The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Submateri Perjuangan Fisik

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by andhika.putra3192, 2024-03-13 23:04:03

RPP SUPERVISI KELAS 9 - PERJUANGAN FISIK

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Submateri Perjuangan Fisik

SERANGAN UMUM 1 MAKELOMPOK UNGU


ARET 1949


SAATNPRESENTAS


NYA SI HEBAT


PerjuanHan mempertahankan ka. Pertempuran Surabaya b. Pertempuran Lima Hari di Semc. Pertempuran Ambarawa d. BandunH Lautan Api e. Pertempuran Medan Area G. SeranHan Umum 1 Maret 1949 REFLEKSI MAT


kemerdekaan =PerjuanHan Fisik> maranH TERI HARI INI


https://quizizz.com/e mbed/quiz/65df5660 6c164afa653f3f47 TUGAS INDIVIDU


PERJUANGAN DBy ConnorMATERI PESELANJ


DIPLOMASI r Hamilton ERTEMUAN JUTNYA


ThSSESE


hanks! SEMANGAT SEHAT EMANGAT BELAJAR EMANGAT SUKSES


MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media tayangan gambar tentang Gambar tentang Hotel Yamato. Sumber : https://images.app.goo.gl/3FMvbAHdpgsXtrYR9 2. Media tayangan video mengenai Pertempuran Surabaya : Pidato Bung Tomo Sumber : https://www.youtube.com/shorts/ro0mwpvnjjc


KISI-KISI, INSTRUMEN DAN RUBRIK PENILAIAN 1. Penilaian Spiritual dan Sosial a. Teknik Penilaian : Observasi b. Bentuk Instrumen : Lembar Penilaian Observasi c. Instrumen : 1. LEMBAR OBSERVASI SIKAP SPIRITUAL Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Blora Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IX …../Genap Tahun Pelajaran : 2023/2024 No. Waktu/ Tanggal Nama Peserta Didik Aspek pengamatan Skor ttd Tindak 4 3 2 1 lanjut 1. Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan belajar Memberi salam pada saat awal dan akhir kegiatan belajar Bersyukur ketika berhasil mengerjakan tugas belajar Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa TOTAL Rubrik/ Pedoman Penskoran: 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Pedoman Penilaian : Perhitungan skor konversi ke skala 1 – 4 Menggunakan rumus: Nilai Akhir = (skor yang diperoleh / skor maksimum) x 100


2. LEMBAR OBSERVASI SIKAP SOSIAL Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Blora Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IX …../Genap Tahun Pelajaran : 2023/2024 No. Waktu/ Tanggal Nama Peserta Didik Aspek pengamatan Skor ttd Tindak 4 3 2 1 lanjut 1. Berinisiatif dalam bahasan memecahkan masalah. Memberi pendapat dalam bahasan pemecahan masalah. Membantu sejawat dalam memecahkan masalah. Menggunakan pilihan kata dengan santun. TOTAL Rubrik/ Pedoman Penskoran: 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Pedoman Penilaian : Perhitungan skor konversi ke skala 1 – 4 Menggunakan rumus: Nilai Akhir = (skor yang diperoleh / skor maksimum) x 100


2. Penilaian Pengetahuan a. Teknik Penilaian : Tes Online Quizizz b. Bentuk Instrumen : Soal Pilihan Ganda Online


3. Penilaian Ketrampilan a. Teknik penilaian : Observasi b. Bentuk instrumen : Lembar Penilaian Observasi Kinerja Diskusi dan Presentasi c. Instrumen 1. LEMBAR OBSERVASI KINERJA DISKUSI Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Blora Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IX /Genap Tahun Pelajaran : 2023/2024 Sub Materi : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan No. Nama Peserta didik Aspek Penilaian Rerata Kerjasama Inisiatif Gagasan Keaktifan Nilai 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan Skor : 4 = Baik sekali 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Kriteria Nilai A = 86 – 100 : Baik Sekali B = 71– 85 : Baik C = 56 – 70 : Cukup D = ≤ 55 : Kurang Nilai = Skor Perolehan X 100 Skor Maksimal


LEMBAR OBSERVASI KINERJA PRESENTASI Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Blora Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : IX /Genap Tahun Pelajaran : 2023/2024 Sub Materi : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan No. Nama Peserta didik Aspek Penilaian Rerata Penampilan Nilai Media yang digunakan Penguasaan materi Sistematika penyampaian 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan Skor : 4 = Baik sekali 3 = Baik 2 = Cukup 1 = Kurang Kriteria Nilai A = 86 – 100 : Baik Sekali B = 71– 85 : Baik C = 56 – 70 : Cukup D = ≤ 55 : Kurang Nilai = Skor Perolehan X 100 Skor Maksimal


BAHAN AJAR PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN “ PERJUANGAN FISIK” Pertempuran Ambarawa Peristiwa ini dimulai saat pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigjen Bethel mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu yang sedang menuju Magelang membuat kerusuhan. Hal ini membuat masyarakat Magelang memboikot dan menyerang Sekutu. Pasukan Sekutu terpaksa mundur ke daerah Magelang dan meneror rakyat lokal. Pengejaran dan pengepungan dilakukan oleh pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Kol. Sudirman. Berkobarlah pertempuran selama empat hari (12-15 Desember 1945) yang terkenal dengan nama “Palagan Ambarawa”. Pertempuran diakhiri dengan kemenangan TKR pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut dijadikan Hari Juang Kartika TNI-AD. Pertempuran Surabaya Pada tanggal 25 Oktober 1945 Sekutu dibawah Komando Brigjen A.W.S. Mallaby tiba di Surabaya. Pada tanggal 28 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu yang menewaskan Brigjen A.W.S. Mallaby. Hal tersebut membuat Sekutu murka dan meminta rakyat bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Sekutu akan menyerang Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Namun, rakyat Surabaya tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Bung Tomo justru berhasil membakar semangat para rakyat Surabaya dalam melakukan perlawanan terhadap Sekutu. Oleh karena itu, terjadilah pertempuran berdarah pada 10 November 1945. Tanggal tersebut akhirnya ditetapkan menjadi Hari Pahlawan. Serangan Umum 1 Maret 1949 Sebelum terjadinya serangan umum 1 Maret 1949, pasukan TNI dan beberapa kalangan rakyat, turut serta menyusun strategi untuk melancarkan serangan balik pada Belanda.Dikutip dari buku Serangan Umum 1 Maret 1949 dalam Kaleidoskop Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (2010) karya Batara R. Hutagalung, serangan dilakukan oleh pasukan TNI dari Brigade 10/Wehkreise III di bawah pimpinan Letkol Soeharto.Sebelum menyerang, para pasukan sudah mendapat izin dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang kala itu menjabat Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut kronologinya: Di suatu malam menjelang serangan umum, para pasukan TNI sudah mulai menyusup ke berbagai sudut kota di seluruh wilayah Yogyakarta.Pada pukul 06.00 WIB tanggal 1 Maret 1949, sebuah sirene berbunyi sebagai tanda jam malam berakhir dan serangan umum siap dilancarkan.Ketika pasukan TNI beraksi, pihak Belanda berhasil dikejutkan oleh serangan umum mendadak sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan serangan balik.Dalam waktu cukup singkat, pasukan TNI berhasil memukul mundur pasukan Belanda keluar dari Yogyakarta, karena izin masuk mereka ke wilayah tersebut juga termasuk ilegal.Keberhasilan TNI setelah membubarkan Belanda ini menjadi berita baik dan disebarluaskan ke luar negeri melalui Birma, sehingga berita radio itu sampai ke perwakilan RI di PBB, New York, Amerika Serikat.


Tak hanya itu, berita keberhasilan serangan umum juga meluas di tanah air melalui jaringan radio pemerintah.Berkat serangan umum pada 1 Maret 1949, dukungan internasional mulai berdatangan bagi Indonesia, termasuk pemerintah Amerika Serikat yang awalnya mendukung Belanda, mulai mengubah sikapnya dan meminta pihak Belanda agar mau berunding dengan Indonesia. Pertempuran Bandung Lautan Api Awal peristiwa Bandung Lautan Api dimulai ketika pada tanggal 13 Oktober 1945 pasukan Sekutu diboncengi NICA tiba di kota Bandung. Pasukan Sekutu mulai menduduki kota Bandung dengan alasan melucuti dan menawan tentara Jepang. Pada 27 November 1945, mereka pun mengeluarkan ultimatum kepada para pejuang agar meninggalkan area Bandung Utara, namun para pejuang menolak. Baru setelah pemerintah pusat Jakarta turun tangan Tentara Republik Indonesia (TRI) bersedia mengosongkan Bandung. Sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 23-24 Maret 1946 para pejuang menyerbu pos-pos Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung. Peristiwa ini disebut dengan Bandung Lautan Api. Pertempuran Medan Area Tanggal 9 Oktober 1945 tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Medan dipimpin oleh T.E.D. Kelly. Sebelumnya NICA telah mendaratkan pasukan di bawah pimpinan Westerling. Para pemuda Medan segera membentuk TKR. Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang dikenal dengan nama Medan Area. Pertempuran Puputan Margarana Pertempuran di daerah Bali ini melibatkan pasukan TKR divisi Sunda Kecil di bawah pimpinan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan Belanda yang ingin menguasai wilayah Bali. Peperangan terjadi pada 20 November 1946 dini hari sampai dengan siang hari. Pasukan I Gusti Ngurah Rai berhasil memojokkan Belanda, namun Belanda yang terdesak segera memanggil bala bantuan. I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya terus memaksa bertahan hingga titik darah penghabisan, namun sayang mereka harus gugur. Pertempuran ini pun disebut sebagai Puputan Margarana.


Click to View FlipBook Version