The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rak Digital Penerbitan, 2026-02-24 02:05:35

BUKU 01 100 DPR ebook

BUKU 01 100 DPR ebook

439 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPPenutupDua konsep yang prinsipil dalam sejarah adalah proses yang menunjukkan perubahan, atau suatu kesinambungan. Di antara dua kecenderungan tersebut, dalam konteks yang lebih umum, dikenal adanya istilah “benang sejarah”. KONSEP itu ingin memperlihatkan bahwa dalam sejarah, bagaimanapun suatu perkembangan atau perubahan terjadi, maka suatu “kesinambungan” dapat ditelusuri. Tentu saja, dasarnya adalah interpretasi atau tafsir yang dikenakan terhadap fakta sejarah dari sudut pandang tertentu. Dari perspektif tertentu itulah, suatu tafsir diberikan karena ada keinginan untuk memperoleh makna yang dianggap bermanfaat. Dalam konteks itu, sejarah berlaku seperti apa yang dikatakan oleh Levi Strauss, yaitu: “History is never history of, it is always history for”. Artinya, sejarah tidak (hanya) kisah mengenai atau tentang sesuatu (history of), tetapi paling banyak sejarah (adalah) untuk sesuatu (history for).Meskipun terdapat kecenderungan ideologis pada sejarah, pengerjaannya harus diletakkan ke dalam metodologi yang tepat. Oleh karena dengan metodologi itulah, kecenderungan ke arah ideologis, atau terlalu kepada epistemologis, sejarah dapat dikenali. Kecenderungan yang pertama akan membawa sejarah ke arah BAB VI


dpr.go.id 440SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN“pembenaran sejarah”, sedangkan kecenderungan yang satunya lagi menempatkan sejarah hanya sebagai ranah studi, tanpa segi praksis, sehingga sejarah merupakan ranah praktis yang berguna secara langsung bagi publik atau masyarakat.Buku sejarah bangsa berparlemen jilid kesatu ini memperlihatkan, sekaligus membuktikan, adanya kecenderungan ideologis yang kuat ketika tujuan yang hendak dicapai adalah pelajaran sejarah yang dapat dipetik. Dalam konteks ini, nilai-nilai sejarah jauh lebih penting daripada fakta. Oleh karena itu, ia harus dikerjakan dengan metodologi dan dengan dukungan sumber yang memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi.Sebagai penutup dari uraian panjang sejarah Volksraad, Chuo Sangi-In, BPUPKI, PPKI, hingga KNIP, dua kecenderungan terkait kesinambungan dan perubahan pada akhirnya digunakan untuk memperoleh makna. Seturut dengan tujuan dalam pendahuluan, maka tampak bahwa terdapat nilai atau makna dari kesinambungan perjalanan bangsa dalam berparlemen. Pendekatan struktural telah menunjukkan terjadinya perubahan nama badan atau lembaga, tetapi unsur nilai kejuangan suatu bangsa menjadikannya sebagai wadah untuk mewujudkan cita-cita yang tidak pernah padam, yakni kemerdekaan.Dengan demikian, apapun nama badan atau lembaga yang memperlihatkan hakikat perwakilan dalam arti sesungguhnya, satu hal yang jelas adalah bahwa melalui peran agensi kaum pergerakan kebangsaan telah menjadikan wadah tersebut sebagai media perjuangan. Adalah mereka yang memilih Volksraad, seperti Agus Salim dan Mohammad Husni Thamrin, sebagai forum perjuangan, yang disebut sebagai kaum “kooperasi”. Demikian, melalui pemikiran dan gagasan politiknya, mereka tidak harus bertentangan dengan mereka yang memilih jalur “non-koperasi”, seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, misalnya.Buku sejarah bangsa berparlemen jilid kesatu ini memperlihatkan, sekaligus membuktikan, adanya kecenderungan ideologis yang kuat ketika tujuan yang hendak dicapai adalah pelajaran sejarah yang dapat dipetik.


441 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUP


dpr.go.id 442SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN


443 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPDaftar AcuanArsipHandelingen der Staten Generaal 1916-1917, 3 Oktober 1916, 6de vergadering. Koleksi Nationaal Archief, Den Haag Kamerstuk Tweede Kamer 1916-1917, kamerstuk nummer 22, ondernummer 6, Koleksi Nationaal Archief Den HaagVerslag der Handelingen van den Volksraad, Eerste Gewone Zitting in 1918Handelingen van den Volksraad 1918-1919, Tahun 1: 1.Handelingen van den Volksraad, Tweede Gewone Zitting 1918-1919Handelingen van den Volkraad. De Tweede Gewone Zitting 1918Handelingen van den Volksraad, De Eerste Gewone Zitting 1920Handelingen van den Volksraad, De Tweede Gewone Zitting 1920Handelingen van den Volksraad, eerste zitting 1921, Handelingen van den Volksraad, De Eerste Buitengewone Zitting 1921Handelingen der Volksraad, Volksraad Tweede Gewone Zitting 1922Handelingen van den Volksraad, De eerste buitengewone zitting 1922Handelingen van den Volksraad, Tweede Gewone Zitting 1922Handelingen van den Volksraad, De Eerste Buitengewone Zitting 1923Handelingen van de Volksraad, Tweede Gewone Zitting 1923Handelingen van den Volksraad, De Eerste Gewone Zitting 1924Handelingen van den Volksraad, Tweede Gewone Zitting 1924Handelingen van de Volksraad, De Eerste Buitengewone Zitting 1925Handelingen van den Volksraad, Tweede Gewone Zitting 1925Handelingan van den Volksraad, Eerste Gewone Zitting 1926Handelingen van den Volksraad. Tweede Gewone Zitting 1926,


dpr.go.id 444SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMENHandelingen van de Volksraad, Zittingsjaar 1927-1928Handelingen van Volksraad Ziitingsjaar 1928-1929Handelingen den Volksraad, Zittingsjaar 1929-1930, Handellingen van den Volksraad, Zittingsjaar 1931-1932Sumber yang diterbitkan Nederlandsch Staatsblad, No. 535 1916Indische Staatblad, No. 114 1917Surat kabar dan MajalahAlgemeen Handelsblad, ‘Koloniale Raad’, 23-6-1913, hal.2.Algemeen Handelsblad, ‘Sarekat Islam en Indische Partij’, 2-07-1913, hal. 2.Algemeen Handelsblad, ‘Decentralisatie in Indië’, 10-09-1913, hal. 2.Algemeen Handelsblad, ‘De Les van Sangir’, 21-05-1929, hal.2.Bataviaasch Nieuwsblad, ‘Decentralisatiewet’, 18-11-1903, hal. 2.Bataviaasch Nieuwsblad, ‘Gemeentebelangen’, 14-08-1905, hal. 1. Bataviaasch Nieuwsblad, ‘Verklaring van Trouw’, 27-03-1917, hal.1Bataviaasch Nieuwsblad, ‘Opzienbarende Arrestatie’, 31-07-1913, hal. 3.Bataviaasch Nieuwsblad, ‘De Volksraad’, 16-05-1927, hal.1.De Indische Courant, ‘De Candidaatstelling voor de Volksraad’, 2 -01- 1924, hal.4.De Indische Courant, ‘De Volksraadverkiezingen’, 16 -02- 1924, hal. 4.De Indische Courant, ‘De Volksraadsleden naar Bali’, 15-09-1930, hal. 2.Het Nieuws van den dag: kleine courant, ‘Staten Generaal’, 16-09-1903, hal. 14.Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, ‘Het Indische Beweging’, 7-10-1913, hal.1.Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, ‘Verboden’, 5-03-1913.Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, ‘Verboden’, 12-03-1913, hal.1.Het Vaderland, ‘De Vrouw in Indie’, 11 Oktober 1930.


445 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPJava Bode, ‘Beknopte biografie van de nieuwe ministers’, 13-08-1955Oetoesan Hindia, Th. 6, No. Extra, 29 November 1918.H.A.S., “Volksraad: gerakan jang penting”, Neratja, Th. II, No. 223, 26 November 1918, lb.1Pandji Ra’jat, 1946Soeara Asia, 1943Soaera Asia, 1944Soeara Asia, 1945Artikel jurnalAve, Jan B. “‘Indonesia’, ‘Insulinde’, and ‘Nusantara’: Dotting the I’s and Crossing the T”, Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde,Deel 145, 2/3 afl, 1989, 220-234.Gouda, Frances “The Gendered Rhetoric of Colonialism and AntiColonialism in Twentieth-Century Indonesia”, Indonesia no 55, April 1993, 1-22.BukuAmir, Makmur dan Reni Dwi, Lembaga Perwakilan Rakyat. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.Anderson, Benedict. 2018. Revoloesi Pemoeda Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946. Tangerang Selatan: Marjin Kiri. Blumberger, Petrus, de Nationalistische Beweging in NederlandschIndië, Haarlem: H.D. Tjeenk Willing & Zoon, 1931.Chaniago, J.R. 1979. Wajah Dua Muka Sebuah kekuatan Politik Badan Pekerja KNIP periode Jakarta (1945 – 1946). Skripsi, Universitas Indonesia.Dekker, E.F.E.Douwes, Tjipto Mangoenkoesoemo, R.M. Soewardi Soerjaningrat, Onze Verbanning. Schiedam: De Indier-Drukkerij ‘De Toekomst’, 1913.DAFTAR PUSTAKA


dpr.go.id 446SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMENDjajadingrat, P.A. Achmad, Memoar Pangeran Aria Achmad Djajadingrat. Jakarta: PT Dian Rakyat, 1996.Elson, R.E. , The Idea of Indonesia. Sejarah Pemikiran dan Gagasan. Jakarta: Serambi, 2009.Etek, Azizah (eds), Kelah Sang Demang Jahja Datoek Kajo. Pidato Otokritik di Volksraad 1927-1938. Yogyakarta: LKIS, 2008.Giliomee, Hermann, The Afrikaner: Biography of a people. London: Hurst & Company, 2003.Gondokusumo, Djody, Parlemen Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang, 1951.Habsjah, Atashendartini (eds), Perjalanan Panjang Anak Bumi. Biografi R.M.A.A. Koesoemo Oetoyo. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.Habsjah, Atashendartini, Mooriati Sudiharto dan Putut Trihusodo (Ed.). 2007. “Perjalanan Panjang Anak Bumi”. Jakarta: Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.Hering, Bob, M.H. Thamrin and His Quest for Indonesian Nationhood 1917-1941. Stein: Yayasan Kabar Seberang, 1994.Herkusumo, Arniati Prasedyawati. 1984. Chuo Sangi-in Dewan Pertimbangan Pusat Pada Masa pendudukan Jepang. Jakarta: PT Rosda Jayaputra.Ihsan, A. Zainoel dan Pitut Soeharto, Aku Pemuda Kemarin di Hari Esok: Kumpulan tulisan asli, lezing, pidato tokoh pergerakan kebangsaan 1913-1938. Jakarta: Jayasakti, 1981.Miert, Hans van, Dengan Semangat Berkobar: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia, 1918-1930. Jakarta: KITLV, 2003.Nagazumi, Akira, Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Budi Utomo 1908-1918. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti-KITLV, 1989.Panitia Buku Peringatan, Seratus Tahun Haji Agus Salim. Jakarta: Sinar Harapan, 1996.Poesponegoro, Marwati Djoened dkk. 1992. Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.Poeze, Harry, Di Negeri Penjajah. Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2014.Purbopranoto, Kuntjoro, Sistem Pemerintahan. Surabaya: Penerbitan Universitas Airlangga, 1960.


447 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPRicklefs, M.C, Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi, 2005.Schmutzer, Eduard J.M. Dutch colonial policy and the search for identity in Indonesia 1920-1931.Leiden: E.J. Brill, 1977.Soerjaningrat, Soewardi. ‘Als ik eens Nederlander Was’, Bandung: Inlands Comite tot herdenking van Neerlands Honderdjarige Vrijheid, 1913.Soerjohardjo, Wardiningsih, Radicale Concentratie versus Volksraad (Dewan Rakyat). Aspirasi Bangsa Indonesia Menentang ‘Dewan Rayap’. Jakarta: Abacus, 2011.Sudarmanta, J.B, Politik Bermartabat: Biografi I.J. Kasimo. Jakarta: Penerbit Kompas, 2011. Sutherland, Heather, Terbentuknya Sebuah Elite Birokrasi. Jakarta: Sinar Harapan, 1983.Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Wal, S.L. van der (ed), De Volksraad en de staatkundige ontwikkeling van Nederlandsch-Indië: een bronnenpublicatie. Eerste stuk 1891-1926. Groningen: J.B.Wolters, 1964.Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia-Belanda. Edisi Pemutakhiran Jakarta: Balai Pustaka, 2008.Zuhdi, Susanto. 2017. Bogor Zaman Jepang 1942 – 1945. Depok: Komunitas Bambu.DAFTAR PUSTAKA


dpr.go.id 448SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN


449 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPPenulistesis “Perkembangan Pelabuhan dan Kota Cilacap 1830 – 1942”, yang dipertahankan di Program Pascasarjana UI (1991), kemudian menyelesaikan Program Doktor di UI tahun 1999 dengan disertasi”Labu Rope Labu Wana Sejarah Butun dalam Abad XVII – XVIII dan diangkat sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tahun 2005. Di samping itu ia pernah menjabat sebagai Direktur Sejarah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (RI) (2001 – 2006), Staf Ahli menteri Pertahanan RI Bidang Politik (2011 – 2013), dan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) 2013 – 2015.Selain menjadi dosen di UI, ia mengajar di Universitas Pertahanan di Program Studi (Prodi) Perang Semesta, Prodi Damai dan Resolusi Konflik; serta di Sesko TNI Bandung serta Sesko AD, AL (Jakarta), AU (Lembang).Bukunya yang sudah diterbitkan antara lain Cilacap 1830 – 1942 Bangkit dan Jatuhnya Sebuah Pelabuhan di Jawa (KPG 2002, cetak ulang 2016 Penerbit Ombak) dan Sejarah Buton yang Terabaikan Labu Rope Labu Wana (Rajawali Grafindo 2010) dan Integrasi Bangsa dalam Bingkai Keindonesiaan (Wedatama Widya Sastra 2017); Editor dan penulis Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 6 dan 8 (van Hoeve-Ikhtiar Baru 2012); Nasionalisme, Laut dan Sejarah (Komunitas Bambu 2014); bersama Muslimin AR Effendy Perang Buton vs Kompeni Belanda Prof. Dr. Susanto Zuhdi lahir di Banyumas 4 April 1953. Setelah meyelesaikan Sarjana Sastra di Fakultas Sastra Universtas Indonesia (UI) tahun 1979 ia melanjutkan studi magister dalam sandwich program UI dengan Vrije Universiteit Amsterdam (1988-1990) dengan SUSANTO ZUHDI


dpr.go.id 450SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMENMengenang Kepahlawanan La Karambau 1752 – 1766 (Komunitas Bambu 2015). Mendapat penghargaan Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan RI (2014) serta Satya Lancana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2015).Penulis dapat dihubungi melalui Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya Universitas Indonesia Kampus UI Depok 16424, Indonesia. Email: susanto_zuhdi@ yahoo.com; MP: 0818947323 ACHMAD SUNJAYADI Dr. Achmad Sunjayadi lahir di Jakarta 11 Mei 1973. Ia menyelesaikan program sarjana di Program Studi Belanda Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1996. Pada tahun 2000-2001 ia mengikuti program Dutch Studies di Universiteit Leiden, Belanda. Pada tahun 2006 menyelesaikan program magister di Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan tesis “Perhimpunan Turisme Batavia (1908-1942): Awal Turisme Modern di Jawa”. Pada tahun 2017 ia menyelesaikan Program Doktor di Universitas Indonesia dengan mempertahankan disertasi “Dari Vreemdelingenverkeer ke Toeristenverkeer: Dinamika Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942”.Pada tahun 2008-2009 pernah menjabat sebagai Koordinator Program Diploma 3 Bahasa Belanda di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Lalu pada tahun 2009-2016 ia menjabat sebagai Koordinator Program Studi Belanda dan sejak tahun 2018 menjabat sebagai Sekretaris Senat Akademik Fakultas di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.Sejak 2004 hingga sekarang ia menjadi pengajar di Program Studi Belanda dan anggota Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Pada tahun 2004-2014 ia pernah menjadi pengajar bahasa Belanda sumber hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sejak 2016 ia menjadi pengajar luar biasa di Program Pascasarjana Kajian Wilayah Eropa, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia.Beberapa karya tulis yang dihasilkan, antara lain buku Vereeniging Toeristenverkeer Batavia 1908-1942: Awal Turisme di Hindia-Belanda(2007), ‘Mengabadikan estetika: Fotografi dalam promosi pariwisata


451 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUPkolonial di Hindia-Belanda’ artikel di Jurnal Wacana Vol. 10 No 2 (2008), ‘Culturele identiteit en de bevordering van het Nederlandsch-Indische toerisme’ artikel di jurnal Neerlandica Wratislaviensia Vol.22 (2013), ‘Kabar dari Koloni: Pandangan dan Pemberitaan Surat Kabar Belanda tentang turisme di Hindia-Belanda (1909-1940) artikel di Jurnal Kajian Wilayah LIPI Vol 5, No.1 (2014), ‘Tracing the strategies of tourism promotion in the Netherlands East Indies, 1908-1941’ makalah untuk Southeast Asia Studies Symposium, University of Oxford & Sunway University Malaysia (2015), ‘Indië in de ogen van Javanen’ dalam buku 45 jaar Studie Nederlands in Indonesië (2016), ‘Go to East: The Journey of Oscar Fabrés to Eastern Archipelago in 1932’ makalah untuk the International Conference on Nusantara Studies (2016), ‘Raffles dan Pariwisata di Jawa’ dalam buku Raffles dan Kita. Peringatan 200 tahun the History of Java (2017), ‘Come to Holland: Promosi Pariwisata Belanda bagi Hindia-Belanda dan Indonesia’, artikel di Jurnal Kajian WilayahLIPI Vol. 8, No.1 (2017), ‘Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda’, artikel di Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, Vol.8. No.1 (2018), buku (Bukan) Tabu di Nusantara (Kompas, 2018). Ia dapat dihubungi di Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Kampus UI Depok 16424, email: [email protected] Putri Prameswari, M.Hum. lahir di Jakarta 15 Januari 1983. Pada 2007 menyelesaikan studi S1 di Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan skripsi berjudul Lee Kuan Yew dan Proses Pembentukan Negara Singapura DITA PUTRI PRAMESWARI1963 – 1965. Pada 2011 ia menyelesaikan studi S2 di Program Studi Pascasarjana Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan judul tesis Jose Rizal dan Propaganda Kelompok Reformasi Filipina 1882 – 1896. Pada 2013 – 2015 pernah menjadi pengajar magang pada Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Sejak 2015 menjadi pengajar luar biasa di tempat yang sama.Ia dapat dihubungi di Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Kampus UI Depok 16424, email: [email protected]


dpr.go.id 452SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMENFajar Nur Alam, S.Pd. lahir di Bandung pada 13 April 1994. Ia menyelesaikan studi S1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa Pendidikan Sejarah UPI, penulis aktif dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Ghamal Satya Mohammad, lahir di Jakarta pada tahun 1987. Menyelesaikan studinya di Program Studi S1 Ilmu Sejarah Universitas Indonesia tahun 2012. Kemudian melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda mengikuti program Cosmopolis – EncompassGHAMAL SATYA MOHAMMAD(Program S1 selama setahun, 2013 – 2014) dan program Research Master (setingkat M.Phil) pada Colonial and Global History (2014 – 2016). Sejak 2016, Ghamal adalah pengajar magang pada Departemen Sejarah, FIB UI.FAJAR NUR ALAM(HIMAS) yaitu pada periode 2014-2015 sebagai Kabiro Pengabdian Pada Masyarakat Bidang V, kemudian penulis juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada tahun 2015 sebagai Kabid Internal HMI KORKOM UPI 2015-2016, kemudian sebagai kepala departemen Infokom HMI Cabang Bandung 2016-2017. Sekarang sedang melanjutkan studi S2 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.


453 S E J A R A H D E W A N P E R W A K I L A N R A K Y A T REPUBLIK INDONESIA 1918 – 2018PENUTUP


dpr.go.id 454SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN


Click to View FlipBook Version