LKPD 2
PENGERTIAN Sensus, metode untuk melakukan kalkulasi dan perhitungan pada jumlah penduduk di suatu daerah. Survei, metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaanpertanyaan kepada responden individu. Registrasi, merupakan sebuah pencatatan atau pendaftaran.
1. Cakupan: Cakupan sensus harus mencakup seluruh populasi yang ada di wilayah yang menjadi objek sensus. 2. Kelengkapan: Sensus harus mengumpulkan data yang lengkap dan relevan dengan tujuan sensus. 3. Akurasi: Data yang dikumpulkan harus akurat dan dapat dipercaya. 4. Obyektif: Sensus harus dilakukan secara objektif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu. 5. Efisiensi: Sensus harus dilakukan secara efisien dan tidak menimbulkan beban yang berlebihan bagi responden.
A. Berdasarkan objeknya: 1. Sensus penduduk (spesifik) 2. Sensus pertanian (spesifik) 3. Sensus ekonomi (spesifik) 4. sensus pendidikan 5. Sensus agama 6. Sensus kesehatan 7. Sensus bahasa B. Berdasarkan waktu pelaksanaannya: 1. Sensus de facto 2. Sensus de Jure C. Berdasarkan metode: 1. Sensus langsung 2. Sensus tidak langsung D. Berdasarkan cakupannya: 1. Sensus nasional 2. Sensus regional 3. Sensus lokal
Contoh
Sensus penduduk: Sensus penduduk dilakukan secara berkala setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk terakhir di Indonesia dilakukan pada tahun 2020. Sensus tersebut mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 273,5 juta jiwa. Sensus pertanian: Sensus pertanian dilakukan secara berkala setiap 5 tahun sekali. Sensus pertanian terakhir di Indonesia dilakukan pada tahun 2013. Sensus tersebut mencatat bahwa luas lahan pertanian di Indonesia mencapai 70,4 juta hektare. Sensus ekonomi: Sensus ekonomi dilakukan secara berkala setiap 5 tahun sekali. Sensus ekonomi terakhir di Indonesia dilakukan pada tahun 2016. Sensus tersebut mencatat bahwa jumlah usaha di Indonesia mencapai 64,4 juta unit.
Metode tradisional: Sensus yang dilakukan dengan cara menanyakan langsung kepada responden. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara pencacahan lapangan oleh petugas sensus. Sensus penduduk tahun 2020 di Indonesia menggunakan metode tradisional. Petugas sensus mendatangi rumah-rumah penduduk untuk menanyakan data-data penduduk, seperti nama, usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan agama. Sensus pertanian tahun 2013 di Indonesia juga menggunakan metode tradisional. Petugas sensus mendatangi lahan-lahan pertanian untuk menanyakan data-data pertanian, seperti luas lahan, jenis tanaman, dan hasil panen.
Metode tidak langsung: Sensus yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari sumber-sumber lain, seperti catatan kependudukan, data sekolah, dan data perusahaan. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara melakukan integrasi data dari berbagai sumber. Sensus penduduk tahun 2010 di Indonesia menggunakan metode tidak langsung. Data-data penduduk dikumpulkan dari sumber-sumber lain, seperti catatan kependudukan, data sekolah, dan data perusahaan. Sensus pertanian tahun 2003 di Indonesia juga menggunakan metode tidak langsung. Data-data pertanian dikumpulkan dari sumber-sumber lain, seperti data dari dinas pertanian dan data dari perusahaanperusahaan pertanian.
Tipe survei A. Berdasarkan cakupannya: 1. Survei nasional 2. Survei regional 3. Survei lokal B. Berdasarkan metode 1. Survei tatap muka 2. Survei telepon 3. Survei online 4. Survei pos C. Berdasarkan jenis pertanyaan yang diajukan 1. Survei tertutup 2. Survei terbuka] D. Berdasarkan tujuannya 1. Survei deskriptif 2. Survei inferensial
Kelebihan sensus: - Akurat dan lengkap: Sensus dapat memberikan gambaran yang akurat dan lengkap tentang kondisi suatu populasi. Hal ini karena sensus dilakukan secara menyeluyaan atau kuesioner kepada responden Kekurangan sensus: - Mahal dan membutuhkan waktu yang lama: Sensus membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama untuk pelaksanaannya. Hal ini karena sensus harus dilakukan secara menyeluruh dan mencakup seluruh populasi yang menjadi objek sensus. - Sulit menjangkau responden yang sulit dijangkau: Sensus sulit menjangkau responden yang sulit dijangkau, seperti penduduk yang berada di daerah terpencil atau penduduk yang tidak memiliki identitas diri. - Kemungkinan terjadinya kesalahan: Sensus memiliki kemungkinan terjadinya kesalahan, seperti kesalahan pencacahan atau kesalahan dalam pengisian kuesioner
Sebut dan jelaskan secara singkat : seluruh dan mencakup seluruh populasi yang menjadi objek sensus. - Objektif: Sensus dilakukan secara objektif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu. Hal ini karena sensus dilakukan oleh petugas sensus yang telah dilatih secara profesional. - Fleksibel: Sensus dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini karena sensus dapat mengumpulkan data yang luas dan beragam. Registrasi → Registrasi adalah proses mendaftarkan diri atau entitas tertentu ke dalam suatu sistem, program, atau basis data resmi.
Kelebihan Survei: - Efisiensi Biaya dan Waktu: Survei pada sampel populasi membutuhkan waktu dan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan sensus yang melibatkan seluruh populasi. - Fleksibilitas: Dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang spesifik, termasuk cakupan topik yang lebih mendalam atau sasaran populasi yang khusus. - Kemungkinan Kesalahan yang Lebih Kecil: Karena survei dilakukan pada sampel, terdapat potensi untuk mengidentifikasi dan mengurangi kesalahan lebih mudah dibandingkan dengan sensus. Kekurangan Survei: - Keterbatasan Representasi: Meskipun survei sampel dirancang untuk merepresentasikan populasi, ada kemungkinan adanya kelompok atau sudut pandang yang tidak terwakili dengan baik. - Keterbatasan Data yang Diperoleh: Survei sampel mungkin tidak memberikan gambaran yang lengkap tentang karakteristik populasi secara keseluruhan, terutama jika sampelnya tidak cukup besar atau representatif. - Keterbatasan dalam Kesalahan Penelitian: Terkadang, kesalahan dalam merancang survei, membuat pertanyaan yang ambigu, atau kesalahan interpretasi dapat mempengaruhi keandalan dan validitas data yang diperoleh.
Kelebihan Registrasi: - Ketepatan Waktu: Registrasi penduduk dapat diperbarui secara berkala, memungkinkan data untuk tetap relevan dan akurat terhadap perubahan demografis. - Ketepatan Identifikasi: Dengan adanya registrasi, pemerintah dapat dengan mudah mengidentifikasi individu dan menganalisis kebutuhan serta alokasi sumber daya untuk populasi tertentu. - Pemetaan Kebutuhan Layanan: Data dari registrasi penduduk dapat digunakan untuk merencanakan layanan publik seperti pendidikan, perumahan, layanan kesehatan, dan program sosial lainnya. Kekurangan Registrasi: - Ketidaklengkapan Data: Registrasi mungkin tidak mencakup seluruh populasi atau tidak selalu diperbarui secara teratur, sehingga informasi yang diberikan bisa tidak akurat. - Masalah Privasi dan Keamanan Data: Pemeliharaan data pribadi dalam registrasi memerlukan kehati-hatian ekstra untuk menjaga privasi individu dan melindungi data dari penyalahgunaan atau pelanggaran keamanan. - Kesulitan dalam Pembaruan Data: Mengekspansi atau memperbarui data registrasi seringkali memerlukan upaya besar dan mungkin sulit untuk mencakup perubahan demografis yang cepat atau kelompok yang rentan.
Klasifikasi komposisi penduduk berdasarkan ciri ciri tertentu!
Komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur & generasi Proporsi penduduk di Indonesia berdasarkan usia produktif (15-64 thn) terus meningkat sejak thn 1971. Ada perhitungan sensus penduduk tahun 2020 pada usia produktif lebih tinggi daripada usia tidak produktif (0- 14thn) dan 65 tahun ke atas Berdasarkan pada hasil sensus penduduk tahun 2020 mayoritas penduduk Indonesia termasuk dalam generasi dan milenial jumlah proporsi generasi z adalah 27,94% dari total populasi penduduk Indonesia dan generasi milenial sebanyak 25,37% dari total populasi penduduk Indonesia
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 jumlah penduduk laki-laki di Indonesia sebanyak 136.66 juta jiwa. Atau 50,58% dari penduduk Indonesia. Sementara itu jumlah penduduk perempuan sebanyak 123,54 juta jiwa, atau 49,42% dari penduduk Indonesia. Komposisi penduduk berdasarkan rasio jenis kelamin
Sex Ratio Sex Ratio (rasio jenis kelamin) adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan, biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. SR = PL/PW PL = Penduduk laki-laki PW = Penduduk wanita
Sex Ratio Angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia non produktif (penduduk usia dibawah 15 tahun/penduduk muda dan penduduk usia 65 tahun atau lebih/penduduk tua) dengan banyaknya penduduk usia produktif (penduduk usia 15 sampai 64 tahun). Jumlah penduduk usia 0-14 tahun. Jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas (bukan angkatan kerja) / jumlah penduduk umur 15-64 tahun (angkatan kerja) x 100
Sex Ratio Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) Diketahui pada tahun 2013 Jumlah penduduk di kabupaten Mamuju : 336,932 jiwa Jumlah penduduk laki-laki : 173,413 jiwa Jumlah penduduk perempuan : 163, 600 jiwa. Ditanya : Berapakah sex rattionya? Jawab : SR = PL/PW SR = 173, 413/163, 600 X 100 SR = 106,064 Angka Beban Ketergantungan (Dependency Rattio) Diketahui pada tahun 2014 : Penduduk provinsi Papua Barat yang berumur 0-14 tahun : 221.000 jiwa Penduduk yang berumur 15-64 tahun : 300.000 jiwa Penduduk usia 65 tahun ke atas : 6.000 jiwa Ditanya : Berapakah dependency rationya? Jawab : DR = Penduduk usia 0-14 + Penduduk usia 65 ke atas / Penduduk usia 15-64 X 100 DR = 221,000 + 6.000 / 300,000 X 100 DR = 2.221
Kepadatan penduduk agraris Perbandingan antara penduduk yang mempunyai aktivitas di sector pertanian dengan luas tanah (daerah) yang dapat diolah untuk pertanian. Kepadatan penduduk fisiolis Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas lahan pertanian
KEPADATAN PENDUDUK AGRARIS Kepadatan Penduduk Kasar Pt / Lt Jumlah penduduk pertanian (jiwa) / Luas wilayah (km²) Diketahui : P = 1.400.000 jiwa Petani = 4.000.000 jiwa Luas lahan pertanian = 100.000 km² Ditanya : Kepadatan penduduk agraris? Jawab = 4.000.000/100.000 = 40 km² KEPADATAN PENDUDUK Fisiologis Kepadatan Penduduk Fisiologis P / Lt Jumlah penduduk (jiwa) / Luas tanah pertanian (km²) Diketahui : P = 40.000.000 jiwa Petani = 250.000 jiwa Luas lahan pertanian = 100.000 km² Ditanya : Kepadatan penduduk fisiologis Jawab = 40.000.000 / 100.000 = 400 km²
Ciri - ciri piramida eksplansif Sebagian besar penduduk berusia muda Penduduk lanjut usia relatif sedikit Angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian Pertumbuhan penduduk sangat cepat Membutuhkan anyak lapangan pekerjaan Rasio ketergantungan besar Sebagian besar ditemukan di negara negara berkembang Upaya Pemerintah Memperluas lapangan pekerjaan Menambah sarana pendidikan agar tidak terjadi ketimpangan sosial Melatih keterampilan untuk bekerja Melaksanakan program perbaikan gizi
Ciri - ciri piramida stasioner Angka kelahiran hampir sama dengan angka kematian. Jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama. Pertumbuhan penduduknya kecil. Rasio ketergantungan hampir nol. Terjadi di beberapa negara maju Upaya Pemerintah Perbaikan dalam sektor kesehatan dan pelayanan medis di daerah tersebut Akses yang lebih baik terhadap pelayanan kesehatan Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan sanitasi Program keluarga berencana yang berhasil, telah menghasilkan penurunan angka kelahiran dan kematian yang lebih seimbang.
Ciri - ciri piramida konstruktif Menurunnya tingkat kelahiran dan kematian Meningkatnya angka harapan hidup Perlambatan pertumbuhan penduduk Jumlah penduduk usia kerja relatif lebih besar daripada jumlah anak anak dan orang tua Rasio ketergantungan rendah Menggambarkan bonus demografis apabila penduduk usia kerjanya berpendidikan dan produktif bekerja Upaya Pemerintah Mendorong penduduknya untuk melakukan sistem keluarga berencana (KB), serta memberi dan meningkatnya berbagai fasilitas kesehatan yang mendorong penduduknya mau memiliki anak.
Proyeksi penduduk (geometris) Proyeksi penduduk dengan metode geometri merupakan proyeksi penduudk dengan menggunakan asumsi bahwa jumlah penduduk akan bertambah secara geometri menggunakan dasar perhitungan majemuk RUMUS Pn = Po (1+r)⒩ Pn = Proyeksi penduduk tahun tertentu Po = Penduduk awal tahun 1 = konstanta r = angka pertumbuhan penduduk n = rentang tahun
Fauzan Okta R