The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi tentang proses terjadinya pelangi dan jenis jenis pelangi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nuraeni Salsabila, 2020-11-17 03:24:57

Proses Terjadinya Pelangi

Buku ini berisi tentang proses terjadinya pelangi dan jenis jenis pelangi.

Keywords: Pelangi

TUGAS SISKOMDIG
MEMBUAT E BOOK ANYFLIP

KELAS : X BDP 3
ANGGOTA : 1. NUR FAJAR EKA SAPUTRA

2. NURAENI SALSABILA
3. RAHMAD RAMADHAN
4. RIFKY SEPTYAN DWI N.
5. SABRINA NURIN AMALINA
6. SULISSETYAWATI

MATERI : PROSES TERJADINYA PELANGI

PROSES TERJADINYA PELANGI

Tahukah kamu apa itu pelangi? Pelangi adalah fenomena alam yang berupa optik
dan meteorologi yang memiliki warna-warni indah yang sejajar yang ada dilangit.

Pelangi terbentuk melewati proses pembelokkan cahaya atau yang di sebut dengan
pembiasan, proses pembiasan pada pelangi akan tertata secara struktur dan akan
menghasilkan warna-warni indah pada pelangi.
Bagaimana sih proses nya?
Berikut ini tahapannya :
Pembelokan Cahaya (Pembiasan)
Pelangi akan terjadi apabila cahaya mengalami pembiasan ketika cahaya matahari
terkena air hujan. Pelangi hanya dapat dilihat pada saat hujan dan disertai cahaya
matahari bahkan posisi pengamat juga menentukan yaitu diantara hujan dan sinar
matahari lalu sinar matahari ada dibelakang pengamat sehingga akan terjadi garis
lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi dan akan terbentuk lah menjadi
pelangi dari hasil proses pembiasan tadi.

Gambar proses terjadinya pelangi :

Penjelasan :
1. Pembiasan Sinar Matahari. Pelangi terbentuk karena adanya pembiasan sinar
matahari (cahaya) yang dibelokkan berpindah tempat ke arah lain dari
perjalanan satu medium ke medium lainnya oleh tetesan air yang ada di
atmosfer.
2. Sinar matahari melewati tetasan air. Ketika cahaya matahari melewati tetesan
air maka cahaya tersebut akan dibengkokkan sehingga akan membuat warna-
warna tersebut berpisah dengan warna lainnya.
3. Pembelokkan cahaya. Setiap warna-warna pelangi akan dibelokkan pada sudut
yang berbeda sehingga akan memberikan warna yang indah pada pelangi.
4. Terbentuklah warna pelangi. Warna yang akan pertama di belokkan adalah
warna ungu, sedangkan warna terakhir yang akan di belokkan adalah warna
merah serta akan menyusul warna pelangi lainnya yaitu jingga, kuning, hijau,
biru, dan nila maka kita akan melihat warna pelangi secara utuh yang
disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna.

JENIS-JENIS PELANGI
Pelangi dengan keindahan alam yang di ciptakan Tuhan agar manusia dapat
menikmati keindahan yang dapat dilihat dengan kasat mata yang cahaya nya tampak
sidak terlalu menyilaukan mata. Sehingga pelangi banyak disukai manusia dengan
warna-warna yang indah.
Berikut adalah jenis-jenis pelangi yang muncul di langit :

● Classic Rainbows (Pelangi Klasik)

Pelangi klasik ini cukup berbeda dari pelangi lainnya, di mana pada fenomena
alam ini hanya ada 6 warna yang bisa didapati yaitu merah, hijau, kuning,
oranye, ungu dan biru.
Nah, intensitas tiap warna dari pelangi klasik ini juga dipengaruhi oleh kondisi
atmosfer dan waktu.
● Circular Rainbows (Pelangi Melingkar)

Pelangi melingkar ini menjadi pelangi yang paling dikenal dan paling sering
dijumpai dilukisan anak-anak.
Pelangi melingkar ini berbentuk seperti busur lingkaran sempurna dengan
radius tepat 42 derajat.
● Secondary Rainbows (Pelangi Sekunder)

Menjadi salah satu pelangi yang langka, pelangi sekunder ini akan muncul
ketika ada pelangi primer yang lebih awal muncul.
Pelangi sekunder akan menampilkan warna yang sedikit lebih redup dari
pelangi primer dan juga akan menampilkan warna yang terbalik dari pelangi
primer.

● Red Rainbows (Pelangi Merah)

Red rainbow akan menampilkan pelangi yang didominasi warna merah.
Pelangi merah biasa muncul pada saat fajar di pagi hari dan juga saat
terbenamnya matahari pada sore hari dengan ketebalan filter atmosfir bumi
menjadi biru, terlihat lebih merah atau seperti tetesan cahaya oranye
mencerminkan dan membiaskan air. Hasilnya adalah pelangi dengan spektrum
dengan ujung merah.
● Sundogs

Pelangi jenis sundogs ini biasanya muncul pada musim dingin dengan cuaca
yang cerah. Pelangi sundogs akan terjadi ketika matahari bersinar melalui
kristal es yang tinggi di atmosfer.
Pelangi sundogs akan menampilkan pantulan cahaya berwana merah pada
bagian dalam serta warna ungu pada bagian luar diikuti dengan warna pelangi
lainnya.
● Fogbows (Busur Kabut)

Pelangi yang sulit didaparkan dari pelangi lainnya ini hanya akan terjadi
dengan jumlah parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakan
fogbows.
Mulai dari sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi
serta kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari
yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.
● Waterfall Rainbows (Pelangi Air Terjun)

Pelangi air terjun merupakan pelangi yang tentunya jarang kits temui karena
pelangi yang satu ini hanya bisa dilihat di atas air terjun.
Pelangi air terjun ini biasanya didapati saat kabut air terjun bercampur ke
dalam aliran udara dengan konstan atmosfer secara terus menerus.

● Fire Rainbows (Pelangi Api)

Jenis pelangi yang satu ini memang menjadi pelangi yang cukup asing
didengar bahkan dilihat. Hal ini disebabkan karena pelangi api tidak dapat
dilihat dari lokasi dengan jarak lebih dari 55 derajat utara atau selatan.
Fenomena pelangi api ini tentu saja tidak terbuat dari api urbanreaders.
Pelangi api terjadi dalam kondisi spesifik tertentu seperti adanya awan cirrus
yang bertindak seperti prisma yang harus ketinggiannya berada pada 20.000
kaki dan dengan pancaran sinar matahari yang matahari dalam keadaan
menyorot yang berada pada ketinggian 58-68 derajat.
● Moonbows (Busur Bulan)

Sesuai dengan namanya, pelangi busur bulan akan tampak seperti busur yang
biasanya muncul pada malam hari. Pelangi yang dikenal dengan istilah lain
pelangi lunar ini menjadi pelangi yang jauh lebih sulit untuk ditemukan.
Untuk dapat muncul biasanya badai hujan harus terjadi pada saat bulan
purnama. Ketika badai sudah berlalu, Moonbows akan dapat dilihat jika
keterangan bulan purnama tidak terhalanh oleh awan.


Click to View FlipBook Version