BERPRESTASI . ELOK . RAMAH . DAMAI . INOVATIF . KOLABORATIF . AMAN . RELIGIUS . INTEGRITAS Volume No. 27 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Website : sman10-semarang.sch.id
Smanten berdikari sman10semarang sman10semarang Assalamualaikum Wr Wb Selamat bersua lagi para pembaca setia Majalah Aksara! Kami segenap redaksi Majalah AKSARA mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME atas izinnya pada penerbitan ke-27 di tahun 2024 ini. Majalah Aksara memuat berbagai informasi tentang kegiatan di SMA Negeri 10 Semarang, tidak hanya informasi saja tetapi juga karya sastra guru dan siswa, karya ilmiah, dll. Dengan adanya majalah digital ini semoga dapat menambah informasi dan literasi bagi para pembaca khususnya warga SMA Negeri 10 Semarang. Kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan majalah ini. Pada kesempatan ini kami mengekspos tentang berbagai Kegiatan di SMANTEN dan Berbagai informasi lainnya. Kiriman tulisan atau karya dari siswa atau guru sangat kami harapkan. Semoga sajian kami bisa bermanfaat untuk warga SMAN 10 Semarang. Wassalamualaikum Wr Wb Redaksi SALAM REDAKSI REDAKSI ISI DAFTAR Diterbitkan Oleh : SMA NEGERI 10 SEMARANG Website : sman10-semarang.sch.id | 2 Pembina: Kepala Sekolah SMAN 10 Semarang (Akhirul Fatoni, SE), Penasehat: Wakasek Kurikulum, Wakasek Kesiswaan, Wakasek Sarpras, Wakasek Humas, | Pimpinan Redaksi:Abdul Azis, S.Pd, | Tim Redaksi: Rini Setyorini, S.Pd. Ummi Rohmah, S.Pd., Kandida, M.Pd., Adi Nur Heriyanto, S.Pd., M. Eko Aris M. S.Pd. Muhamad Imron, S.Pd., Didiet Chandra A., S.Pd., Yunita Khusnulia W., S.Pd., Fatkhurohman, S.Pd.I., Arif Drajat S., S.Pd., Nanang F.S.Kom., Bagus Atmaja, S.Pd. | Reporter : Tim Jurnalis Siswa, | Layout: Tim Desain. REDAKSI Cover 1 Salam Redaksi 2 Profil Figur 3 Berita SMANTEN 4 Berita SMANTEN 5 Berita SMANTEN 6 Berita SMANTEN 7 Berita SMANTEN 8 Berita SMANTEN 9 ARTIKEL 10 Berita SMANTEN 11 KONSELING 12 SASTRA 13 SASTRA 14 SASTRA 15 Berita SMANTEN 16 Lensa SMANTEN 17 SERBA-SERBI 18
| 3 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA FIGUR Edisi 27 / APRIL 2024
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 4 Edisi 27 / APRIL 2024 BERITA SMANTEN D alam rangka mewujudkan lulusan yang memiliki keahlian unggul, SMAN 10 Semarang melakukan sinergi dengan SMKN 11 Semarang, Senin, 1 April 2024. Sebanyak 10 siswa kelas XI dan 5 guru kewirausahaan berkunjung dalam rangka studi “Sinergi Keahlian Kewirausahaan” ke sekolah yang beralamat di Jl. Grafika Raya, Gedawang, Kec. Banyumanik, Kota. Semarang, Jawa Tengah 50266. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama sekolah negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan 1, yang menjembatani lulusan sekolah menengah untuk memiliki kompetensi keahlian kewirausahaan bagi siswa-siswi SMA yang lebih tertarik untuk bekerja dan tidak melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. Siswa lulusan SMA diharapkan memiliki kemampuan keahlian yang dapat dipergunakan di masa depannya. Pada kesempatan ini, Bapak Kepala SMK Negeri 11 Semarang, Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T, memberikan sambutan yang sangat luar biasa dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi SMAN 10 Semarang untuk belajar bersama di SMK Negeri 11 Semarang secara terjadwal dalam kegiatan SInergi Keahlian Kewirausahaan. Beberapa ketrampilan dipelajari antara lain, Teknik kemasan, Teknik Sablon, Teknik Cetak dan Teknik Metaverse Desain Grafis yang merupakan keunggulan SMK Negeri 10 Semarang. Siswa-siswi SMA Negeri 10 Semarang diajak untuk berkeliling dan mempraktikkan secara langsung Teaching Factory yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan siswasiswi dari SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 13 Semarang. Putri Kuswa, siswi kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 10 Semarang menyampaikan rasa tertarik dan terima kasih yang sebesar-bearnya pada kegiatan ini, karena dengan kunjungan yang mereka lakukan mampu memunculkan ide-ide kewirausahaan dan produksi massal yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Semarang, Bapak Akhirul Fathoni, S.E., yang berkenan mendampingi kegiatan kunjungan Sinergi Keahlian Kewirausahaan ini menyampaikan penguatan untuk mewujudkan kegiatan secara berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat bagi kedua sekolah secara khusus, serta siswa-siswi SMA dan SMK sebagai output lulusan yang memiliki kompetensi unggul yang mampu bersaing dan berkarya bagi masa depan generasi bangsa yang hebat. (Asih Rahayu/MBD) GUNA WUJUDKAN KEAHLIAN UNGGUL LULUSAN, SMAN 10 SEMARANG SINERGIKAN KEAHLIAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN SMKN 11 SEMARANG
| 5 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA BERITA SMANTEN SMAN 10 SEMARANG GELAR HALALBIHALAL DI HARI PERTAMA MASUK Edisi 27 / APRIL 2024 SMAN 10 Semarang menggelar kegiatan apel dan halalbihalal di hari pertama masuk setelah lebaran. Kegiatan dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada Selasa, 16 April 2024. Dalam amanatnya, Kepala SMA Negeri 10 Semarang, Akhirul Fathoni, S. E., menyinggung terkait tujuan utama ibadah puasa adalah menjadi orang yang bertakwa. Tak hanya itu beliau juga menambahkan agar menjadi orang yang pemaaf. Seyogyanya kita menjadikan idulfitri sebagai refleksi peningkatan kualitas diri. ”Bulan Ramadhan telah usai, dan ditutup dengan perayaan Idulfitri dengan saling memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun tidak sengaja kita lakukan, terutama kepada orang lain,” ungkapnya. “Selain itu kita juga harus perperilaku yang lebih baik dan lebih meningkatkan kreativitas dalam kehidupan, utamanya untuk para siswa agar bisa mempersiapkan masa depannya,” lanjutnya dengan penuh semangat. Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan narasi rohani dan doa bersama dipimpin oleh Abah Ahmad Fadhol, S. Ag., M. PdI. , bahwa dalam konsep minal aidin wal faizin kita kembali ke dalam fitrah dan mendapatkan keberuntungan. Oleh karena itu, selain mendapatkan ampunan Allah SWT, kita perlu memaksimalkannya dengan saling memaafkan dengan sesama. Acara apel pagi ditutup dengan bersalaman dan saling memaafkan dari siswa, guru, dan staff tenaga kependidikan di lingkungan SMA 10 Semarang. (Dyah R/MBD)
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 6 BERITA SMANTEN KOLABORASI TEMA BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN BANGUNLAH JIWA RAGANYA Edisi 27 / APRIL 2024 A da yang menarik dalam gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMAN 10 Semarang. Pada kesempatan kali ini kelas X dan kelas XI berkolaborasi untuk menyelenggarakan gelar karya P5 pada tema Bhinneka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raganya. Gelar karya P5 yang dilaksanakan di lapangan sekolah pada hari Kamis (25/04/2024) tersebut menampilkan budaya nusantara dan pertunjukkan drama. Penampilan budaya nusantara dikemas dalam pertunjukkan tarian dan baju adat. Tarian yang ditampilkan, yaitu Tari Dayak Nampi dari Pontianak, tari Hulondalo Lupu’u dari Gorontalo, dan Tari Mambri dari Papua. Baju adat dari beberapa daerah di luar Pulau Jawa, seperti baju adat yang berasal dari NTT, Papua, Sulawesi, dan Riau yang dikenakan oleh siswa dan guru menghiasi dan menambah meriahnya gelar karya. Tarian dan baju adat tersebut dirancang oleh kelas X. Kelas XI menampilkan pertunjukkan drama bertema “Bulliying” dengan judul “Aku Sama dengan Kalian.” Drama tersebut menceritakan seorang siswi yang sering dirundung oleh lingkungan dan temantemannya sehingga mengalami depresi sampai ingin melakukan tindakan bunuh diri. Pemain-pemain drama merupakan siswa-siswi yang telah diseleksi dari pementasan drama sebelumnya dan beberapa guru serta dibimbing langsung oleh pelatih ekstrakurikuler teater SMAN 10 Semarang. Sempat Tertunda Akibat Banjir Gelar karya yang direncanakan pada pukul 09.00 sempat terkendala oleh lapangan yang tergenang air
| 7 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA BERITA SMANTEN Edisi 27 / APRIL 2024 setinggi 30 cm karena hujan lebat pada malam harinya. Namun, gerak cepat dan gotong royong dari seluruh warga sekolah serta bantuan dari Damkar Semarang serta BBWS Semarang mampu mengatasi banjir tersebut sehingga acara dapat dilaksanakan pada pukul 12.30 WIB. Kondisi banjir yang terjadi di SMAN 10 Semarang bukan kali pertama terjadi, tetapi merupakan pemandangan yang sering terjadi jika dilanda hujan lebat. Kepala SMAN 10 Semarang, Akhirul Fathoni, S.E. memberikan apresiasi atas terselenggaranya gelar karya P5. “Saya menyampaikan apresiasi setinggitingginya atas kerja keras seluruh pihak sehingga gelar karya P5 ini bisa terselenggara dengan baik, walaupun sempat tertunda karena banjir. Gelar karya P5 ini merupakan perwujudan dari kurikulum merdeka. Merdeka yang dimaksud bukan berarti siswa bebas sebebas-bebasnya, tetapi bagaimana seluruh potensi siswa dapat dikeluarkan dan dibina dengan baik melalui proses pembelajaran,” terangnya. Beliau juga menjelaskan bahwa gelar karya P5 yang dilaksanakan oleh kelas X dan XI sebagai penghormatan kepada kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dan mengapresiasi siswa kelas XII yang diterima perguruan tinggi lewat jalur SNBP sehingga seluruh kelas XII diundang dan mengenakan aksesoris baju adat yang telah dibuat oleh kelas X. (DCA) SMAN 10 Semarang menggelar upacara memperingati hari kartini, Senin (22/04/2024). Upacara diadakan di lapangan utama sekolah dan berlangsung secara khidmat. Kegiatan diikuti oleh sivitas akademika SMAN 10 Semarang yang terdiri atas guru, karyawan, dari siswa kelas X dan kelas XI. Adapun petugas upacara berasal dari kelas XI-2. Bertindak sebagai pembina upacara pada upacara tersebut adalah Dyah Retno SP, S.S. Dalam amanatnya beliau memaparkan beberapa hal. Diantaranya terkait perempuan yang dulunya tidak memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapat maupun pikiran, serta tidak semua wanita mendapatkan akses pendidikan yang memadai. “Jika sekarang banyak menteri dan para pejabat dari kalangan wanita, hal itu tidak lepas dari gerakan emansipasi yang dilakukan oleh RA Kartini,” terang Dyah Retno SP, S.S. “Dan dengan adanya emansipasi wanita, sekarang ini wanita bisa memiliki kebebasan untuk menunjukan kekuatannya berbarengan dengan laki laki.” lanjutnya. Beliau juga memaparkan bahwa perjuangan Kartini untuk membuka gerbang persamaan dari perempuan dan laki laki didasari sejarah yang dulu, yaitu perempuan sebagai 'kanao wingking' yang tidak diperhitungkan keberadaanya walaupun pinter atau punya kemampuan yang diakui hanya laki laki. R.A. kartini ingin wanita bisa dilihat oleh semua orang dan diakui oleh semua orang. Untuk perempuan sekarang kita harus bisa dan tunjukkan kemampuan kita dan kita harus bisa sama dengan laki- laki Selain itu beliau juga memberi beberapa motivasi yang relate dengan perjuangan Kartini. Diantaranya mengajak para perempuan untuk membuktikan bahwa wanita juga bisa seperti laki-laki. “Buktikan kita bisa, kita punya kemampuan, kita memliki kelebihan yang sama dengan laki laki dan tetap semangat. Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” ajaknya. (Akbar/MBD) SMAN 10 SEMARANG GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 8 BERITA SMANTEN SIDANG MAJELIS PERWAKILAN KELAS TAHUN 2024 BERJALAN LANCAR Edisi 27/ APRIL 2024 Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 10 Semarang mengglar sidang pleno pada Kamis, [18/4/2024]. Bertempat di ruang XII Ilmu Bahasa dan Budaya, sidang berjalan lancar. Kegiatan kali ini mengangkat tema "Menumbuhkembangkan Kinerja MPK menjadi Organisasi Progresif dan Inovatif." Sidang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 10 Semarang. Ada beberapa poin yang menjadi pokok pembahasan dalam sidang tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh anggota MPK yang dipimpin oleh komisi A serta dihadiri oleh Pembina OSIS dan MPK SMAN 10 Semarang yaitu Bapak Adi Nur Heriyanto dan juga perwakilan OSIS yang terdiri dari ketua, wakil, sekertaris dan bendahara. Sidang AD/ART ini bertujuan untuk merubah dan mengesahkan aturan maupun pedoman dalam MPK yang berlaku selama 1 periode kedepan. Sidang dimulai dengan pembacaan susunan acara oleh MC, kemudian pembukaan dan sambutan oleh Bapak Adi Nur Heriyanto, lalu pembacaan sanggahan dari masing masing anggota. Presidium 1, Bhismo Panji Pradhana sekaligus ketua MPK berhak menolak atau menyetujui sanggahan tersebut. Acara berlangsung kondusif, diakhiri dengan pembacaan doa serta penutupan. Pembina MPK Adi Nur Heriyanto dalam sambutannya bahwa sebenarnya sidang AD/ ART ini tidak wajib dilaksanakan jikalau memang peraturan atau tugas-tugas tersebut masih layak kita pakai. Tetapi, lebih baik kita melaksanakan sidang tersebut. Oganisasi tanpa AD/ART ibarat pergi keluar tanpa arah. Begitupun organisasi ini jika tidak memiliki AD/ART, maka ke arah mana organisasi ini akan berjalan. Sebelumnya, kegiatan ini sudah dipersiapkan secara matang oleh seluruh anggota MPK dengan pembagian tugas mulai dari sie acara, sie humas, sie perkap, sie pubdok, sie konsum. Walaupun persiapan sudah dilakukan 2 Minggu sebelum acara namun dalam acara itu sendiri memiliki beberapa kendala yang harus dihadapi, namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik oleh anggota MPK. Harapannya dengan acara ini, seluruh anggota MPK dapat menjalankan tugas sesuai aturan yang telah ditetapkan. Bhismo Panji Pradhana berharap semoga acara sidang AD/ART tahun depan dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kendala sedikitpun. (Hum MPK/MBD)
| 9 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA BERITA SMANTEN Chesa Ardeliaristi Raih Juara 3 Jurnalistik FLS2N Kota Semarang Edisi 27 / APRIL 2024 C hesa Ardeliaristi berhasil meraih Juara 3 bidang Jurnalistik dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMA tingkat Kota Semarang. Kegiatan FLS2N tahun ini berlangsung di SMAN 13 Semarang pada Rabu, 24 April 2024. Selain Chesa, masih ada Tirtazka Rikaivenia Puspa Pramono yang meraih juara harapan 1 bidang komik digital dan Rizky Syarief Akbar yang meraih juara harapan 2 bidang menulis cerpen. Ketiganya merupakan punggawa dari ekstrakurikuler Jurnalistik “Duta Aksara”.Saat ini mereka masih duduk di kelas XI. Prestasi yang diraih tak lepas dari peran pembina, pelatih, dan pendamping serta doa dari civitas akademika SMAN 10 Semarang. Keberhasilan mereka tentunya merupakan kebanggakan bagi sekolah pada umumnya dan ekskul Jurnalistik pada khususnya. Prestasi ini juga bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik lain untuk selalu berprestasi. “Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Akhirul Fathoni, SE, Bapak Ibu guru dan Staf TU, serta seluruh peserta didik atas doa dan dukungannya,” papar Maslikah, S.Pd. pembina ekskul Jurnalistik. Di tempat terpisah, Dyah Retno Sri Purwanti, S.S dan Muhammad Imron selaku pelatih juga bertekad lebih giat lagi dalam melatih dan membimbing peserta didik. Beliau juga berharap adanya bibit-bibit baru yang terus tumbuh. Sehingga akan terjadi kesinambungan antargenerasi. (MBD)
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 10 ARTIKEL RA. KARTINI MENGUBAH PEMIKIRAN MASYARAKAT INDONESIA DENGAN LITERASI Edisi 27 / APRIL 2024 Oleh: Sahachika Dwi Anggraini B ertahun lamanya suasana gelap penuh penderitaan menghantui Bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari pusat kota hingga daerah pedalaman merasakan penderitaan itu. Gemuruh dan mencekamnya keadaan saat itu dengan suara tembakan disetiap sudut daerah dan tumpah ruahnya manusia ke tanah berselimut darah. Perasaan takut, hingga tak tahu arah itulah yang dialami dan dirasakan masyarakat Indonesia setiap hari pada saat itu, khususnya bagi para pribumi Indonesia. Tak ada kebebasan dan keadilan yang diberikan kepada masyarakat pribumi, selayaknya manusia. Semua hal yang terjadi dikarenakan datangnya para penjajah ke Indonesia. Ketidakadilan dan ketidakbebasan juga tidak dapat sepenuhnya menyalahakan adanya penjajahan, melainkan juga ada faktor adat istiadat dan budaya yang masih berkembang. Hingga pada abad 20 datang seorang pejuang wanita yang berasal dari Jepara yang ingin memperjuangkan keadilan bagi masyarakat Indonesia, terutama seorang wanita. Pahlawan keadilan itu bernama Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini. Alasan dari RA Kartini melakukan perjuangan itu, karena beliau memiliki pikiran besar untuk melakukan perubahan sosial dan mengangkat derajat kaum wanita yang masih tertindas dan terpinggirkan. Dengan alasan yang kuat itu, menjadikan beliau berani untuk melakukan penentangan terhadap adat dan budaya yang masih berlaku kala itu. Dalam perjuangannya dengan disertai tujuan dan alasan yang kuat, RA Kartini tentu saja memiliki senjata yang luar biasa untuk berjuang. Senjata yang dimaksudkan adalah membaca dan menulis. Dengan senjata tersebut, RA Kartini mampu untuk menjadi sosok wanita yang jenius. Hal itu karena RA Kartini adalah seorang kutu buku yang kebiasan literasi telah mendarah daging dalam dirinya. Bahkan ketika beliau dalam masa pingitannya, RA Kartini tetap mengisi waktu luangnya dengan membaca surat kabar, majalah, koran, dan buku Eropa. Dimulai dari membaca, RA Kartini mulai menyadari adanya perbedaan yang cukup besar antara kehidupan seorang wanita di Eropa dengan Bangsa Indonesia. Beliau melihat bahwa para wanita di Eropa memiliki kebebasan yang lebih besar dari para wanita di Indonesia, bahkan di Eropa kedudukan antara pria dan wanita adalah setara atau sama. Berangkat dari ilmu yang diperoleh RA Kartini, munculah ide dari benaknya untuk memperbaiki dan merubah kehidupan wanita di Indonesia dengan memberikan pencerahan bagi wanita Indonesia yang belum maju saat itu. Dengan penecerahan itu, RA Kartini ingin membuka pikiran para wanita Indonesia dan masyarakat Indonesia agar lebih maju pada beberapa abad kemudian. Selain pencerahan yang dilakukan oleh RA Kartini, beliau juga mewujudkan keinginannya dalam memperjuangkan keadilan dengan mendirikan sekolah-sekolah bagi kaum wanita pribumi yang mengajarkan berbagai ilmu dan keterampilan yang telah beliau peroleh dari pendidikan yang pernah ia lakukan dan ilmu yang didaptkan dari kebiasaan membacanya.
| 11 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Edisi 27 / APRIL 2024 BERITA SMANTEN Ada yang berbeda dalam pementasan drama kelas XI dalam rangka Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tampak sesosok pria tinggi besar ikut menjadi aktor dalam pementasan. Pria berkumis tebal dengan seragam putih abu-abu tersebut bukanlah siswa seperti pemain lainnya. Iya. Sosok yang turut serta dalam pementasan drama tersebut adalah Pak Mulyadi. Beliau merupakan salah satu guru di SMAN 10 Semarang. Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang diampunya. “Bisa ikut bermain drama dalam proyek P5 ini adalah sebuah kehormatan. Sekaligus menggugah jiwa muda yang lama terpendam,” ujar Pak Mulyadi dengan penuh gairah saat diwawancara. “Saat muda, di Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, setiap tahun menggelar pertunjukan wayang orang maupun kethoprak. Saya selalu ambil peran menjadi pemainnya,” lanjutnya. Berbeda dengan Pak Mulyadi, ada sosok guru lain yang juga ikut dalam pementasan, yaitu Pak Azis. Jika Pak Mulyadi berperan sebagai siswa, Pak Azis berperan sebagai wali kelas. Pria berkaca mata itu sempat ragu untuk ambil bagian dalam pementasan. Ia pernah melontarkan keinginannya supaya dicarikan pengganti kepada sutradara dan pimpinan produksi. “Saya itu pelupa. Dengan banyaknya adegan dan dialog untuk pemeran wali kelas membuat saya khawatir. Walau dulu juga pernah bermain kethoprak saat menjadi mahasiswa, namun ada ketakutan tidak bisa tampil sesuai harapan,” ungkapnya Drama yang mengangkat tema anti bullying ini dipentaskan dalam Gelar Karya P5, Kamis, 25 April 2025 di lapangan sekolah. Panggung besar terpasang di sebelah timur lapangan guna mementaskan lakon berjudul Aku Sama dengan Kalian. Menceritakan siswa yang bernama Idi (diperankan oleh Khansa Dafarina Aryadiva) adalah siswa yatim, yang bapaknya sudah meninggal. Ia tinggal hanya dengan ibunya. Untuk membantu keuangan keluarga dan menambah uang saku, ia berjualan makanan di sekolah. Idi adalah siswa yang rajin dan cerdas. Ia mampu membagi waktu untuk belajar dan berjualan. Selain rajin dan cerdas Idi juga siswa yang mudah memberikan bantuan kepada teman-teman. Terutama pekerjaan rumah (PR) punya Idi selalu dipinjam dan dicontok oleh sebagian temannya. Namun ia tetap mendapatkan tindakan bullying dari temannya yang menyebabkan HP yang berisi fotofoto kenangan bersama Sang Bapak rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi. Mendapat perlakuan yang seperti itu, Idi mencoba bunuh diri. Di akhir cerita, teman-teman Idi yang membulinya meminta maaf dan mengganti HP-nya yang rusak. Kehadiran Pak Mulyadi yang berperan sebagai salah satu siswa menjadi magnet tersendiri dalam pementasan. Bahkan setiap kemunculannya selalu mendapatkan teriakan dan tepuk tangan dari penonton. (AA) SAAT DIAJAK BERMAIN DRAMA, PAK MULYADI: MENGGUGAH JIWA MUDA
PENDIDIKAN & KONSELING MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 12 Edisi 27 / APRIL 2024 S ecara umum, memaafkan merupakan salah satu cara seseorang dalam melepaskan dendam atau rasa kesal, marah, dan kecewa pada orang lain. Bukan sekadar berkata ‘maaf’, tetapi memaafkan juga merupakan sebuah medium untuk menunjukkan rasa empati sebagai bentuk pengampunan pada mereka yang telah menyakiti. Memohon maaf dan memaafkan orang lain tentu saja merupakan pilihan masing-masing individu. Hal ini juga mungkin cenderung sulit dilakukan oleh beberapa orang, terlebih jika orang yang melakukan kesalahan dirasa belum pantas menerima pengampunan. Namun, tidak dapat dipungkiri juga, bahwa ketika seseorang saling memaafkan satu sama lain, akan ada banyak manfaat yang didapatkan dari berbagai aspek kesehatan. Sebaliknya, menyimpan dendam akan suatu permasalahan malah dinilai tidak baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Berikut merupakan manfaat memaafkan bagi kesehatan tubuh, yakni: 1. Meningkatkan kesehatan mental Sebuah studi yang dilakukan oleh Annals of Behavioral Medicine menjelaskan, memaafkan akan membuat tubuh lebih rileks. Hal ini akan mengurangi risiko stres dan perasaan tertekan, sehingga pada akhirnya proses memaafkan pun dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. 2. Mengatur emosi lebih baik Sikap enggan memaafkan akan membuat seseorang berada di fase marah berlebihan sehingga sulit mengontrol emosi. Hal ini pun pada akhirnya akan menimbulkan risiko tekanan darah tinggi. Berbeda halnya ketika rasa marah tersebut bisa diredam dan digantikan oleh belajar memaafkan. Proses ini akan membantu kita dalam mengontrol emosi lebih baik yang tentunya sehat untuk tubuh. 3. Membantu menjaga kesehatan jantung Seperti yang dijelaskan Karen Swartz, seseorang yang menyimpan dendam karena enggan memaafkan cenderung mudah emosi. Keadaan ini juga bisa menyebabkan otot-otot tubuh menjadi tegang hingga detak jantung tidak beraturan. Rasa dendam dan amarah juga selalu dikaitkan dengan tekanan darah tinggi yang tidak baik untuk jantung. Sebaliknya, memaafkan bisa membuat tubuh rileks sehingga bisa membantu menjaga kesehatan jantung dengan baik 4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Amarah dan dendam juga dikaitkan dengan perubahan respon imun dalam tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan, proses saling memaafkan juga pada akhirnya bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. 5. Meningkatkan kualitas tidur Memaafkan dapat mengurangi efek negatif dari amarah dan emosi yang berlebihan karena suatu hal. Proses memaafkan dapat menjadi sarana relaksasi yang mengurangi tingkat stres, sehingga pada akhirnya ini juga berpengaruh pada pemenuhan kualitas tidur yang lebih baik. Mengingat tingkat stres yang tinggi kerap dikaitkan dengan masalah tidur seperti insomnia atau pun hipersomnia. 6. Menghargai dan mencintai diri sendiri Orang yang bisa memaafkan orang lain cenderung lebih mudah juga untuk memaafkan diri sendiri. Hal ini juga bisa menjadi salah satu bentuk penghargaan dan langkah awal agar kita bisa lebih mencintai diri sendiri. Dengan menghargai dan mencintai diri sendiri, maka secara tidak langsung kesehatan mental dan fisik pun bisa terjaga dengan baik. MANFAAT MEMAAFKAN BAGI KESEHATAN TUBUH
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 14 CERCAH Edisi 27 / APRIL 2024 SASTRA N amaku Isabella Andara Selene, Panggil saja aku Dara. Sudah tiga tahun aku mengalami trauma yang berkepanjangan tentang bersosialisasi, aku jadi benci dengan semua orang yang ada di sekitarku, namun karena satu perubahan kecil, merubah hidupku seperti ion yang melepas elektronnya. “Butterfly effect” ini membuatku menyalurkan kebaikan di sekitarku. 3 Tahun yang lalu, aku menerima suatu trauma yang sangat berat, seperti membawa besi 1000 ton dan melewati jembatan kayu yang sangat rapuh. Aku hanya berusaha sampai ke jalan seberang dengan mengetahui aku bisa saja jatuh ke jurang keputusasaan. Auraku sekarang seperti cuaca mendung disertai petir, diriku tak ingin mempunyai siapa siapa selain diriku sendiri karena aku berpikir bahwa tidak ada orang yang peduli selain diriku sendiri. Hari ini aku duduk di bangku SMA, aku ketakutan sampai ingin menutup diri di dalam tanah saat melihat keramaian, namun aku harus bisa bertahan sampai bel pulang berbunyi. Aku berbaris di barisan belakang. Ketakutanku membuatku memejamkan kedua mataku. Disinilah perubahan kecil itu terjadi, diriku berpikir bahwa mungkin aku hanya warna hitam di ombak lautan warna putih. Aku tidak bisa membaur. Namun sesuatu mendarat pada pundakku. “ Hei, Namamu siapa?, salam kenal namaku Rina, kamu kelas berapa?” ucap Rina antusias. Diriku kaget, ternyata yang mendarat adalah sebuah telapak tangan, mendengar perkataan Rina, diriku ketakutan, takut bahwa traumaku akan terulang lagi seperti lingkaran yang tiada hentinya. “Hai, aku Dara, kelas 11 B” jawabku singkat. Saat menungguku menjawab Rina terus tersenyum kepadaku, hal itu yang membuatku takut kepadanya. Rina membalasku lagi dengan senyuman yang lebar di wajahnya. “Hah, kita sekelas donnngg, eh, nanti kita duduk sebelahan yuk!” “Oke terserah” jawabku. Barisanku akan dibimbing oleh kakak panitia untuk masuk ke kelas, namun saat diriku didepan kakak itu, ia memarahiku karena diriku berbincang dengan Rina. “Bentar-bentar daritadi gue lihat lo berisik banget, denger ga tadi gue merintahin apa ke barisan lo? Lo mau dihukum?” sindir si kakak panitia. Seperti pengalamanku disaat seperti ini aku akan merendahkan harga diriku sampai ke dasar bumi dan hanya bisa menunduk. Namun, kali ini berbeda Rina membela aku dengan alibinya. “Maaf ya kak, kalau misal dia dihukum, hukum aku saja kak, soalnya aku yang berisik dari tadi” ucap Rina. “Oh ada pahlawan kesiangan nih”, kakak tersebut menghukumku dan Rina membersihkan kamar mandi. Aku menjadi bingung kenapa ada orang yang mengorbankan dirinya sendiri untuk mendapatkan masalah yang biasanya sifat alami manusia yang tidak peduli kalau orang lain mendapat masalah, tetpi yang terpenting masalah itu tidak menimpa mereka. Aku dan Rina menuju ke kamar mandi. Kita berbincang saat berjalan menuju kamar mandi. Rina menuturkan “bila ada lagi orang yang menindasmu kau tak bisa tinggal diam seperti itu, jika kamu tidak berani ujarkan kepadaku saja, sebisaku akan membelamu, jangan sungkan kepadaku, oke?. Aku tertegun dengan perkataan Rina, aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Hari ini adalah titik balik kehidupanku. Diriku ingin menjadi manusia seperti Rina yang baik kepada sesamanya, tanpa mengharap balasan seperti diriku yang lalu, yang sudah lama tak kulihat lagi dan kukira sudah membusuk 2 tahun lalu. Diriku akhirnya menemukan sekuntum bunga mawar di tanah yang gersang, yaitu kau Rina. Karya: Rizky Syarief Akbar
SASTRA | 15 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Edisi 27 / APRIL 2024 -------------------------------------------Dua tahun yang lalu---------------------------------------------- Diriku selalu diajarkan oleh orang tuaku untuk selalu berbuat kebaikan, sekecil apapun kebaikan itu. Diriku tumbuh menjadi manusia kecil yang suka menolong orang, karena ayah selalu bilang bila berbuat baik kepada seseorang maka kita akan menuai kebaikan juga. Mengingat namanya saja, perutku seperti akan mengeluarkan isinya. Sebut saja orang ini Bibir. Pertemuan kita terjadi saat diriku naik ke kelas sembilan, sampai sekarang diriku menyesal telah melalui pertemuan itu. Bibir ini adalah teman pertamaku saat dikelas sembilan karena aku tidak bertemu temanku di kelas delapan dan tujuh. Dahulu aku sangat akrab dengan Bibir sampai kita mempunyai gelang persahabatan, diriku memberinya gelang itu karena ia sangat baik di awal pertemanan kita. Ia rela membantuku saat diriku diperintah oleh guru untuk membawakan sesuatu, dan banyak kebaikan lainnya, sampai diriku tenggelam dalam rasa terimakasih kepadanya. Bibir juga pernah memberikanku dukungan mental saat diriku dibully, tetapi Bibir hanya memberikan dukungan saat semuanya sudah terjadi, diriku tidak mempermasalahkan itu, diriku selalu berterimakasih kepadanya karena sudah memberikanku dukungan saat diriku terpuruk. Bibir ini kuanggap guruku, karena dia selalu mengajariku banyak hal yang tidak ku ketahui. Bibir juga dekat sekali dengan ibuku, karena ibuku menjadi kepala sekolah di sekolahku, namun diriku tidak terlalu dekat dengan ibuku. Dari sini banyak sekali orang bertanya di sekolah, “kok bisa ibumu lebih dekat kepada Bibir daripada anaknya sendiri?” cibiran salah satu teman. Diriku hanya bisa menjawab “Tanya sendiri ke ibuku”. Diriku juga sering mendengar kiasan yang sering dicibirkan kepadaku yaitu “Seperti induk bebek yang kehilangan kedua matanya dan menelantarkan anaknya dan menyanyangi anak ayam”. Aku tidak pernah membenci Bibir pada saat itu, karena aku menganggap Bibir sudah baik denganku. Di sekolah kita seperti bunga dan tangkainya, lebah dan nektarnya, gajah dan belalainya, kita selalu menempel saat disekolah. Saat ada dari salah satu kita sakit kita akan menjenguk satu sama lain. Begitu pula saat salah satu dari kita kesusahan kita akan saling tolong menolong. Semester satu membuatku semakin akrab dengan Bibir, banyak rahasia yang kuberikan kepada Bibir begitu pula sebaliknya. Kita juga sering membicarakan tentang kesukaan kita dan sering bercanda bersama. Kita sampai mempunyai baju kembar yang bertuliskan “Bestfriend4eva”. Kita juga sampai berjanji satu sama lain agar kita masuk ke SMA yang sama agar kita bisa bersahabat selalu. Kukaitkan jari kelingkingku ke jari kelingkingnya. Namun, semester membuat roda keburuntungan pertemanan kita berbalik 180 derajat menjadi roda kesialan. Pada semester aku mendapatkan rumor rumor yang palsu mengenaiku, dipaparkan bahwa diriku ini mengambil uang kas kelas dan mendapat juara kelas karena ibuku yang berprofesi menjadi kepala sekolah disekolah itu, diriku juga masuk di pendampingan akademik untuk mempersiapkan kelulusan dan masuk ke SMA fvaorit. Banyak yang mengatakan bahwa kejadian ini sebagai “Nepotisme”, tetapi aku sampai di tahap ini bukan semata-mata karena ibuku menjadi guru disekolah itu, namun aku juga belajar sangat giat tidak peduli waktu apakah sudah gelap atau sudah terang. Rumor ini mengenyampingkan perbuatan baik yang telah kulakukan pada kawanku semuanya. Semua kawan menjadi jauh denganku. Pada awalnya aku sangat percaya, walaupun diriku sekarang dijauhi oleh kawanku aku masih mempunyai secercah cahaya yang akan menemaniku di gelapnya masalahku sekarang. Kenapa aku tidak membela diriku sendiri? Aku tidak pernah mendapatkan masalah ini sebelumnya, aku jadi bingung harus bagaimana. Dirku hanya tahu diriku dibenci oleh kawanku. Dari sini aku menjadi tidak percaya diri dan takut untuk membela diri sendiri karena aku merasa bahwa diriku salah dan jahat. Akhirnya aku bertemu dengan secercah cahayaku, namun ia seperti tidak mengenaliku dan mengabaikanku, seperti orang yang tidak pernah bertemu dan terasa seperti orang asing. Aku menyapa saat kita berpas-pasan. Tahu yang si Bibir lakukan? Ia dia mengabaikanku dan tidak menggubrisku, aku merasa seperti orang gila yang
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 16 SASTRA Edisi 27 / APRIL 2024 menyapa patung. Pada kejadian itu juga banyak yang menertawaiku. Diriku langsung bergegas ke kamar mandi, aku sedikit menangis disana, ternyata kadang omongan ayah tidak benar seratus persen, aku memutuskan untuk menutup diriku pada saat itu karena aku tak punya secercah cahaya lagi di kehidupan sekolahku. Keesokan harinya aku melihat bahwa Bibir duduk disebelah teman barunya. Akhirnya diriku duduk di tepi ruangan bernuansa retro, aku sendiri sekarang, aku hanya bisa mendekap diri di gelapnya realita. Selama beberapa bulan aku hidup seperti ini, sebelum salah satu orang menghampiriku saat aku ingin kekamar mandi. “Hei, Dara aku ingin berbicara sebentar kepadamu” ucap gadis kecil itu.” Aku sangat kasihan kepadamu, aku ingin memberitahukan suatu rahasia si Bibir, Jam 12.00 nanti, siapkan perekam suaramu dan tunggu diperpustakaan, tunggu sampai Bibir datang” ujar gadis kecil itu, dan bergegas pergi setelahnya. Aku kebingungan, apa yang dibicarakan gadis kecil itu, namun diriku mengikuti perintahnya. Sebelum jam 12.00 aku sudah tiba di perpustakaan dan bersembunyi di salah satu rak buku cerpen, aku membawa perekam suaraku. Perekam ini dibelikan oleh ayah, karena ayah tahu bahwa aku suka merekam memori dalam bentuk suara karena aku senang mengingat suasana dari suatu peristiwa. Bibir datang dengan gadis kecil itu dan beberapa teman lainnya, aku melihatnya dari tempat persembunyianku yang tepat satu rak di belakang posisi mereka. Gadis kecil itu menyuruhku untuk merekamnya. Aku akhirnya merekamnya “Eh Bibir, kamu ga temenan sama Dara lagi?” ucap beberapa gadis. “Engga dong, aku temenan sama dia hanya untuk menarik perhatian ibunya kepadaku, ini aku tu ada rahasia tapi jangan dibilangin ke siapa-siapa ya, yang nyebar rumor itu aku, aku ingin Dara agar dibenci ibunya, karena telah mencoreng nama baik ibunya. Jadi nanti pada akhirnya aku yang akan membuktikan bahwa Dara itu ga salah, biar aku yang menjadi pahlawannya. Aku gamau deket deket dulu untuk saat ini takut ikut-ikutan.” Ucap Bibir. Aku tertegun dan sedikit menangis, aku akhirnya tak ingin berteman denganyha lagi, aku juga tak bisa melakukan apa-apa, ibuku lebih membela si Bibir. Aku akhirnya hanya bungkam dan ingin berterimakasih pada gadis kecil itu, namun aku tak pernah melihatnya lagi. Tetapi seperti yang kudengar -dengar dia pindah kesekolah lain. Pada saat waktunya tiba, si Bibir ingin menjadi sok pahlawan, Bibir mengumumkan ke lapangan saat ada baris berbaris, ia mendapatkan kesempatan itu, ya, karena perizinan ibuku. Aku dipanggil kedepan dan ia mengutarakan bahwa itu tidak benar dan blablabla. Aku memutar rekaman itu saat diriku bergantian berbicara. Semuanya terkejut dan rahasia akhirnya terungkap. Setelah itu aku tetap membatasi diriku, diriku hanya mempunyai beberapa teman sampai lulus. -----------------------------------------Kelas 11 dikamar mandi------------------------------------------ Diriku berkata kepada Rina “Kau tahu Rin, kau seperti temanku dahulu saat SMP, namun ia munafik seperti rubah yang sangat licik, aku berharap kamu tidak seperti itu”. Rina tertawa sedikit, dan akhirnya ingin berteman denganku agar bisa membuktikan kalau dia tidak licik, dia juga bertanya kenapa diriku seperti itu. Aku menceritakan semuanya kepada Rina. Rina tersenyum tipis, “Apakah kamu tahu Dar, aku adalah gadis kecil itu, kamu ternyata tidak ingat denganku, aku agak sedih” ucap Rina. Aku terkejut dan tidak percaya dengan perkataan Rina, namun setelah ia mengucapkan detailnya aku percaya kepadanya, dan langsung berterimakasih kepadanya. “Aku ingin dirimu seperti dulu lagi Dar, yang selalu baik kepada orang-orang, aku ingin dirimu tersenyum dan terbuka seperti dulu” ucap Rina. Aku sedikit bimbang, apakah aku harus mengikuti saran dari Rina atau aku akan memeluk keegoisanku. “Mungkin susah untuk melangkah dari awal, tetapi kalau kita bersama semuanya akan menjadi mudah” lanjut Rina. Aku tersenyum dan mencoba untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Diriku jadi tahu, bahwa kita selalu melihat kebaikannya saja maka tidak akan ada sakit di dada maupun di hati, daripada melihat kesialan di kehidupanmu, kita lihat saja kebaikan-kebaikan yang ada di sekitar kita, tuhan tidak akan membiarkan kita dikelilingi 0orang orang yang jahat, jika diri kita baik.
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 16 BERITA SMANTEN Edisi 27 / APRIL 2024 Gambar: Kelas XII MIPA-4 yang memakai pakaian adat dari Papua hasil karya kelas X-4 Gelar Karya dalam rangka proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) yang diselenggarakan SMA Negeri 10 Semarang menghadirkan kesenian dan pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada Kamis, 24 April 2024 berlangsung cukup meriah. Kemeriahan sudah nampak sejak pagi hari. Ratusan siswa kelas XII tampak memakai menggunakan pakaian dan aksesoris dari berbagai daerah. Di antaranya dari daerah Kalimantan, Papua, Papua Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Riau, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Bali. Aksesoris-aksesoris tersebut dibuat oleh siswa kelas X. Reisya Julia Ananta [16] yang bertugas membuat aksesoris mengatakan telah bekerja keras untuk membuat aksesoris sesuai dengan daerah yang telah ditentukan masing-masing kelas dan untuk dipakai oleh kakak kelas 12. Ia dan teman satu kelasnya telah merancang dan membuat aksesoris Provinsi Bali dengan bahan-bahan bekas. “Saya dan teman teman saya udah bekerja keras dan merasa lega karena udah menyelesaikan pembuatan aksesoris untuk kelas 12 IBB, dan aksesoris yang kami buat itu ada udeng untuk cowok sama mahkota bunga untuk kakak kelas ceweknya. Barang barang yang kami pakai itu dari kardus kardus bekas sama bahan lainnya” Ujar Reisya Julia Ananta. Gelar Karya ini memberikan kesempatan kepada siswa kelas 12 untuk melihat dan mengapresiasi hasil karya siswa-siswa muda ini. Sementara itu, siswa kelas 11 bekerja sama dengan beberapa guru mereka untuk menampilkan sebuah drama anti-bullying berjudul “Aku Sama Dengan Kalian”. Drama ini menggambarkan pentingnya persahabatan, empati, dan pengertian dalam mengatasi masalah bullying di sekolah. Drama ini diharapkan dapat memberikan pesan positif kepada semua orang yang hadir. Selain itu, siswa-siswa dari kelas X-1, X-2, dan X-10 juga turut serta dalam pameran ini dengan menampilkan tari daerah yang sudah ditentukan. Mereka menampilkan tarian ini sangat luwes dan percaya diri, sehingga memberikan kesan jatuh hati bagi orang yang melihatnya. Melalui tarian ini memberikan kesempatan bagi semua orang untuk saling belajar tentang budaya dan seni tari di Indonesia. (Dzika & Anisa/MBD) GELAR KARYA P5 HADIRKAN KESENIAN DAN PAKAIAN ADAT
LENSA SMANTEN | 17 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Edisi 27 / APRIL 2024
SERBA-SERBI MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 18 Edisi 27 / APRIL 2024