The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eko Soema, 2024-06-21 00:31:50

MODUL BABY DOLL LOVE

MODUL BABY DOLL LOVE

Keywords: modul

Skripsi 1.docx


ii KATA PENGANTAR Pendidikan menengah kejuruan sebagai penyedia tenaga kerja terampil tingkat menengah dituntut harus mampu membekali tamatan dengan kualifikasi keahlian terstandar serta memiliki sikap dan perilaku yang sesuai tuntutan dunia kerja. Sejalan dengan hal itu, dilakukan berbagai perubahan mendasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Salah satu diantaranya adalah penerapan kebijakan tentang penerapan sistem. Pendidikan dan pelatihan kejuruan berbasis kompetensi (Competency Based Vocational Education and Training). Buku ini disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional tersebut serta Kurikulum SMK Edisi 2013 khususnya bidang keahlian Kepariwisataan. Dengan demikian modul ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam proses pembelajaran dalam upaya mencapai ketuntasan penugasan siswa atas kompetensi-kompetensi sebagaimana dituntut oleh dunia kerja. Buku ini dapat tersusun berkat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu Direktorat Pendidikan Menengah Bidang Keahlian Tata Busana, program keahlian tata busana iii, kejuruan menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan modul ini dapat memberikan konstribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya pendidikan menengah kejuruan, dan kepada mereka yang telah bekerja semoga memperoleh imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin. Surabaya, 19 Juni 2024


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR -------------------------------------------------------------------------------------------- ii DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------------------------------------------iii BAB I----------------------------------------------------------------------------------------------------------------1 PENDAHULUAN-------------------------------------------------------------------------------------------------1 A. DESKRIPSI -----------------------------------------------------------------------------------------------1 B. PRASYARAT ---------------------------------------------------------------------------------------------1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL -------------------------------------------------------------1 D. TUJUAN AKHIR-----------------------------------------------------------------------------------------1 E. CEK KEMAMPUAN------------------------------------------------------------------------------------1 BAB II---------------------------------------------------------------------------------------------------------------2 PEMBELAJARAN------------------------------------------------------------------------------------------------2 A. KEGIATAN PEMBELAJARAN I : MENDESAIN BUSANA RUMAH (BABY DOLL) ---2 B. KEGIATAN PEMBELAJARAN II : PEMBUATAN POLA BUSANA RUMAH (BABY DOLL)------------------------------------------------------------------------------------------------------------5 C. KEGIATAN PEMBELAJARAN III : RANCAGAN BAHAN DAN PELETAKAN POLA PADA BAHAN ----------------------------------------------------------------------------------------------- 10 D. KEGIATAN PEMBELAJARAN IV : MENJAHIT BUSANA RUMAH (BABY DOLL)-- 13 DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------------------------------- 15


1 BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Modul ini berisikan prosedur pembuatan busana rumah. Ruang lingkup isi modul ini atas mendesain busana rumah, pembuatan pola busana rumah, rancangan bahan dan peletakan pola busana rumah, prosedur dan teknk menjahit yang teknik menjahit tersebut terdiri dari memasang resleting, menjahit saku tempel, menjahit kerut, dan penyelesaian busana rumah. B. PRASYARAT Modul ini dapat anda pelajari setelah anda memiliki kemampuan mendeskripsikan tentang busana rumah, mengambil ukuran, membuat pola dasar busana wanita, serta mengetahui teknik dasar menjahit busana wanita. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Bacalah dengan seksama tujuan akhir antara untuk mengetahui apa yang akan diperoleh secara mempelajari modul ini 2. Modul ini memuat informasi tentang apa yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran 3. Pelajari dengan seksama materi tiap kegiatan belajar, jika informasi yang kurang jelas, atau mengalami kesulitan dalam mempelajari 4. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan modul ini adalah 21 jam D. TUJUAN AKHIR Dalam pembelajaran dengan menggunakan modul ini mempunyai tujuan : 1. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat membuat desain busana rumah 2. Setelah mendengar penjelasan guru, diharapkan anda dapat menguraikan tahapan membuat pola busana rumah sesuai desain 3. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat merancang bahan busana rumah dengan tepat 4. Setelah membaca modul ini, diharapkan anda dapat menguraikan tahapan menjahit busana rumah dengan tepat 5. Setelah membaca modul ini, diharpkan anda dapat menjahit busana rumah sesuai dengan teknik jahit yang tepat E. CEK KEMAMPUAN No Pertanyaan Ya Tidak 1 Sudahkah kalian mengetahui alat dan bahan dalam pembuatan pola busana rumah? 2 Sudahkah kalian mengenal tanda-tanda pola yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pola? 3 Sudahkah kalian mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan busana rumah? 4 Apakah kalian sudah melakukan pengambilan ukuran tubuh untuk membuat busana rumah? 5 Apakah kalian sudah praktik membuat pola busana rumah?


2 BAB II PEMBELAJARAN A. KEGIATAN PEMBELAJARAN I : MENDESAIN BUSANA RUMAH (BABY DOLL) 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah membaca kegiatan belajar ini diharapkan kalian dapat : a. Menjelaskan deskripsi Baby doll b. Menguraikan alat dan bahan mendesain busana rumah c. Membuat desain busana rumah d. Menganalisis desain busana rumah e. Membuat desain produksi 1 busana rumah f. Membuat desain produksi 2 busana rumah 2. URAIAN MATERI : Busana Rumah (Baby Doll) Babydoll adalah baju tidur atau daster pendek, tanpa lengan, longgar, yang dimaksudkan sebagai pakaian tidur untuk Wanita (Ayu, 2023) Kadang-kadang telah membentuk cangkir yang disebut a bralette untuk belahan dada dengan rok longgar yang terpasang dengan panjang yang biasanya jatuh di antara pusar dan paha atas. Pakaian ini sering dipangkas dengan renda, ruffles, appliques, marabou, busur, dan pita, opsional dengan tali spaghetti. Terkadang terbuat dari kain tipis atau tembus cahaya seperti nilon atau sifon atau sutra. Penciptaan baju tidur super pendek dikaitkan dengan desainer pakaian dalam Amerika Sylvia Pedlar, yang memproduksinya pada tahun 1942 sebagai tanggapan atas kekurangan kain selama Perang Dunia II. Meskipun desainnya dikenal sebagai “babydolls” Pedlar tidak menyukai nama tersebut dan tidak menggunakannya. Nama itu dipopulerkan oleh film Baby Doll tahun 1956 , yang dibintangi oleh Carroll Baker sebagai bidadari berusia 19 tahun. Inilah awal mula kepopuleran babydoll untuk orang-orang dewasa pada waktu itu. Baju tidur babydoll terdiri dari atasan dan celana pendek longgar dengan pinggang dan kaki elastis. Hingga pada tahun 1970-1990-an mulai berganti dengan bawahan yang lebih besar diganti dengan celana yang lebih pas dengan pinggang dan kaki. Versi piyama babydoll terbaru telah menghilangkan karet di kaki, bagian bawahnya berupa celana pendek atau celana tap.


3 1. Desain Busana Rumah (Baby Doll) a. Desain Produksi 1) Desain produksi 1 • Terdiri dari two pieces • Garis leher bulat • Lengan lonceng susun • Terdapat yoke dan variasi kerut pada bagian Top • Terdapat hiasan aplikasi pada bagian top dan celana • Opening baby doll menggunakan invisible zipper bagian TB


4 2) Desain Produksi 2 :


5 B. KEGIATAN PEMBELAJARAN II : PEMBUATAN POLA BUSANA RUMAH (BABY DOLL) 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah membaca kegiatan belajar ini diharapkan kalian dapat : g. Menguraikan alat dan bahan untuk membuat pola busana rumah h. Menganalisis ukuran yang diperlukan ketika membuat busana rumah i. Membuat pola busana rumah j. Membuat pecah pola busana rumah sesuai desain 2. URAIAN MATERI Pola Dasar Busana Rumah (Daster) a. Pecah Pola Dasar Dalam pembuatan busana perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai desain dan bentuk tubuh sipemakai. Pecah pola dapat didefinisikan sebagai proses mengubah atau mengembangkan pola dasar baju agar sesuai dengan desain yang dikehendaki. Pengembanga pola baju umumnya dapat dilakukan dengan memindahkan lipiy, memotong, meyambung, serta menambahkan atau mengurangi ukuran pola dasar. (Pratiwi, 2001). Menurut Porrie Muliawan (2006) definisi pola dalam bidang menjahit adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat pakaian. Bagaimanapun baiknya desain pakaian, jika dibuat berdasarkan pola yang tidak benar dan garis-gasris pola yang tidak luwes seperti lekukan kerung lengan, lingkar leher, maka busana tersebut tidak akan enak dipakai. b. Alat dan Bahan Menggambar Pola 1) Menggambar pola kecil Keterangan : - Penggaris pola kecil - Lem - Skala - Penghapus - Kertas Dorslag - Bulpoin merah, biru, hitam - Pensil - Buku Pola


6 2) Menggambar pola besar Keterangan : c. Langkah-langkah membuata pola busana rumah (daster) 1) Pola Dasar Badan Wanita • Penggaris Pola • Metline • Pensil • Penghapus • Lem Kertas • Spidol (Merah, Biru, Hitam) • Kertas Pola


7 KETERANGAN POLA BADAN MUKA : A-B- 1/6 Lingkar leher + 2 cm B-C = Panjang Muka C-D-A-E = ¼ Lingkar badan + 1 cm A-A1 – 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm A1-A2 = Panjang Bahu A2-A3 = Turun 4 cm B-B1 = 5 cm B1-B2 = ½ Lebar muka C-C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG : A-B = 1,5 – 2 cm B-C = Panjang punggung C-D-A-E = ¼ Lingkar Badan – 1 cm A-A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm A1-A2 = Panjang bahu A2-A3 = Turun 3 cm B-B1 = 10 cm B1-B2 = ½ Lebar punggung C-C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1 cm + 3 cm C-C2 = 1/10 Lingkar pinggang C2-C3 = 3 cm C1-K = Panjang sisi 2) Pola Dasar Lengan Ukuran Yang Diperlukan : 1). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan) 2). Tinggi puncak lengan = 12 cm 3). Panjang lengan = 24 cm


8 KETERANGAN POLA LENGAN WANITA : A - B = panjang lengan. A - C = ukuran tinggi puncak lengan, buat garis sampai ke titik D dan E, setelah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk C. Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke D dan dari A ke E. Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 dari A ke D diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik A2. A1 - A4 = A2 - A3 = 1,5 cm. Titik D1 = 1/3 D - A D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2. D2 - D3 = 0,5 cm. Hubungkan A dengan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka). Hubungkan A dengan A3 dan E seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang). G - G1 = E1 - E2 = 1,5 cm. Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang), dan D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka) 3) Pola Dasar Celana KETERANGAN : XZ = ¼ lingkar panggul XX’ = 4 a 5 cm XD = ZF’ = siku ke atas = tinggi duduk + 2 cm


9 Pecah Pola Baby Doll


10 C. KEGIATAN PEMBELAJARAN III : RANCAGAN BAHAN DAN PELETAKAN POLA PADA BAHAN 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah membaca kegiatan belajar ini diharapkan kalian dapat : k. Menguraikan alat dan bahan untuk membuat rancangan bahan busana rumah l. Menganalisis rancangan bahan busana rumah m. Menguraikan cara meletakkan pola pada bahan utama motif dan tekstur kain n. Membuat rancangan bahan busana rumah 2. URAIAN MATERI Peletakan pola di atas bahan merupakan salah satu kegiatan dalam proses pembuatan busana yang membutuhkan perhatian yang cukup besar, untuk menghindari kesalahan dalam meletakkan pola yang dapat mengakibatkan kesalahan total. Sebelum melakukan praktik peletakkan pola diatas bahan ada baiknya kita membuat rancangan bahan terlebih dahulu untuk meminimalisir kesalahan pada waktu peletakkan bahan. Rancangan bahan ini dibuat dengan tujuan untuk menegtahui berupa banyak bahan yang diperlukan untuk membuat busana tersebut dengan cara meletakkan poal kecil sesuai desain pada kertas coklat yang diumpamakan sebagai kain. Peletakkan pola kecil pada kertas coklat ini dilakukan dengan memperhatikan keefektifan bahan, agar tidak terjadi pembelian bahan yang berlebihan dengan tujuan efisiensi biaya. Rancangan bahan ini dapat dijadikan pedoman pada saat peletakkan pola di atas bahan. Prinsip yang harus kta perhatikan dalam peletakkan pola adalah agar pada saat pengguntingan bahan mempunyai Tingkat efisiensi yang tinggi dan akurasi yang maksimal dan tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melettakan pola pada bahan (rancangan bahan). Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat meletakkan pola pada bahan ialah : ▪ Siapkan pola-pola yang sudah dirubah menurut model dengan skala ¼ ▪ Siapkan alat dan bahan untuk membuat rancangan bahan, seperti kertas coklat, lem kertas, gunting, pensil, kertas dorslag merah biru, spidol merah dan biru. ▪ Langkah-langkah merancangan bahan : 1. Lebar bahan ada bermacam-macam, ada yang 90 cm, 110 cm, 115 cm, 150 cm. lebar kertas disesuaikan dengan lebar bahan yang akan digunakan 2. Periksa kelengkapan pola, penambahan kampuh pada pola sebesar 2 cm dan pada kelim 4 cm, serta perhatikan tanda-tanda keterangan pola


11 3. Lipatlah bahan dengan arah serat memanjang. Perhatikan letak kiri dan kanan pol ajika pola diletakkan pada sehelai bahan dan perhatikan atah seratnya 4. Letakkan pola yang sudah diberi kampuh secara berdekatan. Letakkan pola yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian pola yang kecil. Sehingga bisa menghemat bahan. Prinsip yang harus diperhatikan saat membuat rancangan bahan ini bahwa mode simetris bahan harus rangkap, sedangkan mode asimetris bahan harus dibentangkan terlebih dahulu. Setelah mengatur bagian-bagian pola ketika merancang bahan, perlu untuk ditambahkan kampuh pada tiap pola kurang lebih 2 cm dan untuk kelim 4 cm. Dengan rancangan bahan ini maka akan diketahui berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk mode tersebut. Contoh Rancangan Bahan Busana Rumah Daster : o Rancangan bahan utama


12 o Rancangan bahan pelapis


13 D. KEGIATAN PEMBELAJARAN IV : MENJAHIT BUSANA RUMAH (BABY DOLL) 1. TUJUAN KEGIATAN : Setelah mempelajari kegiatan belajar III, diharapkan kalian dapat : a. Menjahit resleting b. Menjahit komponen-komponen busana rumah c. Teknik penyelesaian akhir busana rumah d. Penyetrikaan busana rumah e. Mengemas busana rumah 2. URAIAN MATERI a. Alat dan Bahan Menjahit Busana Rumah (Baby Doll) Alat dan bahan menjahit yang perlu disiapkan, yakni : Mesin jahit, Bidal, Kampur jahit, Mesin obras, pendedel, pin cushion, pita ukur, gunting kain, gunting benang, rader, karbon jahit, jarum pentul, dan benang jahit. b. Langkah Kerja Menjahit Busana Ruah (Daster) Atasan Baby Doll : 1) Pasang hiasan busana pada bagian depan baby doll 2) Jahit TB baby doll hingga batas resleting 3) Jahit resleting pada bagian TB 4) Jahit kerutan pada potongan yoke badan depan dengan stik renggang, kemudian kerut hingga rata. Jahit satukan potongan badan depan atas dengan badan depan bawah, lalu obras, setrika, dan pressing 5) Jahit bahu bagian depan dan belakang 6) Obras bagian bahu dan TB, setrika dan pressing 7) Lekatkan bagian lapisan bahan utama dengan viselin dengan cara disetrika 8) Jahit lapisan garis leher baby doll 9) Jahit sisi badan kanan dan kiri, lalu obras, setrika dan pressing 10) Jahit keempat sisi lengan butterfly


14 11) Pasangkan bagian lengan ke kerung lengan badan, lalu jahit. Setelah itu obras, setrika, dan pressing bila perlu. 12) Jahit kelim atasan baby doll sesuai dengan tanda pola lalu setrika dan pressing 13) Finishing, yakni bersihkan sisa-sisa benang pada baby doll, kemudian setrika dan pressing bagian yang diperlukan. Celana Baby Doll : 1) Pasang hiasan aplikasi celana pada lembar celana bagian depan baik kanan maupun kiri 2) Jahit satukan sisi baik luar maupun sisi dalam celana bagian depan dan belakang, setrika dan pressing kampuh sisi 3) Jahit bagian pesak celana 4) Jahit ruang elastic ban pinggang, sisakan ruang untuk tempat masukknya elastic. Kemudian jahit kunci. 14) Jahit kelim celana baby doll sesuai dengan tanda pola lalu setrika dan pressing 15) Finishing, yakni bersihkan sisa-sisa benang pada celana baby doll, kemudian setrika dan pressing bagian yang diperlukan.


15 DAFTAR PUSTAKA Ayu, Dena. (2023, 22 Desember). Sejarah Baby Doll: Sebuah Baju Tidur Tanpa Lengan. Diakses pada 18 Juni 2024, dari https://laruna.id/sejarah-babydoll-sebuah-baju-tidurtanpa-lengan/ Muliawan, Porrie. 2006. Konstruksi Pola Busana Wanita. Jakarta: BPK Gunung Mulia Setiyaningsih, Yanti ( 2016, 14 Februari). Peletakan Pola di Atas Bahan. Diakses pada 18 Juni 2024, dari https://ontbpwjt.wordpress.com/2016/02/14/peletakkan-pola-di-atasbahan/


Click to View FlipBook Version