JURNAL REFLEKSI
DWI MINGGUAN KE-11
REFLEKSI MODUL 1.1
SAMPAI MODUL 3.3
Nur'aini, S.Pd., M.Pd.
Guru SMAN 1 Sooko Kab. Mojokerto
CGP Angkatan 5
REFLEKSI MODUL 1.1
SAMPAI MODUL 3.3
Jurnal refleksi pada Pendidikan Guru Pengerak ditulis setiap dua minggu sekali,
dikenal dengan istilah dwi-mingguan. Jurnal refleksi kali ini adalah jurnal refleksi dwi
mingguan yang ke-11, yang mencakup ringkasan refleksi dari modul 1.1 sampai pada
modul 3.3, dan merupakan penghujun dari jurnal refleksi selama program pendidikan
guru penggerak dan merupakan gambaran pengalaman secara umum selama
mengikuti program guru penggerak. Format penulisan menggunakan model 4-F yaitu
Fact, Findings, Feelings dan Future.
FACT
Akhirnya program pendidikan guru penggerak Angkatan 5 akan berakhir, setelah
hampir terselesaikannya semua pembelajaran dalam LMS, pendampingan individu
dan lokakarya. Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan kegiatan
pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada
kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta
didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya
untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik;
serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk
mewujudkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran pada PGP Angkatan 5 ini
berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Terdapat tiga paket yang di dalamnya
masih terbagi lagi dalam beberapa paket. Selain menyelesaikan pembelajaran
secara daring melalui LMS dengan didampingi oleh fasilitator Ibu Lindah Solehana,
CGP juga melaksanakan kegiatan lokakarya dan pendampingan individu bersama
Pengajar Praktik Bapak Andi Syahroya. Jumlah lokakarya sebanyak tujuh kali,
begitupun juga dengan pendampingan individu yang dilakukan sebanyak tujuh kali.
Dalam sesi tatap muka ini banyak sekali yang dipelajari oleh CGP baik yang berasal
dari Pengajar Praktik maupun dari rekan CGP kelompok lain. Hal tersebut karena
PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan
dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learningselama 9
(sembilan) bulan. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam
jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri
atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan
sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.
Pada paket modul satu dengan judul “Paradigma dan Visi Guru Penggerak” diawali
dengan kegiatan tes awal modul yang dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2022.
Modul satu ini dibagi menjadi empat bagian sub modul, yaitu 1.1) Refleksi Filosofi
Pendidikan Nasional – Ki Hadjar Dewantara; 1.2) Nilai dan Visi Guru Penggerak; 1.3)
Visi Guru Penggerak; 1.4) Budaya Positif. Setiap sub-modul tersebut, diselesaikan
dengan alur belajar M-E-R-D-E-K-A, yaitu M-ulai dari diri; E-ksplorasi konsep; R-uang
kolaborasi; D-emonstrasi kontekstual; E-laborasi pemahaman; K-oneksi antar materi;
dan A-ksi Nyata. Guru selaku pendidik harus mengetahui peran pentingnya dalam
dunia Pendidikan. Sebagai akhir paket modul, CGP diminta mengerjakan tes akhir,
dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 26 Agustus 2022.
Paket modul dua yang berjudul “Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid”
juga diawali dengan tes awal modul yang dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2022.
Seperti halnya paket modul satu, paket modul dua ini juga dibagi menjadi sub-sub
modul, yaitu 2.1) Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid; 2.2)
Pembelajaran Sosial dan Emosional; 2.3) Coaching untuk Supervisi Akademik. Masih
sama pula dengan paket modul satu, paket modul dua juga diselesaikan dengan
menggunakan alur belajar M-E-R-D-E-K-A. Pada kesempatan belajar kali ini, CGP
selaku seorang pendidik, belajar bagaimana bisa menerima keberagaman murid.
Kemudian, bagaimana pentingnya seorang pendidik membantu mengarahkan murid
untuk melakukan kontrol emosi diri. CGP juga belajar bagaimana melaksanakan
kegiatan supervisi akademik dengan pendekatan coaching. Tes akhir paket modul
dua dilaksanakan pada tanggal 07 Oktober 2022.
Paket modul 3 merupakan paket modul terakhir yang dilaksanakan oleh CGP,
memiliki judul “Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah”. Dalam sub-
modul paket tiga inilah, CGP dibimbing tentang bagaimana pola pikir pemimpin yang
seharusnya, dengan tetap mengutamakan keberpihakan pada murid, sikap seorang
pemimpin ketika dihadapkan pada permasalah pelik, dimana keduanya memiliki nilai
benar dan benar (dilema etika), agar keputusan yang ditetapkan merupakan hasil
yang paling bijak dan tepat. Sub-modul tersebut antara lain: 3.1) Pengambilan
Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin; 3.2) Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya; 3.3) Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada
Murid. Tes awal modul dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 12 Oktober 2022,
sedangkan tes akhir modul dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 November 2022.
Kegiatan Lokakarya dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan tatap muka antara CGP
dengan CGP dari kelompok lain, yang berada di Kabupaten Mojokerto. Acara
tersebut didampingi secara langsung oleh masing-masing pengajar praktik
kelompok. Dalam prosesnya, CGP melakukan kegiatan berkelompok dan individu,
baik dengan anggota kelompok (05.92-A) maupun dengan kelompok lainnya. Proses
penyampaian materi disertai dengan praktik langsung sehingga CGP dapat lebih
memahami serta memiliki gambaran untuk menerapkanya di lapangan. Sesuai alur
dan jumlahnya, CGP akan melakasanakan kegiatan lokakarya dengan total
pertemuan sebanyak tujuh kali, dimana sampai saat ini sudah terlaksana lima kali
lokakarya dan satu lokakarya orientasi. Dengan jadwal sebagai berikut :
Pendampingan Individu adalah bentuk pendampingan CGP secara langsung oleh
Pengajar Praktik. Saya dengan rekan satu kelompok lainnya (Bu Luki Murista dan Pak
Imron Rosadi) dibimbing dan didampingi oleh Bapak Andi Syahroya. Selama
melakukan pendampingan, Pak Andi banyak memberikan penguatan konsep serta
praktik baik di lapangan. Saya merasa, proses pendampingan terlaksana dengan
menggunakan metode coaching. Prosesnya berjalan dengan santai namun serius,
beliau menggunakan bahasa yang santai namun sopan, karena beliau ingin menjalin
kemitraan, bukan kesenioritasan.
FEELINGS
Perasaan saya setelah mengikuti serangkaian Pendidikan guru penggerak sampai
dengan akhir periode jurnal ini ditulis (03 Desember 2022) adalah merasa senang dan
bangga. Rangkaian program Pendidikan guru penggerak ini terlaksana kurang lebih
selama enam bulan, dalam kurun waktu tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah
dilakukan. Kami para CGP harus sangat pintar dalam membagi waktu, karena kami
bukan hanya konsentrasi sebagai calon guru penggerak saja, namun juga sebagai
seorang Pendidik yang berkewajiban menyertai proses pembelajaran bersama murid.
Awalnya cukup kesulitan, karena deadline tagihan dan pembelajaran LMS yang
harus kami lengkapi, kadangkala berbarengan dengan kebutuhan administrasi kami
sebagai guru. Proses yang kami jalani selam proses Pendidikan Guru Pengerak (PGP)
diharapkan menjadi latihan bagi kami, agar memiliki ketangguhan dan daya juang
dalam menjalankan tugas dan pengembangan diri, semoga ke depannya lebih bisa
lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai guru, yang dapat membimbing dan
memotivasi murid untuk menjadi orang-orang yang tangguh dan bertanggung jawab.
Saya sebagai seorang guru merasa senang, karena banyak sekali mendapatkan
pengalaman dan ilmu baru. Wawasan dan sudut pandang saya pun juga terbuka luas,
dan mengalami perubahan terutama tentang bagaimana melihat dan
mengembangkan pembelajaran, pendidikan serta berkaitan dengan murid. Yang
awalnya saya berpikir baku, kini saya lebih berpikir fleksibel, misalnya kalau pada
waktu yang lalu saya berpikir bahwa anak-anak itu seoerti halnya kertas kosong
namun sekarang saya lebih berpikir bahwa anak bukanlah kertas kosong namun
sudah ada goresan-goresan pola dan guru mempunyai kewajiban untuk menebalkan
pola yang masih samar tersebut, guru seumpama petani yang hanya bisa menuntun
potensi yang dimiliki oleh murid-muridnya. Secara umum materi dalam program
Pendidikan guru penggerak ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya, serta
saling berkesinambungan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
perubahan paradigma pada guru tentang pembelajaran dan murid sebagai langkah
strategis dalam memperbaiki pendidikan nasional, karena guru merupakan ujung
tombak dalam pendidikan.
FEELINGS
Proses pembelajaran dalam PGP ini memberi saya pengetahuan serta ilmu baru.
Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan baik dalam bentuk teori maupun praktik.
Pada paket modul satu, membuka pikiran dan pandangan saya tentang pembeljaran,
pendidikan, murid dan peran yang harus dilakukan oleh guru dalam pembelajaran dan
pendidikan. Faktanya seluruh anak (murid) unik dengan potensi dirinya masing-
masing, pendidikan bagi anak-anak harusnya dikembangkan sesuai dengan kodrat
pada anak-anak dan kodrat lingkungan serta kodrat zaman yang melingkupi
kehidupan anak-anak. Guru penggerak memiliki peran dan nilai yang selaras dengan
posisinya sebagai seorang pendidik. Seorang guru juga harus memiliki nilai-nilai dan
peran yang dapat mendorong terselenggaranya pendidikan yang baik bagi
pengembangan potensi murid dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat
pada murid. Guru juga harus memiliki visi untuk pengembangan pendidikan di masa
yang akan datang yang akan menjadi motivasi besar bagi guru dalam mewujudkan
lingkungan pembelajaran dengan budaya positif yang dapat mendukung dalam
meningkatkan kompetensi murid, dalam lingkungan yang aman dan nyaman
sehingga pendidikan dapat mencapai tujuannya untuk mewujudkan manusia yang
selamat dan bahagia.
Dalam memandang sesuatu penting bagi seorang pendidik untuk lebih fokus pada
adanya kelebihan murid dan sekolah, bukan hanya melihat kekurangan, berbasis
pada aset atau modal yang telah dimiliki. Dalam pembelajaran juga guru perlu
memperhatikan keanekaragaman potensi dan karakteristik murid dilihat dari
kesiapan belajar, profil belajar dan minat murid, yaitu dengan mempraktikkan
pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan
menerapkan strategi diferensiasi konten, produk dan hasil. Dan juga pentingnya
melakukan dan mengidentikasi pembelajaran sosial emosional. Saya menjadi tahu,
bahwa sebenarnya saya selaku pendidik tidak bisa mengendalikan atapun
mengontrol diri dan emosi murid, namun bisa mengarahkannya, karena sejatinya
yang bisa mengendalikan diri adalah dirinya sendiri. Dalam upaya membangkitkan
kesadaran diri, sama seperti memunculkan motivasi intrinsik murid, hal tersebut
dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip coaching. Selanjutnya dalam PGP ini
saya juga mendapatkan wawasan berkaitan dengan kepemimpinan, bahwa seorang
pemimpin bukalah posisinya yang mudah dijalankan, karena sering kali mendapat
situasi yang tidak harapkan (situasi dilematika). Namun apapun itu, seorang
pemimpin harus dapat mengambil keputusan yang terbaik. Sebelum mengambil
keputusan tentu harus membuat identifikasi terlebih dahulu dengan memperhatikan
seluruh komponen yang ada. Sebagai pemimpin pembelajaran, Guru haruslah mampu
mengambil keputusan yang dapat mengakomodir seluruh kalangan murid, bukan
semata keinginan diri. Faktor keberpihakan pada murid menjadi point penting yang
harus selalu dipikirkan dan dijadikan pedoman, baik dalam membuat keputusan
ataupun dalam merancang sebuah program yang berorientasi pada murid.
FUTURE
Secara umum menurut saya Program Pendidikan guru penggerak ini merupakan
kegiatan yang sangat positif. Menurut saya akan lebih baik lagi jika program guru
penggerak ini bisa diikuti oleh seluruh guru di Indonesia, karena dalam program ini
banyak hal positif yang akan didapatkan oleh guru. Kedepannya saya akan berusaha
menjadi seorang pendidik yang dapat menerapkan ilmu-ilmu dari Pendidikan guru
penggerak ini dengan bijak sesuai dengan kondisi lingkungan tempat saya mengajar.
Saya juga ingin memperbaiki serta meningkatkan kompetensi saya, agar mampu
menjadi seorang Pendidikan yang mumpuni dan professional. Semoga apa yang saya
pelajari dan dapatkan dari program Pendidikan guru ini dapat bermanfaat bagi diri
saya sendiri, instansi dan tentunya bagi murid-murid saya. Selain itu Pendidikan Guru
Penggerak diharapkan dapat memberikan kontribusi pada bergeraknya komunitas
belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat
menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap
perkembangan murid.