2.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 2.2 Oleh Riswanto, S.Pd CGP Angkatan 9 Kota Binjai Fasilitator Ibu Sofia Justrisna Purba, S.Pd Pengajar Praktik Ibu Lamtiur Manullang, S.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL ( KSE ) SMK (Kelompok D ) Kali ini saya akan memaparkan Modul 2.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual tentang Pembelajaran Sosial Emosional yaitu membuat rancangan RPPH berdasarkan KSE belajar siswa dan Penerapan Strategi Sosial Emosional Pada Demonstrasi Kontekstual kali ini saya membuat RPPH Sosial Emosional yang Sesuai dengan mata pelajaran yang saya ampu ( Pendidikan Anak Usia Dini ) RPPH yang saya pilih berdasarkan KSE berbasis kesadaran penuh yang akan di integrasikan dalam RPPH tersebut dan sesuai dengan karakteristik murid pada jenjang pendidikan yang saya ampu (SMK) Pembelajaran Sosial Emosional Merupakan proses pengembangan Ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang diperlukan untuk memperolehkompetensi sosial dan emosional sebagai modal berintegrasi dengan orang lain Selain itu, pembelajaran Sosial Emosional merupakan Pembelajaran yang bertujuan melatih kompetensi sosial emosional peserta didik sehingga tercapai keseimbangan antara kompetensi akademik dan soasial emosional yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia Indikator Pembelajaran Sosial dan Emosional yang berkaitan dengan kelas dan Sekolah : Pengajaran eksplisit Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik Penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah Penguatan KSE Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK ) di Sekolah Kesadaran Penuh (Mindfulness) Kesadaran penuh(mindfulness) menurut Kabat-Zinn ( dalam Hawkins,2017,hal.15) dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu(tanpa menghakimi) dan kebaikan (The awarness that arises when we pay attension, on purpose, in the present moment, with curiosity and kindness) 5 Kompetensi Sosial Emosional ( KSE )
1. Kesadaran Diri (self Awarness) 2. Pengelolaan Diri (Self management) 3. Kesadaran Sosial (Social Awarness) 4. Keterampilan Berelasi (Relation Ship) 5. Pengambilan keputusan yang Bertanggung Jawab 1. Kesadaran Diri Contoh Kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan. Dapat menggabungkan Identitas pribadi dan identitas sosial. Dapat menghubungkan perasaan, pikiran dan nilai-nilai Mengidentifikasi emosi-emosi dalam diri menununjukkan integritas dan kejujuran Mengidentifikasi kekuatan/aset diri dan budaya 2. Management Diri Mengelola emosi dan melatih fokus) Merupakan kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi, kita harus bertindak dan bersikap ketika kita sedang menghadapi masalah dalam menjalankan tugas kita sebagai guru, salah satunya dengan mengelola waktu dengan baik dan bersikap positif dalam setiap tindakan contoh : mengelola emosi diri, merancang tujuan pribadi dan bersama Kesadaran Sosial Merupakan kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda Selain itu, kesadaran sosial dapat diartikan bagaimana kita bisa merasakan/mengenali secara mendalam tingkat emosi yang dihadapi dan dapat mengidentifikasi jenis emosi yang dialami seperti sedih, kecewa atau bahagia 3. Keterampilan Berelasi Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif, contoh: Berkomunikasi dengan efektif, mengembangkan relasi/hubungan positif, memperlihatkan kompetensi kebudayaan, menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok, dapat melawan tekanan sosial yang negatif Pengambilan keputusan yaang bertanggung jawab Kemampuan untuk menentukan pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkanstandar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakanda perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat dan kelompok. Contohny antara lain; menununjukkan rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran, belajar membuat keputudan yng masuk akal setelah menganalisis informasi, fakta dan data, mengantisipasi dan dan mengevaluasi konsekuensi-konskuensi dari tindakannya. MINDFULNESS Merupakan kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada saat situasi sekarang, dilandasi rasa ingin tahuan kebaikan untuk melatih mindfulness
ini , kita perlu mempelajari teknik STOP. TEKNIK STOP merupakan teknik berhenti pada apa yang sedang dilakukan , berhenti sejenak dan mengambil momen penting untuk menyegarkan kembali pikiran/perasaan yang sudah lelah karena pekerjaan. S TOP Berhenti sejenak dari kegiatan yang dilakukan, ambil jeda sejenak. T AKE A BREATH Tarik nafas dalam sadari nafas masuk dan keluar rasakan udara yang masuk dan keluar dari hidung kita lakukan 2-3 kali. O BSERVE Amati apa yang anda rasakan pada tubuh anda dengan intens ,yang didasari rasa ingin belajar dan kebaikan. P ROCEED Lanjutkan kegiatan dengan perasaan yang lebih tenang BERIKUT RPPH SOSIAL EMOSIONAL SMK (Kelompok D) RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI ( PENERAPAN PSE ) SMK Negeri 1 Binjai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Moda Luring Menggambarkan Integrasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial dan Emosional 1. Identitas Modul Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Binjai Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : X/Ganjil Alokasi Waktu : 2 JP X @ 45 menit (2 TM) Guru : Riswanto, S.Pd. Elemen : Menyimak Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari menyimak berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) dalambentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
1. Kompetensi Awal Peserta didik mampu memahami informasi dalam teks laporan hasil observasi. Sebelum menguasai kompetensi tersebut, peserta didik sebaiknya telah memahami hakikat teks laporan hasil observasi. Mulai dari pengertian, struktur, kaidah kebahasaannya, sampai dengan membandingkan dua teks laporan hasil observasi yang berbeda. 2. Tujuan Pembelajaran Menyimak: 1. Peserta didik mampu mengevaluasi informasi yang tidak akurat dan bias dalam monolog berupa paparan laporan hasil observasi dengan kritis dan reflektif. 2. Peserta didik mampu memahami dan menganalisis gagasan dalam paparan laporan hasil observasi dengan kritis dan reflektif. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan - 15 menit 1. Guru mengucapkan salam pembuka, menanyakan kabar, mengecek kehadiran peserta didik, dan berdoa untuk memulai pembelajaran. (kesadaran diri, kesadaran sosial) 2. Peserta didik merespons guru berkaitan dengan motivasi untuk membangkitkan semangat belajar melalui ice breaking. (Ketrampilan berelasi manajemen diri) Kelompok dan Baris Siswa membuat barisan berdasarkan aturan yang diminta. Misalnya peserta harus berbaris dalam urutan tertentu berdasarkan tahun lahir, ukuran sepatu, tinggi badan. Selain barisan, peserta juga bisa diminta untuk membuat kelompok berdasarkan warna favorit, jumlah saudara kandung, film kesukaan, dll. Guru melibatkan murid dengan meminta feedback tentang apa yang dapat dilakukan untuk membuat kuis yang lebih baik lagi. Guru menanyakan umpan balik pada murid dapat melibatkan murid dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. (Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab) 3. Peserta didik merespons pertanyaan pembelajaran sebelumnya dan pembelajaran yang akan dilaksanakan. (Manajemen diri, Keterampilan Berelasi) Guru melakukan apersepsi dengan cara mengajukan berberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang laporan hasil observasi. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan antara lain sebagai berikut. 1. Apakah kalian pernah melakukan pengamatan atau observasi? 2. Pernahkah kalian membuat laporan hasil pengamatan atau observasi? 3. Hal apa sajakah yang kalian cantumkan dalam laporan hasil observasi? 4. Peserta didik menyimak informasi tentang tujuan pembelajaran, cakupan materi. penilaian pembelajaran. (kesadaran diri, kesadaran sosial, manajemen diri) Kegiatan Inti 60 Menit 5. Peserta didik menjawabpertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru.
Pertanyaan Pemantik 1. Seperti apakah laporan hasil observasi yang objektif? 2. Bagaimanamenggunakan informasi lain untuk mendukung hasil observasi kita? 3. Mengapa laporan hasil observasi harus objektif? 6. Guru menyampaikan materi teks laporan hasil observasi berupa: pengertian teks, objektif, dan struktur teks laporan hasil observasi. Guru menyampaikan teks laporan hasil observasi dan video terkait teks tersebut. Guru memberikan pemodelan teks laporan hasil observasi. Guru dapat menayangkan video teks laporan hasil observasi (https://www.youtube.com/watch?v=WnDHbL0ibg) dari televisi, internet atau sumber lainnya. Namun, bila fasilitas sekolah tidak memadai, guru dapat menggunakan teks contoh yang telah disediakan dalam buku teks, yaitu teks berjudul Wayang. Pada kegiatan pemodelan, guru menugaskan siswa untuk melihat tayangan video atau mendengarkan pembacaan langsung teks laporan hasil observasi berjudul Wayang atau teks lainnya (guru dapat memilih teks lain yang lebih sesuai dengan situasi dan latar belakang siswa). (Menggunakan pembelajaran berdiferensiasi konten). Selanjutnya, secara singkat guru menjelaskan cara menyimak yang baik, antara lain: a. membuat pertanyaan dugaan isi teks yang berjudul Wayang; b. berkonsentrasi penuh; c. mencatat pokok-pokok informasi penting dalam teks; d. memfokuskan pada pencarian jawaban mengapa teks tersebut termasuk teks laporan hasil observasi. (Kesadaran diri, Manajemen diri) Berikut adalah teks yang dibacakan guru kepada peserta didik. Wayang Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar. Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama
cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit. Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur. Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa. Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayangbayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus. Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. (Sumber: http://istiqomahalmaky.blogspot.co.id 7. Peserta didik berdiskusi atau mandiri untuk memahami isi teks yang sudah ditonton/didengar/dibaca. (Diferensiasi Proses),. (Kesadaran Sosial dan Ketrampilan Berelasi). 1. Jawablah pertanyaan terkait isi laporan Wayang tersebut, seperti berikut. a. Informasi apa saja yang disampaikan dalam teks tersebut? b. Mengapa wayang ditetapkan sebagai mahakarya dunia? c. Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya?
d. Apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya? 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat dan jelas. 3. Mengapa teks tersebut digolongkan teks laporan hasil observasi? 4. Selanjutnya, presentasikan hasil kerjamu dalam di depan kelas. Setelah waktu yang disediakan habis, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain memberikan tanggapan, baik berupa pertanyaan maupun saran. Dalam proses diskusi, guru membimbing siswa agar mengeksplorasi isi teks laporan hasil observasi sehingga siswa dapat mengetahui ciri laporan hasil observasi dari segi isinya. Dari segi isi, laporan hasil observasi mempunyai ciri sebagai berikut. a. Bersifat objektif. b. Ditulis berdasarkan fakta yang ditemukan pada saat pengamatan. c. Tidak mengandung hal-hal yang bersifat menyimpang, dugaan-dugaan yang tidak tepat, atau pemihakan terh hadap sesuatu. d. Ditulis secara lengkap. Penutup 15 Menit 8. Sebagai penutup pembelajaran, minta murid melakukan refleksi. 1. Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? (Kesadaran diri) 2. Berdasarkan apa yang telah kalian pelajari, menurut kalian, apa yang menentukan bahwa sebuah bilangan dapat disebut teks laporan hasil observasi ? 3. Strategi apa yang kamu gunakan untuk menentukan teks tersebut merupakan teks laporan hasil observasi yang obkeltif ? (Pengelolaan diri) 4. Menurutmu, apakah penting mempelajari teks laporan hasil observasi ini? (Pengambilan Keputusan Bertanggung Jawab) 5. Tantangan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi ini ? Bagaimana kamu akan berlatih untuk mengatasi tantangan tersebut? (Pengelolaan diri) 6. Apa yang akan kamu lakukan agar hasil belajarmu lebih memuaskan di masa mendatang? (Pengelolaan diri) Siswa yang memberikan jawaban diberikan apresiasi. Penilaian 1. Asesmen Diagnostik Apa yang kamu ketahui tentang teks laporan hasil observasi? 2. Asesmen Formatif (Selama proses pembelajaran): Tes lisan, sikap, diskusi, dan presentasi. Tes Lisan : Selama proses pembelajaran, guru memberikan kuis tanya jawab secara lisan dan memberikan umpan balik Sikap : Instrumen penilaian sikap terlampir Diskusi : Instrumen penilaian diskusi terlampir Presentasi : Instrumen penilaian presentasi terlampir 3. Asesmen Sumatif Memberikan tes tertulis setelah mempelajari 1 TP (Penilaian Harian). LEMBAR KEGIATAN MURID Nama Kelompok : Anggota :
Kegiatan 1. Murid duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah ditetapkan dan melakukan berikut. 1. Menyepakati ketua kelompok. 2. Menyepakati objek yang akan diobservasi. 3. Menentukan tujuan observasi. 4. Menentukan langkah-langkah observasi. 5. Menentukan alat yang digunakan untuk observasi. 6. Menentukan waktu dan tempat observasi. 7. Menyusun aspek yang harus dilaporkan agar tidak keluar dari struktur laporan observasi. Kegiatan 2 (Dilaksanakan di luar jam pelajaran dengan waktu 1 minggu) 1. Murid secara berkelompok melaksanakan observasi terhadap objek yang sudah ditetapkan 2. Mendeskripsikan unsur-unsur yang dijelaskan sesuai aspeknya. 3. Melengkapi teks laporan hasil observasi dengan data dan gambar. Tambahkan data- data yang didapatkan dari hasil observasi bisa berupa gambar atau data yang berupa angka yang menunjukkan suatu ukuran. 4. Membuat laporan hasil observasi berdasarkan isi, struktur, dan kebahasaan yang tepat sesuai dengan gaya belajar (tugas boleh berkelompok, boleh individu). Guru melakukan strategi diferensiasi produk berdasarkan profil/gaya belajar Gaya belajar audio : dapat membuat laporan berbentuk rekaman suara, puisi atau lagu Gaya belajar visual : dapat membuat laporan berbentuk gambar atau foto atau infografik. Gaya belajar kinestetik : dapat membuat laporan berbentuk video observasi/pengamatan dan drama Instrumen dan Rubrik Penilaian a. Asesmen Diagnostik Kognitif - Menulis pemahamannya di jurnal tentang laporan hasil observasi yang objektif b. Asesmen Formatif (diberikan pada saat postest) Petunjuk : Berilah tanda (x) pada jawaban soal yang paling tepat dibawah ini & jawablah langsung pada lembaran soal yang sudah ada! 1. Observasi dapat dilakukan secara tidak langsung dengan cara... a. Mengamati b. Mendengarkan c. Menyaksikan d. Melakukan e. Merasakan 2. Aspek-aspek yang dilaporkan pada laporan observasi berupa... a. Definisi b. Deskripsi c. Umum d. Terpusat e. Verba penghubung 3. Observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara... a. Melihat b. Membaca c. Mendengarkan informasi
d. Membaca berita e. Mendapatkan berita 4. Berikut yang merupakan verba penghubung adalah... a. Adalah b. Sedangkan c. Dan d. Pergi e. Menjanjikan 5. “Benda di dunia terdapat dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.” Pernyataan yang benar mengenai kalimat di atas adalah... a. Kalimat di atas adlaah kalimat pendeskripsi b. Kalimat di atas terdapat antonym dan sinonim c. Kalimat di atas terdapat sinonim d. Kalimat di atas bukan merupakan kalimat defenisi e. Kalimat di atas terdapat antonym 6. Bacalah kutipan teks laporan observasi berikut! Bahan yang digunakan adalah 100 g daun kemangi dan 200 ml air panas. Caranya hancurkan daun kemangi, campurkan dengan air panas. Dalam air panas, aduk-aduk kemangi sehingga sarinya keluar. Lalu dinginkan. Aspek yang dilaporkan pada paragraf di atas adalah... a. Berupa deskripsi bahan dan cara pembuatan. b. Berupa deskripsi kemangi. c. Berupa deskripsi bahan pembuatan d. Berupa deskripsi bahan dan daun kemangi e. Berupa deskripsi daun kemangi dan air panas 7. Berikut yang merupakan struktur laporan observasi adalah... a. abstraksi, orentasi, krisis, reaksi, dan koda b. pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat c. pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan d. pernyataan definisi dan pernyataan umum e. tujuan, langkah-langkah, dan penutup 8. Di bawah ini struktur dari teks laporan hasil observasi adalah… a. Penyataan umum dan aspek yang dilaporkan b. Tesis, argumentasi, penegasan ulang c. Abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan simpulan d. Pernyataan umum dan aspek yang dijelaskan e. Pendapat umum dan aspek yang dilaporkan 9. Perhatikan teks berikut! Benca alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam dapat terjadi dinana pun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana alam. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana alam terutama gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Dari teks tersebut yang termasuk dalam definisi umum laporan adalah.... a. Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. b. Bencana alam dapat terjadi di manapun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia. c. Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana alam
d. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana e. Bencana alam di Indonesia, seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. 10. Teks laporan hasil observasi harus disajikan dengan menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Hal ini dilakukan untuk menghindari.... a. kesalahpahaman pembaca b. keterlibatan tokoh masyarakat c. kesalahan penulisan d. salah tafsir e. salah menguraikan pendapat/opini c. Asesmen Sikap Kriteria Penilaian - Aspek Tanggung Jawab NO Indikator Penilaian 1 Bersikap 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun) saatbertemu orang lain Kurang jika hanya 1 indikator yang muncul Cukup jika hanya 2 -3 indikator yang muncul Baik jika 4-5 indikator yang muncul Sangat baik jika 6-8 indikator yang muncul 2 Menghormati orang yang lebih tua 3 Mengucapkan terimakasih setelah mendapat bantuan 4 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan 5 Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya,dan gender 6 Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya 7 Menggunakan Bahasa yang baik saat menyampaikan pendapat 8 Menggunakan Bahasa yang baik saat menyanggah pendapat teman - Aspek Kerjasama NO Indikator Penilaian 1 Terlibat aktif dalam bekerja kelompok Kurang jika hanya 1 indikator yang muncul Cukup jika hanya 2 -3 indikator yang muncul Baik jika 4-5 indikator yang muncul Sangat baik jika 6-7 indikator yang muncul 2 Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan 3 Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan 4 Mampu berkomunikasi yang baik dengan rekan kelompok 5 Menjadi penengah jika terdapat perbedaan pendapat 6 Mampu mengarahkan teman-temannya 7 Menggunakan Bahasa yang baik saat menyanggah pendapat teman Rubrik Penilaian Sikap NO Nama Aspek yang Dinilai Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai Tanggung jawab Kerjasama
Petunjuk Penilaian Aspek perilaku dinilai dengan kritis: 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteriaContoh: 100 x 2 = 200 Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilaiContoh: 200 : 2 = 100 Kode nilai/ predikat: 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) d. Asesmen Pengetahuan Asesmen Formatif (terlampir) e. Asesmen Keterampilan Penilaian keterampilan peserta didik dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian aktivitas diskusi dan presentasi, sebagai berikut: Penilaian aktivitas diskusi Lembar Penilaian Aktivitas Diskusi NO Nama Aspek yang Dinilai Nilai Menguasai Materi Diskusi Mengolah Kata Keterangan: Skor 4 = Sangat baik 44 Skor 3 = Baik Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Pedoman Penilaian Keterampilan Diskusi Skor maksimum adalah 3 x 4 = 12 Untuk melihat skor, gunakan rumus dibawah ini: Skor = Skor yang diperolah Skor maksimum X 100 Penilaian aktivitas Presentasi Kelas : ………………………………………. Mata Pelajaran : ……………………………………….
Materi Pokok : ………………………………………. Alokasi Waktu : ………………………………………. Kelompok : ………………………………………. Nama Anggota : ………………………………………. Judul Presentasi : ………………………………………. NO Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor Maksimal Skor Perolehan 1 Penyajian Persiapan Penyampaian materi benar 2 Tata Letak Penempatan hasil pekerjaan baik Komposisi penyajian serasi 3 Sistematika Bahasa Penggunaan bahasa benar Tata bahasa benar 4 Sikap Presentasi Menjawab pertanyaan Cara menyampaikan menarik Penampilan rapi