The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah La Penna Pertama dari Sahwahitacreative

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muhammad Khoiruzzein, 2020-06-14 08:37:48

La Penna Edisi 001

Majalah La Penna Pertama dari Sahwahitacreative

Keywords: Majalah Pendidikan,Komunitas Pendidikan,Komunitas,Pendidikan,Komunitas Non Formal,Komunitas di Malang,Majalah Komunitas

001/Juni-2020

LA PENNA

Bineka Pendidikan Indonesia

Menceritakan Dunia kepada
Anak Tuli
Sejumput Asa ditengah Koko dan Seragam, Ladang Ilmu
Beragam
8 12 28Julukan Kota Pendidikan

SEKOLAH

Pupuk Ilmu
Tanpa Menggerutu

printkuy! RSAANMGBPILR INT UTRUAGNA!S! !
TID
SEKA
BISA

kirim email chat via printkuy! kirim ke
wafi fi tempatmu

mau ngeprint?
hubungi 0895-3978-49734fi

KONTEN

Ekosistem Pendidikan ditengah Pandemi Covid-19

Katanya, untuk memulai tatanan kehidupan sosial yang baru agar
kehidupan ekonomi masyarakat tetap terjaga. Namun, bagaimana
tepatnya yang akan terjadi di bidang pendidikan jika new normal
diterapkan? Apakah sudah siap?

Bertamu Lewat Literasi Ala Ngalam Book Fest

Pahlawan kita Bapak Mohammad Hatta, rela dipenjara asal bersama
buku. Buku memang sebuah benda yang hebat. Dia diam, namun
mampu menggerakkan pembacanya. Seperti yang dilakukan oleh
penggiat literasi di Malang, Seperti apakah ceritanya?

Beri Ilmu Tanpa Pandang Tempat
Komunitas 1000 Guru Malang mengajak relawan untuk
mendatangi daerah-daerah pelosok atau perbatasan yang
masih sulit diakses untuk berbagi bersama anak-anak di daerah
yang mereka kunjungi. Cari tau yuk keseruan dari komunitas
ini!

Menceritakan Dunia kepada Anak Tuli

Sudah sering terdengar jika anak Tuli yang berada di lingkungan
masyarakat, maka akan mendapat pandangan serta perlakuan yang
berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Penasaran kan apa sih yang
dilakukan komunitas ini?

Cahaya dibalik Zona Merah

Di Rumah Belajar Polehan, anak-anak bukan cuma diajari tentang
pendidikan akademik, karakter dan juga akhlak, tetapi juga
didampingi dengan pengembangan kreatifitas. Siapa tokoh dibalik
Rumah Belajar Polehan ini?

DAFTAR ISI

LOFE (Literation On Fest) What People Say

6 20Webinar Nasional“Perkembangan Dunia Penggiat Bertamu, Antar Anak Berilmu
Pelatihan Selama Masa Pandemi”

EPIC (Edu Place In Community) Tips and Trick

8 Sejumput Asa ditengah Julukan Kota 22 Cara Terbaik Memperkenalkan Pendidikan
Pendidikan Non-Formal Sejak Dini

10 EPIC (Edu Place In Community) Tips and Trick

23Beri Ilmu Tanpa Pandang Tempat Cara Menyenangkan Mengasah Nalar
Kritis Pada Anak

11 Another Experience 24 Fest-si (Festival Literasi)

Kenali Passion Lewat Young On Top Bertamu Lewat Literasi Ala Ngalam Book
Fest

12 Another Experience 26 You Must Know

Menceritakan Dunia kepada Anak Tuli Sekolah Tertua di Kota Malang

14 DEEP (Draft Education End 28 What Different
Perspective)
Koko dan Seragam, Ladang Ilmu Beragam
Ekosistem Pendidikan ditengah Pandemi

Covid-19

18 What People Say 30 Inframe

Rasa Sosial Untuk Rasa Syukur Cahaya dibalik Zona Merah

SALAM REDAKSI

Asalamualaikum wr.wb

Halo Sobat Pena. Selamat bersua untuk pertama Sebab, pengetahuan yang hebat akan hadir dengan
kalinya. Izinkan saya memperkenalkan Majalah keikhlasan hati menuntutnya. Jadi, kami Sahwahita
Pendidikan kami yang diberi nama “La Penna”. Creative mengajak kalian semua untuk gemar
Majalah Pendidikan La Penna akan membaca, ikhlas menuntut ilmu, dan rela berbagi
mendedikasikan sebuah informasi mengenai pengetahuan dengan sesama.
Pendidikan Nonformal, yang mana berisikan
sejumlah fakta unik dan perjuangan penggiat Kami mengusung tampilan La Penna dengan
pendidikan ini. Puji syukur kepada Tuhan YME simple dan warna yang khas di dalamnya.
karena atas izinnya dapat menerbitkan majalah ini Sehingga membuat para pembaca mudah
kepada orang-orang yang peduli terhadap mengenali karakter dari majalah kami. Dengan
Pendidikan Nonformal. Meskipun kehadiran La menggunakan bahasa semi formal, agar
Penna bukan menjadi satu satunya Majalah mendukung komponen rubrik-rubrik unik di
Pendidikan, namun kami optimis untuk dalam majalah ini.
mendapatkan hati dari para pembaca pertama
majalah La Penna dengan tagline “Pupuk Ilmu, Untuk itu, kami berharap pembaca akan tertarik
Tanpa Menggerutu”. dengan ulasan rubrik pada Majalah La Penna. Saya
Defrico, selaku pimpinan redaksi majalah ini, dan
Mengapa tagline nya Pupuk Ilmu, Tanpa segenap rekan redaksi lainnya, memohon maaf
Menggerutu? Karena menurut kami, pendidikan apabila terjadi kesalahan kata. Are You Ready?
adalah salah satu aspek terpenting dalam
kehidupan. Melalui pendidikan, kita semua bisa Happy Reading, Sobat Penna!
membangun masa depan yang cerah dalam dunia
pengetahuan. Untuk mencapai semuanya, kita
wajib menuntut ilmu dengan sepenuh hati tanpa
menggerutu.

REDAKSI sahwahitac19.wixsite.com
[email protected]
Pimpinan Redaksi : sahwa hita
Defrico Alfan Saputra sahwahitacreative
Redaktur Pelaksana : @sahwahitac
Andy Rahman
Sekretaris :
Muhammad Khoiruzzein
Editor :
Anneke Puteri, Olivia Annisa
CO Liputan :
Amalia Ramadhani
Fotografer :
Andy Rahman, Olivia Annisa, Ulfah Hasanah
Layouter :
Muhammad Khoiruzzein, Andy Rahman

Webinar Nasional “Perkembangan
Dunia Pelatihan Selama Masa
Pandemi”

Mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Padang menyelenggarakan webinar
nasional dengan tema “Perkembangan Dunia Pelatihan Selama Masa
Pandemi” pada Kamis (04/06). Mahasiswa yang berpartisipasi sebagai
panitia di seminar ini adalah mereka yang mengambil mata kuliah
seminar diklat. Mahasiswa dengan konsentrasi diklat diwajibkan
mengadakan seminar nasional sebagai tugas akhir mata kuliah.

Webinar nasional dari mahasiswa PLS dan sharing tentang dunia
UNP ini menghadirkan empat orang pelatihan terlebih ketika
pemateri. Pemateri pada sesi pertama berada di masa pandemi.
diisi oleh Ibu Ezriani S.Pd, M.Pd dari

Pusdiklat LPP TVRI Jakarta. Pusdiklat “Alasan mendasar saya pandemi ini, apakah kita harus buka
sendiri ialah wadah pelatihan bagi para bersama tim mengangkat pelatihan online agar tenaga kerja yang
peserta untuk menambah skill yang tema perkembangan dunia pelatihan dirumahkan itu bisa bekerja work from
berguna di dunia pekerjaan nanti. selama pandemi, karna alasan pertama home ataupun hal-hal lainnya,” ujar Arif
Pemateri kedua adalah DR. Iis Prasetya, kami dari konsentrasi diklat, kami ingin Kushariadi selaku ketua pelaksana
MM selaku Dosen PLS UNY yang mencari tahu dan menggali juga, webinar nasional ini.
memiliki jam terbang dalam dunia seberapa penting sih diklat atau
pelatihan. Selanjutnya ditambah dengan pelatihan ini sebelum adanya pandemi Antusias para peserta seminar pun
sesi kedua dengan pemateri yang Covid-19 maupun saat masa pandemi tampak didalamnya, terbukti karena
berbeda pula, yakni Dosen PLS UNNES sekarang ini. Terlebih, selama pandemi panitia menyebutkan ada sekitar 500
Mu’arifuddin, S.Pd., M.Pd dan sebagai ini banyak tenaga kerja yang di PHK atau orang peserta yang mengikuti webinar,
pelengkap dihadiri pula, Prof. Dr Jamaris, dirumahkan jadi dengan mengangkat mereka terhubung dalam aplikasi Zoom
M.Pd Dosen dari PLS UNP sendiri. tema ini, nantinya pemateri bisa dan Live Streaming Youtube.
Hadirnya para pemateri ini diharapkan memberi saran atau bisa bertukar
agar dapat berbagi pengalamannya serta pikiran dengan peserta webinar,
memberikan tips- bagaimana menyikapi masa

6 Edisi 001/Juni 2020 | Lofe Source : Sahwahita

Source : Sahwahita Source : Sahwahita

Peserta datang dari kalangan yang Bapak Iis mengangkat topik ‘Trend Setelah para pemateri menampilkan
berbeda-beda mulai dari mahasiswa, Pelatihan Pada Masa Pandemi Covid-19 topik masing-masing dan juga diakhiri
dosen, guru, tenaga kerja, dan sebagainya. dan Setelahnya’ dosen UNY ini dengan sesi tanya jawab dari para
Webinar pada hari kamis tersebut dibuka menjelaskan. Beberapa prediksi telah peserta webinar. Seminar ini kemudian
dengan kata sambutan oleh Dekan muncul, apakah pandemi ini menjadi tutup dengan ilmu yang bermanfaat dan
Fakultas dan dihadiri Dosen-dosen batu loncatan yang baik untuk kinerja kata-kata yang memotivasi dari para
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah dari para pegawai karna lebih fleksibel pemateri. Arif sebagai ketua pelaksana
berbagai instansi Jurusan Pendidikan menjalankan WFH, atau apakah webinar nasional berharap para peserta
Luar Sekolah. “Pelatihan ini mengubur orientasi kinerja. Namun bisa mengambil hal positif dalam
dipersembahkan kepada mahasiswa dengan jelas, pandemi ini justru webinar kali ini dan bisa menambah
maupun masyarakat untuk memunculkan orientasi baru mengenai wawasan dan pengetahuan tentang
meningkatkan keterampilan,” ucap sebuah pekerjaan. dunia pelatihan. Tak lupa, Arif
Dekan. memberikan kesan selama menjadi
Selesai dengan sesi pertama beserta sesi Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah.
Pada sesi pertama materi dibuka oleh Ibu tanya jawab, kemudian dilanjut dengan “Disini kita belajar pendidikan yang
Ezriani dengan topik ‘Pandemi Tak sesi kedua pemaparan materi dari kedua bersifat nonformal, dimana ruang
Menjadi Penghalang bagi Dunia dosen yang berbeda instansi. Bapak lingkupnya masih sangat luas
Pendidikan’ Ibu Ezriani menjelaskan Mu’arifuddin dari Universitas Negeri cakupannya, karena kita sendiri bakalan
bahwa, justru dengan adanya pandemi ini Semarang dan Bapak Jamaris dari terjun langsung ke masyarakat, seperti
memberikan kita kesempatan untuk Universitas Negeri Padang, keduanya perkembangan dan pemberdayaan
mengembangkan pola-pola pelatihan, merupakan dosen Ilmu Pendidikan. masyarakat, dan juga memiliki andil
berinovasi membuat pelatihan melalui Bapak Mu’arifuddin memberikan judul atau peran yang besar dalam
daring teknolongi. Tidak ada halangan pembahasannya ‘Resistensi Dunia mewujudkan pendidikan untuk semua
bagi kita untuk tidak bergerak ditengah Pelatihan’ tak lupa, Dosen UNNES ini golongan, dari anak anak sampai lanjut
pandemi, kita harus berpikiran positif pun memberikan tips pelatihan ditengah usia bahkan pendidikan sepanjang
dalam masa pandemi ini dengan cara masa pandemi. Sementara Bapak hayat,” ucap Arif. (Oa)
berkarya dan belajar lewat rumah, “yang Jamaris membawakan topik ‘Masa
mana ilmu tidak mengenal batasan ruang Depan Dunia Pelatihan Akibat Pandemi
dan waktu,” terangnya. Sesi pertama Covid-19’ dosen PLS UNP ini
didampingi dengan pemaparan materi memberikan strategi mengenai dunia
dari Dosen Universitas Negeri pelatihan saat masa pandemi maupun
Yogyakarta, yakni Bapak Iis Prasetya pandemi ini berakhir.
yang juga dosen pendidikan luar sekolah
di kampusnya.

7Edisi 001/Juni 2020 | Lofe

Sejumput Asa Ditengah Julukan
Kota Pendidikan

Julukan Malang adalah Kota Pendidikan, julukan yang tepat untuk
mengambarkan hiruk pikuk kehidupan Kota Malang. Dikelilingi dengan sekolah
dan universitas terbaik di Indonesia menjadi salah satu buktinya. Tetapi dibalik
julukan itu, Kota Malang memiliki ketimpangan yang tinggi di Jawa Timur. Hal itu
menjadi berbalik dengan apa yang dijulukkan terhadap Kota ini.

Tak sedikit daerah tepian di Kota Malang yang “Saya menyadari bahwa julukan Kota Pendidikan

masih belum merasakan pendidika n yang layak. itu ternyata tak dapat dinikmati oleh warga Malang

Salah satunya ada di daerah Polehan. Polehan sendiri,” ucap Aziza salah satu relawan dari RBP. Hal

adalah salah satu daerah di Kota Malang yang lain yang menjadikan Aziza sebagai relawan dari

disebut sebagai Zona Merah loh... Mengapa RBP yaitu untuk dapat mengubah mindset

demikian? Karena di daerah ini menjadi tempat masyarakat tentang pendidikan apalagi di daerah

untuk kasus-kasus kriminal seperti perampokan, seperti ini tak cukup dengan melakukan sosialisasi

b e g a l , p e n g e d a r a n n a r k o b a , d a n j u g a dan kegiatan eventual saja. Perlu pertemuan dengan

penyimpangan sosial lainnya. intensitas yang cukup, dan RBP menjadi salah satu

Lalu, bagaimana dengan kualitas pendidikannya? ya ng mendukung hal tersebut. Rumah Belaja r

Tentu saja hal juga ikut terdampak dan harus Poleha n juga memiliki perbedaa n denga n

menjadi perhatian lebih bagi pemerintah. Karena komunitas lain, Aziza mengatakan bahwa RBP

dengan kondisi dan situasi lingkungan seperti itu, memiliki fokus pada hal intra, ya itu fokus

proses pembelajaran pasti tidak akan berjalan membentuk karakter atau akhlakul karimah. Maka

dengan maksimal. Segerombola n relawan peduli bisa dibenarkan jika RBP tidak banyak mengadakan

akan hal ini, maka dibentuklah sebuah rumah belajar event diluar.

disana. Mereka menyebutnya dengan Rumah

Belajar Polehan. Anak-anak banyak sekali memperoleh manfaat dari

hadirnya RBP di daerah mereka. RBP seringkali

Rumah Belajar Polehan yang biasa disebut dengan mengadakan kegiatan rutin seperti kegiatan belajar

RBP tentunya berlokasi di daerah Polehan di Kota akademik, dimana kakak-kakak relawan akan

Mala ng. Diba ngun untuk a nak-a nak kura ng membantu adik-adik dalam mengerjakan tugas dari

mampu yang tinggal disekitar sana, RBP hadir sekolahnya. Selain dalam akademik, pendidikan

untuk membentuk anak-anak menjadi anak yang yang diberikan RBP sangat beragam sekali. Mulai

berakhlak mulia dan memiliki semangat belajar dari kegiatan mengasah skill seperti membuat

tinggi di tengah banyaknya hal negatif di daerah kerajinan, menggambar, English day, percobaan

tersebut. saintek, dll. Tidak lupa juga ada kegiatan religiusitas

seperti mengaji Iqro’, Al-Qur’an, hafalan, praktik

sholat, dzikir, dan lain sebagainya.

8 Edisi 001/Juni 2020 | EPIC

Tidak cukup itu, kegiatan di RBP masih banyak dan beragam. Dengan menggunakan metode ngobrol dan curhat, para
Misalnya saja, setiap tahun RBP menyelenggarakan Pentas Seni relawan RBP merasa mereka para anak-anak akan lebih
Akhir Tahun. Tujuannya tentu saja untuk mengapresiasi segala terbuka dan RBP dapat menjadi benteng mereka supaya tidak
karya yang telah dibuat adik-adik disana dalam satu tahun. terjerumus pada pergaulan yang tidak baik. Karena seperti yang
Selain itu pentas seni ini pun kegiatannya dirangkai sendiri kita tahu bahwa di usia mereka yang terbilang sedang mencari
oleh adik-adik yang tentunya dengan bantuan kakak relawan jati dirinya dan ditambah juga tinggal di lingkungan yang dekat
untuk memberikan rasa bahwa pentas seni itu milik mereka. dengan narkoba dan berbagai tindak kriminal diperlukan
kontrol yang baik.
Kegiatan yang lainnya yang sering dilaksanakan yaitu Sanggar
Bunda. Kegiatan yang dilakukan satu bulan sekali ini Harapan yang tinggi juga diberikan oleh Aziza. Ia berharap
merupakan kegiatan parenting dengan orang tua. RBP bahwa semua yang dilakukan di RBP dapat memberikan sedikit
menyadari bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya di sekolah manfaat untuk kehidupan adik-adik kedepannya agar menjadi
ataupun belajar di RBP. Tetapi juga membutuhkan bantuan manusia, warga negara, dan umat muslim yang lebih baik. “
orang tua yang lebih sering dirumah. Karena permasalah yang Jangan berhenti untuk terus belajar, dimanapun, kapanpun,
terjadi pada orangtua atau keluarga dan lingkungan di rumah dengan siapapun, bahkan ketika kamu merasa sudah cukup
ternyata menjadi penyebab utama anak bermasalah. Dengan sukses, tetap jangan berhenti untuk belajar. Karena sampai
itu biasanya RBP melakukan home visit ke rumah orang tua kapanpun belajar tetaplah menjadi akar dari proses kehidupan,”
untuk mengontrol hasil parenting di Sanggar Bunda. ucap Aziza sebagai pesan untuk menutup proses wawancara
Seperti yang dikatakan oleh Aziza di awal, salah satu fokus dari dengan kami. (Mkz)
awal berdirinya RBP yaitu karakter. Penanganan pendidikan
karakter bagi anak-anak dan remaja pun berbeda. Pendidikan
mulai dari menjadikan anak yang sopan dan santun, percaya
diri, dan peka terhadap hal-hal kecil seperti mengucapkan
terima kasih, minta tolong ketika meminjam sesuatu,
membuang sampah pada tempatnya, tidak berkata kotor juga
diterapkan di Rumah Belajar Polehan ini. Sedangkan untuk
anak-anak yang menginjak remaja, relawan RBP akan
memberikan pendidikan seperti bahaya dari pergaulan bebas,
dan lainnya.

Source : IG Rumah Belajar Polehan

9Edisi 001/Juni 2020 | EPIC

Beri Ilmu Tanpa Pandang
Tempat

Komunitas 1000 Guru Malang. Sebuah komunitas yang terbentuk pada tahun 2015. Program utama dari
komunitas ini adalah travelling and teaching. Komunitas 1000 Guru Malang mengajak relawan untuk
mendatangi daerah-daerah pelosok atau perbatasan yang masih sulit diakses untuk berbagi bersama
anak-anak di daerah yang mereka kunjungi. Sebelum kegiatan travelling and teaching berlangsung, tim 1000
Guru Malang melakukan survey terlebih dahulu.

Seperti yang dijelaskan Isma salah satu relawan, kriteria Komunitas 1000 Guru Malang saat survey. “Ada beberapa kriteria dalam
memilih sekolah yang akan di kunjungi. Kriteria tersebut yaitu melihat sarana dan prasana sekolah tersebut, jumlah tenaga
pendidik yang kurang, serta lingkungan sekitar sekolah seperti warga atau wali murid yang mendukung jalannya proses
pendidikan. Sedangkan dari segi wilayah komunitas ini mengunjungi daerah yang jauh dari pusat kota dimana daerah tersebut
masih sulit di akses.”

Kegiatan travelling and teaching terbaru yang diadakan 1000 Guru
Malang yaitu bertempat di daerah Mindi, Curah Tatal, Kec. Arjasa,
Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yaitu di SDN 8 Curahtatal.
Perjala nan menuju daerah tersebut tidaklah mudah karena harus
menempuh perjalanan 4 jam untuk tiba di terminal Situbondo. Setelah
sampai di terminal Situbondo, para relawan pergi ke sekolah SDN 8
Curah Tatal menggunakan truk pasir yang kebetulan saat itu truk
tersebut juga menuju ke daerah sekolah yang dituju. Perjalanan
menggunakan truk pasir tersebut kurang lebih 30 menit. Sampainya di
sekolah tujuan, semua relawan harus tidur disekolah dengan keadaan
seadanya, tidak mandi, tidak tersedianya listrik dan tidak adanya
sinyal.

Source : Komunitas 1000 Guru Malang Kegiatan para relawan selama tiga hari, yaitu satu hari penuh dari pagi
sampai malam mengajari anak-anak di daerah yang mereka kunjungi.
Source : Komunitas 1000 Guru Malang Pelajaran yang di ajarkan ke anak-anak daerah tersebut pun beragam,
seperti membuat mahakarya dan di kenalkan dengan berbagai macam
10 Edisi 001/Juni 2020 | EPIC profesi yang belum mereka ketahui. Kebanyakan mereka hanya
mengenal profesi guru, petani, dan polisi saja. Padahal banyak lagi
profesi di luar sana yang belum diketahui anak-anak di daerah tersebut.
Setelah sesi tersebut selesai, anak-anak di ajak untuk ganti ke sesi
motivasi, dimana para relawan memberikan motivasi tentang
pentingnya pendidikan agar anak-anak tersebut semangat dalam
belajar.

Setelah kegiatan ajar mengajar selesai, barulah besoknya para relawan
pergi jalan-jalan untuk menikmati keindahan di daerah yang
dikunjungi. Hal tersebut adalah hadiah karena sudah meluangkan
waktu dan tenaganya untuk mengajar dan berbagi kepada anak-anak
di daerah tersebut. Harapannya adalah agar bisa membantu untuk
menyebarkan kebaikan pendidikan ke tempat yang sulit tersentuh dan
anak-anak disana bisa mendapatkan pendidikan tanpa adanya
hambatan yang besar. (Uhs)

Kenali Passion Source : Arsip Pribadi YOT Malang
Lewat
Young On Top

Era modern merupakan era yang menuntut setiap individu mampu memahami
dan juga mengerti berbagai macam hal, Tanpa terkecuali passion. Setiap orang
pada dasarnya mempunyai passion yang berbeda-beda, perbedaan inilah yang
menciptakan berbagai macam keahlian dan juga lapangan pekerjaan baru. Namun
nyatanya, masih banyak orang-orang yang belum bisa mengenali passion-nya masing-
masing. Sehingga hal itu menyebabkan rasa senjang dan malas dalam menjalankan
pekerjaan. Komunitas Young On Top hadir untuk mewadahi orang-orang dari berbagai
macam kalangan yang ingin mengetahui dan mengembangkan passion-nya.

Berawal dari sebuah buku karya Billy Boen peduli pada lingkungan sekitar dengan mengikuti seminar dan juga kelas praktek

yang berjudul Young On Top : 35 Kunci menerapka n asas kekelua rgaa n. YOT p u b l i c s p e a k i n g . D a l a m b i d a n g

Sukses Usia Muda. Kini telah berkembang Mala ng juga mengemba ngka n empa t Enterprenuer mereka diaja rka n untuk
menjadi sebuah komunitas aktif ya ng bidang lainnya, seperti Pendidikan, Sosial, memahami dunia usaha dengan penugasan
mewadahi ba nyak ora ng ya ng ingin Kesehatan, Green life, serta Enterprenuer. teknologi dan pengembangan ide-ide baru.

mengembangkan passion-nya. Young On “Untuk pengembangan ide, disini kami

Top (YOT) sendiri merupakan komunitas YOT juga mempunyai berbagai kegiatan mewadahi anak-anak muda yang ingin

yang terogranisir, bergerak dibidang yang mendukung pengembangan diri merealisasikan ide-ide mereka. Banyak

pengembangan passion, saat ini YOT telah seseora ng. Contohnya seperti Love kegiatan yang bisa dilakukan, salah satunya

hadir di 24 kota besar di Indonesia dan salah Donation atau Open Donasi, penggalangan adalah dengan membantu mereka dalam

satunya ada di Kota Malang. YOT Malang dana bantuan sosial dan juga Donor darah menciptakan karya dari ide mereka sendiri

dinaungi oleh PT. YOT Inspirasi Nusantara, ya ng aka n tersalurka n kepada tema n- dan pastinya mereka akan didampingi oleh

dan memiliki banyak pembicara serta tema n ya ng membutuhka n teruta ma ahli yang kompten di bidangnya.” Ujar

praktisi yang tak sungkan berbagi ilmu dari dibidang kesehatan. Ada pula YOT Share Julian yang menjabat sebagai Presiden YOT
atau kegiatan berbagi dengan teman- batch 9. Dengan menggunakan tagline
pengalaman mereka. “Share & Learn”, YOT Malang sampai

teman yang membutuhkan. Dan yang tak seka ra ng terus setia memba ntu da n
Berdiri sejak 21 April 2012, YOT Malang kalah seru, ada juga YOT Class atau kelas mewadahi anak-anak muda yang ingin

s e k a r a n g m u l a i b e r f o k u s p a d a t e r b u k a b a g i a n g g o t a Y O T u n t u k mengembangkan passion-nya. (Rha)

pengembangan potensi pemuda yang- mengembangkan passion-nya. Dalam kelas

terbuka para anggotanya-

11Edisi 001/Juni 2020 | Another Experience

Menceritakan Dunia
Kepada Anak Tuli

Pernahkah kalian

memikirkan bagaimana

rasanya seorang anak Tuli Source : IG Tulimendongeng
yang ingin di dongengkan oleh
Tapi, anak Tuli menjadi

orang tua nya ketika ingin tidur? Apakah bingung karena harus melihat
mereka bisa dengan mudahnya mendapat pesan dari Rizka sebagai pendongeng dan melihat
dongeng secara utuh? Sudah sering terdengar jika JBI secara bersamaan. Dari momen ini, Rizka merasa harus
anak Tuli yang berada di lingkungan masyarakat, melakukan sesuatu untuk mempermudah anak tuli dalam
maka akan mendapat pandangan serta perlakuan menikmati dongeng yang ingin disampaikan. Alasan tersebut
yang berbeda dari orang-orang di sekitarnya. juga yang membuat Rizka dan Gadis semakin mantap untuk
Kadang, tatapan mata seseorang akan menjadi membuat Komunitas Tuli Mendongeng.
berbeda ketika harus bertatapan dengan anak tuli.

Ekspresi dari lawan bicara yang berubah tentu akan Setelah itu, Tuli Mendongeng mencari tenaga pengajar yang
menjadi perhatian sendiri bagi anak tuli. Padahal, sekiranya mumpuni untuk membantu mengajar anak-anak tuli.
mereka ingin dianggap sama. Mereka ingin lawan Para tenaga pengajar terbagi menjadi dua, yaitu pendongeng
bicara nya bersikap biasa saja tanpa harus dan juru dongeng. Pendongeng diharuskan orang tuli yang akan
memedulikan kondisi mereka. mendongeng dengan bahasa isyarat dan juru dongeng
merupakan orang dengar yang bertugas untuk menyuarakan
Memperlakukan orang atau anak tuli sama seperti manusia dongeng tersebut. Seiring berjalannya waktu, Tuli Mendongeng
lainnya merupakan tujuan yang ingin didapat oleh Komunitas Tuli pun merekrut relawan untuk membantu kegiatan mendongeng.
Mendongeng. Komunitas yang berada di kota Malang ini Ketika relawan belum mempunyai pengalaman mendongeng
menyebarkan kebaikan dan membagi ilmu dengan anak-anak kepada anak Tuli, maka akan mendapat pelatihan terlebih
dengan metode yang berbeda, yaitu mendongeng dengan bahasa dahulu dan dibekali disability awareness serta dasar Bahasa
isyarat.

Tuli Mendongeng didirikan tahun 2019 oleh Gadis Pratiwi dan Isyarat Indonesia (Bisindo).

Rizka Lizhardy. Tercipta ide diantara mereka berdua untuk Waktu terus bergerak maju, kegiatan Tuli Mendongeng pun
membuat Tuli Mendongeng. Waktu itu, belum ditemukan semakin banyak. Banyak pihak lain yang mengajak kerjasama
komunitas yang serupa. Belum ada yang menginisiasi langsung untuk membuat suatu event untuk anak Tuli. Ketika sudah
kegiatan mendongeng menggunakan bahasa isyarat. Karena berkumpul di suatu tempat untuk mendongeng, banyak anak
selama ini dongeng hanya digunakan sebagai media lisan untuk Tuli yang merasa senang dengan kehadiran TM. Para
anak-anak dengar. Sebelumnya, Rizka pernah mendongeng dan pendongeng yang sebelumnya sudah mempersiapka n cerita
ada anak Tuli yang menghadiri. Memang sudah ada Juru Bahasa yang akan disampaikan, bergerak sungguh-sungguh untuk
Isyarat yang juga membantu menerjemahkan dongeng yang mementaskan ekspresi dan gestur nya di depan anak Tuli.
disampaikan Rizka.

12 Edisi 001/Juni 2020 | Another Experience

Biasanya, kegiatan mendongeng Source : IG Tulimendongeng

ini juga diiringi oleh alunan musik Kisah menarik lainnya juga didapat dari volunteer
yang sesuai dengan ceritanya. Anak-anak Tuli Mendongeng ini sendiri yaitu Yasinta Nabila yang membagi
Tuli merasa bahagia karena bisa mendengarkan dongeng pengalamannya selama berada di Komunitas Tuli Mendongeng. “Hal
dengan cara yang lebih menarik dan mudah dimengerti. paling berkesan di komunitas ini adalah bagaimana cara membuka
Di satu tempat ini juga, anak Tuli bisa bertemu dengan pemikiran masyarakat luas bahwa anak-anak Tuli itu sama dengan anak-

teman-temannya yang lain dan saling bertukar cerita anak dengar biasanya. Sama-sama membutuhkan dongeng. Terus
dengan bahagia menggunakan bahasa isyarat. bagaimana caranya dongeng ini bisa diterima dengan baik melalui cerita-
cerita yang menarik. Bekerja dengan teman-teman Tuli dalam membuat

Suasana mendongeng yang diisi dengan niat yang tulus ini suatu event. Belajar bahasa isyarat bersama teman-teman pendongeng
seakan memberi semangat baru untuk anak Tuli agar bisa (Teman Tuli).”

menikmati cerita menarik yang ada di dunia ini. Hal Gadis mengungkapkan harapan dan rencana kedepannya untuk Tuli
menariknya, walau tujuan awal ini ditujukan untuk anak Mendongeng. “Untuk terdekat kami sebenarnya belum mempunyai
Tuli agar bisa menikmati dongeng yang disampaikan, rencana karena masih ada pandemi. Untuk jangka panjang, kami akan
ternyata orang dengar juga bisa menikmati kegiatan menerbitkan buku dongeng lagi berbahasa isyarat dengan lebih menggaet
mendongeng ini. Orang dengar akan sangat senang untuk teman-teman Tuli untuk menulis. Sehingga kemampuan teman Tuli bisa

memperhatikan bahasa isyarat sekaligus mendapat ilmu meningkat disitu. Menggaet mereka untuk mendongeng, sehingga punya
baru tentang budaya tuli. Ternyata, semua orang bisa kemampuan soft skill. Kemudian ke sekolah-sekolah, tidak harus SLB, bisa
untuk duduk bersama, merasakan kebahagiaan tanpa batas sekolah umum juga karena untuk menyebarkan disability dan deaf
dan membuat perbedaan menjadi selaras. awareness. Kalau ke SLB, harapannya agar anak-anak Tuli semangat dan
tidak malu dengan identitas mereka, tidak malu dengan budaya tuli, dan

“Mendongeng itu butuh skill, jadi belum banyak temen tuli bangga menggunakan Bisindo.”

yang mau menjadi pendongeng. Belum massive. Dan hal Satu demi satu anak tangga telah dilalui oleh Tuli Mendongeng, berharap
seperti ini juga belum banyak dikenal oleh masyarakat,” untuk bisa mewarnai kembali kemajuan literasi anak Tuli melalui sebuah
ujar Gadis menjawab pertanyaan tentang tantangan cerita. Karena, bahasa isyarat adalah satu jenis bahasa yang sama dengan
terbesar selama menjalankan komunitas. Walaupun hal ini bahasa-bahasa lainnya.
terjadi, Tuli Mendongeng tidak pernah menurunkan

semangat mereka untuk memperluas budaya tuli kepada “Dongeng adalah hak semua anak, tak hanya didengar, tetapi juga dapat
orang-orang sekitar. dinikmati dengan cara berbeda.” – Tuli Mendongeng. (ann)

13Edisi 001/Juni 2020 | Another Experience

CORONAVIRUS
(COVID-19)

KEMENDIKBUD
NADIEM MAKARIM

14 Edisi 001/Juni 2020 | Deep

Ekosistem Pendidikan

ditengah Masa

Pandemi

Menggulir beranda media sosial nampaknya sudah menjadi kegiatan pokok selama di rumah
saja. Semua kegiatan dianjurkan untuk memanfaatkan teknologi online yang sudah
tersedia. Keluar rumah hanya dilakukan untuk hal-hal yang penting dan mendesak saja.
Pagi, siang, dan malam smartphone selalu dalam genggaman. Topik hangat tentang new normal
muncul di media sosial dan ramai dibicarakan. Katanya, untuk memulai tatanan kehidupan sosial
yang baru agar kehidupan ekonomi masyarakat tetap terjaga. Namun, bagaimana tepatnya yang akan
terjadi di bidang pendidikan jika new normal diterapkan? Apakah sudah siap untuk menerapkannya?
Dan apa saja persiapan yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan?

Sudah sejak Maret lalu, seluruh siswa dan mahasiswa guru-guru Duta Rumah Belajar dari berbagai macam
diwajibkan untuk belajar online di rumah. Kemendikbud provinsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada
menyiapkan banyak kebijakan terkait mekanisme para siswanya di era pandemi. Kemendikbud pun
pembelajaran jarak jauh. Seperti meluncurkan alternatif menyiapkan satu website untuk mengakses banyak mata
pembelajaran program tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, pelajaran yaitu Rumah Belajar yang bekerjasama dengan
yang disediakan untuk murid dari jenjang PAUD sampai media belajar lain.
sekolah menengah. Tayangan dari program TVRI ini
disediakan untuk murid yang memiliki keterbatasan agar Setelah semua kebijakan yang dibuat oleh Kemendikbud
lebih bisa mengakses internet dan tidak cakap menggunakan dalam rangka menjaga kualitas belajar selama era pandemi,
teknologi. Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam wacana tentang new normal mulai didiskusikan. Menurut
situasi yang sulit, proses kegiatan belajar masih bisa didapat Nadiem Makarim, saat ini tidak perlu diadakan adanya
melalui media televisi. Program tayangan dari TVRI resmi perubahan untuk tahun ajaran baru. Tetapi, bagaimana
diluncurkan pada tanggal 13 April 2020 yang direncanakan metode belajarnya belum ditentukan, apakah masuk sekolah
akan tetap ada sampai bulan Juli nanti. seperti biasa, atau tetap belajar dari rumah. Kemendikbud
akan selalu berkoordinasi dan menimbang keputusan
Untuk pelajar atau mahasiswa yang bisa mengakses teknologi berdasarkan Gugus Tugas Covid-19. Namun, Kemendikbud
internet dengan mudah, maka diharapkan agar bisa juga sudah siap dengan berbagai macam skenario dan akan
memaksimalkan kegiatan belajar secara online melalui terus mempertimbangkan keputusan bersama Gugus Tugas.
berbaga i macam platform. Seperti aplikasi Zoom, Google Dengan adanya kabar ini, sekolah-sekolah yang ada di Kota
Meet, Rumah Belajar, Ruangguru, Sekolahmu, dan lain-lain. Malang pun mempersiapkan kebijakan untuk menghadapi
Pembelajaran daring interaktif juga dilakukan oleh new normal.
Kemendikbud melalui konferensi video bersama dengan

15Edisi 001/Juni 2020 | Deep

Hosim, Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Dampit, Malang menyampaikan pendapatnya terkait keputusan new normal. “Setuju
dilakukan new normal, namun harus dilakukan menurut protokol kesehatan. Sehingga undang-undang tentang pendidikan
tetap di jalankan dengan baik. Dilihat dari situasi Covid-19, suasana di sekitar MI Miftahul Ulum masih aman, bukan zona
merah yang seperti itu. Kecuali sudah zona merah kita harus menyikapi anak didik dengan baik,” ucap Kepala Sekolah MI
Miftahul Ulum, Dampit.

Selama itu, MI Miftahul Ulum, Dampit, Malang sudah melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan
tayangan program TVRI dan pemberian materi dari guru yang diawasi oleh orang tua masing-masing di rumah. “Iya wajib
mengikuti, karena setiap 3 hari itu guru mengontrol anak didik, dan guru nya sendiri di kontrol oleh kepala sekolah, dan setiap
tiga hari ada laporan kinerja guru kepada kepala madrasah, kepala madrasah sendiri di minta oleh pengawas,” ujar Hosim
menjelaskan bagaimana mekanisme yang dilakukan sekolah selama ini sembari berharap untuk saling menjaga agar kualitas
literasi anak murid tetap terjaga dan tidak semakin menurun. Selanjutnya, Hosim pun mempersiapkan fasilitas sekolah yang
sesuai dengan protokol kesehatan.

Berbeda dengan Hosim, Endang Trisnowati, sebagai salah Kesiapan sekolah untuk menghadapi situasi new normal
satu guru di SD Karangploso Malang menjelaskan masih banyak yang berbeda-beda. Ada yang sudah siap untuk
ketidaksetujua nnya dengan wacana jika anak kembali ke melaksanakannya, dan ada juga yang menganggap jika
sekolah. Menurutnya, kesehatan anak merupakan hal nomor pengaktifan kembali sekolah bukanlah suatu urgensi yang
satu yang wajib diperhatikan, dan tidak ada kata terlambat harus cepat-cepat dilaksanakan. Pandemi Covid-19 yang
untuk belajar. “Selama negara masih dalam kondisi seperti ini menyebar ke seluruh masyarakat memang sudah memaksa
kita akan tetap menerapkan pembelajaran dalam daring. kita untuk merubah tatanan kehidupan sosial. Namun, masih
Sementara kami juga berusaha se-efektif mungkin walau banyak cara yang bisa dilakukan agar bisa mengalahkan
hanya beberapa persen kenyataanya. Kami tetap wabah ini. Dimulai dari kesadaran diri untuk menjaga
mengutamakan sehat dahulu.” kesehatan, menyebarkan kebaikan, berjuang bersama untuk
menghentikan rantai penyebaran, maka perlahan-lahan,
Untuk sistem sekolahnya sendiri, belum ada rencana wabah ini akan segera berakhir. Dan kita pun akan bisa
sedemikian rupa jika new normal diterapkan. Namun, beraktivitas normal seperti sedia kala.
Endang mengaku ada rasa sedih yang jelas karena tidak bisa
semaksimal mungkin dalam memberi penjelasan kepada
murid-murid.

Peran serta pendapat orang tua yang mempunyai anak
sekolah pun sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi new
normal. Yanti Herawati, salah satu wali murid menjelaskan
persiapan yang dilakukan untuk anaknya. “Persiapannya ya
tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, mengikuti protokol
yang dianjurkan. Kayak tetap memakai masker, mencuci
tangan, jaga jarak, dan tetap untuk mengurangi kegiatan di
luar yg tidak terlalu penting. Anak saya juga diberikan
pengertian agar tetap menjaga imunitas supaya tidak mudah
terkena virus,” tuturnya.

16 Edisi 001/Juni 2020 | Deep

EKOSISTEM PENDIDIKAN
DI TENGAH PANDEMI
COVID-19

Pengajar yang melakukan Pelajar yang melakukan
pembelajaran daring pembelajaran daring

PAUD 516 rb PAUD 7,4 Juta
SD/MI Sederajat
SD/MI Sederajat 1,7 Juta 28,6 Juta

SMP/MTs/Sederajat 895 rb SMP/MTs/Sederajat 13,1 Juta

SMA/SMK/MA/Sederajat 741 rb SMA/SMK/MA/Sederajat 11,3 Juta

Pendidikan Tinggi 296 rb Pendidikan Tinggi 6,3 Juta

Pendidikan Khusus 25 rb Pendidikan Masyarakat 1,5 Juta

Pendidikan Masyarakat <25 rb Kursus dan Pelatihan 234 rb
Pendidikan Khusus 140 rb
Kursus dan Pelatihan <25 rb

Dampak yang Dirasakan

Boros kuota, terkendala sinyal, Tugas menumpuk, jadwal Kurang produktif, karena
dan tidak ada wi pengumpulan berdekatan semangat belajar menurun

Kebijakan Pemerintah Terkait Pendidikan

1. Ujian Nasional 2020 dibatalkan, termasuk uji kompetensi SMK.
2. Proses belajar dari rumah guna menuntaskan capaian kurikulum.
3. Ujian Sekolah menggunakan nilai rapor, prestasi, dan tes daring.
4. Kenaikan kelas menggunakan nilai ujian akhir semester.
5. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan dan
Sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti
protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid-19

17Edisi 001/Juni 2020 | Deep

Rasa Sosial
untuk
Rasa Syukur

Apa pentingnya menyeimbangkan Source : Komunitas JPI Malang
akademik dengan membangun
kepekaan sosial? Bukannya tugas
mahasiswa hanya belajar saja? Nurul Amalia
Fitriani, Mahasiswi Prodi Pendidikan
Matematika Universitas Negeri Malang
sepertinya telah menjawab pertanyaan
diatas. Masa perkuliahan adalah masa-masa
produktif, sayang sekali kalau hanya diisi
dengan rebahan di kos. Bergabung dengan
komunitas, menjadi jalan agar lebih
produktif dan membangun relasi, Imel
(sapaannya) menceritakan banyak sekali
manfaat yang didapat ketika bergabung
dengan Komunitas Jejak Pengabdi
Indonesia Chapter Malang.

Alasan bergabung dengan Komunitas JPI awalnya di Jika manusia tercipta untuk
latarbelakangi keinginan mendapatkan pengalaman bersyukur, lantas mengapa
mengajar, untuk mengasah diri ketika telah lulus dari perlu takabur tuk bertindak
Prodi Pendidikan Matematika, yang nantinya disiapkan
menjadi seorang tenaga pengajar. Sembari melatih "membaur”
keterampilan mengajar bersama dengan volunteer
lainnya, ternyata amel sadar bahwa banyak hal yang ~Sahwahitacreative~
bermakna selama mengajar dan bergabung dengan
Komunitas JPI. “Bagaimana ilmu yang aku dapat tidak
hanya berhenti pada diriku saja, melainkan aku harus
berbagi ilmu kepada sesama manusia,” tutur Amel.

“Komunitas Jejak Pengabdi Indonesia Chapter Malang Ada anak kalangan atas, sederhana, kurang
memang menargetkan anak-anak panti menjadi peserta mampu, atau bahkan anak yatim piatu dimana
didiknya, karena setelah melakukan background mereka dapat disekolahkan oleh donatur pun itu
research tentang kualitas pendidikan di Indonesia sudah kondisi sangat bagus sekali.

khususnya kota Malang. JPI melihat melalui teropong Maka inti dari permasalahannya adalah
kota-kota lain di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, background orang tua wali murid yang juga dapat
Terluar) sudah pasti bahwa yg membuat pendidikan tidak mempengaruhi ekosistem pendidikan. Semua
merata adalah akses, SDM pengajarnya, dan sarana pra- murid dari kalangan menengah ke atas
sarana. Banyak orang tak sadar bahwa di kota besar pun mendapatkan pelajaran dan ilmu yg sama. Namun
masih mengalami kekurangan dalam pemerataan ketika di luar sekolah? Tentu beda. Sedangkan
pendidika n, terlebih pada anak-anak kurang mampu anak-anak yang kurang mampu atau anak yatim
atau anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. piatu, boro-boro dileskan, bisa disekolahkan saja

18 Edisi 001/Juni 2020 | What People Say sudah untung.

Oleh sebab itu, ketika JPI tahu ujung Kesan dan pegalaman pun banyak Poin penting yang dapat dirasakan
pangkal permasalahan didapatkan para relawan ketika dalam suka dan duka menjadi relawan
ketidakmerataan kualitas pendidikan berinteraksi dengan adik-adik di panti mengajar adalah tentang rasa syukur.
di kota-kota besar, khususnya kota asuhan. ”Pengalaman paling menarik Ketika kita merasa jatuh bangun
Malang adalah faktor X di luar itu pengalaman yg paling aku ingat ya, dalam perkuliahan, sebenarnya hal itu
sekolah, maka akhirnya JPI jadi tiap relawan ini pasti ada yang belum seberapa jika dibanding dengan
memutuskan untuk mengirimkan deket sama salah satu adek-adek di kehidupan anak-anak di panti asuhan.
relawan untuk mengajar di panti panti. Nah, termasuk aku yang juga Niat tulus untuk pengembangan
asuhan di Kota Malang. Tujuannya dekat sama salah satu anak dengan kualitas pendidikan serta rasa sosial
agar adik-adik yatim piatu latar belakang kehidupan yang inilah yang berhasil menggerakan
mendapatkan ilmu tambahan diluar mengiris hati, adik ini asalnya dari Komunitas JPI dengan 230 orang
sekolah secara gratis. Kehadiran JPI Palu, dan sebagian besar keluarganya relawan yang kini memiliki
di panti asuhan, diharapkan mampu meninggal karena gempa Palu tahun pandangan luas tentang sebuah
memotivasi anak-anak yatim piatu lalu, waktu kejadian gempa itu posisi pendidikan, memulainya lewat rasa
untuk berprestasi, dan tidak kalah adik ini masih di Palu. Kemudian sosial untuk berbagi ilmu. Imel dan
dengan teman-temannya yg lebih karena salah satu orang tuanya asal kawan-kawan relawan pun berharap
beruntung. Sehingga dengan Malang, makanya dia dikirim ke panti kedepannya, para pelaku pendidikan
kegiatan volunteering program di asuhan itu. Jadi yang membuatku lebih peka lagi terhadap kondisi
panti asuhan untuk anak-anak yatim terkesan adalah saat itu dimana aku masyarakat saat ini. Mari berusaha
piatu, JPI mampu membantu bisa merubah pola pikirku bahwa bersama, karena kebijakan baik pun
pemerintah daerah dan pusat untuk masalah yang aku hadapi itu masih tidak dapat terlaksana bila dukungan
pemerataan kualitas pendidikan cemen. Dan aku ingat betul ketika dari rakyatnya tidak ada. (Oa)
Indonesia yg sejalan dengan setiap habis belajar dia sering bilang,
Sustainable Delevopment Knowledge "Mbak aku pengen pulang, tapi
Platform (SGDS) terkait Quality in keluargaku udah gak ada semua."
Education,” ujar lengkap dari Imel Rasanya mau menangis dengar itu,”
menjelaskan fokus tujuan yang ungkap Imel yang menceritakan
dilakukan oleh Komunitas JPI. pengalamannya saat mengajar.

Source : Komunitas JPI Malang 19Edisi 001/Juni 2020 | What People Say

Penggiat Bertamu,
Antar Anak Berilmu

Bagai Jala ikan yang ditebar tapi tak menyeluruh, hanya menjaring bagian tenggah
laut yang ramai dengan ikan-ikan besar. Seperti itulah pendidikan di Indonesia
tidak menyebar dengan merata, perihal mereka yang berada di pelosok desa. Akses
untuk menuju kesana lumayan sulit dan bahkan, tenaga mengajar seperti guru juga jarang.
Namun, dikala situasi dan kondisi yang sulit di ujung desa, masih ada orang-orang yang
memperhatikan nilai pendidikan di Desa Sekar Banyu Kabupaten Malang.

Akibat permasalahan pendidikan yang kurang Guru yang memiliki segudang

merata, kini sudah banyak kalangan Mahasiswa ilmu, berawal dari buku yang
dana para penggiat pendidikan terlibat menjadi
relawan untuk membantu pendidika n di daerah per lembarnya sering "bertemu".

pelosok. Hadirnya Komunitas 1000 Guru Malang di ~Sahwahitacreative~
Lembaga SD Negeri 3 Sekarbanyu telah banyak

membantu dan memotivasi anak-anak untuk tak

bosan belajar. Relawan yang tergabung dalam

komunitas itu ini pun adalah mahasiswa dari

berbagai jurusan instansi kampus yang berbeda-

beda di Malang Raya serta para penggiat

pendidikan dengan background pekerjaan yang

berbeda-beda pula. Dengan adanya para relawan,

adik-adik di SD Negeri 3 Sekarbanyu menjadi lebih

termotivasi melihat eksistensi dari kakak-kakak

relawan.

Komunitas 1000 Guru Malang menyatukan Source : Arsip Ibu Nurasiah
relawannya untuk mengajar dan membagi ilmu
kepada anak-anak Desa Sekarbanyu terutama Ibu Nurasiah, salah satu guru di SD Negeri 3 Sekarbanyu
adik-adik yang bersekolah di SD Negeri 3 dan juga sebagai wali murid menceritakan pengalamannya
Sekarbanyu. SD Negeri 3 Sekarbanyu dipilih saat Komunitas 1000 Guru Malang mengajar di sekolah. “
menjadi target para relawan pendidikan karena Cara mengajarnya sangat berbeda dengan kami sebagai
memang lokasinya jauh dari pusat kota, SD tersebut guru di SD, mereka juga mengajarkan apa yang diajarkan di
menjadi salah satu dari banyak tempat yang dipilih sekolah namun dengan metode yang sangat kreatif,
oleh Komunitas 1000 Guru malang untuk mengabdi sehingga membuat anak-anak suka. Bahkan sampai jam 8
dan mengajar adik-adik disana. Kegiatan yang malam pun mereka tetap semangat.” ucap Ibu Nurasiah.
dilaksanakan sangat menyenangkan ditambah lagi Para relawan lebih memberi materi yang merujuk pada
antusias dari adik-adik di Desa Sekarbanyu. bakat dari masing-masing adik-adik disana contohnya,
materi seni dan keterampilan. Metode belajarnya pun
disesuaikan-

20 Edisi 001/Juni 2020 | What People Say

Source : Arsip Ibu Nurasiah

dengan cara yang menyenangkan agar tidak membosankan. Selain mengajar materi tambahan untuk sekolah formal, para relawan
Setelah mengajar para relawan selalu memberi reward untuk j u g a m e m b e r i k a n w a k t u k e p a d a a d i k - a d i k p e s e r t a u n t u k
adik-adik supaya membuat mereka tambah semangat belajar, mengekspresikan kelebihannya. Seperti, praktek drama, menyanyi
dibantu dengan guru-guru dari SD Negeri 3 Sekarbanyu untuk bersama, mengambar, dan banyak hal lain yang dilakukan untuk melatih
mempersiapkan alat peragaan dan hadiah bagi adik-adik. Ibu bakat dari adik-adik peserta. Kegiatan yang diadakan para relawan
Nurasiah dan guru-guru lainnya juga terlihat sangat mendukung berlangsung hingga malam sekitar pukul jam delapan malam. Namun,
pembelajaran yang diberikan para relawan. Sehingga, tak ada adik-adik peserta yang didamping para wali murid serta guru-gurunya
yang menjadikannya berbeda saat guru ataupun para relawan masih terlihat antusias dan semangat sampai pembelajaran hari itu selesai.
memberi ilmu pengetahua n, karena bagaimanapun cara dan Kegiatan pembelajaran dari Komunitas 1000 Guru Malang sangat
metode, ilmu adalah sesuatu yang harus di-sharing agar bisa memberi ba nyak motivasi gia t belaja r da n, ma nfaa t mengasah
melekat pada individu yang mempelajarinya begitulah tutur Ibu keterampilan diluar materi formal dalam sekolah bagi adik-adik peserta.
Nurasiah.

Para relawan yang telah memiliki profesi pun turut serta meluangkan
Ibu Nurasiah yang juga sebagai seorang wali murid merasa sangat waktu untuk memberi pembelajaran pada adik-adik, ada yang berprofesi
senang dengan adanya belajar mengajar dengan konsep menarik dokter dan ada pula pengiat seni. Mereka para relawan dengan sukarela
dan unik dari Komunitas 1000 Guru Malang. Ibu Nurasiah menyalurkan ilmu yang mereka kembangkan untuk diajarkan kepada
mengapresiasi para relawan sebab membawa pengaruh yang baik para peserta. Banyak relawan dengan latar belakang pekerjaan dan
untuk a nak didiknya. “Anak-a nak menjadi lebih krea tif, pendidikan masing-masing berbeda. Namun, mereka dengan senang hati
termotivasi dan semakin terlihat semangat belajarnya. “ ucapnya. berbaur dan mengajari anak-anak untuk bermimipi besar. Melihat dari
Tidak hanya bu Nurasiah, Warga Sekarbanyu pun juga sangat pandangannya mengenai pembelajaran yang diberikan para relawan, Ibu
antusias sekali dengan hadirnya pembelajaran yang interaktif Nurasiah yang telah menjadi guru dari tahun 2004 sampai sekarang
dari para relawan saat beberapa kali Komunitas 1000 Guru menyampaikan pesan dan harapan untuk semua pihak insan pendidik dan
Malang mengunjungi SD Negeri 3 Sekarbanyu. Terbukti saat ibu- semua masyarakat harus mendukung pembangunan pendidikan di
ibu rumah tangga yang mengantarkan anak-anaknya untuk Indonesia. Dari elemen pendidikan dan metode pendidikan apapun harus
mengikuti kegiatan yang diadakan para relawan. Antusias yang saling kompak serta bergotong royong mewujudkan pendidikan yang
sangat luar biasa itulah yang membuat para relawan yang lebih berkualitas. “Ilmu tidak mengenal Batasan maka berbagilah agar ilmu
tergabung dalam Komunitas 1000 Guru Malang juga semangat itu abadi.” Pesan dari Ibu berumur 37 tahun tersebut. (AI)
dalam membagi ilmunya.

21Edisi 001/Juni 2020 | What People Say

Cara Terbaik Memperkenalkan
Pendidikan Nonformal
Sejak Dini

“Pendidikan nonformal itu penting, kita tidak bisa fokus pada pendidikan formal saja, karena ketiganya itu saling
berhubungan,” kata Deppike Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya. Dari pernyataan diatas,
kita sepakat bahwa sudah semestinya pendidikan non formal tidak dipandang sebelah mata, melainkan sebagai salah satu
jalur untuk memperkaya ilmu pengetahuan sejak dini hingga tumbuh dewasa. Anak usia dini memiliki potensi dalam
berpikir sehingga perlu adanya bimbingan dari seorang pengajar atau guru, yang mana bisa membentuk sebuah karakter
pada dirinya. Lalu bagaimana sikap yang baik untuk memperkenalkan pendidikan terhadapnya?

Games Source : Komunitas Gerlik

Permainan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak usia dini. Misalnya
tebak gambar hewan, selipkan edukasi dalam permainan yang mana
bisa mengasah otak dalam berpikir. Sehingga ia bisa menerima
rangsangan pelajaran dengan baik. Mulai dari pengenalan hewan,
buah-buahan, benda, akan menjadi bekal untuk pengetahuan anak.

Bernyanyi

Di setiap taman kanak-kanak, bukan hal yang baru seorang guru
bernyanyi riang gembira dengan peserta didiknya. Materi di dalam
nyanyian disertai dengan gerakan yang khas membuat anak betah
berlama-lama dengan teman-temannya. Bahkan bisa menjadi lagu
andalan bagi mereka pada setiap pertemuan. Ini adalah salah metode
agar seorang anak bisa dengan mudah mengingat materi yang
disampaikan.

Belajar dalam kelompok

Anak-anak bisa saja bosan dengan belajar mandiri, sehingga
membutuhkan teman untuk “Support System” dalam melewati proses
belajarnya. Di sini, mereka juga bisa saling berinteraksi dan bertukar ide
satu sama lain. Tugas seorang guru, ialah menciptakan suasana yang
nyaman dalam berkelompok sehingga bisa meningkatkan euphoria
belajar dan terpacu berkompetisi dengan teman sebaya nya.

Adaptasi warna

Terakhir, seorang guru bisa memperkenalkan warna-warna kepada
mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menggambar, mewarnai,
dan menempel kolase untuk meningkatkan sisi kreatif. Si kecil akan
merasa happy dan ceria dalam melakukan aktivitas ini. Dengan
menyiapkan sebuah sketsa gambar, kemudian mereka akan
mewarnainya sesuai dengan suasana hati mereka. Aktivitas ini kembali
menyegarkan kognitif anak, yang kemungkinan terbebani oleh
kegiatan membaca atau menulis abjad. (rco)

22 Edisi 001/Juni 2020 | Tips and Trick

Cara Menyenangkan Mengasah
Nalar Kritis pada Anak

“The worst enemy of creativity is standardization”. Proses pembelajaran yang monoton
hanya membuat anak bosan dan mematikan kreatifitasnya. Anak usia dini memiliki
kreatifitas yang tidak terbatas, jadi perlu adanya bimbingan yang tepat bagi para pengajar.

Kita bisa memulainya dengan teknik belajar yang menyenangkan dengan melakukan learning by experiencing atau
edutainment yang berguna meningkatkan kemampuan intelektual, wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan
kecakapan hidup (life skill). Sistem belajar yang menyenangkan itu perpaduan antara education (pendidikan) dan
entertainment (hiburan). Setelah belajar menyenangkan, bagaimana cara mengembangkan kreatifitas dan mengasah
nalar kritis pada anak?

Peer-teaching

Metode ini menggunakan rekan atau teman sebaya mereka untuk
menyampaikan materinya. Jadi, mulai dari pembahasan materi sampai
pada penilaian juga dilakukan dari dan oleh siswa di dalam suatu
kelompok tersebut. Keunggulan metode ini yaitu dapat meningkatkan
interaksi sosial siswa dalam pembelajaran dan melatih keterampilan
berkomunikasi.

Sociodrama

Sociodrama adalah drama yang bisa disebut sebagai salah satu bentuk
karya seni yang memiliki kegiatan untuk diperankan oleh pemeran.
Metode ini dapat digunakan untuk melatih kemampuan berekspresi
sehingga anak bisa mengembangkan imajinasi dan kreatifitas mereka.
Terlebih lagi sociodrama menekankan pada tanggung jawab pada
masing-masing individu dan kerja sama dalam tim.

Psikodrama

Psikodrama merupakan metode pembelajaran dengan bermain peran
yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis.
Psikodrama bisanya digunakan untuk terapi, yaitu agar siswa
memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya, menemukan
konsep diri, menyatakan reaksi terhadap tekanan-tekanan yang
dialaminya.

Simulasi Game

Permainan simulasi merupakan metode simulasi yang didesain untuk
membantu siswa mempelajari dan menganalisis dunia nyata secara
aktif. Siswa yang terlibat dalam simulasi mempunyai peranan masing-
masing dan mengambil keputusan serta menganggung konsekuensi dari
keputusannya. Tujuan dari metode ini untuk memperoleh pemahaman
tentang suatu konsep dan melatih siswa untuk mengembangkan sikap
toleransi. (Mkz)

Source : FIP Mengajar Unesa

23Edisi 001/Juni 2020 | Tips and Trick

Bertamu Lewat Literasi
Ala Ngalam Book Fest

“Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban,
hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan
musnah.” –Milan Kundera10

Baiknya sebuah buku mungkin sudah tertancap di benak kita. Buku itu
bermanfaat, buku itu jendela dunia, buku itu membuka pikiran kita, buku
itu gudang nya ilmu, dan lain-lain. Semua kalimat itu sudah banyak kita
dengar selama ini. Bahkan pahlawan kita Bapak Mohammad Hatta, rela
dipenjara asal bersama buku. Buku memang sebuah benda yang hebat. Dia
diam, namun mampu menggerakkan pembacanya. Seperti yang dilakukan
oleh penggiat literasi di Malang, mereka mampu untuk berusaha
menghidupkan kembali eksistensi sebuah buku. Ketika ketertarikan
membaca buku fisik semakin lemah, sebuah festival buku bernama Ngalam
Book Fest resmi tampil perdana di Kota Malang tanggal 2 – 8 Maret 2020.

Gaya budaya pop 90-an dipilih sebagai sengaja diundang untuk berbagi ilmu. rasa kegembiraan. Makna yang
tema Ngalam Book Fest, dengan alasan Seorang sastrawan, penulis, jurnalis, memang ingin di sampaikan pada sesi
mengembalikan lagi memori tahun 90- dosen, komikus, founder komunitas, dan Panggung Gembira. Kegiatan terakhir
an yang di-klaim sebagai Era padepokan film berperan aktif untuk ini memang sangat tepat untuk
Kebangkitan Kreatifitas. Kumpulan memberikan wawasan baru. Mereka dijadikan sebagai penutup hari.
buku best-seller maupun penulis lokal berbagi momen, berdiskusi tentang
Malang hadir menghiasi meja yang suatu fenomena, bertukar pengalaman, “Selama ini, para pegiat literasi di
disusun rapi oleh para panitia. juga tertawa bersama di sela momen Malang ini banyak. Tapi, jarang bikin
Tumpukan buku yang ditumpuk tersebut. acara bareng. Jadi, kita bikinkan
berdasarkan kategorinya, menghiasi panggung untuk mereka,” ujar Yoni
area pendopo barat Café Pan Java yang Selain Gelar Wicara, kegiatan lainnya Prawardayana, sebagai Kepala Divisi
terletak di Jl. TPST, Mulyoagung, DAU, adalah layar tancap. Sebuah karya yang Media Ngalam Book Fest.
Malang. Siapapun yang datang, seakan disuguhkan dalam bentuk visual dengan
disambut oleh sumringah nya sebuah kemasan estetik dan seni peran yang Ciri utama dari Ngalam Book Fest
buku. Aroma buku baru serta suasana menyalurkan makna, pesan, kritik adalah mengangkat potensi dan
sejuk memanjakan pengunjung agar kepada khayalak. Pada momen ini, memersatukan para pegiat literasi
berlama-lama untuk memilah buku, pegiat seni visual diberi kesempatan Malang Raya dalam satu ruang. Karena
kemudian dibawa pulang untuk dibaca untuk menyampaikan karya nya lebih pegiat literasi kurang terekspos di
nanti. luas kepada pengunjung. Lalu di setiap rumahnya sendiri. Literasi tidak bisa
akhir acara, walaupun malam sudah dimaknai secara sempit sebagai sebuah
Walaupun diadakan di musim semakin larut, semangat dari festival usaha untuk menyiarkan kebaikan
penghujan, Ngalam Book Fest tetap bisa buku ini belum menyurut. Panggung buku saja. Literasi berarti kesadaran
menghadirkan rasa hangat yang Gembira disediakan untuk menghibur. terhadap segala macam informasi yang
dirasakan oleh semua pengunjung Para seniman, musisi, dan juga dancer mampu menunjang kecakapan hidup.
maupun para pengisi acara. Sadar akan menyalurkan ekspresi mereka kepada Ngalam Book Fest adalah sebuah festival
banyaknya manusia yang menggemari para pengunjung. Memberikan rasa buku yang mengesankan. Terima kasih
komunikasi audio visual, Ngalam Book bahagia, dan membuat penonton karena sudah rela bergeliat di hiruk
Fest mengadakan agenda utama lain mendapatkan energi yang positif. Gitar pikuk acara. Panjang umur literasi
yang mencolok perhatian, yaitu Gelar akustik dan vocal penyanyi memenuhi Indonesia! (ann)
Wicara dan Layar Tancap. Gelar wicara area pendopo timur. Tarian nan energic Sumber: IG: Ngalambookfest,
diisi oleh para orang-orang hebat yang- juga tidak mau kalah untuk memenuhi - YT: Beart Indonesia

24 Edisi 001/Juni 2020 | Fest-si

Source : Arsip Ngalam Book Fest

25Edisi 001/Juni 2020 | Festival

Sekolah Tertua
di Kota Malang

Kota Malang dikenal dengan berbagai julukan, salah satunya adalah kota pendidikan. Kenapa Kota
Malang di juluki kota pendidikan? Sejak kapan kota pendidikan melekat pada Kota Malang? Kota
Malang dijuluki kota pendidikan karena banyaknya kampus dan sekolah yang ada di Malang raya.
Setidaknya terdapat lebih 80 perguruan tinggi yang ada di wilayah Malang Raya. Hal itulah yang membuat
mahasiswa dari luar kota memenuhi Kota Malang untuk melanjutkan pendidikannya. Tetapi tahukah kamu
julukan kota pendidikan melekat pada Kota Malang sudah muncul sejak masa Hindia-Belanda, jauh sebelum
berdirinya kampus-kampus yang ada di Malang sekarang.

Dukut Imam Widodo menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Jepang pada tahun 1944 mendirikan Sekolah Menengah
Malang Tempo Doeloe bahwa pada tahun 1914 di Malang baru Tinggi (SMT) bersama guru bernama Raspio dan berhasil
terdapat delapan sekolah saja. Sekolah tersebut yaitu 1 MULO menghimpun 90 orang anak laki-laki dan perempuan yang
(sekolah lanjutan atau setingkat SMP), 3 ELS (Sekolah dasar dengan dijadikan dua kelas. Sekolah tersebut terletak di Jalan
sistem Eropa), 1 HCS (sekolah dasar khusus etnis tionghoa), dan 3 Celaket No.55 Malang yang mana saat ini menjadi SMA
Inlands Scholen der 2e Klasse (sekolah dasar pribumi atau bisa Kristen Cor Jesu, Jalan Jaksa Agung Suprapto 55. Pada saat
disebut sekolah ongko loro). Seiring berjalannya waktu sekitar tahun itu di SMT hanya terdapat tiga orang yang berstatus
1930-an, jumlah sekolah di Malang meningkat pesat dan sebagai guru tetap, yaitu Sardjoe Atmojo, Goenadi dan
meningkatkan perekonomian kota Malang karena banyak pelajar Abdoel Aziz. Setelah Raspio diangkat menjadi kepala
dari kota lain bersekolah di Malang. kemakmuran Malang, Raspio menyerahkan
kepemimpinan sekolah SMT kepada Soenarjo. Pada
SMA Negri 1, 3, dan 4 Malang mempunyai sejarah yang cukup tanggal 10 November 1945 Inggris menjatuhkan bom di
panjang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda berpuluh tahun Surabaya. Setelah kejadian bom tersebut banyak murid
lalu. Pada masa penjajahan Belanda, Malang adalah salah satu kota SMT Surabaya yang memilih pergi ke Malang dan pada
yang mempunyai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Pada saat itu tahun 1946 SMT pindah ke gedung di Jalan Alun-Alun
Sekolah Lanjutan yang di peruntunkan bagi bangsa Indonesia Bundar Tugu Utara Nomor 1 Malang.
bernama AMS dalam bahasa Belanda Algemeene Middelbare
School, sedangkan Sekolah yang di peruntunkan bagi bangsa Senin, 21 Juli tahun 1947, Belanda menyerang Indonesia.
Belanda dan Eropa bernama HBS dalam bahasa belanda Hoogere Setelah sepuluh hari kemudian, Belanda berhasil merebut
Burgerschool. kota Malang. Belanda mendapatkan sebagian kota Malang
yang sudah hancur karena dua hari sebelumnya banyak
Namun kedua Sekolah Lanjutan tersebut pada tahun 1942-1945 gedung yang dibumihanguskan. Gedung SMT di Alun-
harus ditutup karena pada saat itu bukan Belanda lagi yang Alun Bundar pun ikut terbakar habis. Sejak itulah Sekolah
berkuasa akan tetapi para tentara Jepang yang berkuasa. Sejak tahun Menengah Tinggi yang didirikan Jepang habis tanpa bekas.
1942 tersebut kota Malang tidak mempunyai Sekolah Lanjut Belanda berhasil menduduki Malang dan
Tingkat Atas. Kepala pemerintahan umum tentara pendudukan

26 Edisi 001/Juni 2020 | You Must Know

Source : ngalam.id

mereka mendirikan Voorberindend Hoger Ondewijs yang SMA 1 dan SMA 3 memiliki perbedaan, seperti yang di katakan

artinya persiapan pendidikan yang lebih tinggi. Maharani murid SMA 3. “Ruang kelas yang juga terbilang unik

karena hampir semua ruang kelas terdapat cerobong udara

Dalam masa pendudukan Belanda tersebut pihak Republik yang berfungsi mengalirkan udara agar suasana di dalam

sama sekali tidak ada memiliki sekolah, bahkan Kantor ruangan kelas tetap nyaman bagi para siswanya. Tidak hanya
Pendidikan dan Kebudayaan berkedudukan di Kabupaten itu saja suasana Belanda pun masih bisa dirasakan saat berada
Malang yaitu di Sumber Pucung. Pada saat itu juga ada disekitar lorong sekolah,” tuturnya.

seorang tokoh pendidikan yaitu Sardjoe Atmodjo dimana

dia menghimpuni anak-anak dan mendirikan sekolah. Sedangkan Ruangan kelas di SMA 1 tidak memiliki cerobong

Sekolah tersebut terdiri dari tujuh murid saja dan pada saat asap tetapi memiliki ruangan yang dijadikan sebagai Gedung

itu mereka tidak memiliki gedung untuk proses belajar, Cagar Budaya dimana pemerintah melarang gedung tersebut

sehingga proses belaja r-mengaja r dilakuka n denga n untuk di ubah. ”Bangunannya itu sebenarnya bangunan kelas

berpindah dari rumah ke rumah. biasa, tapi keramik dindingnya, jendelanya, atapnya, itu semua

sudah ada sejak zaman penjajahan belanda, jadi sama

Pada saat itu Pemerintah Belanda membuat peraturan dan pemerintah dijadikan bangunan cagar budaya,” kata Firsta
menyatakan bahwa sekolah yang tidak berlindung pada Amyra murid SMA 1. Selain bangunan, ternyata SMAN 1
suatu yayasan dianggap sebagai sekolah liar dan sekolah mempunyai ternak ikan lele dan para siswa harus bertanggung
tersebut ha rus dibuba rka n. Untuk menjaga sekolah jawab untuk memberi makan. Ikan-ikan lele di taroh didalam
tersebut tetap ada, maka dipakailah nama SMT PGI tong komposter dan di letakan di dekat gazebo lapangan
(Persatoean Goeroe Indonesia, nama tersebut perubahan upacara.

dari Persatoean Goeroe Hindia-Belanda pada tahun 1932).
Sekolah tersebut memiliki hak sejarah (Historisrecht) Sedangkan di SMAN 3 kantinnya sudah tidak menggunakan
uang tunai lagi tetapi sudah cashless dengan cara memindai
sehingga sekolah menjadi tetap bisa dibuka. Perkembangan
kartu pelajar yang sudah disertai barcode. Kartu pelajar bisa
selanjutnya, SMT PGI menempati gedung yang berada di diisi ulang dengan minimal saldo Rp.15.000. SMA 3 juga sudah
Jalan Alun-alun Bunder Tugu Utara Nomor 1.
menggunakan sistem absen mengunakan kartu pelajar yang

bisa di scan untuk memudahkan absensi siswa. Kegiatan di
Setelah ja tuh ba ngun perjua nga n mempertaha nka n SMA 3 pun lumayan banyak karena ada event yang dilakukan
sekolah tersebut, pada senin tanggal 17 April 1950, SMT di bulan tertentu. Misalnya di bulan Agustus ada event yang
PGI diresmikan pemerintah Republik Indonesia menjadi bernama Bnight yaitu acara ulang tahun sekolah, di bulan
SMA Negeri dan yang menjadi kepala sekolah pertama September ada PSCS ya itu aca ra pagela ra n seni ya ng

yaitu G.B. Pasariboe. Berdasarkan sejarah itulah 17 April mengundang guest star, di bulan Oktober ada perayaan hari

ditetapkan sebagai peringatan hari kelahiran SMA Negeri 1 batik, di bulan November ada acara BEDHOL yaitu acara satu

Malang. sekolah menginap di desa selama 3 hari, di bulan Februari nya

ada Bunkasai yaitu event yang diadakan ekstrakurikuler
Kompleks Sekolah SMA Tugu ini mempunyai desain yang tentang Jepang dan Garkbhasu semacam pensi sekolah dan
cukup mena rik dima na sekolaha n SMA 1, 3 da n 4 masih banyak lagi event-event kecil lainnya. Itulah hal-hal unik
disatukan dengan keberadaan aula sebagai penghubung yang mungkin belum kita ketahui selain bangunannya yang
semua bangunan. Dari aula tersebut kita bisa masuk ke bersejarah dan di jadikan bangunan Cagar Budaya yang

SMA 1, SMA 3 dan juga SMA 4. Sedangkan ruangan dari dilindungi pemerintah karena sudah berdiri sejak jaman

penjajahan Belanda. (Uhs)

27Edisi 001/Juni 2020 | You Must Know

Koko dan Seragam,
Ladang Ilmu Beragam

“Lebih enak mengajar di luar sekolah, sambil menegur anak didiknya yang tidak

karena tidak dibatasi waktu,“ ucap m e m p e r h a t i k a n d a n s e k a l i g u s

salah seorang guru yang mengajar di membangunkan anak-anak yang tertidur
salah satu sekolah SMA AL-IZZAH,
yang juga sekaligus mengajar di dengan cara unik namun tak menyeramkan.

Komunitas Halaqah Mengaji di sekitar Hambatan yang pernah dirasakan Ustad

rumahnya. Fadoli ketika proses belajar mengajar

Fadoli Aziz, anak didiknya kerap memanggil berlangsung, saat buku atau kitab nya belum

dengan sapaan ustad Fadoli. Ustad Fadoli kini tersedia di sekolah. Sehingga ketika masuk

sibuk mengajar di salah satu SMA Boarding k e l a s U s t a d F a d o l i h a n y a s e k e d a r

School di kota Batu. Ustad Fadoli memberika n ma teri ya ng lebih

mengajarkan ilmu agama terkhusus bagi mendekatkanya dengan anak murid dan sisa

mata pelajaran aqidah islam dan bahasa arab, waktunya digunakan untuk belajar mandiri.

dengan waktu mengajar biasa sehari 2-7 jam. Suka duka menjadi seora ng guru telah

banyak dirasakan Ustad muda ini, rasa suka

Disela- sela padatnya waktu mengajar di yang dialami Ustad Fadoli selama mengajar

sekolah. Guru aqidah juga bahasa arab ini tak anak didiknya berasal dari rasa ikhlas dan

pernah merasakan letih dan penat untuk niat tulus untuk membagi ilmunya. Karena

membagi ilmu nya, yang dirasakan hanya da ri nia t da n rasa tulus itu pasti aka n

senang dan tenang. Ustad Fadoli sejak kecil menghasilkan sebuah kebahagian yang lebih,

punya keingina n menjadi seora ng guru, dan rasa duka juga turut dialami seorang

untuk itu setiap kejadian selama mengajar di guru aqidah islam ini, adalah duka yang

kelas dihadapinya dengan penuh senyuman. dialami ketika anak didiknya tidak lulus

Jika ada murid yang tidak menyimak atau ujian. Dengan tidak lulusnya anak didiknya

bahkan tidur dikelas, Ustad Fadoli tetap ustad Fadoli sangat merasa sedih dan gagal

melangsungkan kegiatan belajar mengajar membagi ilmu nya. Source : Arsip Ustad Fadoli

Selain sibuk mengajar di sekolah SMA Ustad Fadoli juga
mengajar di luar sekolah yakni mengajar anak-anak
komplek rumahnya untuk mengaji. Sudah lama Ustad
Fadoli mengajar ngaji di komplek perumahan Bumi Asri
Sengkaling, sudah sejak awal tinggal di komplek tersebut
Ustad Fadoli mengajar anak-anak yang ada di
kompleknya. warga kompleknya juga sangat mendukung
kegiatan belajar mengajar ini, karena memang kegiatan
ini membawa dampak positif juga untuk warga sekitar.
Anak-anak mereka pun menjadi lebih paham perihal ilmu
agama. Anak didik yang diajarpun berbeda juga dengan
yang ada di sekolah, lebih fleksibel waktunya juga sangat
tidak dibatasi. Ustad Fadoli tidak mengalami kesulitan
karena anak didiknya yang nurut sekali, tidak bandel
sehingga memudahkannya melakukan kegiatan belajar
mengajar.

28 Edisi 001/Juni 2020 | What’s Different

Kegitan belajar mengaji ini tidak setiap hari dilakukan, karena memang anak-anak juga biasanya
sudah mengaji di TPQ. Kegiatan yang dibimbing oleh ustad Fadoli biasanya dilaksanakan setiap
seminggu dua kali.

“Saya lebih suka mengajar diluar sekolah, karena selama pembelajaraan tidak dibatasi dengan
waktu, lebih fleksibel dan kondisional. Jika di sekolah formal terbatas waktunya sehingga belum
selesai mengajar udah harus selesai.” ujar Ustad Fadholi. Begitual perasaan Ustad Fadoli selama
mengajar di dua tempat yang berbeda. Memang terasa berbeda mengajar di dua tempat, dimana
harus mengikuti aturan sekolah dan satunya lagi tidak ada aturan tetap dari sekolah.

Akan tetapi, hal itu tidak menjadi alasan Ustad Fadoli Aziz untuk berhenti membagi ilmunya,
selain waktu mengajar yang berbeda antara sekolah formal dan nonformal metode
pemberlajarannya pun juga tentu berbeda. “Ketika saya mengajar di sekolah formal menggunakan
metode kooperatif learning, kalau di tempat saya mengajar di dekat rumah saya, saya
menggunakan metode talaqqi.” ucap ustad Fadoli.

Metode talaqqi adalah metode yang cocok untuk mengajar Al-Quraan, metode ini dilakukan
dengan cara bertatap muka antara murid dengan gurunya. Metode ini sudah banyak digunakan
oleh para guru atau hafidz yang hendak membagi ilmunya, Ustad Fadoli menjadikan profesinya
sebagai hal yang menyenangkan jadi mau ngajar dimanapun tempatnya tetap senang.

Sudah satu tahun mengajar mengaji di area komplek rumahnya, ketika ditanya apa tujuan Ustad
Fadoli hingga sangat ingin mengajar ngaji di kompleknya, guru sekaligus seorang ayah dari satu
anak ini ingin sekali melihat anak-anak di perumahannya itu pintar mengaji. Selain itu, Ustad
Fadoli juga ingin mengamalkan apa yang selama ini dipelajari tentang Al-Quraan dan menjadi
orang yang bermanfaat juga. Harapannya dengan mengajarkan ngaji kepada anak-anak itu akan
menjadi salah satu amalan bagi Ustad Fadoli di akhirat kelak. “ Alhamdulillah anak-anak didik
ustad sangat senang jika diajarkan untuk mengaji. Ya jika anak anak didik ustad senang, saya pun
juga ikut senang dan makin semangat dong untuk mengajar ngaji. “ tuturnya.

Perbedaan tempat mengajar bukan alasan untuk tidak semangat Sebagai seorang guru tentu Ustad Fadoli merasakan bagaimana
membagi ilmu. Justru dengan perbedaan tempat itu semakin lika-liku Pendidikan di Indonesia. Ustad Fadoli berharap kualitas
membuat kita tahu, bahwa ilmu yang dimiliki itu sangatlah pendidikan serta sistemnya hendaklah selalu di evaluasi, apakah
dibutuhkan untuk penerus bangsa. Dan dengan perbedaan sistem pendidikan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
tempat juga akan membuat seorang guru memiliki banyak Islamisasi pendidikan pun juga harus terus di tingkatkan demi
pengalaman. Namun kembali lagi, untuk menjadi seorang guru terwujudnya insan yang berakhlaq karimah hingga menjadi
juga tidak mudah. Julukan pahlawan tanpa tanda jasa manusia yang beradab dan baik. Lugasnya penuh harapan agar
menggambarkan bahwa jika tidak ada guru, kepada siapa kita pendidikan di Indonesia terus lebih baik. Indonesia perlu
akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk masa depan kesadaran yang cukup tinggi mengenai adab berprilaku, karena
para penerus bangsa. Dengan jasa mengajarlah yang akan selalu bagaimanapun yang utama adalah akhlaq dan adab sebelum
di ingat dan dikenang oleh anak-anak didiknya. Guru akan menuntut ilmu pun juga harus dipaham. ‘Ilmu tidak hanya soal
merasa berhasil mengajar apabila anak didiknya berhasil meraih dunia tetapi dapat memberikan rahmat di akhirat kelak’ pesan
impian mereka.“Hormatilah guru mu, karena sesungguhnya singkat dari Guru ngaji komplek dan Guru SMA AL-IZZAH
ilmu mu nanti akan berkah dan terus tetap bermanfaat ketika Ustad Fadoli. (AI)
kamu nanti besar ,“ ungkap nasehat dari Ustad Fadoli.

29Edisi 001/Juni 2020 | What’s Different

“Berbuat baiklah selagi kita Cahaya dibalik
bisa, karena umur kita tidak
ada yg tau. Serta jangan lupa Zona Merah
kerjakan salat 5 waktu dan
berdoa semoga kita diberi Bagai Purnama ditengah kegelapan kota, kotanya pula
kekuatan dalam menjalani tak dapat tergambar megah nan mewah sebab
kehidupan kita.” Abah Nur kondisinya sangat jauh dari kata sempurna. Wilayah
(Pendiri Rumah Belajar zona merah juluknya, Ketika mendegar dan melihat apa
Polehan yang ada disana, tergerak pula hati manusia. Polehan
dikenal sebagai zona merahnya Kota Malang. Sebab sejak
dulu daerah tersebut identik dengan perampokan, begal,
narkoba dan banyak kasus kriminal lainnya. Lalu
dampaknya menyebabkan segala pandangan orang-
orang terhadap wilayah tersebut selalu negatif.

Namun siapa sangka, disana terdapat sebuah rumah belajar yang telah
berdiri sejak tahun 2012. Rumah belajar yang diprakarsai oleh Nuradi,
kini Rumah Belajar Polehan telah eksis dan menghasilkan orang-orang
yang peduli dengan sekitar. Rumah belajar yang diperuntukkan bagi
anak-anak yang putus sekolah dan kurang mampu ini hadir untuk anak-
anak tinggal di daerah zona merah tersebut dan siapa saja boleh ikut. Hal
ini juga disambut dengan tanggapan positif dari orang tua anak-anak
disana.

Nuradi atau yang sering disapa Abah Nur sangat peduli dengan nasib dari
anak-anak yang ada disana. Kurangnya pendidikan akademik, karakter
dan juga pembelajaran agamis disana menjadikan besarnya keinginan
dari Abah Nur untuk mengurangi permasalahan sosial dan pendidikan di
Kawasan Zona Merah. Dengan bermodalkan niat dan rasa peduli, Abah
Nur bersama istrinya membangun rumah belajar bagi anak-anak disana.
Untuk pengajarnya sendiri awalnya hanya mereka berdua saja, namun
satu tahun kemudian ada sebuah komunitas dari Bekasi yang datang dan
ikut ambil bagian disana. Selang beberapa minggu kemudian, mulai
banyak relawan yang datang dan ikut membantu.

Sistem pembelajaran dengan asas kekeluargaan nyatanya mampu
bersaing dengan sistem pembelajaran sekolah formal pada umumnya.
Bukan hanya sistem pembelajarannya saja yang menarik tapi berbagai
macam kegiatannya juga. Di Rumah Belajar Polehan, anak-anak bukan
cuma diajari tentang pendidikan akademik, karakter dan juga akhlak,
tetapi juga didampingi dengan pengembangan kreatifitas. Abah Nur juga
sering mengadakan lomba-lomba untuk mengasah keterampilan anak-
anak disana, seperti Dai cilik, lomba adzan, fashion show islami dan
masih banyak lagi.

Menurut Abah Nur, dengan menggunakan pendekatan kekeluargaan,

ilmu pembelajaran bisa lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh

anak-anak. Karena ,memberikan pelajaran kepada mereka untuk

saling bergotong royong. Semenjak Abah Nur membangun rumah

belajar tersebut, ia selalu merasa senang dan bahagia sebab selalu bisa

belajar dan tertawa bersama anak didiknya. Buka n cuma Nuradi saja

yang merasakannya, tetapi para relawan yang terlibat juga merasa

sangat senang. “Sampai sekarang Abah belum pernah merasakan duka

saat membangun rumah belajar ini, semuanya malah penuh dengan

suka. Abah sangat senang kalau bisa kumpul bersama Santri-santri

Abah, meski kadang mereka sedikit susah buat di nasehati tapi bagi

Source : Arsip Abah Nuradi Abah itulah hal yang membuat Abah tetap lanjut sampai sekarang.”
tuturnya. (Rha)

30 Edisi 001/Juni 2020 | Inframe

Source : Arsip Ngalam Book Fest

“Buah yang matang akan jatuh pada musimnya.
Sedangkan ilmu yang matang

akan cemerlang pada masanya”
~~Sahwahitacreative~~

Source : Sahwahita

Kini Majalah La Penna dapat diakses melalui :
https://anyip.com/bookcase/vchrc

Atau Scan QR Code Disamping!
Dapat diakses melalui PC, Laptop

Smartphone


Click to View FlipBook Version