PENGARUH KONDISI GEOGRAFIS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Kondisi geografis adalah kondisi atau keadaan suatu wilayah dengan dilihat dari keadaannya yang berkaitan dengan aspek geografis. Secara garis besar, kondisi geografis berdasarkan wilayahnya dapat dibagi menjadi tiga, yakni daerah pantai, daratan, serta pegunungan. Oleh: Qurrotu Aini Solehudin Annaba SMP Negeri 7 Purwakarta Kondisi geografis Indonesia yang dipengaruhi letak geografisnya memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Yaitu dengan munculnya keanekaragaman mata pencaharian, pola-pola pemukiman, tradisi, adat istiadat, budaya, dan aspek kehidupan sosial lainnya. Kondisi geografis mempengaruhi jenis mata pencaharian penduduknya karena berhubungan dengan sumber daya alam yang tersedia di wilayahnya dan faktor budaya yang terbentuk, penduduk dataran tinggi akan melakukan pekerjaan perkebunan sedangkan penduduk di pesisir pantai akan bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani Dampak positif Letak geografis Indonesia yang strategis memberikan negara ini kekayaan alam yang luar biasa. Dammpak negatif letak geografis Indonesi adalah perilaku warga dikhawatirkan dapat berubah karena adanya pengaruh komunikasi dan budaya dari negara lain, yang mana belum tentu sesuai dengan budaya Indonesia.
Musim di Indonesia hanya ada dua, yaitu kemarau dan hujan. Akibatnya, memengaruhi kegiatan pertaniannya.Jika di musim penghujan banyak petani yang menanam padi dan di musim kemarau akan menanam tumbuhan palawija, seperti ubi jalar, singkong, kentang, dan umbi-umbian lainnya. Karena jadi penghubung antara benua Asia dan Australia, jalur pelayaran di Indonesia padat dan ramai.Tentu menguntungkan Indonesia dalam bidang perekonomian dan memperlancar kegiatan perdagangan. Selain jalur laut, jalur udara di Indonesia juga ramai. Sudah sejak lama, wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional yang ramai dan menguntungkan.Oleh karena itu, banyak yang singgah di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat indonesia berasal dari berbagai macam ras, suku, dan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Wilayah Indonesia yang memanjang di garis khatulistiwa, mengakibatkannya punya tiga zona waktu yang berbeda.Zona waktu Indonesia dibagi menjadi Waktu Indonesia Barat (WIB, Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).Di mana WITA punya selisih waktu satu jam dengan WIB. Sedangkan, WIT punya selisih waktu dua jam dengan WIB. Letak geografis Indonesia ini memungkinkan terbentuknya pola pemukiman berbeda antardaerah. Misalnya, di pegunungan pola pemukimannya lebih menyebar sementara di dataran rendah lebih memusat.
Berdasarkan letak geografisnya, Indonesia berada di antara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Hindia dan Pasifik. Sehingga wilayah Indonesia berada pada posisi silang, tentunya hal ini memiliki arti penting kaitannya dalam iklim ataupun perekonomian. Kondisi geografis juga mempengaruhi jenis makanan terhadap manusia. Orang yang tinggal di pesisir pantai cenderung lebih banyak memakan makanan laut dikarenakan lebih mudah didapat. Orang yang tinggal di daratan rendah cenderung lebih banyak memakan makanan berupa sayuran Contohnya seperti sawi, kangkung, jagung, maupun kacangkacangan, serta umbi-umbian. Orang yang tinggal di daratan tinggi cenderung lebih banyak memakan makanan dengan sumber protein nabati. Kondisi geografis juga mempengaruhi terhadap cara berpakaian manusia. Misalnya, orang yang tinggal di pesisir pantai biasanya menggunakan baju yang tipis karena cuaca di dekat pesisir pantai cukup panas. Orang yang tinggal di daratan rendah biasanya menggunakan baju yang tidak terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Sedangkan orang yang tinggal di daratan tinggi menggunakan baju yang tebal.