The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eko Soema, 2024-06-21 00:29:40

MODUL_BUSANA_RUMAH_-_DASTER

MODUL_BUSANA_RUMAH_-_DASTER

Keywords: modul

ii KATA PENGANTAR Pendidikan menengah kejuruan sebagai penyedia tenaga kerja terampil tingkat menengah dituntut harus mampu membekali tamatan dengan kualifikasi keahlian terstandar serta memiliki sikap dan perilaku yang sesuai tuntutan dunia kerja. Sejalan dengan hal itu, dilakukan berbagai perubahan mendasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Salah satu diantaranya adalah penerapan kebijakan tentang penerapan sistem. Pendidikan dan pelatihan kejuruan berbasis kompetensi (Competency Based Vocational Education and Training). Buku ini disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional tersebut serta Kurikulum SMK Edisi 2013 khususnya bidang keahlian Kepariwisataan. Dengan demikian modul ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam proses pembelajaran dalam upaya mencapai ketuntasan penugasan siswa atas kompetensi-kompetensi sebagaimana dituntut oleh dunia kerja. Buku ini dapat tersusun berkat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu Direktorat Pendidikan Menengah Bidang Keahlian Tata Busana, program keahlian tata busana iii, kejuruan menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan modul ini dapat memberikan konstribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya pendidikan menengah kejuruan, dan kepada mereka yang telah bekerja semoga memperoleh imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin. Surabaya, 19 Juni 2024


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR------------------------------------------------------------------------------------------- ii DAFTAR ISI------------------------------------------------------------------------------------------------------iii BAB I----------------------------------------------------------------------------------------------------------------1 PENDAHULUAN ------------------------------------------------------------------------------------------------1 A. DESKRIPSI -----------------------------------------------------------------------------------------------1 B. PRASYARAT ---------------------------------------------------------------------------------------------1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL -------------------------------------------------------------1 D. TUJUAN AKHIR-----------------------------------------------------------------------------------------1 E. CEK KEMAMPUAN------------------------------------------------------------------------------------1 BAB II --------------------------------------------------------------------------------------------------------------2 PEMBELAJARAN ----------------------------------------------------------------------------------------------2 A. KEGIATAN PEMBELAJARAN I : MENDESAIN BUSANA RUMAH (DASTER) --------2 B. KEGIATAN PEMBELAJARAN II : PEMBUATAN POLA BUSANA RUMAH (DASTER) 10 C. KEGIATAN PEMBELAJARAN III : RANCAGAN BAHAN DAN PELETAKAN POLA PADA BAHAN ----------------------------------------------------------------------------------------------- 15 D. KEGIATAN PEMBELAJARAN IV : MENJAHIT BUSANA RUMAH (DASTER) ------- 18 DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------------------------------ 19


1 BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Modul ini berisikan prosedur pembuatan busana rumah. Ruang lingkup isi modul ini atas mendesain busana rumah, pembuatan pola busana rumah, rancangan bahan dan peletakan pola busana rumah, prosedur dan teknk menjahit yang teknik menjahit tersebut terdiri dari memasang resleting, menjahit saku tempel, menjahit kerut, dan penyelesaian busana rumah. B. PRASYARAT Modul ini dapat anda pelajari setelah anda memiliki kemampuan mendeskripsikan tentang busana rumah, mengambil ukuran, membuat pola dasar busana wanita, serta mengetahui teknik dasar menjahit busana wanita. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Bacalah dengan seksama tujuan akhir antara untuk mengetahui apa yang akan diperoleh secara mempelajari modul ini 2. Modul ini memuat informasi tentang apa yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran 3. Pelajari dengan seksama materi tiap kegiatan belajar, jika informasi yang kurang jelas, atau mengalami kesulitan dalam mempelajari 4. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan modul ini adalah 21 jam D. TUJUAN AKHIR Dalam pembelajaran dengan menggunakan modul ini mempunyai tujuan : 1. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat membuat desain busana rumah 2. Setelah mendengar penjelasan guru, diharapkan anda dapat menguraikan tahapan membuat pola busana rumah sesuai desain 3. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat merancang bahan busana rumah dengan tepat 4. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat menguraikan tahapan menjahit busana rumah dengan tepat 5. Setelah membaca modul ini, diharpkan anda dapat menjahit busana rumah sesuai dengan teknik jahit yang tepat E. CEK KEMAMPUAN No Pertanyaan Ya Tidak 1 Sudahkah kalian mengetahui alat dan bahan dalam pembuatan pola busana rumah? 2 Sudahkah kalian mengenal tanda-tanda pola yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pola? 3 Sudahkah kalian mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan busana rumah? 4 Apakah kalian sudah melakukan pengambilan ukuran tubuh untuk membuat busana rumah? 5 Apakah kalian sudah praktik membuat pola busana rumah?


2 BAB II PEMBELAJARAN A. KEGIATAN PEMBELAJARAN I : MENDESAIN BUSANA RUMAH (DASTER) 1. TUJUAN KEGIATAN : 2. URAIAN MATERI : Busana Rumah a. Definisi Busana Rumah Busana rumah merupakan pakaian sederhana yang bisa digunakan sebagai pakaian sehari-hari di rumah (Sumaryati, 2019). Bahan yang digunakan untuk busana rumah merupakan bahan yang nyaman dan menyrap keringat seperti katun atau rayon viscose. Desain busana rumah sangat sederhana dan longgar karena mengutamakan kenymanan saat digunakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pecah pola model busana rumah/one piece, yaitu: panjang gaun, bentuk garis leher/ kerah dan ukuranya, bentuk lengan pendek atau panjang dan ukuranya, garis hias yang ada princes-line, empire-line, kerutan lipitlipit dan lainya, belahan penutup pada tengah muka single breasted atau doble breasted, hiasan yang ada: saku, bisban/serip, rumah kancing dan sebagainya. Adapun macam-macam busana rumah, sebagi berikut : 1) Daster/Dress Setiap wanita pasti ingin selalu tampil cantik dimanapun berada baik diluar maupun didalam rumah. Untuk busana yang paling tepat digunakan saat santai adalah daster mungkin bentuk dan jenisnya terlihat sederhana, namun model busana daster Wanita masa kini telah mengalami perkembangan yang pesat, sehingga mampu membuat pemakaiannya tetap trendy dan anggun walau dalam keadaan santai. Banyak sekali model yang bisa kita buat dalam pembuatan daster antara lain model daster Kimono daster shantung, daster model baby doll, daster steeveless. 2) Baby Doll Model busana santai wanita yang sering dipilih oleh remaja putrid adalah baby doll jenis baju tidur ini cenderung lebih siple dan terbuat dari bahan yang dingin seperti kapas atau katun. Bentuknya juga sederhana karena hanya terdiri dari atasan daN bawahan yang berupa celana kain yang pendek.


3 3) Kaos Kaos sangat cocok dipakai saat udara panas kita tahu bahwa desain kaos sebagai bahan dasarnya. Pada kaos untuk harganya adalah kualitas, merk dagang dan kain sebagai bahan dasarnya. Pada kaos untuk wanita memiliki desain yang lebih banyak ada yang di desain lebih ketat dan menonjolkan lekuk tubuh, ada juga yang dibuat seperti model tank top. 4) Celana Pendek Celana pendek yang ditujukan pada wanita desainya lebih beragam dari pada untuk pria, mulai dari panjangnya dibawah lutut, sebatas lutut, dan diatas lutut. Celana ini dibuat dari bergagai kain yang nyaman untuk dipakai seperti rayon, viscone, cashmere dll. b. Karakteristik Busana Rumah Manusia membutuhkan kenyamanan dalam melakukan suatu aktifitas, terutama yang berkaitan dengan pakaian yang dikenakan untuk melakukan suatu kegiatan dirumah dan lingkungan sekitar rumah. Busana rumah merupakan busana


4 yang dikenakan sehari-hari dirumah. Menggunakan pakaian yang nyaman pada saat melakukan pekerjaan itu sangat penting, demi menunjang kelancaran dalam beraktifitas dirumah. Hal yang berkaitan dengan busana rumah memiliki beberapa krieria yang baik dalam penggunaanya diantaranya adalah: 1) Bahan yang nyaman : Pemilihan bahan pada busana rumah seharusnya memberikan rasa nyaman dibadan apabila dikenakan untuk melakukan aktifitas. Selain itu juga dapat menyerap keringat secara maksimal. 2) Model simple dan sederhana : Pilihan untuk busana rumah yang sederhana memungkinkan dapat menunjang aktifitas maupun kegiatan dirumah. Selain itu juga harus disesuaikan dengan model busan rumah dengan tidak banyak cutting yang membuat busana tersebut menjadi semakin tidak leluasa bergerak dalam melakukan aktifitas. 3) Kualitas jahitan : Kualitas jahitan yang terdapat pada busana rumah harus yang berkualitas dan memiliki jahitan yang teratur, rapi dengan tingkat rentangan yang rapat supaya lebih kuat pada jahitanya. 4) Warna dan tekstur. Warna pada busana rumah hendaknya dipilih sesuai dengan warna kulit si pemakai busana rumah tersebut. Selain itu pilih warna yang dapat memberikan semangat dalam menunjang kegiatan dan aktifitas dirumah. Pemilihan tekstur warna dapat dipilih yang Nampak cerah dan tidak mudah pudar. c. Jenis Bahan Busana Rumah Menurut Noor Fitrihana (2011:8) tekstil berasal dari bahasa latin, yaitu textiles yang berarti menenun atau tenunan. Secara umum, tekstil dapat diartikan sebagai barang atau benda yang bahan bakunya berasal dari serat, misalnya kapas, poliester, dan rayon yang dipintal (spinning) menjadi benang kemudian dianyam, ditenun (weaving), atau dirajut (knitting) menjadi kain yang setelah dilakukan penyempurnaan (finishing) digunakan untuk bahan utama busana rumah. Bahan yang digunakan untuk busana rumah dapat menggunakan dua jenis serat alam maupun buatan. Serat yang umum dan sering digunakan untuk busana rumah yaitu menggunakan serat alam berupa kapas. Berikut ini jenis-jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat busana rumah, antara lain : 1) Kain Katun (cotton) Bahan dasar kain katun adalah serat kapas. Jenis kain katun ada 2 jenis yaitu cotton combed dan cotton carded. Cotton combed memiliki tekstur yang lebih halus jika dibandingkan dengan cotton carded. Kain katun biasanya dipakai untuk membuat jenis-jenis pakaian seperti kemeja, kaos, blus, celana dan lain-lain. Kelebihan kain katun: - mudah menyerap keringat - kain terasa dingin dan sedikit kaku - nyaman digunakan


5 Kekurangan kain katun: - mudah rusak jika direndam lama dengan detergen - Mudah berjamur jika terlalu lama dalam keadaan basah - Warna kain mudah luntur 2) Kain Linen Jenis kain linen hampir sama dengan kain katun. Hanya saja kain linen memiliki serat yang lebih kuat. Kelebihan kain linen: - mudah menyerap keringat - terasa dingin di kulit Kekurangan kain linen: - kain mudah kusut - warna mudah pudar terlebih jika terlalu sering disetrika d. Detail dan Kelengkapan Busana Rumah Busana rumah merupakan busana yang digunakan pada kesempatan santai di rumah. Bahan yang digunakan untuk busana rumah merupakan bahan yang nyaman dan menyrap keringat seperti katun atau rayon viscose. Desain busana rumah sangat sederhana dan longgar karena mengutamakan kenymanan saat digunakan.. Adapun detail dari busana rumah adalah sebagai berikut: 1) Garis Leher Garis leher merupakan ben tuk busana yang terletak disekitar leher atau biasanya disebut sebagai tanda garis leher. Bentuk garis leher dapat dikelompokkan menjadi: (a) garis leher bulat(round neck line), (b) garis leher persegi (square neck line), (c) garis V (v-neck line). 2) Lengan Lengan merupakan salah satu bagian busana yang menutupi semua maupun sebagian lengan. Lengan memiliki dua bentuk yang membedakanya yaitu: lengan pasang (set-in) dan lengan setali/lengan langsung (unmounted). Lengan pasang memiliki konstruksi yang berdiri sendiri sehingga terdapat jahitan atau sambungan yang terletak pada kerung lengan.


6 Lengan setali/ lengan langsung(unmounted) merupakan lengan yang menjadi satu dengan badan dan yang tidak memiliki jahitan potongan/jahitan sambungan. Berikut ini penggolongan lengan berdasarkan panjangnya meliputi: 1) Cap sleeve yaitu lengan yan panjangnya hanya sampai pada puncak lengan 2) Short sleeve yaitu lengan yang panjangnya hanya sampai pertengahan pangkal lengan 3) Elbow sleeve yaitu lengan yang panjangnya hanya sampai pada siku 4) Three Quarter Length yaitu lengan yang panjangnya tiga perempat dari panjang lengan 5) Wrist yaitu lengan yang panjangnya sampai mata tangan


7 3) Saku Saku merupakan salah satu bagian dari busana yang biasa disebut sebagai kantong kecil rata yang dijahitkan pada sebuah baju. Saku berfungsi sebagai menyimpan sesuatu dan juga sebagai hiasan. Pemasangan saku dapat mempengaruhi penampilan busana secara keseluruhan. Misalnya saku terlalu tinggi atau rendah, saku terlalu kecil sehingga tidak dimanfaatkan. Ada dua jenis saku yang biasanya dipakai untuk desain rumah, yakni saku tempel dan saku salam pada bagian sisi. 1) Saku tempel Saku tempel adalah saku yang dipasangkan/ dijahit di luar pakaian dengan menggunakan setik yang terlihat pada saku tempel tersebut. Saku tempel memiliki bentuk/variasi yang berbeda-beda, tergantung bentuk dan jenis buasana yang akan diserasikan atau disesuaikan. 2) Saku dalam merupakan saku yang terletak pada bagian dalam sebuah busana. Pada bagian luar hanya terlihat bagian lubang atau kelepaknya saja. Saku dalam ini bias divariasi dengan berbagai macam bentuk, bisa bentuk datar, 16 miring maupun tegak yang disesuaikan dengan busana yang akan dibuat. Penerapan saku dalam pada busana rumah (daster) biasanya menggunakan saku dalam sisi.


8 1. Desain Busana Rumah (Daster) a. Analisis Desain Busana Rumah (Daster) b. Desain Produksi 1) Desain produksi 1 • Garis leher kotak/squer • Lengan lonceng • Terdapat kerutan pada pinggang • Terdapat potongan frill pada bagian bawah daster • Opening daster menggunakan invisible zipper bagian TB


9 2) Desain Produksi 2 :


10 B. KEGIATAN PEMBELAJARAN II : PEMBUATAN POLA BUSANA RUMAH (DASTER) 1. TUJUAN KEGIATAN : 2. URAIAN MATERI : Pola Dasar Busana Rumah (Daster) a. Pecah Pola Dasar Dalam pembuatan busana perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai desain dan bentuk tubuh sipemakai. Pecah pola dapat didefinisikan sebagai proses mengubah atau mengembangkan pola dasar baju agar sesuai dengan desain yang dikehendaki. Pengembanga pola baju umumnya dapat dilakukan dengan memindahkan lipiy, memotong, meyambung, serta menambahkan atau mengurangi ukuran pola dasar. (Pratiwi, 2001). Menurut Porrie Muliawan (2006) definisi pola dalam bidang menjahit adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat pakaian. Bagaimanapun baiknya desain pakaian, jika dibuat berdasarkan pola yang tidak benar dan garis-gasris pola yang tidak luwes seperti lekukan kerung lengan, lingkar leher, maka busana tersebut tidak akan enak dipakai. b. Alat dan Bahan Menggambar Pola 1) Menggambar pola kecil Keterangan : - Penggaris pola kecil - Lem - Skala - Penghapus - Kertas Dorslag - Bulpoin merah, biru, hitam - Pensil - Buku Pola


11 2) Menggambar pola besar Keterangan : c. Langkah-langkah membuata pola busana rumah (daster) 1) Ukuran : 2) Pola Dasar Badan Wanita • Penggaris Pola • Metline • Pensil • Penghapus • Lem Kertas • Spidol (Merah, Biru, Hitam) • Kertas Pola


12 KETERANGAN POLA BADAN MUKA : A-B- 1/6 Lingkar leher + 2 cm B-C = Panjang Muka C-D-A-E = ¼ Lingkar badan + 1 cm A-A1 – 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm A1-A2 = Panjang Bahu A2-A3 = Turun 4 cm B-B1 = 5 cm B1-B2 = ½ Lebar muka C-C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG : A-B = 1,5 – 2 cm B-C = Panjang punggung C-D-A-E = ¼ Lingkar Badan – 1 cm A-A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm A1-A2 = Panjang bahu A2-A3 = Turun 3 cm B-B1 = 10 cm B1-B2 = ½ Lebar punggung C-C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1 cm + 3 cm C-C2 = 1/10 Lingkar pinggang C2-C3 = 3 cm C1-K = Panjang sisi


13 3) Pola Dasar Lengan Ukuran Yang Diperlukan : 1). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan) 2). Tinggi puncak lengan = 12 cm 3). Panjang lengan = 24 cm KETERANGAN POLA LENGAN WANITA : A - B = panjang lengan. A - C = ukuran tinggi puncak lengan, buat garis sampai ke titik D dan E, setelah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk C. Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke D dan dari A ke E. Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 dari A ke D diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik A2. A1 - A4 = A2 - A3 = 1,5 cm. Titik D1 = 1/3 D - A D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2. D2 - D3 = 0,5 cm. Hubungkan A dengan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka). Hubungkan A dengan A3 dan E seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang). G - G1 = E1 - E2 = 1,5 cm. Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang), dan D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka)


14 4) Pecah Pola Daster


15 C. KEGIATAN PEMBELAJARAN III : RANCAGAN BAHAN DAN PELETAKAN POLA PADA BAHAN 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah membaca kegiatan belajar ini diharapkan kalian dapat : a. Menguraikan alat dan bahan untuk membuat rancangan bahan busana rumah b. Menganalisis rancangan bahan busana rumah c. Menguraikan cara meletakkan pola pada bahan utama motif dan tekstur kain d. Membuat rancangan bahan busana rumah 2. URAIAN MATERI Peletakan pola di atas bahan merupakan salah satu kegiatan dalam proses pembuatan busana yang membutuhkan perhatian yang cukup besar, untuk menghindari kesalahan dalam meletakkan pola yang dapat mengakibatkan kesalahan total. Sebelum melakukan praktik peletakkan pola diatas bahan ada baiknya kita membuat rancangan bahan terlebih dahulu untuk meminimalisir kesalahan pada waktu peletakkan bahan. Rancangan bahan ini dibuat dengan tujuan untuk menegtahui berupa banyak bahan yang diperlukan untuk membuat busana tersebut dengan cara meletakkan poal kecil sesuai desain pada kertas coklat yang diumpamakan sebagai kain. Peletakkan pola kecil pada kertas coklat ini dilakukan dengan memperhatikan keefektifan bahan, agar tidak terjadi pembelian bahan yang berlebihan dengan tujuan efisiensi biaya. Rancangan bahan ini dapat dijadikan pedoman pada saat peletakkan pola di atas bahan. Prinsip yang harus kta perhatikan dalam peletakkan pola adalah agar pada saat pengguntingan bahan mempunyai Tingkat efisiensi yang tinggi dan akurasi yang maksimal dan tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melettakan pola pada bahan (rancangan bahan). Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat meletakkan pola pada bahan ialah : a. Siapkan pola-pola yang sudah dirubah menurut model dengan skala ¼ b. Siapkan alat dan bahan untuk membuat rancangan bahan, seperti kertas coklat, lem kertas, gunting, pensil, kertas dorslag merah biru, spidol merah dan biru. c. Langkah-langkah merancangan bahan : 1. Lebar bahan ada bermacam-macam, ada yang 90 cm, 110 cm, 115 cm, 150 cm. lebar kertas disesuaikan dengan lebar bahan yang akan digunakan 2. Periksa kelengkapan pola, penambahan kampuh pada pola sebesar 2 cm dan pada kelim 4 cm, serta perhatikan tanda-tanda keterangan pola 3. Lipatlah bahan dengan arah serat memanjang. Perhatikan letak kiri dan kanan pol ajika pola diletakkan pada sehelai bahan dan perhatikan atah seratnya


16 4. Letakkan pola yang sudah diberi kampuh secara berdekatan. Letakkan pola yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian pola yang kecil. Sehingga bisa menghemat bahan. Prinsip yang harus diperhatikan saat membuat rancangan bahan ini bahwa mode simetris bahan harus rangkap, sedangkan mode asimetris bahan harus dibentangkan terlebih dahulu. Setelah mengatur bagian-bagian pola ketika merancang bahan, perlu untuk ditambahkan kampuh pada tiap pola kurang lebih 2 cm dan untuk kelim 4 cm. Dengan rancangan bahan ini maka akan diketahui berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk mode tersebut. Contoh Rancangan Bahan Busana Rumah Daster : o Rancangan bahan utama


17 o Rancangan bahan pelapis


18 D. KEGIATAN PEMBELAJARAN IV : MENJAHIT BUSANA RUMAH (DASTER) 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah mempelajari kegiatan belajar III, diharapkan kalian dapat : a. Menjahit resleting b. Menjahit komponen-komponen busana rumah c. Teknik penyelesaian akhir busana rumah d. Penyetrikaan busana rumah e. Mengemas busana rumah 2. URAIAN MATERI a. Alat dan Bahan Menjahit Busana Rumah (Daster) b. Langkah Kerja Menjahit Busana Ruah (Daster) 1) Jahit bahu bagian depan dan belakang 2) Jahit sisi badan atas kanan dan kiri 3) Jahit sisi lengan kanan dan kiri 4) Obras, setrika dan pressing jahitan bahu, sisi badan, dan sisi lengan 5) Jahit flower pocket pada badan depan bagian bawah sesuai dengan tanda pola pocket, setrika dan pressing 6) Jahit kerut bagian badan bawah dengan cara menjahit renggang bagian garis pinggang badan bawah naik 0,5 cm dari garis pola pinggang dan turun 0,5 cm dari garis pola pinggang. Kemudian Tarik atau kerut jahitan renggang hingga rata. Langkah berikutnya jahit sisi badan depan dan belakang bagian bawah daster, obras, setrika dan pressing 7) Jahit satukan antara badan atas dan badan bawah, lalu obras, setrika dan pressing 8) Jahit TB daster hingga batas resleting, lalu setrika dan pressing 9) Jahit resleting, kemudian obras bagian TB, setrika dan pressing 10) Jahit lapisan garis leher, yakni menjahit garis bahu lapisan depan dan belakang kemudian satukan pada garis leher daster bahan utama 11) Jahit kerut bagian frill badan bagian bawah dengan cara sama dengan Langkah menjahit kerut bagian pinggang badan bawah, kemudian sambung bagian sisi frill. 12) Jahit satukan antara daster dan frill pada bagian bawah daster, lalu obras, setrika dan pressing. 13) Sambung bagian lengan pada bagian kerung lengan badan kemudian jahit dan obras 14) Jahit kelim lengan dan kelim daster sesuai dengan tanda pola, lalu setrika dan pressing 15) Finishing, yakni bersihkan sisa-sisa benang pada daster, kemudian setrika dan pressing bagian yang diperlukan.


19 DAFTAR PUSTAKA C. Sumaryati, Kamus Tata Busana. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan 2019. Muliawan, Porrie. 2006. Konstruksi Pola Busana Wanita. Jakarta: BPK Gunung Mulia Noor Fitrihana. (2011). Memilih Bahan Busana. Klaten: PT Intan Sejati Klate Setiyaningsih, Yanti ( 2016, 14 Februari). Peletakan Pola di Atas Bahan. Diakses pada 18 Juni 2024, dari https://ontbpwjt.wordpress.com/2016/02/14/peletakkan-pola-di-atasbahan/


Click to View FlipBook Version