BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Saat ini perkembangan teknologi informasi sangatlah pesat. Bukan hanya dalam
pendidikan namun dalam dunia kerja pun sangatlah diperlukan teknologi informasi, maka
dunia kerja saat ini sudah mengikuti arus perkembangan teknologi, karena para pesaing
cukup ketat dan sudah menggunakan teknologi masa kini. Jika perusahaan tidak mengikuti
arus perkembangan teknologi saat ini maka akan kalah saing dengan pebisnis lain, sama
seperti yang dilakukan koperasi saat ini.
Koperasi dalam melaksanakan kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan anggotanya
harus menggunakan perencanaan secara cermat. Koperasi harus menyediakan barang
dagangan dengan harga yang mudah dijangkau dan juga kualitas barang dagangan yang
baik. Dalam hal tersebut bagian pembelian sangatlah berperan penting dalam hal
perencanaan, pengawasan, dan peningkatan mutu barang dagangan dengan cara mencari
penjual dan pemasok yang handal. Selain itu koperasi saat ini sudah menggunakan sistem
akuntansi.
Dalam pembukuan terkadang juga memungkinkan terjadi penyimpangan maupun
kecurangan-kecurangan. Kecurangan yang dimaksud adalah kecurangan dalam pembelian
atau penjualan yaitu dengan cara harga barang dagangan yang disepakati dapat dinaikkan
atau diturunkan. Dengan demikian dibuatlah sistem akuntansi untuk meminimalisir
kecurangan-kecurangan yang terjadi.
Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
yaitu dengan judul “SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN BARANG DAGANGAN
PADA KOPERASI KARYAWAN SEJATI”.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan oleh penulis maka rumusan
masalah yang dapat di ambil adalah “Apakah pengaruh Sistem Akuntansi terhadap
Pembelian Barang Dagangan Pada Koperasi Karyawan Sejati”.
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sistem Akuntasi apakah
sudah tepat terhadap Pembelian Barang Dagangan Pada Koperasi Karyawan Sejati.
D. MANFAAT PENELITIAN
Bagi Koperasi
Dari hasil penelitian ini diharapkan Koperasi dapat memperbaiki sistem pembelian
secara tepat sesuai dengan standart yang ditetapkan atau sesuai dengan ketentuan dari
koperasi sendiri, juga dengan sistem akuntansi akan semakin mengurangi terjadinya
kecurangan-kecurangan dalam proses pembelian barang dagangan.
Bagi Konsumen
Dari hasil penelitian ini diharapkan konsumen dapat lebih percaya dengan adanya
koperasi yang lebih membantu masyarakat dalam ekonominya, dan tidak takut akan terjadi
kecurangan-kecurangan dalam koperasi karena adanya sistem informasi yang digunakan
oleh koperasi ini.
BAB II
TINJAU PUSTAKA
A. LANDASAN TEORI
Menurut UU no.25 Tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dengan berasaskan kekeluargaan maka koperasi
lebih bisa menjangkau semua lapisan masyarakat yang ada di Indonesia karena
keanggotaannya bersifat sukarela dan terbuka. Berawal dari awal mula abad ke-20
dimana penjajahan masih merajalela. Banyak masyarakat yang kekurangan banyak hal
karena Kapitalisme. Gerakan yang spontan ini dilakukan oleh kaum-kaum kekurangan
yang ada di Indonesia. Dengan banyaknya rakyat yang bernasib sama, akhirnya mereka
mempersatukan diri mereka untuk menolong diri mereka sendiri dan sesama. Lalu maju
ke tahun 1896 dimana ada seseorang yang menginginkan untuk membantu kaum-kaum
terpinggir yang ada di jaman penjajahan Belanda dan juga melepaskan rakyat dari
jeratan hutang yang berbunga tinggi. Patih R.Aria Wiria Atmaja adalah nama dari
seseorang tersebut. Dia bermimpi untuk menjadikan koperasi-koperasi rakyat yang
seadanya ini bisa dibuat lebih bagus lagi seperti koperasi kredit model di Jerman. Cita-
cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang
asisten residen Belanda. Dia mengusahakan untuk mengubah Bank Pertolongan
Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Karena
bukan hanya pegawai negri yang harus di bantu, namun para petani juga harus dibantu.
Namun Belanda menolak kehadiran koperasi dengan diterbitkannya Peraturan
Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula
Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi
bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan
Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan
tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum
Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.
Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi. Namun ketika Dr.
Sutomo mendirikan Budi Utomo pada 1908, mulai nampak lah titik terang dari
pembuatan koperasi di Indonesia. Budi Utomo memberikan peranan penting bagi
gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Dan ditambah dengan Sarekat
Islam dan Partai Nasional Indonesia semakin mendukung jalannya perkembangan
koperasi di Indonesia. Aturan-aturan baru mulai dibuat salah satunya adalah Pada tahun
1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging. Meskipun sempat
dipergunakan secara kurang baik oleh pemerintah jepang dengan Kumiyai yang
ternyata hanya mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat Indonesia, Koperasi
tetap bertahan hingga kemerdekaan Indonesia bahkan pada 12 Juli 1947 diadakan
kongres perdana tentang koperasi di Tasikmalaya.
Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang
dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang
memudahkan manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. (Mulyadi,
2015 : 3). Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Akuntansi merupakan suatu sistem
pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat dan
metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang
berstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan da informasi
akuntansi manajemen yang baik.
Untuk memenuhi tujuan tersebut maka sistem akuntansi memiliki 3 subsistem,
yaitu:
a. Sistem pemrosesan transaksi yang berguna untuk mendukung proses
operasi bisnis harian.
b. Sistem buku besar atau pelaporan keuangan yang menghasilkan
laporan keuangan didalam perusahaan, seperti laporan laba/rugi,
neraca, arus kas dan laporan pengembalian pajak.
c. Sistem pelaporan manajemen yang berguna untuk menyediakan
berbagai laporan keuangan bagi pihak manajemen internal dengan
tujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan
keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan
pertanggungjawaban.
Melalui berbagai hal tersebut maka dapat diketahui bahwa sistem
akuntansi memiliki fungsi yang sangat penting bagi koperasi. Fungsi-fungsi
tersebut antara lain :
a) Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
b) Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam
proses pengambilan keputusan.
c) Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi
keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung
memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Selain itu sistem informasi akutansi sendiri juga sangat penting dalam
mengumpulkan dan mengolah informasi yang ada di dalam perusahaan guna untuk
mengambil keputusan yang efektif. Tanpa adanya sistem informasi akuntansi di
dalam perusahaan maka perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan baik. hal ini
juga yang menimbulkan adanya karakteristik tentang SIA itu sendiri. Karakter
yang pertama yaitu SIA melaksanakan tugas yang diperlukan, hal ini tentu menjadi
karakter yang sangat mendukung pengoperasian perusahaan. Kedua berpegang
pada prosedur yang relatif standar dan ketiga menangani data secara terperinci. Hal
selanjutnya yang merupakan karakteristik SIA adalah berfokus terhadap historis
dan yang terakhir merupakan sistem yang menyediakan informasi pemecahan
minimal.
B. PENELITIAN SEBELUMNYA
1. Berdasarkan penelitian oleh Hanifa Sazkia Qolba (2016) dengan judul “Evaluasi
Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Koperasi Karyawan PT.
Ecco Indonesia”, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem
akuntansi pembelian barang dagangan pada koperasi karyawan PT" Ecco
Indonesia, serta mengevaluasi apakah sistem akuntansi pembelian tersebut sudah
baik dan memenuhi unsur pengendalian internal" Teknik pengumpulan data
menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi
dan observasi" Metode pemecahan masalah menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif"
2. Penelitian oleh Nindita Niken Palupi (2015) bertujuan untuk mengetahui apakah
sistem akuntansi yang digunakan sudah tepat, dan apakah dalam organisasi
perangkapan tugas baik dilakukan.
3. Penelitian oleh Nurul Windari (2001) bertujuan yang ingin dicapai yaitu untuk
mengetahui sistem akuntansi pembelian pada Koperasi Karyawan Nusa Jaya serta
membandingkan dan memberikan cara pemecahan masalah mengenai sistem
akuntansi pembelian dari konsep teoritis.
4. Penelitian oleh Nadia khanshakhul Ilmi (2016) bertujuan untuk memberikan
rekomendasi rancangan sistem akuntansi pembelian untuk kegiatan operasional di
UD. Agung Mulia Raya.
5. Penelitian selanjutnya oleh Hamidah dan Okkita Rizan dengan tujuan yang ingin
dihasilkan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan kegiatan transaksi
pembelian barang, sehingga adanya suatu sistem pembelian tunai obat yang baik
di Apotek Cipta yang terkomputerisasi dengan benar mudah dalam
implementasinya, sehingga pemilik usaha bisa mengetahui data pembelian
dengan benar dan akurat.
C. KERANGKA PENELITIAN
KOPERASI KARYAWAN
UNIT NIAGA
PEMBELIAN
FUNGSI PEMBELIAN
SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI
SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI PEMBELIAN
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif.
Penelitian ini dilakukan dengan penelitian secara utuh, menyeluruh dan mendalam
terhadap keadaan sebenarnya dari obyek penelitian yaitu Koperasi Karyawan
Sejati.
B. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Ruang lingkup penelitian dibidang Sistem Informasi Akuntansi Khususnya
Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan Pada Koperasi Karyawan Sejati.
C. LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Karyawan Sejati di Jember, Jawa Timur.
D. SUMBER DATA
1. Data Primer
Data diperoleh secara langsung saat melakukan proses wawancara dengan pihak
atau fungsi-fungsi Perusahaan yang bersangkutan.
2. Data Sekunder
Data diperoleh secara tidak langsung atau melalui sumber-sumber lain yang
terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.
E. METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Metode Pengumpulan Data
a. Studi Lapangan
Meneliti atau mengamati secara langsung ke lokasi perusahaan mengenai
aktifitas sistem pembelian barang dagangan di perusahaan.
b. Studi Kepustakaan
Mempelajari literatur diperpustakaan mengenai pembahasan atau materi
yang berkaitan untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah yang terjadi
di perusahaan.
2. Teknik Pengumpulan Data
a. Survei / Wawancara
Pengumpulan data dengan melakukan penelitian berupa data subyek yang
menyatakan opini, sikap, pengalaman atau karakteristik subyek penelitian
kepada pihak yang bersangkutan dalam aktifitas pembelian barang
dagangan perusahaan.
b. Observasi
Pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung pada
aktifitas pembelian barang dagangan perusahaan untuk mendapatkan data-
data penting yang diperlukan.
c. Dokumentasi
Pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan dalam perusahaan
yang berhubungan dengan aktifitas pembelian barang dagangan perusahaan.
F. ANALISIS DATA
Penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif.
Langkah pemecahan masalah yang diperlukan sebagai berikut :
1. Memperbaiki sistem dan prosedur pembelian barang dagangan Koperasi
Karyawan Sejati
2. Memperbaiki fungsi-fungsi yang terkait dalam pembelian barang dagangan
Koperasi Karyawan Sejati