Berkisah tentang Mama & Papa OLEH MTM FAMILY "Buku ini merupakan kumpulan kisah tentang Mama dan Papa yang menginspirasi Kami, sebagai anakanaknya dan orang-orang terdekatnya " - Nurul Fathia - Kumpulan kenangan yang dirangkum selama perjalanan kehidupan Mama dan Papa
Persembahan untuk Mama & Papa, Semoga Allah merahmati keduanya. Aamiin yra
D aftar Isi K i s a h M a m a Kis a h S e m a n g k u k S a y u r N a n g k a M e n ciu m H a j a r A s w a d T e rin g a t M a s a M u d a M e n t a ri B u a t M a m a K e rin d u a n K e h a n g a t a n B u n g a P ele p a s Rin d u K i s a h P a p a T e n t a n g P a p a M e m o ri u n t u k P a p a K i s a h C i n t a M a m a & P a p a Kis a h K a sih A k h i r K e h i d u p a n M a m a & P a p a T e n t a n g K e m a tia n S e p e n g g al K e n a n g a n A k hir P e n a n tia n P e m b e r sih a n Jiw a L a n t u n a n S y a h a d a t M ele p a s d e n g a n S e n y u m a n H a dia h di H a ri K ela hir a n K u m p ula n F o t o K elu a r g a 12579 1 0 1 2 1 5 1 6 2 0 2 3 2 4 2 6 2 7 2 931 3334353638
Kisah Mama
Masih teringat dalam benakku saat itu Sang ibu terduduk disudut pintu Dengan bersusah payah dan berpeluh Bersama seorang janin dalam kandungan Yang menginjak sembilan bulan Sang ibu Menggerinda bumbu Mengolah rasa Demi semangkok besar sayur nangka Yang diyakininya sebagai kesayangan putrinya Yang sedang kembali ke rumah Setelah sekian masa kuliah Saat itu, Sang putri bergegas Meminta ijin untuk mengaji Di lokasi yang dia yakini Sangat jauh dari sisi rumah Tatkala keesokan hari Sang putri kembali Dan dilihatnya pengganan itu masih utuh Mulai berbuih Tak terjamah sama sekali 2 Kisah Semangkuk Sayur Nangka Nurul Fathia
3 Sang putri sangat menyesali Berlinang air matanya Memohon maaf dalam hati Telah membuat ibundanya terluka Setelah mempersembahkan hasil karyanya Dengan penuh cinta Tapi sang putri Tidak mencicipinya sama sekali Atau sekedar ucapan terimakasih Atas jerih payah yang sudah dilakukannya Bagaimana keseharian kita dengan Allah ? Setiap detik dalam hembusan nafas Nya Setiap waktu masih diberikan nikmat sehatnya Namun setiap saat kita selalu alpa Lupa mengingat Nya Jangankan bersyukur atas karunia Nya Bersabar atas musibah Nya pun Kadang jauh dan biasanya hanya mengeluh Buat Sang Ibunda yang kehadirannya Wujud dari perpanjangan Kasih Nya Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf ananda Untuk Sang Maha Pencipta Mohon ditunjukkan bagaimana cara Agar sang hamba dapat memberikan yang terbaik bagi agamanya Berdarma sesuai dengan apa yang dikehendaki Nya.
4 Buat mama yang kehadirannya selalu memberikan inspirasi dalam hati, walau tak terucap dalam kata. Semoga mama selalu bersabar dan bersyukur atas apa yang Allah hadirkan saat ini. Griya Caraka, Senin, 24 Desember 2018 / 17 Rabiul Akhir 1440 H, Pk. 10.07 WIB
Aku bahkan belum menciumnya Saat yang lain berebut saling sikut Berjuang ingin berdoa Pada batu hitam yang Allah hadirkan dari langit Aku bahkan belum bersungguh-sungguh menghampirinya Saat terbawa arus ke sisinya Dorongan kuat dari segala arah Membuatku terlempar semakin menjauh dari Hajar Aswad Tapi Dia mudahkan untuk seorang bunda Mencium wangi batu hitam-Nya Berdoa dengan khusyu dihadapan-Nya 5 Mencium Hajar Aswad Nurul Fathia
6 Maka nikmat Allah mana lagi yang bisa kau dustakan ? Dari lisannya akan banyak doa Untuk suami tercinta yang telah mendahuluinya Serta kebaikan bagi anak menantu dan keturunannya Itulah doa utama daripada doa untuk dirinya sendiri Maka nikmat Allah mana lagi yang bisa kau dustakan ? Hanya dia seorang yang Allah hadirkan Bisa mengantarkan kita dengan lenggang ke syurga-Nya Jika kita merawatnya dengan baik Serta membuat senyum mengembang di wajahnya Hanya Allah Yang Maha Pembolak-balik Hati Bisa membuat kita menjadi berbakti Memanjangkan doa untuknya Dalam sujud-sujud panjang kita Semoga ibunda kelak Memberikan kesaksian dihadapan-Nya Bahwa kita tidak pernah durhaka kepadanya Hartanya yang paling berharga Menjadi anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya Aamiin yra Griya Caraka, 18 Januari 2020
7 Teringat Masa Muda Senyum itu tak pernah lepas dari wajahnya Mengamati gadis-gadis belia Bercanda dan tertawa dengan riangnya Para perjaka bercakap-cakap dengan serunya Bertukar cerita dan pengalaman Tentang keseharian Tentang kesukaan Bahkan terkadang tentang pertengkaran Menjadi bumbu penyedap dalam pergaulan Teringat akan masa muda Saat merekah di masa remaja Banyak kumbang datang dan pergi Berharap kasih tak bertepuk sebelah tangan Sungguh suatu kenangan yang tak akan pernah dilupakan Bahagianya bisa melihat ibunda Tersenyum mengenang indahnya masa remaja Bercanda tawa dengan teman sebaya Menebar pesona dara jelita Nurul Fathia
Semoga keriangan masa muda Masih menghias dalam sanubari Melupakan sejenak kepenatan Menyongsong kebahagian sejati hingga akhir nanti Aamiin yra Griya Caraka, 5 Februari 2020 8
Mentari seakan menyinari seluruh tubuhku Panasnya menghangatkan persedianku Melegakan saluran pernafasan yang kaku Memberikan energi dan semangat baru Keriangan itu meluncur dengan bahagia Tersirat dalam kilau cahaya wajahnya Setelah sekian lama membeku Terperangkap dinginnya rumah berdinding batu Memang sudah saatnya Tak lagi resah memikirkan segala masalah yang ada Mengikhlaskan yang bukan lagi menjadi bagian dalam diri Agar tak melekat pada duniawi Sudah seharusnya membuatnya selalu bahagia Walau tak akan mampu membalas semua jasa Sang Mama Tapi memberikan sedikit pelita bagi kehidupannya Agar sejenak melupakan duka dan menjadi bahagia bersama Jakarta, 30 Mei 2021 9 Mentari Buat Mama Nurul Fathia
10 Kerinduan Kehangatan Secercah harapan Saat anak-anak berceloteh gembira Berkejar-kejaran Tertawa bahagia menikmati suasana Kerinduan menghangatkan suasana Bercengkrama bersama keluarga Bertatap muka dan berbagi cerita Menumbuhkan benih-benih kerinduan menjadi kehangatan Semoga Sang Maha Pemberi Cinta Menghadiahkan Asma Rahmaniah-Nya Dalam hati sanubari Untuk saling mengasihi dan menyayangi Lembang, 8 Desember 2021 Nurul Fathia
DATE SUBJECT Bunga Pelepas Rindu April 9, 2022
12 Bunga Pelepas Rindu Nurul Fathia Kupersembahkan lukisan ini Bunga pelepas rindu Padamu yang kini telah pergi Meninggalkan semestaku yang kelabu Tak ada lagi yang menungguku Saat rasa kangen mengganggu Tak ada lagi yang mengkhawatirkanku Saat ku tak berkabar denganmu Walau jasad akan lapuk dimakan usia Namun jiwa akan abadi selamanya Kecuali saat ditiupkan-Nya Sangkakala kedua Jiwa kan musnah untuk kemudian Dia bangkitkan kembali bersama sang raga Semoga jiwamu berkesempatan mengunjungiku Dalam ruang-ruang kalbu Saat dimana ampunan Tuhan Menjadi cahaya menepis kegelapan Griya Caraka, 9 April 2022
13 Teringat saat kecil, mamaselalu mengatakan bahwajikaingin sesuatu minta kepada Allah. Disini secaratidak langsung mama mengajarkanaqidahuntuk percaya kepada Allah. Kebetulan saat itu Thia sedang suka sama film Rano Karno dan minta sama Allah agar diberikan tahi lalat persis seperti Rano Karno. Setiap hari Thia selalu berkaca di depan lemari pakaian di kamar bersama kami. Ketika terlihat ada tahi lalat kecil di dagu, betapa bersyukurnya bahwa Allah memang mengabulkan doa Thia. Sejak saat itu Thia semakin percaya bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa Thia. Thia
Selamat jalan bu Hj. Faridah... Mama Dada murah senyum.. lembut.. hangat.. perhatian..gemar shodaqoh..rajin ibadah...Jum 'at sayyidulayyam mama menghadap Ilahi Robbi ..kenikmatan kubur Raudhoh min Riyadhil jannah...Surga menanti.... 14 Ibu Iim Masyitoh
Kisah Papa
Aku suka tulisan tangannya, juga lekuk tanda tangannya, makanya aku minta dibuatkan olehnya. Tanda tangannya terpatri dalam tanda tanganku Aku suka coretan tangannya, Dia membuat banyak gambar Untuk ku contoh pd lukisan-lukisanku Dia yang tak pernah marah Ketika kami mencoret-coret dinding putihnya Entah dengan spidol atau pensil berwarna Karena dia selalu sedia cat putih untuk memolesnya kembali Membuat kami menjadi enggan mencoret di dinding rumah kami Dia yang selalu membawakan vitacharm setiap pulang kantor Yang kedatangannya kami tunggu lalu berteriak dan berebut mengambilnya Dia yang suatu ketika membawakan ayam goreng, Yang kelezatan rasanya masih tersisa dilidah hingga detik ini Masih teringat ketika malam hari dia berkeliling, mencarikan sate padang untuk putrinya Karena sang putri, gagal menyantapnya di Acara Pekan Raya Jakarta 16 Tentang Papa Nurul Fathia
17 Dia yang tak pernah memarahi anak-anaknya Yang terbuka dan bersahaja Dia yang selalu mengajak bermain anak-anaknya Bahkan selalu mengadakan lomba di rumah, saat tujuhbelasan tiba agar anak-anaknya semua mendapat hadiah Dia yang selalu tersenyum dengan candanya Dia yang selalu sabar menghadapi anak-anaknya Dia yang selalu bangga saat anak-anaknya menjadi juara Dia yang selalu berkelakar dan bercerita lucu, yang membuat kita semua tertawa Dia tidak pernah melewatkan momen-momen dengan kameranya Sampai kami semua punya album foto sendiri dengan berbagai macam gaya Dia yang tetap menemani saat sulungnya bekerja Dan menoleh ke kiri saat si putri pamit padanya Bahkan saat sulungnya menikah dia masih melakukan hal yang sama Sehingga menjadi bahan olokan teman-temannya Dia selalu serasi memadupadankan baju taqwa dengan sarungnya Sampai semua orang senang melihat dan memujinya Semoga Allah memakaikan pakaian ketaqwaan padanya Sebagaimana dia selalu memakai pada setiap sholatnya
18 Dia kadang suka menunda bertaubat dengan rokoknya Nanti jika anaknya sudah menikah katanya Tapi tetap diulangi juga perbuatannya Nanti jika sudah punya cucu katanya. Tapi Allah pula yang menuntunnya hingga kepulan asap jauhjauh ditinggalkannya. Tak cukup baktiku padanya Banyak janji yang belum kutunaikan Tak cukup pula tinta untuk menuliskan kebaikan-kebaikannya Dari dia aku dihadirkan-Nya Dari dia aku mengenal kebesaran-Nya Dari dia aku banyak beristighfar kepada-Nya Hanya dengan mengharap pertolongan-Nya Semoga ayahanda kelak di muliakan-Nya Diberi tempat yang terbaik disisi-Nya Dengan bekal ketaqwaan yang dibawanya Aku hanya berharap Masih diberi kesempatan untuk bertaubat Meniti jalan terbaik di shirathal mustaqim-Nya Agar bisa mempersembahkan doa-doa terbaik untuknya Hanya doa yang bisa kupersembahkan Jika aku menjadi sholeh dihadapan-Nya
19 Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun Untuk papa yang kebaikannya selalu ada dalam hatiku Perjalanan Bandung - Jakarta, 1 Februari 2018, Pk. 09.45 WIB
20 Memori Untuk Papa Ada suatu rasa Yang mengalir saat memulas warna Mengingat kembali saat kehadiran papa Mengisi relung di sudut jiwa Tak terasa mengalir air mata Membayangkan saat-saat bahagia Mengenang kembali segala kebaikannya Saat beliau masih hidup di dunia Berharap Yang Maha Penuh Cinta Selalu memberikan kebahagian untuk Papa Serta menolong semua anak cucunya Untuk selalu mendoakan Papa dalam setiap sujud dan doanya Aamiin yra Griya Caraka, 12 Desember 2020 Nurul Fathia
Papa pandai menggambar, hampir semua gambar Thia mencontoh dari papa. Thia bahkan punya bukugambar yangisinya kumpulangambar-gambar papa. Jadi, jikaadatugas menggambar maka tidak sulit buat Thia karenatinggal meniru gambarnya papa. Gambar favoritnya pemandangan dengangunung, di kiriada sawah, di kananada pantai dan ditengah adajalan yangada mobilnya. Yang paling Thiaingat saat sedangsakit cacar kelas 3 SD. Disitu, papa mengajari Thia menggambar peta karenaadatugas dari sekolah. 20 Thia
21 MasyaAllah, beliau mmg orang baik, itu kesan pertamasaat kami sebagai besan pertama bertemu, dan beliau adalah jwban dr Allah saat kami berdoaagaranak kami mendapat jodoh dr keluarga ygsholeh dan bertakwa, kami liatalm begitu bersahaja, belum setahun kami Besanan, beliautelah berpulang, kehilangan orang ygsholeh sgt sedih ya, semoga Allah menghadiahkan beliauistana di syurgaNya, Aamiin @Bunda_Nana_ Soependji
Kisah Cinta Mama & Papa
Kisah kasih mereka tak lekang oleh waktu Walau berbagai cobaan memburu Mulai dari kanak-kanak hingga tutup usia Api cintanya tetap membara Bukan pinang dibelah dua Sebagai belahan jiwa Mereka saling melengkapi Saling menguatkan kelebihan dan menutupi kekurangan setiap diri Mama senang mencuci Papa senang menyetrika Semua bajunya licin tak bertepi Membuat mata takjub memandangnya Mama kadang serius mensikapi keadaan Papa dengan ringan membawanya santai berjalan Mereka selalu beriringan Walau cemburu kadang memburu di tengah jalan Teringat keriangan mama saat memandikan anak-anaknya Sambil menyanyikan lagu kesayangannya Teringat semangat papa mengajak bermain anak-anaknya Banyolannya selalu membuat kami tertawa Saat papa pamit mendahului mama Mama dihiburnya bahwa tak akan lama segera menyusulnya Ternyata empat tahun kemudian Di usia yang sama mama dipanggil Tuhan 24 Kisah Kasih Nurul Fathia
25 Suka duka telah mereka lalui bersama Tahun demi tahun menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa Walau tak semua berjalan sesuai harapan Semoga berbuah kesabaran dan keikhlasan Kisah kasih mereka tak lekang oleh waktu Banyak yang mempersaksikan kedalaman cinta mereka menyatu Semoga Allah mengizinkan mereka kembali beriringan Masuk ke syurga yang Allah janjikan Aamiin yra Griya Caraka, 6 April 2022
Akhir Kehidupan Mama & Papa
Kita selalu mencoba menghindari Sesuatu yang sudah pasti Yang kehadirannya bisa saja setiap saat terjadi Tapi waktunya sengaja dibuat Nya misteri Agar kita setiap saat siap menghadapi Saat Ruh terserabut dari jasadnya Dan jasad termakan usia kembali ke asalnya Sementara si jiwa harus mempertanggung jawabkan tujuan penciptaannya Kematian adalah perpindahan alam Perjalanan yang masih panjang menunggu masa penghisaban Kesedihan bukan berarti untuk si jiwa Jika selama hidupnya penuh amal kebajikan Dia akan terus mereguk mata air pengetahuan sambil menikmati keindahan Tuhan Kesedihan hanya bagi yang ditinggalkan Kesendirian, kenangan, pengharapan Yang berhubungan dengan semua keduniawian Kesedihan juga tidak bagi si jiwa Jika selama hidupnya ia banyak berderma Barangkali justru ia merasa bahagia Terbebas dari perangkap dunia, Terlepas dari segala penderitaan menanggung rindu bertemu dengan Tuhan Griya Caraka, Rabu, 27 September 2017 M / 7 Muharram 1439 H. Pk. 00.27 WIB 27 Tentang Kematian Nurul Fathia
28 DATE LOCATION TPU Menteng Pulo Pebruari 1, 2018
29 Sepenggal Kenangan Kaki kecil itu bergerak perlahan Meninggalkan gundukan tanah merah yang masih basah Kutitipkan sejumput anggrek ungu dan kuning kenangan Hasil petikan pagi tadi dirumah Perlahan meninggalkan jasad yg terbungkus kafan putih Yang terpejam dengan senyum terpahat di wajah Sejenak doa kami dipanjatkan Berharap sangat semoga diijabah Tuhan Kaki kecil melangkah lagi Meninggalkan papa yg kembali Kepada Tuhannya Sang Pemilik Abadi Hanya karena Rahmat Tuhan lah Kita semua akan selamat Bukan hanya mengandalkan amal sholeh yang kita banggakan Bukan pula atas kebaikan yang kita tampilkan Nurul Fathia
30 Berharap sangat Allah akan menerima amal kebajikan Yang sudah kita persiapkan Sebagai bekal untuk melangkah mengarungi kehidupan sesudah kematian Yang pasti dan sudah ditetapkan Yaa ayyatuhan nafsul muthma'innah Irji'ii ilaa rabbiki raqdhiyatam mardiyah Fadkhulii fii 'ibaadi Wad khulii jannatii Semoga Allah menerima segala amal kebajikan papa. Aamiin yra Casablanca, 1 Februari 2018 M / 15 Jumadil Awal 1439 H, Pkl. 17.15 WIB, dalam perjalanan pulang dari TPU Menteng Pulo
31 Akhir Penantian Kapas-kapas itu menyelimuti sekujur tubuh Lembut menerpa wajah yang bercahaya Sosok yang selama ini selalu bersahaja Yang menuju kampung halamannya tanpa beban dan kendala Masih sempat pamit pada istri tercintanya Hadir dalam mimpi singkat menjelang ketiadaannya Beliau memikirkan untuk kebaikan anaknya Sehingga meminta ijin untuk mendahului istrinya Begitu dalam kekhawatiran beliau atas penjagaan putrinya Sosok ayah yang selalu perhatian pada anak-anaknya Entah apakah anaknya menyadari atau tidak ketulusan ayahandanya Sosok ayah yang menanti panjang Saat seorang anak tak kunjung menyapanya Kemudian berpaling darinya Butuh waktu agar Allah membukaan pintu hidayah Nya Agar sang anak bisa kembali padanya Namun akhirnya pupus karena Allah telah memanggilnya Nurul Fathia
32 Entah apa yang berkecamuk dalam dada putranya Dalam diamnya tanpa terucap sepatah kata Karena semua harus menerima yg sdh menjadi ketetapan Nya Melalui perjalanan panjang Merenda hari demi hari yang akan datang kemudian Semoga Allah mempertautkan kembali hati anak keturunannya Untuk selalu berbakti pada yang telah melahirkannya Pada yang telah bersusah payah mengasuhnya Agar saat kita kembali pada Nya Tiada yang harus disesali karena Rahmat Allah selalu mendahului murka Nya Sebagai pelajaran untuk selalu berkasih sayang dan bersaudara karena Allah semata Griya Caraka, 20 Februari 2018 M/ 4 Jumadil Akhir 1439 H, Pk. 21.06 WIB
33 Pembersihan Jiwa Tak ada yang mau berpisah Dengan sesuatu yang dicintainya Walau sifatnya fana Tetap saja kelekatan itu ada Tapi Tuhan punya Kuasa Saat melekat erat melebih cinta pada-Nya Akan dibuat-Nya berpaling Agar penghadapan wajah bukan kepada selain-Nya Bukannya tak sayang Bukan pula tak cinta Tapi sungguh Sang Khalik Merindukan bertemu dengan hamba-Nya Apakah kita akan memaksa Bisakah kita menolak takdirnya Kita tak punya kuasa Bahkan sudah diputuskan sebelum lahir di dunia-Nya Andai jika boleh meminta Masih diberi kesempatan untuk kembali bersama Mengikhlaskan segala yang terjadi Agar menjadi bersih dan lapang hati ini Tapi jika yang terbaik kebalikannya Mohon agar Allah mengambil dalam kondisi sebaik-baik ketenangan jiwa Semoga sakit yang diderita Sebagai jalan pembersihan bagi sang jiwa Aamiin yra Kampung Melayu, 31 Maret 2022 Nurul Fathia
34 Lantunan Syahadat Saat raga tak berdaya Saat dimana kata tak terucap Matapun tak mampu mengerjap Hanya lantunan kalimat syahadat Laa ilaaha illallah yang kuharap Terkirim dari relung qalbuku yang terdalam Semoga Allah menggetarkan hatinya Hingga qalbunya pun berdzikir menyeru Asma-Nya Melantunkan Kalimat Tauhid dari lisan qalbunya Hanya harapan itu yang masih tersisa Sebagai akhiran yang baik di penghujung usia Kampung Melayu, 1 April 2022 Nurul Fathia
Langitpun muram Saat malam menjemput kematian Tapi tidak dengan diri ini Setelah detik-detik ketegangan membunuh diri Sekejap jalan nafas terhenti Setelah kami lantunkan kalimat tauhid dengan meneguhkan hati Menghilangkan kepiluan dengan senyuman Agar ridho melepas semua yang telah Allah titipkan Kampung Melayu, 2 April 2022 35 Melepas dengan Senyuman Nurul Fathia
36 Hadiah di Hari Kelahiran Hari kelahiran memiliki keistimewaan Terutama jika dihadirkan Tuhan Berdekatan dengan suasana kematian Sungguh karunia Tuhan sebagai bahan perenungan Terkadang kita terlalu bergembira Memaknainya dengan penuh suka cita Namun sungguh arti sebenarnya Berkurang masa hidup kita di dunia Kelahiran selalu berdampingan dengan kematian Bagai doa Nabi Isa yang memohon keselamatan Pada saat ia dilahirkan Pada saat ia dimatikan Dan pada saat kelak ia dibangkitkan Jikalau Tuhan memperkenankan Satu doa untuk Dia kabulkan Sebagai hadiah atas hari kelahiran Maka doa yang akan kupanjatkan Semoga almarhumah ibunda diberikan Rahmat dan Keselamatan Dalam perjalanannya di alam setelah kematian Hingga ia sampai ke tujuan Bertemu dengan Tuhan Aamiin yra Griya Caraka, 5 April 2022 Nurul Fathia
37 Allaahummaghfir laha, warham ha, wa’aafi hi, wa’fu anha, wa akrim nuzula ha, wa wassi’ madkhola ha, waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar Allahumaghfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa Al Fatihah.... Aamiin yra
Kumpulan Foto Keluarga
MTM Family
MTM Family
MTM Family
Thia-Iie Family
Dina-Bahri Family
Iwan-Leli Family
Nova-Iin Family
Donny-Putri Family
Ficky-Anna Family