The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Goresan Pena adalah kumpulan puisi karya siswa-siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Jumapolo. Berangkat dari keinginan besar menjadikan SMP Negeri 1 Jumapolo untuk senantiasa belajar, bergerak, dan berpartisipasi aktif untuk membentuk budi pekerti luhur pelajar Indonesia melalui menulis karya dalam mengembangkan literasi sekolah serta meramaikan ruang literasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Frank Fnk, 2023-10-22 21:55:50

Antologi Puisi GORESAN PENA Siswa Kelas VII C

Goresan Pena adalah kumpulan puisi karya siswa-siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Jumapolo. Berangkat dari keinginan besar menjadikan SMP Negeri 1 Jumapolo untuk senantiasa belajar, bergerak, dan berpartisipasi aktif untuk membentuk budi pekerti luhur pelajar Indonesia melalui menulis karya dalam mengembangkan literasi sekolah serta meramaikan ruang literasi.

Page | 1


KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan segala bentuk nikmat dan karunianya, tak lupa selawat serta salam kami sampaikan kepada Nabi Muhammad saw. yang telah menjadi suri teladan dan sumber inspirasi, sehingga kami dapat menuangkan bait-bait sederhana di atas kertas putih berlumur kerinduan serta goresan tinta keindahan yang dikemas dalam sebuah karya pertama kami, yaitu antologi puisi yang berjudul Goresan Pena. Puisi adalah bahasa kalbu yang terlahir dari relung jiwa serta langit-langit imajinasi yang berkeliaran. Dipenuhi khayal serta realitas kehidupan yang kata-katanya terkadang kaku meskipun tak beku, terasa cair meski tak berwujud air. Ia hadir dari berbagai lini masa sejarah, menjadi juang walau tak berjuang, menjadi senjata meski tak mematikan atau hanya sekadar menjadi teman sepi. Puisi tak hanya sebatas kata yang disusun menjadi kalimat, dipoles dengan titik dan koma yang menjadi bait-bait indah, yang liriknya mampu memberikan rasa untuk penikmatnya. Ia selalu hadir dalam keunikannya. Melalui pengantar ini, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut andil di dalamnya, serta kata maaf atas kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan karya ini. Kami mengharap segala bentuk kritik dan saran demi kesempurnaan karya pertama kami dan karya-karya selanjutnya. Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan karya ini yang menyimpan banyak kekurangan. Langkah ke-1000 selalu dimulai dengan langkah pertama. Semoga antologi ini menjadi langkah awal kami para siswa-siswi untuk terus belajar dan berkarya. Lika-liku, manis-pahit getirnya pengorbanan tinta mewarnai setiap bait pada lembaran buku ini. Dengan ini kami persembahkan antologi puisi kami dengan penuh rasa cinta dan terima kasih. Oktober 2023, Guru Bahasa Indonesia Fauzan Nur Khairudin, S.Pd.


DAFTAR ISI TERIMA KASIH, GURUKU Amanda Fellys Pramesti................................................................................ MATAHARI Andhini Riskya Putri ....................................................................................... PAHLAWAN Andreyan Abdul Latif...................................................................................... GURUKU Anita Duwi Lestari............................................................................................ MATAHARI Ayyatul Husna.................................................................................................... TERJEBAK DI SUDUT KELAM Danendra Justine Arga Raharja .................................................................. BERTAUBAT Dikky Ardiansyah ............................................................................................. ROMANSA Dikky Ardiansyah ............................................................................................. AWAN Dilla Putri Maharani ........................................................................................ PELAN TAPI PASTI Erliana Lufita Sari............................................................................................. CITA-CITA Fadhila Nuraini.................................................................................................. BAYANGAN Fadli Fadilah Faresa Putra............................................................................ SAHABAT Hilmi Nurfatah Riyanto.................................................................................. UNTUKMU, IBU Intan Noviyanti..................................................................................................


YA TUHAN KAMI Mahesa Yusuf Astratna................................................................................... SAHABAT Maulana Rozak................................................................................................... SENJA Narendra Dinda Sagita ................................................................................... BELAJARLAH Nazriel Gunawan............................................................................................... IBUKU Ramdhan Viqri Radyatama........................................................................... MENTARI Risky Aji Saputra............................................................................................... IBUKU Rizky Aditya........................................................................................................ MELATI Sabbihisma .......................................................................................................... BULAN DI MALAM Sabita Qinesrani ................................................................................................ PANTANG MENYERAH Sabrina Daffa Art Syandi................................................................................ TERIMA KASIH, IBU Safinatul Ulmi Anggiani.................................................................................. CINTA SEBATAS MENGAGUMI Sheva Aditya Pratama..................................................................................... GURUKU Yongki Riski Prasetyo.....................................................................................


Goresan Pena | 1 TERIMA KASIH, GURUKU Amanda Fellys Pramesti Terima kasih atas bimbingan engkau yang tiada henti Engkau tak kenal lelah Memberikan ilmu yang berguna untuk kami Engkau orang tua kami di sekolah Engkau beriku semangat untuk bergerak Agar masa depanku bersinar kelak Jasamu akan selalu terkenang Terima kasih guruku yang bijak


Goresan Pena | 2 MATAHARI Andhini Riskya Putri Matahari kau sumber cahaya bumi Kau bersinar sangat terang Kau menghilang saat menjelang sore Senjamu sangatlah terlihat indah di mataku


Goresan Pena | 3 PAHLAWAN Andreyan Abdul Latif Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang Wajah sunyi setengah adah Menangkap sepi padang senja


Goresan Pena | 4 GURUKU Anita Duwi Lestari Guruku… Kau adalah gerbang ilmuku Tanpamu aku tidak bisa berilmu Darimulah aku bisa belajar Supaya aku menjadi pintar Dan tercapai cita-citaku


Goresan Pena | 5 MATAHARI Ayyatul Husna Matahari menyinari bumi dari pagi hingga sore hari Matahari terbit dari timur Sinarmu sangat indah pada saat sore hari Kita dapat berjemur di bawah sinar matahari pagi


Goresan Pena | 6 TERJEBAK DI SUDUT KELAM Danendra Justine Arga Raharja Sudikah engkau memberiku ruang? Meskipun dalam gelap gulita Pekat tanpa cahaya Menemaniku yang kian renta Inilah hari-hari yang akan kita lalui Semakin suram dan kelam Tak ada harapan yang bisa ditatap Hanya ada lelah dan kita pasrah Yang indah sudah tak dapat diraih Meninggalkan kenangan penuh nelangsa Penyesalan kian kejam menyiksa Menghukum jiwa dan raga hingga akhir


Goresan Pena | 7 BERTAUBAT Dikky Ardiansyah Janganlah engkau berbuat maksiat Janganlah engkau berbuat jahat Segeralah engkau bertaubat Agar selamat dunia akhirat Apabila engkau kesulitan Dan menerima segala cobaan Memohonlah kepada Tuhan Pasti Tuhan mengabulkan Jangan lupa kepadanya Patuhilah perintahnya Bertaubatlah kepadanya Pasti Tuhan menerimanya


Goresan Pena | 8 ROMANSA Dikky Ardiansyah Kisah ini hanya kau dan aku Tak ada ketiga, keempat, kelima Aku adalah kau Kau adalah aku Senyummu adalah bahagiaku Tangismu adalah laraku Citamu adalah wajibku Karena kau… Adalah tulang rusukku


Goresan Pena | 9 AWAN Dilla Putri Maharani Kau begitu indah Bersama bumantara Kau berwarna putih di hamparan cakrawala Di saat baskara menyinarimu Kau tampak cantik berseri Di saat malam datang Kau bersama bintang Di langit Saling melengkapi Menghias langit yang sama Kau begitu indah Sampai-sampai bisa membuat hati Jauh lebih tenang Karena melihat paras indah dan cantiknya Dirimu


Goresan Pena | 10 PELAN TAPI PASTI Erliana Lufita Sari Tak apa-apa perlahan asal pasti Nikmati saja perjuangannya Mulai dari susah sampai senang Semua itu akan bermakna Jika kamu menyesalinya Ingat, tidak ada perjuangan yang sia-sia


Goresan Pena | 11 CITA-CITA Fadhila Nuraini Ke sekolah luruskan niatmu Tekadkan hati mencari ilmu Jangan bermalas-malasan belajarmu Agar tercapai cita-citamu Ketika aku mulai berpikir Tentang diriku di masa depan Rajinlah untuk belajar Karena belajar adalah kunci Kesuksesan untuk masa depan Kuharap diriku masih kuat Berjuanglah tanpa menyerah Teruslah menuntut ilmu yang bermanfaat Tanpa menyerah walau kadang lelah


Goresan Pena | 12 BAYANGAN Fadli Fadilah Faresa Putra Begitu kiranya malam jatuh Dingin mati rindu terpiuh Daun berkelah sepetak mimpi Dan waktu dipecah jam terkapur Angin sore itu beristirahat di batu Menatap senja gugur di lanskap ombak Begitu kiranya gelap menyusup Sebagai sepi yang berbunga hitam Diatas halaman tanah fajar merekah Aku masih di antara malam yang berserak


Goresan Pena | 13 SAHABAT Hilmi Nurfatah Riyanto Sahabat adalah teman Yang selalu menemaniku Dan membuatku tertawa Ia selalu berada di sampingku Sambil tersenyum


Goresan Pena | 14 UNTUKMU, IBU Intan Noviyanti Anggapnya aku adalah permata Hadirku disambut tangis bahagia Bukan lagi uang, tapi nyawanya terharunya Sakit pun dianggap mati rasa Dalam senyummu selalu ada ketulusan Nasihat berirama penuh dengan kehangatan Usap tangan dengan penuh harapan Bu, bahasa kalbu yang selalu kauhidangkan Melahirkanku pilihan keberanian Dan mendidikku adalah ajang ujian Mencintaimu menjadi kewajiban Menjadi sosok sepertimu adalah impian


Goresan Pena | 15 YA TUHAN KAMI Mahesa Yusuf Astratna Kami telah terpuruk dalam lautan dosa Detik menit jam kami terendam dalam dosa Ampunilah kami Ya Tuhan kami


Goresan Pena | 16 SAHABAT Maulana Rozak Sahabat engkau adalah sosok penolong Ketika aku kesepian Atau ketika aku kesusahan Kau juga jadi teman curhatku Saat aku kesal maupun kesepian


Goresan Pena | 17 SENJA Narendra Dinda Sagita Engkau begitu indah Warnamu begitu sangat dikagumi Dikelilingi oleh anila Dan udara yang segar Betapa indahnya jika melihatmu setiap hari Kaulah yang menjadi saksi kebahagiaan orang


Goresan Pena | 18 BELAJARLAH Nazriel Gunawan Belajarlah bersungguh-sungguh Agar masa depan tidak runtuh Jika main HP tak kenal waktu Masa depan tidak akan tertentu


Goresan Pena | 19 IBUKU Ramdhan Viqri Radyatama Ibuku Kaulah yang melahirkanku Kauajariku, dari yang tidak tahu menjadi tahu Kau merawatku, dengan kasih dan cintamu Ternyata benar, Ibu Kehadiranmu mampu menggantikan semua orang Tapi semua orang tidak mampu menggantikanmu Terima kasih, Ibu Jasamu kukenang selalu


Goresan Pena | 20 MENTARI Risky Aji Saputra Sinarmu yang sangat indah Menerangi alam semesta Kau tampak bundar di langit yang biru Di kala pagi yang dingin Cahayamu menghangatkan tubuh Terik panas di siang hari Membuat orang ingin berteduh Warna oranye yang menyala Dan senja yang memesona Ketika kau ingin terbenam


Goresan Pena | 21 IBUKU Rizky Aditya Ibu… Sembilan bulan lamanya Kau mengandungku Kau berjuang melahirkanku Agar aku bisa melihat dunia Ibu… Jika aku sakit Kau merawatku Jika aku bersedih Kau menghiburku Ibu… Terima kasih atas jasamu Yang telah membesarkanku Dari kecil sampai sebesar ini Hingga menjadi anak yang berguna Terima kasih, ibuku


Goresan Pena | 22 MELATI Sabbihisma Di halaman rumahku Tumbuh beberapa bunga melati Harum semerbak mewangi Tercium oleh orang yang datang bertamu Bunganya melambangkan kesucian Di bawah bumantara yang luas dan biru Tergerak mengikuti angin yang berlalu Melati kembang anugerah dari Tuhan Teruslah Wahai melati Terlihat indah di malam hari Menebar aroma yang menyejukkan hati Pelipur kesedihan diri


Goresan Pena | 23 BULAN DI MALAM Sabita Qinesrani Di langit yang gelap Di malam yang sepi Bulan muncul Pesonanya menghias hati Dengan sinarnya yang lembut memancar Menerangi jalanan yang penuh rintangan Bulan… Bidadari malam yang setia Seperti permata yang bersinar di langit Mengarahkan hati yang gelap dan sunyi Memberi harapan dan inspirasi dalam kisah hidup Dalam tiap kilauanmu yang memesona Bulan mengukir impian di balik kelam Seperti puisi yang indah Menawarkan damai dan kesejukan Bulan… Saksi bisu dalam perjalanan waktu Melihat manusia dengan lara dan sukacita Di antara bintang yang berkelap-kelip Engkau mengajarkan tentang keabadian dan keheningan Dalam gemerlap malam yang penuh misteri Bulan menjadi penuntun dalam kesulitan hidup Seperti teman yang selalu setia menemani Menyediakan ketenangan dan ketentraman Bulan… Cahaya dalam kegelapan Engkau melambangkan harapan dan keindahan Di dalam hati yang hampa dan terluka Kau membawa semangat Menghidupkan kembali api


Goresan Pena | 24 PANTANG MENYERAH Sabrina Daffa Art Syandi Hujan reda mentari bersinar Pelangi muncul Dengan warna indahnya Jika kamu terkena masalah Jangan mengeluh, pasti ada jalannya Jika kamu mengeluh Pasti tidak akan ada jalannya


Goresan Pena | 25 TERIMA KASIH, IBU Safinatul Ulmi Anggiani Terima kasih Ibu, engkau telah merawatku Dari kecil sampai besar Dan engkau telah melahirkanku dengan penuh perjuangan Ibu… Kau merawatku saat aku sakit Hingga aku sehat kembali Saat aku kesakitan pasti kau menolongku Saat aku dimarahi, kata ibuku memperbaiki kelemahanku Terima kasih, Ibu Aku sayang padamu…


Goresan Pena | 26 CINTA SEBATAS MENGAGUMI Sheva Aditya Pratama Aku sangat mencintaimu Tapi sayang aku hanya Sebatas mengagumimu Aku lebih memilih kamu Walaupun kamu memilih Orang lain Karena sebatas mengagumi Aku lebih memilih kamu kepada Orang lain


Goresan Pena | 27 GURUKU Yongki Riski Prasetyo Oh, guruku Kau adalah cerminan jiwa yang luhur Pembimbing kehidupan yang baik Penerang dalam kehidupan Terima kasih wahai guruku Kau telah ajarkan kami ilmu Aroma riang senyummu Sungguh indah dan berharga Jasamu akan terkenang dalam kehidupan


Goresan Pena | 28 TERIMA KASIH, GURUKU Amanda Fellys Pramesti MATAHARI Andhini Riskya Putri PAHLAWAN Andreyan Abdul Latif GURUKU Anita Duwi Lestari MATAHARI Ayyatul Husna TERJEBAK DI SUDUT KELAM Danendra Justine Arga Raharja BERTAUBAT Dikky Ardiansyah ROMANSA Dikky Ardiansyah AWAN Dilla Putri Maharani PELAN TAPI PASTI Erliana Lufita Sari


Goresan Pena | 29 CITA-CITA Fadhila Nuraini BAYANGAN Fadli Fadilah Faresa Putra SAHABAT Hilmi Nurfatah Riyanto UNTUKMU, IBU Intan Noviyanti YA TUHAN KAMI Mahesa Yusuf Astratna SAHABAT Maulana Rozak SENJA Narendra Dinda Sagita BELAJARLAH Nazriel Gunawan IBUKU Ramdhan Viqri Radyatama MENTARI Risky Aji Saputra IBUKU Rizky Aditya


Goresan Pena | 30 MELATI Sabbihisma BULAN DI MALAM Sabita Qinesrani PANTANG MENYERAH Sabrina Daffa Art Syandi TERIMA KASIH, IBU Safinatul Ulmi Anggiani CINTA SEBATAS MENGAGUMI Sheva Aditya Pratama GURUKU Yongki Riski Prasetyo


Goresan Pena | 31


Click to View FlipBook Version