1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Letak geomorfologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan morfologi atau bentuk dari permukaan bumi. Letak geologis adalah letak suatu wilayah yang dilihat dari jenis-jenis batuan yang berada di permukaan bumi. Dari letak geologis itulah nantinya akan diketahui tentang kondisi pegunungan, daratan serta lautan yang sering terjadi pada suatu negara tertentu dan hal tersebut nantinya akan menjadi sebuah ciri dari peristiwa alam yang tidak akan berubah. Berdasarkan kondisi geologinya, kepulauan yang terdapat di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 daerah, yaitu daerah dangkalan Sunda, daerah dangkalan Sahul dan daerah antara dangkalan Sunda dan Sahul. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana letak geomorfologi wiayah Indonesia? 2. Bagaiamana letak geologi wilayah Indonesia? C. Tujuan 1. Untuk mengeahui letak geomorfologi wiayah Indonesia 2. Untuk mengeahui letak geologi wilayah Indonesia
2 BAB II PEMBAHASAN A. Letak Geomorfologis Letak geomorfologis yaitu letak berdasarkan tinggi rendahnya suatu tempat terhadap permukaan air laut. Letak geomorfologis Indonesia berdasarkan bentuk permukaan bumi Indonesia seperti dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dll Letak geomorfologis di Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh faktor letak geologis Indonesia. Kondisi Geomorfologi Indonesia berdasarkan genetikanya, yang meliputi bentuk lahan asal struktural (tektonik), vulkanik, denudasional (termasuk karst), fluvia dan marin. Masingmasing bentuk lahan genetik tersebut dijelaskan secara baik dengan ilustrasi foto, foto udara, citra satelit, grafi dan peta. Selain uraian garis besar, pada lokasi-lokasi tertentu ada penjelasan lebih rinci bagi fenomena geomorlogi yang spesifik. Variasi karakteristik geomorfologi Indonesia tersebut tidak lepas dari p;osisinya yang terletak pada pertemuan tiga lempeng teknotik dan pada daerah iklim tropis basah, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan sumber daya buatan/mineral, tanah dan air, dan aktifnya proses geomorfik, seperti tektonik, vulkanik, pelapukan, erosi, banjir, dan longsor. Manfaat dari letak perbedaan geomorfologi di Indonesia 1. Perbedaan bahan tambang dan mineral dari satu tempat dengan tempat yang lainnya. Di Pulau Kalimantan banyak terdapat tambang batu bara. Di Sulawesi banyak terdapat tambah minyak bumi. 2. Perbedaan jenis tanaman karena adanya perbedaan suhu. Misalnya di daerah dataran rendah tanamannya tentu berbeda dengan tanaman yang ada di daerah pegunungan yang bisa ditanami dengan sayuran.
3 3. Perbedaan persebaran penduduk dan kepadatan penduduk dilihat dari bentuk topografinya. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh a. Adanya suhu yang berbeda-beda mempunyai pengaruh terhadap jenis tanaman. b. Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung tanah. c. Menentukan kepadatan penduduk; umumnya apabila geomorfologi-nya tinggi maka kepadatannya kecil, sedangkan apabila geomorfologinya rendah maka kepadatannya tinggi. d. Geomorfologi tinggi berbagai pembangunan sukar dilakukan seperti pemukiman, jembatan, gedung, dan jalan raya. B. Letak Geologis Indonesia Letak geologis merupakan letak suatu wilayah, negara ataupun benua berdasarkan kondisi geologis yang ada di wilayah tersebut. Seperti susunan batu-batuan yang menyusun lapisan bumi di wilayah tersebut. Atau secara umum mengacu pada lempengan lempengan bumi yang berada pada lapisan kulit bumi pada daerah tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia, terutama gunung api dengan tipe strato yang sebagian besarnya masih aktif. Hal ini disebabkan oleh kondisi geologis yang ada di Indonesia. Letak geologis Indonesia juga cukup strategis. Secara geologis, Indonesia adalah negara yang terletak di antara beberapa lempengan bumi dan beberapa dangkalan laut.Hal ini menyebabkan kondisi geografis Indonesia berbeda-beda di tiap wilayahnya. Daerah Indonesia bagian barat dilalui oleh deretan Pegunungan Muda Mediterania, yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Himalaya dengan sifat
4 basa. Sedangkan daerah Indonesia bagian tengah dan timur dilewati oleh deretan pegununganSerkum Pasifik yang cenderung bersifat asam. Letak geologis Indonesia ditandai dengan tiga hal berikut : Indonesia dilalui oleh dua rangkaian pegunungan besar dunia. Yaitu rangkain sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Indonesia berada di titik pertemuan tiga lempeng litosfer, yaitu lempeng IndoAustralia, lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu dangkalan sunda, dangkalan sahul dan daerah laut pertengahan Australia Asiatis. Kondisi geologis Indonesia yang memiliki banyak gunung api ini memiliki dampak positif maupun negatif. Selain menyebabkan tanah di Indonesia memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, hal ini juga menyebabkan sering terjadi bencana alam yang disebakan peristiwa vulkanik. Misalnya gempa bumi, letusan gunung api, sampai tsunami. Dilihat dari segi jalur pegunungan yang melalui wilayah Indonesia, kepulauan Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan besar. Yaitu sirkum mediterania yang aktif di bagian barat dan Sirkum Pasifik yang terdiri dari rangkaian gunung api tua di bagian timur. Rangkaian sirkum Mediterania terdiri dari pegunungan muda yang masih aktif menyebabkan di wilayah barat Indonesia banyak terdapat gunung api yang masih aktif. Sedangkan di wilayah timur kebanyakan gunung apinya sudah tidak aktif lagi. Karena terdiri dari pegunungan yang sudah tua dari sirkum Pasifik. Indonesia juga merupakan pertemuan dari tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Lempeng IndoAustralia bertabrakan dengan Lempeng Eurasia di lepas pantai Jawa, Sumatra dan Nusa Tenggara. Dan bertabrakan dengan lempeng pasifik di daerah Maluku dan
5 Papua. Di daerah pertemuan lempeng ini sering terjadi gempa bumi, tsunami dan tanah longsor. Hal ini disebabkan oleh akumulasi energi yang tak sanggup tertahan sehingga lepas menjadi bencana alam. Secara geologis, Indonesia terdiri atas tiga daerah dangkalan. Dangkalan adalah lautan dangkal yang menghubungkan dua daratan besar.angkalan yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut : Dangkalan Sunda yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dengan benua Asia. Dangkalan Sahul yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian timur dengan benua Australia. Daerah laut pertengahan Australia-Astis, yaitu daerah yang terletak di wilayah tengah diantara dangkalan sunda dan dangkalan Sahul. Dangkalan-dangkalan ini mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Wilayah barat yang dilalui dangkalan sunda memiliki keanekaragaman hayati yang mirip dengan benua Asia. Sedangkan keanekaragaman flora di Indonesia bagian timur yanag dilalui Dangkalan Sahul memiliki kemiripan dengan benua Australia. Sedangkan di wilayah tengah yang disebut Austalia-Asiatis memiliki flora dan fauna yang khas, tidak sama dengan Asia maupun Australia. Pengaruh Letak Geologis Indonesia Peristiwa tektonik yang cukup aktif selain berpotensi menimbulkan bencana alam, juga menguntungkan bagi Indonesia dengan banyak terbentuknya Sedimentary Basin (cekungan sedimen). Cekungan ini menampung sedimen yang selanjutnya menjadi batuan induk maupun batuan reservoir hydrocarbon yang menyimpan kandungan minyak bumi di dalamnya.
6 Pengaruh letak geologis Indonesia terhadap kondisi tanah dan penampakan alam adalah sebagai berikut : 1. Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif. terutama di wilayah barat. Hal ini disebabkan oleh wilayah barat dilalui oleh rangkaian sirkum pegunungan mediterania. Sirkum mediterania terdiri dari rangkaian pegunungan api yang masih muda, sehingga lebih berpotensi untuk aktif. 2. Laut di Indonesia bagian barat merupakan laut dalam. Sedangkan wilayah tengah dan timur terdiri dari lautan yang dangkal. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geologis Indonesia yang dilalui oleh dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul. Selain itu juga terdapat wilayah di Indonesia yang terletak diantara dua dangkalan tersebut (Australia-Asiatis). 3. Wilayah Indonesia menyimpan banyak tambang dan mineral seperti emas, perak dan besi. Hal ini dikarenakan banyak terdapat cekungan sedimen (sedimentary basin) yang disebabkan aktifitas tektonik di wilayah Indonesia. Cekungan sedimen mengakomodasikan sedimen yang dapat berubah menjadi batuan lain. Hal ini menyebabkan terjadinya endapan mineral. 4. Wilayah Indonesia termasuk daerah “rawan bencana”. Di Indonesia sering terjadi gempa bumi tektonik ataupun gempa bumi vulkanik yang disebabkan aktivitas geologis. 5. Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian dari pegunungan muda sirkum mediterania (wilayah barat) dan sirkum pasifik di wilayah timur.
7 6. Di Indonesia terdapat banyak jenis tanah untuk pertanian dan perkebunan. Hal ini juga disebabkan oleh aktivitas gunung merapi yang menghasilkan tanah vulkanik. Tanah vulkanik mengandung banyak unsur hara yang menjadi indikator kesuburan tanah. 7. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Baik flora maupun faunanya. Bahkan di Indonesia juga terdapat banyak flora dan fauna endemik yang menjadi flora dan fauna ynag dilindungi. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh dua dangkalan yang melalui wilayah Indonesia. 8. Sering muncul gunung api di tengah laut. Terutama di wilayah barat Indonesia yang dilalui sirkum Mediterania. Gunung api muda yang masih aktif ini juga terdapat di tengah laut dan terus “berkembang”. Akibat Letak Geologis Indonesia Letak geologis ini nantinya akan mengakibatkan beberapa dampak yang perlu diwaspadai, akibat dari letak geologis Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Banyak Gunung Aktif Hal ini terjadi karena Indonesia berada dalam rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik yang menyebabkan banyak gunung aktif. Dimana Sirkum Mediterania ini alurnya bermula dari Pegunungan Alpen yang berada di Eropa yang kemudian berlanjut ke pegunungan Himalaya di Asia lalu masuk ke Indonesia melalui Pulau Sumatera. Adapun jalur Sirkum Mediterania di Indonesia terbentang dari Pulau Sumatera, kemudian masuk ke Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan kemudian Maluku. Di Indonesia, Sirkum Mediterania ini terbagi menjadi 2
8 busur, yaitu busur dalam vulkanik dan busur luar non vulkanik. Busur dalam vulkanis adalah rangkaian dalam dari rangkaian Sirkum Mediterania yang bersifat vulkanis, artinya wilayah yang dilalui akan menyebabkan banyaknya gunung api yang aktif. Contohnya disini adalah Gunung Kerinci dan Gunung Leuseur. Sedangkan busur luar non vulkanik adalah rangkaian luar dari Sirkum Mediterania yang tidak bersifat vulkanis, artinya wilayah yang dilalui tidak menimbulkan banyaknya gunung api. Wilayah yang dilalui oleh busur luar Sirkum Mediterania antara lain adalah pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawan serta pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara. Lalu selanjutnya Sirkum Pasifik bermula dari pegunungan Andes yang berada di Amerika Selatan yang kemudian berlanjut ke pegunungan Rocky di Amerika Utara, kemudian masuk ke negara Jepang, Filipina dan masuk ke Indonesia melalui pulau Sulawesi. Sirkum Pasifik ini nantinya akan sampai ke pulau Halmahera dan di wilayah Papua. Perlu diketahui bahwa pada 2 jalur yang terbentang ini terdapat gunung api yang siap untuk mengeluarkan abu vulkanik kapan saja. Dan apabila dilihat, sebagian besar wilayah Indonesia dilalui oleh kedua jalur ini dan hanya pulau Kalimantan yang sebagian saja, hal ini menyebabkan tidak banyak gunung api yang aktif di wilayah tersebut dan juga wilayah tersebut akan aman dari gempa bumi. 2. Pembagian Laut Akibat dari letak geologis Indonesia juga berpengaruh terhadap pembagian lautnya. Dimana pada laut bagian Barat dan Timur Indonesia dasar lautnya begitu dangkal sedangkan pada laut bagian tengah Indonesia dasar lautnya sangat dalam. Di beberapa titik laut di Indonesia juga terdapat palung laut yang dalam, diantaranya adalah palung Jawa, palung Bali, palung Weber, palung Ternate dan palung Makassar.
9 Akan tetapi pembagian laut di Indonesia ini juga menyebabkan adanya keanekaragaman hayati laut yang indah dan tidak kalah dengan laut yang berada di luar negeri. Contohnya adalah laut bagian selatan Jawa yang kaya akan keindahan alam bawah lautnya juga pada sekitaran pulau Karimun Jawa yang juga memiliki keindahan alam bawah laut. 3. Memiliki Tambang Mineral Dikarenakan berada dalam jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania maka Indonesia memiliki elemen serta lapisan tanah yang didalamnya dapat menghasilkan berupa tambang mineral dan gas alam yang menimpah. Hal ini tentunya sebisa mungkin untuk dimanfaatkan dengan baik agar kebutuhan negara tetap tercukupi serta dapat melestarikan atau memanfaatkan tambang mineral dan gas alam tersebut. 4. Sering Terjadi Gempa Sebagian wilayah Indonesia sering terjadi gempa bumi berupa jenis vulkanik maupun tektonik ini disebabkan karena Indonesia berada di wilayah laut yang memiliki kedalaman tertentu dengan lempengan-lempengan yang mudah bergeser sehingga menyebabkan terjadinya gempa bumi tersebut. Apabila gempa tersebut terjadi secara berkala maka struktur tanah dan bangunan akan bergeser sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor ataupun timbulnya keretakan pada sebuah bangunan yang apabila tidak segera ditangani maka bangunan tersebut perlahan akan roboh. 5. Tanah yang Subur Karena berada di wilayah yang dilalui oleh Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang menyebabkan banyak gunung api aktif di Indonesia inilah yang
10 dapat menyebabkan tanahnya menjadi subur. Mengapa demikian ? Hal ini karena gunung api yang aktif tersebut tentunya akan mengalami erupsi dalam jangka waktu tertentu dan mengeluarkan abu vulkanik beserta material yang ada didalamnya. Abu vulkanik dan material tersebut yang nantinya akan menjadikan tanah yang dilaluinya tersebut menjadi subur dan tentunya akan menjadikan tanaman yang tumbuh di daerah tersebut menjadi tumbuh secara lebat.
11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Letak geomorfologis yaitu letak berdasarkan tinggi rendahnya suatu tempat terhadap permukaan air laut. Letak geomorfologis Indonesia berdasarkan bentuk permukaan bumi Indonesia seperti dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dll Letak geomorfologis di Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh faktor letak geologis Indonesia. Letak geomorfologi dan geologi wilayah Indonesia akan memberikan dampak ataupun pengaruh bagi Indonesia baik akan memberikan dampak positif maupun negative. B. Saran Pada saat pembuatan makalah Penulis menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggung jawabkan dari banyaknya sumber Penulis akan memperbaiki makalah tersebut. Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.