ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.M DENGAN CHEST PAIN + ACS +
ALO + LBBB DI RUANG ICCU RSD dr. SOEBANDI JEMBER
NAMA : NUR UMI AMANAH, S.KEP
NIM : 212311101164
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2022
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN GAWAT
DARURAT (INSTALASI RAWAT INTENSIF)
Nama Mahasiswa : Nur Umi Amanah, S.Kep
NIM : 212311101164
Tempat Pengkajian : ICCU RSD dr. Soebandi Jember
Tanggal : 5 Oktober 2022
I. Identitas Klien
Inisial : Tn. M Tanggal Masuk RS : 4 Oktober 2022/22.59
Umur : 69 Tahun Tanggal Masuk ICU : 5 Oktober 2022/01.38
Jenis Kelamin : Laki-laki Asal Ruangan : IGD
Agama : Islam Tanggal Pengkajian : 5 Oktober 2022/01.38
Pendidikan : - Sumber Informasi : Klien, Keluarga Klien,
Rekam Medik
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Alamat : Dusun Tamansari Balet
Baru Sukowono
Status : Cerai mati
Perkawinan
II. Riwayat Kesehatan
1. Diagnosa Medik
Chest Pain + ACS + ALO + LBBB
2. Keluhan Utama dan Alasan masuk Instalasi Rawat Intensif
Sesak napas
3. Riwayat penyakit sekarang
Klien datang ke IGD dr. Soebandi dengan keluhan sesak napas dan nyeri
dada menjalar ke punggung sebelah kiri. Keluarga klien mengatakan klien
sakit sejak sekitar seminggu yang lalu, sakitnya yaitu sesak dan nyeri dada
yang menjalar ke punggung. Sebelumnya klien telah diperiksakan ke
praktik tenaga kesehatan setempat namun tidak ada perbaikan pada kondisi
klien. Sehingga akhirnya tanggal 4 Oktober sekitar habis magrib, keluarga
membawa klien ke rumah sakit di daerahnya. Ketika di RS tersebut, klien
dilakukan pemeriksaan GDA dengan hasil nilai GDA 53, karena kondisi
tersebut akhirnya klien dirujuk ke RSD dr. Soebandi. Ketika di RSD dr.
Soebandi klien dilakukan pemeriksaan troponin dan hasilnya positif
sehingga akhirnya klien dikategorikan sebagai klien gawat jantung dan
harus dirawat di ruang ICCU. Klien pindah dari IGD ke Ruang ICCU pukul
01.38 WIB.
4. Riwayat penyakit dahulu
a Penyakit yang pernah dialami:
Keluarga klien mengatakan klien sebelumnya tidak pernah sakit hingga
dirawat di rumah sakit. Ketika di rumah klien biasanya memiliki
keluhan sakit biasa seperti pilek dan ga enak badan yang biasanya
sembuh dengan obat warung. Keluarga klien mengatakan klien tidak
memiliki riwayat hipertensi, namun untuk kencing manis keluarga
mengatakan tidak pernah meriksakan diri klien.
b Alergi (obat, makanan, plester, dll):
Klien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi
c Imunisasi:
Klien mengatakan tidak pernah imunisasi.
d Kebiasaan/pola hidup/life style:
Keluarga klien mengatakan bahwa klien adalah perokok aktif. Setiap
hari bisa habis 2 bungkus rokok. Selain itu klien juga sangat senang
mengkonsumsi kopi, rokok dan kopi sepaket setiap hari tidak pernah
ketinggalan. Keluarga mengatakan klien jarang minum air putih dan
lebih banyak konsumsi kopi. Riwayat minum manis-manis seperti soda,
coca cola dan lainnya disangkal.
e Obat-obat yang digunakan:
Klien biasanya membeli obat warung ketika di sakit rumah.
5. Riwayat penyakit keluarga
Keluarga klien mengatakan dari keluarga tiak memiliki penyakit yang sama
dengan klien.
Genogram:
III. Pengkajian Keperawatan
1. Tanda vital dan nyeri
Tekanan Darah : 155/90 mmHg
Nadi : 122x/menit
RR : 45x/menit dengan NRM
SPO2 : 96%
Pengkajian nyeri: nyeri dada
P: nyeri karena kelainan jantung
Q: nyeri terasa seperti tertimpa benda berat
R: nyeri di dada menjalar ke punggung kiri
S: skala nyeri 6 MRS
T: nyeri tiba-tiba uncul ketika napas, hilang timbul, durasi nyeri 15-20
detik
2. Pernapasan
I: Napas spontan, klien terpasang NRM 15 lpm, klien penggunaan otot bantu
pernafasan (+), pergerakan dada simetris, retraksi dinding dada (+), nafas
cuping hidung (+), bentuk dada simetris, jejas/lesi (-)
P: tidak terdapat nyeri tekan, vocal fremitus tidak terkaji
P: suara perkusi sonor pada kedua lapang paru
A: vesikuler, suara napas tambahan (-)
3. Kardiovaskuler
I: bentuk dada simetris, ictus cordis tidak nampak, tidak ada penonjolan
vena jugularis
P: Nadi regular, Ictus cordis teraba di ICS 5, perabaan akral hangat
P: Pekak jantung di ICS V-X
A: Terdengar suara lub dub, suara tambahan (-), tekanan darah 155/90
mmHg, Nadi 121/menit, CRT < 2 detik, klien terpasang elektroda
4. Neurologi dan Sensori
Kesadaran compos mentis GCS 456, kekuatan otot 4/4/4/4, reflek cahaya
+/+, pupil isokor (3/3), tidak ada kelemahan fisik di anggota gerak, refleks
patologis (-)
5. Gastrointestinal
I : bentuk datar, tampak simetris, tidak ada luka/jejas, warna kulit bagian
umilikus kebawah berwarna kecoklatan dan membentuk seperti garis
melintang vertical pada perut dengan umbilical ke atas berwarna sawo
matang yang rata seperti kulit bagian tubuh lainnya, bekas luka jahitan (-
), edema (-), tidak terdapat distensi abdomen, makan melalui per oral
A : suara bising usus 15x/menit
P : tidak ada nyeri tekan
P : Bunyi kuadran I pekak, II, III, IV timpani
6. Muskuloskeletal & Integumen
Ekstremitas atas
I : terpasang infus pada lengan kanan, bengkak (-), luka (-)
P: tidak ada nyeri tekan, turgor kulit kurang elastis, akral hangat, CRT <2
detik
Ekstremitas Bawah
I: bersih, luka (-), bengkak (-)
P: tidak ada nyeri tekan, akral hangat
kekuatan otot
44
44
Kulit dan kuku
I: kulit sedikit kering, warna kulit sawo matang
P: turgor kulit kurang elastis, CRT < 2detik
7. Genito Urinari
Klien terpasang DC uk 16, warna jernih, bau khas urine
8. Risiko Keamanan
Pengkajian Morse Fall Scale
Item Skala Skoring Keterangan
0
Riwayat Jatuh
15
Apakah klien pernah jatuh dalam 3 Tidak 0 0
bulan terakhir ? Ya 20
Diagnosa Sekunder
Apakah klien memiliki lebih dari satu Tidak 0
penyakit ? Ya 15
Alat Bantu Jalan
Tidak ada, tirah baring, kursi roda atau Ya 0
bantuan perawat
Tongkat ketiak (crutch), tongkat (cane),alat Ya 15
bantu
berjalan (walker)
Berpegangan pada benda furniture Ya 30
disekitar (kursi,meja, lemari, dll)
Terapi Intravena atau Heparin
Apakah klien terpasang IV Line atau Tidak 0 20
Mendapatkan terapi heparin? Ya 20 0
Gaya Berjalan/Cara Berpindah
Normal, tirah baring, immobile Ya 0 0
Lemah, tidak bertenaga (menggunakan Ya 10 35
sentuhan untuk keseimbangan)
Ada gangguan (tidak stabil, kesulitan Ya 20
berdiri sendiri)
Status Mental Ya 0
Orientasi tidak ada gangguan Ya 15
Adanya keterbatasan
Risiko
Rendah
9. Aktivitas, istirahat dan mobilisasi
Aktivitas harian (Activity Daily Living)
Kemampuan perawatan diri 0 1 234
Makan / minum
Toileting
Berpakaian
Mobilitas di tempat tidur
Berpindah
Ambulasi / ROM
Total 11
Ket: 0: tergantung total, 1: dibantu petugas dan alat, 2: dibantu petugas, 3:
dibantu alat, 4: mandiri
Skor 16 = mandiri
Skor 12- 15 = ketergantungan ringan
Skor 9 – 11 = ketergantungan sedang
Skor 5 – 8 = ketergantungan berat
Skor 1 – 4 = ketergantungan sangat berat
Skor 0 = ketergantungan penuh/total
Status Oksigenasi :
Napas spontan, saturasi oksigen 96% terpasang O2 NRM 15 lpm
Fungsi kardiovaskuler :
Denyutan nadi : kuat, reguler
TD : 155/90 mmHg
Nadi : 122x/menit
Terapi oksigen :
Terapi O2 NRM 15 lpm
10. Spiritual
Tidak terkaji
11. Keadaan Lokal
Klien saat ini gelisah, sesak napas berat, keringat dingin hingga sprei basah.
IV. Terapi
5 Oktober 2022
Jenis terapi Dosis
NaCl 0.9% 500 cc/24 jam (7
tpm)
Cairan IV 3 ml/jam
NTG Pump
1-0-0
Parenteral Lasix 1x1
CPG 1x1
Aspilet
V. Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium
1. Pemeriksaan Penunjang
2. Hasil Laboratorium
Belum ada hasil laboratorium dari IGD
Jember, 5 Oktober 2022
Pengambil Data,
(Nur Umi Amanah, S. Kep)
NIM 212311101164
ANALISA DATA
NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH
1 DS: ALO Gangguan
Pertukaran Gas
− Klien mengatakan Akumulasi cairan pada alveoli (D.0003)
dirinya sesak
DO: Ketidakseimbangan ventilasi-
perfusi
− Hasil pemeriksaan
Sesak napas, takikardi
TTV
Gangguan Pertukaran Gas
− Tekanan Darah :
155/90 mmHg
− Nadi: 122x/menit
− RR: 45x/menit dengan
NRM
− SPO2: 96%
− Gelisah
− Napas spontan, klien
terpasang NRM 15 lpm,
klien penggunaan otot
bantu pernafasan (+),
pergerakan dada
simetris, retraksi dinding
dada (+), nafas cuping
hidung (+)
2. Factor Risiko: Aterosklerosis, thrombosis Risiko Penurunan
Curah Jantung (D.
− Klien mengatakan
0077)
nyeri pada dadanya Aliran darah ke jantung
P: nyeri karena menurun
kelainan jantung
Q: nyeri terasa seperti O2 dan nutrisi menurun
tertimpa benda berat
R: nyeri di dada Jaringan miokard iskemik
menjalar ke punggung
kiri Suplai dan keubtuhan oksigen
S: skala nyeri 6 MRS ke jantung tidak seimbang
T: nyeri tiba-tiba uncul
ketika napas, hilang Seluler hipoksia
timbul, durasi nyeri 15-
20 detik Integritas membrane sel
− Klien terdiagnosa ACS berubah
− Hasil pemeriksaan Kontraktilitas menurun
Troponin positif
Risiko Penurunan Curah
Jantung
3. DS: Aterosklerosis, thrombosis Nyeri Akut (D.
0077)
− Klien mengatakan
Risiko
nyeri pada dadanya Aliran darah ke jantung Ketidakstabilan
Kadar Glukosa
P: nyeri karena menurun Darah (D.0038)
kelainan jantung
Q: nyeri terasa seperti O2 dan nutrisi menurun
tertimpa benda berat
R: nyeri di dada Jaringan miokard iskemik
menjalar ke punggung
kiri Suplai dan keubtuhan oksigen
S: skala nyeri 6 MRS ke jantung tidak seimbang
T: nyeri tiba-tiba uncul
ketika napas, hilang Metabolisme anaerob
timbul, durasi nyeri 15-
20 detik Timbunan asam laktat
meningkat
DO:
− Tampak meringis Aktivasi persepsi nyeri
tangan memegang
dada Nyeri Akut
− Gelisah
− Nadi klien 122 x/menit
4. Faktor Risiko: Intake kurang
− Klien gelisah
− Keringat dingin Glikogenolisis
− Nadi: 121 x/menit
− Hasil pemeriksaan Defisit glikogen pada hepar
GDA: 34 mg/dl
Gula darah menurun <60 mg/dl
Hipoglikemi
Penurunan nutrisi jaringan otak
Respon SSP
Pelepasan norepinefrin dan
adrenalin
Takikardi, Keringat dingin
Risiko Ketidakstabilan Kadar
Glukosa Darah
5. DS: Aterosklerosis, thrombosis Defisit Perawatan
Diri (D.0109)
-
DO: Aliran darah ke jantung
− Klien tidak mampu menurun
mandi/mengenakan
pakaian/makan/ke O2 dan nutrisi menurun
toilet/berhias secara
mandiri Jaringan miokard iskemik
− Kemampuan ADL
klien tergolong dalam Suplai dan keubtuhan oksigen
kategori ke jantung tidak seimbang
ketergantungan berat
Metabolisme anaerob
Timbunan asam laktat
meningkat
Kelemahan
Defisit Perawatan Diri
6. Faktor Risiko: Aterosklerosis, thrombosis Risiko Jatuh
(D.0143)
− Klien gelisah
− Hasil pemeriksaan Aliran darah ke jantung
TTV menurun
− Tekanan Darah : O2 dan nutrisi menurun
155/90 mmHg
− Nadi: 122x/menit Jaringan miokard iskemik
− RR: 45x/menit dengan
NRM Suplai dan keubtuhan oksigen
− SpO2: 96% ke jantung tidak seimbang
Metabolisme anaerob
Timbunan asam laktat
meningkat
Kelemahan
Risiko Jatuh
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Daftar Diagnosa Keperawatan (sesuai prioritas):
1 Gangguan Pertukaran Gas b.d ketidakseimbangan ventilasi-perfusi d.d
Klien mengatakan dirinya sesak, Nadi: 122x/menit, RR: 45x/menit dengan
NRM, SPO2: 96%, Gelisah, Napas spontan, klien terpasang NRM 15 lpm,
klien penggunaan otot bantu pernafasan (+), pergerakan dada simetris,
retraksi dinding dada (+), nafas cuping hidung (+)
2 Risiko Penurunan Curah Jantung dibuktikan dengan perubahan
frekuensi jantung, sindrom coroner akut
3 Nyeri Akut b.d agen pencedera fisiologis d.d Klien mengatakan nyeri pada
dadanya, P: nyeri karena kelainan jantung, Q: nyeri terasa seperti tertimpa
benda berat, R: nyeri di dada menjalar ke punggung kiri, S: skala nyeri 6
NRS, T: nyeri tiba-tiba muncul ketika napas, hilang timbul, durasi nyeri 15-
20 detik, Tampak meringis tangan memegang dada, Gelisah, Nadi klien 122
x/menit
4 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah dibuktikan gelisah,
keringat dingin, Hasil pemeriksaan GDA: 34 mg/dl
5 Defisit Perawatan Diri b.d kelemahan d.d Klien tidak mampu
mandi/mengenakan pakaian/makan/ke toilet/berhias secara mandiri
6 Risiko Jatuh dibuktikan dengan klien gelisah
PERENCANAAN K
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
KEPERAWATAN
1 Gangguan Pertukaran Tujuan:
Gas b.d Setelah dilakukan asuhan keperawat
ketidakseimbangan selama 1x24 jam diharapkan pertukar
ventilasi-perfusi d.d gas meningkat dengan kriteria hasil:
Klien mengatakan Pertukaran gas (L.01003)
dirinya sesak, Nadi: 1. Dispnea menurun
2. Pola napas membaik
122x/menit, RR: 3. Napas cuping hidung menurun
4. Takikardia membaik
45x/menit dengan
NRM, SPO2: 96%,
Gelisah, Napas spontan,
klien terpasang NRM 15
lpm, klien penggunaan
otot bantu pernafasan
(+), pergerakan dada
simetris, retraksi
dinding dada (+), nafas
cuping hidung (+)
2 Risiko Penurunan Tujuan:
Curah Jantung Setelah dilakukan tindakan keperawat
selama 1 x24 jam diharapkan cur
dibuktikan dengan
perubahan frekuensi
KEPERAWATAN
L INTERVENSI
Dukungan Ventilasi (I.01002)
tan Observasi
ran 1. Identifikasi efek perubahan posisi terhadap status pernapasan
2. Monitor status respirasi dan oksigenasi
Terapeutik
3. Pertahankan kepatenan jalan napas
4. Berikan posisi semifowler
5. Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin
6. Berikan oksigenasi NRM 15 lpm
Perawatan jantung (I.02075)
tan Observasi
rah 1. Identifikasi tanda gejala penurunan curah jantung
jantung, sindrom jantung meningkat dengan kriteria has
coroner akut Curah jantung (L.02008):
1. Kekuatan nadi perifer meningkat
2. Takikardi menurun
3. Gambaran EKG aritmia menurun
4. Lelah menurun
5. Tekanan darah membaik
3 Nyeri Akut b.d agen Tujuan:
pencedera fisiologis Setelah dilakukan tindakan keperawat
d.d Klien mengatakan selama 1 x24 jam diharapkan tingk
nyeri pada dadanya, P: nyeri menurun dengan kriteria hasil:
nyeri karena kelainan
jantung, Q: nyeri Tingkat Nyeri (L.08066)
terasa seperti tertimpa 1. Keluhan nyeri menurun
benda berat, R: nyeri 2. Meringis menurun
di dada menjalar ke 3. Frekuensi nadi membaik
punggung kiri, S:
skala nyeri 6 NRS, T:
sil: 2. Monitor tekanan darah
3. Monitor intake dan output cairan
4. Monitor saturasi oksigen
5. Monitor EKG 12 sadapan
6. Monitor keluhan nyeri dada
Terapeutik
7. Posisikan semi fowler atau fowler
8. Berikan terapi relaksasi mengurangi stres
Edukasi
9. Anjurkan aktivitas fisik toleransi
Manajemen Nyeri (1.08238)
tan 1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,
kat intensitas nyeri
2. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
3. Berikan terapi nonfarmakologis relaksasi napas dalam
4. Jelaskan strategi meredakan nyeri
5. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
nyeri tiba-tiba muncul
ketika napas, hilang
timbul, durasi nyeri
15-20 detik, Tampak
meringis tangan
memegang dada,
Gelisah, Nadi klien
122 x/menit
4 Risiko Tujuan:
Ketidakstabilan Kadar Setelah dilakukan asuhan keperawat
Glukosa Darah selama 1x24 jam diharapkan Kestabil
dibuktikan gelisah, kadar glukosa darah meningkat deng
keringat dingin, Hasil kriteria hasil:
pemeriksaan GDA: 34 Kestabilan kadar glukosa dar
mg/dl (L.03022)
1. Lelah/lesu menurun
2. Kadar glukosa dalam darah membai
3. Keringat dingin menurun
Manajemen Hipoglikemia (I.03115)
tan Observasi
lan 1. Identifikasi tanda dan gejala hipoglikemia
gan 2. Identifikasi kemungkinan penyebab hipoglikemia
rah Terapeutik
3. Berikan glukagon, jike perlu
4. Berikan karbohidrat kompleks dan protein sesuai diet
ik 5. Pertahankan kepatenan jalan napas
6. Pertahankan akses IV, jika perlu
Edukasi
7. Ajarkan pengelolaan hipoglikemia (missal tanda dan gejala,
faktor resiko, dan pengobatan hipoglikemia)
8. Ajarkan perawatan mandiri untuk mencegah hipoglikemia (misal
5 Defisit Perawatan Diri Tujuan:
b.d kelemahan d.d Setelah dilakukan asuhan keperawat
Klien tidak mampu selama 1x24 jam diharapkan perawat
mandi/mengenakan diri meningkat dengan kriteria hasil:
pakaian/makan/ke Perawatan Diri (L.11103)
toilet/berhias secara 1. Kemampuan mandi meningkat
mandiri 2. Kemampuan mengenakan pakai
meningkat
3. Verbalisasi keinginan melakuk
perawatan diri meningkat
4. Mempertahankan kebersihan d
meningkat
meningkatkan asupan makanan dan berolahraga)
Kolaborasi
9. Kolaborasi pemberian dekstrose, jika perlu
Dukungan Perawatan Diri (I.11348)
tan Observasi
tan
1. Identifikasi kebutuhan alat bantu kebersihan diri,
berhias,dan makan
ian Terapeutik
2. Sediakan lingkungan yang terapiutik
kan 3. Bantu pasien melakukan perawatan dirinya
diri 4. Jadwalkan rutinitas perawatan diri
5. Lakukan perawatan diri secara konsisten
Perawatan mulut(1.11356)
Observasi
1. Monitor kebersihan mulut
Terapeutik
1. Lakukan oral hygiene
6. Risiko Jatuh Tujuan:
dibuktikan dengan Setelah dilakukan asuhan keperawat
klien gelisah selama 1x24 jam diharapkan tingk
jatuh menurun dengan kriteria hasil:
Tingkat jatuh (L.14138)
1. Jatuh dari tempat tidur menurun
2. Jatuh saat dipindahkan menurun
Pencegahan jatuh (I. 14540)
tan Observasi
kat
1. Identifikasi faktor risiko jatuh
2. Identifikasi risiko jatuh setidaknya sekali setiap shift hitung
n risiko jatuh dengan menggunakan skala fall morse scale
n
Terapeutik
3. Pastikan tempat tidur selalu dalam kondisiter kunci
4. Pasang handrail tempat tidur
5. Tempatkan klien berisiko jatuh dekat dengan pantauan perawat
dari nurse station
Edukasi
6. Anjurkan memanggil perawat jika membutuhkan bantuan
CATATAN PERKEMBANGAN
Diagnosa: Gangguan Pertukaran Gas b.d ketidakseimbangan ventilasi-perfusi d.d Klien
mengatakan dirinya sesak, Nadi: 122x/menit, RR: 45x/menit dengan NRM, SPO2: 96%,
Gelisah, Napas spontan, klien terpasang NRM 15 lpm, klien penggunaan otot bantu pernafasan
(+), pergerakan dada simetris, retraksi dinding dada (+), nafas cuping hidung (+)
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 - Melakukan monitor status respirasi
dan oksigenasi A S:
02.00 R/ RR pasien 40x/menit (takipnea),
regular, bunyi napas tambahan (-), - klien mengatakan tidak
- penggunaan otot bantu napas (+),
- tampak adanya retraksi dada, SpO2 sesak dengan posisi
- 97%.
Mempertahankan kepatenan jalan kepala lebih tinggi dan
- napas
- R/ klien tampak mengalami merasa lebih nyaman
kesulitan napas
Memberikan oksigenasi NRM 15 - klien kooperatif dan
lpm
R/ klien telah terpasang oksigenasi mengatakan merasa
NRM 15 lpm
Memfasilitasi mengubah posisi nyaman dengan
senyaman mungkin
R/ klien mengatakan kurang menggunakan oksigen
nyaman dan merasa sesak, ia
meminta tolong untuk dibantu O:
berubah posisi
Memposisikan pasien semifowler - Klien tampak lebih
R/ klien mengatakan tidak sesak
dengan posisi kepala lebih tinggi tenang
dan merasa lebih nyaman
Mengkaji efek perubahan posisi - RR pasien 40x/menit
terhadap status pernapasan
R/ RR klien menurun menjadi (takipnea), regular,
38x/menit
bunyi napas tambahan (-
), penggunaan otot bantu
napas (+), terdapat
retraksi dada, SpO2
98%.
- RR klien menurun
menjadi 38 x/menit
seteah berubah posisi
A:
Gangguan pertukaran gas
klien membaik
P:
Lanjutkan intervensi
08.00 - Melakukan monitor status respirasi
dan oksigenasi
R/ RR pasien 36-37x/menit
(takipnea), regular, bunyi napas
tambahan (-), penggunaan otot
bantu napas (+), tampak adanya
retraksi dada, SpO2 98%.
- Mempertahankan posisi pasien
semifowler
R/ Pasien telah dalam posisi
semifowler
- Mengkaji efek perubahan posisi
terhadap status pernapasan
R/ RR pasien 36x/menit, klien
mengatakan sesak berkurang saat
diposisikan semifowler
Diagnosa: Risiko Penurunan Curah Jantung dibuktikan dengan perubahan frekuensi jantung,
sindrom coroner akut
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 - Mengidentifikasi tanda gejala
penurunan curah jantung A S:
03.00 R/ Heart rate klien mengalami
takikardi (125x/menit) - Klien mengatakan nyeri
- Memonitor tekanan darah
R/ Tekanan darah klien 150/95 dada sudah berkurang
- mmHg
Memonitor keluhan nyeri dada dan jarang muncul
09.00 - R/ klien mengatakan nyeri dada
hilang timbul dengan skala nyeri 5 O:
- NRS, durasi nyeri 15 detik, namun
- saat ini sudah jarang muncul - klien tampak lebih
Melakukan observasi TTV klien
R/ Tekanan darah: 130/80 mmHg, tenang
nadi: 120 x/menit, RR: 35x/menit
Memonitor output urine - Tekanan darah: 130/80
R/ output urine klien 200cc/7 jam
Menganjurkan aktivitas fisik mmHg, nadi: 120
toleransi
R/Klien hanya boleh menggerakkan x/menit, RR: 35x/menit
ekstremitas atas kanan dan kiri,
serta ekstremitas bawah kiri kanan - output urine klien
200cc/7 jam
- Klien mengatakan nyeri
dada hilang timbul
dengan skala nyeri 5
NRS, durasi nyeri 15
detik, namun nyeri sudah
berkurang, jarang
muncul
A:
Risiko penurunan curah
jantung teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa: Nyeri Akut b.d agen pencedera fisiologis d.d Klien mengatakan nyeri pada dadanya,
P: nyeri karena kelainan jantung, Q: nyeri terasa seperti tertimpa benda berat, R: nyeri di dada
menjalar ke punggung kiri, S: skala nyeri 6 MRS, T: nyeri tiba-tiba muncul ketika napas, hilang
timbul, durasi nyeri 15-20 detik, Tampak meringis tangan memegang dada, Gelisah, Nadi klien
122 x/menit
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 -
Mengidentifikasi lokasi, A S:
03.30
karakteristik, durasi, frekuensi, - klien mengatakan nyeri
-
07.00 kualitas, intensitas nyeri sudah berkurang, jarang
- R/ nyeri dada sebelah kiri menjalar muncul
-
hingga ke punggung, nyeri terasa O:
- - klien tampak lebih
seperti tertimpa benda berat, skala
tenang
nyeri 5 (NRS), nyeri muncul secara - nyeri dada sebelah kiri
tiba-tiba dengan durasi nyeri sekitar menjalar hingga ke
punggung, nyeri terasa
15 detik. seperti tertimpa benda
berat, skala nyeri 5
Mengidentifikasi faktor yang (NRS), nyeri muncul
secara tiba-tiba dengan
memperberat dan memperingan durasi nyeri sekitar 15
detik.
nyeri - Tekanan darah: 124/80
mmHg, nadi: 121
R/ nyeri terasa berkurang saat x/menit, RR: 36x/menit,
SpO2:98%
beristirahat, memberat saat
melakukan aktivitas
Melakukan observasi TTV
R/ Tekanan darah: 124/80 mmHg,
nadi: 121 x/menit, RR: 36x/menit,
SpO2:98%
Mengajarkan terapi
nonfarmakologis relaksasi napas
dalam untuk mengurangi nyeri A:
Nyeri akut teratasi sebagian
R/ klien dapat mempraktekkan cara P:
Lanjutkan intervensi
relaksasi napas dalam dan
mengatakan nyerinya sedikit
berkurang
Melakukan kolaborasi pemberian
obat chest pain (NTG pump 3
ml/jam
R/ obat masuk, tidak ada reaksi
alergi
Diagnosa: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah dibuktikan gelisah, keringat dingin,
Hasil pemeriksaan GDA: 34 mg/dl
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 - Melakukan pemeriksaan gula darah
R/ berdasarkan hasil pemeriksaan A S:-
04.00 GDA: 34 mg/dl
- Melakukan kolaborasi pemberian O:
D40 3 flash
06.48 - R/ D40 masuk, tidak ada reaksi - klien tampak lebih
alergi
08.00 - Melakukan pemeriksaan GDA tenang
ulang
R/ hasil pemeriksaan GDA: 170 - GDA klien: 34 mg/dl
mg/dL
Menganjurkan klien untuk makan - Hasil GDA evaluai
teratur dan menghabiskan makanan
yang telah disiapkan oleh ahli gizi setelah diberikan D40:
R/ klien belum mampu
menghabiskan makanannya namun 170 mg/dl
hanya tersisa sedikit karena sudah
kenyang - Klien tampak berusaha
memenuhi kebutuhan
nutrisi dengan memakan
makanan yang telah
disediakan oleh ahli gizi
A:
Risiko ketidakstabilan kadar
glukosa darah teratasi
sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa: Defisit Perawatan Diri b.d kelemahan d.d Klien tidak mampu mandi/mengenakan
pakaian/makan/ke toilet/berhias secara mandiri
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 - Membantu perawatan kebersihan
diri klien (menyeka dengan waslap A S:
07.30 dan mengganti pampers)
R/ klien tampak lebih bersih dan - klien mengatakan
- segar
Membantu merapikan sprei dan merasa lebih nyaman
- selimut klien
R/ tempat tidur klien tampak lebih O:
rapi, klien mengatakan lebih - klien tampak lebih bersih
nyaman
Membantu klien makan dan minum dan segar
R/ klien makan dan minum dengan - tempat tidur klien
baik, makanannya hanya tersisa
sedikit tampak rapi
A:
Defisit perwatan diri belum
teratasi
P:
Lanjutkan intervensi
Diagnosa: Risiko Jatuh dibuktikan dengan klien gelisah
Waktu Implementasi Paraf Evaluasi
5/10/2022 - Mengidentifikasi faktor resiko jatuh
klien A S:-
03.40 R/ hasil pengkajian Morse Fall
- Scale klien 35 (risiko rendah) O:
Memastikan tempat tidur selalu
- dalam kondisiter kunci - klien nampak tenang
- R/ Tempat tidur klien dalam
kondisiter kunci - Hasil pengkajian MFS:
09.05 Memasang handrail tempat tidur
- R/ handrail tempat tidur klien dalam 35 (risiko rendah)
keadaan terpasang
- Menganjurkan klien untuk - Tempat tidur klien selalu
memanggil perawat saat
- memerlukan sesuatu dalam kondisiter kunci
- R/ Klien beberapa kali memanggil
perawat ketika membutuhkan - Handrail tempat tidur
sesuatu
Mengidentifikasi faktor resiko jatuh klien selalu dalam
klien
R/ hasil pengkajian Morse Fall keadaan terpasang
Scale klien 35 (risiko rendah)
Memastikan tempat tidur selalu A:
dalam kondisiter kunci Risiko jatuh teratasi
R/ Tempat tidur klien dalam kondisi P:
terkunci Tetap lanjutkan intervensi
Memasang handrail tempat tidur
R/ handrail tempat tidur klien dalam
keadaan terpasang
Mendekatkan meja klien agar
mudah dalam mengambil minum
R/ klien dapat mudah mengambil
air mineral di atas meja yang telah
didekatkan