Kata pengantar
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanallah Wata’ala atas segala nikmat
yang diberikan dengan selesainya buku ajar Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal
yang di dalamnya berisi tentang pengertian dari globalisasi, komunitas, dan dampak
globalisasi. Buku ajar ini disusun untuk membantu siswa dalam memahami materi
Permasalahan Sosial sesuai kompetensi dasar mata pelajaran Sosiologi berdasarkan
Kurikulum 2013 edisi revisi 2016.
Buku ini berisi deskripsi konten materi, tujuan pembelajaran , uraian materi ,
rangkuman. Dengan struktur sistemtis dan simple ini diharapkan mudah dipahami oleh
peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian buku ajar ini bisa menjadi buku
pendamping belajar agar peserta didik lebih termotivasi belajar sosiologi.
Kami berharap semoga buku ajar ini bermanfaat bagi peserta didik kota Depok. Kami
menyadari bahwa buku ajar ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan
senang hati kami menerima saran dan kritik pembaca untuk memperbaiki buku ajar
berikutnya. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu.
Depok, Oktober 2021
Penyusun
PERTEMUAN PERTAMA
GLOBALISASI DAN PERUBAHAN KOMUNITAS LOKAL
A. Identitas Modul : Sosiologi
Mata pelajaran : XII
Kelas : 2X Pertemuan
Alokasi waktu : Globalisasi Dan Perubahan Komunitas
Judul Modul
B. Kompetensi Dasar
KD 3.2 Memahami berbagai permasalahan sosial yang disebabkan oleh perubahan
sosial di tengah-tengah pengaruh globalisasi.
KD 4.2 Mengkatagorikan berbagai permasalahan sosial yang disebabkan oleh
globalisasi serta akibat-akibatnya dalam kehidupan nyata di masyarakat sehingga
dapat merespons berbagai permasalahan sosial dan ketimpangan yang disebabkan
proses globalisasi.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Baca dan pahami kompetensi dasar yang terdapat pada modul.
2. Ikuti setiap tahapan kegiatan pembelajaran.
3. Bacalah setiap materi pembelajaran yang terdapat pada modul ini dengan
sungguh-sungguh.
4. Kerjakan latihan soal untuk menguji pemahaman konsep atau penugasan
kompetensi.
5. Cocokan jawabanmu dalam modul ini.
6. Tanyakan kepada Guru Mata Pelajaran jika ada yang kurang dipahami.
D. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian
materi, contoh soal, soal latihan dan evaluasi.
Pertama : HAKIKAT GLOBALISASI (pengertian globalisasi, karakteristik globalisasi,
faktor penyebab terjadinya globalisasi, sejarah globalisasi secara singkat, teori
globalisasi).
Kedua : komunitas dan dampak globalisasi terhadap komunitas lokal.
E. DESKRIPSI SINGKAT MATERI
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan
keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan,
investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.
Faktor Pendorong Globalisasi
1. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ,
2. Semakin terbukanya sistem perekonomian negara-negara di dunia ,
3. Mengglobalnya pasar uang .
4. Menurut Mac Iver (dalam Mansyur, Cholil 1987) community atau komunitas
diistilahkan sebagai persekutuan hidup atau paguyuban dan dimaknai sebagai suatu
daerah masyarakat yang ditandai dengan beberapa tingkatan pertalian kelompok
sosial satu sama lain. Dampak Globalisasi terhadap Perubahan Sosial di Tingkat Lokal
atau Komunitas urbanisasi, kesenjangan sosial, pencemaran, kriminalitas, lunturnya
eksistensi budaya lokal.
HAKIKAT GLOBALISASI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran I ini, diharapkan peserta didik dapat menjelaskan
hakikat globalisasi.
B. Uraian Materi
Gambar1 Hubungan antarmanusia di dunia
Bagaimana pendapat anda tentang gambar di atas !
Jawab dengan satu kata !
Pengertian Globalisasi
Globalisasi sering disebut sebagai fenomena dunia berwajah banyak. Oleh karena itu,
globalisasi sering diidentikkan dengan internasionalisasi, liberalisasi universalisasi,
westernisasi dan de-teritorialisasi:
Berikut penjelasannya satu per satu.
1. Internasionalisasi adalah hubungan antarnegara dengan ciri meluasnya arus
perdagangan dan penanaman modal.
2. Liberalisasi adalah pencabutan pembatasan-pembatasan pemerintah untuk
membuka ekonomi tanpa pagar dalam hambatan perdagangan, pembatasan keluar
masuk mata uang, kendali devisa, dan izin masuk suatu negara.
3. Westernisasi adalah ragam hidup model budaya Barat atau Amerika.
4. De-teritorialisasi adalah perubahan-perubahan geografis sehingga ruang sosial
dalam pembatasan, tempat, dan jarak berubah.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan
keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan,
investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.
Cochrane dan Pain menggambarkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia
sebagai berikut.
Sekarang ini, obat-obatan terlarang, kejahatan, penyakit, gagasan, gambar-gambar,
berita, informasi, hiburan, polusi, barang, dan uang bergerak di seluruh penjuru
dunia. Hal-hal tersebut melintasi perbatasan negara dan menghubungkan dunia
dalam sebuah skala yang tidak pernah terjadi dan dengan kecepatan yang tidak
dapat dibayangkan sebelumnya. Kenyataan bahwa kehidupan orang-orang di mana
pun di dunia ini pada umumnya dibentuk oleh kejadian, keputusan, dan tindakan
yang terjadi jauh dari tempat tinggal atau tempat mereka bekerja semakin
meningkat. Apa yang tengah digambarkan oleh Cochrane dan Pain adalah sebuah
globalisasi, yakni munculnya sebuah sistem ekonomi dan budaya global yang
membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global.
Giddens dan Drucker
Anthony Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya
diri kita turut ambil bagian dalam sebuah "dunia yang terus berubah tanpa
terkendali”. Dunia ini ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal yang
sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Dengan
demikian, globalisasi menurut Giddens adalah suatu proses radikalisasi dan
universalisasi nilai-nilai modernitas peradaban Barat ke seluruh penjuru dunia, yang
kemudian berkembang menjadi modernitas global Yati, 2013). Sejalan dengan itu,
Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai "zaman transformasi sosial”. Setiap
beberapa ratus tahun dalam sejarah manusia, transformasi hebat terjadi. Dalam
beberapa dekade saja, masyarakat telah berubah kembali, baik dalam pandangan
mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dan sosial, maupun seni. Lima puluh
tahun kemudian, muncullah sebuah dunia baru.
Lebih lanjut, Drucker mengatakan bahwa globalisasi adalah sebuah istilah
menyeluruh untuk berbagai proses yang berada di jantung ekonomi global, yaitu
penyebaran komunikasi global secara instan, pertumbuhan perdagangan
internasional yang cepat, dan pasar uang global (pasar perusahaan global). Ekonomi
global adalah produk segala hal tersebut dan lebih dari sekadar gabungan semuanya.
Ekonomi global merupakan revolusi yang memungkinkan pengusaha mana pun
menanamkan uang di mana pun. Dengan uang itu dan dengan menggunakan
teknologi, komunikasi, manajemen, dan tenaga kerja, mereka memproduksi barang
dan jasa yang bisa dijual di segala tempat.
Waters, Albrow, Kanter, dan Fakih
Menurut Malcolm Waters, globalisasi dapat dilihat melalui tiga dimensi, yaitu
dimensi politik, ekonomi, dan kultur (budaya). Dalam hal ini setiap negara
mempunyai keterhubungan satu sama lain lewat ketiga dimensi tersebut. Lebih
lanjut lagi, dilihat dari dimensi budaya, ternyata globalisasi memberikan pengaruh ke
negara-negara lain. Kondisi ini dapat kita lihat pada teori dependensi FF H Cardoso,
yaitu globalisasi akan memberikan dampak negatif berupa homogenitas budaya dan
gaya hidup yang menempatkan nilai-nilai universal menjadi tereduksi oleh suatu
kepentingan kekuatan dunia yang memaksakan kehendaknya. Homogenitas ini
ditandai dengan banyaknya pengalaman umum dan gaya hidup yang mirip dengan
kelompok kelas menengah sehingga akan meminimalkan budaya dan gaya hidup
lokal.
Ahli lain, yakni Martin Albrow, melihat globalisasi sebagai keseluruhan Proses ketika
penduduk dunia terinkorporasi (tergabung) dalam masyarakat dunia yang tunggal,
masyarakat global. Sementara itu, Rosabeth Moss Kanter menganalogikan globalisasi
seperti sebuah pusat perbelanjaan global. Dunia menjadi sebuah pusat perbelanjaan
global tempat gagasan dan produksinya tersedia di setiap tempat pada saat yang
sama. Adapun menurut Manscur Fakih, globalisasi adalah proses yang ditandai
dengan pesatnya perkembangan paham kapitalisme, yakni kian terbuka dan
mengglobalnya peran pasar, investasi, dan proses produksi dari perusahaan-
perusahaan transnasional.
Keadaan ini kemudian dikuatkan oleh ideologi dan tata dunia perdagangan baru di
bawah suatu aturan yang ditetapkan oleh organisasi perdagangan bebas secara
global (Fakih, 2011).
Pengertian Globalisasi Secara Umum
Selain definisi globalisasi dari beberapa ahli di atas, berikut pengertian qglobalisasi
secara umum (Ubaidilah dan Rozak, 2013).
1. Globalisasi sebagai transformasi kondisi spasial temporal kehidupan. Hidup yang
kita alami mengandalkan ruang dan waktu. Artinya, jika terjadi perubahan dalam
pengelolaan tata ruang-waktu, terjadi pula transformasi pengorganisasian hidup.
2. Globalisasi sebagai transformasi lingkup.cara pandang. Dengan kata lain,
globalisasi menyangkut transformasi isi dan cara merasa serta memandang
persoalan di kalangan masyarakat dunia.
3. Globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik. Dengan kata lain,
globalisasi menunjuk pada proses kaitan yang makin erat di antara semua aspek
kehidupan pada skala mondial (dunia).
Merujuk dari beberapa pengertian globalisasi tersebut, dapat dikatakan bahwa
globalisasi adalah sebuah ketergantungan antarmasyarakat dunia dalam hal
budaya, ekonomi, dan interaksi tanpa dihalangi oleh batas negara/geografi.
Meskipun demikian, sebagai pelajar, kita perlu berhati-hati dalam menggunakan
istilah globalisasi sebagaimana diindikasikan oleh John R. Wiseman, “Globalisasi
adalah kata yang paling rumit yang ada di akhir abad ke-20 karena kata ini memiliki
beragam arti dan dapat dipakai dengan berbagai cara."
Karakteristik Globalisasi
Robin Cohen dan Paul Kennedy berpendapat bahwa globalisasi adalah “Seperangkat
transformasi yang saling memperkuat” dunia. Seperangkat transformasi ini
merupakan suatu karakteristik yang meliputi hal-hal berikut.
1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti
telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan komunikasi global
terjadi demikian cepat. Pergerakan massa, seperti pariwisata, memungkinkan kita
merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan, pembagian pekerjaan
yang baru secara internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional,
dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama
televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini, kita
dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-
hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya mode, literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya dalam aspek-aspek berikut.
a. Ekonomi
Gambar 2 masalah ekonomi yang berkaitan dengan gaya hidup konsumtif
Perhatikan gambar 2 !
Bagaimana menurut pendapat anda ?
Saat ini, kita semakin menyadari bahwa keputusan ekonomi yang kita ambil yang
berkaitan dengan gaya hidup, kegemaran, dan hobi dapat menyebabkan beragam
masalah seperti pengangguran, utang, dan hilangnya mata pencaharian bagi para
pekerja dan buruh. Ini pulalah yang terjadi ketika negara-negara Asia mengalami
masalah finansial pada tahun 1998-1999 yang menyebabkan pengangguran di
negara lain, seperti di Inggris. Sekarang masalah finansial disebabkan oleh pandemi
covid19. Beberapa negara mengalami hutang yang sangat menumpuk ke negara
kaya.
b. Lingkungan
Peristiwa nuklir Chernobyl pada tahun 1986 menunjukkan dengan sangat jelas
bahwa kerusakan ekologi tidak mengenal batas negara. Saat ini, berhektare-hektare
lahan di Lake District dan Wales masih mengalami radiasi tingkat tinggi karena
kecelakaan yang terjadi ribuan mil jauhnya itu. Penurunan kualitas lingkungan hidup
bukan hanya disebabkan oleh penggunaan energi dan industri di negara maju. Hal
yang sama juga disebabkan oleh tindakan perusakan yang tidak disadari oleh orang-
orang di negaranegara berkembang, seperti penyediaan lahan yang berlebihan dan
penggundulan hutan. Perubahan iklim global ini memengaruhi semua orang yang
ada di seluruh penjuru dunia.
C. Permasalahan lazim lainnya seperti AIDS, flu babi, flu burung, perdagangan obat
terlarang internasional, dan terorisme internasional, seperti yang terjadi pada 11
September 2001, pandemi covid 19.
Gambar 3 Indonesia Darurat Covid 19 bulan Juni-Juli 2021
Cohen dan Kennedy menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita
pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah
satu.
Proses Globalisasi
Pelajari di bawah ini !
1000-1209 SM manusia
sudah mengenal
perdagangan dunia
Banyak sejarawan yang menyatakan bahwa globalisasi sebagai fenomena abad ke-20
ini dapat dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Sesungguhnya,
interaksi antarbangsa di dunia telah ada selama berabad-abad. Bila ditelusuri, benih-
benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan
antarnegara sekitar tahun 1000 dan 1509 SM. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok
dan India mulai menelusuri negara lain, baik melalui jalan darat Jalan Sutra) maupun
jalan laut untu berdagang.
Pada fase ini kaum muslimin
berperan dalam perdagangan
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan
Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi
Tiongkok, Jepang, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur,
Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum
pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad,
arsitektur, nilai sosial dan budaya Arab kepada warga dunia.
Eksplorasi dunia oleh bangsa
Eropa seperti Spanyol, Portugis,
Inggris, Belanda. Revolusi Industri
meningkatkan keterkaitan
antarbangsa. Munculah
Kolonialisasi di negara dunia ke3.
Fase berikutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa
Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini.
Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan
keterkaitan antarbangsa dunia. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi yang
membawa pengaruh besar terhadap difusi (penyebaran) antarkebudayaan di dunia.
Berkembangnya indutri dengan bahan baku, pasar
sehingga memunculkan perusahaan multinasional.
Indonesia dibanjiri pasar multinasional.
Berkembangnya industri, kebutuhan akan bahan baku, serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia, misalnya,
sejak diberlakukannya Politik Pintu Terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa
membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat,
Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya.
Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini
Perang Dingin dengan runtuhnya
komunis di Rusia dan memenangkan
kapitalis sehingga bangsa mempercayai
bahwa kapitalis adalah jalan terbaik
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika Perang Dingin
berakhir dan komunisme dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi
pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan
kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara-negara di dunia mulai menyediakan diri
sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi
komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.
Dari beberapa fase tersebut, globalisasi sebenarnya mulai menarik perhatian ketika
dibahas oleh para ilmuan penganut paham Marxis, salah satunya adalah Gunder
Frank. la mengemukakan bahwa gejala globalisasi adalah modernisasi, yaitu
perkembangan yang bermula dari Eropa Barat dan menyebar ke seluruh penjuru
dunia (Steger, 2008).
Faktor Pendorong Globalisasi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proses globalisasi sudah ada sejak zaman
dahulu dan berlangsung terus-menerus sampai sekarang. Proses perkembangannya
pun berbeda, zaman dahulu globalisasi berkembang secara lambat dan lama,
sedangkan sekarang berkembang secara cepat dan seakan tanpa batas/sekat.
Perkembangan globalisasi yang begitu cepatnya pasti didukung oleh berbagai faktor
yang memengaruhinya. Faktor-faktor pendorong globalisasi ini adalah sebagai
berikut.
1. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan alatalat komunikasi
dan transportasi yang canggih, aman, dan murah. Sejak abad ke-19, teknologi mulai
bermunculan dan pada abad ke-20, teknologi komunikasi mulai berkembang pesat.
Orang-orang mulai mengenal satelit, telepon, telepon genggam, internet, mobil,
pesawat terbang, dan sebagainya. Bahkan sekarang ini, setelah adanya internet,
mulai berkembang media sosial yang memudahkan penggunanya berkomunikasi
langsung dengan orang lain di belahan dunia mana pun seolah sedang bertatapan
langsung. Ini diibaratkan bahwa dunia semakin mengecil setelah adanya teknologi.
Bentuk media sosial ini contohnya Instagram, Twitter, Facebook, dan Path.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sebelumnya juga diramalkan oleh
Alvin Toffer. Menurutnya, akibat progres teknologi, akan terjadi kejutan-kejutan
masa depan yang akan melahirkan revolusi baru. Ia mengatakan bahwa revolusi
informasi sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi akan membentuk wajah
baru, yaitu masyarakat global lantaran tidak ada sekat yang mengaburkan batas-
batas suatu negara. Revolusi informasi akan membawa perubahan radikal dalam
kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, telepon genggam terus berkembang, tidak
hanya dalam bentuk modelnya, tetapi fitur-fitur di dalamnya. Telepon genggam yang
awalnya hanya berfungsi menelepon dan SMS terus berkembang, misalnya untuk
permainan (games), kamera, dan internet. Tidak hanya telepon genggam, komputer
pun terkena dampak dari cepatnya arus teknologi. Komputer yang awalnya besar
berubah bentuk menjadi kecil dan tipis serta bisa dibawa ke mana saja. Hasil progres
teknologi komputer adalah laptop (komputer jinjing) dan tablet.
2. Semakin terbukanya sistem perekonomian negara-negara di dunia
Faktor yang kedua adalah semakin terbukanya sistem perekonomian Suatu negara di
bidang perdagangan, produksi, maupun keuangan. Menurut Francis Fukuyama,
negara maju dan negara berkembang menganut prinsipprinsip liberal dan mengatur
ekonomi negara mereka. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin
terbukanya sistem perekonomian negara dipengaruhi oleh liberalisme
perekonomian dunia sehingga laju globalisasi Semakin cepat (Tulus Tambunan, 2004).
3. Mengglobalnya pasar uang
Mengglobalnya pasar uang ini muncul sebagai akibat terbukanya perekonomian
negara di dunia. Jadi, dapat dikatakan terbukanya perekonomian negara saling
terkait dengan pasar uang. Apabila pasar uang semakin meluas/mengglobal, akan
berakibat semakin besar pula kegiatan ekonomi suatu negara. Jika semakin liberal
perekonomian suatu negara, akan semakin cepat pasar uang mengglobal.
Teori-Teori Globalisasi Terdapat sejumlah teori globalisasi yang
dikemukakan para ahli, berikut sebagai di antaranya.
Cochrane dan Pain Cochrane dan Pain menegaskan bahwa terdapat tiga posisi
teoretis berkaitan dengan globalisasi, yaitu sebagai berikut (Prihastuti, 2013).
a. Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki
konsekuensi konkret terhadap berjalannya orang atau lembaga di seluruh dunia.
Selain itu, mereka percaya bahwa negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa
kebudayaan dan ekonomi global yang sama.
b. Para tradisionalis percaya bahwa globalisasi hanyalah sebuah mitos, dan jika pun
benar adanya, fenomena tersebut hanya dibesar-besarkan. Mereka beranggapan
bahwa fenomena tersebut sudah ada sejak dahulu, sementara kondisi sekarang ini
hanya sebuah lanjutan.
Para transformalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka percaya
bahwa globalisasi adalah seperangkat hubungan yang saling berkaitan melalui
sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung.
George Ritzer
Ritzer membuat dua asumsi berkaitan dengan globalisasi, yaitu sebagai berikut.
Perkembangan awal komunikasi global berkembang melalui beragam
a. media, utamanya televisi dan internet.
b. Terbentuknya kesadaran global sebagai hasil akhir globalisasi.
Thomas Friedman
Menurut Friedman, globalisasi tidak dapat dihindari dan akan menguntungkan.
Pemikiran Thomas Friedman ini termasuk dalam teori neoliberalisme. Teori
neoliberalisme memandang bahwa globalisasi sebagai proses liberalisasi di mana
setiap negara berpeluang untuk memperoleh keuntungan apabila mampu bersaing
di pasar global. Di sini, mekanisme dan hukum pasar mempunyai kekuatan,
sedangkan pemerintah diharapkan tidak ikut campur. Friedman menulis tentang
metafora "Jaket Ikat Emas (Golden Straightjacket)"”.
Metafora ini menyatakan bahwa sementara globalisasi membatasi pilihan yang
tersedia bagi pemerintah, globalisasi menawarkan kemakmuran bagi negara-negara
yang memenuhi persyaratan. Untuk masuk dalam Golden Straightjacket ini, sebuah
negara harus mengadopsi aturan-aturan emas (golden rules) sebagai berikut
(Quiggin, 2005). Membuat sektor swasta menjadi mesin utama pertumbuhan
ekonomi:
1. Membuat sektor swasta menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi.
2. Mempertahankan tingkat inflasi yang rendah dan stabilitas harga.
3. Menyusutkan ukuran birokrasi negara tersebut.
4. Menjaga sedekat mungkin anggaran yang seimbang, jika tidak surplus.
5. Menghilangkan dan menurunkan tarif.
6. Menyingkirkan kuota dan monopoli dalam negri.
7. Meningkatkan ekspor.
8. Privatisasi industri dan utilitas milik negara.
9. Deregulasi pasar modal dan perekonomian domestik.
10. Membuka perbankan dan telekomunikasi untuk persaingan dar kepemilikan
pribadi:
11. Memungkinan warga memilih dari berbagai pilihan pensiun yang bersaing.
Roland Robertson
Menurut Robertson, tengah terjadi pemampatan atau kompresi dunia dan
penguatan kesadaran dunia secara keseluruhan. Pemikiran Robertson termasuk
dalam teori budaya dunia (World Culture Theory). Menurutnya dalam pikiran dan
tindakan, globalisasi membuat dunia menjadi suatu tempat yang tunggal. Namun,
hal ini tidak berarti dunia menjadi seragam atau homogen, globalisasi dunia
diekspresikan melalui keberagaman antarwilayah atau benua. Robertson
berpendapat bahwa arus kultural global justru memunculkan kembali kantong-
kantong kebudayaan lokal Hasilnya bukanlah globalisasi, melainkan globalisasi,
interaksi global-lokal dengan saling pinjam kebudayaan sebagai cirinya. Hal ini dapat
disebut juga dengan hibridisasi atau kreolisasi yang tercermin dalam musik, film,
pakaian, dan ekspresi lainnya (Syeirazi, 2003).
Thomas Meyer
Thomas Meyer menulis bahwa masyarakat di berbagai negara di dunia menjadi
makin mirip dalam hal pemerintahan dan kebijakan, hal ini disebut "Isomorphism”.
Misalnya negara-negara yang berbasiskan pertanian tidak membuat sistem
pendidikan yang berbeda, namun mengadopsi Sistem dari
negara-negara Barat. Negara-negara ini juga mengadopsi sistem hukum yang mirip,
kebijakan kependudukan dan kesehatan, aturan lingkungan hidup, dan sebagainya.
Oleh karena itu, walau negara-negara berbeda dalam hal pemerintahan, banyak
aspek kebijakan yang mirip. Teori Meyer termasuk dalam teori pemerintahan dunia
(world polity system).
William Robinson
William Robinson (2004) mengusung teori kapitalisme global (global Capitalism).
Menurut Robinson, perubahan besar telah terjadi, dari ekonomi dunia menjadi
ekonomi global. Awalnya, setiap negara mengembangkan ekonomi nasional yang
terhubung dengan negara lain melalui perdagangan dan keuangan dalam sebuah
pasar internasional yang terintegrasi. Kemudian, muncul tahap transnasional
kapitalisme dunia. Pada tahap ini, terjadi globalisasi tahap produksi, ketika produksi-
produksi nasional menjadi produksi global. Menurutnya, telah hadir kelas kapitalis
dan negara transnasional baru yang disebut transnational capitalist class (TCC). Kelas
yang melampaui batasan-batasan negara ini merupakan sebuah sistem global. Dalam
sistem tersebut, para kapitalis dari Jepang nyaman berinvestasi di Amerika Latin
sebagaimana para kapitalis dari Amerika Utara berinvestasi di Asia Tenggara.
Perkembangan industri dan bisnis global mereka yang saling terkait menjadikan
mereka pendorong kapitalisme dunia.
Mobilitas global dari modal (capital) membuat terjadinya reorganisasi produksi dunia,
dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Hasilnya, | sistem produksi yang
dulunya hanya terletak di satu negara saat ini telah terpecah. Artinya, tidak hanya
produksi dilakukan di luar negeri dengan upah pekerja yang lebih murah, tetapi
proses produksi dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil dan tiap bagian dapat
dipindahkan ke negara berbeda. Globalisasi dengan demikian menjadi sebuah cara
yang menyatukan dunia menjadi sebuah sistem produksi global dan
mengintegrasikan aneka negara serta wilayah menjadi sebuah masyarakat dan
ekonomi global baru.
Gejala-Gejala Globalisasi di Indonesia
1. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan kemajuan teknologi. Hal ini
terbukti dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi guna memenuhi
kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Contoh
kemajuan iptek adalah penemuan telepon sebagai alat telekomunikasi yang
membawa kemudahan bagi penggunanya.
2. Bidang Ekonomi
Globalisasi ekonomi adalah meningkatnya saling ketergantungan ekonomi negara-
negara di dunia berkat percepatan pergerakan barang, jasa, teknologi, dan modal
lintas perbatasan. Globalisasi ekonomi merupakan proses peningkatan integrasi
ekonomi antarnegara yang berujung pada munculnya pasar global dan pasar dunia
tunggal. Globalisasi ekonomi terdiri dari globalisasi produksi, pasar, persaingan,
teknologi, serta perusahaan dar industri. Tren globalisasi saat ini dapat dianggap
hasil dari integrasi negara maju dengan negara yang kurang maju melalui investasi
langsung asing, pengurangan batasan perdagangan, reformasi ekonomi, dan imigrasi.
Globalisasi ekonomi ini lebih spesifik lagi seperti yang dikemukan oleh Tanri Abeng,
yaitu sebagai berikut (Hariyanto, 2011).
a. Globalisasi produksi
Globalisasi produksi ini ditandai dengan berdirinya perusahaan yang melakukan
produksi di berbagai negara. Tujuannya adalah untuk Got menekan harga produksi.
Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
b. Globalisasi pembiayaan
Perusahaan multinasional lebih mudah memperoleh pinjaman atau melakukan
investasi di negara-negara di dunia.
c. Globalisasi tenaga kerja
Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja.
Dalam hal ini, perusahaan multinasional akan memanfaatkan tenaga kerja sesuai
dengan kebutuhan. Jika yang dibutuhkan staf profesional, akan diambil tenaga asing.
Adapun untuk tenaga kasar akan diambil dari negara berkembang. Globalisasi tenaga
kerja ini memudahkan pula pergerakan tenaga kerja asing. Sebagai contoh, banyak
tenaga kerja profesional dari negara asing yang masuk ke Indonesia. Begitu juga
sebaliknya, banyak tenaga kerja Indonesia yang masuk ke negara-negara asing, baik
menjadi staf profesional maupun menjadi buruh kasar.
d. Globalisasi jaringan informasi
Adanya globalisasi membuat jaringan informasi masyarakat lebih mudah dan cepat
mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia. Hal ini dimanfaatkan oleh
perusahaan multinasional untuk memasarkan produknya. Sebagai contoh,
mempromosikan restoran cepat saji lewat media massa, dan media elektronik.
e. Globalisasi perdagangan
Globalisasi perdagangan ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman
tarif, serta penghapusan nontarif sehingga kegiatan perdagangan dan persaingan
menjadi lebih mudah, ketat, dan adil.
SEJARAH GLOBALISASI EKONOMI
Sejarah globalisasi ekonomi dunia diperkirakan dimulai ketika pada tahun 1944,
terdapat 44 negara menghadiri Konferensi Bretton Woods untuk menstabilkan mata
uang dunia dan menetapkan kredit untuk perdagangan internasional pada era pasca-
Perang Dunia II. Tatanan ekonomi internasional yang direncanakan oleh konferensi
ini menjadi pemicu tatanan ekonomi yang digunakan hari ini. Konferensi ini juga
menumbuhkan beberapa organisasi yang penting bagi terbentuknya ekonomi global
dan sistem keuangan global, seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, dan
Organisasi Perdagangan Dunia. Salah satu tujuan dari globalisasi di bidang ekonomi
yang dilakukan di berbagai negara di dunia, khususnya di Indonesia, adalah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu, perlu dikembangkan Sistem
ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan
dengan prinsip persaingan sehat. Dengan demikian, terjam, kesempatan yang sama
dalam berusaha dan bekerja. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain sebagai
berikut.
a. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghilangkan sistem
monopoli.
b. Memberdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien
dalam berusaha dengan suasana yang kondusif (aman dan mendukung). Sebagai
contoh, pemberian kredit usaha kecil.
C. Mengembangkan hubungan kemitraan yang saling mendukung dan
menguntungkan antara koperasi, swasta, dan BUMN, serta antara pengusaha besar,
menengah, dan kecil dalam rangka memperkuat struktur perekonomian nasional.
3. Bidang Politik
Keberhasilan pembangunan di bidang politik semakin memantapkan tatanan
kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan demokrasi Pancasila,
memantapkan perkembangan organisasi sosial poitik dan kemasyarakatan, serta
mendorong peningkatan kesadaran berpolitik rakyat. Namun, pendidikan politik pun
harus lebih ditingkatkan agar rakyat semakin sadar akan hak dan kewajibannya
sebagai warga negara dan semakin sadar bagaimana kita menjalin hubungan dengan
negara-negara luar untuk memelihara perdamaian dunia.
4. Bidang Budaya
Globalisasi budaya telah meningkatkan kontak lintas budaya. Peningkatan interaksi
kultural melalui perkembangan media massa, terutama televisi, flm, musik, dan
transmisi berita internasional. Saat ini kita dapat merasakan hasil gagasan dan
pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi keberagaman budaya, misalnya
dalam bidang fesyen/busana, Irteratur, dan makanan.
Dalam menghadapi globalisasi budaya, tentunya masyarakat Indonesia harus
memiliki ketahanan budaya yang kuat. Hal ini agar masyarakat tetap berada dalam
norma-norma sesuai adat ketimuran dan tidak terlena dalam arus westernisasi.
5. Bidang Agama
Globalisasi di bidang agama lebih terfokus pada aplikasi ajaran agama dalam konteks
kekinian tanpa melanggar atau menabrak akidah-akidah agama. Globalisasi juga
memicu penganut agama untuk memahami dan menghargai penganut agama yang
lain dalam konteks toleransi sehingga tecermin kehidupan yang harmonis dalam
masyarakat multikultural. Globalisasi di bidang agama juga merupakan imbas dari
globalisasi yang menyangkut sarana dan prasarana keagamaan.
Arus komunikasi dan informasi antarumat beragama yang sama maupun antarumat
beragama yang berbeda kian luas dan terbuka. Hal ini berdampak pada
berkurangnya rasa saling curiga di antara mereka. Keadaan ini dapat menghambat
konflik dan mempercepat kehidupan yang aman dan nyaman. Perlu juga disadari
bahwa untuk menjaga keseimbangan, seyogianya tidak hanya pembangunan fisik
yang menjadi tolok ukur keberhasilan, tetapi yang tidak kalah penting adalah
pembangunan mental dan spiritual umat beragama. Dalam hal ini, tentunya
lembaga-lembaga keagamaan harus berperan dalam menghadapi arus globalisasi
yang sedang berkembang dalam semua lini bidang kehidupan.
PERTEMUAN KEDUA
KOMUNITAS DAN DAMPAK GLOBALISASI
A. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat memahami pengertian komunitas.
2. Peserta didik dapat memahami dampak globalisasi terhadap perubahaan
komunitas
B. Uraian Materi
Pengertian Komunitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunitas (community) adalah kelompok
organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di daerah
tertentu: masyarakat, paguyuban. Menurut Mac Iver (dalam Mansyur, Cholil 1987)
community atau komunitas diistilahkan sebagai persekutuan hidup atau paguyuban
dan dimaknai sebagai suatu daer masyarakat yang ditandai dengan beberapa
tingkatan pertalian kelompok Sosial satu sama lain. Istilah community juga dapat
diistilahkan sebagai masyarakat setempat. Masyarakat setempat ini menunjukkan
pada warga sebuah desa, kota, suku, atau bangsa. Selain itu, masyarakat setempat
juga menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah
(dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu di mana faktor utama yang
menjadi dasar adalah interaksi. Kriteria utama adanya suatu komunita, atau
masyarakat setempat adalah adanya social relationships antara anggota Suatu
kelompok. Dengan demikian, community atau masyarakat setempat adalah suatu
wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu.
Keberadaan komunitas ini biasanya didasari oleh lokalitas dan perasaan komunitas
(community sentiment).
a. Lokalitas
Lokalitas atau tempat tinggal pasti dimiliki oleh suatu masyarakat setempat.
Masyarakat setempat yang memiliki tempat tinggal secara tetap biasanya memiliki
ikatan solidaritas sosial yang kuat. Hal in merupakan pengaruh kesatuan tempat
tinggalnya. Secara umum, masyarakat setempat berfungsi sebagai ukuran untuk
menggarisbawahi hubungan antara hubungan-hubungan sosial dengan wilayah
geografis tertentu. Meskipun demikian, tempat tinggal saja tidak cukup untuk
membentuk masyarakat setempat. Namun, dibutuhkan suatu perasaan komunitas.
b. Perasaan komunitas (community sentiment)
Perasaan komunitas (community sentiment) merupakan suatu perasaan di antara
anggota bahwa mereka saling memerlukan dan tanah yang mereka tinggali
memberikan kehidupan kepada semuanya. Menurut Mciver dan Charles Horton
Cooley, ada beberapa unsur dalam perasaan komunitas, yaitu sebagai berikut.
1) Seperasaan
Unsur seperasaan timbul akibat dari seseorang yang berusaha mengidentifikasikan
dirinya dengan banyak orang karena memiliki kepentingan yang sama dalam
memenuhi kebutuhan hidup.
2) Sepenanggungan
Unsur sepenanggungan diartikan sebagai kesadaran akan peranan dan tanggung
jawab anggota komunitas dalam kelompoknya.
3) Saling memerlukan
Unsur saling memerlukan diartikan sebagai perasaan ketergantungan terhadap
komunitas baik yang sifatnya fisik maupun psikologis.
Menurut Montagu dan Matson dalam Sulistiyani (2017), ada sembilan konsep
komunitas yang baik dan empat komponen kompetensi masyarakat. Kesembilan
konsep komunitas yang baik tersebut adalah sebagai berikut.
1) Setiap anggota masyarakat berinteraksi satu sama lain berdasarkan hubungan
pribadi dan hubungan kelompok.
2) Adanya konflik dan managing conflict.
3) Memiliki viabilitas atau kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri.
4) Adanya kesempatan bagi setiap anggota masyarakat untuk berpartisipas aktif
demi kepentingan bersama.
5) Komunitas memiliki otonomi, yaitu kewenangan dan kemampuan untuk
mengurus kepentingan sendiri secara bertanggung jawab.
6) Komunitas memberi makna kepada anggota.
7) Adanya heterogenitas dan beda pendapat.
8) Pelayanan masyarakat ditempatkan sedekat dan secepat mungkin kepada yang
berkepentingan.
9) Distribusi kekuasaan merata sehingga tiap orang berkesempatan riil, bebas
memiliki, dan menyatakan kehendaknya.
Adapun keempat komponen kompetensi masyarakat yang perlu ditambahkan untuk
melengkapi sebuah komunitas yang baik adalah sebagai berikut.
1) Mampu mengidentifikasi masalah dan kebutuhan komunitas.
2) Mampu bekerja sama secara rasional dalam bertindak mencapai tujuan.
3) Mampu mencapai kesepakatan tentang sasaran yang hendak dicapai dan skala
prioritas.
4) Mampu menemukan dan menyepakati cara dan alat mencapai sasaran
yang telah disetujui.
Dampak Globalisasi terhadap Perubahan Sosial di Tingkat Lokal atau Komunitas
Seperti yang sudah diuraikan pada materi sebelumnya, bahwa globalisasi diartikan
sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal. Dalam hal ini, masyarakat di
seluruh dunia menjadi saling bergantung pada semua aspek kehidupan, baik politik,
ekonomi, sosial, maupun budaya. Dampak yang dirasakan dari perubahan sosial
karena pengaruh globalisasi mengakibatkan beragam permasalahan seperti berikut.
1. Urbanisasi
Amati gambar di bawah ini !
Globalisasi melahirkan kembali industrialisasi dalam bentuk yang lebih maju dalam
hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Lihat saja banyaknya perusahaan asing di
Indonesia mulai bermunculan dari perusahaan tambang, garmen, air minum,
sampah, parkir, hingga perusahaan mobil dan pesawat. Perusahaan-perusahaan ini
tentu membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Muncullah urbanisasi.
Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari
pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota.
Pelajari dengan cermat tabel Faktor penyebab dan pendorong urbanisasi !
Penyebab terjadinya urbanisasi adalah Faktor-faktor yang mendorong
adanya daya tarik tertentu di kota: penduduk desa melakukan urbanisasi
1. Daya tarik ekonomi. adalah sebagai berikut.
2. Daya tarik sosial. 1. Di desa tempat rekreasi sulit
3. Daya tarik pendidikan. diperoleh.
4. Daya tarik budaya 2. Penduduk desa tidak memiliki banyak
kesempatan untuk memperoleh
pengetahuan
3. Kaum mudanya, merasa tertekan oleh
adat istiadat yang ketat yang
menimbulkan cara hidup yang monoton
4. Lapangan pekerjaan yang tersedia di
desa sangat kurang atau terbatas bila
dibandingkan dengan pertumbuhan
penduduknya
Dengan adanya urbanisasi, penduduk kota semakin bertambah. Dengan begitu,
timbullah permasalahan baru, baik di kota maupun di desa, antara lain sebagai
berikut.
A. Semakin berkurangnya penduduk desa, terutama yang berusia
produktif. Banyak sawah/lahan pertanian yang terbengkalai.
B. Hasil panen menurun.
C. Tingkat kesejahteraan masyarakat desa menurun.
D. Muncul pengangguran di kota.
E. Kriminalitas dan perilaku menyimpang lainnya meningkat di kota.
Dengan banyaknya permasalahan yang muncul akibat urbanisasi ini, diperlukan cara
untuk menahan laju urbanisasi. Upaya menahan laju urbanisasi tersebut antara lain
sebagai berikut.
A. Membangun tempat kursus dan balai latihan kerja.
B. Meningkatkan pembangunan di pedesaan, misalnya
di bidang pertanian.
C. Meningkatkan arus informasi dan sarana
transportasi sehingga beritaberita aktual bisa cepat
diterima.
D. Memperhatikan kesinambungan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi agar sejalan dengan
peningkatan iman melalui pendidikan agama.
2. Kesenjangan Sosial Ekonomi
Secara etimologis, kesenjangan berarti tidak seimbang, tidak simetris, atau berbeda.
Kesenjangan sosial ekonomi dapat diartikan sebagai tingkat pertumbuhan sosial
ekonomi yang tidak sama yang terjadi pada masyarakat yang melaksanakan
pembangunan. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan untuk memperoleh
sumber pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan kesempatan
berpartisipasi dalam pembangunan. Semakin besar perbedaan untuk mendapat
kesempatan-kesempatan tersebut, semakin besar pula tingkat kesenjangan sosial
ekonomi yang terjadi di masyarakat. Sebaliknya, semakin kecil perbedaan
kesempatankesempatan tersebut, semakin kecil pula tingkat kesenjangan sosial
ekonomi yang terjadi. Untuk itu, pemerintah perlu membuka kesempatan kerja bagi
anggota masyarakat.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya kesenjangan ekonomi antara lain sebagai
berikut.
A. Menurunnya pendapatan per kapita sebagai akibat pertumbuhan
benduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan produktivitas.
B. ketidakmerataan hasil pembangunan antardaerah sebagai akibat
kebijakan politik dan kekurangsiapan sumber daya manusia.
C. Rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang
kurang menyukai persaingan dan kurang usaha.
D. Hancurnya industri kerajinan rakyat sebagai akibat monopoli para
pengusaha bermodal besar.
E. Investasi yang sangat banyak pada proyek-proyek yang padat modal
(capital intensive), sehingga persentase pendapatan dari harta tambahan
lebih besar dibandingkan dengan persentase pendapatan kerja.
Upaya dalam mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Di antaranya adalah sebagai
berikut.
A. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).
b. Meningkatkan kemampuan manajemen usaha.
C. Memfungsikan Kredit Usaha Tani (KUT), Koperasi Unit Desa
(KUD), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) secara maksimal.
d. Menyalurkan Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Candak Kulak
(KCK)
e. Peningkatan dan pembinaan ekonomi kerakyatan, seperti
koperasi dan sektor nonformal.
f. Meningkatkan kerja sama antara pengusaha kecil dan sistem
bapak asuh.
3.PENCEMARAN LINGKUNGAN
Amatilah gambar di bawah ini ! Apakah ada pencemaran ?
Sehubungan dengan masalah pencemaran alam, Eitzen mengklasifikasikan berbagai
jenis pencemaran sebagai berikut (Soetomo, 2008).
a. Pencemaran udara yang berasal dari asap mobil, asap pabrik, asap pembakaran
minyak, dan asap pembakaran sampah.
b. Pencemaran air yang berasal dari pembuangan limbah industri ke sungai, danau,
laut, atau limbah yang berasal dari berbagai jenis pestisida dan pupuk yang
digunakan petani.
c. Pencemaran kimiawi berupa produksi bahan-bahan sintetis yang digunakan
sebagai bahan detergen, pupuk, pestisida, plastik, dan pakaian.
d. Limbah padat yang berupa sampah buangan kegiatan individu atau bisnis tertentu.
e. Polusi panas berupa peningkatan temperatur air dan panas atmosfer yang
disebabkan oleh berbagai ulah manusia.
Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk mencegah pencemaran tersebut, yaitu
sebagai berikut.
a. Pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku industri agar Mereka melaksanakan
amdal (analisa mengenai dampak lingkungan).
b. Adanya perangkat hukum yang melindungi lingkungan.
C. Bimbingan dan penyuluhan bagi masyarakat dari pemerintah beserta komponen
lainnya. Seperti LSM agar dapat mengubah pola hidup yang merusak lingkungan
alam menjadi pola hidup yang bertanggung jawab demi kelestraian alam dan
lingkungan hidupnya.
4. Kriminalitas
Amati gambar kartun di bawah ini !
Salah satu dampak pembangunan adalah meningkatnya kriminalitas atau tindak
kejahatan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pembangunan yang
dilakukan negara berkembang, seperti Indonesia sering memunculkan masalah-
masalah sosial sebagai berikut.
a. menipisnya rasa kekeluargaan,
b. meningkatnya sikap individualistis,
c. meningkatnya tingkat persaingan,
d. meningkatnya pola hidup konsumtif.
Masalah-masalah sosial tersebut dapat memicu munculnya tindak kriminal. Tekanan
sosial dalam proses globalisasi yang semakin berat memunculkan pola hidup yang
memuja kesenangan (hedonisme). Banyak orang ingin mencapai hal tersebut.
Namun, di sisi lain, banyak yang memiliki keterbatasan untuk meraihnya. Kondisi ini
dapat mendorong orang mencari jalan pintas dengan melakukan tindak kriminal,
seperti penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan, penggelapan, penadahan,
perampasan, dan pembunuhan. Kondisi ini sangat tampak di kota-kota besar tempat
segala bentuk kegiatan ekonomi dan politik menonjol dengan tingkat persaingan
yang tinggi. Akibatnya, timbullah tindak kejahatan, baik yang menggunakan
teknologi sederhana maupun yang menggunakan teknologi canggih seperti
kejahatan kerah putih, misalnya pencurian uang melalui jaringan internet.
Globalisasi juga menghadirkan kesempatan untuk melakukan kejahatan lintas
wilayah. Kegiatan kejahatan internasional mencakup perdagangan manusia,
pemalsuan komputer, perdagangan senjata ilegal, penyelundupan manusia (imigran
gelap), pembajakan hak cipta, dan perdagangan obat-obatan terlarang.
5. Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa
Perhatikan gambar di bawah ini ! Apakah yang mereka lakukan ?
Globalisasi yang ditandai dengan semakin kaburnya sekat-sekat antarnegara tentu
berdampak pada eksistensi jati diri bangsa itu sendiri. Menurut Kurniawan (2012),
paham budaya Barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan Indonesia adalah
sebagai berikut.
1. Individualisme, yakni suatu paham yang selalu mementingkan kepentingan sendiri
(individu).
2. Materialisme, yakni paham yang selalu memandang segala sesuatu berdasarkan
materi atau harta benda.
3. Sekularisme, yakni suatu paham yang menilai bahwa manusia tidak terikat pada
nilai-nilai agama, tetapi hanya mengutamakan akal pikiran dan pendekatan ilmiah
rasional.
4. Hedonisme, yakni suatu paham yang menganggap bahwa kesenangan atau
kenikmatan duniawi merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
C. Rangkuman
1. Globalisasi menurut Anthony Giddens adalah suatu proses radikalisasi dan
universalisasi nilainilai modernitas peradaban Barat ke seluruh penjuru dunia, yang
kemudian berkembang menjadi modernitas global.
2. Pengertian globalisasi secara umum adalah sebagai berikut.
a. Globalisasi sebagai transformasi kondisi spasial temporal kehidupan.
b. Globalisasi sebagai transformasi lingkup cara pandang.
c. Globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik.
3. Robin Cohen dan Paul Kennedy berpendapat bahwa karakteristik globalisasi
meliputi hal-hal berikut.
a. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu.
b. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung.
c. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama
televisi, film, musik, serta transmisi berita dan olahraga internasional).
d. Meningkatnya masalah bersama, misalnya dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan
permasalahan lainnya seperti AIDS, flu babi, flu burung, perdagangan obat terlarang
internasional, dan terorisme internasional.
4. Faktor-faktor pendorong globalisasi adalah sebagai berikut.
a. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi b. Semakin terbukanya sistem
perekonomian negara-negara di dunia
c. Mengglobalnya pasar uang
5. Gejala globalisasi di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut.
a. Pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terjadi pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di Indonesia yang melibatkan negara-negara lain.
b. Pada bidang ekonomi, terjadi globalisasi produksi, globalisasi pembiayaan,
globalisasi tenaga kerja, globalisasi jaringan informasi, dan globalisasi perdagangan.
C. Pada bidang politik, melalui teknologi informasi lewat berbagai media komunikasi,
kita dapat belajar dan mengambil hal hal yang baik dari negara-negara asing untuk
dapat menyempurnakan demokrasi yang kita sedang bangun.
d. Pada bidang budaya, terjadi kontak lintas budaya melalui perkembangan media
massa, terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita internasional.
e. Pada bidang agama, globalisasi memicu penganut agama untuk memahami dan
menghargai penganut agama yang lain dalam konteks toleransi sehingga tecermin
kehidupan yang harmonis dalam masyarakat multikultural.
6. Dampak globalisasi terhadap komunitas lokal adalah sebagai berikut.
a. Urbanisasi akibat daya tarik ekonomi, sosial, pendidikan, dan budaya dari kota.
b. Kesenjangan sosial ekonomi dalam masyarakat.
C. Pencemaran lingkungan alam.
d. Kriminalitas akibat masalah-masalah sosial.
e. Lunturnya eksistensi jati diri bangsa.
D. Penugasan Mandiri :
Buatlah Karya Tulis Ilmiah berbentuk Naskah inkubator yang ditulis melalui google
docs dengan ada sitakis, jumlah kata 1000. Dikordinir oleh ketua kelas dan dikirim
langsung dengan kolaborasi melalui google drive (
[email protected] ). Dikumpulkan tanggal 1 pekan setelah
pembelajaran berlangsung. Konten yang ada di naskah inkubator adalah Masalah
sosial yang disebabkan oleh globalisasi.
1. Menjelaskan masalah sosial pilih salah satu urbanisasi, kesenjangan sosial
ekonomi, pencemaran lingkungan, kriminalitas, lunturnya jati diri bangsa.
Deskripsikan secara jelas dan rinci ( point 25 )
2. Menjelaskan faktor penyebab masalah sosial ( point 25 )
3. Menjelaskan keterkaitan masalah sosial ditinjau dari teori globalisasi. Pilih teori
globalisasi yang relevan dengan masalah yang diangkat. Cocharane dan Pain, George
Ritzer, Thomas Friedman, Roland Roberson, Thomas Meye, William Robinson (point
50)
4. Hasil karya sendiri tidak boleh copas teman !