OM SWASTIASTU PEMBELAJARAN IPA KELAS IX SMP NEGERI 6 SINGARAJA
Bagaimanakah tumbuhan dan hewan berkembang biak atau bereproduksi
SISTEM PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN & HEWAN
KOMPETENSI DASAR 3.2 Menganalisis penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan 4.2 Menyajikan karya penelusuran informasi tentang perkembangbiakan pada hewan atau tumbuhan
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.2.1.Menjelaskan perkembang biakan vegetatif pada tumbuhan. 3.2.2.Menjelaskan perkembangbiakan generatif pada tumbuhan 3.2.3.Menjelaskan perbedaan perkembangbiakan generatif dan pekembangbiakan vegetatif pada tumbuhan 3.2.4. Menjelaskan proses penyerbukaan 3.2.5. Menjelaskan proses pembuahan 3.2.6. Menjelaskan proses penyebaran biji 3.2.7. Menjelaskan perkembangan tumbuhan 3.2.8. Menjelaskan macam-macam teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan 3.2.9. Menjelaskan macam-macam perkembangbiakan pada hewan 3.2.10. Membedakan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna 3.2.11. Menjelaskan teknologi perkembang biakan pada hewan 4.2.1. Menyajikan karya hasil penelusuran informasi tentang perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan •
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN ANGIOSPERMAE Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel). Bakal buah selanjutnya akan berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji. PERKEMBANGANGAN TUMBUHAN ANGIOSPERMAE SECARA VEGETATIF SECARA GENERATIF ALAMI BUATAN
Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan Angiospermae Cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan disebut perkembang biakan secara vegetatif. Tumbuhan dapat melakukan perkembangbiakan vegetatif karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem. Keturunan yang dihasilkan dari perkembangbiakan vegetatif memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induk.
VEGETATIF ALAMI Rhizoma Stolon Umbi Lapis Umbi Batang Kuncup Adventif Daun Ruas dan Buku pada Rhizoma kunyit Stolon pada Stroberi Umbi lapis pada bawang Tunas pada kentang Umbi Akar Umbi akar pada wortel Tunas adventif cocor bebek Tunas Tunas pada tebu
VEGETATIF BUATAN CANGKOK MERUNDUK SETEK CANGKOK MERUNDUK SETEK BATANG SINGKONG
Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan Angiospermae 1) Penyerbukan (Polinasi) Lebah hinggap pada bunga Proses menempelnya serbuk sari ke kepala putik disebut penyerbukan (polinasi). macammacam penyerbukan berdasarkan jenis perantaranya berikut ini. Anemogami Entonogami Ornitogami Kiropterogami Antropogami
Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam: • Penyerbukan sendiri (autogami), yaitu jika serbuk sari yang menempel pada putik berasal dari bunga itu sendiri. • Penyerbukan tetangga (geitonogami), yaitu jika serbuk sari yang menempel pada putik berasal dari bunga lain pada tumbuhan itu juga. • Penyerbukan silang (allogami/xenogami), yaitu jika serbuk sari yang menempel pada kepala putik berasal dari bunga tumbuhan lain dan tumbuhan asal polen masih tergolong jenis yang sama. • Penyerbukan bastar (hibridogami), yaitu jika serbuk sari yang menempel pada kepala putik berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenis atau setidaknya memiliki satu sifat beda.
Satu inti sel sperma membuahi inti sel telur (ovum) membentuk zigot (calon individu baru), dan satu inti sel sperma yang lain membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma atau cadangan makanan. Pada proses ini terjadi dua kali pembuahan sehingga disebut dengan pembuahan ganda. 2) Pembuahan (Fertilisasi)
Penyebaran biji yang jauh dari induk akan meningkatkan peluang biji untuk tumbuh dan berkembang dengan baik menjadi individu baru. Berikut ini akan dibahas berbagai cara penyebaran biji dan istilah untuk masing-masing perantara. 3. Penyebaran Biji a) Anemokori, adalah Proses penyebaran biji dengan bantuan angin. Contohnya adalah biji bunga Dandelion. b) Hidrokori, adalah proses penyebaran biji dengan bantuan air. contohnya adalah pohon kelapa dan bakau.
c. Zookori, adalah Proses penyebaran biji dengan bantuan hewan d) Antropokori, Penyebaran biji dengan bantuan manusia. Proses penyebaran dengan cara ini dapat terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja. Penyebaran biji yang secara tidak sengaja dilakukan oleh manusia apabila biji tumbuhan tersebut memiliki struktur yang mudah melekat pada pakaian.
4) Perkecambahan Biji yang masih belum tumbuh merupakan biji yang berada pada keadaan dormansi biji. Dormansi adalah peristiwa pada saat biji mengalami masa istirahat. Berakhirnya masa dormansi biji adalah ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru yang disebut dengan tahapan perkecambahan.
PERKEMBANGAN TUMBUHAN GYMNOSPERMAE Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut tumbuhan Gymnospermae. Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat perkembangbiakan generatif yang disebut strobilus atau runjung. (a) Hutan Pinus, (b) Pakis Haji, (c) Biji Tanaman Melinjo
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN PAKU Tumbuhan pakis dan juga tumbuhan paku lain tidak berkembang biak dengan menggunakan bunga, tetapi menggunakan spora. Namun demikian, tumbuhan paku juga tetap dapat menghasilkan sel kelamin dalam perkembangbiakannya. Dengan demikian, tumbuhan paku dapat mengalami perkembangbiakan secara vegetatif maupun generatif. (a) Tumbuhan Paku Ekor Kuda, (b) Tumbuhan Pteris
Jika kadar air pada kotak spora berkurang, kotak spora akan pecah dan mengeluarkan spora yang ada di dalamnya. Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya sesuai untuk tumbuh. Protalium akan berkembang dan menghasilkan anteridium dan arkegonium. Anteridium akan menghasilkan sperma berflagel (berekor) dan arkegonium menghasilkan sel telur. Perkembangan Hidup Tumbuhan Paku, (b) Sporangium, (c) spora
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN LUMUT Lumut merupakan tumbuhan yang hidup di daerah yang lembap. Tumbuhan lumut dapat berkembang biak secara generatif dengan menghasilkan sel kelamin dan secara vegetatif dengan menggunakan spora. Pada satu individu lumut memiliki anteridium yang dapat menghasilkan sel sperma dan arkegonium yang dapat menghasilkan ovum
Lumut juga dapat mengalami perkembangbiakan vegetatif melalui kuncup atau gemmae dan melakukan fragmentasi. Fragmentasi terjadi ketika tumbuhan lumut melepaskan sebagian tubuhnya untuk menjadi individu baru. Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang masih sederhana, lumut belum memiliki akar, batang, dan daun yang sejati. Secara umum lumut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu lumut hati, lumut tanduk, dan lumut daun.
TEKNOLOGI PERKEMBANGBIAKAN PADA TUMBUHAN a) Hidroponik, merupakan cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah. b) Vertikultur, merupakan metode budidaya tanaman dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman. c) Kultur jaringan adalah suatu metode perbanyakan tumbuhan dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau sekelompok sel, jaringan, atau organ.
RANGKUMAN Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Tumbuhan Gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka. Perkembang biakan secara vegetatif adalah Cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan secara kawin atau pembuahan yang melibatkan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina.
PERKEMBANGBIAKAN PADA HEWAN Sistem perkembangbiakan pada hewan dibedakan menjadi 2 yaitu: Reproduksi vegetatif (perkembangbiakan aseksual) Pada hewan, perkembangbiakan seperti ini, umumnya hanya dijumpai pada hewan tingkat rendah/invertebrata (tidak bertulang belakang) Reproduksi generatif (perkembangbiakan seksual) Perkembangbiakan seksual umumnya terjadi pada hewan tingkat tinggi/vertebrata (bertulang belakang).
1.Membentuk tunas Terdapat hewan yang mampu berkembang biak aseksual dengan cara membentuk tunas untuk menghasilkan keturunan. Contoh hewan yang melakukan perkembangbiakan dengan cara ini adalah ubur-ubur dan Hydra sp. PERKEMBANGBIAKAN ASEKSUAL PADA HEWAN Pertunasan Hydra sp.
2.Fragmentasi Planaria merupakan salah satu contoh hewan yang melakukan fragmentasi. Perkembangbiakan dengan cara ini terjadi melalui dua tahap. Tahap pertama adalah fragmentasi, yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau lebih. Selanjutnya, terjadi tahap regenerasi, yaitu setiap potongan tubuh induk tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut. Pada akhirnya, setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.
3.Partenogenesis Partenogenesis secara alami dapat terjadi pada hewan lebah, semut,a tawon, kutu daun, dan kutu air. Pada lebah, ovum yang dibuahi akan tumbuh dan berkembang menjadi lebah betina, sedangkan yang tidak dibuahi akan tumbuh menjadi lebah jantan Semut dan telurnya
4.Pembelahan biner Pembelahan biner merupakan perkembangbiakan vegetatif yang terjadi melalui proses pembelahan secara langsung. Pada umumnya, pembelahan biner terjadi pada makhluk hidup uniseluler. Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak. Pembelahan sel terdiri dari lima jenis, yaitu pembelahan ortodoks (Amoeba), melintang (paramecium), membujur (Euglena), miring (Dinoflagellata), dan strobilasi (Taenia sp) Pembelahan sel secara langsung
5.Pembelahan ganda Pembelahan ganda merupakan perkembangbiakan vegetatif yang terjadi secara berulang. Sehingga dalam sekali pembelahan dari satu individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu, contohnya adalah Plesmodium. Plesmodium
PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL PADA HEWAN Sebagian besar hewan berkembang biak secara seksual. Perkembangbiakan seksual terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Melalui proses ini akan terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Proses fertilisasi ini akan menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan berkembang menjadi embrio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio akan berkembang menjadi individu baru. Fertilisasi Fertilisasi internal Fertilisasi eksternal
30 1. Hewan Vivipar Hewan vivipar disebut juga hewan melahirkan. Hewan ini memiliki embrio yang berkembang di dalam rahim induk betinanya dan akan dilahirkan pada saat umurnya sudah mencukupi. Embrio akan memperoleh nutrisi dari induk melalui perantara plasenta. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya, hewan yang berkembangbiak secara seksual dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Kucing
2.Hewan ovipar Ovipar disebut juga dengan hewan bertelur. Hewan ini embrionya berkembang di dalam telur. Telur hewan ini akan dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina. 3. Hewan ovovivipar Hewan ovovivipar disebut juga hewan bertelur dan melahirkan. Contoh hewan ovovivipar antara lain kadal dan sebagian jenis ular. AYAM Buaya dan Kadal
PERKEMBANGAN HIDUP HEWAN Setiap hewan memiliki tahap perkembangan hidup yang dimulai dari perkembangan embrio, proses kelahiran, perkembangan menuju kedewasaan, berkembang biak, dan mengalami kematian. Pada beberapa jenis hewan, telur akan berkembang menjadi hewan muda yang memiliki struktur dan fungsi organ mirip dengan hewan dewasa (imago). Selama berkembang menuju kedewasaan, hewan muda tidak mengalami banyak perubahan pada struktur dan fungsi organ tubuh. Selama berkembang, hewan muda hanya mengalami pertambahan ukuran sehingga menjadi lebih besar. Perkembangan hewan tersebut disebut dengan perkembangan langsung. Perkembangan langsung pada serangga Lepisma saccharina
Metamorfosis sempurna & tidak sempurna Pada jenis hewan yang lain, hewan muda memiliki struktur dan fungsi organ tubuh yang berbeda dengan hewan dewasa. Hewan muda tersebut kemudian berkembang melalui tahap tertentu sehingga memiliki struktur dan fungsi organ tubuh yang sama dengan hewan dewasa. Perkembangan hewan yang demikian disebut dengan metamorfosis. Metamorfosis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna. (a) Metamorfosis tidak sempurna pada kutu (b) Metamorfosis sempurna pada lalat
Perkembangan hidup ubur-ubur Pada beberapa hewan, selama perkembangan hidup dari hewan muda menjadi hewan dewasa terjadi perkembangbiakan secara seksual dan secara aseksual. Ubur-ubur dapat berkembang biak secara seksual dan secara aseksual. Uburubur seringkali dijumpai dalam bentuk medusa dan berada pada tahap seksual yaitu dapat menghasilkan sel kelamin. Sel kelamin dilepaskan ke air dan dapat mengalami fertilisasi. Zigot akan berkembang menjadi larva. Jika berada pada tempat yang sesuai, larva akan tumbuh menjadi polip yang disebut skifistoma. Saat dalam tahap polip, ubur-ubur dapat berkembang biak secara aseksual melalui pembentukan tunas. Polip akan berkembang dan menghasilkan strobila. Strobila akan terlepas dari induknya dan berkembang menjadi medusa kecil yang disebut efira. Efira selanjutnya tumbuh menjadi medusa dewasa. Perkembangan hidup ubur-ubur
Metamorforsis katak Katak dewasa akan menghasilkan ratusan telur. Telur kemudian menetas menjadi kecebong, kecebong selanjutnya berkembang menjadi berudu yang memiliki kaki. Berudu berkembang menjadi katak muda yang kemudian berkembang menjadi katak dewasa. Metamorfosis katak
TEKNOLOGI PERKEMBANGBIAKAN PADA HEWAN 1. Fertilisasi in vitro Fertilisasi in vitro atau yang biasa dikenal dengan istilah bayi tabung yang merupakan proses mempertemukan sperma dengan sel telur di luar tubuh dari induknya, hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah sperma yang seringkali terjadi pada saat bertemu dengan sel telur. Sperma yang tidak bisa bertemu dengan sel telur ini, maka setelah terjadinya pembuahan embrio akan dimasukan ke dalam rahim hewan betina. Teknologi in vitro embrio pada ternak
2.Kawin Suntik Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah proses memasukkan cairan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran perkembangbiakan sapi betina dengan bantuan manusia. Inseminasi buatan memiliki beberapa manfaat, antara lain efisiensi waktu, efisiensi biaya, dan juga memperbaiki kualitas anakan sapi. Perbaikan kualitas misalnya sebagai penghasil daging yang berkualitas (sapi potong). Inseminasi buatan
3.Kloning Kloning merupakan proses untuk mengganti sel telur dengan sel somatis, dan diberi kejutan listrik hingga sel tersebut berkembangbiak. Setelah berhasil berubah menjadi embrio, maka embrio tersebut ditanamkan pada rahim hewan betina. Anak yang dihasilkan akan sangat mirip dengan induk yang diambil inti somatisnya. Contoh hewan kloning adalah domba dolly. Proses kloning domba dolly
RANGKUMAN Sistem perkembangbiakan pada hewan dibedakan menjadi 2 yaitu reproduksi vegetatif (perkembangbiakan aseksual) dan reproduksi generative (perkembangbiakan seksual). Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) pada umumnya terjadi pada hewan tingkat rendah/invertebrata (tidak bertulang belakang). Contohnya adalah membentuk tunas, fragmentasi, partenogenesis, pembelahan biner dan pembelahan ganda. Perkembangbiakan generative (seksual) umumnya terjadi pada hewan tingkat tinggi/vertebrata (bertulang belakang). Perkembangbiakan ini dibagi menjadi tiga jenis: ovipar, vivipar, dan ovovivipar. Contoh teknologi perkembangbiakan pada hewan yaitu fertilasasi in vitro, kawin suntik dan kloning.
Selamat belajar KERJAKAN LATIHAN SOAL DAN TUGAS PROYEK DENGAN BAIK !!!!