KOMPETENSI DASAR 3.9-4.19 PENGUJIAN KESESUAIAN FUNGSI PROTOTYPE PRODUK BARANG/JASA KOMPETENSI DASAR 3.9 Menentukan pengujian kesesuaian fungsi prototype produk barang/jasa INDIKATOR MATERI POKOK Prototype bisa dibilang sebagai purwarupa ataupun pemodelan produk yang dibuat untuk keperluan awal pengembangan, baik itu produk fisik ataupun digital. Selain itu, prototype dapat membantu para pengembang untuk mengetahui lebih awal kesalahan dan kekurangan fitur produk sebelum resmi dirilis dan juga disebarluaskan. Proses pengujian fungsi prototipe produk mempunyai manfaat untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, peningkatan kualitas produk, kepuasan konsumen, pengurangan biaya, produk akan lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing, dapat mengukur kadaluarsa pada kualitas produk dalam penyimpanan, memberikan pedoman yang tepat terkait masalah harga, nama merek, kualitas kemasan produk. Proses pengujian kesesuaian fungsi prototipe produk memiliki di antaranya adalah: untuk mendapatkan hak paten atas produk yang dibuat. Selain itu pengarsipan data hasil pengujian produk dapat digunakan untuk melakukan pengembangan produk baru. Sehingga siklus hidup produk dapat lebih lama, memastikan produk tersebut telah memenuhi persyaratan standar tertentu, misalnya sesuai dengan SNI, memastikan produk berfungsi sesuai dengan standar yang telah ditentukan melalui kegiatan demonstrasi produk, menjadi data standar, komunikasi teknis bagi kepentingan ilmiah, kegiatan penjaminan mutu produk, sebagai sarana perbandingan dengan produk lain, memecahkan masalah yang terkait dengan kendala produk, mengidentifikasi efesiensi biaya dalam proses produksi, dan memastikan keamanan. A. PIHAK DALAM PENGUJIAN PROTOTIPE Proses pengujian prototipe produk dapat melibatkan beberapa pihak. Pihak-pihak tersebut dapat berkaitan dengan aspek keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan produk oleh konsumen. Pada aspek keamanan produk, pihak yang berperan salah satunya adalah pemerintah. Adapun beberapa pihak yang berperan dalam pengujian produk adalah sebagai berikut. 1.Pengujian Prototipe Produk oleh Pemerintah Peran pemerintah di sini adalah mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan seorang wirausaha menjelaskan kegunaan produk dan menjamin keamanan produk untuk konsumen. Pemerintah dapat membantu wirausaha dalam meningkatkan mutu produknya dengan menerbitkan rangkaian standar secara nasional, yaitu SNI (Standar Nasional Indonesia). Kesimpulannya adalah bahwa peran pemerintah pada pengujian produk adalah: 2.Pengujian Prototipe Produk oleh Organisasi Konsumen Organisasi konsumen sebagai perwakilan konsumen agar pembeli mendapatkan produk sesuai standar dan berkualitas. Ketika pemerintah dan pengusaha atau wirausahawan tidak menetapkan standar kualitas suatu produk, maka organisasi konsumen tersebut dapat menuntutnya karena beranggapan bahwa kualitas merupakan hal terpenting bagi konsumen. Mengidentifikasi kesesuaian fungsi prototype produk barang/jasa Menganalisis pengujian kesesuaian fungsi prototype produk barang/jasa Menguji prototype produk barang/ jasa 1. Menetapkan peraturan perundang-undangan untuk sebuah produk. 2. Menetapkan standar produk sebelum proses produksi massal. 3. Ikut mengevaluasi perencanaan produksi sehingga sesuai standar nasional Indonesia (SNI). 4. Melibatkan penguji luar negeri dalam meningkatkan mutu produk dalam negeri. 5. Menerapkan standarisasi yang bersifat fakultatif.
B. Persyaratan Pengujian Prototipe Produk Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk benar-benar akurat dan dapat diterapkan adalah sebagai berikut Metode dan prosedur pengujian produk ini mengharuskan wirausahawan untuk memiliki sistem yang standar, sehingga setiap produk yang sejenis dapat diuji dengan cara yang sama. Termasuk dalam hal-hal sebagai berikut. b. Data Normatif Pengujian Produk Data dari hasil dari pengujian produk diarsipkan dan dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk membangun database normatif sehingga hasil uji produk lebih memiliki nilai dan memudahkan dalam pengembangan produk ke depannya. c. Perusahaan Penelitian yang Sama Ada baiknya pengusaha atau wirausahawan menggunakan satu perusahaan riset untuk melakukan semua pengujian produknya. Hal ini dilakukan agar memastikan semua uji produk dilakukan dengan cara yang sama persis. d. Uji Produk di Lingkungan Nyata a. Pendekatan Sistem Pengujian Produk Produk yang disiapkan harus sama, baik kemasan dan kodenya. Kuesioner yang diajukan harus sama Rencana sampling yang sama. Metode preparasi dan tabulasi data dilakukan secara sama.
Proses ini adalah proses pengujian produk yang dilakukan oleh orang-orang atau pihak-pihak yang berada di lingkungan tempat di mana produk tersebut akan digunakan. Misalnya, jika produk tersebut digunakan di pasar maka produk tersebut harus diuji oleh orang-orang yang berada di pasar. e. Populasi Sampel yang Relevan Sampel merupakan variable penting dalam pengujian produk. Apabila sebuah produk memiliki segmen pasar rendah maka sampel harus mencerminkan susunan merek dari pasar tersebut. f. Variabel Kritis Kegunaan dan Kualitas Produk Aspek ini harus dipahami dari sudut pandang konsumen dan bukan dari pengusaha itu sendiri. Misalkan aspek produk apa yang benar-benar penting bagi konsumen dan apa variable kritis yang menentukan kepuasan konsumen terhadap produk. Variabel kritis ini harus diidentifikasi untuk setiap kategori produk agar dapat merancang sistem pengujian produk yang akurat. g. Tindakan Konservatif Rumusan Produk Produk sebaiknya tidak diubah tanpa melakukan pengujian dan evaluasi terhadap formulasi baru. Bila pengusaha telah yakin memiliki produk yang lebih baik, diusahakan untuk memasarkan ke wilayah pemasaran yang terbatas selama periode tertentu. Hal tersebut bertujuan untuk melihat siklus pembelian produk berulang. Selanjutnya, produk dapat distribusikan ke semua pangsa pasar. Semakin kecil pangsa pasar, akan semakin besar pula resiko yang bisa diambil dengan formulasi baru tersebut. Semakin besar pangsa pasar semakin bisa mempertahankan keadaan dalam memperkenalkan formulasi baru. C. Tahapan Proses Pengujian Prototipe Produk Bagaimana cara kerja pengujian, dan seperti apa prosesnya, bervariasi sesuai dengan produk mana, dan aspek kinerja yang akan diuji, tetapi sebagian besar proses berlangsung melalui fase pengujian produk dengan cara yang sama. Pengujian produk bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang keberhasilan sebuah produk, mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan produk, dan untuk menetapkan strategi pemasaran yang akan digunakan dalam rangka memperkenalkan produk kepada konsumen. Secara umum, ada 4 (empat) kegiatan dalam pengujian produk, yaitu sebagai berikut. Pengujian Teknik (Technical Testing)
Prototipe merupakan gambaran akhir dari sebuah produk. Pengujian yang dilakukan atas kinerja prototipe produk dapat memberikan informasi mengenai siklus hidup produk dan permasalahanpermasalahan yang berhubungan dengan tingkat kerusakan produk, baik pada saat pemakaian oleh konsumen maupun pada saat pengiriman barang dari produsen ke konsumen, yang berdampak pada biaya pemasaran produk. Pada tipe pengujian ini, terdapat komponen yang harus diperhatikan, yaitu penggunaan produk oleh pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu, konsumen diberikan pertanyaan mengenai kepuasan mereka terhadap produk yang ditawarkan. Untuk membandingkan kualitas produk kita dengan produk pesaing adalah dengan melakukan “blind test”. Beberapa manfaat dari pengujian preferensi dan kepuasan konsumen adalah sebagai berikut. Pengujian Preferensi dan Kepuasan Konsumen (Preference and Satisfaction Testing) Untuk memahami komponen-komponen yang dibutuhkan pada proses pemasaran membuat gambaran mengenai hasil awal dari penjualan produk Preferensi konsumen dapat dimaknai sebagai selera subjektif konsumen yang diukur dari kepuasan pembeli terhadap produk Faedah atau manfaat produk terkait dalam hal nilai konsumen Untuk mengetahui kelebihan atau keunggulan dari produk yang ditawarkan, terlebih apabila usaha atau bisnis yang dijalankan ingin menonjolkan keunggulan produk yang ditawarkan. a. Perkiraan tingkat pembelian ulang (repeat order) sangatlah penting untuk memperkirakan pangsa pasar dalam jangka panjang. Apabila hasilnya kurang bagus, maka yang dapat dilakukan adalah membatalkan peluncuran produk atau perancangan ulang prototipe produk. b. c. Dapat memperkirakan kapan dilakukan pengembangan produk.
Pengujian dilakukan pada secara langsung ke segementasi pasar yang dituju. Pengujian ini bertujuan mengetahui gambaran mengenai segmentasi pasar yang sesuai dengan produk yang akan ditawarkan. Pengujian ini juga disebut prosedur riset pemasaran. Beberapa model yang dapat dipakai, yaitu, bases, designor, assessor, dan litmus. Pengujian pasar ini dilakukan dengan menawarkan sebuah produk untuk dijual disuatu wilayah terbatas yang merupakan sampel yang menggambarakan semua wilayah yang dapat mewakili keseluruhan wilayah produk akan dipasarkan. Metode dalam pengujian test markets dapat dijelaskan melalui empat cara yaitu sebagai berikut. Awalnya konsumen ditawarkan untuk mencoba produk secara percuma, kemudian konsumen ditawarkan produk pesaing yang memiliki harga lebih murah. Pada metode ini, konsumen yang terdapat pada tempat- tempat belanja seperti mal, supermarket, atau tempat lainnya diberi pertanyaan mengenai alasan memilih produk dengan merek tertentu. Selain itu, konsumen juga biasa diajak untuk melihat beberapa iklan singkat beberapa produk pesaing dan produk yang kita tawarkan. Selanjutnya, mereka diminta untuk membeli beberapa produk sesuai dengan yang ada di iklan di toko yang telah ditentukan dengan uang yang kita berikan. dari metode itu, kita bisa melihat posisi kita di mata konsumen dibandingkan dengan produk pesaing. Pengujian Pasar Simulasi (Simulated Test Markets) Test Markets ( Pengujian Pasar ) Sales Wave Research Simulated Test Marketing Controlled Test Marketing
Metode digunakan untuk menguji faktor-faktor yang terdapat dalam toko dan iklan terbatas yang ditampilkan tanpa melibatkan konsumen secara langsung. Pengujian ini biasanya dilakukan untuk menguji produk baru, di mana keadaan pengujian ini buat sesuai dengan keadaan pada saat produk akan diluncurkan. Pada umumnya pengusaha akan bekerja sama dengan perusahaan riset untuk mendapatkan informasi kota mana yang cocok untuk menawarkan produk agar distributor tertarik untuk memasarkan produknya. Biaya yang dikeluarkan tergantung pada jumlah kota, lama pengujian, serta jumlah data yang diinginkan oleh perusaahaan. D. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sebagai Penguji Prototipe Produk Perubahan dari berbagai bidang terutama teknologi produksi, semakin meningkatkan resiko yang mungkin muncul dari produk yang digunakan konsumen terhadap kesehatan mereka. Kerusakan yang terjadi pada produk, misalnya terkontaminasinya produk oleh zat berbahaya dapat membahayakan konsumen dengan jumlah besar dan luas yang berlangsung dengan sangat cepat. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut di Indonesia maka dibentuklah suatu instansi yang bertujuan untuk melindungi keamanan, keselamatan, dan kesehatan konsumen dari produk yang ditawarkan dipasaran. Instansi tersebut adalah BPOM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi. Kebanyakan pelaku usaha makanan kebingungan jika diberi pertanyaan apakah produknya sudah memiliki izin BPOM atau belum. Oleh karena itu, BPOM membagi izin atau sertifikasi menjadi 4 bagian, yaitu, PIRT, MD, ML, dan SP. Setiap perizinan memiliki biaya yang berbeda-beda. Perbedaan biaya tersebut didasarkan kepada jenis peralatan yang digunakan, jumlah produk yang diproduksi dan jumlah tenaga kerja. Jadi biaya pengurusan izin ini bervariasi dan mengikuti kemampuan dari usaha itu sendiri. Empat Sertifikat yang dikeluarkan oleh BPOM Banyak home industri atau industri rumahan yang bisnisnya tumbuh sehingga kapasitas produksi meningkat, kemasan, dan produknya pun semakin variatif dan kreatif. Sehingga aspek legalitasnya harus diperhatikan. Perizinan ini diberikan kepada olahan hasil industri rumah tangga yang dijual secara eceran dan memiliki label. Dengan memiliki perizinan ini industri rumahan tersebut mendapatkan jaminan tertulis yang ditandatangani oleh Bupati atau Walikota sesuai dengan wilayah kerjanya. Namun, produk tersebut harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Merupakan perizinan yang diberikan oleh industri dalam negeri yang berskala besar. Kode MD yang diberikan BPOM berbeda-beda sesuai dengan lokasi diproduksinya produk tersebut. Merupakan perizinan yang diberikn BPOM terhadap industri berskala besar yang berasal dari luar negeri. Kode ML digunakan pada produk impor yang masuk ke Indonesia baik berupa produk utuh maupun harus dikemas ulang di Indonesia. Sertifikat ini merupakan sertifikat untuk pengusaha-pengusaha kecil di bawah pengawasan Dinas Kesehatan. Penyuluhan akan diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten pada pelaku usaha kecil b P j dil k k l l i k j l d d k k Test Market Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) Makanan Dalam (MD) Makanan Luar (ML) Sertifikat Penyuluhan (SP)
tersebut. Pengawasan juga dilakukan melalui kunjungan langsung secara mendadak untuk memastikan proses produksi sesuai standar atau tidak. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK/LKPD PENGUJIAN KESESUAIAN FUNGSI PROTOTYPE PRODUK Nama Produk: ………………………………………….. SOAL LATIHAN a. Pengujian teknis b. Pengujian preferensi dan kepuasan c. Pengujian pasar simulasi d.Pengujian pasar e. Pengujian produk 2. Pengujian teknis yaitu dengan cara membuat prototipe yang merupakan approximation (perkiraan) produk... Lakukan kajian literasi dari berbagai sumber mengenai materi pengujian kesesuaian fungsi protoype produk Carilah contoh produk dan proses pengujian kesesuaian fungsi protoype produk dari beragam narasumber/literatur Tuliskan hasilnya dengan menggunakan format berikut! No. Tahap Pengujian Aspek yang Diuji Hasil yang Diharapkan Ket. Prosedur riset pemasaran yang dibuat untuk memberikan gambaran yang murah dan cepat tentang pangsa pasar yang bisa diharapkan dari produk baru adalah pengertian... 1.
a. Baru b. Lama c. Bagus d. Jelek e. Mahal 3.Untuk memberikan penilaian yang lebih rinci tentang peluang sukses produk baru adalah tujuan... a. Pengujian produk baru b. Pengujian produk lama c. Penjualan produk d. Penilaian produk e. Pemasaran produk 4.Secara umum terdapat berapa kegiatan dalam pengujian produk baru... a. 4 b. 5 c. 3 d. 2 e. 1 5.Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam rencana pemasaran serta untuk membuat tafsiran penjualan awal produk baru merupakan pengertian... a. Pengujian teknis b. Pengujian preferensi dan kepuasan c. Pengujian pasar simulasi d. Pengujian pasar e. Pengujian produk 6.Pengujian produk dengan tujuan mengukur serta meningkatkan kinerja, rancangan, keandalan, dan biaya operasi produk yaitu pengujian... a. Pengujian teknis b. Pengujian preferensi dan kepuasan c. Pengujian pasar simulasi d. Pengujian beta e. Pengujian alpha 7.Cara utama dalam menguji sebuah produk baru dalam situasi yang sama dengan yang nantinya akan dihadapi dalam peluncuran produk yang bersangkutan adalah pengertian... a. Pengujian teknis b. Pengujian preferensi dan kepuasan c. Pengujian pasar simulasi d. Pengujian produk e. Pengujian pasar 8.Dibawah ini adalah model yang dapat dipakai di pengujian pasar simulasi, kecuali... a. Bases b. Designor c. Market d. Assessor e. Litmus 9.Perusahaan akan menawarkan sebuah produk untuk dijual diwilayah pasar terbatas yang sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana produk itu nantinya akan dijual adalah pengertian...
a. Pengujian teknis b. Pengujian preferensi dan kepuasan c. Pengujian pasar simulasi d. Pengujian pasar e. Pengujian produk 10. Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen adalah sebagai berikut, kecuali... a. Sales Wafe Research b. Simulated Test Marketing c. Controlled Test Marketing d. Technical test e. Test Markets DAFTAR PUSTAKA https://rositadewi1906.blogspot.com/2019/07/39-menentukan-pengujian-kesesuaian.html https://mas-alahrom.my.id/pkwu/proses-pada-pengujian-kesesuaian-fungsi-prototipe-produk/ https://sariteknologi.com/langkah-langkah-pengujian-prototipe-barang/