Materi
pendidikan Karakter Siswa
E-Book
PANDUAN PELAKSANAAN
LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
KELOMPOK
RIFAI ADE LUXMAN
Guru BK
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan
karunianya-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan E-book ini yang
berjudul Panduan Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konselig Kelompok. E-book
ini merupakan panduan guru bimbingan dan konselor sekolah dan siswa yang berisi
serangkaian instruksi tertulis mengenai panduan pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling kelompok dan materi layanan yang bagus untuk pendisiplinan karakter siswa
dalam kehidupan efektif sehari-hari (KES).
Penulis berupaya menyusun serangkaian prosedur pelaksanaan layanan
bimbingan dan konseling secara rapi yang nantinya juga berguna dalam rangka
mewujudkan proses layanan bimbingan dan konseling kelompok yang efektif dan
efisien serta berimplikasi pada terentasnya masalah konseli.
Semoga kehadiran E-book “Panduan Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan
Konselig Kelompok” bisa menggugah dan mengisnpirasi bagi pembaca sekalian, terima
kasih.
Berau, 17 Januari 2020
Penulis
Page1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.. ............................................................................................1
Daftar Isi .......................................................................................................2
BAB I
Panduan Bimbingan dan Konseling Kelompok di Mata Bk............................4
BAB II
Panduan Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok............6
A. Bimbingan Kelompok.............................................................................6
B. Konseling Kelompok............................................................................ 12
BAB III
Materi Pendidikan Karakter Siswa............................................................... 18
A. Tata Krama......................................................................................... 18
B. Tanggung Jawab sebagai Anggota Masyarakat ................................... 21
C. Etika Berjumpa dengan “5S” .............................................................. 23
D. Perilaku Sopan dan Santun dalam Kehidupan ..................................... 25
E. Pentingnya Remaja itu Sekolah, bukan Pacaran .................................. 28
F. Manajemen Waktu.............................................................................. 30
G. Disiplin Diri ....................................................................................... 32
H. Cara Memotivasi Diri Sendiri ............................................................. 35
I. Tanggung Jawab Diri.......................................................................... 37
J. Belajar Online tanpa Kendala ............................................................. 38
Daftar Pustaka ............................................................................................. 42
Page2
SINOPSIS
E-book Panduan Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok ini
merupakan suatu panduan atau acuan untuk guru bimbingan dan konseling/ konselor
sekolah dan bacaan siswa agar dapat menerapkan sikap positif diri untuk dapat
menjalankan kehidupan efektif sehari-hari (KES).
E-book ini sangat bagus dan menunjang kinerja guru bimbingan dan konseling/
konselor sekolah dalam memilih materi dalam proses Layanan Bimbingan dan Konseling
Kelompok, sehingga dapat membantu mengentaskan masalah konseli .
Selain itu, siswa juga membaca buku ini untuk dapat merangkum berbagai makna hal
positif dari buku panduan ini. Terima kasih.
Page3
BAB I
PANDUAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
DI MATA BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan Konseling, kata tersebut akan terlintas dalam pikiran alam sadar kita.
Bahwa Guru BK atau Konselor di sekolah memiliki tugas dalam dunia pendidikan dan
tentunya adalah lingkungan sekolah. Dimana Guru BK atau Konselor disekolah berfungsi
untuk mengatasi masalah siswa baik itu masalah pribadi, sosial, belajar dan karier. Berbagai
macam pendekatan masalah yang bisa Guru BK atau Konselor terapkan untuk mengatasi
masalah siswa. Disinilah perlu ditekankan kembali untuk Guru BK atau Konselor di
sekolah, bahwa peningkatan kualitas profesional seorang Guru BK atau Konselor sekolah
adalah mampu menambah ilmunya, mengembangkan ilmunya serta menerapkan ilmunya di
jenjang pendidikan untuk mengentaskan masalah. Dalam hal ini adalah peserta didik di
lingkungan sekolah yang memiliki masalah dalam dirinya.
Peran Guru BK atau Konselor sangat diperlukan di sekolah, karena secara tidak
langsung bimbingan dan konseling menunjang tujuan pendidikan dalam hal mengentaskan
masalah peserta didik, sehingga peserta didik mampu mencapai kehidupan yang efektif
dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu, seorang Guru BK atau Konselor di sekolah perlu memahami fungsi dan
tugasnya sebagai seorang Guru BK atau Konselor. Maka dari itu, perlu adanya peningkatan
keprofesionalan yang dimiliki seorang Guru BK atau Konselor dengan cara pembenahan
sumber daya manusianya lebih ditingkatkan dengan mempelajari referensi dan ilmu
bimbingan dan konseling terkini (zaman now).
Page4
BAB II
PANDUAN PELAKSANAAN
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020
A Komponen Layanan Layanan dasar
B Bidang Layanan Bidang Pribadi
C Fungsi Layanan Pemahaman
D Tujuan Peserta didik mampu memahami pentingnya disiplin
belajar dalam pembelajaran jarak jauh
E Topik Tanggung jawab pelajar
F Sasaran Layanan
Diskusi kelompok
G Metode dan Teknik 1 X 45 Menit
H Waktu
I Tanggal Pelaksanaan 1. Membuka kegiatan BKP dengan mengucapkan
J Uraian Kegiatan salam
1. Tahap Pembentukan 2. Perkenalan
Memastikan kembali pemahaman AK terkait dengan
2. Peralihan cara pelaksanaan dan waktu dalam kegiatan BKP
3. Kegiatan a. PK memberikan pandangan terkait topik yang
dibahas yaitu “Tanggung jawab pelajar tentang
disiplin belajar”
b. PK meminta AK untuk memberikan pendapatnya
tentang “Tanggung jawab pelajar tentang disiplin
belajar”
c. PK meminta AK yang dijadikan modeling dalam
pelaksanaan BKP
d. PK Meminta AK yang lain untuk mengambil hal
positif dalam diri kita ketika disiplin
e. PK memberikan kesempatan kepada AK untuk
mengemukakan pendapat
f. PK mengkonfirmasi kesimpulan yang telah
disampaikan oleh AK
Page5
4. Pengakhiran a. Menyampaikan bahwa kegiatan akan segera
diakhiri
Mengetahui,
Kepala SMPN 1 Maratua b. Menanyakan pemahaman, perasaan, dan tindakan
AK setelah mengikuti kegiatan
Berau,
Guru BK/ Konselor
............................................. Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Page6
RANCANGAN PERMAINAN
Permainan pada bimbingan kelompok
No Keterangan Penjelasan
1. Judul Permainan Menirukan Suara Binatang
2. Waktu 5 Menit
3. Jumlah Pemain Seluruh AK
PK memberikan contoh permainan yaitu
menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, hobi
Langkah dan hewan kesukaan serta menirukan suara hewan
4. tersebut
PK meminta AK secara bergantian menyebutkan
Permainan
nama lengkap, nama panggilan, hobi dan hewan
kesukaan serta menirukan suara hewan tersebut
Diri kitabisa dikenal orang lain dan mampu mengenal
5. Tujuan orang lain sehingga membuat kita merasa nyaman di
tengah-tengah kehadiran orang lain
Page7
DAFTAR HADIR BIMBINGAN KELOMPOK
Pertemuan Ke :
Hari/ Tanggal Pelaksanaan :
Topik Permasalahan :
No. Nama Kelas Tanda Tangan
1
1
2
2 3
3 4
5
4
5
Berau,
Guru BK/ Konselor
Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Page8
KEPUASAN KONSELI TERHADAP PROSES BIMBINGAN KELOMPOK
Identitas :
Nama :
Kelas : Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Nama Guru BK/ Konselor
Petunjuk :
1. Bacalah secara teliti
2. Berilah tanda centang (v) pada kolom jawaban yang tersedia.
No. Aspek yang dinilai Sangat Memuaskan Kurang
Memuaskan Memuaskan
1. Penerimaan Guru BK terhadap
kehadiran Anda
2. Waktu yang disediakan untuk
bimbingan kelompok
3. Kesempatan yang diberikan Guru BK
kepada peserta didik/ konseli untuk
menyampaikan pendapat/ ide
4. Kepercayaan Anda terhadap Guru BK
dalam layanan bimbingan kelompok
5. Hasil yang diperoleh dari bimbingan
kelompok
6. Kenyamanan dalam bimbingan
kelompok
Berau,
Ketua Kelompok,
………………………..................
Page9
PENILAIAN HASIL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
PENILAIAN SEGERA RAHASIA
LAISEG
Hari, Tanggal Layanan : ........................................................
Jenis Layanan : ........................................................
Pemberi Layanan : Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat :
1. Pilihlah salah satu dari kelima jawaban dengan memberi tanda silang pada nomor yang kamu
anggap sesuai dengan keadaan kamu
1 = Tidak sesuai 4 = Sesuai
2 = Kurang sesuai 5 = Sangat Sesuai
3 = Cukup sesuai
No Soal Pilihan
a. Saya merasa senang mengikuti kegiatan bimbingan 1 2 3 4 5
kelompok
b. Saya memahami materi yang disampaikan dalam 1 2 3 4 5
bimbingan kelompok
2. Setelah mengikuti bimbingan kelompok, pemahaman anda tentang materi yang disampaikan
melalui bimbingan kelompok di posisi berapa? (silahkan beri tanda X)
1 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak 2 Ada
ada
Alasan:............................................................................................................................................
.................................................................................................................... .....................................
.........................................................................................................................................................
3. Apa rencana yang akan anda lakukan setelah mengikuti bimbingan kelompok?
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
Berau,
Anggota Kelompok,
......................................................
Page10
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Komponen Layanan :
Bidang Layanan :
Hari/ Tanggal Pelaksanaan :
Waktu :
Kelas :
Tujuan
Uraian Pelaksanaan
1. Uraikan kegiatan yang telah dilaksanakan (Eksperientasi) :
2. Hasil yang diperoleh (Identifikasi) :
3. Kesimpulan yang didapat (Analisis) :
4. Tindak lanjut dari kegiatan ini (Generalisasi) :
Mengetahui, Berau,
Kepala SMPN 1 Maratua Guru BK/ Konselor
............................................... Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Page11
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2020/2021
1. Nama Konseli :
2. Hari, Tanggal (Nama semua anggota kelompok dan kelas disamarkan)
3. Pertemuan Ke- :
4. Waktu :
5. Tempat :
6. Topik Permasalahan :
:
7. Media yang diperlukan :
Berau,
Guru BK/ Konselor
Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Keterangan :
Dokumen ini bersifat rahasia
Page12
DAFTAR HADIR KONSELING KELOMPOK
Pertemuan Ke :
Hari/ Tanggal Pelaksanaan :
Topik Permasalahan :
No. Nama Kelas Tanda Tangan
1 1
22
33
44
55
Berau,
Guru BK/ Konselor
Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Page13
KEPUASAN KONSELI TERHADAP PROSES KONSELING KELOMPOK
Identitas :
Nama Konseli :
Kelas :
Nama Guru BK/ Konselor : Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Petunjuk :
Bacalah secara teliti
Berilah tanda centang (v) pada kolom jawaban yang tersedia.
No. Aspek yang dinilai Sangat Memuaskan Kurang
Memuaskan Memuaskan
1. Penerimaan Guru BK terhadap
kehadiran Anda
2. Waktu yang disediakan untuk
konseling kelompok
3. Kesempatan yang diberikan Guru BK
kepada peserta didik/ konseli untuk
menyampaikan pendapat/ ide
4. Kepercayaan Anda terhadap Guru BK
dalam layanan konseling kelompok
5. Hasil yang diperoleh dari konseling
kelompok
6. Kenyamanan dalam konseling
kelompok
Berau,
Ketua Kelompok,
……………………….....................
Page14
PENILAIAN HASIL LAYANAN KONSELING KELOMPOK
PENILAIAN SEGERA RAHASIA
LAISEG
Hari, Tanggal Layanan : ........................................................
Jenis Layanan : ........................................................
Pemberi Layanan : Setia Rini, S.Pd.
Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat :
Pilihlah salah satu dari kelima jawaban dengan memberi tanda silang pada nomor yang kamu
anggap sesuai dengan keadaan kamu
1 = Tidak sesuai 4 = Sesuai
2 = Kurang sesuai 5 = Sangat Sesuai
3 = Cukup sesuai
No Soal 1 Pilihan 5
a. Saya merasa terbantu setelah mengikuti konseling 1 234 5
1 234 5
kelompok 234
b. Saya memahami masalah yang saya alami 1 5
c. Saya merasa senang setelah mengikuti kegiatan 234
konseling kelompok
d. Setelah mengikuti konseling kelompok saya merasa
tenang karena permasalahan saya terselesaikan
Setelah mengikuti konseling kelompok, apakah permasalahan yang anda alami sudah
terselesaikan? Jika sudah, anda berada di posisi berapa? (silahkan beri tanda X)
1 3 4 5 6 7 8 9 10
Tidak 2 Ada
ada
Alasan : ..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
Apa rencana tindakan nyata yang akan anda lakukan setelah mengikuti konseling kelompok?
.................................................................................................................... .....................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
Berau,
Konseli
.............................................
Page15
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN
KONSELING KELOMPOK
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2020/2021
1. Nama konseli :
(disamarkan)
2. Kelas/ Semester :
3. Hari, Tanggal :
4. Pertemuan Ke-
5. Waktu :
6. Tempat :
7. Pendekatan dan Teknik Konseling :
8. Hasil yang dicapai :
Mengetahui, Berau,
Kepala SMPN 1 Maratua Guru BK/ Konselor
............................................... Rifai Ade Luxman, S.Pd.
Keterangan :
Dokumen ini bersifat rahasia
Page16
IKRAR JANJI KERAHASIAAN
KONSELING KELOMPOK
Aggota Kelompok Satu Sama Lain Saling Mengangkat Kedua Tangannya Masing-Masing
Dan Mengucapkan Secara Bersama-Sama Ikrar Janji Kerahasiaan Dalam Konseling
Kelompok :
Saya ..................................( Menyebutkan Nama), Contoh : Saya Rifai Ade Luxman
Dengan Ini Menyatakan Bahwa Saya Sanggup Dan Bersedia Menerima, Menyimpan,
Memelihara, Menjaga Dan Merahasiakan Segala Data Atau Keterangan Lainnya Yang
Tidak Boleh Dan Tidak Layak Diketahui Oleh Orang Lain.
Page17
Page18 BAB III
MATERI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA
TATA KRAMA SISWA
Bidang Bimbingan Sosial
Bertujuan siswa mampu memahami nilai dan cara-cara berperilaku yang sesuai dalam
kehidupan diluar kelompok sebaya (tata krama)
Pengertian tata krama
Sejak kecil semua orang telah bergaul, mula-mula dalam lingkungan keluarga yang semipi
yaitu di dalam keluarga. Anak bergaul dengan orang tuanya, ayah, ibu dan dengan saudara-
saudaranya.
Sejalan dengan umur anak yang kian lama kian bertambah, lingkungan pergaulanpun juga
bertambah. Tidak lagi hanya di rumah sendiri, tetapi telah meluas sampai pada tetangga,
sekolah dan lingkungan masyarakat yang lebih luas. Dalam pergaulan inilah kita membutuhkan
aturan sopan santun yang dinamakan tata krama. Tata krama berasal dari dua kata tata dan
krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Sedangkan krama berarti sopan santun yang
berlaku dalam lingkungan pergaulan antar manusia di dalam masyarakat.
Tata krama pergaulan dengan teman sebaya
Teman sebaya adalah sekelompok anak yang usianya hampir sama. Mereka pada
umumnya menjalin hubungan yang sangat erat dan mempunyai keterkaitan yang kuat sehingga
terjalin solidaritas yang tinggi. Adapun tata krama pergaulan dengan teman adalah sebagai
berikut :
1. Terbuka untuk bergaul dengan semua teman
2. Hendaklah saling membantu, saling memberi dan saling menerima
3. Ajaklah teman sebaya untuk mengembangkan kemampuan dalam hal bermain dan belajar
4. Menyapa teman jika bertemu
5. jangan mengolok-olok teman kelewat batas, menyinggung perasaannya dan menyinggung
harga dirinya
6. Tidak menggunjingkan aibnya
7. Tidak berprasangka buruk, apalagi memfitnah
Tata krama pergaulan dengan guru
Guru adalah orang tua kedua, setelah ayah dan ibu, beliau adalah orang yang bertugas
mendidik, membimbing, melatih siswa sehingga tumbuh dan berkembang menjadi dewasa.
Oleh karena itu pantaslah kalau siswa menghormati guru dalam pergaulan sehari-hari. Adapun
menghormati guru dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
1. Berada di kelas sebelum guru masuk
2. Tidak ribut atau membuat gaduh di kelas
3. Kalau terlambat atau ingin keluar pada saat pelajaran harus minta izin
4. Memberi salam pada saat bertemu
5. Memperhatikan penjelasan guru dengan penuh perhatian
6. Mengemukakan pendapat yang berbeda dengan pendapat guru tidak secara emosional
7. Tidak memotong pembicaraan guru
Tata krama pergaulan dengan orang tua
Orang tua adalah orang yang paling berjasa kepada setiap siswa. Ibu sudah bersusah payah
pada saat mengandung, melahirkan, dan pada saat mendidik. Sedangkan Ayah telah bekerja
berat demi untuk mencukupi kebutuhan hidup seluruh keluarganya. Oleh karena itu
sepantasnyalah kalau siswa hormat dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Adapun sikap
siswa terhadap kedua orang tuanya adalah sebagai berikut :
1. Mentaati nasehat orang tua
2. Tidak boleh mengeluarkan kata-kata kasar
3. Memberikan salam pada waktu pergia atau pulang ke rumah
4. Memberitahu kepada orang tua jika hendak pergi, kemana dan berapa lama
5. Memelihara perabot rumah dan barang-barang dalam rumah secara bertanggungjawab
6. Tidak mengeluarkan uang secara berlebihan
7. Membantu pekerjaan orang tua
Page19
Tata krama pergaulan dalam masyarakat
1. Berpedoman pada nilai, norma yang berlaku dalam masyarakat
2. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat
3. Tidak sombong, angkuh dan acuh tak acuh
4. Rendah hati, tidak ingin menang sendiri
5. Siap memberi bantuan sesuai batas kemampuan
6. Mengucapkan terima kasih bila menerima bantuan dari orang lain
7. Berpakaian yang disesuaikan dengan waktu dan tempat
Akibat pelanggaran tata krama
Secara hukum tertulis memang tidak ada hukum yang mengatur terhadap pelanggaran tata
krama. Karena kenyataannya tidaklah sama sudut pandangnya tiap-tiap daerah. Mungkin
disuatu daerah pelanggaran tetapi di daerah lain dipandang suatu kewajaran. Sehingga tidak
ada ukuran yang pasti tergantung kepada nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
Sebagai konsekuensi terhadap pelanggaran tata krama biasanya yang bersangkutan dengan
dikucilkan. Memang secara fisik tidaklah menyakitkan tetapi secara psikis sangatlah
menyakitkan. Sebab kenyataannya tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa orang lain.
Page20
Page21 TANGGUNG JAWAB SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT
Bidang bimbingan sosial
Bertujuan agar siswa mampu mengembangkan sifat dan sikap pribadinya yang positif dalam
bergaul secara sehat dengan teman sebayanya
Tanggung jawab sebagai siswa di sekolah
Maraknya siswa yang putus sekolah dan nikah dini merupakan bukti bahwa hal nyata
kurangnta tanggung jawab siswa kepada almamaternya. Seorang siswa yang bertanggung
jawab akan menunjukkan cintanya pada sekolah dengan selalu berusaha disiplin, baik dalam
perkataan maupun tingkah lakunya. Kesemua ini akan tercermin dari tata krama siswa di
sekolah yaitu bagaimana cara berhadapan dengan guru, keseriusan dalam mengikuti mata
pelajaran di sekolah.
Bertanggung jawab itu menyenangkan dan menguntungkan
Menjadi siswa yang bertanggung jawab itu tentu menyenangkan dan membanggakan. Kita
tentu bangga kepada siswa yang memiliki prestasi dalam bidang akademis, tidak pernah
mendapat nilai merah/ remidial, tidak mencontek, selalu mengerjakan tugas sekolah, disiplin
dalam peraturan, tidak pernah membolos, kalaupun tidak masuk dia akan memberikan
keterangan dan berusaha mengejar pelajaran yang tertinggal. Sopan santun yang terwujud
dalam perilaku tidak hanya membuatnya menjadi pribadi yang disenangi teman-teman, guru
atau orang tua, tetapi juga membuatnya menjadi popular di sekolah. Prestasi dan popularitas
yang didapat memunculkan berbagai kesempatan yang dapat mengembangkan potensinya
seperti kesempatan mewakili sekolah dalam suatu lomba. Contoh lain, ketika kita rajin
membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah, orang tua tidak akan melarang kita pergi
bermain dengan teman-teman.
Dari ilustrasi di atas kita dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab
memberikan keuntungan, baik kepada orang yang bersangkutan maupun orang lain. Sekilas,
siswa seperti itu terlihat ideal, namun itulah gambaran siswa yang bertanggung jawab secara
akademis dan sosial. Tidak sulit untuk mencapainya dan setiap kita pasti bisa karena kita hanya
perlu menjalankan tanggung jawab kita sebagai siswa. Pelatihan tanggung jawab terhadap
sekolah akan membawa dampak negatif terhadap prestasi maupun kehidupan sosial siswa.
Siswa yang sering datang terlambat dapat tertinggal pelajaran, tugas, nilai dan muncul emosi
negatuf, seperti rasa malu kepada teman, guru dan orang tua.
Tanggung jawab sebagai anggota masyarakat
Kalau kita melihat sekelompok remaja kebut-keutan di jalan menggunakan seragam
sekolah pada jam sekolah rasanya takut sekali. Mereka begitu nekat dan tidak peduli dengan
sekelilingnya yang ada. Bahkan, mereka semakin menjadi-jadi bila banyak orang yang
menyaksikan. Apakah tindakan mereka dapat dikatakan tindakan bertanggung jawab?
Masa remaja memang masa penuh tantangan. Akan tetapi haruskah kita melalui hal itu
dengan tanpa rasa tanggung jawab? Kebut-kebutan di jalan dan membolos sekolah itu adalah
hal yang sangat mengganggu, baik pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya serta
almamater sekolah yang ia gunakan juga akan tercoreng. Membolos dengan kebut-kebutan di
jalan adalah sikap brutal para remaja yang mengakibatkan kecelakaan yang merenggut nyawa
pelaku atau pengguna jalan lainnya.
Selain tertib di jalan raya, tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar
juga diwujudkan dalam bentuk bagaimana kita menjalin hubungan yang baik dengan tetangga,
aktif dalam kegiatan sosial, dan ikut serta dalam menjaga keamanan. Misalnya, bertegur sapa
ketika bertemu dengan tetangga, membantu orang yang tertimpa bencana, membuang sampah
pada tempatnya. Seluruh bentuk tanggung jawab tersebut bertujuan untuk mencapai dan
menciptakan keteraturan serta keamanan dalam masyarakat.
Page22
Page23 ETIKA BERJUMPA DENGAN METODE “5 S”
Bidang bimbingan sosial
Bertujuan agar siswa mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan teman sebaya
Manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan orang lain. Tidak ada seorangpun di
dunia ini yang bisa hidup sendiri. Dari mulai kita lahir kita selalu berhubungan dengan orang
lain. Mula-mula dengan orang terdekat kita yaitu Bapak dan Ibu, kakak, adik, nenek dll,
kemudian berkembang dengan orang-orang di sekitar rumah. Pada usia sekolah kita akan
berhubungan dengan teman-teman sekolah, Bapak Ibu guru, karyawan sekolah. Pergaulan kita
juga akan semakin luas dengan banyak mengikuti kegiatan di luar rumah.
Sesuai dengan perkembangan pada masa remaja, pada diri remaja akan timbul perasaan
tertarik dengan lawan jenis, sehingga mendorong remaja untuk mengadakan hubungan sosial
terutama dengan lawan jenis dalam kelompok sebaya. Memang diharapkan remaja
memperoleh teman baru dan menjadi matang pergaulannya dengan teman sebaya antara pria
dan wanita dalam kelompok mereka sendiri.
Adalah penting bahwa seorang remaja mendapat penerimaan dari kelompok teman sebaya
lawan jenis ataupun sesama jenis agar memperoleh rasa dibutuhkan oleh rasa berharga. Para
remaja yang tidak terima dalam kelompok teman sebayanya seringkali membentuk kelompok
sendiri yang dikenal dengan sebutan geng dengan perlakuan yang mengganggu orang lain.
Agar kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, maka harus memahami
tata cara bergaul, antara lain menerapkan metode 5 S yaitu :
1. S yang pertama adalah SENYUM
Senyum adalah ekspresi jiwa yang menggambarkan orang yang bersahabat dan merupakan
perhatian terhadap orang yang diajak senyum. Senyum yang tulus walaupun yang senyum
itu orang yang sudah tua dengan kulit keriput tetapi nilainya sama, dapat menyejukkan hati
yang sedang gundah. Senyum sangat mudah dilakukan, tidak perlu modal dan tidak
menurunkan derajat seseorang. Karena itu tersenyumlah kepada orang-orang yang berada
di sekitar kita. Menebar senyum berarti menebar persahabatan dan kedamaian.
2. S yang kedua adalah SALAM
Bila bertemu orang lain, setelah senyum kita diharapkan mengucapkan salam.
Mengucapkan salam berarti juga pernyataan hormat. Mengucapkan salam banyak
macamnya, misalnya ; selamat pagi, selamat siang, selamat sore, hai, halo,
assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Kita boleh menggunakan sesuai dengan
situasi dan kondisi.
3. S yang ketiga adalah SAPA
Sapa artinya menegur. Setelah senyum dan salam, sebaiknya dilanjutkan dengan menyapa.
Seperti, apa kabar? Bagaimana keadaanmu? Apakah anda baik-baik saja?
4. S yang keempat adalah SOPAN
Sopan artinya pantas, etis, wajar, tidak berlebihan, cocok, sesuai, terhormat, terpuji dan
bersikap menghargai, sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat yang berlaku.
Sopan dalam sikap dan perilaku artinya perilaku setiap hari baik, terpuji, terhormat sesuai
dengan norma. Sopan berpakaian artinya rapi, bersih, model dan warna yang cocok,
sesuai, pantas dan tidak berlebihan. Sopan dalam perkataan artinya berbicaranya baik,
tidak menyakiti orang lain, jujur, luwes, enak didengar dan mudah dimengerti.
5. S yang kelima adalah SANTUN
Santun artinya membantu, menyayangi, melindungi, mengayomi, mengasihi. Kita
sebaiknya membiasakan diri bersikap santun kepada orang-orang di sekitar kita.
Page24
Page25 PERILAKU SOPAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN
Bidang bimbingan sosial
Bertujuan agar siswa mampu memahami nilai-nilai dan cara bertingkah laku sosial dalam
kehidupan di luar kelompok sebaya
Pepatah dalam bahasa Jawa mengungkapkan bahwa “ajining dhiri gumantung ono ing
lathi, ajining sarira gumantung ono ini busono”. Pepatah itu artinya kurang lebih, harga diri
manusia itu tergantung dari cara berbicara serta santunyya kata dan perbuatan, sedangkan nilai
raga manusia tergantung dari cara berpakaiannya. Pepatah ini memberikan rambu-rambu
kepada kita bahwa niali luhur dari seorang manusia itu terletak dari bagaimana manusia itu
membawa diri.
Salah satu upaya untuk membangun budi pekerti yang luhur melalui pendidikan budi
pekerti ialah latihan bersikap dan berperilaku sopan santun dengan bersikap dan berperilaku
baik dalam segala hal. Dengan demikian maka manusia akan dikatakan sebagai orang yang
tahu adat, tahu dalam ungkapan bahasa jawa yang disebut “wong sing ngerti unggah-ungguh
lan tata krama”.
Banyak cara dapat dilakukan dalam rangka untuk melatih diri bersikap dan berperilaku
sopan santun. Para orang tua kita dahulu memberikan latihan tidak selalu dalam bentuk
tindakan nyata, namun ada kalanya melalui berbagai cerita dongeng, melalui pembacaan syair,
puisi, cerita rakyat, bahkan ada yang dalam bentuk sindiran atau kiasan. Pada masyarakat Jawa
dilakukan pula dalam bentuk tembang mocopat di dalamnya memberikan gambaran terhadap
pribadi yang tahu adat sebagai “wong sing ngerti unggah-ungguh lan tata krama” adalah
tembang mocopat dhandang gula berikut ini :
Werdiningkang wasita jinarwi
Wruh ing hukum iku watek ira
Adoh marang kanisthane
Pemicara punika
Weh resep ingkang miyarsi
Tata krama punika
Kagunan ing kanarya
Ngupa boga denen kelakuan becik
Weh rahayuning raga
Page26 Secara bebas di dalam tembang mocopa tadi terkandung unsur-unsur sikap dan perilaku
baik sebagai tuntunan dan perilaku sopan santun adalah :
1. Bahwa jika mengetahui dan melaksanakan peraturan-peraturan hukum dengan bersungguh-
sungguh, kita akan terhindar dari kenistaan dan kehinaan
2. Apabila bercakap-cakap maka berbicaralah dengan sopan, sebab yang demikian akan
disenangi oleh lawan bicara kita dan yang mendengarkannya
3. Bersikap dan berperilakulah yang sesuai dengan tuntunan tatakrama dan sopan santun akan
menjauhkan dari gunjingan orang
4. Apabila kita memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik maka dapat dipergunakan
untuk mencari nafkah, sehingga akan tercukupi kebutuhan hidup kita
5. Sedangkan sikap dan perilaku yang baik itu dapat menyelematkan manusia dalam hidupnya
Pendek kata, makna dari tembang macapat dhandang gula di atas memberikan tuntunan
bahwa jika kita bersikap dan berperilaku baik akan selamat dan sejahtera hidup kita. Dalam
kenyataannya, banyak hal harus kita ketahui dan kita laksanakan dalam kaitannya untuk
bersikap dan berperilaku baik, sehingga apabila kita pelajari secara keseluruhan kadang kala
dapat menjadikan diri kita enggan untuk memulainya. Oleh sebab itu, secara garis besar
tuntunan bersikap dan berperilaku yang baik itu dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana.
Perlu dicatat bahwa memulai sesuatu dari hal yang sederhana itu ternyata bukan karean tak
mampu, tetapi semata-mata agar kita mudah mempelajarinya dan melaksanakannya. Berikut ini
beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memulai belajar dan berperilaku sopan santun itu.
Senyum, sapa, salam dan sopan santun
Hubungan sosial merupakan kunci pembuka silaturahmi. Oleh karena itu dalam keseharian
ketika kita bertemu dan berhadapan dengan orang lain apa salahnya menampakkan wajah
ceria dan bersahabat. Bertegur sapa untuk menambah keakraban, senyuman akan menambah
teman dan saling mengucapkan salam melekatkan tali persaudaraan. Sekalipun sangat
sederhana dan mudah namun dengan senyum, sapa dan salam damailah hidup bersama kita.
Iman dan Taqwa
Perilaku Iman dan Taqwa dapat disederhanakan dalam bentuk dan sikap yang selalu ingat
kepada Tuhan bahwa kita ini adalah makhluk Tuhan, oleh karena itu harus percaya akan
adanya Tuhan. Dengan demikian kita harus taat terhadap perintah dan larangan Tuhan.
Demikianlah cara sederhana memahami iman dan taqwa. Iman dan taqwa dapat
mendatangkan watak jujur yang akan menarik tumbuhnya watak tawakal serta
menumbuhkan watak sabar yang akan menuntun watak ikhlas.
Patuh terhadap orang tua
Orang tua adalah perantaraan lahir di dunia ini, tanpa orang tua kita tidak mungkin lahir dan
berada di dunia ini. Kedua orang tualah yang memberikan pendidikan kepada kita untuk
pertama kali, karena orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama. Tidaklah mungkin
kita sekarang dapat menjadi seperti manusia sebagai layaknya manusia tanpa diberi
pendidikan oleh orang tua kita. Kita dapat berbicara, berjalan, makan minum, berpakaian
dan sebagainya karena peran jasa kedua orang tua kita, maka sepatutnyalah kita patuhi
kedua orang tua kita.
Hormat kepada guru
Guru adalah pengganti orang tua kita ketika berada di sekolah. Merekalah yang
membimbing kita sehingga kita mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat
melakukan. Kita dapat membaca, menulis, berhitung, memahami ilmu pengetahuan dan
teknologi, dan sebagainya berkat jasa guru. Semua hal yang tidak kita dapatkan dari orang
tua kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat memperoleh dari guru.
Seharusnya kita hormati para guru kita.
Page27
Page28 PENTINGNYA REMAJA ITU SEKOLAH, BUKAN PACARAN!
Bidang bimbingan sosial
Bertujuan agar siswa mampu memahami pentingnya sekolah untuk masa depan dan dampak
pacaran di usia remaja
Sebagai remaja yang bertahap menuju ke dewasa, sekolah adalah hal yang utama bagi usia
remaja. Pendidikan akan menjadi hal baik di masa depan untuk remaja. Dengan pendidikan
yaitu sekolah, para remaja bisa meraih ke jenjang perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan
yang layak di masa depan atas perjuangannnya di masa remaja. Karena kesuksesan remaja
tidak diraih instan dengan berpacaran di usia sekolah, akan tetapi remaja yang tahu akan tugas
tanggung jawabnya sebagai pelajar di sekolah. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak contoh
kasus dan dampak pacaran siswa di usia sekolah :
Contoh kasus orang yang mengalami dampak negatif pacaran
Kisah 1
Sebut saja Bunga, kenal seorang pemuda mengaku mahasiswa, sejak itu bunga selalu
menghabiskan waktu dengan pacarnya. Suatu hari pulang sekolah bunga di jemput
pacarnya untuk diajak jalan-jalan, tapi apa yang terjadi, bunga disekap 3 hari dan
diperkosa oleh 7 orang.
Dari kasus tersebut kita dapat menyimpulkan kesalahan apa saja sehingga bunga
mengalami peristiwa tersebut. Pertama, bunga tidak fokus terhadap sekolah, tidak fokus
utama terhadap sekolah yaitu agar bisa naik kelas dan mendapatkan ijazah sehingga dapat
membahagiakan orang tuanya dan untuk masa depannya kelak. Kedua, menepisnya iman
yang dimiliki bunga, jika kita teguh terhadap agama terutama jika islam, seharusnya kita
tahu bahwa berduaan adalah hal menuju zina dan dilarang oleh agama. Ketiga, bungan
tidak dekat dengan orang tuanya. Sehingga buga lebih memilih nyaman dengan sosok
pacar yang justru membuat dirinya dalam keadaan berbahaya. Kedekatan anak dan orang
tua adalah hal penting, jadi jangan takut jika kita selalu menceritakan sesuatu hal dengan
orang tua kita.
Kisah 2
Berita di koran, ditemukan bayi yang dibuang di tong sampah dekat sebuah
perkantoran. Polisi mengusut dan mengecek ke rumah sakit terdekat. Akhirnya ditemukan
data siapa yang melahirkan di rumah sakit tersebut. Setelah kroscek ternyata itu adalah
Page29 anak dari seorang siswa dan pacarnya melarikan diri dan tidak mau bertanggung jawab.
Akhirnya keduanya ditangkap polisi dan dikeluarkan dari sekolah. Orang tuanya tidak
mengakui kedua orang tersebut sebagai anaknya.
Dari kasus tersebut kita dapat menyimpulkan kesalahan apa saja sehingga mereka
berdua bisa dikeluarkan dari sekolah, dipenjara dan tidak diakui sebagai anak oleh orang
tuanya. Kita dapat simak bahwa remaja dengan rasa ingin tahunya yang tinggi dapat
dengan mudah masuk dengan perzinaan, maka dari itu sebagai siswa kita juga perlu
meningkatkan keimanan diri kita sehingga tidam mudah untuk terjerumus zina yang
mengakibatkan rusaknya masa depan kita karena ulah dan perbuatan kita sendiri.
Dampak negatif pacaran bagi remaja
Remaja mudah terjerumus ke perzinaan. Dari penelitian yang dilakukan oleh sebuah
lembaga swadaya masyarakat telah ditemukan kasus banyak remaja putri usia sekolah
telah mengalami kehamilan tidak dikehendaki dan banyak yang melakukan aborsi karena
pacaran kelewat batas.
Menipisnya iman. Remaja yang sibuk pacaran akan lupa ibadah, lupa dosa dan lupa nilai-
nilai agama.
Sering munafik. Pacaran sering diikuti sikap untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.
Seperti mengaku kaya, mengaku orang penting. Disamping itu, pacaran membuat kita
sering berbohong dengan orang tua jika pulang terlambat karena asyik pacaran.
Sering melamun dan panjang angan-angan. Pacaran sering membuat orang suka berkhayal
dan berfikir tidak realistis. Karena, hari-harinya disibukkan dengan berangan-angan dan
akhirnya lupa belajar, tugas dan hadir.
Menurunnya produktivitas dalam berkarya. Pacaran biasanya disibukkan dengan cara
berduaan, jalan, dan kegiatan yang tidak produktif. Belum lagi jika ada pertengkaran
masalah, hal ini akan membuat siswa malas, tidak sekolah, tugastidak dikerjakan, dan
paling fatal adalah terjadinya kasus bunuh diri karena patah hati.
Gaya hidup boros. Pacaran itu butuh dana biaya untuk jalan, makan, nonton, kuota pulsa,
parfum. Tidak ada orang tua yang memberikan anggaran khusus untuk anaknya pacaran.
Sehingga timbulnya berbohog kepada orang tua untuk minta uang, padahal anggaran itu
untuk pacaran. Ingatlah, bahwa surga ada di telapak kaki Ibu utama dan berbakti kepada
orang tua. Dengan berbohong satu kali, maka akan menimbulkan bohong unuk kedua
kalinya dan terus menerus.
Jadi, kesimpulannya tidak usah cemas jika tidak punya pacar, nanti akan ada tiba waktu
mendapatkan pasangan hidup dengan pernikahan.
MANAJEMEN WAKTU
Bidang bimbingan pribadi
Bertujuan agar siswa mampu mengatur waktu yang baik antara sekolah dan menggunakan
waktu luang yang bisa digunakan untuk hal yang positif
Pemanfaatan Waktu
Manajemen Waktu adalah hal penting karena berkaitan dengan waktu yang tidak bisa
diulang atau dilambatkan. Manusia mempunyai waktu yang sama dalam sehari (24 jam per
hari), yang membedakan diantara kita adalah seberapa efektifnya kita menggunakan waktu
yang ada. Tuhan memberikan waktu tertentu pada setiap manusia untuk hidup di dunia. Dan
dalam menjalani kehidupan, manusia harus mempunyai tujuan yang jelas. Salah satunya adalah
sekolah, sehingga manusia harus pandai mengelola waktunya. Pemanfaatan waktu disini
merupakan pemanfaatan waktu luang atau waktu senggang peserta didik ketika berada di
sekolah, yaitu membaca buku yang bermanfaat di perpustakaan, sebab dengan membaca di
perpustakaan dapat dipandang sebagai suatu sarana untuk mengembangkan potensi belajar
peserta didik.
Waktu-waktu senggang yang dimiliki peserta didik ketika berada di sekolah yaitu waktu
senggang ketika jam istirahat sekolah, ketika ada jam kosong mata pelajaran tertentu, ketika
ada ulangan yang sistemnya sebagian peserta didik di dalam (ulangan) dan sebagian peserta
didik di luar serta ada waktu senggang pada saat diadakannya Ujian Tengah Semester (UTS)
dan Ujian Akhir Semester (UAS). Waktu ini betul-betul dimanfaatkan untuk membaca buku
pelajaran di perpustakaan.
Manfaat Membaca
Membaca adalah suatu bentuk aktivitas manusia (Prastowo, 2012: 374). Kita tidak bisa
membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa mempergunakan pikiran. Oleh karena itu,
keberhasilan dalam membaca ditentukan oleh kemampuan pembaca dalam menerjemahkan apa
yang dibaca. Adapun, manfaat membaca bagi peserta didik yaitu :
1. Mempermudah memahami berbagai mata pelajaran. Dengan membaca, peserta didik dapat
menambah dan memperdalam pelajaran yang sudah diperolehnya dari guru.
Page30
2. Mempertinggi kemampuan peserta didik dalam membandingkan, meneliti dan
mempertajam pelajaran yang sudah didapatnya di kelas.
3. Meningkatkan seni sastra, karena dengan membaca peserta didik dapat meningkatkan
kemampuannya untuk menikmati berbagai karya seni.
4. Meningkatkan keterampilan dan memperluas minat terhadap gemar membaca.
5. Mengembangkan watak dan pribadi yang baik.
Page31
Page32 DISIPLIN DIRI
Bidang bimbingan pribadi
Bertujuan agar siswa dapat memahami berbagai perilaku yang mencerminkan nilai-nilai
disiplin
Memahami disiplin
Dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah seorang siswa tidak akan lepas dari berbagai
macam peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut
untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya.
Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di
sekolahnya itu disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib dan berbagai ketentuan
lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah
adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma,
peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.
Disiplin berdasarkan Bahasa Yunani berasal dari kata di ciplus artinya pengikut guru.
Sementara menurut kamus Bahasa Indonesia disiplin adalah ketaatan, dan kepatuhan terhadap
peraturan yang dilaksanakan atas kesadaran pribadi. Dengan demikian orang disiplin berarti
orang yang dengan kesadaran sendiri taat dan patuh terhadap peraturan. Adapun tujuan disiplin
sekolah adalah :
1. Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
2. Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar
3. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan
menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah
4. Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta
lingkungannya
Makna disiplin diri
Linda dan Richard dalam buku “mengajarkan nilai-nilai kepada anak” mengatakan bahwa
disiplin diri sendiri memiliki banyak makna, yaitu sebagai berikut :
1. Sanggup menggerakkan dan mengatur diri serta waktu sendiri
Remaja yang disiplin adalah remaja yang dapat menggerakkan dan mengatur waktu dirinya
sendiri tanpa diminta atau disuruh. Hal ini berlaku dalam mengatur waktu yang digunakan.
Oleh karena itu, kita perlu mengatur waktu dengan baik dan mengisi waktu luang dengan
aktivitas yang bermanfaat
2. Sanggup mengendalikan emosi
Emosi adalah keadaan serta reaksi psikologi dan fisiologi, seperti kegembiraan, kesedihan,
keharuan, kecintaan, kemarahan dan keberanian yang bersifat subjektif (pribadi). Emosi
dapat pula dikatakan sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu
singkat. Emosi atau suasana perasaan seseorang itu selalu berubah-ubah seiring dengan
keadaan lingkungannya. Perubahan ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor subyektif.
3. Sanggup mengendalikan nafsu
Remaja yang dapat mengendalikan nafsu adalah remaja yang memiliki disiplin diri dan tahu
batas. Disiplin diri dan tahu batas sama halnya dengan sekeping mata uang yang memiliki
dua sisi. Satu sisi adalah disiplin, sedangkan sisi lainnya adalah tahu batas. Oleh karena itu,
disiplin diri tidak terlepas dari pengetahuan mengenai batas-batas suatu perilaku. Ada lima
hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan nafsu yaitu sebagai berikut :
a. Mempelajari teladan
Kita dapat meneladani sikap orang tua yang disiplin dan tahu batas. Bila sikap itu belum
ada pada orang tua, secara hormat dan perlahan kita dapat mengajak mereka untuk mulai
menerapkan disiplin
b. Berhitung sampai sepuluh
Berhitunglah sampai sepuluh sebelum mengatakan atau berbuat sesuatu ketika kita
sedang marah. Dengan cara seperti itu mungkin kita dapat mengendalikan emosi yang
timbul
c. Buat dan taatilah jadwal
Jadwal harian dapat membantu kita mengingat dan mengatur waktu sejumlah aktivitas
yang harus dilakukan
d. Lebih sering menggunakan istilah disiplin dan tahu batas dari biasanya
Semakin sering kita menggunakan kata disiplin dan tahu batas, kita akan semakin
memahami istilah tersebut
e. Buat kontrak
Untuk menambah motivasi dalam disiplin, kita dapat membuat sasaran yang ingin kita
capai. Selain itu, tetapkan juga ganjaran yang akan kita peroleh bila berhasil mencapai
sasaran tersebut
Page33
Remaja VS kedisiplinan
Dilihat dari fase perkembangan manusia, kalian siswa ada dalam masa remaja. Suatu fase
perubahan dari masa anak-anak menuju dewasa. Ada ciri khas pada remaja adalah adanya
proses perubahan tingkat kemandirian. Pada masa kanak-kanak manusia sangat tergantung
pada orang tua, apakah kemandirian harus diwujudkan dalam perilaku tidak disiplin? Tentu
saja tidak. Sebab sebenarnya disiplin bukan untuk kepentingan sekolah belaka. Perhatikan
tujuan disiplin sekolah adalah agar siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik
dan bermanfaat baginya serta lingkungannya. Melakukan kebiasaan yang baik pada saat
sekolah.
Dengan menegakkan disiplin, maka berarti anda sudah berusaha menerapkan kebiasaan-
kebiasaan yang baik dan bermanfaat. Baik untuk diri kalian sendiri ataupun bagi lingkungan.
Bayangkan bila disiplin dalam mengelola waktu, maka kalian dapat memanfaatkan waktu
secara efisien. Kalian bisa masuk sekolah tepat waktu dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
Motivasi untuk disiplin
Bagaimanapun motivasi atau dorongan memiliki pengaruh sangat besar untuk menjadi siswa
yang disiplin. Ada dua jenis motivasi yang mempengaruhi sikap dan perilaku disiplin
seseorang yakni :
1. Disiplin yang berasal dari motivasi intrinsik yaitu dalam diri berupa pengetahuan, kesadaran
dan kemampuan untuk menaati peratuaran
2. Disiplin yang berasal dari motivasi ekstrinsik (luar diri) yaitu berupa perintah, larangan,
pengawasan, pujian, ancaman dan hukuman
Page34
Page35 CARA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI
Bidang bimbingan pribadi
Bertujuan agar siswa mampu mempersiapkan diri menerima dan bersikap positif serta dinamis
terhadap ciri-ciri diri, kekuatan dan kelemahannya
Motivasi diri sendiri sangatlah diperluka tatkala kita akan memulai sebuah aktivitas atau
suatu kegiatan. Motivasi diibaratkan juga suplemen tambahan yang muncul dari dalam diri kita
untuk lebih siap dan mampu menjalankan aktivitas tersebut dengan lancar dan menghasilkan
secara maksimal. Contohnya adalah kita memotivasi diri kita sendiri untuk berangkat ke
sekolah, dimana diri kita belajar memotivasi dirinya sendiri agar lebih semangat untuk menuju
sekolah.
Cara memotivasi diri sendiri, dapat dilakukan dengan beberapa langkah antara lain ;
1. Bicarakan rencana anda pada teman
Ini dimaksudkan supaya teman anda mengetahui rencana apa saja yang telah anda susun,
dengan begitu teman anda akan mendukung apa yang akan anda rencanakan. Dengan
demikian dorongan dalam diri kita akan muncul untuk menyelesaikan rencana tersebut.
2. Menciptakan sebuah hasyrat yang kuat
Artinya adalah lihat apa saja yang akan anda hasilkan apabila kita melakukan aktivitas
tersebut. Bayangkan hasil yang akan diperoleh kita, jika menumbuhkan motivasi yang tinggi
dalam diri kita. Misalkan kalaui kita belajar serius dan penuh perhatian pada mata pelajaran
matematika, tentunya kita akan mendapatkan nilai 8 atau bahkan lebih!
3. Miliki rasa sakit
Dengan membayangkan hal apa saja yang dapat kita peroleh, jika kita tidak bersungguh-
sungguh dalam menjalankan aktivitas. Misalnya ; kita kena sangsi apabila terlambat datang
ke sekolah, seragam tidak lengkap dan hal lainnya.
4. Buatlah ketertarikan
Dengan menelaah lebih jauh tentang sesuatu yang anda pelajari, kamu dapat memunculkan
rasa ketertarikan dalam diri kamu pada aktivitas tersebut. Adanya ketertarikan tersebut
secara otomatis memunculkan motivasi dalam diri kita. Contoh ; ada seseorang yang selalu
mendapat nilai rendah pada mata pelajaran fisika, kemudian dia penasaran dan merasa
tertantang untuk belajar matematika lebih serius. Sekarang beliau malah menjadi guru
fisika! Hebat bukan?
5. Langkah kecil untuk besar
Diibaratkan kita mengambil dedaunan yang jatuh di halaman rumah kita, satu persatu
hingga halaman rumah kita bersi dan kembali indah. Hal tersebut diibaratkan juga dalam
aktivitas belajar kita. Langkah yang kita pandang kecil namun berulang, akan menjadi
sesuatu hal yang besar. Ini juga dapat menjadikan motivasi kita tumbuh.
6. Perlukan daya dan tenaga
Aspek energi dalam tubuh kita sangatlah mutlak diperlukan untuk menumbuhkan motivasi
kita. Motivasi akan mudah muncul jika tubuh kita fress, bugar dan sehat. Untuk itu
diperlukan olahraga dan tidur secara teratur.
7. Miliki keseimbangan mental
Yang tak kalah pentingnya dengan hal di atas adalah terbebasnya diri kita dari sebuah
tekanan, baik itu dari eksternal (guru dan lingkungan sekitar). Jikalau masih ada yang
mengganjal pikiran, lakukan aktivitas yang relatif mudah dahulu dan jika pikiran kita sudah
kembali segar atau kita menemukan mood yang bagus. Selesaikan hal atau aktivitas yang
sulit dan penting. Coba lakukan langkah-langkah cara memotivasi diri sendiri seperti di atas
dan manfaatkan hasilnya untuk diri anda sendiri.
Page36
TANGGUNG JAWAB DIRI
Bidang bimbingan pribadi
Bertujuan agar siswa mampu memahami dan mampu melaksanakan batas-batas tanggung
jawab dirinya dalam kehidupan sehari-hari
Tanggung jawab terhadap diri sendiri merupakan dasar untuk melaksanakan kewajiban-
kewajiban lainnya. Tanggung jawab terhadap diri sendiri berarti kita melaksanakan tugas dan
kewajiban sehari-hari untuk kepentingan diri sendiri secara rutin. Jika kita melalaikan tanggung
jawab terhadap diri sendiri, bagaimana mungkin kita dapat melaksanakan tanggung jawab
terhadap yang lainnya? Sebagai contoh, siswa tidak rajin belajar sehingga memiliki nilai
rendah tidak mungkin bisa mewakili sekolah mengikuti perlombaan suatu mata pelajaran.
Salah satu bentuk kedewasaan pada seseorang adalah mampu bertanggung jawab terhadap
segala tingkah laku yang ia lakukan. Tanggung jawab minimal yang sudah harus dimiliki
adalah tanggung jawab terhadap kebutuhannya sendiri. Meski dalam hal ini pemenuhan
kebutuhan tersebut tetap ditunjang dari pihak kedua yakni orang tua, namun kebutuhan yang
sifatnya primer tetap harus dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri tanpa perlu adanya campur
tangan pihak kedua termasuk dari orang tua.
Kebutuhan yang dimaksud adalah hal-hal yang menyangkut tentang pemenuhan hidup
yang paling mendasar. Misal ; menjaga kesehatan diri sendiri, memenuhi kewajiban yang
menjadi tanggung jawabnya, seperti belajar, mengerjakan tugas, melakukan hobi yang
bermanfaat dan sebagainya yang semuanya secara langsung maupun tidak langsung berperan
besar bagi dirinya sendiri sekarang maupun kelak. Hal itu sangat tidak tepat apabila siswa
masih dikontrol oleh orang tua maupun pihak lain dalam melakukan tugas ; belajar, membantu
pekerjaan orang tua di rumah, apalagi kegiatan yang sifatnya primer seperti mandi, makan dan
menjaga kebersihan diri lainnya.
Page37
Page38 BELAJAR ONLINE TANPA KENDALA, GIMANA CARANYA?
Bidang layanan belajar
Bertujuan agar siswa mampu memahami dan menerapkan cara belajar yang efektif sehingga
dapat berkembang secara optimal
Pengertian belajar
Keberhasilan seseorang banyak dipengaruhi oleh bagaimana cara belajar yang
dilakukannya. Untuk itu kita harus memahami apa yang dimaksud dengan belajar. Belajar
adalah suatu kegiatan yang ditandai adanya perubahan sikap pada seseorang, dari tidak bisa
menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak trampil menjadi trampil.
Perubahan sikap tersebut mencakup :
Perubahan pengetahuan (kognitif) yaitu dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi
bisa
Perubahan sikap dari perilaku negatif menjadi perilaku positif
Perubahan keterampilan dari tidak trampil menjadi trampil
Belajar juga merupakan hasil dari pengalaman dan latihan yang berkelanjutan. Agar belajar
efektif dan mendapatkan hasil yang optimal, maka perlu kita perhatikan faktor-faktor yang
berkaitan dengan belajar.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam belajar
Untuk memperoleh belajar yang efektif dan hasil yang optimal, ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan dalam belajar, sebagai berikut :
1. Ada niat belajar yang tertanam dalam diri
2. Banyak membaca bahan-bahan pelajaran baik buku pegangan yang ditentukan oleh sekolah
maupun buku penunjang. Sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki semakin luas.
3. Memperbanyak latihan-latihan, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah
4. Waktu belajar harus diatur sedemikian rupa, agar tidak menimbulkan kejenuhan
5. Membuat jadwal belajar latihan-latihan serta melaksanakannya dengan disiplin
6. Mengkonsentrasikan diri dalam belajar, karena hal ini sangat erat hubungannya dengan daya
tangkap
7. Tempat belajar perlu diatur sedemikian rupa, selama pembejaran jarak jauh dalam jaringan.
Agar tercipta lingkungan belajar di rumah yang enak dan menyenangkan
Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal, tempat berlangsungnya proses KBM.
Keberhasilan belajar di sekolah sangat tergantung dari cara belajar yang diterapkan siswa.
Berikut ini akan dibahas beberapa cara belajar siswa di sekolah antara lain ;
1. Dalam kegiatan belajar mengajar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan siswa yaitu ;
Menyiapkan diri sebelum guru masuk kelas dalam grup belajar online
Membiasakan diri berdoa sebelum KBM
Memperhatikan penjelasan guru dengan penuh konsentrasi
Bertanya jika ada yang kurang jelas dalam grup belajar online
Mencatat hal-hal yang penting
Membuat rangkuman
Mau berdiskusi dengan teman-teman terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari,
sehingga memperoleh pemahaman dan kesamaan pendapat
2. Belajar mandiri/ sendiri
Berlajar mandiri merupakan suatu proses belajar yang dilakukan oleh siswa sendiri,
membahas materi pelajaran dan dilakukan pada waktu luang yaitu membahas tugas dari
guru, membaca buku pelajaran, membuat rangkuman dan mengerjakan latihan soal dan
tugas
3. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan belajar secara bersama-sama antara beberapa siswa,
membahas suatu materi pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Dalam kegiatan belajar
kelompok biasanya diadakan dsikusi kelompok yaitu membahas suatu persoalan bersama-
sama dengan menampung dan menerima berbagai pendapat dari teman-teman yang ikut
dalam diskusi kelompok, kemudian dijadikan suatu kesimpulan atau pendapat.
Page39
Page40 Cara belajar di rumah
Setelah kita mempelajari cara belajar di sekolah, kita perlu mempelajari dan memahami cara
belajar di rumah. Mengingat belajar di rumah waktunya jauh lebih banyak dibandingkan waktu
belajar di sekolah. Belajar di rumah bisa diatur sesuai dengan situasi dan kondisi serta
kemampuan kita. Namun sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal penting sebagai berikut ;
1. Mengatur waktu belajar
Cara mengatur waktu belajar di rumah sangat penting. Keteraturan belajar merupakan
langkah utama keberhasilan, untuk itu buatlah rencana belajar sesuai dengan waktu sekolah
anda. Misalnya anda sekolah pagi sampai siang hari, maka malam hari digunakan untuk
mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Kalau masih ada waktu, gunakan untuk
membaca catatan pelajaran, mumpung masih hangat dalam ingatan supaya lebih dikuasai.
Dilakukan besok paginya kembali dan berulang.
2. Mengulang pelajaran atau menghafal
Menghafal atau mengulang pelajaran dapat dilakukan dengan cara membaca dan menyimak
buku pelajaran, terutama bahan-bahan pelajaran yang ada di buku yang akan dibahas besok
di sekolah. Berikut ini cara menghafa ;
Memahami tujuan materi pelajaran yang dihafal
Mengatur waktu menghafal, karena otak memiliki keterbatasan
Menghafal dilakukan secara terus-menerus dan disiplin
Ciptakan suasana tenang, karena dengan suasana tenang kita dapat menghafal dengan
baik
Bila ada kata / kalimat yang sulit dihafal, dibaca dengan suasana nyaring berulang-
ulang
Istilah bahasa latin hendaknya dibaca berulang-ulang sampai hafal menulis dan
mengucapkannya
Rumus-rumus, simbol dan logaritma dalam matematika dan IPA harus sering
diterapkan dalam latihan. Sehingga akhirnya dikuasai dan hafal
3. Membuat ringkasan
Dalam belajar di rumah selain mengatur waktu belajar dan menghafal pelajaran kita juga
perlu membuat ringkasan. Beberapa cara membuat ringkasan antara lain ;
Menandai pada hal yang dianggap poko atau penting dari bahan pelajaran yang dibaca,
dengan menggaris bawahi
Membuat kerangka ringkasan/ bagan berdasarkan hal-hal yang telah ditandai tersebut
agar memperoleh gambaran secara keseluruhan
4. Membaca dengan baik
Membaca bukan merupakan suatu pelajaran yang pasif, tapi perlu usaha untuk dapat
memahami dan mengerti apa yang dibaca. Karena itu dalam membaca perlu ada suatu cara
metode yang tepat, sebagai berikut ;
Bacalah seluruh dari kalimat permulaan sampai bagian akhir, kemudian baca ulang
bagian pokok
Membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri, untuk memahami isi bacaan
Mengadakan diskusi pribadi, berdialog dengan pikiran sendiri
Menguji seberapa jauh hal-hal yang telah dibaca itu masih ada dalam ingatan dengan
jawab soal
5. Mengerjakan tugas yang diberikan guru untuk diselesaikan di rumah dan dikumpulkan
dengan tepat waktu
f.
g.
Page41
DAFTAR PUSTAKA
GTK, Ditjen. 2016. Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling
Sekolah Menengah Atas (SMA). Jakarta: Kemendikbud.
Mastur, Triyono. 2014. Bidang Bimbingan Belajar. Paramitra Publishing: Yogyakarta.
Mastur, Triyono. 2014. Bidang Bimbingan Sosial. Paramitra Publishing: Yogyakarta.
Mastur, Triyono. 2014. Bidang Bimbingan Pribadi. Paramitra Publishing: Yogyakarta.
Mastur, Triyono. 2014. Bidang Bimbingan Karier. Paramitra Publishing: Yogyakarta.
Page42
E-Book
RIFAI ADE LUXMAN
Guru Bimbingan dan Konseling
E-book Panduan Pelaksanaan
Layanan Bimbingan dan Konseling
Kelompok ini merupakan suatu
panduan atau acuan untuk guru
BK dan bacaan siswa agar dapat
menerapkan sikap positif diri
untuk dapat menjalankan
kehidupan efektif sehari-hari