KATA PENGANTAR
Segala Puji hanya milik Allah yang telah memberikan anugerah yang
begitu besar kepada kita, sebuah anugerah islam dan iman yang hingga hari ini
menghantarkan kita untuk terus menapaki jalan lurus menggapai ridho-Nya.
Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, yang datang dengan membawa kebenaran dan menuntun kita menuju
cahaya keislaman. Tidak terhitung nikmat Allah SWT pada diri kita, salah satunya
nikmat menuntut ilmu. Hngga dapat menghantarkan peniliti dapat menyusun
buku dengan judul “Getaran, Gelombang dan Bunyi Berbasis Etnosains pada
Musik Patrol Aksara Sanga”
Buku yang berada di tangan pembaca ini berusaha memberikan informasi
baru. Bahwa budaya yang ada disekitar kita adalah ilmu, dan dapat dikaji seiring
perkembangan zaman. Selain itu terdapat lembar kegiatan, sehingga peserta didik
dapat menambah pengetahuan tentang materi IPA yang teritegrasi dengan budaya
lokal.
Ucapan terimakasih penulis kepada semua pihak yang telah berpartisipasi
dalam proses pembuatan buku pembelajaran ini. Penulis berharap buku ini dapat
bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta
didik sehingga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-
hari.
Peneliti menyadari, usaha dalam pembuatan buku ini masih banyak
kekurangan, baik dari segi bahasa, penyusunan kalimat maupun isi buku ini. Oleh
karena itu, peneliti membuka segala kritik dan saran demi kesempurnaan buku ini.
Peneliti berharap, dengan adanya buku ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca.
Jember, 24 November 2021
Winda Dwi Kusumawati
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains i
Pada Musik Patrol Jember Authentic
DAFTAR ISI
Cover Buku ...............................................................................................................
Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................................ ii
Daftar Gambar ..................................................................................................... iii
Buku Suplemen .................................................................................................... iv
KI, KD, Indikator dan Tujuan .............................................................................v
Petunjuk Penggunaan Buku .............................................................................. vii
Mengenal Etnosains ............................................................................................. ix
Peta Konsep ............................................................................................................x
Bunyi .......................................................................................................................2
A. Pengertian Bunyi ............................................................................................2
B. Frekuensi ........................................................................................................4
C. Cepat Rambat Bunyi.......................................................................................5
D. Karakteristik Bunyi ........................................................................................7
E. Pemantulan Bunyi ........................................................................................11
F. Efek Doppler ................................................................................................13
Uji Kompetensi .....................................................................................................15
Kunci Jawaban.....................................................................................................18
Glosarium .............................................................................................................19
Daftar Pustaka......................................................................................................20
Biografi Penulis ....................................................................................................21
Cover Penutup
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains ii
Pada Musik Patrol Jember Authentic
DAFTAR GAMBAR
1.1 Gambar pertunjukan Musik Patrol
1.2 Tokoh Alexander Graham Bell
1.3 Gambar alat musik patrol terbuat dari kayu nangka
1.4 Tuts Piano
1.5 Tokoh Heinrich Rudolf Hertz
1.6 Gambar alat musik patrol jenis bass
1.7 Gambar alat musik patrol jenis selingan
1.8 Gambar alat musik patrol jenis tingtung
1.9 Gambar musik patrol jenis Remo
1.10 Gambar musik patrol jenis kleter
1.11 Contoh gema
1.12 Pemanfaatan gaung
1.13 Perbedaan gaung dan gema
1.14 Ilustrasi efek doppler
1.15 Tokoh Andreas Doppler
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains iii
Pada Musik Patrol Jember Authentic
BUKU SUPLEMEN
Buku suplemen atau penunjang secara bahasa berarti buku yang memiliki
kegunaan sebagai bahan pengayaan bagi siswa, seputar pelengkap pembelajaran
ataupun tidak sama sekali. Sedangkan secara istilah buku suplemen berarti
sebagai penunjang pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pelengkap dalam
pembelajaran. Maka dari itu, buku ini hadir sebagai pelengkap pembelajaran
siswa melalui pendekatan budaya sekitar tempat tinggal siswa dengan materi yang
ada di sekolah. Terlebih materi pembelajaran IPA yang kaitannya erat dengan
alam sekitar.
Sesuai dengan realita yang ada, salah satu materi IPA yang mengandung
unsur budaya yaitu materi fisika dan merupakan cabang dari ilmu ipa yang
memiliki konsep dan fakta yang kental, sehingga mebutuhkan perantara dalam
penyampaiaanya. Buku ini memuat mata pelajaran fisika pada materi getaran,
gelombang dan bunyi yang dikaitkan dengan budaya khas Jember yaitu kesenian
musik patrol.
Dalam musik patrol Jember, terdapat unsur materi fisika yang erat
kaitannya dengan materi getaran, gelobang dan bunyi. Dapat kita kethui, pada
frekuensi, nada, warna, tinggi rendah nada, dan bahkan kuat lemah nada terdapat
dala musik patrol.
Musik patrol khas Jember merupakan kesenian yang lahir dari akulturasi
budaya. Alat musik patrol sendiri terbuat dari kayu nagka dengan ukuran yang
bervariatif sehingga suara yang dihasilkan memiliki ciri khas masing-asing, serta
kunci irama dalam permainan musik patrol adalah seruling bambu dan termasuk
kedalalam pemahasan materi bunyi (pipa organa)
Maka dari itu buku ini hadir dengan tujuan siswa dapat memahami materi
getaran, gelombang dan bunyi dalam balutan kesenian musik patrol khas Jember.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains iv
Pada Musik Patrol Jember Authentic
KI, KD dan Indikator
KI
KI 1 : Menghargai dan menghayati agama yang dianutnya
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan
dan keberadaanya
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkam rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mengelola, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstark (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajarai di sekolah dan sumber lain.
KD
3.11 Menganalisis konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam
kehidupan sehari-hari termasuk sistem pendengaran manusia
dan sistem sonar pada hewan
4.11 Menyajikan hasil percobaan tentang getaran, gelombang dan
bunyi
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains v
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Indikator
3.11.16 Menjelaskan karakteristik bunyi
3.11.17 Menghitung cepat rambat gelombang bunyi
3.11.18 Menghitung jarak sumber bunyi ke pendengar
3.11.19 Menganalisis hubungan antara frekuensi bunyi dengan
tegangan dawai
3.11.20 Menganalisis hubungan antara panjang pendeknya senar
dengan frekuensi bunyi
Tujuan
1 Siswa dapat menjelaskan karakteristik bunyi
2 Siswa dapat menghitung cepat rambat gelombang bunyi
3 Siswa dapat menghitung jarak sumber bunyi ke pendengar
4 Siswa dapat menganalisis hubungan antara frekuensi bunyi dengan
tegangan dawai
5 Siswa dapat menganalisis hubungan antara panjang pendeknya
senar dengan frekuensi bunyi
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains vi
Pada Musik Patrol Jember Authentic
PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU
Sebelum menggunkan buku ini, kamu perlu memahami perunjuk
penggunaannya. Buku penunjang atau suplemen ini dilengkapi dengan informasi-
informasi, Foto-foto berwarna, diagram-diagram dan ilustrasi untuk membantu
siswa dalam mempelajari sains dan budaya lebih mendalam. Berikut ini akan
dijelaskan petunjuk penggunaan buku ini beserta penjelasannya.
Pada fitur ini menjelaskan
alur pemikiran yang akan
dipelajari setiap sub bab
dalam materi gelombang
bunyi
Pada fitur ini menjelaskan fakta. Informasi...!
Dimana statistik-statistik dan fakta-
fakta tambahan pada subjek yang Latar belakang
dibahas memberikan informasi. budaya yang
dimiliki setiap
siswa
Bagian ini mengajak siswa
menyelesaikan dan
menyimpulkan apa yang
telah dilakukan.
Pada bagian merupakan
sarana informasi dan ilmu
pengetauan dalam materi
gelombang bunyi
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains vii
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Pada bagian ini siswa dapat Bagian ini siswa dapat
mendengarkan bagaimana bunyi memahami konsep rumus dan
musik patrol Jember penyelesaiannya
Bagain ini merupakan fitur
penting dimana siswa dapat
mengetahui bagaiman materi
teritegrasi pada musik patrol
Bagain ini siswa dapat
mengenal tokoh-tokoh yang
berpengaruh pada materi bunyi
Setelah siswa mempelajari
meteri bunyi diharapkan
mengerjakan uji kompetensi di
bagian akhir materi, sebagai
tolak ukur kefahaman materi.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains viii
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Etnosains
Etnosains secara estimologi berasal dari
kata “ethnos” dari bahasa yunani yang berarti
“bangsa” dan “scientia” dari bahasa latin yang
berarti “pengetahuan”. Secara umum Etnosains
berarti pengetahuan yang dimiliki oleh suatu
bangsa atau lebih tepatnya suku bangsa atau
kelompok tertentu. Secara garis besar etnosains
berarti ilmu pengetahuan yang berasal dari
pengalaman dalam mengamati budaya yang
berkembang, kemudian terintegrasi kedalam
materi pembelajaran.
Pernahkah kalian berfikir, mengapa
etnosains perlu kita pelajari?
Karena tanpa kita sadari ilmu yang kita
peroleh berasal dari lingkungan sekitar kita, baik kegiatan sosial, pendidikan dan
kebudayaan. Membahas tentang budaya pastinya tidak lepas dari tempat tinggal
kita, baik berupa adat istiadat, kearifan lokal hingga
kepercayaan masyarakat yang berkembang secara turun Informasi...!
temurun. Dari kegiatan masyarakat tersebut lahirlah
sebuah kebudayaan yang berkembang hingga sekarang, Latar belakang
baik berupa kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan budaya yang dimiliki
kesenian.
setiap siswa
Salah satu kesenian yang dapat kita pelajari kali mempengaruhi proses
ini adalah kesenian musik patrol khas Jember. Kesenian pembelajaran siswa
Musik patrol sendiri merupakan kesenian yang masih itu sendiri
eksis sampai detik ini, baik dari kegiatan sehari-hari hingga ajang perlombaan.
Terbukti dengan adanya lomba tahunan yang diselengarakan UKM Universitas
Jember dibulan Ramadhan, dan kegiatan BBJ (Bulan Berkunjung Ke Jember)
yang menampilkan kekayaan budaya khas Jember.
Komunitas grup patrol, membahas patrol tidak luput dengan
komunitasnya. Salah satu komunitas grup patrol yang eksis dan bergerak di dunia
teknologi industri yaitu komunitas Patrol Jember Authentik. Dari sini juga kalian
bisa lebih mengenal ilmu sains yang terdapat pada musik patrol. Kok bisa ???
Mari kita pelajari terlebih dahulu…..!!!!
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains ix
Pada Musik Patrol Jember Authentic
PETA KONSEP
Parameter Merambat Gejala yang
Melalui diamati
contoh contoh
Dipengaruhi
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains x
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Bunyi
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat benda bergetar dan menghasilkan
bunyi. Misalnya drum yang dipukul akan bergetar dan mengeluarkan bunyi, jika
permukaan kulit drum kita sentuh. Maka getaran pada permukaan tersebut akan berhenti
dan bunyi yang dihasilkan memudar. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? mari kita amati
percobaan berikut!
Alat dan bahan yang kalian perlukan
Kentongan bambu atau botol kaca
Pemukul kayu atau pemukul besi (jika medianya dari bahan kaca)
Langkah-langkah kegiatan
Pukulah kentongan atau media lain yang kalian milliki hingga mengeluarkan suara!
Sentuh permukaan kentongan secara perlahan dengan jarimu, kemudian rasakan
apa yang terjadi!
Pegang permukaan kentongan sampai tidak bersuara, kemudian sentuhlah dengan
jari. Apa yang kamu rasakan?
Selanjutnya buatlah kesimpulan berdasrkan percobaan yang telah kamu lakukan
Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa bunyi berasal Informasi...!
dari getaran, dan benda yang bergetar disebut sebagai sumber
bunyi. Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang Molekul di udara hanya
merambatkan energi gelombang pada medium rambatan mengalami rapatan dan
hingga terdengar oleh reseptor pendengar. renggangan saja. Dan
bunyi sampai ketelinga
Getaran yang berasal dari sumber bunyi tidak kita karena merambat
selamanya menghasilkan bunyi, sebab hal itu bergantung pada
kuat lemah bunyi, tingggi rendah bunyi dan kepekaan alat dalam bentuk
gelombang.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 2
Pada Musik Patrol Jember Authentic
pendengaran kita. Contohnya pada getaran bunyi pada benda yang terjadi pada ruang hampa.
Kalian pasti pernah bertanya Bagaimana proses bunyi terdengar sampai ketlinga
kita? Bunyi yang terdengar oleh alat indera manusia memiliki tiga proses, seperti halnya
kolom di bawah ini.
Proses bunyi dapat didengar oleh manusia melalui beberapa tahapan berikut:
1. Adanya getaran dari sumber bunyi dan getaran tersebut menggetarkan udara di
sekitarnya.
2. Usikan oleh sumber bunyi dirambatkan di udara sebagai gelombang longitudinal ,
yang ditampilkan oleh variasi tekanan udara sepanjang lintasan rambat
gelombang.
3. Perambatan usikan masuk ketelinga dan menggetarkan gendang telinga
Dalam perambatannya, bunyi memiliki sifat-sifat yang menjadikan ciri khas dari gelombang
bunyi loh!
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 3
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Gambar 1.1: Pertunjukan Musik
Patrol (Sumber: Observasi
Lapangan)
Dapat kita ketahui dalam mengapa bisa
pertujukan musik patrol
Jember Autentik tidak lepas dari materi bunyi loh,
begitu?
“Karena saat musik patrol mendapat pukulan maka terjadi rapatan
dan renggangan pada permukaan alat musik, sehingga menghasilkan
bunyi. Bunyi tersebut merambat melalui medium udara dan sampai
ketelinga kita.”
Tidak semua bunyi dapat didengar oleh manusia yang
memiliki pendengaran normal. Sebagai bentuk dari gelombang Informasi...!
bunyi, frekuensi memiliki rentan kawasan untuk didengar.
Sebelumnya apa itu Frekuensi? Frekuensi pada bunyi Tinggi rendahnya bunyi
menyatakan banyak atau sedikitnya getaran yang terjadi pada bergantung pada
sumber bunyi. Frekuensi sendiri terbagi menjadi dua yaitu,
frekuensi teratur dan tidak teratur. Salah satu contoh pada frekuensi. Semakin besar
frekuensi teratur adalah nada, dimana amplitudo frekuensi bunyi, maka
bunyi semakin tinggi
begitu sebaliknya.
mempengaruhi hasil akhir dari nada yang timbul. Sedangkam contoh frekuensi yang tidak
teratur adalah suara hujan ataupun saat kalian sedang berbisik dengan teman sebangku.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 4
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Tahukah kalian pada rentang frekuensi berapa manusia dapat mendengar?
Berdasarkan frekuensinya, bunyi terbagi menjadi tiga jenis diantaranya
a. Infrasonik merupakan bunyi yang memiliki frekuensi kurang lenih 20 Hz. Frekuensi
ini hanya bisa didengar oleh golongan hewan-hewan tertentu, contohnya jangkrik dan
anjing
b. Audiosonik merupakan bunyi yang memiliki frekuensi 20-20.000 Hz. Rentan
frekuensi ini dapat didegar oleh manusia. Contohnya bunyi yang dihasilkan oleh alat
musik, yang dapat didengar oleh telinga manusia melalui medium rambat udara.
c. Ultrasonik merupakan bunyi yang memiliki frekuensi diatas 20.000 dan hanya bisa
dengan oleh golangan hewan. Contohny kelelawar dan lumba-lumba.
Frekuensi pada musik patrol berada pada rentan 20-
20.000Hz.
“Karena musik patrol merupakan alat musik yang dapat
didengar oleh telinga kita dan penyampain gelombangnya
merambat melalui udara”
Dari gambar diatas dapat dilihat, jika suara musik patrol
jenis remo berada pada rentan 4Khz
Bunyi disebut juga dengan gelombang mekanik jenis longitudinal yang berarti 5
membutuhkan medium perantara untuk merambat dan memiliki sumber berupa benda
yang bergetar. Pada pendengaran manusia bunyi dirambatkan oleh udara hingga sampai
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains
Pada Musik Patrol Jember Authentic
ke telinga manusia. Medium rambat bunyi dapat berbentuk padat Medium V
(besi, tembok, dan kaca), cair (air dan minyak), dan gas (udara dan (m/s)
oksigen). Kelajuan rambat bunyi lebih besar pada massa jenis Karbon Dioksida 259
medium yang lebih besar. Contoh kelajuan bunyi yang bergantung Udara (0oC) 330
pada massa jenis dapat kita lihat pada tabel di samping. Udara (20oC) 343
347
Bunyi merambat lebih cepat di dalam zat cair daripada di Udara(25oC) 1.493
3.560
dalam gas, dan perambatan paling cepat terjadi di dalam zat padat. Air 5.640
Di udara, bunyi merambat sejauh 1 kilometer dalam waktu 3 detik. Tembaga 7.790
Tahukah kalian di dalam gas (udara), cepat rambat bunyi memiliki Gelas pyrex 6.500
dua sifat khusus:
1. Cepat rambat bunyi bergantung pada tekanan. Jika terjadi Baja
Granit
perubahan tekanan udara, maka cepat rambat bunyi pasti
berubah.
2. Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu. Kita bisa mengambil contoh bunyi di
siang hari dan malam hari. Pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas, sedangkan
pada siang hari tidak. Hal tersebut disebabkan pada malam hari gelombang bunyi
Alexander Graham Bell dipantulkan ke arah yang lebih rendah karena
suhu permukaan bumi lebih hangat
dibandingkan dengan udara di bagian atas,
sedangkan pada siang hari udara dibiaskan ke
arah udara yang lebih panas (ke atas) karena
suhu dipermukaan bumi lebih dingin
dibandingkan dengan udara di bagian atasnya.
Hari sedang berjalan menuju ke sekolah,
sesampainya di persimpangan jalan dia bertemu
dengan fajar dan berteriak memanggil fajar.
Gambar 1.2. Tokoh Alexander (Sumber: Jarak antar keduanya sekitar 200 meter, dan
hhtps://www.biography.com/.amp/inventor
suara hari mengalami perambatan di udara
/alexander-graham-bell
sebesar 330 m/s. Setelah beberapa detik suara hari
Alexander Graham Bell lahir pada
tanggal 3 Maret 1947 di Edinburg, baru terdengar oleh fajar, pada detik berapakah
Skotlandia. Tahun 1870an ia mulai
mengembangkan peralatan-peralatan fajar dapat mendengar suara hari?
yang dapat mengubah getaran suara
manusia menjadi sinyal listrik yang Diketahui v : 330m/s
dapat dikirim ke jarak jauh (telepon). = s : 200m
Ditanya = t fajar mendengar suara hari ?
Jawab = s/t = 200/330 = 0,6 detik
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 6
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Gambar 1.3 Musik Patrol Terbuat
dari Kayu nangka. (sumber:
penelitian Lapangan)
Cepat rambat bunyi pada musik patrol terjadi melalui medium kayu dan udara
sehingga terdengar lebih jelas ke telinga kita. Terlebih zat padat merupakan
medium paling cepat untuk merambat.
Bunyi yang kita dengar dari berbagai sumber bunyi dapat kita bedakan loh: ada yang
bernada tinggi, ada yang bernada rendah, ada yang keras dan lemah. Perbedaan tersebut
dapat kita lihat melalui karakteristik bunyi.
1. Keras dan Lemah bunyi
Keras dan kemah bunyi sangat berhubugan dengan amplitudo gelombang bunyi,
yaitu gelombang longitudinal. Pada gelombang longitudinal kita mengenal jarak
tempuh maksimum getaran dari sumber bunyi ke
tempat semula yang bergerak maju mundur.
Contohnya pada genderang yang kita pukul lebih
kuat, getarannya mempunyai amplitudo lebih besar
diabandingkan dengan kita memukul genderang Dari audio tersebut dapat kita amati
secara pelan. ketika pemain patrol memukul alat
musik terdapat suara yang terdengar
“Makin besar amplitudo gelombang bunyi =
makin keras bunyi yang terdengar” keras dan terdengar pelan.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 7
Pada Musik Patrol Jember Authentic
2. Nada dan Frekuensi Heinrich Rudolf Hertz
Setiap bunyi berasal dari sesuatu yang bergetar. Jika
suatu benda bergetar sangat cepat, bunyi yang dihasilkan
bernada tinggi. Frekuensi tinggi- bunyi bernada tinggi
dan frekuensi rendah- bunyi bernada rendah.
Bunyi yang berasal dari getaran teratur alat musik
adalah nada musik. Nada yang dihasilkan alat-alat musik
umumnya didasarkan pada oktaf. Setiap oktaf berbeda
frekuensinya, coba perhatikan gambar berikut;
Gambar 1.5
Tokoh Heinrich Rudolf Hertz
(Sumber:Hhtps://www.biografiku.co
m/boigrafi-heinrich-rudolf-hertz)
Gambar 1.4 Tuts piano Hertz lahir pada 22 Februari
(sumber: buku pengantar fisika UGM) 1857 di Hanmburg, Jerman. Hertz
Gambar di atas menjelaskan, setiap nada yang melakukan percobaan yang telah
terdapat pada nots piano disusun berdasarkan oktaf. dilakukan oleh Michelson, yaitu
Nada c’ adalah oktaf dari nada c, dimana tangga mendeteksi kebradaan aliran ether.
nada memiliki delapan not serta frekuensi yang Melalui eksperimen tersebut ia
berbeda. Dua nada yang berbeda sama dengan satu mampu membuktikan bahwa
oktaf. gelombang elektromagnetik ruang
hampa tranversal dapat merambat
melalui suara jarak.
Pada musik patrol tidak memiliki nada tetap karena, musik patril sendiri
merupakan alat musik perkusi bukan melodi. Tetapi dalam proses
produksi nada dijadikan sebagai stem (penyetelan suara musik). Kecuali
pada irama utama (seruling bambu) yang memiliki tangga nada
dikarenakan seruling termasuk alat musil melodi
3. Warna Bunyi atau Trimbe 8
Ketika kalian bermain alat musik, tentunya kalian dapat membedakan bunyi
yang bersumber dari jenis alat musik itu sendiri. Warna bunyi atau timbre merupakan
bunyi yang dihasilkan oleh superposisi antara bunyi asli dengan bunyi latar.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Contohnya kita dapat membedakan bunyi yang bersumber dari alat musik baik
berasal dari gitar, piani bahkan musik patrol.
Musik patrol Jember memiliki tujuh macam jenis dan menghasilkan suara yang
berbeda-beda. Seperti contoh dan penjelasan berikut ini:
Bas atau wadon alat musik patrol ini,
merupakan alat musik yang miliki ukuran
paling besar diantara yang lain. Alat musik
ini menghasilkan suara paling rendah dan
digunakan sebagai penutup dari rangkaian
musik.
Simak potongan suara berikut ini:
Gambar 1.6 Musik Patrol jenis
Bass. (sumber: penelitian Lapangan)
Selingan merupakan alat musik patrol alat
musik yang tebagi menjadi 2 jenis dengan
ukuran yang sama dan bunyi yang sama.
Selingan berfungsi sebagai ritme dan suara
yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan alat
musik tintung.
Simak potongan suara berikut ini:
Gambar 1.7 Musik Patrol jenis Selingan
(sumber: penelitian Lapangan)
Tingtung Merupakan alat musik yang terdiri
dari 2 alat musik berukuran lebih kecil dan
memiliki ciri khas suara lebih lenting
dibandingkan musik patrok yang lain.
Simak potongan suara berikut ini:
Gambar 1.8 Musik Patrol jenis Tintung 9
(sumber: penelitian Lapangan)
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Remo merupakan alat musik yang terdiri
dari 3 alat musik berukuran besa, sedang,
dan kecil. Remo memiliki ciri khas suara
melodi ritmis sesuai ukuran, sehingga suara
yang dihasilkan tinggi, sedang dan rendah.
Simak potongan suara berikut ini:
Gambar 1.9 Musik Patrol jenis Remo
(sumber: penelitian Lapangan)
Kleter merupakan alat musik patrol yang
cara permainannya rancak. Kleter berfungsi
sebagai pengatur ritme dalam permainan
musik patrol. Suara khas yang muncul pada
kleter yaitu tribel.
Simak potongan suara berikut ini:
Gambar 1.10 Musik Patrol jenis Kleter
(sumber: penelitian Lapangan)
4. Resonansi
Resonansi merupakan peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena getaran
benda lain. Resonansi dapat terjadi pada bunyi. Misalnya jika kolom udara pada alat
musik tiup digetarkan, maka alat tersebut akan menghasilkan bunyi yang enak
didengar. Resonansi dapat terjadi pada kolom udara dan dimanfaatkan manusia
dalam berbagai alat musik. Contoh alat musik yang memanfaatkan resonansi antara
lain: gitar, biola, gendang, drum, recorder dan suling.
Sama seperti getaran dawai pada gitar. Dawai pada gitar menghasilkan nada
lemah, sebaliknya jika dawai dipasangkan pada gitar maka nada yang dihasilkan
lebih keras. Hal tersebut disebabkan karena kotak kayu, serta udara yang ada di
dalam gitar ikut bergetar dengan frekuensi yang sama dan menghasilkan amplitudo
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 10
Pada Musik Patrol Jember Authentic
yang besar. Resonansi juga dimanfaatkan
pada musik patrol, berikut penjelasanya:
Dalam pertunjukandan permaianan musik
patrol, irama satunya-satunya adalah seruling
bambu. Seruling bambu sendiri merupakan
contoh salah satu alat musik yang berkaitan
dengan resonansi dan dawai. Seruling
disamping contoh seruling dengan nada c,
dimana ketika ditiup udara yang masuk akan
menggetarkan kolom udarapada suling bambu.
Gambar 1.9 Seruling Bambu dengan nada C
(sumber: penelitian Lapangan)
Mengapa ketika kita berteriak diantara tebing, beberapa detik kemudian suara kita
kembali terdengar? Apakah kejadian tersebut termasuk pemantulan bunyi? Mari kita
simak pembahasan berikut ini.
Pemantulan bunyi hampir sama dengan hukum Snellius, hanya saja pemantulan bunyi
tidak terlihat oleh mata dan snellius tampak oleh mata. Contoh dari pemantulan bunyi
adalah gema dan gaung. Seperti contoh pada paragraf pertama, hal tersebut merupan
pemantulan bunyi yang disebut gema.
1. Gema
Gema merupakan pemantulan bunyi yang dipantulkan oleh permukaan yang
keras, karena bahan-bahan yang keras memantulkan bunyi lebih baik dibandingkan
degan bahan-bahan yang lunak.
“gelombang bunyi akan dipantulkan
kalau mengenai permukaan yang
keras.”
Seperti gambar di atas menjelaskan.
Bunyi dapat di dengar beberapa detik
setelah dipantulkan oleh permukaan kaca
dan kayu. Bunyi terdengar paling jelas, Gambar 1.11. Contoh Gema(Sumber:
bila kedua karton membentuk sudut yang https://rumushitung.com/wp-
sama dengan permukaan kaca. Itu berarti
content/uploads/2014/10/gema-dan-
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains gaung.png
Pada Musik Patrol Jember Authentic
11
sudut datang bunyi sama dengan sudut pantul, atau lebih jelasnya sudut datang =
sudut pantul.
Gema dimanfaatkan untuk mengukur cepat rambat bunyi. salah satu cara ialah
dengan berdiri pada jarak kurang lebih 100 meter dari dinding tinggi, sambil
memegang lonceng dan stopwatch. Lonceng dibunyikan, kemudian waktu bunyi
sampai terdengar dihitung dengan stopwatch. Waktu tersebut merupakan waktu yang
diperlukan bunyi untuk merambat kedinding kemudian kembali. Jarak bolak balik
yang ditempuh bunyi (2xd), demikian pula waktu yang diperlukan untuk menempuh
jarak (t). Maka cepat rambat bunyi dapat dihitung dengan rumus :
Seseorang mengucapkan 2 suku kata disekitar tebing
di lereng gunung. Setelah selesai mengucapkan suku
kata kedua datanglah bunyi pantul dari suku
pertama. Jika dalam 2 sekon diucapkan suku kata,
hitunglah jarak orang tersebut terhadap tebing jika
cepat rambat bunyi di udara 340 m/s
Diketahui= v : 340m/s
t : 2 detik/2= 1 s
Ditanya = s ?
Jawab = S= ½ v.t= ½.340.1= 170m
2. Gaung
Sebelumnya pernahkah kalian mengunjungi gedung bioskop ataupun gedung
kesenian? Didalam gedung tersebut kalian
akan menemukan adanya karpet busa yang
ditempel pada dinding gedung, mengapa
bisa demikian?
Pantulan bunyi menimbulkan
gangguan pada gedung-gedung besar,
contohnya seperti petanyaan di atas. Dalam
ruangan yang besar, baik gedung bioskop
ataupun kesenian. Gelombang bunyi dapat Gambar 1.12. Contoh pemanfaatan gaung 12
(Sumber:https://pustakafisika.files.wordpress.co
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains
Pada Musik Patrol Jember Authentic m/2012/11/pemantulan-bunyi1.gif)
dipantulkan beberapa kali oleh dinding, lantai bahkan langit-langit. Selisih waktu
antara bunyi asli dan bunyi pantulan sangat pendek, sehingga susah dibedakan.
Peristiwa ini kita kenal dengan istilah gaung.
Gaung dapat terjadi beberapa detik, dan mengakibatkan suara musik atau
suara lainnya terdengar tidak jelas. Untuk mengatasi hal tersebut gedung-gedung
besar menggunakan bahan peredam bunyi, yang terbuat dari busa karet atau gabus.
Berikut perbedaan antara gema dan gaung :
Gambar 1.13. gambar perbedaan gema dengan gaung
(Sumber:https://idschool.net/smp/perbedaan-gaung-dan-gema/)
Ada satu fenomena menarik apabila sumber bunyi bergerak menjauhi atau mendekati
pendengar yang sedang diam, atau pendengar bergerak mendekati atau menjauhi sumber
bunyi yang sedang diam, ataupun keduanya bergerak saling mendekati atau menjauhi.
Kejadian tersebut terjadi akibat perubahan frekuensi bunyi loh.
1.14. ilustrasi efek dopller (Sumber:apliksi canva)
“Frekuensi sirine ambulance terdengar lebih tinggi ketika ambulance bergerak mendekati
kita, begitu sebaliknya frekuensi sirine ambulance terdengar lebih rendah ketika ambulance
bergerak menjauhi kita.”
Hal tersebut terjadi karena tinggi rendah frekuensi bunyi ditentukan oleh banyaknya
padatan dan renggangan dari gelombang bunyi yang sampai ke telinga kita. Ketika bergerak
ambulance mendekat kita, jarak antara tiap perpadatan makin pendek, sehingga jumlah
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 13
Pada Musik Patrol Jember Authentic
perpadatan yang sampai ketelinga kita lebih banyak dan Christian Andreas Doppler
frekuensi sirine yang terdengar lebih tinggi. Sebaliknya ketika
ambulance menjauhi kita, jarak antara tiap perpadatan makin
besar.
Jumlah perpadatan yang sampai ketelinga kita lebih sedikit
dan frekuensi sirine yang kita dengar lebih rendah dan
frekuensi sirine pada ambulance tidak pernah berubah.
Berikut peristiwa yang terjadi pada efek doppler, Jika :
1. Jika pendengar diam, sedangkan sumber bunyi bergerak 1.15 Gambar Tokoh Asas Doppler
ke arah pendengar. Maka frekuensi bunyi yang diterima (Sumber: Pioneers in Optics : Marcello
pendengar lebih besar dibandingkan freuensi yang
berasal dari sumber bunyi Malpighi and Christian Doppler)
2. Pendengar dan sumber bunyi sama-sama bergerak saling Christian Johann Doppler lahir di
mendekat. Pada peritiwa ini frekuensi terdengar kebih Salzburg, Austria pada tanggal 29
besar dibanding dari sumber bunyi. November tahun 1803. Beliau
belajar di matematika di Polytechnic
3. Pendengar dan sumber bunyi sama-sama bergerak Institute Wina, dan lulus pada tuhun
menjaui. Pada peristiwa ini frekuensi yang diterima 1825. Dalam Karyanya beliau
pendengar lebih kecil dibandinkan frekuensi dari sumber mengatakan bahwa mengamati
bunyi cahaya dan gelombang suara
bergantung pada cepat sumber
4. Pendengar mengejar bunyi . frekuensi bunyi yang pengamat dan gerak relatif pengamat
diterima pendengar lebih kecil dibandingkan ketika terhadap satu sama lain. Tahun 1842
berasal dar sumber. beliau menguraikan prinsip
fenomena yang kita kenal dengan
istilah efek Doppler “bahwa nada
sirine naik sewaktu sumber itu
mendekati si pendengar dan jatuh
dengan sewaktu sumber menjauh”.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 14
Pada Musik Patrol Jember Authentic
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
1. Gelombang yang memerlukan zat perantara untuk merambat dinamakan gelombang....
a. Gelombang mekanik
b. Gelombang elektromagnetik
c. Gelombang longitudinal
d. Gelombang transversal
2. Gelombang yang merambat akan memindahkan.....
a. Frekuensi
b. Amplitudo
c. Periode
d. Energi
3. Sebuah bel listrik dibunyikan di dalam silinder kaca tertutup. Selanjutnya, udara dari dalam
silinder dipompa keluar sedikit demi sedikit hingga habis. Bunyi bel terdengar makin lemah dan
akhirnya tidak terdengar. Peristiwa ini terjadi karena...
a. Bunyi merambat memerlukan medium
b. Bunyi diredam oleh bahan kaca
c. Bunyi terbawa keluar bersama kaca
d. Frekuensi bunyi bel di bawah 20 Hz
4. Kuat lemah bunyi bergantung pada
a. Frekuensi
b. Amplitudo
c. Laju gelombang
d. Panjang gelombang
5. Sesuai dengan jenis frekuensi pendengaran manusia normal, kita mampu mendengar bunyi
dalam kisaran frekuensi.....
a. Kurang dari 20 Hz
b. Lebih dari 20.000 Hz
c. Antara 20-20.000 Hz
d. Lebih dari 200.000 Hz
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 15
Pada Musik Patrol Jember Authentic
6. Hari berteriak dengan frekuensi suara 660 Hz, suara hari merambat melalui udara dengan kecepatan 330
m/s. Berapakah panjang gelombang suara hari?
a. 2 m
b. 2 cm
c. 0,5 m
d. 0,5 cm
7. Bunyi membutuhkan medium untuk menyampaikan energi atau suara. Medium yang paling mudah
untuk merambatkan bunyi adalah.....
a. Baja
b. Udara
c. Ammonia
d. Alumunium
8. Sebuah seruling memiliki panjang 40cm. Jika udara yang ditiup memiliki frekuensi 320 Hz. Maka besar
cepat rambat bunyi yang terjadi di udara adalah..... m/s
a. 511
b. 512
c. 513
d. 515
9. Suatu benda akan beresonansi dengan suatu sumber getaran jika keduanya mempunyai....
a. Amplitudo yang sama
b. Frekuensi yang sama
c. Warna bunyi yang sama
d. Keras bunyi yang sama
10. Perhatikan peryataan di bawah ini:
(1) Bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar
(2) Bunyi memerlukan medium untuk merambat
(3) Kuat lemahnya bunyi bergantung pada amplitudo
(4) Bunyi tidak memerlukan medium untuk merambat
Pernyataan yang benar tentang sifat-sifat bunyi adalah.....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (1), (4), dan (5)
d. (3), (4), dan (5)
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 16
Pada Musik Patrol Jember Authentic
B. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar
1. Mengapa gelombang bunyi dikatakan sebagai gelombang longitudinal?
2. Sebuah gelombang bunyi merambat dengan kecepatan 340 m/s. jika frekuensi
gelombang 50 Hz, maka berpa Panjang gelombang bunyi tersebut ?
3. Hidayat mendengarkan alunan music patrol di pusat kota pada malam hari. Bunyi yang
terdengar sangat jelas dan jernih. Keesokannya hidayat mendengarkan alunan patrol
lagi, bedanya pada pada siang hari suara patrol tidak sejelas malam hari, mengapa bisa
demikian?
4. Suatu hari dina berjalan di sepanjang terotoar Jalan gajah mada. Kemudian terdengar
suara sirine ambulance, ketika ambulance mendekati dina suara sirine makin jelas
terdengar dan ketika ambulance menjauh dari dina suara sirine makin memudar.
Mengapa bisa deikian?
5. Apabila kita menjantuhkan benda keras (batu) ke lantai, akan terdengar bunyi.
a. Bagaimana pendapatmu, apakah bunyi dapat dipantulkan?
b. Apakah proses pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari?
Berikan contohnya!
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 17
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Kunci Jawaban
1. C
2. D
3. B
4. B
5. C
6. A
7. B
8. B
9. B
10. A
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 18
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Glosarium
Amplitudo : Simpangan terjauh yang dicapai benda yang bergetar
Bunyi
Desah : Getaran yang merambat melalui medium perantara
Efek Doppler
: Bunyi yang memiliki frekuensi tidak teratur
Frekuensi
Frekuensi audiosonik : Fenomena sumber bunyi mendekat dan sumber bunyi menjauhi
pendengar
Frekuensi infrasonik
Frekuensi ultrasonik : Jumlah getaran dalam satuan waktu (detik)
Gaung : Bunyi dengan rentan frekuensi 20-20.000 Hz
Gelombang : Bunyi dengan frekuensi di bawah 20Hz
Gema :
Getaran : Bunyi dengan rentan frekuensi di atas 20.000Hz
Nada : Bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan
bunyi asli
Resonansi
: Getaran atau energi yang merambat
Patrol
Warna Bunyi : Bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli diucapkan
: Peristiwa bolak balik benda terhadap suatu titik
kesetimbangan
: Bunyi dengan frekuensi teratur
: Peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena benda lain
yang ada didekatnya.
: Alat musik khas kebudayaan pandhalungan kota Jember
: Perbedaan suara pada bunyi (khususnya alat musik)
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 19
Pada Musik Patrol Jember Authentic
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, febi desa, dkk. (2019). Ensiklopedia Tokoh Fisika Cetakan ke-2.
Jakarta: Balai Pustaka
Murdaka eka jati, bambang. (2013). Pengantar Fisika 1. Yogyakarta: UGM Press.
Ruwanto, bambang. Nugroho, arifin. (2016). Sukse Kuasai Materi IPA SMP Kelas VII, VIII,
IX. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Surya, yohanes. (2019). Getaran dan Gelombang. Tangerang: Kandel
Yulianto, tri. (2020). Ensiklopedia Tokoh Besar Dunia Ilmuan 5. Jakarta: Alprin
Zubaidah, siti, dkk. (2017). Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Edisi
Revisi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 20
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 21
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 2
Pada Musik Patrol Jember Authentic
Gelombang Bunyi Berbasis Etnosains 1
Pada Musik Patrol Jember Authentic