KATA PENGANTAR
Puji syukur Saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-
Nya Saya dapat menyelesaikan E Modul tentang “Hijrah Rasulullah SAW” Bahan
ajar ini Saya buat guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar
Berbasis Buku Teks
Bahan ajar dibuat berbentuk e modul, dimana bahan ajar ini tersusun atas
materi pembelajaran dari beberapa buku siswa. Sehingga dengan bahan ajar ini
diharapkan siswa dapat memiliki sumber belajar yang cukup untuk menunjang
pembelajaran dikelas
Dalam bahan ajar ini Saya menyadari masih memiliki kekurangan. Karena
itu, saya mengharapkan kritik dan saran demi sempurnanya bahan ajar ini dan
pembuatan bahan ajar selanjutnya.
Padang, November 2020
Rimal
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................................i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................ii
PENDAHULUAN ..........................................................................................................................1
A. Deskripsi ........................................................................................................................1
B. Prasyarat ........................................................................................................................1
C. Panduan Belajar.............................................................................................................1
KEGIATAN PEMBELAJARAN.........................................................................................................2
A. Tinjauan Materi .............................................................................................................2
B. Materi Pembelajaran .....................................................................................................2
C. Tugas dan Kegiatan ........................................................................................................9
Daftar Pustaka ..........................................................................................................................10
ii
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul bahan ajar ini merupakan pelengkap dari buku Sejarah Kebudayaan
Islam MA kelas X Semester 1 dengan tujuan agar siswa dapat mempelajari materi
yang disajikan dalam buku tersebut dengan baik. Dalam modul ini disediakan
informasi, panduan, soal yang harus dikerjakan. Pelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam yang disajikan dalam modul Sejarah Kebudayaan Islam MA Kelas X
Semester 1 merupaka mata pelajaran yang harus dikusai oleh setiap siswa MAN
2 Padang Panjang dikarenakan konsep ini menjadi syarat kelulusan di MAN 2
Padang Panjang
Penyajian materi dalam modul ini umumnya diawali dengan pengantar
materi yang mengambil dari buku siswa dan guru dan siswa diminta memahami
modul yang diberikan. Siswa dituntut menguasai konsep dari Konpetensi Dasar
yang disajikan pada modul.Modul ini merupakan pelengkap dari buku yang
pernah ada tentang Sejarah Kebudayaan Islam.
B. Prasyarat
Materi yang akan dipelajari pada modul ini sebagian besar pernah dipelajari pada
jenjang pendidikan sebelumnya dan sebagian lagi merupakan materi baru pengembangan
dari materi SMP dan SD. Pada jenjang SMP anda sudah mempelajari tentang materi dakwah
Nabi Muhammad SAW di Madinah. Materi pada modul ini nantinya akan membahas awal
kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah untuk berdakwah.
C. Panduan Belajar
Secara rinci anda akan mempelajari mata pelajaran SKI MA kelas X
semester I ini sebagai berikut:
No Kompetensi Pengetahuan Kompetensi Keterampilan Alokasi
1 3.3 Menganalisis faktor 4.3 Menceritakan peristiwa 1 Minggu
penyebab hijrah hijrah Rasulullah SAW ke
Rasulullah SAW di Madinah
Madinah
1
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kompetensi Dasar:
3.3 Menganalisis faktor penyebab hijrah Rasulullah SAW ke Madinah
Indikator:
1. Menjelaskan latarbelakang hijrah Rasulullah SAW ke Madinah
2. Menguraikan perjalanan hijrah Rasulullah SAW ke Madinah
3. Menjelaskan sambutan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin
4. Menjelaskan hal pertama yang dilakukan Nabi setelah tiba di Madinah
A. Tinjauan Materi
Gambar: Peta Madinah
http://www.mapnall.com/id/Peta-Madinah_107824.html
Nabi Muhammad Saw. telah melaksanakan dakwah di Mekkah selama
kerang lebih 13 tahun, akan tetapi yang beriman di antara mereka hanya beberapa
saja, mereka masih tetap pada kemusrikannya dan selalu mengganggu jalannya
dak- wah Islam dengan beragam cara, bahkan mereka juga berusaha untuk
membunuh Nabi Muhammad Saw. serta para pengikutnya. Kota Mekkah tempat
di mana Nabi Muhammad Saw. dilahirkan, tidak memberikan harapan bagi
dakwah Islam. Beberapa tempat pernah dicoba untuk berhijrah, dan ternyata
Yatsrib (Madinah) merupakan alternatif yang paling baik untuk dijadikan pusat
kegiatan dakwah Islam.
B. Materi Pembelajaran
1. Latar belakang Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah
Gambar: Madinah Al Munawaroh
https://khazanahtour.com/bagaimana-sejarah-singkat-kota-madinah/
Latar belakang rasulullah SAW Hijrah dari Mekkah ke Madinah pada
2
tanggal 12 Robiul Awal tahun pertama hijriyah. Tujuan hijrahnya Nabi
Muhammad adalah untuk menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan,
ancaman, dan kekerasan kaum Quraisy dan juga agar memperoleh keamanan dan
kebebasan dalam berdakwah serta beribadah.
Setelah peristiwa Isra Mikraj ada satu perkembangan besar bagi kemajuan
kaum muslimin yang datang dari penduduk Yasrib. Mereka melaksanakan ibadah
haji ke Makkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Pada musim haji
selanjutnya, terdiri dari dari orang-orang Yasrib berjumlah 73 orang, atas nama
penduduk Yasrib mereka meminta kepada Rasulullah Saw untuk berkenan pindah
ke Yasrib. Mereka berjanji akan membela Rasulullah Saw dari segala macam
ancaman, dan kemudian Rasulullah Saw menyetujui baiat Aqabah dua setelah
pada tahun kesebelas kenabian menyetujui adanya Baiat Aqabah pertama.
a) Baiat Aqabah Pertama
Ketika musim haji tiba, Rasulullah Saw menggunakannya untuk
menyampaikan dakwah kepada jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru
Arab. Di antara mereka terdapat orang-orang Yasrib dari suku Aus dan Khazraj.
Kedua suku ini sering mendengar berita dari orang-orang Yahudi bahwa Nabi
akhir zaman akan segera datang. Pada musim haji tahun ke 11 kenabian,
bertepatan dengan tahun 621 M, 12 orang dari suku Aus dan Khazraj berangkat ke
Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka bertemu dengan Rasulullah Saw
di Aqabah (Mina) dan menyatakan baiat (sumpah setia). Baiat itu kemudian
dikenal dengan sebutan Baiat Aqabah I atau disebut Baiatun Nisa’, karena di
antara yang ikut baiat ada seorang wanita, ia bernama Afra binti Abid binti
Sa’labah. Ada 6 pokok persoalan penting yang menjadi sumpah setia dalam Baiat
Aqabah I adalah :
1) Mereka tidak akan menyekutukan Allah Swt dengan sesuatu apapun.
2) Mereka tidak akan mencuri.
3) Mereka tidak akan berzina.
4) Mereka tidak akan membunuh anak-anaknya.
5) Mereka tidak akan berbuat fitnah, dusta dan curang.
6) Mereka tidak akan mendurhakai Rasulullah Saw.
3
Ketika mereka pulang ke Yasrib (Madinah), Rasulullah Saw mengutus
Mus’ab bin Umair menyertai mereka. Mus’ab bin Umair mendapat tugas
mengajarkan Islam kepada penduduk Yasrib. Dengan demikian, agama Islam
semakin bersinar di Yasrib. Penduduk berbondong-bondong masuk agama Islam,
sehingga jumlah kaum muslimin semakin bertambah.
b) Baiat Aqabah kedua
Pada tahun ke 12 kenabian, bertepatan tahun 622 M, serombongan kaum
muslimin dari Yasrib berangkat menuju Makkah untuk menunaikan ibadah Haji.
Mereka berjumlah 75 orang, terdiri atas 73 orang laki-laki dan 2 orang wanita.
Mereka segera menghadap Rasulullah Saw dan meminta diadakan pertemuan
pada hari Tasyrik di Mina. Pada malam yang telah ditentukan, mereka keluar
kemahnya secara sembunyi-sembunyi menuju Aqabah (tempat melempar jumrah).
Tidak lama kemudian, Rasulullah Saw datang disertai pamannya, Abbas bin
Abdul Muthalib yang waktu itu belum masuk Islam tetapi tidak pernah memusuhi
Islam. Pada pertemuan ini para penduduk Madinah meminta Nabi Muhammad
Saw, agar bersedia pindah ke Madinah. Rasulullah Saw. setuju, kemudian dibuat
lagi perjanjian yang dikenal dengan ”perjanjian Aqabah yang kedua”.
Adapun isi dari perjanjian Aqabah II adalah :
1) Penduduk Yasrib siap membela Islam dan Rasulullah.
2) Penduduk Yasrib ikut berjuang dalam membela Islam dengan harta dan
jiwa.
3) Penduduk Yasrib ikut berusaha memajukan agama Islam dan menyiarkan
kepada sanak keluarga mereka.
4) Penduduk Yasrib siap menerima resiko dan segala tantangan
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penduduk Madinah mudah
menerima agama Islam yaitu :
1) Bangsa Arab Yatsrib telah lebih dulu memahami agama-agama ketuhanan,
karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu, alam kubur, hari
berbangkit, surga dan neraka dan lain-lain.
2) Sering terjadi peperangan di antara penduduk Yatsrib menyebabkan
hubungan antar masyarakat kurang harmonis.
4
3) Penduduk Yatsrib memerlukan seorang pemimpin yang mampu
mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan.
2. Perjalanan Hjrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah
Proses hijrahnya kaum muslimin ke Madinah tidak semudah yang kita
gambarkan, kaum Quraisy terus bertekad menghalangi mereka berhijrah.
Sehingga beberapa orang yang hendak berhijrah pasti akan mendapat berbagai
macam penganiayaan dan siksaan. Ketika itu kaum muslimin berhijrah secara
sembunyi-sembunyi menghindari kejaran kaum Quraisy. Berbeda dengan
hijrahnya Umar bin Khattab ra, yang menun- jukkan keberanian dan tantangan.
Karena ketika itu ia membawa pedang dan juga membawa panahya tatkala keluar
menuju Ka’bah dan berthawaf di sana. Kemudian, ia pergi dan tidak seorang pun
yang berani merintanginya.
Kaum Quraisy semakin memberikan tekanan tatkala mengetahui hal itu,
dan mereka kha- watir akan berkembangnya dakwah Nabi Muhammad Saw. dan
pengi- kutnya. Kemudian mereka berkumpul guna memusyawarahkan hal ini
dan mereka bersepakat untuk membunuh Rasulullah Saw. Namun Allah Swt.
memberitahu Nabi-Nya yang mulia akan adanya persengkongkolan jahat tersebut.
Kemudian, Rasulullah Saw. mendatangi Abu Bakar as Shidiq memberi khabar
aksi jahat kaum kafir Quraisy dan bersepakat untuk melakukan hijrah.
Menjelang keberangkatan Nabi Muhammad Saw. dan Abu Bakar Ash
Shidiq ke Madinah, pada malam harinya, Rasulullah meminta Ali bin Abi Thalib
agar tidur di tempat beliau, sehingga orang-orang mengira bahwa beliau masih
berada di rumah. Para komplotan ini pun tiba dan langsung mengepung rumah
Ra- sulullah. Mereka melihat Ali berada di tempat tidur dan menganggap ia
adalah Muhammad, lalu mereka menunggunya keluar untuk selanjutnya
menghabisi dan membunuhnya. Rasulullah keluar ketika mereka mengepung
rumah, lalu beliau menaburkan debu ke kepala mereka dan Allah mengalihkan
penglihatan mereka. Sehingga mereka tidak melihat kepergian Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw. menuju ke rumah Abu Bakar as Shidiq kemudian keduanya
berjalan kurang lebih lima mil dan bersembunyi di gua Tsur di sebelah selatan
5
kota Mekkah.
Gua Tsur terlatak di Jabal Tsur kira- Gambar: Gua Tsur
kira 4 km sebalah selatan Masjidil
Haram, tingginya dari permukaan
Laut 748 m sedang dari permukaan
tanah 458 m, gua Tsur itu sendiri
tingginya 125 cm, panjang maupun
lebar berkisar antara 3,5 m - 3,5 m.
Gua tersebut memiliki dua pintu yaitu
sebelah barat dan timur, pintu
sebelah barat itulah yang di gunakan
Nabi Saw. untuk masuk , yang
tingginya 1 m, sedang pintu sebalah
timur walaupun lebih luas sengaja di
buat untuk orang yang sengaja keluar
masuk Gua, untuk mendaki puncak
Jabal tsur di perlukan waktu sekitar
1,5 jam.
Dalam pencarian itu mereka sampai ke gua Tsur, hampir saja salah seorang
sari mereka melihat ke arah kedua telapak kaki, niscaya ia akan melihat Nabi
Muhammad SAW dabn Abu Bakar As-Sidiq. Keduanya tetap berada di gua
selama tiga hari kemudian keluarlah Rasulullah Saw. dan Abu Bakar tepat pula
waktunya Abdullah Ibnu Uraiqath membawakan dua ekor unta, maka Rasulullah
Saw. dan Abu Bakar menaiki unta tersebut diir- ingi Abdullah Ibnu Uraiqath
menyusuri pantai laut merah menuju ke Madinah.
Gambar: Masjid Quba
https://en.wikipedia.org/wiki/Quba_Mosque
Sebelum memasuki Madinah Nabi Muhammad Saw. singgah di Quba’ dan
mendirikan Masjid di atas tanah milik Khultsum bin Hamdan, keturunan keluarga
Bani Amr bin Auf dari golongan Aus, yang sekarang masjid itu dikenal dengan
masjid Quba’ dalam Al-Qur’an disebut juga masjid Taqwa.
6
3. Sambutan Kaum Anshar terhadap Kaum Muhajirin
Pada hari kelima, tepatnya pada hari Jum’at 16 Rabi’ul Awwal bertepatan
dengan tanggal 2 Juli 622 M Nabi Muhammad Saw. beserta rombongan
muhajirin disambut meriah oleh penduduk Madinah. Hari itu adalah hari
bersejarah yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Madinah. Rumah-rumah dan
jalan ketika itu bergemuruh dengan pekikan Tahmid dan Taqdis (penyucian). Putra
putri kaum Anshar (penolong) menyanyikan bait-bait syair sebagai ekspresi
kegembiraan:
Pada hari Jum’at ini pulalah untuk pertama kalinya Rasulullah Saw.
mengadakan shalat Jum’at bersama kaum Muhajirin dan Anshar. Beliau berjalan
dan kebanyakan kaum Anshar berusaha meraih Rasulullah dan memperoleh
kemuliaan dengan menjamu beliau di sisi mereka. Maka mereka memegang tali
kendali unta beliau dan beliaupun berterima kasih kepada mereka dan bersabda:
“Biarkanlah, karena ia diperintah”. Tatkala unta tersebut sampai ke tempat yang
Allah perintahkan, maka ia akan duduk. Beliau tidak turun darinya sebelum unta
tersebut bangkit dan berjalan sedikit, lalu menoleh dan kembali lagi. Akhirnya,
unta tersebut duduk di tempat semula, dan beliau turun darinya. Tempat itulah
yang kemudian menjadi Masjid Nabawi.
Rasulullah Saw. singgah di rumah Abu Ayub al-Anshari. Sedangkan Ali
bin Abi Thalib, ia tetap berada di Mekkah selama tiga hari sepeninggal Nabi,
kemudian keluar menuju Madinah berjumpa dengan Nabi Saw. di Quba.
4. Hal penting yang dilakukan Nabi Muhammad di Madinah
a) Mendirikan Masjid.
Gambar: Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah SAW
https://khazanahtour.com/bagaimana-sejarah-singkat-kota-madinah/
Langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah mendirikan
7
masjid yang kemudian diberi nama masjid Nabawi. Pada lokasi unta tersebut
duduk, beliau memerintahkan mendirikan masjid ini. beliau sendiri ikut serta
dalam proses pembangunan. Di tempat inilah dakwah Rasulullah Saw mulai
dilakukan yaitu dengan melakukan sholat jamaah, pengenalan dan penanaman
ibadah mahdhoh, muamalah
b) Meletakkan dasar-dasar politik dan tatanan social
Meletakkan dasar-dasar politik dan tatanan sosial masyarakat Nabi juga
mempersatukan antara golongan Yahudi dari Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan
Bani Quraidah. Terhadap golongan Yahudi, Nabi membentuk suatu perjanjian
yang melindungi hak-hak azasi manusia, yang dikenal dengan piagam Madinah.
Adapun di antara inti perjanjian Madinah adalah sbb :
Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam
peperangan.
Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama seperti kaum muslimin.
Kaum Yahudi tetap dengan agama Yahudi mereka, dan demikian pula
dengan kaum muslimin.
Semua Kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah
diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam
memerangi atau menghadapi musuh
Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan
saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
Semua penduduk Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi yang
berbuat jahat.
c) Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar
Nabi Muhammad Saw. senantiasa menganjurkan persaudaraan antara
kedua sahabat, dan melarang semangat kesukuan, sehingga bersatu menjadi kokoh
dan kuat. Dengan mempersatukan kedua sahabat atas dasar suatu agama, berarti
merupakan satu kekuatan yang kokoh.
d) Penanaman Nilai-nilai Moral
8
Dengan berbagai langkah yang dilakukan Rasulullah Saw, beliau telah
berhasil menancapkan pilar-pilar masyarakat baru. Fenomena ini tidak lain
merupakan dampak dari nilai-nilai yang diserap oleh para generasi agung berkat
persahabatan mereka dengan Rasulullah Saw. Selalu komitmen terhadap mereka
melalui pengajaran, pendidikan, penyucian diri dan ajakan kepada perilaku mulia.
Rasulullah Saw juga mengajarkan kepada mereka tentang adab-adab berkasih
sayang, bersaudara, menjunjung keagungan, kemuliaan, ibadah dan ketaatan.
C. Tugas dan Kegiatan
1) Portofolio
Dakwah Rasulullah Saw periode Madinah banyak mengajarkan tentang
toleransi terhadap agama lain. Bagaimanakah bentuk toleransi tersebut menurut
kalian? Kemukakan jawaban kalian disertai dengan referensi yang lengkap. Ketik
dan kumpulkan kepada guru kalian.
2) Tugas Kelompok
Buatlah kelompok diskusUi diJkIelaPsmUu, mBasLingI-mKasing
kelompok pilihlah satu ketua dan satu notulen yang mencatat hasil diskusi.
Diskusikan mengenai tema dibawah ini: “Mengapa Rasulullah Saw dan para
sahabatnya harus melakukan hijrah? Apakah dakwah Rasulullah Saw di Makkah
gagal? Jelaskan pendapat kalian”
Catat hasil diskusi kalian dalam notlendan serahkan kepada guru kalian
untuk dikoreksi!
9
Daftar Pustaka
Subchi, Imam. 2014. Sejarah Kebudayaan Islam; Kurikulum 2013. Semarang: PT
Karya Toha Putra
Kementrian Agama RI. 2014. Buku Siswa; Sejarah Kebudayaan Islam kelas X;
Kurikulum 2013. Jakarta: Kemenag RI
Kementrian Agama RI. 2019. Buku Siswa; Sejarah Kebudayaan Islam kelas X;
Kurikulum 2013. Jakarta: Kemenag RI
MGMP PAI Madrasah ALiyah. 2018. Modul Sejarah Kebudayaan Islam kelas X
10