Sekolah sebagai lembaga pendidikan berfungsi mendidik dan melatih serta membina generasi muda sebagai tunas bangsa, sehingga setiap Sekolah memerlukan suatu kondisi yang aman, nyaman, tertib, disiplin, penuh suasana keakraban dan kekeluargaan sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Upaya untuk mendidik anak menjadi seorang yang beriman, disiplin, jujur, demokratis, bertanggung jawab, ber-etika (sopan santun), serta memiliki jati diri yang berakar dari kepribadian Kristus dan berbudi luhur mencintai budaya bangsa yang terwujud nyata dilingkungan Sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hal ini harus dimulai sejak usia dini serta berkelanjutan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, maka sekolah menetapkan suatu tata tertib dan kode etik warga sekolah melalui keputusan Rapat Kerja Tahunan yang diputuskan di Bogor, 3 Mei 2019 dan terus melalui pembaharuan tahun demi tahun demi terwujudnya Peserta Didik yang memenuhi visi Sekolah. Dengan adanya pedoman ini diharapkan semua yang terkait dengan SMTK Bethel Jakarta dapat memahami dan mentaati semua peraturan atau ketentuan yang telah dibuat. Akhirnya, kepada semua yang terkait dengan SMTK Bethel Jakarta, atas nama Kepala Sekolah, kami mohon kerja samanya dalam pelaksanaan Buku Pegangan Peserta Didik ini, sehingga kelangsungan dan keberadaan sekolah akan berkembang serta semakin baik ditahun-tahun mendatang. Jakarta, 3 Mei 2019 SMTK Bethel Jakarta Dr. J.F.Tony Wattimena, M.Th Kepala Sekolah “ ” SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH Dr. J.F Tony Wattimena
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 1 1970 Sekolah Berdiri Awal PGAK/P 1993 BAB I PENDAHULUAN SEJARAH SMTK Bethel Jakarta diawali dengan pendidikan Guru Agama Kristen/Protestan (PGAK/P) Bethel Jakarta sejak 1970 s.d 1990. Berdasarkan peraturan pemerintah No.I/53/1332/1990 yang mengalihfungsikan SPG/SGO termasuk Pendidikan Guru Agama Kristen (PGAK/P) ke jenis sekolah lain, maka PGAK/P dialihfungsikan menjadi Sekolah Menengah Teologi Bethel Jakarta, dan dengan adanya peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, No. 14 tahun 2005 mengenai Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) serta Ujian Negara. SMTK Bethel Jakarta, lembaga pendidikan tingkat menengah (setara dengan SMA) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dengan pemadatan Kurikulum yang memadukan pengetahuan umum dan keagamaan, bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang akan menjawab tantangan zaman, multiple intelektual, secara khusus menghasilkan pribadi unggul-berkualitas yang menghidupi nilai-nilai Kristus didalamnya. Oleh karena anugerah Tuhan, SMTK Bethel Jakarta telah terakreditasi oleh BAN-SM Sesuai Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 28 November 2018 dengan SK Nomor: 288/BANSM-P/DKI/2018, SMTK Bethel Jakarta Terakreditasi A Unggul, dan menjadi satu-satunya SMTK yang memperoleh predikat "A" (Unggul) se-Indonesia sejak tahun 2018. CORE VALUE Knowledge, Spirituality, Character.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 2 VISI Mempersiapkan Generasi Muda Menjadi Peserta Didik yang Berkualitas Seperti Kristus. MISI 1) Melengkapi generasi muda Kristiani dengan pengetahuan teologi dan umum yang berkualitas. 2) Membina generasi muda Kristiani menjadi pribadi unggul, dewasa, dan bertanggung jawab. 3) Melatih generasi muda Kristiani untuk mengaktualisasikan iman dan pengetahuan. 4) Mengembangkan potensi diri di tengah tantangan hidup masa kini. 5) Mengamalkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. PROFIL LULUSAN PESERTA DIDIK 1) Memiliki karakter Kristus. 2) Memiliki pengetahuan teologi dan umum yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dalam pendidikan tinggi dan dunia kerja. 3) Berkepribadian dewasa dan bertanggung jawab sehingga mampu memimpin diri sendiri dan orang lain. 4) Terampil dan kreatif dalam semua bidang pelayanan gereja. 5) Memiliki keterampilan berkomunikasi di tengah masyarakat. 6) Pribadi yang bekerja keras, kerja cerdas, kerja kreatif, dan kerja sama. 7) Pro-aktif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 8) Memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. JANJI PESERTA DIDIK Kami, Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta berjanji: 1) Percaya dan Taat kepada Tuhan Yesus Kristus. 2) Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3) Menjunjung tinggi semboyan kami “SERVIRE CUM VIRTUTE SPIRITUS SANCTI”. 4) Menghidupi Core Value SMTK Bethel Jakarta : “KNOWLEDGE, SPIRITUALITY, & CHARACTER”. 5) Mematuhi segala peraturan dan tata tertib Sekolah. 6) Patuh serta taat kepada Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Orang Tua. 7) Saling menghormati dan menghargai seluruh teman. 8) Disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. 9) Menjaga kerapian, kesopanan dalam berpakaian serta santun dalam ucapan dan perbuatan. 10) Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Sekolah. 11) Belajar dengan tekun serta bersemangat tinggi untuk meraih prestasi.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 3 LOGO Bentuk Logo milik SMTK Bethel Jakarta adalah : Adapun pengertian Logo tersebut adalah : 1. Salib Melambangkan percaya kepada Yesus Kristus yang mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia. 2. Burung Merpati Melambangkan dari Roh Kudus yang membimbing, menghibur, menolong orang percaya. 3. Buku Melambangkan Alkitab, Firman Tuhan yang menjadi pedoman hidup orang percaya. 4. Padi Melambangkan kehidupan yang diberkati/sukses. 5. Kapas Melambangkan umat yang bersatu. 6. Bintang Sebuah cahaya, seperti cahaya yang dipancarkan oleh Tuhan kepada setiap manusia 7. Segilima Melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia dan landasan pendidikan di bumi Indonesia. 8. Tulisan Tulisan Sekolah Menengah Teologi Kristen Bethel, SMTK, dan Jakarta melambangkan identitas sekolah. Kesimpulan Logo SMTK BETHEL JAKARTA adalah : SMTK Bethel Jakarta mendasarkan seluruh pelaksanaan pendidikan kepada anugerah salib Kristus dibawah bimbingan Roh Kudus dan Alkitab seperti cahaya Kristus yang dipancarkan kepada setiap manusia. Sebagai dasar pengajaran yang benar untuk mencapai tujuan kehidupan yang bersatu dan sukses sebagai tubuh Kristus di negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 4 HYMNE & MARS SEMINARI BETHEL JAKARTA SMTK Bethel Jakarta berada dalam 3 unit pendidikan di bawah Yayasan Bethel Indonesia Cabang Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Seminari Bethel Jakarta. Memiliki lagu Hymne & Mars seperti di bawah ini : HYMNE SEMINARI BETHEL JAKARTA VERSE 1 Junjunglah Almamatermu Tunjukkan Baktimu Seminari Bethel Kita Wadah Tugas Mulia VERSE 2 Kobarkanlah S'mangat Juangmu P'nuhi Panggilan-Nya Menangkan Jiwa-Jiwa Bersatu Roh-Nya Membimbingmu CHORUS Paculah Prestasi Bersama Berdoa, Bekerja Amalkanlah Ilmumu Untuk Nusa Bangsa Seminari Bethel Menantimu Ladang T'lah Menguning Angkat Panji Salib-Nya Melangkah Majulah! MARS SEMINARI BETHEL JAKARTA VERSE 1 Kobarkanlah Semangat Dan Tekad Studimu Untuk Nusa Bangsa Seminari Bethel Wadah Kita 'Tuk Mengejar Cita Mulia VERSE 2 Jadilah Pelayan, Pendidik Indonesia Berwawasan Injil-Nya Karya Kuasa Roh Kudus Jaya Laskar-Nya CHORUS Berdoa, Bekerja Semboyan Kita Semua Tuaian Telah Menanti Seminari Bethel Siapkan Penuainya Maju Berjuang
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 5 KARTU PELAJAR Setiap calon Peserta Didik yang telah lulus dalam Ujian Saringan Masuk dan telah menerima pengumuman kelulusan dinyatakan sah menjadi Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta. Peserta Didik ini akan menerima kartu pelajar yang akan diterima setelah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) usai. Kartu ini merupakan atribut milik SMTK Bethel Jakarta dan tidak dapat dipindahtangankan. Adapun kegunaan dari kartu pelajar ini adalah : 1. Sebagai tanda pengenal atau kartu identitas peserta didik SMTK Bethel Jakarta. 2. Sebagai sarana untuk mengakses Perpustakaan. 3. Sarana untuk memudahkan dalam pemesanan tiket atau untuk mendapatkan penawaran-penawaran khusus dari badan atau Lembaga lain. 4. Salah satu persyaratan untuk menerima pembebasan biaya Pendidikan saat akan melanjutkan ke STT Bethel Jakarta. Contoh Kartu Pelajar (Bagian Depan) : Contoh Kartu Pelajar (Bagian Belakang) :
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 6 BAB II PERATURAN DAN TATA TERTIB Tujuan peraturan Sekolah ialah: 1) Menciptakan dan menjamin suasana belajar yang kondusif. Tata tertib di Sekolah, baik di kelas maupun dalam semua kegiatan merupakan syarat mutlak bagi hidup dan kelancaran proses belajar mengajar di Sekolah. 2) Membentuk karakter. Pembentukan karakter akan terlaksana apabila tingkah laku dilandaskan pada asas-asas yang benar dan peraturan yang berlaku. Semangat kejujuran, keterbukaan dan disiplin harus menjiwai kesanggupan menaati peraturan-peraturan Sekolah. Dalam menaati peraturan Sekolah para Peserta Didik hendaknya didorong oleh kesadaran diri dan rasa hormat serta terima kasih kepada Orang Tua dan guru, rasa tanggung jawab terhadap sesama Peserta Didik dengan membina suasana semangat belajar yang baik sebagai pribadi sosial, dan rasa ikut bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Peraturan di SMTK Bethel Jakarta telah disusun dan diatur dalam dokumen buku Pegangan Peserta Didik ini. Peserta Didik yang melanggar tata tertib sekolah akan dikenakan sanksi dalam bentuk bobot poin sesuai dengan jenis pelanggarannya. Saat awal diterima masuk Sekolah, Peserta Didik seluruhnya diberikan poin sebanyak 100 yang berlaku selama 3 (tiga) tahun masa belajar. Poin ini akan berkurang apabila Peserta Didik melakukan pelanggaran, hingga poin habis (0) maka Peserta Didik tersebut akan dikembalikan kepada orang tua (dikeluarkan dari Sekolah). Bobot poin tersebut berlaku selama Peserta Didik belajar di Sekolah dan dan menjadi salah satu kriteria untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus tidaknya Peserta Didik. I. TATA TERTIB UMUM A. Proses Belajar-Mengajar Semua Peserta Didik harusnya menunjukkan keinginan dan mengupayakan segala usaha dan daya belajar yang maksimal disertai rasa tanggung jawab yang besar dalam menuntut ilmu. Peserta Didik wajib mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian, menjaga suasana pembelajaran dengan tertib dan tenang. Pembagian Waktu Pembelajaran Proses Belajar Mengajar di SMTK Bethel Jakarta diatur sebagai berikut * * * Chapel diadakan setiap hari Rabu bersama dengan unit pendidikan lain di Seminari Bethel Jakarta; Lima menit sebelum Jam Pelajaran 1, 3, 5, 7, dan 9 (Ekstrakurikuler), Peserta Didik wajib sudah harus siap dan menunggu di dalam kelas; Janji Peserta Didik wajib diucapkan setiap hari Senin.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 7 WAKTU KEGIATAN (Senin & Jumat) WAKTU KEGIATAN (Selasa s.d Kamis) 07.00 - 07.15 Doa Pagi 07.00 - 07.15 Doa Pagi 07.15 - 08.00 Upacara/Senam 07.15 - 08.00 Jam Pelajaran 1 08.00 - 08.45 Jam Pelajaran 1 08.00 - 08.45 Jam Pelajaran 2 08.45 - 09.30 Jam Pelajaran 2 08.45 - 09.30 Jam Pelajaran 3 09.30 - 10.15 Jam Pelajaran 3 09.30 - 10.15 Jam Pelajaran 4 10.15 - 10.30 Istirahat 10.15 - 10.30 Istirahat 10.30 - 11.15 Jam Pelajaran 4 10.30 - 11.15 Jam Pelajaran 5 11.15 - 12.00 Jam Pelajaran 5 11.15 - 12.00 Jam Pelajaran 6 12.00 - 12.45 Jam Pelajaran 6 12.00 - 12.45 Istirahat 12.45 - 13.30 Istirahat 12.45 - 13.30 Jam Pelajaran 7 13.30 - 14.15 Jam Pelajaran 7 13.30 - 14.15 Jam Pelajaran 8 14.15 – 15.45 Jam Pelajaran 8 14.15 – 15.45 Jam Ekskul 15.45 – 16.15 Bimb. Konseling 15.45 – 16.15 Jam Ekskul B. Keterlambatan 1. Peserta Didik dinyatakan terlambat apabila tiba di ruang kelas melewati pukul 07.00 WIB. 2. Peserta Didik yang datang terlambat dengan alasan apapun tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melaporkan diri kepada Tata Usaha, dan menerima ”Kartu Izin Masuk Kelas.” Kartu Izin ini selanjutnya diberikan kepada Bapak/Ibu guru yang bersangkutan pada jam pembelajaran di kelas, selanjutnya adalah hak guru tersebut sepenuhnya untuk memperbolehkan Peserta Didik tersebut masuk atau tidak. 3. Keterlambatan dikenai pengurangan poin sebanyak 5 Poin. 4. Tidak lapor diri saat terlambat dikenai pengurangan poin sebanyak 15 poin. C. Hal Dikelas. 1. Setiap pagi sebelum masuk kelas, Guru akan menyambut Peserta Didik sebelum memasuki kelas dengan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, & Santun), Peserta Didik-pun akan melakukan hal yang sama. 2. Setelah bunyi bel tanda masuk yang pertama berbunyi, semua Peserta Didik harus masuk kedalam kelas, kemudian ketua kelas mengisi Buku Daftar Hadir Kelas. 3. Peserta Didik tidak diperkenankan menunggu kedatangan guru di luar kelas. Hal ini bertentangan dengan sopan santun, rasa hormat, dan kesiapan mengikuti pembelajaran. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 5. 4. Pada waktu pergantian jam pelajaran atau pada waktu menunggu kedatangan Bapak/Ibu Guru, para Peserta Didik memastikan keadaan kelas tetap bersih, tenang, dan posisi kursi teratur di dalam kelas, agar tidak mengganggu kelas-kelas lain.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 8 5. Selama Sekolah berlangsung para Peserta Didik tidak diperkenankan meninggalkan lingkungan Sekolah, pulang ke rumah tanpa izin, atau berada di kamar asrama. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 10. 6. Bila Seorang Guru Tidak Ada (Jam Kosong) : a) Ketua kelas segera melapor ke Wali Kelas kemudian Peserta Didik akan diberi tugas, digantikan dengan jam pelajaran lain, atau yang pengaturan lainnya. b) Tetap tenang di kelas agar tidak mengganggu kelas-kelas lain. c) Tidak dibenarkan ketua/Peserta Didik lainnya menentukan sendiri guru pengganti, berkegiatan sendiri, atau menentukan pulang. 7. Peserta Didik yang karena hal memaksa harus meninggalkan Pelajaran : a) Jika sakit, Peserta Didik wajib meminta surat keterangan meninggalkan Sekolah yang ditandatangani oleh Wali Kelas. Pada hari Peserta Didik tersebut masuk Sekolah lagi diharuskan membawa surat keterangan dari Orang Tua dan atau surat dokter. b) Jika Izin, maka Peserta Didik wajib meminta surat keterangan meninggalkan Sekolah, surat ini terdiri dari 2 (dua) rangkap, 1 rangkap ditinggalkan dikelas, dan 1 (satu) rangkap dibawa pulang untuk ditandatangani oleh Orangtua/Wali. Pada waktu masuk Sekolah kembali surat keterangan meninggalkan Sekolah yang sudah ditandatangani oleh Orang Tua tersebut harus diserahkan kepada Tata Usaha. c) Dikeluarkan oleh Guru dari kelas, Peserta Didik wajib menghadap Wali Kelas dan menerima sanksi. 8. Berikut poin-poin yang mengatur terkait kehadiran Peserta Didik Sekolah: a) Tidak hadir tanpa keterangan, pengurangan poin 10. b) Tidak hadir dengan membuat keterangan palsu, pengurangan poin 10. c) Keluar ketika proses belajar berlangsung dan tidak kembali sampai dengan waktu sekolah usai, pengurangan poin 10. d) Tidak mengikuti jam pelajaran tertentu, pengurangan poin 5. e) Tidak ikut upacara bendera, kegiatan ibadah, senam dan Kegiatan lainnya yang diselenggarakan wajib oleh Sekolah, pengurangan poin 5. 9. Sekolah sangat mengharapkan Orang Tua/Wali memberitahu Wali Kelas sesegera mungkin apabila anaknya berhalangan masuk Sekolah paling lambat Pukul 07.30 Wib. Jika tidak ada informasi dari Orangtua/Wali lebih dari waktu tersebut maka Peserta Didik dinyatakan Alpa. 10. Para Peserta Didik di bawah pimpinan ketua kelas bertanggung jawab atas ketertiban, keutuhan dan kebersihan ruang kelas. Setiap Peserta Didik dilarang makan di kelas (selama jam belajar), dilarang membuang sampah di dalam kelas. Apabila melanggar akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 3 poin. 11. Tidak diperkenankan mengganti baju di dalam kelas, terutama pada jam pelajaran olah raga. Pergantian baju hanya dapat dilakukan di toilet Sekolah. Apabila melanggar akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 3 poin
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 9 D. Pelaksanaan Penilaian 1. Ujian di SMTK Bethel Jakarta disebut dengan sebutan “Penilaian”, rutin dilaksanakan setiap periodenya yang terdiri dari: a) Penilaian Harian (PH); b) Penilaian Tengah Semester (PTS); c) Penilaian Akhir Semester (PAS); d) Penilaian Akhir Tahun (PAT); e) Asesmen Sekolah (AS). 2. Berikut penjelasan tentang Penilaian di atas : a) Penilaian Harian (PH), adalah proses kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi secara periodik untuk menilai kompetensi Peserta Didik. b) Penilaian Tengah Semester (PTS), adalah penilaian yang dilakukan pada tengah semester, biasanya dilaksanakan pada bulan September dan Februari-Maret, sesuai Kalender Pendidikan yang berlaku. c) Penilaian Akhir Semester (PAS), adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir Semester Ganjil, biasanya pada bulan Desember, sesuai Kalender Pendidikan yang berlaku. d) Penilaian Akhir Tahun (PAT), adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir Semester Genap untuk kenaikan kelas. Biasanya pada bulan Juni, sesuai Kalender Pendidikan yang berlaku. e) Asesmen Sekolah (AS), adalah ujian yang biasanya diberikan kepada Peserta Didik kelas XII, sebagai ujian pada tingkat akhir. 3. Setiap Peserta Didik wajib mengikuti seluruh penilaian tersebut diatas dengan mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti ketentuan dasar yang diberlakukan oleh guru mata pelajaran serta pelunasan biaya pendidikan yang telah ditetapkan oleh Sekolah. 4. Peserta Didik wajib menggunakan “kartu tanda pelaksanaan ujian” sebagai bukti telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian. Kartu tanda pengenal (name tag) ini akan dibagikan satu minggu sebelum ujian (penilaian) berlangsung, dan harus dikembalikan lagi kepada Tata Usaha pada hari terakhir ujian usai. 5. Jika tanda pengenal tersebut tertinggal maka Peserta Didik wajib melapor kepada Tata Usaha agar diberikan surat izin mengikuti ujian. Surat ini hanya diberikan satu kali saja bagi satu orang Peserta Didik, untuk alasan selanjutnya dikenai denda. 6. Peserta Didik yang kehilangan kartu tanda pengenal ini akan dikenai denda dengan biaya penggantian kartu sebesar Rp. 50.000,- 7. Peserta Didik yang tidak dapat mengikuti Ujian dengan alasan yang telah diketahui oleh Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran maka Peserta Didik wajib mengikuti susulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di poin Penilaian Susulan.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 10 8. Peserta Didik yang nilainya tidak memenuhi KKM (Kriteria Kelulusan Minimal), memiliki hak untuk meminta remedial dengan menemui Guru Mata Pelajaran dan dijadwalkan untuk mengikuti Remedial. 9. Peserta Didik yang kedapatan menyontek atau memberi contekan, berbuat curang waktu pelaksanaan penilaian maka lembar jawaban akan diambil dan wajib melakukan ujian ulang. Peserta Didik akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 50 poin. 10. Penilaian Susulan. a) Setiap Peserta Didik yang karena alasan sakit atau alasan lain yang diketahui oleh Wali Kelas/ Tata Usaha tidak mengikuti ulangan, baik yang berlangsungnya diumumkan sebelumnya atau mendadak, dapat mengikuti ulangan susulan setelah melapor ke Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran. b) Ulangan susulan dilaksanakan di ruang kelas yang kosong setelah pulang Sekolah. Apabila seorang Peserta Didik lalai menempuh ulangan susulan, atau tidak diberi izin menempuh ulangan susulan, ia akan dianggap gagal dan akan diberi nilai nol. Peserta Didik yang tidak diberi ijin ulangan susulan antara lain : Peserta Didik yang kabur atau membolos. Peserta Didik yang datang terlambat tanpa pemberitahuan jelas. Peserta Didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan (Alpa). E. Pekerjaan Rumah (PR) 1. PR sebaiknya tidak ditunda, sediakan waktu sekurangnya 2,5–3 jam sehari untuk belajar dan membuat Pekerjaan Rumah (PR). 2. Orang Tua/Wali sangat diharapkan mendampingi anaknya supaya PR dikerjakan dengan teliti dan teratur. 3. Dilarang mencetak/print PR di Kantor Sekolah. Tersedia jasa print di ruang OSIS dan hanya akan dilayani selain jam pembelajaran. 4. Dilarang mengerjakan PR di Sekolah dan saat jam pelajaran berlangsung. 5. Peserta Didik yang tidak mengerjakan PR maka akan diberikan sanksi oleh guru mata pelajaran. 6. Peserta Didik yang melanggar poin 3, 4, dan 5 maka akan dikenakan pengurangan poin 3. F. Pengumpulan Telepon Genggam (Handphone). 1. Seluruh handphone yang dimiliki oleh Peserta Didik wajib dikumpulkan oleh masing-masing ketua kelas kepada Wali Kelas sebelum jam pelajaran dimulai dan akan dikembalikan pada saat jam pelajaran telah usai. Peserta Didik yang berada di Asrama wajib membawa handphone tersebut ke Sekolah. 2. Peserta Didik yang kedapatan tidak mengumpulkan handphone maka handphone tersebut akan ditahan oleh Sekolah selama 1 (satu) hari belajar dan akan dikenakan pengurangan poin 5.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 11 3. Jika ada pelajaran yang mewajibkan menggunakan handphone, maka guru mata pelajaran tersebut yang wajib menghubungi Wali Kelas. 4. Penggunaan Handphone Peserta Didik akan diatur oleh Sekolah dengan persetujuan dari Orang Tua/Wali yang diatur dalam surat persetujuan bermaterai. G. Penerimaan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (Rapor) Pembagian Rapor dilaksanakan dengan ketentuan : 1. Rapor wajib diambil oleh Orang Tua/wali bersama anak dengan berpakaian rapi dan bersepatu tertutup sesuai dengan peraturan seragam Sekolah pada hari pengambilan rapor. 2. Pengembalian rapor paling lambat 1 (satu) minggu setelah Sekolah masuk kepada Wali Kelas masing-masing setelah ditandatangani oleh Orang Tua/wali. H. Komunikasi Dengan Orang Tua 1. Sangat diharapkan terjalinnya hubungan erat antara Orang Tua/ Wali dengan Sekolah (Kepala Sekolah, Wakil kasek, Wali Kelas, dan Guru) supaya dapat mengetahui perkembangan anak (baik intelektual maupun kepribadiannya), terlebih jika seorang Peserta Didik kurang maju dalam salah satu atau beberapa mata pelajaran. Dengan demikian kekecewaan-kekecewaan pada akhir tahun ajaran dapat dihindari. 2. Setiap bulan, pihak Orang Tua diharapkan untuk mencari informasi perkembangan anak kepada Wali Kelas. 3. Sekolah mengadakan pertemuan dengan Orangtua/Wali Peserta Didik setiap awal tahun pelajaran baru. I. Penggunaan Fasilitas Sekolah Setiap acara memerlukan ruang dan sarana yang ada di Sekolah. Sebagai Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta yang terpelajar, perencanaan waktu, tempat dan sarana yang ada perlu dipikirkan dengan baik dan tepat. Adapun ketentuan penggunaaan sarana ruang maupun prasarana lain adalah sebagai berikut: 1. Perizinan mengenai acara, tempat dan penggunaan alat harus sepengetahuan Wakil Kepala Sekolah dan atas izin Kepala Sekolah. 2. Untuk acara-acara kecil/tentatif dan tidak memerlukan ruang dan waktu yang banyak, izin pemakaian ruang dan sarana minimal H-3. 3. Untuk acara besar yang memerlukan perencanaan matang, izin pemakaian ruangan dan penggunaan alat alat dari Sekolah minimal 2 minggu sebelumnya. Secara struktural, pemakaian sarana-prasarana atas sepengetahuan Kepala Sekolah sehingga perlu membuat daftar barang & ruangan yang akan dipinjam dengan diketahui Tata Usaha. Setelah penggunaan ruang dan alat selesai, ditata dan dibersihkan seperti semula sehingga alat dan ruangan siap digunakan kembali.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 12 II. TATA TERTIB DIRI Dalam membentuk watak dan kepribadian Peserta Didik, hanya dapat tercapai dengan memuaskan apabila ada keselarasan bimbingan dan pendampingan di rumah dan di Sekolah. Oleh karena itu, Sekolah mengharapkan dan meminta kepada para Orang Tua bersama-sama melaksanakan bimbingan dan pendampingan, terutama mengenai hal-hal sebagai berikut: 1. Tata Tertib dan aturan tentang Penampilan Diri, diatur sebagai berikut : 1.1 Mengenai aksesoris tubuh dan riasan wajah. a. Dilarang mengenakan perhiasan emas, Peserta Didik Putri diizinkan menggunakan anting dan hanya memakai satu tindik dimasing-masing telinga. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 3. b. Peserta Didik Putra dilarang memakai tindik ditelinga. Seluruh Peserta Didik dilarang memakai tindik dibagian wajah atau tubuh lain. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 15. c. Tidak dibenarkan mengenakan cincin, kalung, rantai tangan /gelang dan lain-lain yang bertentangan dengan perkembangan kepribadian yang sehat dan dapat mengganggu suasana belajar yang sungguhsungguh. Jika melanggar, barang tersebut langsung disita & dikenakan pengurangan poin 3. d. Dilarang berhias diri (make-up) berlebihan dan membawa alat-alat make-up & nail art ke Sekolah. Jika melanggar, barang tersebut langsung disita & dikenakan pengurangan poin 3. e. Peserta Didik yang menggunakan lensa kontak/soflens hanya diizinkan memakai lensa kontak berwarna hitam dengan diameter maksimal 14. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 3. f. Peserta Didik dilarang memanjangkan kuku, menggambar, atau memberikan kutek/mewarnai kuku. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 5. g. Peserta Didik Putra & Putri tidak diperkenankan membuat tato (permanen maupun temporary) pada bagian tubuh, jika melanggar dikenakan pengurangan poin 25. 1.2 Mengenai Rambut a. Rambut Peserta Didik Putra wajib dipotong rapi dan tidak dicukur dengan model bergaris. b. Ukuran panjang rambut Peserta Didik Putra tidak boleh melebihi 5 cm baik yang berambut lurus maupun keriting. Rambut tidak menutupi alis mata dan daun telinga, dan tidak mengenai kerah baju. c. Rambut Peserta Didik Putra dan Putri tidak diperbolehkan diwarnai/dicat dan dibuat gimbal. d. Peserta Didik Putri harus memperhatikan kerapian rambutnya. e. Peserta Didik Putra dan Putri yang melanggar aturan pada poin a & b akan dikenakan pengurangan poin 3. Pelanggaran poin c dikenakan pengurangan poin 15.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 13 2. Tata Tertib dan aturan tentang Seragam, diatur sebagai berikut : a. Peserta Didik wajib menggunakan seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan pemakaiannya dimasukkan ke dalam celana/rok. Tidak dibenarkan membuat coretan, tulisan atau gambar-gambar pada pakaian. Pelanggaran untuk hal ini akan dikenakan pengurangan poin 2. b. Peserta Didik tidak diperbolehkan menggunakan baju kaus atau pakaian ganda didalam seragam dan wajib mengenakan kaus dalam/kutang berwarna putih. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 2. c. Ikat Pinggang yang dipakai adalah ikat pinggang yang dikeluarkan oleh SMTK Bethel Jakarta. Dipakai pada semua seragam kecuali seragam olah raga. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 2. d. Peserta Didik wajib menggunakan kaos kaki putih (kecuali seragam PRAMUKA memakai kaos kaki hitam) dengan ukuran pemakaian diatas mata kaki. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 2. e. Peserta Didik hanya diperkenankan menggunakan sepatu tertutup (tidak diinjak bagian belakang) berwarna dominan hitam. Pemakaian sandal merupakan pelanggaran tata tertib. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 2. f. Seluruh seragam dilengkapi dengan atribut-atribut badge, seperti nama, bendera merah-putih, logo Sekolah, logo OSIS, dan lain sebagainya. Logo ini masing-masing ditetapkan dalam poin penggunaan seragam di bawah. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 2. g. Dasi dan Topi adalah bagian penting dalam penggunaan seragam, Jika tidak mengenakan sesuai dengan keperluan seragam dan kepentingan kegiatan, serta membuat dasi & topi menjadi sarana bermain maka akan dikenakan pengurangan poin 2. h. Tidak diperkenankan memakai jaket, topi, dan kelengkapan lain yang bukan dari SMTK Bethel Jakarta kecuali dengan alasan tertentu setelah mendapat izin dari Wali Kelas. Jika kedapatan melanggar maka barang-barang tersebut akan disita dan dikembalikan hanya jika Orang Tua yang mengambil atau dalam kasus tertentu akan langsung dimusnahkan dan dikenakan pengurangan poin 5. i. Jas almamater digunakan setiap kali ada Penilaian, Ibadah Chapel, dan kegiatan-kegiatan resmi dan penting lainnya. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 5. j. Seragam-seragam yang ada di SMTK Bethel Jakarta adalah : Jas Almamater Merupakan jas kebanggaan milik SMTK Bethel Jakarta, karena itu perlu dijaga dan diperhatikan cara penggunaannya. Adapun penggunaan Jaket Almamater diatur sebagai berikut : 1) Wajib digunakan saat acara-acara penting seperti Upacara-upacara, Ibadah Chapel, Pembukaan/ Peresmian, Pelantikan, dan acara penting lainnya.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 14 2) Digunakan juga saat ada penugasan keluar Sekolah, mengikuti lomba, dan hal lainya dalam rangka membawa nama Sekolah. 3) Dilarang keras menggunakan jaket untuk bermain, tidak dipergunakan dengan baik seperti diikat di leher, pinggang, atau untuk menutupi kaki dan lain sebagainya. 4) Jaket Almamater adalah milik pribadi. Dengan alasan apapun tidak diperkenankan memakai jaket dengan nama milik orang lain. 5) Apabila sedang tidak digunakan, Jaket Almamater dilipat dengan baik, dibawa dengan meletakkannya pada lengan atau langsung saja dilipat dan dimasukkan kedalam tas. 6) Pelanggaran terhadap aturan dan pemakaian jaket almamater ini akan diberikan pengurangan poin 10. Seragam Nasional tingkat SMA, setelan putih abu-abu ✓ Kemeja putih, lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri, dilengkapi dengan atribut : o Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja; o Badge merah-putih dijahitkan pada atas saku kemeja; o Badge nama Peserta Didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan; o Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan. ✓ Peserta Didik Laki-laki, bercelana panjang abu-abu model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan dan satu saku vest belakang sebelah kanan; ✓ Peserta Didik Perempuan, memakai rok abu-abu dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut. Seragam khas SMTK Bethel Jakarta, setelan rompi. ✓ Seragam nasional SMA, putih abu-abu dilengkapi dengan rompi. ✓ Rompi kotak-kotak yang dikeluarkan oleh SMTK Bethel Jakarta. ✓ Rompi dipakai diluar seragam putih abu-abu dan seluruh kancing pada rompi wajib dikancing. Seragam PRAMUKA. ✓ Peserta Didik Putra : a. Seragam PRAMUKA Golongan Penegak, Kemeja lengan pendek, memiliki 2 saku di sebelah kanan & kiri dada. b. Celana Panjang PRAMUKA model biasa/lurus, c. Panjang celana sampai mata kaki-lingkar kaki min. 44 cm. ✓ Peserta Didik Putri : a. Seragam PRAMUKA Golongan Penegak, Kemeja lengan pendek, memiliki 2 saku di sebelah kanan & kiri bawah baju.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 15 b. Rok Pendek PRAMUKA dengan atau tanpa lipit hadap pada tengah muka, Panjang rok 5 cm di bawah lutut; c. Kaos kaki hitam min. 10 cm di atas mata kaki dan sepatu dominan hitam; Setangan leher dan topi Pramuka. Seragam Olahraga. Adalah pakaian seragam berupa training, yang digunakan untuk berolah raga juga dipakai setiap hari jumat. Seragam ini adalah satu kesatuan dimana pemakaian atasan dan bawahannya tidak boleh dirubah-rubah. 3. Dalam lingkungan Sekolah, saat kegiatan diluar jam pembelajaran atau melewati lorong Sekolah, Peserta Didik wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Atasan minimal baju kaos berlengan dan bawahan minimal celana panjang, Peserta Didik Putri yang menggunakan rok, panjang rok wajib di bawah lutut. Hal ini juga berlaku bagi Peserta Didik yang tinggal di Asrama. Pakaian sebebasnya hanya berlaku di dalam kamar masing-masing. Jika melanggar aturan ini akan dikenakan pengurangan poin 5. 4. Peserta Didik dilarang berkumpul-kumpul, bermain, bercanda, ngobrol/nongkrong atau berlama-lama di toilet. Jika melanggar akan dikenakan pengurangan poin 5. 5. Kesempatan membeli makanan & minuman di luar Sekolah hanya pada saat sebelum/sesudah jam Sekolah dan pada waktu jam istirahat. Jika melanggar akan dikenakan pengurangan poin 5. 6. Dilarang mengungkapkan perkataan yang tidak sopan dan kasar. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 10. 7. Dilarang membawa segala macam buku bacaan yang tidak berhubungan dengan pembelajaran, novel, kaset audio, kaset video, VCD, DVD, walkman, radio, kamera, atau alat elektronik yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 10. 8. Dilarang mencoret-coret dinding (vandalisme) dan atau mengotori benda milik sekolah, guru, karyawan, teman atau lingkungan orang lain. Apabila melanggar akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 15 poin. 9. Dilarang merusak fasilitas milik Sekolah, guru, karyawan, teman & lingkungan orang lain. Pelanggaran diatur dengan pengurangan poin berikut : a. Apabila dapat memperbaiki kerusakan atau mengganti fasilitas tersebut maka dikenai pengurangan poin sebanyak 10 poin. b. Apabila tidak dapat memperbaiki atau mengganti fasilitas tersebut maka akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 40 poin. 10. Dilarang mencuri atau mengambil barang/benda milik sekolah, guru, karyawan, teman atau lingkungan orang lain. Apabila melanggar akan dikenakan pengurangan poin sebanyak 50 poin. 11. Dilarang memiliki, membawa, mempergunakan, dan memperjualbelikan buku, majalah, kaset, VCD, DVD, CD, Handphone yang berisi pornografi dan kekerasan. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 50. 12. Dilarang membawa kartu/alat permainan judi serta dilarang melakukan perjudian. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 50.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 16 13. Dilarang merokok, baik dilingkungan maupun diluar Sekolah, dilarang menggunakan rokok bakar maupun elektronik/vape. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 50. 14. Dilarang berduaan, bermesraan, dan berpacaran (melakukan tindakan asusila dan melanggar nilai kesopanan). Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 50. 15. Dilarang membuat, mengedarkan/menjual atas segala bentuk barang yang mempergunakan logo, tulisan “SMTK Bethel Jakarta” untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 50. 16. Dilarang melakukan tindakan intimidasi & perundungan/bullying kepada siapapun baik secara verbal maupun fisik. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 75. 17. Dilarang tawuran & berkelahi terhadap sesama maupun yang bukan Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 75. 18. Dilarang membawa, menggunakan, dan memperjualbelikan senjata tajam, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 100. 19. Dilarang merusak citra nama Sekolah dengan bersikap dan bertutur kata yang mengandung ujaran kebencian, baik secara lisan maupun tulisan. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 100. 20. Dilarang melawan, mengancam, melakukan tindak kekerasan kepada Kepala Sekolah, Guru/Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Jika melanggar dikenakan pengurangan poin 100. 21. Pimpinan Sekolah akan mengadakan pemeriksaan mendadak. Barang hasil sitaan yang dikembalikan ditentukan oleh Kepala Sekolah dan wajib diambil oleh Orang Tua/Wali pada saat penerimaan raport. Jika barang temuan telah disita sebanyak dua kali, maka barang tersebut akan langsung dimusnahkan. 22. Sopan Santun dan Hubungan Kekeluargaan. a. Peserta Didik wajib bersikap sopan, baik di dalam maupun di luar Sekolah. b. Para Peserta Didik diwajibkan menjaga dan melaksanakan 7K (Keimanan, Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kerindangan, Kekeluargaan). c. Peserta Didik wajib menunjukkan tingkah laku sopan dan hormat kepada siapapun: Orang Tua, Bapak/Ibu guru pendidik, tenaga kependidikan, sesama Peserta Didik, orang lain. Misalnya: memberi salam/tanda hormat kepada guru sewaktu bertemu/berpisah, memberi jalan kepada orang yang mau lewat, duduk pada kursi (bukan meja) dan lain sebagainya. d. Sapaan yang digunakan untuk Pendidik & Tenaga Kependidikan baik didalam maupun diluar Sekolah hanya “Bapak” & “Ibu”. Jika melanggar akan dikenakan pengurangan poin 5. e. Para Peserta Didik diwajibkan menjaga dan melaksanakan 7K (Keimanan, Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kerindangan, Kekeluargaan). 23. Pelayanan Gereja. a. Peserta Didik wajib tertanam di gereja lokal masing-masing dan terlibat dalam kegiatan/ pelayanan di gereja tersebut. b. Peserta Didik wajib membuat laporan pelayanan tiap bulan dan diberikan kepada Wali Kelas.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 17 c. Tim pelayanan yang melibatkan Peserta Didik atau Pendidik & Tenaga Kependidikan harus dengan persetujuan tertulis serta pengawasan dari Kepala Sekolah. d. Semua bentuk pelayanan atau kegiatan di luar Sekolah tidak boleh mengganggu proses pembelajaran di Sekolah. III. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 1. Tujuan a. Sebagai sarana pendukung bagi para Peserta Didik dalam pembentukan kepribadian yang menyangkut pada Core Value Sekolah. b. Sebagai sarana penyaluran bakat-minat, serta pengembangan kreativitas. c. Sebagai sarana latihan kepemimpinan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan kerjasama yang sehat. d. Sebagai sarana untuk memupuk semangat kepedulian bagi sesama agar semakin mampu membuka dan melibatkan diri dalam masyarakat. 2. Pelaksanaan a. Peserta Didik wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. b. Aktivitas ekstrakurikuler Peserta Didik akan dilaporkan di dalam buku raport. c. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di luar jam belajar. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Sekolah. d. Peserta Didik tetap harus mengutamakan pelajaran kurikuler Sekolah daripada kegiatan ekstrakurikuler. 3. Ketentuan Mengikuti Undangan Lomba di Luar Sekolah. a. Semua Peserta Didik diperbolehkan mengikuti lomba di luar Sekolah dengan mendapatkan izin dan persetujuan dari Kepala Sekolah b. Peserta Didik dapat mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh pihak luar dengan menggunakan nama SMTK Bethel Jakarta. c. Segala Biaya pendaftaran lomba dan transportasi dapat diminta ke Bendahara Sekolah. Khusus untuk biaya transportasi, Bendahara Sekolah dapat memberikan pertimbangan khusus tergantung situasi. d. Piala dari hasil kemenangan lomba diserahkan kepada Sekolah dan hadiah berupa uang diserahkan ke Sekolah dan akan ditentukan pemanfaatannya oleh Kepala Sekolah. IV. UANG SEKOLAH 1. Peserta Didik akan mendapatkan Kartu Pembayaran uang Sekolah pada Tahun Pelajaran pertama terdaftar sebagai Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta. 2. Pembayaran SPP dilakukan setiap bulan, dan dibayarkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. 3. Syarat administrasi keuangan untuk mengikuti Penilaian adalah melunasi segala tunggakan dan biaya studi sampai dengan bulan berjalan.
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 18 Secara singkat, pelanggaran dan pengurangan poin dirangkum sebagai berikut : JENIS PELANGGARAN PENGURANGAN POIN Keterlambatan, Kehadiran Di Kelas, & Penilaian 1. Terlambat. 5 2. Terlambat & Tidak Melapor Diri. 15 3. Bermain/menunggu diluar saat pergantian jam pelajaran atau setelah jam istirahat. 5 4. Meninggalkan Sekolah saat jam pelajaran belum usai tanpa izin, pulang kerumah, atau kembali/berada di Asrama. 10 5. Tidak hadir tanpa keterangan. 10 6. Tidak hadir dengan membuat keterangan palsu. 10 7. Keluar ketika proses belajar berlangsung dan tidak kembali sampai dengan waktu Sekolah usai. 10 8. Tidak mengikuti jam pelajaran tertentu. 5 9. Tidak ikut upacara bendera, kegiatan ibadah, senam dan Kegiatan lainnya yang diselenggarakan wajib oleh Sekolah, pengurangan poin. 5 10. Makan di dalam kelas saat pembelajaran, membuang sampah sembarangan. 3 11. Mengganti pakaian di dalam kelas. 3 12. Berbuat curang, menyontek, & atau memberi contekan. 50 Pekerjaan Rumah (PR) & Penggunaan Handphone (HP) 13. Mencetak/Print PR saat jam pembelajaran. 3 14. Mengerjakan PR di Sekolah dan saat jam pembelajaran. 3 15. Tidak mengerjakan PR. 3 16. Tidak membawa (asrama) & mengumpulkan HP. 5 Aksesoris Tubuh & Riasan Wajah 17. Menggunakan perhiasan emas. (Selain anting untuk Peserta Didik Putri) 3 18. Peserta Didik Putri tindik lebih dari satu di telinga. 3 19. Peserta Didik Putra memakai tindik ditelinga. 15 20. Tindik dibagian wajah atau tubuh lain. 15 21. Menggunakan cincin, kalung, rantai tangan /gelang dan lain-lain yang bertentangan dengan perkembangan kepribadian yang sehat dan dapat mengganggu suasana belajar yang sungguh-sungguh. 3 & disita. 22. Berhias diri (make-up) berlebihan dan membawa alat-alat make-up & nail art ke Sekolah. 3 & disita. 23. Menggunakan lensa kontak/soflens tidak sesuai aturan. 3 24. Memanjangkan kuku, menggambar, atau memberikan kutek/mewarnai kuku. 5
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 19 25. Membuat tato (permanen maupun temporary). 25 26. Rambut tidak rapi. 3 27. Rambut dipotong/dicukur bermodel (garis, dikikis, dll) 3 28. Panjang rambut Peserta Didik Pria lebih dari 5 CM. (Menutupi mata, daun telinga, belakang mengenai kerah baju). 3 29. Rambut diwarnai, dicat warna selain warna hitam, dibuat gimbal. 15 Seragam 30. Menggunakan seragam tidak sesuai jadwal. 2 31. Atasan seragam tidak dimasukkan kedalam celana/rok (kecuali olah raga). 2 32. Membuat coretan, tulisan, atau gambar pada seragam. 2 33. Menggunakan baju kaus atau pakaian ganda didalam seragam. 2 34. Tidak memakai kaus dalam/kutang, atau memakai kaus dalam/kutang berwarna selain putih. 2 35. Tidak memakai ikat pinggang, atau menggunakan ikat pinggang berlogo selain SMTK Bethel Jakarta. 2 36. Tidak memakai kaos kaki, atau menggunakan kaos kaki tidak sesuai jadwal, pemakaian tidak menutupi mata kaki. 2 37. Memakai sepatu dengan warna bukan dominan hitam, memakai sepatu tidak benar. 2 38. Memakai sendal. 2 39. Tidak lengkap atribut badge seragam. 2 40. Tidak memakai Dasi dan Topi, membuat dasi & topi menjadi sarana bermain. 2 41. Memakai jaket, topi, dan kelengkapan lain yang bukan dari SMTK Bethel Jakarta. 5 & disita 42. Penyalahgunaan Jaket Almamater. 10 43. Tidak mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. (Atasan minimal baju kaos berlengan dan bawahan minimal celana panjang, Peserta Didik Putri yang menggunakan rok, panjang rok wajib di bawah lutut.) Kedapatan berkeliaran di Asrama dengan pakaian pendek. 5 44. Berkumpul-kumpul, bermain, bercanda, ngobrol/nongkrong atau berlama-lama di toilet. 5 45. Membeli makanan & minuman di luar Sekolah saat jam pembelajaran. 5 46. Berkata tidak sopan dan kasar. 10 47. Membawa segala macam buku bacaan yang tidak berhubungan dengan pembelajaran, novel, kaset audio, 10
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 20 kaset video, VCD, DVD, walkman, radio, kamera, atau alat elektronik yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. 48. Mencoret-coret dinding (vandalisme) dan atau mengotori benda milik sekolah, guru, karyawan, teman atau lingkungan orang lain. 15 49. Merusak fasilitas milik Sekolah, guru, karyawan, teman & lingkungan orang lain dan dapat mengganti kerusakan. 10 50. Merusak fasilitas milik Sekolah, guru, karyawan, teman & lingkungan orang lain & tidak dapat mengganti kerusakan. 40 51. Mencuri atau mengambil barang/benda milik sekolah, guru, karyawan, teman atau lingkungan orang lain. 50 52. Memiliki, membawa, mempergunakan, dan memperjualbelikan buku, majalah, kaset, VCD, DVD, CD, Handphone yang berisi pornografi dan kekerasan. 50 53. Membawa kartu/alat permainan judi serta dilarang melakukan perjudian. 50 54. Merokok dilingkungan maupun diluar Sekolah, baik menggunakan rokok bakar maupun elektronik/vape. 50 55. Berduaan, bermesraan, dan berpacaran (melakukan tindakan asusila dan melanggar nilai kesopanan). 50 56. Membuat, mengedarkan/menjual atas segala bentuk barang yang mempergunakan logo, tulisan “SMTK Bethel Jakarta” untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. 50 57. Melakukan tindakan intimidasi & perundungan/bullying kepada siapapun baik secara verbal maupun fisik. 75 58. Dilarang tawuran & berkelahi terhadap sesama maupun yang bukan Peserta Didik SMTK Bethel Jakarta. 75 59. Membawa, menggunakan, dan memperjualbelikan senjata tajam, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. 100 60. Merusak citra nama Sekolah dengan bersikap dan bertutur kata yang mengandung ujaran kebencian, baik secara lisan maupun tulisan. 100 61. Melawan, mengancam, melakukan tindak kekerasan kepada Kepala Sekolah, Guru/Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. 100 62. Memanggil Kepala Sekolah, Guru/Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dengan sebutan selain Bapak dan Ibu. 5
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 21 BAB III PENGHARGAAN Selain pelanggaran dan sanksi, Sekolah memberikan penghargaan kepada Peserta Didik yang berprestasi, yang patuh dan taat, serta memberikan sumbangsih dalam menjaga citra nama baik Sekolah. Penghargaan ini akan menambah poin kepada Peserta Didik tersebut dimana hasil poin ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan Peserta Didik teladan pada saat kelulusan Sekolah. Adapun poin penghargaan diatur sebagai berikut : NO JENIS PENGHARGAAN TAMBAHAN POIN 1 Tidak ada pengurangan poin, tidak pernah melakukan pelanggaran. 50 2 Menjaga sikap & perilaku, tidak pernah memiliki kasus yang menyangkut sikap & perilaku. 50 3 Kehadiran di Kelas 100% 35 4 Peringkat 1-3 30 5 Peringkat 4-10 20 6 Pengurus OSIS 15 7 Pengurus Kelas 10 8 Utusan Sekolah Untuk Ikut Lomba & Juara, Tingkat: 8.1 Antar Sekolah 8.2 Umum 8.3 Kecamatan 8.4 Kabupaten/Kota 8.5 Provinsi 8.6 Nasional 8.7 Internasional 15 25 30 40 60 75 85 BAB IV
BUKU PEGANGAN PESERTA DIDIK 22 SANKSI Peserta Didik yang mendaftar dan dinyatakan diterima di Sekolah ini akan menerima poin sebanyak 100 poin yang berlaku selama menjadi Peserta Didik di SMTK Bethel Jakarta. Segala jenis pelanggaran yang dilakukan akan mendapat pengurangan poin sesuai dengan besarnya poin pelanggaran yang telah diatur pada bagian peraturan dan tata tertib. Dalam masa pengurangan poin tersebut, diatur rentang poin dan sanksi yang akan diterima oleh Peserta Didik tersebut dalam aturan sebagai berikut : RENTANG PENGURANGAN POIN SANKSI s.d 40 1. Teguran & Surat Peringatan I, 2. Surat Perjanjian Pertama. 41 s.d 70 1. Teguran & Surat Peringatan II, 2. Surat Perjanjian Kedua. 71 s.d 99 1. Teguran & Surat Peringatan Terakhir, 2. Surat Perjanjian Diatas Materai. 100 Dikembalikan kepada Orang Tua. Dalam melakukan pelanggaran, Peserta Didik akan terus dipantau dan diberikan bimbingan. Baik melalui wali kelas, guru BK, dan Kepesertadidikan. Dengan membaca ketentuan di atas, maka Peserta Didik dianggap telah mengerti dan menyetujui untuk taat dan patuh pada peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan dan ditetapkan oleh SMTK Bethel Jakarta. Apabila didapati Peserta Didik lalai dan melanggar peraturan-peraturan tersebut, maka Peserta Didik bersedia dan wajib menerima konsekuensi yang telah ditetapkan oleh SMTK Bethel Jakarta. Baik sanksi berupa hukuman, ataupun sanksi yang paling berat, dikembalikan kepada Orang Tua/Wali (Dikeluarkan). Jakarta, 17 Juli 2023 Menyetujui Versi Revisi 2023, Dr. J. F Tony Wattimena, M.Th Kepala Sekolah
T A B E L D O S A Nama : ………………………………………………………………………………………………… NO TANGGAL PELANGGARAN POIN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 TOTAL POIN PELANGGARAN (Lembar 1)
T A B E L D O S A Nama : ………………………………………………………………………………………………… NO TANGGAL PELANGGARAN POIN 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 TOTAL POIN PELANGGARAN (Lembar 1 & 2)
T A B E L S U R G A Nama : ………………………………………………………………………………………………… NO TANGGAL PENGHARGAAN POIN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 TOTAL POIN PENGHARGAAN (Lembar 1)
T A B E L S U R G A Nama : ………………………………………………………………………………………………… NO TANGGAL PENGHARGAAN POIN 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 T O T A L P O I N (Lembar 1 & 2)