The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelas A_Kelompok 1B_Maria Komariah S.Kp., M.Kes., Ph.D.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dinda Fairuz, 2023-12-05 11:13:55

Esensi Caring Menurut Teori Swanson

Kelas A_Kelompok 1B_Maria Komariah S.Kp., M.Kes., Ph.D.

Essensi caringmenurut TEORI SWANSON Dosen Pembimbing : Maria Komariah S.Kp.,M.Kes., Ph.D. Mata Kuliah Konsep Dasar Keperawatan 2023


No. Nama NPM 1. Bilqis Salsabila Ganis Gata 220110230010 2. Calista Maheswari Gustika 220110230061 3. Chillmy Wafda Gunawan Putria 220110230072 4. Dinda Fairuz Hisanah 220110230126 5. Dwi Putri Oktaviani 220110230160 6. Dyanaura Shivany 220110230115 7. Elita Haryani 220110230153 8. Elmira Hessa Kamila 220110230038 9. Fabiola Indira Leora 220110230159 10. Farhan Munawar Sidik Sutarlan 220110230102 11. Fira Humaira Arief 220110230143 12. Geivy Maria Yulianti Panjaitan 220110230078 13. Ghina Nisrinaa Putri Nur Usman 220110230171 14. Ghina Reifani Amalia 220110230088 15. Hayfa Syahla Asmanadia 220110230106 TIM PENYUSUN Kelompok 1B - Jatinangor


KATA PENGANTAR....................................................1 BIOGRAFI SWANSON.................................................2 KONSEP.........................................................................3 PEMBAHASAN.............................................................6 6.1 Caring Menurut Swanson..........................................6 6.2 Komponen Caring Swanson......................................7 KESIMPULAN DAN SARAN.....................................10 DAFTAR PUSTAKA...................................................11 DAFTAR ISI


Puja dan pujian syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat limpahan karunia dan nikmatNya, kami dapat menyelesaikan booklet yang berjudul "Esensi Caring Menurut Teori Swanson" dengan baik tanpa ada halangan yang berarti. Booklet ini disusun untuk memenuhi persyaratan Mata Kuliah Konsep Dasar Keperawatan yang diampu oleh Ibu Maria Komariah S.Kp., M.Kes., Ph.D. Penyusunan booklet ini telah kami selesaikan secara optimal, berkat kerja sama dan bantuan dari berbagai pihak. Dengan ini, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada segenap pihak yang telah berkontribusi secara signifikan dalam penyelesaian booklet ini. Tak ada gading yang tak retak. Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan booklet ini, baik dari segi bahasa, struktur kalimat, maupun isi. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, kami selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Kami juga mengharapkan agar booklet ini dapat berguna bagi rekan-rekan mahasiswa sebagai referensi pengetahuan dalam menambah khazanah ilmu dan mengimplementasikannya dalam praktik asuhan keperawatan. KATA PENGANTAR 1 Bandung, 4 Desember 2023 Penyusun


BIOGRAFI SWANSON 2Kristen M. Swanson, RN, PhD, FAAN, lahir di Providence, Rhode Island. Ia dikenal atas penelitiannya mengenai kehilangan kehamilan serta Teori Perawatan Swanson. Swanson mendapatkan gelar magister pada tahun 1978 dan bekerja selama 1 tahun di Universitas Pennsylvania sebagai instruktur klinik keperawatan medikal bedah setelah itu. Sejak 1985, Swanson telah mengembangkan Teori Caring, yang berkaitan dengan konsep human caring Jean Watson.Teori Perawatan Swanson memiliki empat konsep utama, yaitu knowing, being with, doing for, dan enabling. Swanson juga menjabat sebagai Ketua Departemen Keluarga dan Anak Perawatan di University of Rhode Island. Selama kariernya, Swanson telah menjadi peneliti utama atau co-investigator pada 10 hibah berurusan dengan kerugian awal peduli dan topik terkait. Teori Perawatan Swanson mempengaruhi pendidikan, praktik, dan penelitian di bidang keperawatan. Model Structure of Caring yang dikembangkan oleh Swanson berkaitan dengan perilaku filosofi yaitu selalu memberikan informasi, memahami, menyampaikan pesan, melakukan tindakan terapeutik, serta selalu mengharapkan hasil akhir yang baik.


3Konsep caring merupakan suatu konsep yang kompleks dan abstrak yang mencakup perasaan empati, kepedulian, dan kasih sayang terhadap orang lain. Konsep caring juga melibatkan tindakan yang menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap orang lain, serta komitmen untuk menjaga martabat dan integritas individu. Dalam konteks keperawatan, caring merupakan aspek fundamental dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan penuh kasih sayang kepada pasien. Oleh karena itu, konsep caring perlu dipahami dengan baik oleh para perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan peduli terhadap pasien (Ghanbari-Afra, L., Adib-Hajbaghery, M., & Dianati, M.2022). Menurut Kristen Swanson, "caring is a nurturing way of relating to a valued other toward whom one feels a personal sense of commitment and responsibility" (Swanson, 1991). Artinya, caring merupakan cara yang penuh kasih untuk berhubungan dengan orang lain yang dihargai dan terhadap siapa seseorang merasa memiliki komitmen dan tanggung jawab pribadi. Caring melibatkan tindakan nyata dan perasaan empati, kepedulian, dan kasih sayang terhadap terhadap kesejahteraan pasien. Caring juga melibatkan responsivitas perawat terhadap kebutuhan fisik, psikologis, emosional, sosial, dan spiritual pasien, sehingga pasien dapat kembali ke kehidupan sehat dan normal, serta tercapainya kepuasan baik bagi pasien maupun perawat. Teori caring Swanson masuk dalam level middle range theory, yang di mana teori caring Swanson ini mempelajari tentang bagaimana seorang perawat dapat merawat pasien dengan tetap menjaga, menghormati, menghargai martabat pasien tersebut dengan komitmen dan tanggung jawab penuh. Teori caring ini berkembang setelah Swanson melakukan riset terhadap 3 (tiga) studi peri natal yang terpisah, yaitu: KONSEP


4Studi pertama tentang pengalaman para wanita yang mengalami keguguran. 1. Studi kedua kepada para orang tua dan para profesional Kesehatan sebagai caregiver di ruang newborn intensive care unit (NICU). 2. 3.Studi ketiga terhadap kelompok calon ibu dengan risiko tinggi. Swanson juga mengidentifikasi 3 tipe kondisi penyebab caring, yaitu: pasien, perawat, dan organisasi. Kondisi organisasi meliputi beberapa komponen dari professional practice model (PMM) yaitu kepemimpinan, kompensasi dan penghargaan, serta hubungan profesional. Apabila 3 komponen tersebut diciptakan dalam lingkungan kerja maka akan mendukung praktik caring dalam pelayanan (Widiastuti & Zuryati, 2023, 5-6). Teori Caring-Swanson terdiri dari lima proses caring, yaitu knowing, being with, doing for, enabling, dan maintaining belief. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing proses caring tersebut: Knowing (Mengetahui): Proses ini mencakup pemahaman perawat terhadap arti situasi yang sedang dihadapi oleh pasien. Hal ini melibatkan kemampuan perawat untuk memahami secara mendalam kondisi, kebutuhan, dan preferensi pasien. Being with (Menjadi Bersama): Proses ini menekankan pentingnya kehadiran perawat secara fisik dan emosional. Perawat harus mampu menciptakan hubungan yang kuat dengan pasien, mendengarkan dengan empati, dan memberikan dukungan yang diperlukan. KONSEP


5Doing for (Melakukan untuk): Proses ini melibatkan tindakan nyata yang dilakukan oleh perawat untuk memberikan kenyamanan, menjaga privasi, dan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional pasien. Enabling (Mengizinkan): Proses ini mencakup memberikan informasi, penjelasan, dan dukungan kepada pasien agar mereka mampu mengelola kondisi kesehatan mereka sendiri. Perawat harus mampu memberdayakan pasien dan keluarga untuk terlibat dalam pengambilan keputusan terkait perawatan kesehatan. Maintaining belief (Memelihara keyakinan): Proses ini mencakup mendorong pasien untuk memperkuat harapan mereka dalam menghadapi kesulitan. Perawat harus mampu memberikan dukungan emosional dan memelihara keyakinan pasien dalam proses penyembuhan. Dengan menerapkan kelima proses caring ini, diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang holistik, peduli, dan bernilai bagi pasien, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien (Ali M. Al Yasin, 2023). Teori caring Swanson menekankan bahwa caring merupakan dasar suatu tindakan keperawatan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Caring memberikan manfaat bagi seorang perawat yang melakukannya, seperti memberikan respons yang positif dari pasien dan perkembangan pribadi perawat. Teori ini juga menekankan bahwa caring adalah suatu asuhan keperawatan yang dilakukan secara bernilai, memegang teguh komitmen, dan tanggung jawab dalam penerapannya. KONSEP


Swanson mendefinisikan bahwa caring adalah suatu cara pemeliharaan hubungan dengan menghargai orang lain yang disertai perasaan memiliki dan tanggung jawab. Teori caring Swanson menyajikan permulaan yang baik untuk memahami kebiasaan dan proses dari karakteristik pelayanan. Teori ini berguna dalam memberikan petunjuk bagaimana membangun strategi caring yang berguna dan efektif. Teori ini menjelaskan mengenai langkah-langkah caring, yang mencakup pemahaman perawat terhadap peristiwa berarti dalam kehidupan seseorang, kehadiran secara emosional, tindakan yang dilakukan kepada orang lain sebagaimana yang dilakukan terhadap diri sendiri, memberikan informasi, memfasilitasi transisi kehidupan dan menanamkan kepercayaan dalam menjalani kehidupan. Teori ini mengoperasionalkan Caring melalui aspek keterkaitan antara perawat yang penuh kasih sayang dan perawat yang kompeten, yang mengarah pada pada hasil yang diharapkan yaitu kesembuhan dan kesejahteraan pasien (Mårtensson et al., 2023) Hal ini dapat disimpulkan bahwa teori caring menurut Swanson adalah suatu tindakan asuhan keperawatan yang dilakukan dengan adanya rasa saling menghargai antara klien dan perawat sehingga tercipta pola asuhan yang bernilai, saling memiliki dan penuh rasa tanggung jawab (Rahmayani, 2021). Teori Swanson yang merupakan Middle Range Theory dapat disebut sebagai turunan dari teori Jean Watson yaitu Grand Theory. Teori Swanson digunakan sebagai penguat dari teori Watson. Jean Watson dalam teorinya memiliki komponen teori yang dikenal sebagai “10 Carative Factors” yang memuat 10 komponen. Sedangkan, Swanson dengan teorinya yang mendefinisikan caring sebagai “nurturing way of relating to a valued other towards whom one feels a personal sense of commitment and responsibility” mendeskripsikan 5 komponen di dalamnya (Mårtensson et al., 2021). Kelima kompenen tersebut adalah maintaining belief, knowing, being with, doing for, dan enabling. 6PEMBAHASAN 1. Caring menurut Swanson 2. Komponen caring Swanson


7PEMBAHASAN Teori caring Swanson mempunyai pengaruh besar bagi para perawat karena merupakan dasar dalam memberikan asuhan keperawatan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat lima komponen caring yang dicetuskan oleh Swanson. Maka dari itu, penting untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tersebut diimplementasikan. Berikut adalah penerapan komponen caring Swanson: a. Maintaining Belief Mempertahankan keyakinan adalah inti dari caring dalam asuhan keperawatan. Sebelum meyakinkan pasien, seorang perawat harus yakin kepada dirinya sendiri dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Setelah yakin dengan dirinya sendiri, perawat akan lebih mudah meyakinkan pasien dan keluarganya untuk percaya akan kapasitas mereka agar mampu melewati situasi sulit. Keyakinan ini akan memberikan harapan, harga diri, dan optimisme. Dengan demikian, mempertahankan keyakinan ini dapat dikatakan sebagai fondasi utama dari komponen caring Swanson lainnya. (McKelvey MM, 2018). Seorang perawat perlu menyadari bahwa setiap berinteraksi dengan pasien, harus mengetahui segala kondisi kesehatan atau tantangan perkembangan yang dihadapi oleh pasien. Oleh karena itu, menurut Swanson, untuk menjadi perawat yang memiliki sifat caring harus ada bukti selama interaksi dari awal hingga kelanjutannya. 3. Penerapan komponen caring Swanson Sumber : https://pmhealthnp.com/kristen-swanson-theory-of-caring-and-healing/


b. Knowing Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai usaha untuk memahami suatu peristiwa dan maknanya dalam kehidupan. Seorang perawat perlu mengetahui siapa pasiennya, kebutuhan apa yang diperlukan, dan menyesuaikan strategi tindakan yang akan diambil. Hal ini dapat dilakukan dengan pendataan pasien secara teliti. Jika terdapat kesalahan, perawat juga harus mengetahui dimana letak kesalahannya. Dalam rangka mengenal pasien, seorang perawat perlu menunjukkan perhatian, komitmen, keterlibatan yang lebih dalam, dan melampaui rutinitas. Sambil menekankan sikap hormat dan tidak menghakimi terhadap keunikan pasien, pengetahuan tentang praktik klinis, keterampilan yang berkembang dengan baik dalam pengkajian, pengumpulan data, laporan klinis, dokumentasi, dan komunikasi baik verbal maupun non verbal. Hal ini juga melibatkan perhatian khusus terhadap persepsi, kepercayaan, keinginan, dan tradisi keluarga pasien. c. Being With Keberadaan perawat menunjukkan sikap caring seorang perawat, tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk emosional. Perawat harus hadir ketika pasien membutuhkan sesuatu, mendengarkan dengan penuh empati keluhan yang dialami, dan terbuka menjadi ‘teman’ ketika diajak bicara. Menurut McKelvey MM (2018), keberadaan ini akan menumbuhkan hubungan terapeutik. Sub-domain being with yaitu sharing emotions mencerminkan proses kepedulian bersama. Menurut Swanson (Swanson, 1993; Wojnar, 2006) kebersamaan yang melibatkan kehadiran tulus terhadap orang lain akan menunjukkan bahwa pengalaman mereka memiliki makna. 8PEMBAHASAN


9 d. Doing For Doing for (melakukan untuk) merujuk pada bekerja sama untuk melaksanakan tindakan yang dapat dilakukan, seperti mengantisipasi kebutuhan yang diperlukan, menjamin keamanan, menjaga privasi, dan menghormati martabat pasien (Kusnanto, 2019). Melakukan tindakan nyata untuk pasien meliputi merawat, melindungi, mengantisipasi, mendukung, menghibur, dan memenuhi kebutuhannya dengan penuh kompetensi dan keterampilan. Tindakan harus dilakukan dengan sepenuh hati karena pasien mampu merasakannya. Perawat harus bersedia melakukan permintaan pasien selama tidak melanggar ketentuan yang ada seperti merahasiakan kondisinya pada keluarganya dan keinginan untuk tidak dikunjungi oleh siapa pun. e. Enabling Perawat harus memberikan informasi dan penjelasan kepada pasien dengan akurat agar nantinya mereka mampu mengelola kondisi kesehatan mereka sendiri. Perawat juga sangat berperan dalam memberi dukungan dan memberdayakan pasien dan keluarga untuk terlibat dalam pengambilan keputusan terkait tindakan perawatan kesehatan dengan memberi waktu untuk merenungkan pikiran dan perasaan mereka.Enabling memberikan sudut pandang bahwa pasien memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah mereka sendiri dan dapat menemukan makna hidup. Agar dapat menemukan rasa syukur dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari, pasien dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan strategi manajemen stress yang efektif. PEMBAHASAN


Caring adalah tindakan atau perilaku yang menunjukan kepedulian terhadap lingkungan, hewan, atau masalah-masalah sosial. Caring juga dapat meningkatkan kepedulian kepada pasien dan berdampak pada kepuasan pasien. Setiap tokoh memiliki pandangan masing masing mengenai konsep caring dalam teorinya. Begitu pula dengan Swanson yang mempunyai definisi bahwa caring merupakan sikap bagaimana perawat dapat memberikan pelayanan kepada pasien dengan tetap menghormati harkat pasien tersebut dengan komitmen dan tanggung jawab. Menurut Swanson juga caring menimbulkan rasa komitmen dan tanggung jawab di diri perawat. Dalam teori Swanson terdapat lima proses dalam caring yaitu knowing, being with, doing for, enabling, dan maintaining belief. Proses-proses tersebut menjelaskan bahwa perawat harus memahami pasien, hadir secara emosional bagi pasien, mengupayakan untuk pasien dan juga menjaga kepercayaan pasien. Teori Swanson juga merupakan Middle Range Theory atau teori yang memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penelitian dan praktik serta memiliki ruang lingkup yang lebih sempit daripada Grand Theory. Konsep Swanson tentang "person" bergantung pada tingkat analisis dan pandangan yang diadopsi oleh perawat dalam perawatan pasien. Dalam kasus tertentu, "person" dapat diperhatikan hanya merujuk pada pasien saja, sedangkan dalam kasus lain, kata tersebut juga dapat mencakup anggota keluarga yang terlibat erat. Dengan demikian, dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat dapat mengadaptasi teori Swanson secara fleksibel, menumbuhkan kreativitas dan inovasi, sekaligus mengakui klien sebagai individu unik dengan masalah perawatan kesehatan yang komprehensif, selaras dengan pertimbangan hukum, etika, dan moral. Aplikasi teori caring-swanson di dalam memberikan asuhan keperawatan ke pasien baik dalam keperawatan jiwa, KMB, anak, maternitas, gerontik perlu untuk ditingkatkan demi tercapainya keperawatan yang berkualitas. Penggunaan Teori caring-Swanson di dunia pendidikan sebagai landasan perilaku caring juga perlu ditingkatkan. 10 KESIMPULAN SARAN


Al Yasin, A. M. (2023). Theory Critique of Kristen Swanson’s Theory of Caring. Open Journal of Nursing, 13(8), 528-536. Ghanbari-Afra, L., Adib-Hajbaghery, M., & Dianati, M. (2022). Human Caring: A Concept Analysis. Trauma Nursing Research Center, Kashan University of Medical Sciences, Kashan, Iran, volume 11(4), 246--247. 10.34172/jcs.2022.21 Jarvis, K. (2019). Swanson's Theory of Caring: An Application to the Role of Nursing Education. Journal of Cognitive Psychotherapy, 266-271. doi:10.20467/1091-5710.23.3.266 Kim, S., Kim, G. U., Lee, W., & Park, J. (2021). Developing an Internet-Based Trauma Recovery Nursing Intervention Based on Swanson's Theory of Caring for Trauma Recovery. International journal of environmental research and public health, 18(13), 6715. Kusnanto, N. I. D. N. (2019). Perilaku caring perawat profesional. Lillykutty, M. J., & Samson, R. (2018). Insights from Kristen M Swanson’s theory of caring. Asian Journal of Nursing Education and Research, 8(1), 173-177. Mårtensson, S., Hodges, E. A., Knutsson, S., Hjelm, C., Broström, A., Swanson, K. M., & Björk, M. (2021). Caring Behavior Coding Scheme based on Swanson’s Theory of Caring – development and testing among undergraduate nursing students. Scandinavian Journal of Caring Sciences, 35(4), 1123–1133. Mårtensson, S., Knutsson, S., Hodges, E. A., Sherwood, G., Broström, A., & Björk, M. (2023). Undergraduate nursing students’ experiences of practicing caring behaviours with standardised patients. Scandinavian Journal of Caring Sciences, 37(1), 271–281. https://doi.org/10.1111/scs.13077 McKelvey MM. (2018) Finding Meaning through Kristen Swanson’s Caring Behaviors: A Cornerstone of Healing for Nursing Education. Creative Nursing, 24(1):6-11. doi:10.1891/1078- 4535.24.1.6 Nurani, I., Firdaus, N. A. D., Kep, M., Maulidia, N. R., & Kep, M. (2022, April). HUBUNGAN ANTARA CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI BERDASARKAN PENDEKATAN TEORI SWANSON. Rahmayani, S. N. (2020). Gambaran Perilaku Caring dengan Teori Swanson pada Mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Semarang. Stenmarker, M., Björk, M., Golsäter, M., & Enskär, K. (2023). Everyday life during the childhood cancer trajectory-childhood cancer survivors' descriptions of the role of caring support. Frontiers in rehabilitation sciences, 4, 1098933. Tovar, L. C. (2021). Analysis of a nursing narrative from the Swanson’s caring theory. Cultura de los Cuidados, 39-49. Widiastuti, E., & Zuryati, N.M. (2023, Juli). Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan Berfokus Kebutuhan dan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta. Modul Bahan Ajar Asuhan Keperawatan Berfokus Kebutuhan dan Keselamatan Pasien, 5-6. Yasin, A. M. A. (2023, Agustus). Theory Critique of Kristen Swanson’s Theory of Caring. Open Journal of Nursing, vol 13(No. 8), 529--532. 10.4236/ojn.2023.138035. 11 DAFTAR PUSTAKA


TERIMA KASIH SUDAHMEMBACA!


Click to View FlipBook Version