KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah
memberikan kesehatan dan kesempatan kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan modul yang berjudul
“(Modul Bahasa Indonesia Teks Drama)”. Shalawat dan
salam kepada nabi Muhammad Saw.
Modul pada pembelajaran Bahasa Indonesia di
SMP/MTs ini merupakan bahan ajar yang digunakan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis
teks drama berbasis budaya bertutur minangkabau.
Semoga modul ini dapat memberi manfaat bagi siswa
dan guru. Mohon maaf jika masih terjadi kesalahan dan
kekurangan di dalam pembuatan modul ini. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi perbaikan modul ini di waktu yang akan
datang. Terima kasih.
Padang, 1 Juni
2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL....................................................... iii
PENDAHULUAN
A. Orientasi ............................................................................................. 1
MATERI
A. Pengertian Teks Drama......................................................................... 2
B. Fungsi Teks Drama............................................................................... 2
C. Unsur-unsur Teks Drama...................................................................... 3
D. Struktur Teks Drama............................................................................. 6
E. Kaidah Kebahasaan Drama .................................................................. 7
RANGKUMAN............................................................................................... 14
EVALUASI...................................................................................................... 16
REFERENSI.................................................................................................... 20
ii
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Bagi Siswa
Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain:
1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan
belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya
pada guru.
2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang
dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi
pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada
guru.
Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:
1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
2. Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa, dan
menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar.
3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok
iii
m
BAHAN AJAR TEKS
DRAMA
Satuan Pendidikan : SMP/MTs
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VIII
Semester : II (Genap)
Materi Pokok : Menulis Teks Drama
Kompetensi Inti
KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.16 Menyajikan drama 4.16.1 Mampu menjelaskan struktur dan unsur
dalam bentuk pentas atau sebuah teks drama dengan tepat.
naskah
4. 16.2 Mampu menulis teks drama sesuai struktur
1
dan kebahasaannya yang teritegrasi kearifan lokal “
kato nan ampek”
4.16.2 Memainkan peran (drama) sesuai dengan
naskah yang ditulis
Tujua Pembelajaran
Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menulis teks drama dengan benar sesuai
struktur dan kebahasaan yang terintegrasi kerifan lokan “ kato nan ampek” .
A. Orientasi
Ananda tentu tidak merasa asing lagi dengan sinetron atau film yang ada di televisi. Di media
massa ini, ananda mudah mendapatkan bergagai contoh teks drama. Kalau ingin mengenal lebih dekat
dengan teks tersebut, sesungguhnya dalam percakapan sehari-hari pun dengan mudah kamu
mendapatkannya.
Teks drama bertujuan untuk memberitahukan pembaca atau pendengar tentang suatu kejadian
atau peristiwa dengan sejelas-jelasnya melalui tingkah laku atau acting yang telah dilakonkan atau
dipentaskan. Teks drama berisi pesan-pesan khusus yang disampaikan kepada pendengarnya dari
lakon yang diperankan yang tentunya akan menambah pengetahuan Ananda.
Pada pembelajaran kali ini kita akan membahas tentang teks drama. Sebelum mempelajari teks
drama untuk lebih memudahkan ananda nantinya, silahkan ananda jawab pertanyaan berikut:
Tahukah kamu bahwa menyusun sebuah naskah drama bagian dari cara menyampaikan pikiran,
gagasan, dan juga pelajaran pada orang banyak? Apakah melalui naskah drama bisa diperkenalkan
dan dilestarikan budaya “kearifan lokal kato nan ampek” ?
Mudah-mudahan, setelah membaca, memahami, dan mengerjakan latihan-latihan dalam materi ajar ini
Ananda memahami bahwa struktur teks drama, unsur-unsur teks drama, tata cara penulisan teks
drama. Hal yang sangat penting juga dalam modul ini adalah Ananda mampu menyusun naskah
darama terintegrasi keraifan lokan “ kato nan ampek”. Hal itu akan menjadi salah satu cara untuk
melestarikan budaya Minang Kabau.
2
B. Materi
1. Tahap Penentuan Pertanyaan Mendasar
Mengawali pertemuan kita pada hari ini silahkan ananda menontoh pementasan drama pada link
berikut https://youtu.be/ZQfkGVq-fLQ
Pengertian Teks Drama
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ada banyak teks yang akan Ananda
pelajari, salah satunya adalah teks drama. Teks drama dapat kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari ketika membaca buku pelajaran atau internet. Teks drama
bermanfaat bagi kita untuk mendapatkan hiburan kepada kita dalam bentuk lakon
para tokohnya.
Nah, berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teks drama
adalah teks yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah
laku (akting) yang dipentaskan. Drama juga diartikan sebagai karya seni yang
dipentaskan. Ciri drama berupa cerita, bentuk dialog, dan bertujuan untuk
dipentaskan.
Sebelum kita mulai untuk memahami teks drama secara detail, alangkah
baiknya kita pahami dulu apa fungsi teks drama. Teks drama berfungsi untuk
memudahkan pemain/ pelakon dalam menghapal naskah atau skenario drama yang
akan dimainkan.
3
C. Unsur-Unsur Teks
Drama
Teks Drama dibentuk oleh unsur- unsur sebagai berikut!
A. Tema
Tema adalah ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama
Contoh: tema kesehatan pada contoh drama “Kesehatan Sang Ibu”
B. Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita.
Alur drama mencakupbagian-bagian 1) pengenalan cerita; 2) konflik awal; 3)
perkembangan konflik; dan 4) penyelesaian.
Contoh: drama “Kesehatan Sang Ibu” menggunakan alur maju, karena dimulai
dari pengenalan cerita, konflik, dan penyelesaian secara berurutan.
C. Penokohan
Penokohan merupakan cara pengarang di dalam menggambarkan karakter
tokoh. Penokohan berhubungan dengan tokoh dan watak atau karakternya.
Berdasarkan perannya, tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh pembantu.
1. Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi sentral cerita dalam
pementasan drama. Tokoh utama ditandai oleh beberapa hal, yaitu
paling sering mucul dalam setiap adegan, menjadi sentral atau pusat
perhatian tokoh-tokoh yang lain, kejadian-kejadian yang melibatkan
tokoh lain selalu dihubungkan dengan tokoh utama, dialog-dialog yang
dilibatkan tokoh lain selalu berkaitan dengan peran tokoh utama.
4
2. Tokoh pembantu adalah tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan
untuk mendukung jalan cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh
utama.
Dari segi perwatakannya, tokoh dan perannya dalam pementasan drama
terdiri dari empat macam, yaitu:
1) Tokoh Protagonis adalah tokoh yang memerankan tokoh yang baik.
2) Tokoh Antagonis yaitu tokoh yang menjadi lawan dari tokoh
protagonist yang cenderung memerankan erita yang menyebabkan
terjadinya konflik.
3) Tokoh Tritagonis adalah tokoh yang berperan sebagai tokohyang
menjadi penengah antara tokoh protagonist dan antagonis.
D. Dialog
Dalam sebuah dialog itu sendiri, ada tiga elemen yang tidak boleh
dilupakan, yaitu:
1. Tokoh adalah pelaku yang mempunyai peran yang lebih
dibandingkan pelaku-pelaku yang lain, sifatnya bisa protagonis atau
antagonis.
2. Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan
oleh tokoh cerita.
3. Kramagung adalah petunjuk prilaku, tindakan, atau perbuatan yang
harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung
dituliskan dalam tanda kurung (biasanya dicetak miring)
5
E. Latar
Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu. Penjelasan latar dalam
drama dinyatakan dalam petunjuk pementasan. Bagian itu disebut dengan
kramagung. Latar juga dapat dinyatakan melalui percakapan para tokohnya.
Dalam pementasannya, latar dapat dinyatakan dalam tata panggung ataupun
tata cahaya.
F. Bahasa
Bahasa merupakan media komunikasi antartokoh. Bahasa juga bisa
menggambarkan watak tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.
Apabila disajikan dalam bentuk pementasan, drama memiliki unsur lainnya,
yakni sarana pementasan, seperti panggung, kostum, pencahayaan, dan tata
suara.
G. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita dan
peran para tokoh drama.
Contoh: amanat dari contoh drama “Kesehatan Sang Ibu” adalah kesehatan
itu sangat mahal harganya, maka jagalah kesehatan sebelum sakit dan
mulailah dengan mengkonsumsi asupan yang bergizi serta menghindari
makanan instan atau cepat saji.
6
D. STRUKTUR TEKS DRAMA
Struktur drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun sebagai berikut:
A. Prolog
Merupakan pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah
drama atau sandiwara. Bagian ini biasanya disampaikan oleh tukang
cerita (dalang) untuk menjelaskan gambaran para pemain, gambaran
latar, dan sebagainya.
Contoh: warna biru pada contoh drama “Kesehatan Sang Ibu”
B. Dialog
Merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan
dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika yang
dihadapi, dan cara manusia dapat menyelesaikan persoalan hidupnya. Didalam
dialog tersaji urutan peristiwa yang dimulai dengan:
1) Orientasi adalah bagian awal cerita yang menggambarkan situasi yang
sedang atau sudah terjadi.
2) Komplikasi berisi konflik-konflik dan pengembangannya. Gangguan-
gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan
yang dialami tokoh utamanya. Pada bagian ini dapat diketahui watak
tokoh utama (protagonis atau antagonis)
3) Resolusi adalah bagian klimaks (turning point) dari drama, berupa
babak akhir cerita yang menggambarkan penyelesaian atas konflik-
konflik yang dialami para tokohnya. Resolusi haruslah berlangsung
secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan kejadian
sebelumnya.
7
C. Epilog
Adalah bagian terakhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti
sari cerita atau menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada
akhir cerita
8
E. KAIDAH KEBAHASAAN DRAMA
Kaidah kebahasaan teks drama sebagai berikut:
1) Berupa dialog (tuturan langsung)
2) Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog dan
epilognya, biasanya menggunakan kata ganti mereka. Sedangkan pada
bagian dialognya, kata ganti yang digunakan adalah kata orang pertama
dan kedua
3) Munculnya kata tidak baku
4) Kosa kata percakapan sehari-hari.
5) Konjungsi temporal
6) Kata kerja
7) Kata sifat
8) Kalimat seru
9) Kalimat perintah
10) Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menyankan sesuatu atau
seseorang.
F. KEARIFAN LOKAL “ KATO NAN AMPEK”
Kato nan ampek adalah salah satu bentuk kearifan lokal budaya Minang
Kabau yang berisi aturan yang mengikat putera dan puteri Minagn Kabau dalam
berkomunikasi dan mengungngkapkan pikirannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semakin halus pengahayatan seseorang terhadap “ kato nan ampek” ( kata yang
empat) ini, semakin bernilai pula keberadatan yang bersangkutan. Untuk
pembelajaran ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan karakter Ananda
semua. “ Kato nan ampek “ terdiri atas empat jenis. Kato adalah kata dan nan ampek
adalah yang empat.
Pertama, kato mandaki yaitu, cara berkomuniksai atau bertutur kata dengan
orang-orang yang lebih tua. Cara bertutur dengan orang yang lebih tua harus berkata
dengan sopan, lemah lembut, dan hormat. Kedua, kato malereang adalah cara
bertutur dengan orang yang dituakan secara adat. Berkomunikasi dengan orang yang
dituakan secara adat juga harus so[an dan hormat. Ketiga, kato mandata adalah cara
bertutur dengan teman sebaya. Berbicara dengan teman sebaya harus saling
menghargai, menjaga, tidak menyingg
9
Menyinggung perasaan orang lain. Keempat, kato menurun adalah cara bertutur
dengan orang yang lebih kecil. Berbicara dengan orang yang lebih kecil harus
lemah lembut, menunjukkan kasih sayang, dan memotivasi.
Menyusun Teks Drama
1) Teks dari karya yang sudah ada
Mengubah seluruh rangkaian cerita yang ada pada karya
novel, dongeng, cerpen atau biografi drama dalam bentuk
dialog. Ada tiga hal yang tidak boleh dilupakan yakni,
tokoh, wawancang dan kramagung.
2) Naskah Drama dengan Orisinilitas Ide
Naskah yang dibuat sendiri, berdasarkan imajinasi dan pengalaman
sendiri, sehingga hasilnya lebih orisinil. Langkah-langkahnya:
a. Menentukan topik
b. Menentukan tokoh yang terlibat didalamnya serta
karakternya.
c. Membuat kerangka alur, yang menarik dan tidak mudah
ditebak
d. Mengembangkan kerangka itu menjadi dialog-dialog dengan
memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya.
Pementasan karya sendiri
Pembedahan naskah
1) Reading adalah calon pemain membaca naskah agar
mengenal masing-masing peran
2) Casting yaitu melakukan pemilihan peran
3) Mendalami peran yang dimainka
4) Blocking yaitu sutradara mengatur teknis pentas.
5) Running, pemain menjalani latihan dengan lengkap
6) Gladi resik atau latihan terakhir sebelum pentas
7) Pementasan
10
Contoh teks drama
Judul : Malin Kundang
Pemeran : Malin Kundang, Mande (Ibu Malin), Rasyid, Saudagar, Putri
Naskah
Dahulu kala di suatu tempat bernama Pantai Air Manis, kota Padang, Sumatera
Barat, hiduplah seorang janda tua bersama dengan seorang anak lelakinya. Janda tersebut
bernama Mande Rubayah dan anak lelakinya yang bernama Malin Kundang. Malin telah
lama menjalani kehidupannya sebagai anak yatim sejak ia masih kecil. Mande bersama
dengan Malin telah lama menjalani hidup yang serba kekurangan dalam jeratan kemiskinan.
Hingga suatu ketika terbesit keinginan di dalam hati Malin untuk merubah nasib dirinya dan
ibunya agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. Waktu berlalu dan kini Malin telah
beranjak dewasa. Keinginan untuk keluar dari jeratan kemiskinan semakin kuat di dalam
hatinya. Hingga suatu ketika sebuah berita datang dari sahabat Malin yang bernama Rasyid.
Ia mengabarkan kepada Malin bahwa akan datang kapal besar yang akan berlabuh di pantai
air manis.
Rasyid :Assalamualaikum Malin.
Malin :Waalaikumsalam sahabatku Rasyid. Apa kabarmu kawan?
Rasyid :Alhamdulillah, aku sehat walafiat. Bagaimana denganmu?
Malin :Aku sangat sehat seperti yang kau lihat. Ada apa gerangan kedatanganmu
kali ini? Ada kabar baikkah yang kau bawa?
Rasyid :Tepat sekali. Aku membawa kabar gembira untukmu kawan. Malin:Kabar
gembira apakah itu?
Rasyid :Baru saja aku melihat kapal besar bersandar di pelabuhan pantai air manis.
Aku pikir kita berdua bisa ikut serta menumpang di kapal tersebut
sekembalinya dari tempat ini.
Malin :Maksudmu kita berdua akan pergi merantau?
Rasyid :tentu saja. Itu yang aku maksudkan. Kau tidak bosan hidup miskin seperti
ini? Bukankah engkau sangat ingin membahagiakan ibumu? Ayolah Malin,
ikutlah bersamaku!
Malin :Aku ingin, sangat ingin pergi. Tapi bagaimana dengan ibuku? Aku tak tega
meninggalkannya sendirian di kampung ini. Setidaknya aku harus berbicara
terlebih dahulu dengannya.
11
Rasyid :Baiklah, bicaralah dengan ibumu! Setelah kau mendapatkan restu ibumu,
temuilah aku! Kita akan pergi merantau bersama.
Malin :Baiklah, terima kasih kawan.
Malin pun bergegas pulang ke rumah untuk menemui ibunya dengan maksud
meminta restu kepergiannya untuk merantau. Setibanya di rumah :
Malin :Ibu, bolehkah aku pergi merantau ke negeri seberang? Aku ingin sekali
merubah nasib kita. Aku sangat ingin membahagiakan ibu.
Mande :Kenapa tiba-tiba sekali kau ingin pergi nak? Bagaimana dengan ibumu
ini?
Malin :Karena sebab itulah bu, Malin meminta restu ibu. Sebenarnya Malin tak
tega meninggalkan ibu di sini. Tapi Malin mohon, izinkanlah anakmu ini
pergi! Demi kebaikan kita berdua bu! Insya Allah Malin akan membuat
kehidupan kita lebih baik dari sekarang ini.
Mande :Sudah kau pikirkan masak-masak keinginanmu ini nak?
Malin :insya Allah bu, Malin sudah membulatkan tekad untuk pergi bersama
dengan Rasyid dengan menumpang kapal dagang yang saat ini tengah
bersandar di pelabuhan pantai itu.
Mande :Baiklah nak, jika keputusanmu sudah bulat. Pergilah nak! Tapi jangan kau
lupakan ibumu yang sudah tua ini. Pulanglah jika kau telah berhasil meraih
apa yang kau inginkan !
Malin :Malin tidak akan melupakan ibu. Malin pasti akan pulang dan membuat
ibu bahagia. Malin Janji Bu!
Mande :Baiklah nak, kalau itu sudah menjadi keputusanmu. Ibu tak akan
menahanmu di sini. Pergilah nak! Raihlah apa yang kau cita-citakan!
Malin :Terima Kasih Bu. Insya Allah Malin akan berangkat besok pagi bersama
dengan Rasyid.
Keesokan harinya Malin Kundang dan Rasyid bertolak menuju negeri seberang
dengan menumpang kapal besar bermuatan barang dagangan, Ibu Malin hanya bisa
pasrah merelakan kepergian putranya tersebut. Perjalanan Malin dan Rasyid pun berakhir
dan mereka sampai di tepat tujuan perantauan mereka. Setibanya di tanha rantau, mereka
beristirahat sejenak di sebuah warung makan.
Malin :Nah, selanjutnya apa Rasyid? Hendak kerja apa kita di sini?
Rasyid :Aku masih belum tahu. Kita harus terus berikhtiar mencari pekerjaan.
Tanpa mereka sadari, percakapan dua sahabat itu didengar oleh salah seorang
pengunjung warung lainnya yang tak lain adalah seorang saudagar kaya raya.
Saudagar :Hai anak muda, apa kalian hendak mencari pekerjaan? Kebetulan sekali,
saya sedang membutuhkan dua orang pekerja laki-laki yang kuat seperti kalian ini.
Apakah kalian bersedia?
Rasyid:Sungguhkah tuan? Apa kami bisa langsung bekerja dengan tuan?
12
Malin:Oh alangkah bersyukurnya hati saya, apabila tuan sudi menerima kami berdua
untuk bekerja di tempat tuan. Perkenalkan tuan, saya Malin Kundang dan ini sahabat
saya Rasyi. Kami datang dari jauh.
Saudagar:Baiklah Malin, Rasyid, kalian berdua ikut aku! Mulai besok kalian sudah
mulai bekerja. Sekarang kalian istirahat dulu di rumahku, nanti malam akan
kujelaskan apa yang harus kalian kerjakan esok hari.
Malin dan Rasyid:Baiklah Tuan.
Akhirnya Malin dan Rasyid ikut serta bersama dengan saudagar kaya
tersebut. Mereka tinggal di salah satu bilik di kediaman saudagar. Keesokan harinya
mereka berdua mulai bekerja. Waktu berlalu, Rasyid dan Malin telah lama bekerja
dengan saudagar. Tanpa mereka sadari, saudagar telah lama memperhatikan segala
gerak-gerik serta aktivitas mereka. Hingga saudagar meyadari satu hal bahawa Malin
lebih cekatan, ulet, rajin, dan cerdas dalam bekerja jika dibandingkan dengan Rasyid.
Karena beberapa alasan dan pertimbangan, akhirnya saudagar tak lagi
mempekerjakan Rasyid. Akhirnya Rasyid pun pulang ke kampung halamannya.
Suatu ketika datanglah putri saudagar ke tempat Malin bekerja. Ia bermaksud
untuk meninjau bisnis milik ayahandanya yang suatu saat nanti akan menjadi
miliknya. Setelah beberapa hari melakukan peninjaun terhadap bisnis perdagangan
ayahnya, putri tersebut pun diam-diam memperhatikan salah satu karyawan ayahnya
yang memiliki etos kerja yang berbeda dengan yang lainnya. Lama-kelamaan pun ia
mulai tertarik pada karyawan tersebut yang tak lain adalah Malin Kundang.
Putri:Ayah, siapakah gerangan karyawan itu? Nampaknya ia lebih memiliki etos
kerja yang baik dari karyawan lainnya.
Saudagar:Oh, anak muda itu bernama Malin Kundang. Memang ada apa?
Putri: Tidak ada apa-apa ayah.
Semenjak hari itu, putri saudagar semakin tertarik pada pemuda bernama
Malin Kundang. Ia diam-diam selalu memperhatikan dirinya. Tahun demi tahun pun
berlalu, Malin Kundang dipercaya oleh saudagar untuk memengang salah satu
cabang usaha. Selama cabang usaha itu dikelola oleh Malin, usaha saudagar semakin
berkembang pesat.
Karena kesuksesannya, Putri pun semakin jatuh hati pada Malin. Hingga
akhirnya Malin pun dinikahkan oleh saudagar dengan putri kesayangannya. Beberapa
bulan setelah hari pernikahan mereka, sang putri pun meminta suaminya untuk pergi
bertamasya. Akhirnya mereka berdua pergi ke suatu tempat bernama pantai air manis
yang tak lain adalah kampung halaman Malin. Setibanya di pantai air manis, ia
melihat sosok lelaki yang tak asing baginya. Lelaki itu tak lain adalah Rasyid,
sahabat lamanya.
13
Malin :Rasyid, kau kah itu?
Rasyid :Malin, wah ini benar engkau? Kau sudah sukses ya sekarang ini?
Malin :Ya, seperti yang kau lihat. Aku telah menikmati hasil jerih payahku. Kau
lihat wanita di sampingku ini! Ia adalah putri saudagar yang kini menjadi
istriku, cantik bukan?
Rasyid :Iya, kau sekarang telah menjadi orang hebat Malin, aku kagum.
Malin :Sudah ya, aku mau pergi jalan-jalan dulu bersama istriku yang cantik ini.
Rasyid :Tentu kawan, bersenang-senanglah!
Mengetahui Malin telah pulang ke kampung halamannya, Rasyid pun bergegas
menemui Mande untuk mengabarkan bahwa anaknya telah kembali.
Rasyid :Mak, cepatlah kau pergi ke tepian pantai. Malin anakmu telah kembali
mak!
Mande :Sungguhkah Nak? Yang kau katakan itu bukanlah dusta kan?
Rasyid :Sungguh mak, buat apa saya membohongi emak.
Mande :Rasyid, Kau temani emak ke pelabuhan sekarang!
Rasyid :Baiklah mak.
Mande dan Rasyid bergegas menuju tepian pantai. Berharap Malin masih berada di
sana dan belum beranjak kemana-mana. Rupaya benar, Malin bersama istrinya masih
berada di tepian pantai air manis. Ia terlihat edang beristirahat sejenak sambil menikmati
indahnya deburan ombak tepi pantai.
Mande:Malin, kah kah itu nak? (teriak mande sambil berlari)
Putri:siapakah wanita tua itu kanda? Sepertinya ia mengenalmu.
Malin:Tak tahulah, mungkin pengemis yang mengaku-ngaku mengenal diriku.
Mande:Alhamdulillah nak, kau terlihat sangat sehat. Kapan kau datang Malin? Kenapa
kau tak mengabari ibumu terlebih dahulu?
Putri:Kanda, apakah wanita tua ini adalah ibumu?
Melihat ibunya yang datang dari kejauhan , berlari menghampirinya dengan
pakaian comapng-camping, Malin pun merasa sangat malu. Terlebih terhadap istrinya.
Malin :Hei perempuan tua! Siapakah kau ini? Aku tak pernah punya ibu seburuk
engkau. Berhentilah berpura-pura mengaku sebagai ibuku! (teriak Malin
sambil menunjuk-nunjuk wajah ibunya)
Mande :Malin, ini ibumu nak. Sudah lupakah engkau? Aku yang mengandung,
melahirkan, menyusui, dan membesarkan engkau nak.
Malin :Enyahlah kau pengemis! Kau bukan ibuku!
Mendengar kata-kata Malin, Mande pun menangis menahan kesedihan yang luar
biasa. Ia pun pergi meninggalkan Malin dan istrinya. Mande tersungkur ke tanah sambil
menengadah tangan ke atas.
Mande :Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan puteraku Malin? Kenapa ia berubah
setelah sekian lama? Jika memang ia bukanlah anakku, maka maafkanlah
ia. Tapi jika ia adalah putera kandungku, maka hukumlah ia.
Tiba-tiba terdengar gemuruh di tengah lautan, disebuah kapal yang dinaiki oleh
Malin dan istrinya. Kilat menyambar-nyambar, badai semakin kuat, dan kapal besar pun
terguling.
14
Malin :Kenapa bisa begini? Badai tiba-tiba datang. Ini sangat aneh. Istriku, kau
baik-baik saja?
Putri :Kanda, sebenarnya apa yang terjadi.
Malin :Aku sungguh tak mengerti dinda. Alam sepertinya marah pada kita.
Seketika kilat dengan kekuatan sambaran yang luar biasa menyambar tubuh
Malin. Tiba-tiba ia berubah menjadi batu. Ia berteriak sekencang-kencangnya sebelum
akhirnya ia menjadi sebuah batu yang tersungkur seperti bersujus. Malin
Kundang:Ampuni aku ibu, maafkan aku yang telah durhaka padamu. (sembari
tersungkur dalam sujudnya) Akhirnya Malin pun berubah menjadi batu.
Tahap Critical Thingking:
1. Jelaskan struktur dari Teks Drama ?
2. Apa saja yang harus ada dalam penulisan dialog ?
3. Jelaskan apa saja unsur penting yang terdapat dalam sebuah drama ?
4. Temukan kato nan ampek yang terdapat dalam teks drama di atas!
15
Rangkuman
1. Teks drama adalah teks yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia
melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan. Drama juga diartikan sebagai
karya seni yang dipentaskan. Ciri drama berupa cerita, bentuk dialog, dan
bertujuan untuk dipentaskan.
2. Fungsi teks drama untuk memudahkan pemain/ pelakon dalam menghapal naskah
atau skenario drama yang akan dimainkan.
3. Unsur-unsur yang terdapat dalam teks drama
Tema
Amanat
Alur
Penokohan
Dialog
Latar
Bahasa
4. Struktur teks drama
a) Prolog
b) Dialog
- Orientasi
- Komplikasi
16
6) Menulis naskah drama
Teks drama dari karya yang sudah ada
Naskah drama dengan orisinilitas ide
Pementasan karya sendiri
- Pembedahan naskah
- Reading
- Casting
17
EVALUASI
Bagaimana Ananda? Bisa dipahami teori tentang teks
drama? Agar pemahamannya lebih meningkat, mari kita belatih
menyusun drama satu babak! Perhatikan aturan berikut ini!
1. Tulislah teks drama berdasarkan pengalaman sendiri atau
diambil karya ( cerpen) yang sudah ada!
2. Drama yang ditulis dalam kelompok dengan anggota
maksimal 5 orang.
3. Drama bertemakan” persahabatan”
4. Dalam drama tersebut tergambar penggunaan bahasa
“kato nan ampek” ( kato mandaki, malereng, , mendatar,
dan menurun)
5. Dalam naskah tersebut jangan dipaksakan keempat
langgam kata itu yang masuk, boleh hanya tiga.
6. Drama diketik di kerta A4 dengan tulisan times new roman
ukuran 12 dan spasi 1,5!
Tahap Menyusun Jadwal
Buatlah sebuah naskah drama satu babak dengan memperhatikan hal berikut:
1. Naskah dibuat secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5
Orang.
2. Naskah drama ditulis dengan tema Persahabatan, atau Kasih sayang Orang
tua.
3. Naskah ditulis dengan memperhatikan penggunaan budaya bertutur
“Kato nan Ampek” di Minangkabau.
4. Naskah Diselesaikan dalam waktu seminggu(7 hari) atau ( 3 kali
pertemuan) sesuai jadwal berikut.
18
NO RENCANA JADWAL KEGIATAN Rencana Hasil
1. Pertemuan 1
2. Pertemuan 2 Siswa dalam kelompok Maing-masing
3. Pertemuan 3 memilih topik dan kelompok sudah
menyusun kerangka serta menghasilkan
draf kerangka dan draft
Siswa melakukan revisi Draft sudah direvisi
dalam kelompok terhadap atau diedit untuk bisa
draft yang sudah dihasilkan difinalkan
Siswa dalam kelompoknya Naskah drama
menfinalkan hasil revisi bertemakan
draft yang sudah Persahabatan
didiskusikan dalam terselesaikan oleh
ke;ompok siswa dalam
kelompoknya yang
berisi kearifan lokal “
kato nan ampek”
Tahap Monitoring Tingkat Kinerja
No Kriteria Skor
1 Kedisiplinan
2 Tanggung Jawab 32 1
3 Kerjasama
4 Kemandirian
19
Tahap menguji hasil
Presentasikan naskah drama satu
babak yang sudah Ananda tuliskan di
depan kelas.
PENILAIAN
Rubrik Penilaian Menulis Teks Drama
No Kriteria Bobot Tingkat Kinerja Skor
1 Judul 2
2 Isi 3 1
Apabila judul Apabila judul Apabila siswa
a. Alur cerpen siswa cerpen sesuai tidak mampu
sesuai tema, tema, pendek, menuliskan
b. Latar pendek, dan tetapi tidak judul cerpen
menarik. menarik.
Apabila siswa Apabila siswa Apabila siswa
mampu mampu tidak mampu
menarasikan menarasikan menarasikan
alur cerita mulai alur cerita dari alur cerita dalam
dari pengenalan pengenalan cerpen
situasi cerita situasi cerita
sampai sampai Apabila siswa
penyelesaian munculnya tidak mampu
masalah, dan permasalahan mendeskripsikan
menunjukkan latar dalam
hubungan sebab Apabila siswa cerita
akibat mampu
Apabila siswa mendeskripsikan
mampu latar tempat, dan
mendeskrpsikan waktu dalam
latar tempat, cerita
suasana dan
waktu dalam
cerita
20
c. Watak dan Apabila siswa Apabila siswa Apabila siswa
tokoh mampu mampu tidak mampu
menggambarkan menggambarkan menggambarkan
3 Kemempuan siswa tokoh dan tokoh dan
mendayagunakan perwatakannya perwatakannya tokoh dan
kebahasaan dalam dengan cukup perwatakannya
menulis teks Apabila siswa baik
drama yang menggunakan 3 Apabila siswa Apabila siswa
meliputi budaya bertutur menggunakan 2 tidak
a. Penggunaan Minangkabau atau 1 budaya menggunakan 3
kata mandaki (kata mendaki, bertutur budaya bertutur
b. Penggunaan kata mendatar, Minangkabau Minangkabau
kata mendatar kata menurun) (kata mendaki, (kata mendaki,
c. Peggunaan dalam menulis kata mendatar, kata mendatar,
kata menurun teks naskah kata menurun) kata menurun)
drama satu babak dalam menulis dalam menulis
teks naskah drama teks naskah drama
satu babak satu babak
4 Penyelesaian Tugas Menyelesaikan Menyelesaikan Menyelesaikan
tugas proyek tugas proyek tugas proyek
dalam waktu dalam waktu yang dalam waktu yang
yang ditetapkan ditetapkan (7 hari) ditetapkan (7 hari)
(7 hari). terlambat 2 hari. terlambar lebih
dari 2 hari.
Kriteria Penilaian:
3 = Lengkap
2 = Kurang Lengkap
2 = Tidak Lengkap
Bobot penilaian:
Jika siswa menulis lengkap
Jika siswa menulis kurang lengkap
Jika siswa menulis tidak lengkap
Skor maksimal :
Nilai : Skor maksimal
21
REFERENSI
Alwi, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Atmazaki. 2005. Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: Yayasan Citra
Budaya Indonesia.
................2006. Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Yayasan
Citra Budaya Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kosasih. 2017. Draft Buku Guru, Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTS.
Jakarta:Kemdikbud.
Kosasih. 2017. Draft Buku Siswa, Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTS.
Jakarta:Kemdikbud.
Nursaid.2014. “Urgensi Reorientasi Penyiapan Guru Bahasa Indonesia untuk
Mengimplementasikan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis
Genre Teks “Makalah disajikan dalam Seminar InternasionalBahasa,
Sastra dan Pembelajarannya”. Padang Teater Tertutup FBS UNP:20
Maret 2014.
22