The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noor Rafi'a Rahmie (1910129320010), 2021-05-07 08:38:29

E-MODUL INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA

UNTUK KELAS VII SMP SEDERAJAT

Keywords: IPA

E-MODUL

INTERAKSI MAKHLUK
HIDUP DENGAN
LINGKUNGANNYA

UNTUK KELAS VII SMP SEDERAJAT

BY. NOOR RAFI'A RAHMIE

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hai anak-anak, apa kabar semuanya? Semoga kita dalam keadaan sehat
wal'afiat.
Terlebih dahulu Ibu mengucapkan selamat atas keberhasilan anak-anak
dalam mempelajari materi sebelumnya tentang Sistem Organisasi
Kehidupan Makhluk Hidup. Nah, sekarang anak-anak akan mempelajari
bab selanjutnya yang berjudu; "Interaksi Makhluk Hidup Dengan
Lingkungannya".

Melalui modul ini diharapkan kalian akan mempelajari interaksi makhluk
hidup dengan lingkungan di sekitarnya dan kalian lebih bisa menjaga dan
mencintai lingkungan di sekitarmu.

Selamat mempelajari materi dari ibu anak-anak.

Guru IPA

1

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Kompetensi Inti:
I. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

II. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan
dan keberadaannya.

III. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

IV. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.

Kompetensi Dasar :
3,7 Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya serta

dinamika populasi akibat interaksi tersebut.

4.7 Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dan
lingkungannya.

2

INDIKATOR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1 Mengingat kembali pengertian lingkungan.
(1) Siswa dapat mengidentifikasikan pengertian lingkungan dengan benar.

2 Menyebutkan komponen-komponen dari ekosistem.
(1) Siswa dapat menyebutkan komponen-komponen ekosistem dengan
benar.

3 Melakukan pengamatan lingkungan tentang interaksi antar makhluk hidup
maupun hubungan komponen biotik dengan abiotik pada suatu ekosistem.
(1) Siswa dapat mengamati lingkungan secara langsung tentang interaksi
antara makhluk hidup maupun hubungan komponen biotik dan abiotik
pada suatu ekosistem dengan baik.

4 Membedakan antara rantai makanan, piramida makanan, dan jaring-jaring
makanan.
(1) Siswa dapat membedakan antara rantai makanan, piramida makanan
dengan jaring makanan dengan benar.

5 Mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup ke dalam macam-macam
simbiosis
(1) Siswa dapat mengidentifikasi jenis simbiosis yang terjadi pada suatu
interaksi antar makhluk hidup dengan benar.

6 Menyajikan hasil analisis kegiatan mempelajari interaksi makhluk hidup
dan lingkungannya.
(1) Melalui kegiatan mempelajari lingkungan, siswa dapat menyajikan hasil
analisis kegiatan mempelajari lingkungan dengan baik.

7 Menyajikan data hasil kegiatan mengetahui bentuk saling ketergantungan
pada suatu ekosistem.
(1) Melalui kegiatan mengetahui bentuk saling ketergantungan pada
suatu ekosistem, peserta didik dapat menyajikan data hasil kegiatan
mengetahui bentuk saling ketergantungan pada suatu ekosistem
dengan benar.

3

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.Pelajarilah modul ini dengan baik. Mulailah mempelajari materi pelajaran
dan video pembelajaran yang ada dalam modul di setiap kegiatan
pembelajaran hingga kamu dapat menguasainya dengan baik.

2.Lengkapilah setiap bagian aktivitas dan tugas yang terdapat dalam
modul ini dengan semangat dan gembira.

3.Jika mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan tugas,
catatlah kesulitan tersebut pada buku catatan kamu untuk dapat
mendiskusikannya bersama teman, menceritakannya kepada orang tua,
atau dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat
jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung.

4

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA

Apa itu lingkungan?

Lingkungan adalah satu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup
sumber daya alam seperti tanah, air, mineral, matahari, serta flora dan fauna
yang di atas tanah, di dalam tanah mapun di perairan. Di dalam
lingkungannya, setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain
dan bergantung pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

5

Lingkungan secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu.
Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga
dapat memengaruhi satu sama lain. Lingkungan terdiri atas dua komponen
utama, yaitu komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup dan komponen
abiotik terdiri atas makhluk tak hidup atau benda mati.
Lingkungn abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni
suatu lingkungan. Komponen abiotik adalah semua benda tak hidup yang
ada disekitar makhluk hidup. Komponen abiotik antara lain tanah,
temperatur, air, udara, dan sinar matahari.
Hewan, tumbuhan, manusia, dan mikroorganisme termasukkomponen biotik.
Didalam ekosistem, komponen biotik memiliki peran (relung) dan tugas
tertentu. Berdasarkan peran dan tugasnya, organisme dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan
yang berupa makhluk hidup maupun benda-benda tak hidup membentuk
suatu hubungan timbal balik yang rumit dan kompleks. Makhluk hidup
dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut
dengan ekositem.

6

Nah setelah kamu mengetahui tentang lingkungan. Selanjutnya kamu akan mempelajari
komponen-komponen ekosistem biotik dan abiotik pada materi berikut ini.

1. Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen dalam ekosistem yang mengacu pada makhluk
hidup atau organisme. Artinya semua makhluk hidup dalam ekosistem termasuk
dalam komponen biotik, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, hingga makhluk
mikroskopik seperti bakteri atau dekomposer.

Berdasarkan cara mendapatkan makanan pada mahkluk hidup atau organisme,
komponen biotik ini dibedakan menjadi tiga, yakni produsen (autotrof), konsumen
(heterotrof), dan pengurai (dekomposer).

a) Produsen (Autotrof)
Produsen atau organisme autotrof
adalah komponen biotik atau makhluk
hidup yang mampu menghasilkan
makanannya sendiri. Tumbuhan dapat
membuat makanannya sendiri lewat
proses fotosintesis karena tumbuhan
memiliki klorofil dan bisa mendapatkan
karbondioksida, air, dan sinar matahari
sebagai syarat melakukan fotosintesis.

7

b) Konsumen (Heterotrof)
Konsumen atau organisme heterotrof adalah komponen biotik atau makhluk
hidup yang tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri dan bergantung
pada organisme lain sebagai bahan makanan. Hewan termasuk sebagai
konsumen atau organisme heterotrof ini. Terdapat 3 jenis-jenis konsumen
berdasarkan dari sumber makanan yang dikonsumsi antara lain yaitu:

1) Karnivora
Yakni organisme yang sumber
makanannya adalah daging
organisme lain. Contoh karnivora
misalnya singa, harimau, buaya,
serigala, dan hiu.

2) Herbivora
Yakni organisme yang sumber
makanannya adalah daun atau
tumbuhan. Contoh herbivora:
sapi, kambing, kerbau, rusa,
jerapah, dan zebra

3) Omnivora
Yakni organisme yang sumber
makanannya bisa berasal dari
tumbuhan atau daging organisme
lain. Adapun contoh omnivora:
beruang, monyet, ayam, tikus,
dan babi.

c) Pengurai (Dekomposer)
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang bertugas untuk
menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lainnya yang telah mati untuk
dijadikan mineral dan unsur hara tanah. Adanya dekomposer membuat
keseimbangan ekosistem terjaga karena semua organisme kembali lagi ke
asal bentuknya menjadi sumber daya alam. Contoh pengurai: bakteri,
jamur, cacing tanah, dan sebagainya.

8

2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah komponen tidak hidup yang ada pada sebuah
ekosistem. Adanya komponen abiotik sangat menentukan apa saja jenis makhluk
hidup yang bisa tinggal dan bertahan di sebuah lingkungan ekosistem tertentu.
Yang termasuk dalam komponen abiotik atau tak hidup dalam ekosistem antara
lain adalah air, udara, tanah, suhu, kelembaban, sinar matahari, iklim, dan lain-
lain.

HAL-HAL YANG DI TEMUI DI DALAM SUATU LINGKUNGAN

Setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu sebagai tempat
hidupnya. Tahukah kamu, tempat hidup dinamakan habitat. Dalam suatu
habitat, terdapat berbagai jenis makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak
hidup (abiotik).
Tempat yang kamu kunjungi merupakan suatu habitat bagi suatu makhluk
hidup. Pada tempat tersebut akan terjadi interaksi antara makhluk hidup
dan makhluk tak hidup.

9

Untuk lebih memahami komponen biotik dan abiotik di lingkunganmu, kerjakan
Praktikum di bawah ini!

Kegiatan 1. Pengamatan Komponen Biotik
dan Abiotik Pada Ekosistem

Alat dan bahan : alat tulis

Cara kerja :
1.Pilihlah jenis ekosistem yang akan kamu amati di lingkungan sekitar
tempat tinggalmu. Misal, kebun, sawah, dan kolam.
2.Amati faktor biotik di tempat tersebut, seperti jenis produsen dan
konsumennya.
3.Catat hal-hal penting selama pengamatan.
4.Catat hasil pengamatanmu pada tabel pengamatan.

5.Berdasarkan peran dan tugas organisme, golongkan organisme-
organisme yang kamu temui menjadi :
a. produsen; b. konsumen; dan c. pengurai.

6.Dari pengamatan kamu manakah yang dimaksud dengan individu,
populasi dan komunitas.

7.Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

10

Kegiatan 1. Pengamatan Komponen Biotik
dan Abiotik Pada Ekosistem

Tuliskan jawaban kamu di bawah ini

11

Satuan Ekosistem
a. Individu

Satu satuan makhluk hidup disebut individu. Individu berasal dari bahasa latin
individuum yang artinya tidak dapat dibagi (satu makhluk hidup tunggal).
Contohnya ada seekor burung, seekor kerbau.

b.Populasi
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup yang memiliki karakteristik yang
sama, yang hidup pada waktu yang sama, dan wilayah geografis yang sama
Jumlah populasi dari satu ekosistem dapat berubah dari waktu ke waktu. Populasi
akan bertambah jika terdapat kelahiran baru dan akan berkurang jika terjadi
kematian. Demikian juga jika terjadi perpindahan. Perpindahan ke dalam (imigrasi)
akan menambah populasi, sedangkan perpindahan keluar (emigrasi) akan
mengurangi jumlah populasi. Contohnya sekumpulan gajah, sekumpulan jerapah.

c.Komunitas
Seluruh makhluk hidup yang Ananda dapatkan dalam kegiatan 1 adalah
komunitas. Dengan kata lain, yang hidup di dalam komunitas terdiri dari
bermacam-macam populasi makhluk hidup. Bisa juga kumpulan jerapah dengan
kumpulan rumput dengan kumpulan rusa.

d.Habitat
Habitat merupakan lingkungan fisik dimana suatu organisme hidup. Kita dapat
mengatakan bahwa habitat domba di padang rumput. Habitat kera dan monyet di
atas pohon. Dapat dikatakan bahwa habitat adalah tempat hidup asli suatu
organisme.
Keadaan habitat suatu organisme meliputi iklim, keadaan tanah, air, serta jenis
tumbuh-tumbuhan dan hewan. Jika lingkungan fisik itu rusak, maka dapat
mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya dan dapat mempengaruhi
seluruh ekosistem. Contoh habitat misalnya kolam ikan, habitat air laut, habitat
kolam Teratai dan masih banyak lagi

12

e.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang
saling berinteraksi atau membentuk hubungan timbal balik. Dalam suatu
habitat atau tempat berjenis-jenis makhluk hidup (komunitas)
melangsungkan kehidupannya, komunitas ini tidak terlepas dari pengaruh
lingkungan abiotik di sekitarnya, seperti dengan air, tanah, udara, dan sinar
matahari. Diantara anggota komunitas dengan lingkungan abiotik tersebut
terjadi interaksi atau hubungan yang saling mempengaruhi, membentuk suatu
sistem ekologi yang disebut ekosistem. Contohnya ekosistem sungai, kebun,
dan pantai.

f. Biosfer
Komunitas-komunits di bumi kita berinteraksi dengan lingkungan hidupnya
akan membentuk ekosistem-ekosistem. Akuarium adalah suatu ekosistem
yang berukuran kecil, sedangkan hutan dan lautan merupakan ekosistem yang
berukuran besar. seluruh ekosistem di permukaan bumi kita ini membentuk
biosfer.

Simpulan Satuan Ekosistem

13

INTERAKSI DALAM EKOSISTEM MEMBENTUK SUATU POLA

Setelah kamu mempelajari serangkaian materi di atas sekarang kamu akan
membelajari lebih lanjut tentang pola interaksi pada ekosistem.

Jika kamu mengamati bagian kecil ekosistem seperti pada kegiatan
sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat
mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam
ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan
selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling
ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi
antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi
antarsesama komponen biotik. Nah, sekarang lakukanlah kegiatan 2 di bawah
ini!

14

Kegiatan 2. Mengamati Interaksi Makhluk Hidup
Dengan Makhluk Hidup Lainnya

Amatilah gambar-gambar di bawah ini. Tuliskan jenis interaksi yang terjadi
pada hubungan antar komponen biotik dan berikan penjelasan singkat!

Jenis interaksi ....................................
Bentuk interaksi yang dihasilkan.
.............................................................
.............................................................
.............................................................
............................................................

Jenis interaksi ....................................
Bentuk interaksi yang dihasilkan.
.............................................................
.............................................................
.............................................................
............................................................

Jenis interaksi ....................................
Bentuk interaksi yang dihasilkan.
.............................................................
.............................................................
.............................................................
............................................................

15

Di alam ini tidak ada satupun organisme yang dapat hidup sendirian. Setiap
organisme selalu membutuhkan organisme lain. Adanya saling membutuhkan antara
organisme satu dengan organisme lainnya menimbulkan interaksi. Bentuk interaksi
yang sangat erat antara dua jenis makhluk hidup sehingga membentuk hubungan
yang sangat khas disebut simbiosis.

Dalam kehidupan, terdapat tiga bentuk simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme,
simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

1.Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu
yang saling memberikan keuntungan satu sama lain. Contoh simbiosis
mutualisme adalah antara jamur dan akar pohon pinus.Jamur
mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon pinus
mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis
dengan jamur.

2.Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu
yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak
lain tidak mendapatkan kerugian. Contoh simbiosis komensalisme
adalah antara tanaman anggrek dengan pohon mangga. Tanaman
anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan
pohon mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari
keberadaan tanaman anggrek tersebut.

3.Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang
memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada
pihak yang lain. Contoh simbiosis parasitisme adalah antara kutu
rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan dari
manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan
manusia akan merasakan gatal pada kulit dikepalanya.

16

1.Interaksi Antar Makhluk Hidup Dengan Makhluk Hidup Lainnya
Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi
melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaring-
jaring makanan, dan piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup
bersama, yaitu simbiosis.
a. Rantai Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk
hidup dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup
yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer. Berikut
adalah contoh sebuah rantai makanan.

Pada rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan dimakan
dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang
dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan
oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat hara yang
akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.

18

b.Jaring-Jaring Makanan
Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan dimakan yang
sederhana. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu
rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber
makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak
selalu memakan satu jenis produsen.
Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang
saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jadi apakah
jaring-jaring makanan itu? Jaring-jaring makanan merupakan sekumpulan
rantai makanan yang saling berhubungan. Perhatikan contoh jaring-jaring
makanan berikut!

Dapatkah kalian menentukan ada berapa rantai makanan penyusun
jaring-jaring makanan tersebut?

19

Kegiatan 3. Pengamatan Rantai Makanan

Amatilah gambar rantai makanan di bawah ini!

Jawablah pertanyaan di bawah ini:
1. Perhatikan gambar diatas. Berapakah rantai makanan yang terlihat pada

gambar jaring- jaring makanan tersebut?
Jawab :

2. Apakah rantai makanan satu dengan yang lain berhubungan? Jelaskan!
Jawab :

3. Coba bedakan antara rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida
makanan.

4.Tuliskan rantai makanan yang Ananda temukan pada gambar di atas dan
tuliskan pada tabel berikut:

20

Kegiatan 3. Pengamatan Rantai Makanan

Tuliskan jawaban kamu di bawah ini

21

c. Piramida Makanan
Seumpama katak pada contoh rantai makanan di atas dihilangkan, apa
yang akan terjadi? Kemungkinan yang terjadi adalah jumlah belalang
akan meningkat karena tidak ada pemangsanya. Kebalikannya jumlah
ular akan berkurang karena tidak ada makanan. Yang terjadi berikutnya
adalah belalang pun akan banyak yang mati karena jumlah rumput
tidak bisa memenuhi kebutuhan makan belalang yang jumlahnya
bertambah banyak.

Dari ilustrasi di atas, sebuah ekosistem akan seimbang dan terjaga
kelestariannya apabila jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah
konsumen I, jumlah konsumen I harus lebih banyak daripada konsumen
II, dan seterusnya. Apabila kondisi tersebut digambarkan maka akan
terbentuk suatu piramida makanan. Berikut adalah contoh piramida
makanan dari jaring-jaring kehidupan di atas!

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2014), Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VIII Semester I, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud, Balitbang.

https://thegorbalsla.com/pengertian-ekosistem/
https://initu.id/pengertian-faktor-rumus-dan-proses-fotosintesis-pada-tumbuhan/
https://seputarilmu.com/2019/11/hewan-karnivora.html
https://www.gurupendidikan.co.id/hewan-herbivora/
https://www.dosenpendidikan.co.id/omnivora-herbivora-dan-karnivora/
https://www.britannica.com/science/habitat-biology
https://www.temukanpengertian.com/2015/08/pengertian-simbiosis-mutualisme.html
https://koeleather.com/artikel/simbiosis-parasitisme/
https://afikrubik.com/pengertian-dan-macam-macam-simbiosis/
https://youtu.be/xkwHRf0iMdw
https://youtu.be/pjOh21GoFkw
https://youtu.be/doGEcPNAii8
https://youtu.be/_B_Awz3Ci4o


Click to View FlipBook Version