The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ferriariyanto53, 2023-03-23 10:08:43

JURNAL REFLEKSI MODUL 2.2

JURNAL REFLEKSI MODUL 2.2

JURNAL REFLEKSI MODUL 2.2 Dibuat oleh FERRI ARIYANTO, S.Pd. Fasilitator Ibu Juwaroh Pengajar Praktik Ibu Siti Muryati


JURNAL REFLEKSI MODUL 2.2 SALAM dan Bahagia untuk kita semua >>>> Kurang lebih tiga belas minggu sudah saya mengikuti Pendidikan Calon Guru Penggerak. Sedikit banyak saya mulai merasakan berubahan positif . Seperti saat mempelajari moclul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional. Materi dan kegiatan pada modul ini mengajarkan saya belajar mengelola emosi saya dan murid saya, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan dan menunjukan empati, membangun dan mempertahankan hubungan yang positif, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Berikut saya mencoba berbagi penglaman saya dalam mempelajari moclul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional menggunakan menggunakan model 4F (Facts, Feeling, Finchng, Future). Check this out!


Facts (Peristiwa) MulaI dari dirI dan EkplorasI konsep mandirI dimulai dengan menultskan refleksI KompetensI Sosial dan Emosional diri sendiri selama menjach pendidik. Disint CGP dimtnta menultskan pertstlwa yang pernah dtalamtnya yang dirasakan sebagai sebuah kesubtan, kekecewaaan, kemunculan, atau kemalangan, yang akhirnya membantu CGP sebagai pendidik bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Refleksi ini berbentuk tujuh pertanyaan di LMS yang harus CGP jawab berdasarkan pengalaman pribadinya selama menjadi pendidik. Dimulau dari jadwal Ekplorast konsep - forum diskusi. Di menu ini CGP disajikan Itma kasus berbeda yang dialami Pak Eling. Dalam kasus-kasus tersebut CGP diminta mengidentifikast masalah sosial dan emosional yang dtalami Pak Eling, kemudian mencari solusi apa yang seharusnya Pak Eling lakukan dalam menghadapi masalah -masalah tersebut dan menuangkannya cialam LMS. Di menu ini CGP disajikan lima kasus berbeda yang dialami Pak Eling. Setelah sebelumya kamt diminta untuk mempelajari modul secara mandiri, kali ini saya berkesempatan untuk berbagii dalam kelompok bersama guru-guru dari kelompok jenjang pendidikan yang sama. Dalam kesempatan kali ini di gunakan untuk memperdalam pemahaman saya melalui aktivitas yang memungkinkan saya saling berbagai ide, mendengarkan ide rekan CGP lain, bertanya, menyklartfikast pemahaman ataupun miskonsepsi yang mungkin masih Anda miliki. Selanjutnya, saya dan kemlompok saya diminta untuk mempresentasikan hasil kolaborasi dalam kelompok tersebut dalam kelompok besar untuk saling belajar, berbagi, dan menguatkan pada ruang kolaborasi hari kedua . Dalam kegtatan ruang kolaborasi hari kedua ini terjadi diskusi yang sangat seru dan menyenangkan.


saatnya Demonstrasi Kontekstual. Pada sesi ini kami diminta untuk membuat Rencana Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional bagi murid di Kelas. Rencana Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional bagi murid di Kelas ini saya tuangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) yang berisi implementast lima kompetensi pembelajaran sosial dan emosional.. Palam membuat RPP ini saya mempertimbangkan hal — hal yang ada dalam rubrik penilaian berupa tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, pentlatan pembelajaran dan pengintegrastaan pembelajaran sosial dan emosional. Setelah itu saatnya berjumpa dengan instruktur dalam Elaborasi Pemahaman. Selama kurang lebih dua setengah jam, saya mendapatkan penielasan lebih dari beliau untuk menambah pemahaman saya mengenai Pembelajaran Sosial dan Emosional. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Selanjutnya adalah koneksi materi . Dalam koneksi antar materi ini saya diminta menjawab beberapa pertanyaan pemantik untuk mengetahut sejauh mana pemahaman saya akan pembelajaran sosial dan emosional. Pada koneksi antar materi saya iuga diminta pengkaitkan hubungan materi padla modul 2.2 dengan modul — modul sebelumnya. Sesi terakhir dari tiap modul adalah aksi nyata. Saya diminta mempraktekan RPP yang sudah saya buat dalam situasi pembelajaran nyata.


Hal ini tidak hanya berguna bagi saya, namun berguna juga bagi teman sejawat, kepala sekolah dan orang — orang di sekitar saya. Hal — hal ini ternyata mempengaruhi gaya mengajar saya dikelas. Mungkin karena saya mulai dapat menerapkan pengelolaan emosi saya dan murid saya dengan baik, menetapkan dan mencapai tujuan positit, merasakan dan menunjukan empati, membangun dan mempertahankan hubungan yang positif dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Hai ini berguna dalam meningkatkan kompetensi Sosial saya sebagai guru. FELLING ( PERASAAN ) Setelah saya mempelajari modul 2.2. ini saya merasa semangat karena menjadi orang yang beruntung dan bisa bergabung dalam komunitas yang seindah ini. Karena melalui kegiatan ini saya jadi tahu bagaimana mengelola emosi saya dan murld saya, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan dan menunjukan empati, membangun, dan mempertahankan hubungan yang posrtif, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.


Yang kedua Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan manusia yang beradab. Sebisa mungkin saya berusaha memberikan contoh serta mengajari bagaimana seharusnya sikap dan perilaku orang yang berpendidikan. Karena tinggi rendahnya pendidikan seseorang biasanya dapat diukur dari sikap dan perilakunya ketika di masyarakat. Yang ketiga pendidikan itu sejatinya menuntun kodrat yang dimiliki anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Peran guru disini tidak hanya mengajar, tapi juga sebagai fasilitator, tutor dan teman untuk nge-mong atau menuntun anak menuju kebahagiaan yang setinggitingginya . FINDING ( PEMELAJARAN ) Banyak hal — hal possitf yang saya temukan dan pelajari dalam proses mengikuti pendidikan CGP. Tapi saya menggaris bawahi satu hal yang menurut saya menjadi temuan dan pelajaran yang sangat penting bagi saya yaitu "Kompetensi sosial dan emosional dan bagaimana menerapkan nya " Dari lima kompetensi ini saya belajar bagaimana mengelola emosi saya dan murid saya, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan dan menunjukan empati membangun dan mempertahankan hubungan yang posttif dan membuat keputusan yang bertanggung jawab yang tentu saja erat hubungannya dengan salah satu kompetensi guru yaitu kompetensi sosial.


Yang ke empat peran Pendidik diibaratkan seorang Petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanaman nya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis tanaman beda perlakuannya. Artinya bahwa kita seorang pendidik harus bisa melayani segala bentuk kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda. Maka saya mencoba menerapkan pendidikan yang berdiferensisasi. Level keberhasilan murid tidak Iagi menjadi sama. Perlakuan kepada muridpun menjadi berbeda sesuai dengan tingkat kecerdasan masing — masing, Yang terakhir dan hal terpenting yang harus dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan teladan ( Ing Ngarso Sung Tulodho), membangun semangat ( ing madyo mangun karso) dan memberikan dorongan ( tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya anak. Menuntun mereka menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.


Setelah Setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional, kedepannya saya akan mencoba menerapkan dalam situasi nyata yang saya temukan saat saya menjalankan tugas sebagai pendidik. Bukan hanya untuk menularkannya pada murid, teman seperti, kepala sekolah dan orang - orang di sekitar saya. Lima kompetensi pembelajaran sosial dan emosional yang terdiri dan pengelolaan emosi, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan dan menunjukan empati, membangun dan mempertahankan hubungan yang posittf, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab akan saya terapkan satu persatu dalam keseharian Saya . Pemikiran refleksi dari perasaan saya selama mempelajari modul 2.2 yang coba saya ungkapkan dalam jurnal ini. Semoga jurnal ini dapat menginspirasi dan dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Terakhir saya minta maaf apabila dalam penulisan jurnal ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Wassalamualaikum Wr. Wb. Salam Guru Penggerak! FUTURE ( PENERAPAN )


Click to View FlipBook Version