HARGA PRODUK A. MENENTUKAN HARGA JUAL Harga adalah nilai uang yang akan Anda kenakan kepada pelanggan untuk produk Anda. Harga produk dipengaruhi oleh dua hal yaitu: - Subjektif (faktor manusianya) Faktor pertimbangan subyektif adalah factor pertimbangan penetapan harga didasarkan pertimbangan diri penjual dan hanya berlaku untuk produk, waktu, dan kuantitas tertentu. Factor subyektif tidak dapat dijadikan dalam penetapan harga secara umum karena hanya berlaku dalam kondisi tertentu. Factor ini banyak digunakan dalam penetapan harga barang seni dan sejarah. Gitar yang pernah digunakan oleh Elvis Presley pada masa jayanya, dapat berharga puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali dari harga gitar dengan bentuk, merk, dan kualitas sejenis. Terjadinya harga itu dikarenakan pertimbangan subyektif penjual yang menyatakan barang-barang tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. - Objektif (Faktor kondisi barang) Faktor pertimbangan obyektif adalah factor pertimbangan harga yang dilakukan dengan memperhitungkan semua pertimbangkan secara umum dan berlaku untuk segala jenis produk. Secara umum faktor pertimbangan penetapan harga obyektif dibagi dua, yaitu : ▪ Faktor dari dalam kegiatan bisnis (intern) o Harga pokok produk, yang merupakan akumulasi dari ~ harga bahan mentah (bahan baku), ~ biaya upah tenaga kerja langsung, ~ biaya penyusutan, dan lain-lain. o keuntungan yang diinginkan, dan o jangka waktu perputaran modal yang diinginkan ▪ Faktor dari luar kegiatan bisnis (ekstern). o faktor ekstern yang bersifat umum, meliputi : - harga produk sejenis, - harga produk substitusi, - daya beli masyarakat, - letak geografis konsumen, - peraturan pemerintah dalam bidang harga, seperti: penetapan harga minimum pada produk gabah, dan penetapan harga maksimum produk obat.
o faktor ekstern yang bersifat khusus, yaitu faktor ekstern yang mempengaruhi harga jual produk pada kondisi pembelian khusus saja. Faktor ini meliputi : - syarat pengiriman, - cara pembayaran - kondisi penyerahan produk - kualitas produk khusus, dan lain-lain. Harga jual produk juga menjadi suatu hal yang sangat sensitif untuk keberlanjutan usaha dan bisnis anda, ada banyak hal yang akan terpengaruh dengan harga jual produk yang anda tentukan. Jadi jika anda asal dalam menentukan harga, maka akan meningkatkan resiko kerugian yang dapat anda alami. Setidaknya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum menentukan harga jual suatu produk, baik produk barang maupun jasa. Hal-hal yang harus anda perhatikan di antaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya, dan juga kemanfaatan untuk usaha anda sendiri. Tujuan Penetapan Harga Produk: ▪ untuk mencapai rate of return (Pengembalian Modal) ▪ untuk meningkatkan volume penjualan (omzet) ▪ untuk mendapatkan laba maksimum(Max Bonefit) ▪ untuk mendapatkan posisi pasar (market Share) ▪ untuk memaksimalkan laba saham pasaran ▪ untuk mempromosikan penjualan produk ▪ untuk menstabilkan harga, permintaan dan penawaran Faktor Penting Dalam Menentukan Harga Jual: ● Pelanggan, tidak bisa di pungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas anda, jadi pastikan bahwa harga jual yang anda tetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan. Artinya harga menentukan kualitas, yang berarti bahwa harga menentukan kualitas yang anda tawarkan kepada target pelanggan anda. Jika anda tidak mempertimbangkan faktor ini, bisa jadi produk yang di tawarkan tidak akan laku. ● Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang di tawarkan oleh pesaing yang memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk anda dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Artinya anda harus memperhatikan tingkat keuntungan, jika tingkat keuntungan yang telah di tetapkan menyebabkan harga terlalu mahal, ada baiknya anda menurunkan tingkat keuntungan.
● Biaya, faktor ini merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang di tetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Ini artinya anda harus benar-benar jeli dan teliti dalam menghitung biaya yang terjadi, pastikan bahwa tidak ada biaya yang tidak anda masukkan dalam perhitungan. Jika saja ada biaya yang tidak anda hitung, akan menyebabkan harga yang tidak tepat, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan, atau lebih parahnya akan menyebabkan kerugian. ● Kemanfaatan untuk usaha, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan. Seandainya saja keuntungan yang anda harapkan dapat tercapai, tentu saja hal ini akan mempermudah dalam ekspansi perkembangan usaha dan bisnis yang anda miliki. 1) MACAM – MACAM KEBIJAKAN HARGA Harga produk yang ditetapkan bervariasi , sesuai dengan tujuan dan strategi pemasaran serta target pasar yang dituju. Seorang wirausahawan harus memahami berbagai macam kebijakan harga dan mampu menentukan harga jual produk secara rasional, agar tidak kalah bersaing. Berikut ini penjelasan dari berbagai kebijakan harga di atas: a) Kebijakan harga produsen ▪ Shining price/harga setinggi mungkin: dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan belum memiliki saingan dan produk dipasarkan untuk orang kaya.
▪ Penetration price/harga serendah mungkin: kebijakan yang bertujuan untuk menerobos produk perusahaan lain masuk ke pasar. b) Kebijakan harga grosir Yaitu dengan memberikan potongan harga karena pembayaran tunai atau pengembalian produk dalam jumlah besar. c) Kebijakan pengecer/retailer ▪ Margin price: kebijakan penetapan harga berdasar perkiraan saja. Bila produk tersebut sudah mendapatkan keuntungan, maka langsung dijual dan sering dilakukan oleh pedagang kaki lima ▪ Lining price: penetapan harga yang diterapkan oleh toko kaos, sepatu dan sandal. Contohnya: kaos dari berbagai merek dan ukuran ditumpuk dalam satu kotak dan diberi daftar harga yang sama. ▪ Competitor price: penetapan harga produk yang murah dengan tujuan agar memperoleh reputasi sebagai toko murah ▪ Judgement price: penetapan harga berdasar perkiraan, biasanya dalam satu lusin produk di dalamnya ada satu atau dua potong produk yang bagus ▪ Customary price: dalam jangka panjang, harga produk stabil dan tak ada perubahan. Jika harga bahan baku meningkat, maka harga pokok produk juga meningkat ▪ Psycology Price/Ood price: penetapan harga ganjil untuk menarik pembeli. Dan biasanya dilakukan oleh supermarket. Contoh: Rp 19.775,00; Rp 14.335,00 ▪ Combination price: penetapan harga dengan cara penawaran berkombinasi antara 2 jenis barang. Misalnya: sampo dengan sisir, sepatu dengan kaos kaki, dan sebagainya. 2) METODE PENETAPAN HARGA JUAL Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penetapan harga, sebagai berikut: ⮚ Masalah biaya Berdasarkan pendekatan biaya, maka metode yang digunakan adalah metode penambahan. Menurut metode ini harga jual ditentukan sama dengan jumlah biaya per unit barang ditambah sejumlah laba tertentu yang diinginkan. Harga Jual = Biaya Produksi + Laba 1. Mark up pricing method/penetapan harga mark-up Metode ini biasanya digunakan oleh para pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah mark-up tertentu terhadap harga beli. Lihat rumus di bawah ini:
Mark up disini merupakan kelebihan harga jual barang atas harga beli barang ditambah keuntungan yang diinginkan. Atau dengan kata lain kelebihan harga jual di atas harga belinya. Pembelian barang dagangan dilakukan dari grosir atau agen. Contoh : Harga beli barang dagangan Rp 1.000.000,00 sedangkan biaya pengelolaan dan penjualan Rp 120.000,00. Keuntungan yang diinginkan Rp 200.000,00. Maka tentukan harga jualnya! Jawab: Harga jual = Rp 1.000.000,00 + (Rp 120.000,00 + Rp 200.000,00) = Rp 1.320.000,00 2. Cost plus pricing method/metode penetapan harga biaya plus Dalam metode ini harga jual produk dihitung dengan cara memjumlahkan seluruh biaya produksi barang atau jasa, kemudian tambahkan dengan persentase keuntungan yang diinginkan. Rumus: HARGA JUAL = HARGA POKOK PRODUKSI + (PERSENTASE LABA X HARGA POKOK PRODUKSI) Jika persentase laba tidak diketahui, sedangkan harga jual ditetapkan berdasarkan perkiraan atau keinginan penjual, persentase laba dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : Persentase Laba = Harga Jual – Harga Pokok x 100% Harga Pokok Contoh : Diketahui biaya produksi 10 porsi besar makanan adalah: ▪ Biaya bahan baku Rp 1.000.000,00 ▪ Biaya tenaga kerja Rp 500.000,00 ▪ Biaya sewa Rp 400.000,00 Keuntungan yang diinginkan 20% dari total biaya sehingga berapa harga totalnya? HARGA BELI BARANG + MARK UP = HARGA JUAL
Jawab: Total biaya produksi 10 porsi besar makanan adalah ▪ Biaya bahan baku Rp 1.000.000,00 ▪ Biaya tenaga kerja Rp 500.000,00 ▪ Biaya sewa Rp 400.000,00 Rp 1.900.000,00 Harga jual total =Rp 1.900.000,00 + (20% x Rp 1.900.000,00) = Rp 2.280.000,00 Harga jual per porsi makanan untuk porsi besar = Rp 2.280.000,00 : 10 = Rp 228.000,00 3. Metode Titik Impas/Break Event Point (BEP) ▪ Menetapkan harga berdasar permintaan pasar dan pertimbangan biaya. ▪ Titik keseimbangan antara jumlah penjualan dengan jumlah biaya ▪ Teknik analisis untuk menentukan berapa unit/jumlah yang harus terjual agar tidak rugi dan tidak untung. Gambar . Grafik BEP BEP tercapai saat jumlah pendapatan (total revenue/TR) = jumlah biaya (Total Cost/TC) Adapun penetapannya sebagai berikut: TR = TC Q x P = FC + (Q x VC) QP – (Q x VC) = FC Q (P – VC) = FC Q = FC x 1 unit
P – VC Sehingga, rumus: ● BEP dalam satuan unit = FC P-VC ● BEP dalam Rupiah = FC x 1 - VC/s ⮚ Masalah persaingan Cara kedua dalam menentukan harga jual produk adalah melakukan survei harga jual yang ditetapkan oleh pesaing produk sejenis dengan yang Anda produksi. Harga ditetapkan harus memperhatikan harga pesaing kita sehingga penetapan harga akan sangat erat dan memerlukan efisiensi tinggi agar harga mendapat pertimbangan konsumen. Contoh: Produk A di Surabaya : Rp 10.000 Produk A di Malang : Rp 11.000 Harga jual yang kita terapkan mungkin Rp 10.500 atau dimaksimal lebih rendah dari Rp 10.000 ⮚ Masalah permintaan Penetapan harga melalui keseimbangan antara biaya dengan permintaan pasar. ⮚ Masalah pasar Penetapan harga ditentukan dengan melihat siapa pesaing yang paling dekat dan potensial dari produk yang diluncurkan. La TUGAS MANDIRI 3.1 MENENTUKAN HARGA JUAL a. Berikut ini disajikan contoh soal mengenai penghitungan harga jual b. Kerjakan dengan teliti dan penuh tanggung jawab SOAL: KERJAKAN SOAL DI BAWAH INI! 1. Amalia membeli 100 pack bakpia dari grosir senilai Rp 300.000,00 untuk mengisi persediaan di tokonya, dengan mengeluarkan ongkos Rp 20.000,00. Barang dijual kembali dengan keuntungan yang diharapkan 20%. Hitunglah harga jual bakpia per packnya!
2. Anda memiliki usaha jus buah dan mendapatkan order 100 gelas untuk pesta pernikahan. Biaya yang anda keluarkan untuk memproduksi jus buah tersebut diperkirakan sebesar Rp 400.000 dengan rincian: - Biaya bahan baku : Rp 250.000 - Biaya tenaga kerja : Rp 100.000 - Biaya lain-lain : Rp 50.000 Jika Anda menginginkan laba sebesar 15% dari biaya total maka tentukan: a) harga jual per 1 gelasnya b) total harga jual untuk 100 gelas 3. PT JAYA memproduksi cemilan khas Probolinggo dengan biaya tetapnya Rp 12.000.000,00 sedangkan biaya variabelnya Rp 4000,00/unit. Harga jualnya Rp 5000,00/unit dan kapasitas produksinya maksimal 5000 unit. Hitunglah BEP dalam rupiah!