The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

penjelasan mengenai sistem pendidikan di berbagai negara

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nsahyla, 2021-10-10 01:23:31

pendidikan sebagai sistem

penjelasan mengenai sistem pendidikan di berbagai negara

Keywords: ilmu pendidikan

kebutuhan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat di Kedua Negara
bagian Jerman.

Dibandingkan dengan negara maju lainnya , di Jerman terdapat lebih sedikit lulusan
universitas. Sementara di negara lain dari setiap angkatan 30 persen meraih ijazah perguruan
tinggi, di Jerman hanya 19 persen. Jumlah lulusan sekolah menengah atas yang sedikit di
Jerman dalam perbandingan internasional, ikut bertanggung jawab bagi kelemahan ekonomi di
Jerman saat ini. Pada saat pandemi seperti ini, pendidikan dijerman mengalami kemunduran
digital. Jerman masih tidak terhubung dengan baik pada bidang digital dibandingkan dengan
negara lain yang saat ini yang telah meningkatkan bidang digitalnya.

Masa untuk melakukan reformasi pendidikan yang mendasar di Jerman Barat secara
resmi berakhir tahun 1975 dengan dibubarkannya Dewan Pendidikan (Council of Education)
yang mencoba mengimplementasikan sistem pendidikan yang sama sekali baru. Semenjak itu,
pemerintah yang konservatif cenderung mempertahankan struktur tripatrit pada pendidikan
menengah, sementara kementrian yang beraliran Sosial Demokrat mencoba menerapkan
Gesamtschule sebagai alternatif, kalau tidak sebagai pengganti, sistem tripartit. Sesungguhnya,
seluruh Jerman akan terus mengalami masalah yang kelihatannya makin meningkat, bukan
makin terselesaikan. Masalahnya terutama pada anak-anak yang sudah punya persoalan
sebelumnya karena latar belakang sosial yang tidak menguntungkan. Integrasi anak-anak
imigranyang jumlahnya semakin besar sesungguhnya merupakan tantangan berat bagi
pendidikan Jerman, termasuk isu “pemberian kesempatan yang sama”. Mencari perimbangan
antara kebutuhan untuk integrasi sosial bagi anak- anak cacat dan penyelenggaraan pengajaran
yang optimal tetap menjadi fokus pemikiran.

G. Kesimpulan
Pendidikan di Jerman berdasarkan dua sumber yaitu gereja dan negara. Dalam Republik

Federal Jerman pasca perang, sistem sekolah tiga jalur dan universitas dengan sistem ekonomi
adalah bentuk yang digunakan. Jerman merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan
terbaik di dunia. Pada tahun 1970 pendidikan di Jerman sudah bisa mencapai tujuannya, hanya
membutuhkan waktu sekitar 25 tahun setelah Jerman mengalami kekalahan pada saat Perang
Dunia II (Institut für Auslandebeziehungen: 1986). Tak aneh jika saat ini Jerman menjadi
negara tujuan bagi banyak mahasiswa internasional.

46

DAFTAR PUSTAKA
INDONESIA, J. D. STUDI PENDIDIKAN MANCANEGARA.
Isri, S. (2014). Konsep Pendidikan Jermandan Australia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 2(2), 261-

286.
Muhtadi, A. (2008). Studi Komparatif Sistem Pendidikan di Jerman dan Korea Selatan.

Yogyakarta State University.
Pingge, H. D. PENDIDIKAN GURU DI JERMAN. GURU DI DUNIA, 7.
Sunusi, S. (2020). TINJAUAN SISTEM PENDIDIKAN SEKOLAH KERJA,

PENDIDIKAN DI JERMAN, DAN PENDIDIKAN DI CINA. VENUS, 8(1), 20-
39.
Suyadi, S. (2020). Menelisik Konsep Pendidikan Jerman dan Australia sebagai
Benchmarking Pendidikan di Indonesia. Jurnal Elkatarie: Jurnal Ilmu Pendidikan
Dan Sosial, 3(2), 420-438.

47

BAB VI

SISTEM PENDIDIKAN SINGAPURA

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Untuk memahami bagaimana kebijakan sistem Negara Singapura
2. Untuk mengetahui apa visi pendidikan Negara Singapura
3. Untuk mengetahui jenjang pendidikan Negara Singapura
4. Untuk memahami bagaimana kurikulum pendidikan Negara Singapura
5. Untuk mengetahui evaluasi pendidikan Negara Singapura
6. Untuk mengetahui biaya pendidikan Negara Singapura

A. Kebijakan sistem pendidikan di Singapura

Pendidikan di Singapura mengedepankan pengembangan bakat dan minat siswanya.
Lembaga pendidikan berfungsi membantu para siswa untuk menemukan bakat yang mereka
miliki dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Pemerintah Singapura sendiri
telah mengeluarkan kebijakan mewajibkan warganya untuk menempuh pendidikan wajib
selama 10 tahun dan dapat dimulai sedari anak berusia 6 tahun. Pemerintah Singapura juga
mengeluarkan kebijakan denda untuk orangtua yang tidak mengirimkan anak mereka ke
sekolah.

Pendidikan formal (sekolah) di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School
(taman kanak-kanak) untuk pendidikan anak usia dini, lalu dilanjutkan ke jenjang Primary
School (sekolah dasar). Kemudian siswa akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu
jenjang Secondary School. Namun, sebelum melanjutkan ke Secondary School siswa
diwaibkan mengikuti Primary School Leaving Examination atau ujian kelulusan sekolah dasar.
Secondary school sendiri dibagi menjadi empat jalur, yaitu jalur Special/Express Course,
Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP)
Course.

Khusus untuk jalur Express Course, pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dan
diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level
Examination. Sekolah juga dapat memberikan pennawaran khusus kepada siswa berupa
Applied Grade Subject sebagai tambahan atau pengganti kurikulum pada umumnya. Pada jalur
ini, siswa diwajibkan mempelajari Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya
(sosial)

B. Visi pendidikan Singapura

Visi pendidikan yang dianut Singapura adalah “First World Economy, World Class
Home”. Dimana para pelajar dan mahasiswa bukan hanya dituntut mempelajari ilmu
pengetahuan saja tetapi juga mempelajari cara untuk menciptakan ilmu-ilmu baru.

Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah Singapura untuk penyempurnaan
pendidikan yaitu melalui peninjauan kurikulum dan sistem, rekrutmen siswa khususnya di
tingkat universitas, pengembangan teknologi informasi serta pembangunannya secara holistik.

48

C. Singapura bercita-cita menjadi “Education Hub”.
Universitas-universitas terkenal di dunia diharapkan dapat bekerja sama membuka

kampus-kampus cabang di Singapura.
Jenjang pendidikan di Singapura. Jenjang pendidikan pasti sangat di perlukan pada sistem

pendidikan, begitu pula pada sistem pendidikan Singapura memiliki jenjang. Adapun jenjang
pendidikan di Singapura, sebagai berikut (Nuranisa, 2019).

1. Kindergartens (Taman Kanak-Kanak)
Kindergartens ini memiliki program masa pendidikan selama 3 tahun bagi anak-anak
mulai usia 4 sampai 6 tahun. Program pendidikan ini beroperasi setiap hari dengan
waktu pembelajaran selama 3 sampai 4 jam perhari, dilaksanakan 5 hari dalam satu
minggu.

2. Primary Education (Sekolah Dasar)
Primary education merupakan program wajib sekola di Singapura yang ditempuh
selama 6 tahun. Di dalam 6 tahun sekolah wajib ini diantaranya 4 tahun menjalankan
pendidikan dasar dari kelas 1 samapi 4, dilanjut 2 tahun masa orientasi di kelas 5 dan
6. Tujuan dari semua program pendidikan ini yaitu untuk memberi bekal kepada
siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, dan Matematika. Pada tahun
terakhir atau biasa dikenal dengan kelas 6, para siswa akan menjalani ujian yang dapat
menentukan masa depan pendidikan mereka melalui ujian nasional bernama PSLE
(Primary School Leaving Examination).

3. Secondary Education
Pada program pendidikan secondary education ini, ada beberapa pilihan khusus
diantaranya Express, Normal (Academic), Normal (Technical) yang bisa ditempuh
dalam masa 4-5 tahun sesuai hasil ujian PSLE mereka.
a. Kelas Express merupakan tempat belajar bagi siswa yang cerdas, dimana mereka
sanggup menyelesaikan secondary school dengan waktu 4 tahun.
b. Kelas Normal Academic, mereka harus melalukan ujian nasional pada tahun ke-4
sebelum mereka naik kelas 5 sebagai ujian kenaikan kelas.
c. Kelas Normal Technical, biasa dikenal seperti SMK. Setelah lulus, mereka bisa
melanjutkan lagi selama 2 tahun di Institute of Technical Education atau sekola
lanjutan yang mereka inginkan.

4. Pre-University Educatin
Program ini adalah program selama 2 tahun untuk persiapan para siswa untuk
melakukan ujian GCE ‘A’ Levels. Para siswa yang lulus bisa melanjutkan pendidikan
mereka ke Level University di Universitas Lokal Singapura tergantung nilai akhir dan
jurusan mereka. Program ini khsusus untuk mereka yang ingin melanjutkan
pendidikan di salah satu dari Universitas Lokal di Singapura.

5. Polytechnics
Institusi ini memiliki banyak pilihan jurusan yang ditujukan agar para siswa mampu
mengembangkan diri mereka sesuai minat dan bakat yang mereka miliki. Lulusan
politeknik pasti memiliki pengalaman praktek yang sangat baik dan pengetahuan yang
luas untuk level menengah profesional. Ada beberapa jurusan yang ditawarkan di
politeknik Singapura dengan program diploma, diantaranya engineering, business
studies, info-communications dan mass communications.

49

6. Singapore University
Misi yang dimiliki universitas di Singapura bertujuan untuk mempersiapkan para
siswa pada saat mereka memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Singapura
mempunyai tiga universitas lokal, Nanyang Technological University (NTU),
National University of Singapore (NUS) dan Singapore Management University
(SMU), semua menawarkan program sarjana yang diakui oleh dunia internasional.

D. Kurikulum di Singapura

Di Singapura, pendidikan wajib adalah enam tahun sekolah dasar, empat tahun sekolah
menengah, dan satu hingga tiga tahun sekolah pasca sekolah menengah. Prasekolah, yang
disebut taman kanak-kanak. Pada akhir tahun keempat sekolah dasar, siswa mengikuti tes
berbasis sekolah yang menentukan level (band) apa yang akan dipelajari siswa untuk bahasa
Inggris, matematika, bahasa ibu, dan sains selama dua tahun ke depan. Di akhir tahun keenam
sekolah dasar, ketika siswa berusia sekitar 12 tahun, siswa mengikuti Ujian Meninggalkan
Sekolah Dasar (PSLE) dalam tes bahasa Inggris, matematika, bahasa ibu, dan sains.
Berdasarkan hasil ini, siswa diterima di salah satu dari empat jalur di sekolah menengah.

Pemerintah pendidikan di singapur menekankan bahwa siswa harus memiliki beberapa
kriteria yakni keunggulan siswa dalam keterampilan hidup, keterampilan pengetahuan, dan
pengetahuan disiplin mata pelajaran yang disusun menjadi delapan keterampilan inti dan nilai,
pengembangan karakter, keterampilan manajemen diri, keterampilan sosial dan kooperatif,
literasi dan numerasi, keterampilan komunikasi, keterampilan informasi, keterampilan berpikir,
kreativita dan keterampilan penerapan pengetahuan. Untuk kurikulum sekolah dasar difokuskan
agar siswa memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa Inggris, bahasa ibu (pengajaran
dalam bahasa ibu tersedia untuk siswa yang berbahasa Cina, Melayu dan Tamil), dan
matematika. Kemudian ada juga kurikulum tambahan, antara lain pendidikan kewarganegaraan
dan moral, pelayanan pastoral dan bimbingan karir, pendidikan nasional, pendidikan jasmani
dan pekerjaan proyek. Ilmu pengetahuan dan ilmu sosial digabungkan dalam fase selanjutnya
dari pendidikan dasar.

Meskipun siswa diurutkan ke dalam kelompok yang dimulai di sekolah menengah, ada
kurikulum nasional untuk siswa berusia 12-16 yang pada dasarnya sama di seluruh kelompok,
dengan siswa di jalur yang lebih sulit diharapkan untuk tampil pada tingkat kompetensi yang
lebih tinggi. Mata pelajaran inti pada fase ini termasuk bahasa Inggris; bahasa bahasa ibu;
matematika; ilmu; literatur; sejarah; geografi; seni, kerajinan dan desain; dan teknologi dan
ekonomi rumah tangga. Mahasiswa juga diwajibkan untuk melanjutkan pendidikan di beberapa
mata pelajaran non-ujian seperti pendidikan kewarganegaraan dan moral, pendidikan jasmani,
musik dan perakitan. Untuk sekolah menengah atas, siswa menghabiskan minimal delapan jam
seminggu untuk mata pelajaran tingkat “A” mereka (mata pelajaran ini dipilih oleh setiap
siswa) dan tambahan empat jam seminggu untuk kewarganegaraan dan pendidikan moral,
perakitan dan pendidikan jasmani. Sekolah menengah juga didorong untuk mengembangkan
kursus tambahan untuk menghadirkan cita rasa yang berbeda di sekolah mereka; siswa memilih
sekolah menengah mereka, dan sering kali memilih sekolah yang pendekatan uniknya sesuai
dengan minat mereka. Mahasiswa terikat universitas juga di tuntut menyelesaikan pekerjaan
proyek interdisipliner yang dimaksudkan untuk mempromosikan pemecahan masalah
kolaboratif, literasi dan komunikasi, serta keterampilan berpikir kreatif.

50

Untuk penilaian dan kualifikasi guru melakukan penilaian berkelanjutan terhadap
siswanya di semua tingkat pendidikan. Sehari-hari, penilaian ini bersifat informal dan
berdasarkan pada pekerjaan siswa di dalam dan di luar kelas. Di akhir sekolah dasar (usia 12),
semua siswa mengikuti Ujian Meninggalkan Sekolah Dasar (PSLE). Dan pada usia 16 tahun
setelah empat tahun sekolah menengah pertama. Siswa diterima di sekolah menengah atas
berdasarkan hasil ujian tingkat Cambridge GCE “O” mereka, atau hasil tingkat “N” jika mereka
berada dalam kelompok “normal”. Siswa dengan hasil ujian yang dipersyaratkan dapat memilih
di antara tiga jenis sekolah: sekolah menengah pertama, institut terpusat, dan politeknik.

Kesimpulannya siswa mengikuti ujian nasional di akhir sekolah dasar, menengah, dan
pasca-sekolah menengah. Ujian ini berfungsi sebagai pintu gerbang ke pendidikan menengah
pertama, menengah atas, dan tinggi. Ujian Meninggalkan Sekolah Dasar (PSLE) menilai
kesesuaian untuk sekolah menengah dan menyortir siswa ke dalam program studi sekolah
menengah yang sesuai. Tingkat GCE “O” dan “N” menentukan jenis pendidikan pasca sekolah
menengah yang dapat diikuti siswa, dan tingkat GCE “A” menentukan jalur siswa dalam
pendidikan tinggi.

E. Evaluasi pendidikan

Evaluasi pendidikan di Singapura juga tidak jauh berbeda dengan pendidikan di
Indonesia yaitu dengan mengadakan evaluasi pendidikan berbentuk ujian nasional.
Sebelumnya sistem pendidikan di Singapura dikenal menggunakan sistem yang menekankan
dan berfokus pada akademik siswanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Pendidikan di
Singapura sudah tidak lagi bisa menentukan keluluaan pelajar, dikarenakan setiap pelajar sama
sama memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Untuk pelajar yang ada di kelas 4 dan
kelas 5 Normal Academic harus mengikuti 0 level test untuk bisa lulus dari secondary school.

Siswa yang tidak bisa mendapatkan nilai diatas rata rata atau nilai minimum akan tetap
bisa lulus, akan tetapi akan terterah nilai merah pada Ijazah mereka dan diberikan kesempatan
untuk mengulang kembali satu tahun pada kelas yang sama. Sistem pendidikan di Singapura
menilai siswanya secara formal dan Informal karena tidak hanya memberlakukan penilaian
saat kegiatan resmi saja kegiatan sehari hari juga sangat penting untuk dilakukan penilaian
agar bisa melihat seberapa meningkatnya kemampuan dan potensi siswa.

Orang tua siswa juga ikut serta dalam bekerja sama memantau hasil kinerja siswa.
Orang tua juga harus memantau kegiatan anak dalam berproses dalam kegiatan sehari hari,
meraka juga harus melaporkan secara berkala kepada pihak sekolah. Ujian sekolah selalu
dilaksanakan akhir tahun pada tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan pre-university
yang terdiri dari PSLE, GCE N-Level, GCE O-Level, dan GCE A-Level examination.

F. Biaya pendidikan
Untuk sekolah negeri dan sekolah bantuan Pemerintah, biaya per bulan adalah sebagai

berikut:
1. S$120 untuk Sekolah Dasar
2. S$170 untuk Sekolah Lanjutan
3. S$280 untuk Pendidikan Pra Universitas/ akademi
Mengenai biaya sekolah independen dan daerah sangat bervariasi, silahkan periksa
langsung ke institusi yang dimaksud.

51

G. Kesimpulan
Pendidikan di Singapura mengedepankan pengembangan bakat dan minat siswanya.

Lembaga pendidikan berfungsi membantu para siswa untuk menemukan bakat yang mereka
miliki dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Ideologi Singapura adalah
Demokrasi dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang turut dikaitkan dengan tahap
pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih maju turut menyumbang kepada peningkatan
tahap demokrasi yang diamalkan oleh sebuah negara. Sistem pendidikan Singapura didasarkan
pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai
pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa.

52

DAFTAR PUSTAKA
KEBIJAKAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR 3 NEGARA (SINGAPUR, JEPANG,

KOREA SELATAN) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN SEKOLAH
DASAR INDONESIA, PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia
Dini Volume 7 Nomor 2 Agustus 2021 P-ISSN: 2599-0438; E-ISSN: 2599-042X 141
MAGALUMNI, Sistem Pendidikan Di Singapur, http://www.mcalumni.org/sistem- pendidikan-
di-singapura/ , di akses pada 6 oktober 2021 pukul 18:00 WIB
MENGKAJI & MEMBANDINGKAN KURIKULUM 7 Negara ( Malaysia, Singapura, Cina,
Korea, Jepang, Amerika dan Finlandia) Armansyah Putra, Program Studi Pendidikan
Biologi Universitas Samawa, Sumbawa Besar Email : [email protected]
M.Ridlwan1 Asya’ri2
Nuranisa, M. (2019). Sistem pendidikan di singapura. 1103617020.
Visi Pendidikan Singapura https://pendidikansingapura.wordpress.com/2010/09/14/visi-
pendidikan-singapura/. Diakses pada 4 Oktober 2021 pukul 13:48
Yudikustiana, sistem pendidikan di Singapura,
https://yudikustiana.wordpress.com/2011/05/27/sistem-pendidikan-di-singapura/, di akses
pada 7 Oktober 2021 pukul 19:47
https://edukasi.okezone.com/read/2018/10/17/65/1965241/pendidikan-di-singapura-tinggalkan-
sistem-peringkat-di-kelas
http://staffnew.uny.ac.id/upload/198703252012122002/pendidikan/sistem-pendidikan-di-
singapore.pdf
https://www.slideshare.net/NailulHimmiJNE/kurikulum-di-singapura

53

NAMA KELOMPOK

Kelompok 1 : Sistem Pendidikan Indonesia

1. Karina fitrisia mawarni (21010684004)
2. Merya nancy Jihan presdiana (21010684020)
3. Anastasia Wardah aulia (21010684021)
4. Oney novaria safitri (21010684024)
5. Fatimatul sika sari (21010684059)
6. Riskiana umi mahbubah (21010684076)
7. Selvi deya fatmasari (21010684080)

Kelompok 2 : Sistem Pendidikan Finlandia

1. Istiqomah Umrotul laily (21010684006)
2. Fenti dwi utami (21010684008)
3. Intan Aminah (21010684019)
4. Adinda Shelma Maulidah (21010684032)
5. Febiana dhimyati farras (21010684043)
6. Zuyyina kamila (21010684065)
7. Vanni Widia elvatiana (21010684078)

Kelompok 3 : Sistem Pendidikan Jepang

1. Diasyifa Martha anggaini (21010684007)
2. Apriliya rahayu (21010684009)
3. Noviyanti Fauziah rahmadani (21010684018)
4. Aulia Rizky rachmania 9 21010684036)
5. Ferendra tersa pracipta (21010684047)
6. Siti fatimatuz zahra (21010684068)
7. Wus'atul Maghfiroh (21010684074)

Kelompok 4 : Sistem Pendidikan Amerika

1. Fairuzah shofiyah Rahmi (21010684002)
2. Rochmatul alim (21010684015)
3. Adinda Putri kartikasari (21010684022)
4. Anggun putri wahyuningrum (21010684042)
5. Salsabila Putri fiananda (21010684045)
6. Amanda Cristin febriyantiningdyah (21010684072)
7. Yessi Pramudita (21010684085)

54

Kelompok 5 : Sistem Pendidikan Jerman
1. sahyla nabila (21010684001)
2. Vina Salsabilah himawati (21010684011)
3. Danica Fara sadidah (21010684016)
4. Amelia Puspita asri (21010684017)
5. Fadhilla Fitri widyastuty (21010684041)
6. Jihan Atiyah nabila (21010684067)
7. Nur fadilah (21010684073)

Kelompok 6 : Sistem Pendidikan Singapura
1. Salisa kanaya (21010684012)
2. Nina aliati (21010684014)
3. Shelline Eviani Shirly (21010684023)
4. Shofiyatul ilmi (21010684033)
5. Nur aisia (21010684050)
6. Eni Widjayanti (21010684082)

55


Click to View FlipBook Version