ikon atau buah tangan daerah tersebut, Semarang tentunya memiliki Lunpia ( dalam penyebutan kosa kata Jaman Belanda “Loenpia” ) Semarang memiliki beberapa masakan yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, beberapa diantaranya adalah Lunpia, Ganjel Rel, Soto Semarang, , Tahu gimbal, Lontong Cap Go Meh, Buntil, Bandeng Presto, Wingko, Tahu Pong. SEJARAH MAKANAN KHAS DAERAH KOTA SEMARANG


Makanan Khas Daerah Kota Semarang


6 Lunpia merupakan makanan yang ditemukan oleh Tjoa Thay Yoe seorang Tionghoa yang kemudian menikah dengan wanita Jawa bernama Warsih, Tjoa mempunyai seorang ibu yang merupakan pedagang masakan Tionghoa namun masakan Tionghoa kurang diterima masyarakat, karena masakan Tionghoa identik dengan binatang “babi”, kemudian atas usulan istrinya maka mereka membuat makanan yang bisa dikonsumsi oleh semua orang, awalnya Tjoa menginginkan makanan yang bisa dimakan oleh semua orang dan bisa menjadi tahan lama jika disimpan dalam kurun waktu yang lama. Akhirnya mereka membuat makanan yang terbuat dari rebung ( tunas bambu yang belum tumbuh ), udang, dan pihi ( sejenis biota laut berukuran sangat kecil ) dinamakan Lunpia karena berasal dari kata “Lun artinya digulung” dan “Pia artinya makanan”. Akhirnya Lunpia menjadi terkenal sampai sekarang berkat usaha dari Orang Tua Tjoa Thay Yoe, Anak dari Tjoa Poo Nio yang menikah dengan Sim Wan Sing ( yang kemudian memiliki anak bernama a. Sim Swie Kim ( pemilik Lunpia di Gang Lombok Semarang ), b. Sim Swie Hie ( pemilik Lunpia di Jalan Pemuda sekarang bernama Lunpia Mbak Lin ) c. Sim Hwa Nio ( pemilik Lunpia Mataram, yang akhirnya berkembang dengan adanya Lunpia Ekpress ). 1.Lumpia


7 Wingko babat pertama kali muncul di Semarang sekitar tahun 1946. Wingko babad ini pertama kali dibawa oleh seorang wanita bernama Loe Lan Hwa bersama suaminya, The Ek Tjong (D Mulyono). Mereka beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil, The Giok Kwie (6 tahun) dan The Gwat Kwie (4 tahun), mengungsi dari Kota Babat ke Kota Semarang sekitar tahun 1944. Di tengah suasana panas Perang Dunia II, dari Babat yang dilanda huruhara, mereka datang ke Semarang untuk mencari kehidupan yang lebih aman. Pada saat mereka datang ke Semarang belum ada orang yang menjual kue wingko. Maka pada tahun 1946 mulailah Loe Lan Hwa dengan dibantu suami, The Ek Tjong, membuat dan menjual kue wingko di kota Semarang. Kue wingko tersebut dijajakan dari rumah ke rumah, di samping dititip-jual di sebuah kios sederhana yang menjual makanan di stasiun kereta api Tawang Semarang. Setiap kereta berhenti, petugas kios menjajakan kue wingko beserta makanan lainnya kepada penumpang di dalam kereta api. Makanan tradisional ini terbuat dari tepung ketan, gula pasir, telur, dan margarin. Rasanya yang gurih manis membuat wingko cocok dimakan bersama teh. 2. Wingko Babat


8 Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Walaupun pada awalnya ditemukan pada tahun 1977 oleh Hanna Budimulya yang lahir di Kapbupaten Pati, Jawa Tengah , namun makanan lezat yang satu ini menjadi ikon Kota Semarang. Ikan bandeng ini dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak. Terdapat berbagai variasi olahan Bandeng Presto sesuai selera Anda. Bandeng presto biasa, bandeng presto yang divakum agar lebih tahan lama, bandeng asap, bandeng dalam sangkar, bandeng otakotak, dan lain sebagainya. 3. Bandeng Presto


Tahu pong sendiri adalah tahu yang kopong. Kopong berasal dari bahasa Jawa yang artinya kosong atau tanpa isi. Sehingga disebut dengan tahu pong alias tahu kopong. Bisa juga berasal dari kata péng, yang dalam dialek Hokkian berbunyi “phong” yang berarti menggelembung. Tahu pong memang memiliki tekstur yang berbeda dengan tahu biasa. Bila digoreng, tahu pong bisa menggembung, bagian dalamnya berongga, kulitnya tipis dan kering. Untuk tahu pong sendiri, biasanya akan dimakan bersama dengan gimbal udang (bakwan udang dengan bentuk pipih) dan sambal rawit pedas untuk dicocol. Di Semarang ada yang menjualnya di Jalan Gajah Mada No. 63B. 9 4. Tahu Pong


Tahu Gimbal adalah hidangan tradisional Semarang yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 19. nama "gimbal" sendiri memiliki makna 'menggumpal' atau dalam bahasa Jawa "kempel" yang pada perkembangannya masyarakat Semarang menyebutnya dengan "gimbal" karena mirip dengan rambut gimbal. Tahu gimbal merupakan masakan khas Semarang yang terbuat dari tahu goreng, sayuran, dan bakwan udang. Sajian ini ditambahkan juga dengan kuah kacang yang terbuat dari kacang goreng tumbuk kasar. maka gimbal adalah olahan udang yang diberi tepung, atau mirip dengan bakwan udang. Untuk menikmati satu porsi tahu gimbal, biasanya akan dinikmati dengan kerupuk udang yang terkenal renyah. Di Semarang sendiri, kedai penjual tahu gimbal cukup menjamur, namun warung Pak H Edy menjadi yang direkomendasikan oleh pemerintah kota Semarang. Kamu bisa ke Jalan Pahlawan di depan departemen sosial Semarang untuk berkunjung ke warungnya pak H Edy. 10 5. Tahu Gimbal


Mi kopyok adalah salah satu dari sekian banyak makanan legendaris khas Kota Semarang. Terkadang orang menyebutnya dengan sebutan mi lontong, karena disajikan bersama dengan lontong, atau mi teng teng karena penjualnya seringkali memukul piring yang berbunyi 'teng-teng-teng' sebagai tanda untuk memasarkan dagangannya. Sajian ini merupakan perpaduan mi kuning, lontong, tauge, dan tahu yang sebelumnya dicelupkan ke air mendidih, taburan seledri, serta kerupuk gendar yang diremas dan ditaburkan secara merata di atasnya. Nama 'kopyok' berasal dari bahasa Jawa yang berarti diaduk. Sesuai dengan namanya, cara menyantap mi kopyok paling enak adalah dengan mengaduk semua komponen yang ada di dalamnya. Salah satu warung mi kopyok yang populer di Semarang, yakni Mie Kopyok Pak Dhuwur. Bermula pada 1970-an, Pak Dhuwur mendorong gerobak keluar masuk kampung mendatangi pelanggan, kini ia sudah mempunyai warung tetap. Hingga saat ini, Mie Kopyok Pak Dhuwur sudah memiliki beberapa cabang. Selain di Jalan Tanjung Nomor 18A, Pandansari, Semarang, warung ini juga bisa ditemukan di Pujasera Jalan Kyai Saleh, Mugassari, Semarang. 11 6. Mie Kopyok


Tahu Petis makanan khas kota semarang ini kian hari kian banyak peminatnya . Tahu Petis merupakan jajanan khas kota Semarang berupa tahu goreng yang dimakan dengan petis (saus berwarna hitam kental yang biasanya terbuat dari udang) yang dioleskan/disisipkan di tengah-tengah tahu. Seperti tahu pong tetapi rasanya tidak asin, yaitu berasal dari tahu putih yang digoreng sampai kecokelatan tanpa dibumbui atau dibumbui dengan larutan garam dan bawang putih saja. Sedangkan petisnya yang berasa manis sedikit asin. Agar menggugah selera tahu petis biasanya dimakan dengan cabai rawit. Keunikan dari Tahu Petis Semarang terletak pada bumbu petis yang menggunakan udang sebagai bahan dasar, diracik dengan bumbu spesial sehingga menghasilkan petis udang siap saji yang memiliki aroma harum yang khas tanpa kesan menyengat. Tahu Petis Prasojo Semarang sudah dibuka sejak tahun 1980. Perintisnya yaitu Liliek Windarto. Dahulu ia berhenti bekerja dan memilih membuka usaha tahu petis.Pada waktu itu, penjual tahu petis belum sebanyak hari ini. Awalnya tahu petis ini dibuka di GOR Simpang Lima Semarang. Namun bergeser ke Pujasera karena pembangunan yang kian masif. 12 7. Tahu Petis


Cara Pembuatan Makanan Khas Daerah Kota Semarang


1.LUMPIA 13 Bahan 10 lembar kulit lumpia siap pakai 1 buah putih telur (kocok) Daun bawang cung (daun bawang berdaun kecil) Isi 75 gram udang cincang 75 gram ayam cincang 300 gram rebung (iris korek api) 100 gram taoge 1 batang daun bawang (iris halus) 2 sdm kecap manis 1/2 sdt garam 1/2 sdt lada 1 sdt gula pasir 1 butir telur (kocok) Minyak sayur untuk menggoreng


1.LUMPIA 14 Haluskan 2 siung bawang putih 2 sdm ebi 4 butir bawang merah 1/2 sdt garam 1/4 sdt lada bubuk Bahan Acar 150 gram mentimun 10 buah cabai rawit 1 sdm gula pasir 1/2 sdt garam 1 sdt cuka Saus 2 siung bawang putih (cincang halus) 50 gram gula merah, 150 ml air matang,3 sdm tepung sagu (larutkan), 1/4 sdt garam, 1 sdm minyak sayur, untuk menumis


CARA MEMBUAT LUMPIA 15 Lumpia: panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan udang dan ayam. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan rebung, taoge, daun bawang, kecap manis, garam, gula dan lada, aduk, masak hingga kering. Masukkan telur kocok, aduk-aduk, masak hingga kering, angkat, dinginkan. Setelah dingin, bagi menjadi 10 bagian. Ambil selembar kulit lumpia, isi dengan adonan isi, lipat kedua ujungnya lalu gulung dan rekatkan dengan putih telur. Panaskan minyak, goreng lumpia sampai kuning kecoklatan, angkat, tiriskan. Acar: campur semua bahan, sisihkan. Saus: panaskan minyak, tumis bawang putih hingga layu, tambahkan air dan garam, rebus hingga mendidih, masukkan larutan tepung sagu, aduk, masak hingga mendidih dan kental, angkat. Penyajian: sajikan hangat dengan acar dan saus.


250 gram Tepung Ketan Putih 200 gram Kelapa Parut pilih yang masih muda agar kue Wingko babat empuk saat sudah matang 100 gram Gula Pasir (atau sesuai selera, jika Moms tidak terlalu suka manis, bisa dikurangi) 150 ml air 1 butir telur 30 gram mentega, lelehkan ½ sdt vanili bubuk ½ sdt garam Minyak secukupnya 2. WINGKO BABAT 16 Bahan


Campur telur dan gula pasir menjadi satu, aduk hingga gula larut. Tambahkan vanili bubuk dan garam. Secara bertahap, masukan kelapa muda parut. Tepug ketan putih dan air sambil terus diaduk hingga semua bahan tercampur rata. Setelah semua bahan tercampur rata, masukan margarine yang sudah dilelehkan. Aduk kembali hingga semua adonan tercampur dengan rata. Panaskan teflon dengan api sedang, hingga benar-benar panas. Kemudian olesi dengan sedikit minyak, kemudian masukan adonan dan ratakan ke seluruh bagian wajan, tutup teflon dan panggang hingga permukaan bawahnya kering dan kecokletan. Balik adonan dan biarkan sisi satunya kering dan kecoklatan, angkat dan biarkan dingin. Sajikan kue Wingko Babat setelah uap panasnya hilang dengan segelas teh atau kopi sebelum makan malam CARA MEMBUAT WINGKO BABAT 17


10 tahu pong ukuran kecil 3 buah telur ayam rebus minyak goreng Gumbal Udang: 100 g udang kecil 250 ml air masak 100 g tepung terigu 2 sdm tepung beras 1/2 sdt ketumbar bubuk 1/2 sdt merica bubuk 1 siung bawang putih, parut halus 2 sdm daun bawang iris halus 1 sdt garam Kuah: 150 ml kecap manis 1 sdm petis udang 20 g gula jawa, sisir halus 2 siung bawang putih parut 10 buah cabe rawit hijau, gerus halus 1 sdt cuka masak 400 ml air masak 3. TAHU PONG 18 Bahan


Goreng tahu pong dengan minyak panas dan bersih di atas api sedang hingga kering lalu tiriskan. Goreng telur rebus hingga kecokelatan dan kering lalu tiriskan. Gimbal Udang : Aduk tepung terigu, tepung beras, merica, ketumbar, daun bawang dan garam dengan air hingga menjadi adonan yang cukup kental. Tambahkan udang kecil, aduk rata. Goreng melebar tipis dalam minyak panas dan banyak hingga kering dan matang. Angkar dan tiriskan. Kuah: Campur semua bahan dalam panci. Masak dengan api kecil hingga semua bahan larut. Angkat dan dinginkan. Penyajian : Belah telor goreng. Susun dalam wadah bersama tahu goreng dan gimbal udang. Sajikan bersama kuahnya. CARA MEMBUAT TAHU PONG 19


LKPD KELOMPOK Nama: Kelas: Pelajaran :Tanggal: Materi : Makanan Khas Daerah Kota Semarang Fase/ Kelas/ Semester : A/ I/ I (Ganjil) Elemen : Keterampilan Daerah Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengenal keterampilan daerah dalam kehidupan sehari-hari,Peserta didik mampu menyebutkan bahan dasar anyaman,Peserta didik mampu menganyam, peserta didik mampu mengenal makanan lokal khas Daerah Kota Semarang Tujuan Pembelajaran : Tujuan Kognitif (C) : Melalui Media Papan Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat menganalisis makanan lokal khas Daerah Kota Semarangi dengan tepat. (C4) Melalui Media Kartu Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat melakukan percobaan makanan lokal khas Daerah Kota Semarang dengan tepat. (C5) 22


Perhatikan bacaan dibawah ini! Petunjuk Belajar : Tulislah namamu dan nama kelompokmu pada lembar kerja! Bacalah langkah kerja dengan cermat! Siapkan alat dan bahan yang kamu perlukan! Bekerjalah dengan tertib! Bahan: 10 lembar kulit lumpia siap pakai 1 buah putih telur (kocok) Daun bawang cung (daun bawang berdaun kecil) Isi: 75 gram udang cincang 75 gram ayam cincang 300 gram rebung (iris korek api) 100 gram taoge 1 batang daun bawang (iris halus) 2 sdm kecap manis 1/2 sdt garam 1/2 sdt lada 1 sdt gula pasir 1 butir telur (kocok) Minyak sayur untuk menggoreng Nama Anggota Kelompok: ________________ Kelas: ________________ LKPD KELOMPOK 23


Haluskan: 2 siung bawang putih 2 sdm ebi 4 butir bawang merah 1/2 sdt garam 1/4 sdt lada bubuk Bahan Acar: 150 gram mentimun 10 buah cabai rawit 1 sdm gula pasir 1/2 sdt garam 1 sdt cuka Saus 2 siung bawang putih (cincang halus) 50 gram gula merah 150 ml air matang 3 sdm tepung sagu (larutkan) 1/4 sdt garam 1 sdm minyak sayur, untuk menumis Nama Anggota Kelompok: ________________ Kelas: ________________ LKPD KELOMPOK 24


LKPD KELOMPOK 25 Nama Kelompok : Anggota Kelompok : 1. ________________ 2. ________________ 3. ________________ 4. ________________ .Alat dan bahan yang dibutuhkan : 1. _________________________ 2. _________________________ 3. _________________________ 4. _________________________ 5. _________________________ Langkah-langkah kerja : ....................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ ........................................................................................................................................ .......................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ ......................................................................................................................................... .........................................................................................................................................


Dokumentasi Pembuatan Lumpia Khas Kota Semarang: . LKPD KELOMPOK 26


27


LKPD INDIVIDU Nama: Kelas: Pelajaran: Tanggal: 28 Materi : Makanan Khas Daerah Kota Semarang Fase/ Kelas/ Semester : A/ I/ I (Ganjil) Elemen : Keterampilan Daerah Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengenal keterampilan daerah dalam kehidupan sehari-hari,Peserta didik mampu menyebutkan bahan dasar anyaman,Peserta didik mampu menganyam, peserta didik mampu mengenal makanan lokal khas Daerah Kota Semarang Tujuan Pembelajaran : Tujuan Kognitif (C) : Melalui Media Papan Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat menganalisis makanan lokal khas Daerah Kota Semarangi dengan tepat. (C4) Melalui Media Kartu Makanan Khas Daerah Kota Semarang, peserta didik dapat melakukan percobaan makanan lokal khas Daerah Kota Semarang dengan tepat. (C5)


LKPD INDIVIDU Nama: Kelas: Gunting dan tempelkan gambar di bawah sesuai Makanan Khas Daerah Kota Semarang Lumpia, Bandeng Presto, Tahu Pong 29 Wingko Babat, Tahu Petis Mie Kopyok, Tahu Gimbal


Nama : Kelas : No. Presensi : Petunjuk Pengerjaan Soal Evaluasi! Siapkan alat tulis yang dibutuhkan seperti bolpein dan tip ex! 1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal evaluasi! 2. Tuliskan nama, kelas, no. presensi, pada kolom yang tersedia! 3. 4.Bacalah soal dengan cermat dan teliti! Kerjakan soal dengan jawaban yang benar dan tepat! 5.


1.Makanan yang terbuat dari rebung adalah... a. lumpia b. wingko babat c. tahu gimbal d. tahu petis 2. Gambar diatas termasuk makanan .... a. mie Kopyok b. bandeng presto c. roti ganjel rel d. tahu gimbal 3. Gambar diatas makanan yang terbuat dari.... a. tepung ketan, gula pasir, telur, dan margarin. b. rebung c. tahu, petis d. mie BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A,B, C, ATAU D SEBAGAI JAWABAN YANG PALING TEPAT !


4. Tahu pong sendiri adalah tahu yang kopong. Kopong berasal daribahasa Jawa yang artinya .... a. kosong atau tanpa isi b. isi c. setengah isi d. full isinya 5. Makanan yang terbuat dari tahu goreng, sayuran, bakwan dan udang adalah... a. tahu Pong b. tahu isi c. tahu gimbal d. tahu campur 6. Makanan di atas terbuat dari ... a. lontong, mie, tahu, kerupuk gendar b. tahu, kecap c. tahu, gimbal, sayuran, bakwan d. rebung 7. Mie Kopyok yang terkenal di Kota Semarang adalah …. a. mie kopyok pak dhuwur b. mie kopyok pak tris c. mie kopyok pak muji d. mie kopyok pak untung


8. Perhatikan gambar berikut ! makanan diatas terbuat dari tahu goreng yang dimakan dengan petis(saus berwarna hitam kental yang biasanya terbuat dari udang) yangdioleskan/disisipkan di tengah-tengah tahu disebut … a. tahu gimbal b. tahu petis c. tahu pong d. mie kopyok 9. Tahu Petis Prasojo Semarang sudah dibuka sejak tahun .... a. 2000 b. 1970 c. 1980 d. 1985 10.penjualnya seringkali memukul piring yang berbunyi 'teng-teng-teng'sebagai tanda untuk memasarkan dagangannya adalah… a. tahu petis b. mie kopyok c. tahu gimbal d. lumpia


DAFTAR PUSTAKA 35 Tohir, Sadiman, dkk. (2021). Buku Panduan Guru Muatan Lokal untuk SD/MI Kelas I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tohir, Sadiman dkk. (2021). Buku Siswa Muatan Lokal untuk SD/MI Kelas I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi


SELAMAT BELAJAR SELAMAT BELAJAR


Click to View FlipBook Version