The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini berisi tentang materi Sumber Hukum Islam

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by puspitasariheppy, 2021-07-07 00:20:14

PAI SMA X BAB 5

E-Book ini berisi tentang materi Sumber Hukum Islam

Keywords: SUMBER HUKUM ISLAM

SUMBER HUKUM ISLAM

OLEH : HEPPY PUSPITASARI

Kompetensi Dasar Indikator

3.8 Menganalisis kedudukan al-Qur’an, Hadis,  Memahami Q.S. al-Isrā’/17:9 dan Q.S. an- Nisā/4:59,
dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam 105 tentang al-Qur’ān, hadis dan ijtihād sebagai sumber

 hukum Islam
Menganalisis kedudukan al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad

sebagai sumber hukum Islam
Menjelaskan makna isi al-Qur’ān, hadis dan ijtihād

sebagai sumber hukum Islam









KEDUDUKAN AL-QUR’AN

Al-Qur’an sebagai sumber hukum memiliki 3 komponen dasar hukum yaitu
sebagai berikut:
1. Hukum I’tiqadiah
2. Hukum Amaliah
3. Hukum khuluqiyah



ISI AL-QUR’AN

FUNGSI AL-QUR’AN

Aturan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur’an memiliki tiga
fungsi utama:

1. Al-Qur’an sebagai Huda (petunjuk)
2. Al-Qur’an sebagai Bayyinat
3. Al-Qur’an sebagai Furqan



COBA CARI JAWABANNYA:

1. Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam sudah sangat sempurna dan
segala hukum apapun bisa digali melaluinya. Kenapa masih memerlukan
Sunnah / hadits?

2. Bagaimana pandangan kalian dengan istilah Sunnah dan Hadits?
Samakah kedua istilah ini atau sebenarnya berbeda?

3. Bagaimana kedudukan dan fungsi Sunnah / Hadits sebagai sumber hukum
Islam?



HAKIKAT SUNNAH RASUL

• Al-Qur’an berisi petunjuk-petunjuk yang yang diperlukan oleh manusia dalam
menjalani hidupnya, namun petunjuk / infprmasi itu masih bersifat global (mujmal).
Misalnya perintah sholat (Aqimish sholat), puasa (kutiba ‘alaikumus shiam), haji (wa
atimmul hajj), berpakaian, berumah tangga, aktivitas ekonomi, dll. Tetapi di dalam
Al-Qur’an tidak menjelaskan secara operasional yang lebih rinci tentang tata cara
(kaifiyat / how to do) perintah-perintah itu. Oleh karena itu Al-Qur’an masih
memerlukan penjelasan-penjelasan (bayan) yang lebih rinci.

• Untuk itu Allah SWT mengutus Rasul yang akan menjelaskan segenap aturan Al-
Qur’an. Rasulullah lantas mendemonstrasikan tata cara sholat, puasa, haji,
berdagang, berpolitik, berumah tangga, dll.

• Apa yang dijelaskan oleh Rasulullah, baik melalui perbatan(fi’liyah), ucapan
(qauliyah), maupun sikap diamnya (taqririyah) disebut sunnah Rasul. Jadi Sunnah
Rasul adalah setiap perilaku, ucapan dan sikap diam Nabi

LANJUTAN

• Kedudukan Rasul adalah sebagai penjelas yang menjelaskan dan memberi
contoh tentang seluruh pesan-pesan Al-Qur’an, dari mulai persoalan etika
makan sampai kepada sola bernegara. Oleh karena itu Rasul sebagai
model / Uswah hasanah.

• Bagi mukmin mengetahui perilaku dan seluk beluk kehidupan seorang
model ini sangat perlu. Akan tetap pada kenyataannya orang yang bisa
meluhat perbuatan Nabi hanya sebagian sahabat saja. Sebagian besar
orang pada saat itu hanya mendengar beritanya. Berita itulah yang
dinamakan Hadits. Jadi hadits adalah berita tentang sunnah Rasul.

KEDUDUKAN SUNNAH

• Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua
setelah Al-Qur’an. Allah SWT mewajibkan kepada kita
supaya mentaati hukum-hukum maupun apa yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, karena ada
beberapa hukum yang tidak disebutkan di dalam Al-
Qur’an, sehingga Rasulullah menjelaskan hukumnya, baik
dengan perkataan, perbuatan, maupun dengan
penetapan.

DASAR HUKUMNYA

• QS. Al-Hasyr ayat 7
“…. Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia. Dan
apa-apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.

• QS. An Nisa ayat 40
“barang siapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah
menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (darinya), maka ketahuilah Kami
tidak mengutusmu Muhammad untuk menjadi pemlihara mereka”

FUNGSI SUNNAH / HADITS
TERHADAP AL-QUR’AN

Hadits atau Sunnah Rasulullah SAW berfungsi sebagai bayan (penjelas)
terhadap Al-Qur’an, tanpa memahami hadits maka tidak akan mampu
memahami Al-Qur’an dengan jelas. Bayan ada beberapa macam:

1. Bayan Tauqid (Tauqid=menguatkan), yakni menguatkan pernyataan Al-
Qur’an

2. Bayan Tafshil (tafshil=merinci), yakni merinci apa yang masih global di
dalam Al-Qur’an

3. Bayan Itsbat (itsbat=pengecualian), yakni hadits memberikan
pengecualian terhadap pernyataan Al-Qr’am yang global.

4. Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an



COBA IDENTIFIKASI HADITS BERIKUT:















siapa yang berhak untuk melakukan ijtihad?
Apakah ijtihad bisa dilakukan oleh setiap
orang?



















SELESAI….

WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB


Click to View FlipBook Version