BERPRESTASI . ELOK . RAMAH . DAMAI . INOVATIF . KOLABORATIF . AMAN . RELIGIUS . INTEGRITAS MARET Volume No. 14 2023 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Website : sman10-semarang.sch.id EDUKASI KESEHATAN SASTRA
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Smanten berdikari sman10semarang sman10semarang Assalamualaikum Wr Wb Selamat bersua lagi para pembaca setia Majalah Aksara! Kami segenap redaksi Majalah AKSARA mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME atas izinnya pada penerbitan ke 14 di tahun 2023 ini. Majalah Aksara memuat berbagai informasi tentang kegiatan di SMA Negeri 10 Semarang, tidak hanya informasi saja tetapi juga karya sastra guru dan siswa, karya ilmiah, dan TTS. Dengan adanya majalah digital ini semoga dapat menambah informasi dan literasi bagi para pembaca khususnya warga SMA Negeri 10 Semarang. Kritik dan saran kami harapkan untuk perbaikan majalah ini. Pada kesempatan ini kami mengekspos tentang kegiatan di Pesantren Ramadan di SMANTEN dan berbagai informasi lainnya. Kiriman tulisan atau karya dari siswa atau guru sangat kami harapkan. Semoga sajian kami bisa bermanfaat untuk warga SMAN 10 Semarang. Wassalamualaikum Wr Wb Redaksi SALAM REDAKSI Pembina: Kepala Sekolah SMAN 10 Semarang (Drs. Mulyani M Noor, M.Pd), Penasehat: Wakasek Kurikulum, Wakasek Kesiswaan, Wakasek Sarpras, Wakasek Humas, | Pimpinan Redaksi: Puji Ningrum, M.Pd., | Tim Redaksi: Ummi Rohmah, S.Pd., Kandida, M.Pd., Adi Nur Heriyanto, S.Pd., Abdul Azis, S.Pd, M. Eko Aris M. S.Pd. Muhamad Imron, S.Pd., Didiet Chandra A., S.Pd., Yunita Khusnulia W., S.Pd., Fatkhurohman, S.Pd.I., Arif Drajat S., S.Pd., Asih Rahayu, M.Kom., Nanang F.S.Kom., Krisna H. S.Pd. | Reporter : Tim Jurnalis Siswa, | Layout: Tim Desain. REDAKSI ISI DAFTAR Diterbitkan Oleh : SMA NEGERI 10 SEMARANG Website : sman10-semarang.sch.id | 2 Cover 1 Salam Redaksi 2 Tajuk Utama 4 Berita SMANTEN 5 Berita SMANTEN 6 Berita SMANTEN 7 Berita SMANTEN 8 Berita SMANTEN 9 Berita SMANTEN 10 KONSELING 11 Religi 12 Sastra 13 Olahraga & Kesehatan 14 Tahukah Kamu? 15 Serba-Serbi SMANTEN 16
MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA Website : sman10-semarang.sch.id | 2 Edisi 14 / MARET 2023 | 3 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 TAJUK UTAMA MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 4 S ebanyak 22 siswa SMAN 10 Semarang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2023. Pencapaian ini meningkat pada tahun sebelumnya yang berjumlah 15 siswa. Dari 22 siswa yang diterima SNBP, UNNES dan UNDIP mendominasi perguruan tinggi yang menjadi tujuan siswa SMAN 10 Semarang. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor serta portofolio akademik dan non akademik siswa. SNBP mulai diberlakukan dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2023. Hanya siswa yang dinyatakan eligible berhak mendaftar SNBP 2023. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Supriyadi, S.Pd. menuturkan bahwa pencapaian ini berkat kerja keras bersama. “Pencapaian tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, ini merupakan hasil kerja keras bersama. Tim pendamping akademik telah bekerja dengan baik memonitor perkembangan siswa yang berpeluang besar masuk SNBP.” ujarnya. Adapun siswa yang lolos SNBP 2023 antara lain Annida Amirotus S. (Sejarah-UNDIP), Helsa Almahbubi (Ilmu Hukum- UNNES), Farrel Rizky M (Pend. Bahasa Prancis-UNNES), Nastiti Catur Istiqomah (Ilmu Politik-UNNES), Bening Pratiwi (Bahasa Mandarin-UNNES), Jovana Martatilova (Sistem Informasi -UNAIR), Khotimathul Ulya (Kimia-UNDIP), Devanza Rayhan A.H (ArsitekturUNDIP), Sabrina Aminarti (Keperawatan-UNDIP), Putri Kumala Sari (Pendidikan Geografi-UNNES), Ike Vitriya Piscadewi (Agroekoteknologi-UNDIP), Meuthia Dhilfiduana Athaia (Sastra IndonesiaUNDIP), Annisa Kholifaturrahma (P. Seni TariUNNES), Salsabila Arini (AgroekoteknologiUNDIP), Muhammad Abrar Naufal (HukumUNDIP), Budi Herawati (Bahasa dan Kebudayaan Jepang -UNDIP), Ahmad Nadim(Teknik Perawatan dan Perbaikan Gedung –POLINES), Rizza Atiatul M (UNNES-PGSD), Radityo Prasetya (Ilmu HukumUNNES), Flavia Aurelia (Teknologi Pangan - UNDIP), Yoga Maulana (Ilmu Sejarah-UNNES) , Amar Ma'ruf (Ilmu Hukum-UIN). Lebih lanjut Waka Kurikulum menghendaki SMAN 10 akan terus berusaha meningkatkan pencapaian di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2024 mendatang, SMAN 10 menargetkan lebih dari 30 siswa bisa lolos dalam SNBP. (DCA/AA) 22 SISWA SMANTEN LOLOS SNBP 2023
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KABAR SMANTEN | 5 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA MANFAATKAN MOMEN RAMADHAN, SMANTEN ADAKAN KAJIAN AGAMA Semarang. Bertempat di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, seluruh guru dan karyawan SMANTEN mengikuti kajian agama selama bulan Ramadhan 1444 H. Kegiatan ini diadakan dalam rangka mempelajari dan memperdalam ajaran tentang Islam. “Momen Ramadhan ini jangan sampai berlalu begitu saja, kita harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya.” ujar kepala sekolah saat memimpin rapat koordinasi persiapan Ramadhan 1444 H. Kepala sekolah juga mengharapkan SMANTEN menghiasi Ramadhan ini dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan diawali dengan membaca Al Qur’an bersama-sama. Masing-masing guru dan karyawan mendapatkan 1 juz untuk dibaca. Setelah itu, dilanjutkan dengan kajian Islam yang diisi oleh narasumber. Narasumber dalam kegiatan kajian agama tersebut diisi oleh guru-guru yang dinilai mumpuni dalam pemahaman agama. Diantara narasumber yang mengisi yaitu Bapak Sagino, Abah Fadlol, Bapak Subuh Jaelani, dan Bapak Abdul Azis. Materi-materi yang disajikan antara lain bertema Akidah, ibadah, fiqih, dan masih banyak yang lainnya. Guru-guru non-muslim pun juga mengadakan kegiatan yang sama di tempat yang terpisah. “Kajian agama ini sangat baik dan bermanfaat bagi saya, terutama dalam pemahaman fiqih. Saya menjadi lebih paham tentang tata cara berwudhu, salat, dan lain sebagainya,” terang Pak Didiet, salah satu guru SMANTEN. Kegiatan tersebut diharapkan akan terus menjadi agenda rutin dalam mengisi Bulan Ramadhan. (DCA)
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KABAR SMANTEN MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 6 T im bola voli SMANTEN menggelar latih tanding atau pertandingan persahabatan dengan Tim bola voli MAN 2 Semarang. Pertandingan digelar di lapangan SMAN 10 Semarang pada Selasa, 21 Maret 2023 pada pukul 15.30. Pertandingan berjalan sangat seru. Kedua tim saling melakukan serangan dan terjadi kejar mengejar poin. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim bola voli MAN 2 Semarang dengan skor 2-3. Set pertama pertandingan berjalan sangat ketat. Saling kejar poin hingga terjadi yus. Akhirnya set pertama menjadi milik dari tim tamu dengan poin (30- 32). Pada set kedua tim SMANTEN juga harus merelakan kemenangan menjadi milik tim MAN 2 Semarang dengan poin 17-25. Tim SMANTEN tertinggal dengan margin poin sangat banyak, yaitu 8 poin dari lawannya. Pembina ekskul bola voli SMANTEN, M Eko Aris berharap anak-anak tetap semangat walau kalah dari MAN 2. Selain itu beliau juga menginginkan anak-anak berlatih lebih giat lagi agar pada latih tanding selanjutnya bisa memetik kemenangan. (bona/AA) TIM BOLA VOLI SMANTEN GELAR LATIH TANDING DENGAN TIM MAN 2 SEMARANG
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KABAR SMANTEN | 7 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA S ebanyak 45 siswa SMAN 10 Semarang mengikuti ajang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2023 tingkat Kota Semarang. Kegiatan lomba dilaksanakan secara daring di ruang laboratorium komputer SMAN 10 Semarang, Rabu-Kamis, 5-6 April 2023. Hari pertama mapel yang dilombakan ada 4, yakni Fisika, Biologi, Ekonomi, dan Geografi. Hari kedua mapel yang dilombakan sebanyak 5 mapel, yaitu Matematika, Kimia, Informatika, Kebumian, dan Astronomi. Masing-masing mapel lomba Olimpiade Sains Nasional diikuti 5 siswa. Kepala sekolah Drs. Mulyani M Noor, M.Pd. memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh siswa yang ikut lomba Olimpiade Sains Nasional. Beliau juga berharap siswanya mampu meraih nilai yang bagus. Nilai yang akan dapat bersaing pada tingkat provinsi nanti, bahkan ke tingkat nasional. Tentunya hal tersebut akan membawa nama baik SMAN 10 Semarang. “Saya berharap kalian mengikuti lomba ini dengan sungguh-sungguh dan bisa meraih nilai yang baik sehingga mampu melanjutkan ke tingkat provinsi maupun nasional,” ujar kepsek. Di tempat terpisah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Dedi Setiyono, S.Pd. juga berharap hal yang senada dengan apa yang disampaikan kepala sekolah. Siswa yang ikut serta dalam lomba OSN 2023 tingkat kota antara lain Salwa Adelia, Anindya Meisya Salsabila, Nayla Nabil Nadhifa, Farrel Ardan Putra Widiyanta, Geges Nadya Citra untuk mapel Astronomi. Mapel Biologi diikuti oleh Laurenzia Christy Saraswati, Mutiara Putri Callista, Alvin Alfania, Bella Zahra Monica, dan Aysa Prasaskya. Alliya Azka Azzahra, Siti Murdiah, Caroline Aurellia, Odelia Rahma, Zahra Aulia Prasetyo untuk mapel Ekonomi. Nadiya Danish Nugroho Putri, Athaya Zahran Nugrahanto, Karen Gea Saputri, Firlia Ferawati, Putri Bernetdita untuk mapel Fisika. Sedang mapel Geografi diikuti oleh Kahfi Rizqy Ramadhan, Binsar Adriano, Ananda Nicola Saputra, Noor Kameliya Agatha, Chofifah Kania Auliani. Mapel Informatika diikuti oleh Afi Riski Ramadani, Naura Ash Shafaa', Ahmad Rassya Annaafi'ulhaq, Shela Ifda Aulia, Aulia Annisa Billah. Mapel Kebumian diikuti oleh Adelia Wulan Puspitasari, Faeza Zahra Orisela, Gita Nanda Febrianti, Alyssa Fajarina Qotrunada, Mutiara Oktaviona Azza Arifany. Adapun Tesalonika Jeselyn Serafina Soemarno, Farrel Rafiqi, Nabila Ayu Sutrisno Putri, Arini Pelangi, Hanifa Shahada Putri mengikuti mapel Kimia, dan yang terakhir mapel Matematika diikuti oleh Sahachika Dwi Anggraini, Rizky Syarief Akbar, Nimas Cantik Wahyuningtyas A.P., Chatrin Putri Pratiwi, Yan Karina Agatha. (AA) EMPAT PULUH LIMA SISWA SMANTEN IKUTI LOMBA OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2023
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KABAR SMANTEN MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 8 S MAN 10 Semarang menggelar Pesantren Ramadhan 1444 H. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan peserta didik tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3-13 April 2023 di Masjid Rahmatan Lil Alamain. Kepala sekolah Drs. Mulyani M Noor, M.Pd. saat membuka acara menyampaikan bahwa sebagai generasi muda itu harus berani menghadapi tantangan zaman. Menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan umum saja tidaklah cukup. Maka seyogyanya diimbangi dengan pengetahuan agama. “Para siswa harus berani menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu selain dengan pengetahuan umum perlu diimbangi dengan pengetahuan agama,” nasihatnya saat membuka acara. Rangkaian acara pesantren ramadhan untuk peserta didik antara lain kajian islam, tadarus al Quran, shalat berjamaah, dan pengumpulan serta pendistribusian zakat fitrah. Selain itu kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan pesantren. Peringatan Nuzulul Qur’an diselenggarakan tanggal 6 April 2023 di antara kajian untuk kelas X dan kelas XI. Dalam peringatan tersebut menghadirkan KH. Musyafa' Amar dari Kota Wali Demak Bintoro. Dalam tausiahnya beliau mengajak untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup kita sebagai seorang muslim. Selain itu juga perlu selalu mengaktualisasi nilai-nilai al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk para peserta didik, kajian islam juga diperuntukkan khusus untuk guru dan karyawan. Kegiatan ini diawali shalat dhuhur berjamaah, tadarus al Qur’an dan dilanjutkan dengan kajian interaktif. Kajian interaktif dengan berbagai tema ini memantik keingintahuan guru dan karyawan. Mereka tampak antusias dalam menyimak setiap materi yang disampaikan pemateri dan menanyakan hal-hal yang belum diketahui. Pesantren Ramadhan ditutup oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dedi Setiyono, S.Pd. beliau berpesan agar ilmu yang didapat dari kegiatan pesantren dapat diamalkan dengan baik sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. (AA) SMANTEN GELAR PESANTREN RAMADHAN 1444 H
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KABAR SMANTEN | 9 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA M omen bulan suci Ramadan dijadikan oleh organisasi kesiswaan di SMAN 10 Semarang untuk berbagi kepada sesama. Kegiatan SMANTEN BERBAGI dilaksanakan pada Sabtu, 15 April 2023 di area sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. SMANTEN BERBAGI yang ada di lingkungan sekolah dilakukan oleh Dewan Ambalan Ki Ageng Pandanaran-Nyi Ageng Serang dengan tajuk acara Ramadan Euphoria. Mereka membagikan paket sembako kepada anggota pramuka yang yatim dan atau piatu. Selain membagikan paket sembako, Ramadan Euphoria juga diisi dengan tadarus al Qur’an, tausiyah, buka bersama dan shalat tarawih. Ustadz Fatkhurrohman saat tausyiah memberikan nasihat agar dalam berorganisasi itu harus bersungguhsungguh menjalankan kewajiban. Berorganisasi juga jangan hanya mencari pengalaman saja tetapi mulai mengamalkan. SMANTEN BERBAGI yang dilakukan di luar lingkungan sekolah yaitu dengan berbagi takjil ke warga sekitar. Di antaranya di kanan kiri sekolah, Tlogosari, Malangsari, dan seputaran USM. Elfa Mawadati, S.Pd. salah satu pendamping mengungkapkan bahwa kegiatan SMANTEN BERBAGI ini selain merupakan wujud syukur juga bertujuan menumbuhkan rasa empati dan simpati terhadap orang lain. Di tempat terpisah Abdul Azis, S.Pd. pembina Ambalan Ki Ageng Pandanaran-Nyi Ageng Serang mengungkapkan sangat mendukung kegiatan siswa yang berorientasi untuk membantu sesama. Ini wujud dari sikap kepedulian terhadap lingkungan dan kasih sayang sesama manusia, dan merupakan implementasi atau pengamalan dari dasadarma. Beliau juga berharap kegiatan berbagi bisa di lakukan pada waktu-waktu di luar bulan Ramadan. (AA) SMANTEN BERBAGI
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 RUBRIK GURU AKSARA JAWA ANTARA SEJARAH DAN LEGENDA MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 10 Aksara Jawa adalah salah satu peninggalan bersejarah dari nenek moyang yang wajib kita jaga dan lestarikan. Cerita asal-usul aksara Jawa yang termasyhur di masyarakat adalah bahwa aksara Jawa diciptakan oleh Ajisaka. Cerita ini bersumber dari legenda Aji Saka yang diceritakan mulut ke mulut dan kemudian didokumentasikan secara tertulis. Menurut Kats (1939) dalam Serat Aji Saka diceritakan bahwa Aji Saka pergi meninggalkan Pulau Majeti menuju Medhangkamulan. Sebelum pergi Aji Saka berpesan kepada kedua pembantunya, Sembada dan Dora untuk menjaga keris pusaka. Pesannya agar mereka tidak menyerahkan barangbarang itu kepada orang lain, kecuali Aji Saka sendiri yang mengambilnya. Aji Saka tiba di Medangkamulan dengan penuh keheranan. Kerajaan tersebut sepi dan menyeramkan. Beliau mendapat cerita kalau raja Medhangkamulan gemar makan daging manusia. Aji Saka menyusun siasat dan berhasil mengalahkan Dewatacengkar. Aji Saka pun dinobatkan sebagai raja Medhangkamulan. Kabar kemasyhuran Medhangkamulan terdengar oleh Dora yang tanpa sepengatahuan Sembada ia pergi ke Medhangkamulan. Di hadapan Aji Saka, Dora melaporkan bahwa Sembada tidak mau ikut. Dora lalu dititahkan untuk menjemput Sembada. Jika Sembada tidak mau, keris pusaka yang ditinggalkan agar dibawa ke Medhangkamulan. Namun Sembada menolak ajakan Dora dan mempertahankan amanat dari Aji Saka. Akibatnya, terjadilah pertarungan yang seimbang antara keduanya, yang menyebabkan mereka mati bersama. Mendapati kematian Sembada dan Dora Aji Saka menyadari atas kekeliruannya. Sehubungan dengan itu, ia menciptakan sastra dua puluh yang disebut sastra sarimbangan. Sastra Sarimbangan inilah mencakup carakan ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, dan ma, ga, ba, tha, nga. Walau hanya berupa mitologi atau legenda saja, menurut Suryadi, 1995 dalam bukunya dari Pujangga ke Penulis Jawa, mitologi Aji Saka senantiasa mengisi alam pikiran abstraksi orang Jawa sampai saat ini. Bahkan cerita inilah yang diajarkan oleh guru tingkat SD, SMP, dan SMA saat mengawali pembelajaran Aksara Jawa. Sehingga terpatri dalam benak siswa bahwa inilah sejarah asal usul huruf Jawa yang berjumlah dua puluh. Cerita ini juga menutup fakta ilmiah bahwa keberadaan aksara Jawa erat hubungannya dengan bahasa Jawa. Secara alami, mula-mula bahasa Jawa lahir sebagai alat komunikasi lisan pemakainya. Perlahan sesuai dengan pola pikir pemakainya dan sejalan dengan tantangan zaman akibat pengaruh lingkungan serta perkembangan ilmu dan teknologi, sarana yang nyata dan kekal, berupa aksara diciptakan. Poerbatjaraka, 1952 menyebutkan bahwa aksara yang dipakai etnik Jawa muncul pertama kali setelah orang-orang India datang ke pulau Jawa. Dengan munculnya aksara, mulailah tradisi keberaksaraan untuk menciptakan bahasa ragam tulis, meskipun tradisi kelisanan tetap berlangsung. Secara singkat, sejarah aksara Jawa akan dibagi menjadi 4 babag atau periodeisasi, yaitu aksara Jawa Hindu-Buddha, aksara Jawa Islam dan aksara Jawa Kolonial, serta aksara Jawa Modern. Aksara Jawa periode Hindu-Buddha adalah aksara Jawa pokok yang dihadirkan dalam bentuk nglegena atau terbuka. Aksara ini diurutkan sesuai dengan urutan alpabetik aksara Devanagari, yang berdasarkan pengaturan Panini. Pengaturan ini nantinya menjadi basis dalam penyusunan aksara Jawa Unicode. Periode kedua, yaitu aksara Jawa periode Islam yang berlangsung pada kurun waktu Kasultanan Demak sampai dengan Kasultanan Pajang. Pada masa ini susunannya sudah mengalami perubahan. Aksara murda dan mahaprana sudah tidak diikut sertakan lagi, karena aksara murda dan mahaprana merepresentasikan bunyi yang tidak ada dalam bahasa Jawa asli dan lebih banyak berfungsi dalam terjemahan Sansekerta saja. Sedangkan periode kolonial, berkembang pada zaman penjajahan Kolonial Belanda bekuasa di tanah Jawa. Perbedaan mencolok dengan periode sebelumnya, fungsi aksara murda mulai bergeser sebagai huruf kapital sebagaimana dalam aksara Latin. Periode ini menghasilkan wewaton Sriwedari sebagai acuan ejaan tata tulisnya. Periode keempat, yaitu aksara Jawa periode modern yang berlangsung pada zaman kemerdekaan hingga sekarang. Perbedaan yang paling kentara pada periode ini adalah pemakaian aksara murda sudah dianggap seperti layaknya huruf kapital seperti pada penggunaan huruf kapital dalam aksara Latin, tanpa mengindahkan tradisi lama yaitu hadirnya aksara Murda sebagai pendamping penulisan kata Jawa Kuna – Pertengahan. Periode ini juga ditandai dengan adanya SKB tiga gubernur (Jawa Tengah, jawa Timur, dan Yogyakarta) yang berusaha menyelaraskan tata cara penulisan yang diajarkan di sekolah-sekolah di ketiga provinsi tersebut. Penulis : Abdul Azis, S.Pd.
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KONSELING PENTINGNYA KATA MAAF, TOLONG, DAN TERIMA KASIH | 11 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA K etiga kata tersebut di atas begitu familiar di telinga kita. Siapapun tentu sepakat bahwa ketiga kata tersebut adalah kata-kata yang dibiasakan untuk diucapkan dalam interaksi sesama manusia. Dalam kehidupan keseharian, sebagai makhluk sosial tentunya setiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Dia perlu berinteraksi dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut, ungkapan-ungkapan tersebut pasti pernah terucap. Ketika memohon bantuan kepada orang lain, ucapkan kata “tolong”. Ketika melakukan kesalahan kepada orang lain, ucapkan “maaf”, dan ketika telah dibantu oleh orang lain ucapkan “terima kasih”. Orang yang terbiasa mengucapkan ketiga kalimat tersebut adalah ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian yang baik. Baginya, ketiga kata tersebut sangat mudah terucap karena sudah terinternalisasi dalam dirinya. Kata “tolong”, “maaf”, dan ”terima kasih” memiliki kekuatan yang luar biasa dalam merekatkan tali silaturahmi dan persaudaraan, mendekatkan hubungan yang renggang, mencairkan kekakuan komunikasi, bahkan meredakan sebuah persengketaan. Pada banyak kasus dan berbagai konflik yang terjadi di masyarakat karena masing-masing pihak enggan meminta tolong, tidak mau saling memaafkan, dan tidak mau atau tidak tahu berterima kasih. Diawali dengan kata “tolong”, orang yang dimintai bantuan tentunya akan dengan senang hati membantu, tanpa ada keterpaksaan. Atau kalau pun jika tidak bisa membantu, dia akan menolak dengan halus. Kata “maaf” yang diucapkan dengan tulus dapat memupus sebuah kesalahan, mampu meredam kemarahan, kekesalan, bahkan dendam. Dan kata “terima kasih” sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada orang yang telah membantu. Tentunya orang yang mendengarnya akan senang hati mendengarnya. Ketiga kata tersebut selain perlu diucapkan secara tulus, juga perlu disertai dengan ekspresi dan bahasa tubuh yang mendukung, karena jika tidak, maka akan terasa hambar, dan akan dinilai hanya sebagai basa-basi saja. Ketika meminta tolong kepada orang lain, disampaikan dengan nada suara yang pelan, tidak terkesan meminta atau memerintah. Ketika memohon maaf, disampaikan dengan suara lirih dan penuh dengan penyesalan, serta janji tidak akan mengulangi lagi kesalahan. Dan ketika mengucapkan terima kasih, disertai dengan wajah yang sumringah dan saling berjabat tangan. Kalau hal itu dilakukan secara face to face, hal yang perlu diperhatikan juga adalah ekspresi wajah dan kontak mata karena hal tersebut akan sangat membantu terhadap efektivitas sebuah komunikasi. Pembiasaan kata Tolong, Maaf, dan Terima kasih Mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” perlu dibiasakan kepada anak sejak dini baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam ketiga lingkungan tersebut pasti terjadi interaksi sosial. Di lingkungan keluarga terjadi interaksi antara suami dengan istri, antara anak dengan orang tuanya, antara majikan dengan pembantunya, atau antar anggota keluarga yang lainnya. Di lingkungan sekolah terjadi interaksi antara Kepala Sekolah dengan guru dan staf, antara guru dengan rekan sejawat, dan antara guru dengan peserta didik. Dan di lingkungan masyarakat terjadi interaksi antarmasyarakat, minimal antartetangga dekat hingga tetangga jauh. Setelah menjadi pembiasaan, maka akan menjadi budaya. Budaya saling tolong, budaya saling memaafkan, dan budaya saling berterima kasih. Dalam konteks pendidikan, kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” adalah wujud implementasi pendidikan karakter. Sekecil apapun bantuan yang kita minta, awali dengan kata “tolong”, sekecil apapun kesalahan kita, sampaikan permohonaan “maaf”, dan sekecil apapun bantuan orang lain yang kita terima, sampaikan “terima kasih”. Ketiga kata tersebut cerminan perilaku orang mulia dan suka memuliakan orang lain. Ketiga kata tersebut dapat menyehatkan baik secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu, mari kita laksanakan untuk kehidupan yang lebih baik. Manfaat dari Kata Maaf, Tolong dan Terimakasih Manfaat dari kata maaf yaitu, rasa saling rendah hati, tidak akan ada rasa kesombongan karena dengan mengungkapkan kata maaf kita merasa bahwa manusia mempunyai banyak salah. Manfaat dari Tolong yaitu, akan mempunyai rasa saling menghargai dan tidak ada rasa saling diremehkan. Manfaat dari kata terimaksih yaitu, akan mempunyai rasa toleransi dan menumbuhkan rasa hubungan yang silaturrahmi. Karena, dengan kata terimakasih kita dapat membiasakan rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama. Jadikanlah tiga kata tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari agar menjadi pribadi yang santun dan peduli terhadap sesama. Alwi Mujadidin
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 KESEHATAN Tips Menjaga Stamina Tubuh Saat Berpuasa Agar Tidak Lemas di Tempat Kerja MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 12 Bagi sebagian umat muslim, melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib. Selama berpuasa kita juga di - perintahkan untuk bisa menahan lapar dan haus dari waktu imsak hingga magrib tiba. Meskipun dalam kondisi lemas dan lesu akibat seharian beraktifitas di kantor, jangan sampai hal ini membatalkan niat kamu untuk berpuasa. Biar puasa kamu lebih semangat sampai detik waktu berbuka, yuk simak tips menjaga stamina tubuh saat berpuasa agar tidak lemas di tempat kerja. 1. Perhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka Salah dalam memilih menu makanan saat sahur dan berbuka puasa, menjadi salah satu faktor tubuh kamu tidak memiliki stamina yang cukup untuk menjalankan aktifitas sehari-hari di kantor. Kesalahan dalam memilih asupan juga bisa membuat kamu jadi lebih cepat lemas dan lesu. Maka dari itu, hindarilah makanan berbahan dasar tepung, berminyak serta makanan yang asin. Perbanyaklah konsumsi buah-buahan dan sayuran segar saat sahur dan buka puasa tiba. 2. Perbanyak konsumsi air putih Saat kita berpuasa, tubuh kita menjadi rentan akan dehidrasi. Dehidrasi yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas karena aliran oksigen yang berjalan di dalam tubuh tidak lancar. Meskipun tidak bisa minum sepanjang hari sampai waktu berbuka puasa tiba, bukan berarti kebutuhan cairan tubuh kita tidak bisa dipenuhi. Agar tubuh bisa terhindar dari lemas dan lesu akibat dehidrasi, konsumsilah minimal 8 gelas air putih setiap hari dengan pola 2,4,2 (dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka puasa, dan dua gelas saat malam hari sebelum tidur) selama bulan puasa. 3. Tidur lebih awal, jangan sampai begadang Selain masalah asupan makanan dan kurangnya cairan dalam tubuh, kadang kurang tidur apalagi sampai begadang semalaman juga menjadi penyebab tubuh kurang stamina dan akhirnya lemas saat di kantor. Untuk itu, sangat disarankan tidur lebih awal selama bulan puasa agar kebutuhan istirahat kamu terpenuhi. 4. Konsumsi vitamin dan suplemen tambahan Saat tiba waktunya berbuka puasa dan sahur, jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin dan suplemen tambahan agar stamina dan daya tubuh kamu terjaga keesokan harinya. 5. Jangan langsung tidur setelah sahur Kebiasaan langsung tidur setelah menyantap menu sahur sebaiknya kamu hindari mulai dari sekarang. Pasalnya kebiasaan ini ternyata dapat mengganggu proses metabolisme yang ada di dalam tubuh. Karena pada saat setelah menyantap menu sahur, tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna makanan yang telah kamu konsumsi. Nah, jika kamu langsung tidur sehabis menyantap menu sahur, kamu bisa mengalami sensasi rasa mual dan kembung. Jadi gamau kan, puasa kamu batal hanya karena makanan yang sudah dikonsumsi kamu keluarkan lagi? Aktifitas rutin yang biasa kamu lakukan seharihari di kantor saat berpuasa akan menjadi tidak maksimal jika kamu tidak memperhatikan pentingnya menjaga stamina tubuh. Untuk itu, jagalah stamina tubuh kamu selama bulan puasa, mulai dari memperhatikan asupan saat berbuka dan sahur hingga jangan langsung tidur setelah sahur, agar tubuh kamu tetap dalam kondisi yang fit dan prima dalam menjalankan aktifitas serta kegiatan di kantor. https://www.kreditplus.com/article/read/tipsmenjaga-stamina-tubuh-saat-berpuasa-agar-tidaklemas-di-tempat-kerja
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 SASTRA | 13 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA RAIN Created by : Delia Anggarini W Rain Reminiscent of the atmosphere at that time Such as sweet as smile Very distinctive earthy smell Situation of laughter when it rains Rain and memories LOVE Created by Joshe Love is like a melody Sounds beautiful but complicated to understand Love is a sweetener in life But love can be bitter at the wrong time Love can not be removed but can be controlled Let love flow in this life A Place of Growth Created by: Alyssa Fajarina Q In the halls of learning, bright and wide, Our minds are filled with knowledge's tide. Books and pencils, desks in rows, Teachers' guidance, wisdom that flows. We learn of numbers, letters, and more, Of history's battles and tales of yore, Of science's wonders, the laws of the Earth, In school, we gain our intellectual birth. Back Through Memories Created by : Bintang Rahma Agiba It feels like I've had enough time However, you keep popping up in my memory You explore my mind You dig into my memory Until I remember clearly Will remember that trip In my memory, it was very clear that it was you A woman in white who sits in front of me We don't know each other However, at that time you smiled sweetly at me From here, our memories begin to be string together Mendarah Oleh: Nur Salamah Bagaikan jiwa yang terpisah. Mati enggan, hidup pun susah. Jiwanya telah lama direnggut waktu. Katanya hatiku telah lama terbelah. Bagai cangkang kosong terpisah. Ragaku ada disini tapi hatiku bersamamu. Bukan maaf yang kuminta. Tapi peluk yang kulupa. Ini cerita tentang rumah yang berbeda. Dan berjarak jauh. Hanya tersentuh dalam jarak doa. Dalam diam kan kubawa. Mendarah.. Semoga, Ya Oleh: Khoirun Nisa` Semoga ya, hari ini Lebih baik dari hari kemarin Yang lewat begitu saja Tanpa lakukan apa-apa Semoga, ya pagi ini Lebih cerah dari pagi kemarin Mungkin bisa bangun lebih dini Tuk bergegas siapkan diri Semoga, ya, hari ini Semoga, ya, semoga Ya, semoga, tak ada guna bila Ku masih hanya diam saja
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 OLAHRAGA DAN KESEHATAN PUASA CARA TERCEPAT PROSES MERAIH RELIGIUSITAS DAN SPIRITUALITAS MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 14 Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, Salam sejahtera. Pada edisi ke 14 kali ini kita akan belajar mengenai makna puasa dari segi agama dan spiritualitas. Puasa ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat islam sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat Albaqarah ayat 183. “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Yang memiliki makan Bagi umat Islam yang telah mencapai syarat dan ketentuannya diharuskan melaksanakan ibadah puasa yang hukumnya wajib. Puasa yang dalam pengertiannya adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya dari mulai terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Pasti ada maksud dan tujuan tertentu atas adanya perintah ini untuk umat Islam. Dan diantara tujuannya adalah agar umat Islam menjadi lebih religius dan spiritualis. Mari kita simak Makna religius dan spiritualis agar mendapatkan maksud murod dari apa yang disajikan oleh penulis. Puasa yang identik dengan rasa lapar dan dahaga harusnya menjadikan pelakunya menjadi semakin sensitif terhadap pencegahan diri dari melakukan perbuatan tidak baik (membuat berdosa), kalau ada yang berpuasa namun tetap saja sama dari tahun ke tahun sudah bisa dipastikan ada yang tidak sesuai amliyahnya atau sudah sesuai tapi tidak menemukan hasil selain lapar dan dahaganya saja. Apabila dalam puasa atau setelah puasa seorang muslim mampu hidup berbagi apapun itu terutama rizqy dan menjadi muslim yang selalu mampu berbuat baik dan kebaikan maka disitulah proses puasa yang menghasilkan religiusitas dan spirtualitas. Berbagi rizki atas yang diberikan oleh Allah kepada siapapun utamanya yang berhak (fakir, miskin, yatim/piatu, orang teraniaya), sebab hakikatnya setiap rizki itu sebagian milik mustahiqnya dan harus diberikan. Apabila ini dilakukan setiap saat atau waktu tidak pada waktu tertentu misalnya hanya pada bulan puasa saja maka akan mempercepat proses menjadi manusia yang religius. Puasa yang mengajari selalu sadar dan produktif melakukan hal-hal baik dan kebaikan seperti yang telah menjadi rutinitas amaliah romadhon dengan sendirinya memproses manusia menjadi manusia yang spiritualis. Hanya dengan memperbanyak berbuat baik yang akan menjadikan manusia meninggalkan perbuatan buruk. Religiusitas dan spiritualitas apabila telah menjadi kebiasaan dan menjadi kebutuhan seorang muslim inilah yang menjadi sebagian tujuan berpuasa (puasa ramadhan). Mari kita bermuhasabah sendiri apakah ibadah puasa kita dari tahun ke tahun tetap sama ataukah ada perubahannya, hanya diri kita yang tahu dan merasakan. Semoga bermanfaat tulisan dalam edisi ini terhusus untuk merubah diri pribadi penulis menjadi lebih baik lagi dan umumnya kepada para pembaca yang mau membaca diri sendiri menjauhkan diri membaca pribadi orang lain, aamiin. Mohon dimaafkan bila terdapat banyak kesalahan. Penulis: Fatkhurohman, S.Pd.I Wasalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 TAHUKAH KAMU? | 15 MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA
| 2 Edisi 14 / MARET 2023 SERBA-SERBI MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA | 16