The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nur671054, 2022-09-24 00:37:46

BAHAN AJAR

BAHAN AJAR

Keywords: Bahan ajar

Lampiran 1 : Materi/ Bahan ajar
A. Materi membuat busana pesta sesuai dengan konsep colase

1. Pengertian busana pesta wanita
Pengertian busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta,

dimana pesta terebut dibagi menurut waktunya yakni pesta pagi, pesta siang dan pesta
malam (Prapti Karomah dan Sicilia Sawitri, 1998). Menurut menurut Enny Zuhni
Khayati (1998: 3) busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta
baik pagi hari, siang hari dan malam hari.

Sedangkan menurut Chodiyah dan Wisri A. Mamdy (1982) pengertian busana pesta
adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta, biasanya menggunakan bahan
yang berkualitas tinggi dengan hiasan dan perlengkapan yang bagus dan lengkap
sehingga kelihatan istimewa.

2. Penggolongan busana pesta wanita

1) Busana Pesta Pagi
Busana pesta pagi atau siang adalah busana yang dikenakan pada kesempatan

pesta antara pukul 09.00-15.00. Busana pesta ini dijahit dari bahan yang bersifat halus,
lembut, menyerap keringat dan tidak berkilau, sedangkan pemilihan warna sebaiknya
dipilih warna yang lembut tidak terlalu gelap.

2) Busana Pesta Sore
Busana pesta sore adalah busana yang dikenakan pada kesempatan sore

menjelang malam. Pemilihan bahan sebaiknya bertekstur agak lembut dengan warna
bahan yang cerah atau warna yang agak gelap dan tidak mencolok.

3) Busana Pesta Malam
Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta

malam hari. Pemilihan bahan yang dipakai biasanya bertekstur lebih halus dan lembut
dengan model busana yang kelihatan mewah atau berkesan glamour. Warna busana
maupun hiasannya yang digunakan lebih mencolok.

4) Busana Pesta Malam Resmi
Busana pesta malam resmi adalah busana yang dikenakan pada saat pesta resmi,

biasanya dijahit dengan mode yang sederhana dan berlengan tertutup sehingga kelihatan
rapi dan sopan tetapi tetap terlihat mewah.

5) Busana Pesta Malam Gala
Busana pesta malam gala adalah busana pesta yang dipakai pada kesempatan

pesta di malam hari, dengan mode yang dijahit terbuka, glamour, mewah. Misalnya
: Backlees (punggung terbuka), busty look (dada terbuka), decolette look (leher terbuka)
dan lain sebagainya.

3. Karakteristik busana pesta
Dalam menghasilkan sebuah gaun pesta yang bagus dan bermutu tinggi, perlu

mempertimbangkan karakteristik dari busana pesta tersebut. Berikut adalah karakteristik
busana pesta
a) Penerapan siluet pada desain busana pesta menggunakan siluet A yang terbuka

dibagian atas dan menggunakan keep untuk menutupi bagaian dada agar tidak terlihat
vulgar.
b) Bahan yang digunakan untuk busana pesta adalah bahan-bahan yang berkualitas
tinggi dan mampu memberikan kesan mewah. Bahan-bahan tersebut antara lain bahan
yang tembus terang, seperti brokat, tile, organdi, sifon, beludu, kain renda, lame dan
sutra. Busana pesta digunakan pada umumnya adalah bahan yang berkilau, bahan
tembus terang, mewah, dan mahal setelah dibuat.
c) Warna yang digunakan dalam pembuatan busana pesta sebaiknya terlihat mewah dan
gemerlap. Pada busana pesta malam, gunakan warna yang mencolok/ cerah dan
lembut, seperti ungu, biru muda, dan putih serta warna-warna tua /gelap seperti merah
menyala dan biru gelap. Pemilihan warna busana pesta malam berbeda dan harus
disesuaikan dengan kesempatan pestanya. Pada umumnya warna yang digunakan
untuk busana pesta malam adalah warna-warna yang mengandung unsure merah,
hitam, keemasan, perak atau warna-warna yang mengkilap
d) Tekstur bahan untuk busana pesta biasanya lembut, licin, mengkilap/kusam, tidak
kaku dan tidak tebal, serta memberikan kesan nyaman saat dikenakan
4. Siluet busana pesta
Siluet Busana adalah bentuk luar dari busana yang terlihat seperti berbagai huruf, di
antaranya :
 Siluet A
Merupakan siluet yang terlihat pada busana bagian atas kecil dan semakin melebar di
bagian bawah, sehingga terlihat seperti huruf A.
 Siluet I
Terlihat dari atas lurus, sehingga dari bagian atas dampai ke bawah sama kecilnya
dan terlihat seperti huruf I.
 Siluet S
Tampak pada bagian bagian atas besar, bagian tengah ( bagian pinggang ) kecil dan
bagian bawah besar, sehingga terlihat seperti huruf S.
 Siluet H
Siluet ini terlihat lurus dari atas dengan bagian pinggang terdapat sambungan atau
tali, sehingga seperti huruf H.
 Siluet Y
Terlihat melebar pada bagian atas dan semakin kecil di bagian bawah busana,
sehingga terlihat seperti huruf Y.

 Siluet L
Merupakan busana yang bagian bawahnya panjang atau memiliki ekor.

 Siluet Bustle
Merupakan busana yang terlihat seperti kurung/tabung.

B. Pemahaman Konsep Colase (Mood Board)

1. Pengertian colase
Kolase adalah sebuah karya seni yang bisa dibuat dari berbagai macam bahan, seperti

kertas, kertas koran, foto, pita, atau benda lainnya yang ditempelkan pada suatu latar
belakang (background), misalnya background kertas polos.

Kolase dapat dibuat dengan bahan fisik atau pun gambar elektronik yang ditempel
pada latar belakang digital. “Kolase” berasal dari kata dalam bahasa
Prancis “coller” yang berarti “merekatkan dengan lem”, dan merupakan cara yang
menyenangkan untuk bereksperimen dengan bermacam-macam bahan untuk suatu hasil
akhir yang menakjubkan. Kolase inspirasi biasa disebut dengan moodboard.

Moodboard sebagai media yang digunakan desainer dalam proses membuat karya
memberikan peran yang sangat penting. Moodboard memberikan gambaran yang lebih
jelas mengenai karya yang akan dibuat desainer.

2. Fungsi mood board
a) Memberikan gambaran mengenai tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari karya
yang dibuat.
b) Merumuskan berbagai macam ide yang semula bersifat abstrak menjadi sebuah
desain karya yang konkret.
c) Sebagai media pembelajaran.
d) Sebagai media perencanaan pada kegiatan industri khusunya industri busana dan
kriya tekstil, seperti butik, industri garmen, atau industri kriya tekstil.

3. Manfaat mood board
a) Membantu mengarahkan proses desain dari awal hingga terciptanya karya. Dimulai
dari penentuan tema atau judul, mencari dan mengumpulkan gambar-gambar yang
sesuai dengan tema atau judul dan membuat produk, hingga menjadi karya.
b) Membantu mengembangkan kemampuan kognitif atau pengetahuan, karena dengan
membuat moodboard desainer dapat mengembangkan kemampuan imajinasinya.
c) Melatih kemampuan afektif atau emosional dalam proses pembuatan desain melalui
moodboard sebagai media.
d) Melatih keterampilan psikomotor (motorik) desainer atau orang yang belajar di
bidang busana dalam menyusun potongan-potongan gambar, membuat desain dan
menciptakan karya.


Click to View FlipBook Version