The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gliters.smantic, 2022-03-27 04:35:23

Program Kerja Gliters

PROKER LITERASI_GLITERS

i

LEMBAR PENGESAHAN

Program Gerakan Literasi Smantic (GLITERS)
pada SMA Negeri 3 Cibinong
Tahun Pelajaran 2021/2022

disusun sebagai pedoman pelaksanaan Literasi Sekolah

Ditetapkan di : Bogor

Tanggal : 1 Desember 2021

Mengetahui, Ketua Tim Literasi Sekolah
Kepala SMA Negeri 3 Cibinong

Asep Anwar, S,Pd, M.M Yuliana Erna Wea, S. Pd.
NIP. 197003231998021005 NIP. 197008022008012004

ii

KATA PENGANTAR

Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah
kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas
melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan
atau berbicara. Gerakan literasi sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan
secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran
yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015
tentang Penumbuhan Budi Pekerti mengamanatkan pelaksanaan kegiatan
pembiasaan harian, mingguan, bulanan dan semesteran. Salah satu pembiasaan
yang harus dilakukan adalah menggunakan 15 – 45 menit sebelum waktu
pembelajaran untuk membaca buku selain buku pelajaran serta adanya penghargaan
terhadap peserta didik yang gemar membaca. Literasi menjadi sarana siswa dalam
mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku
sekolah. Seiring dengan hal tersebut, maka Tim Literasi Sekolah SMA Negeri 3
Cibinong meluncurkan Gerakan Literasi Smantic (GLITERS).

Program Kerja Gerakan Literasi Smantic (GLITERS) di SMA Negeri 3
Cibinong ini disusun untuk memberikan acuan pokok kepada pihak-pihak yang
terkait dengan pelaksanaan literasi di SMA Negeri 3 Cibinong. Dengan adanya
program kerja ini, diharapkan memberi kejelasan dan kemudahan semua pihak
dalam melaksanakan perencanaan kegiatan, kerjasama dan memadukan program
secara sinergis. Harapan kami program kerja ini akan meningkatkan kemampuan
literasi peserta didik SMA Negeri 3 Cibinong yang sekaligus akan meningkatkan
perannya dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Bogor, 04 November 2021

Ketua Tim Literasi Sekolah

iii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... iii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1

A. LATAR BELAKANG ............................................................................................ 1
B. LANDASAN HUKUM GERAKAN LITERASI SMANTIC ................................ 2
C. TUJUAN GERAKAN LITERASI SMANTIC ....................................................... 3
BAB II PENGORGANISASIAN ....................................................................................... 4
A. STRUKTUR TIM LITERASI SEKOLAH ............................................................. 4
B. RINCIAN TUGAS TIM LITERASI SEKOLAH ................................................... 5
BAB III PROGRAM GERAKAN LITERASI SMANTIC ................................................ 9
A. Tahap Pembiasaan .................................................................................................. 9

1. Readathon (Membaca Marathon)....................................................................... 9
2. Pokca (Pojok Membaca)................................................................................... 10
3. Storling (Story Telling) ..................................................................................... 10
4. Letasrait (Let Us Write) .................................................................................... 11
B. Tahap Pengembangan ........................................................................................... 12
1. Peduli (Pemilihan Duta Literasi)...................................................................... 12
2. Legit (Literasi Digital) ...................................................................................... 12
C. Tahap Pembelajaran.............................................................................................. 13
1. Gemalah (Geliat Mading Sekolah) ................................................................... 13
2. Bulogi (Buletin dan Antologi) ........................................................................... 13
3. Posdiat (Posterisasi dan Media Numerat)........................................................ 14
4. Kressani (Kreasi Bahasa dan Seni di Bulan Bahasa)....................................... 14
BAB IV PENUTUP .......................................................................................................... 15
LAMPIRAN...................................................................................................................... 16

iv

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup

keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk
cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi merupakan keterampilan penting dalam
hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan
kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik
memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan
membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai
hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi
dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya.Membaca memberikan pengaruh
budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik. Sayangnya,
sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di Indonesia masih rendah,
berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil studi yang
dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi
bahwa kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang
disurvei (Jakarta Post, 2016).

Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing
bangsa dalam persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan
wajib baca sangat penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib
baca mempunyai tujuan yang sangat luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi
pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya
kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e)
meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan
kemampuan literasi tinggi.

1

Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan
kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa
pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15
- 45 menit membaca (readathon). Ketika pembiasaan membaca terbentuk,
selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai
tagihan berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Sekolah Penggerak). Variasi
kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun
produktif.

Dalam pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan
asesmen agar dampak keberadaan Gerakan Literasi Sekolah dapat diketahui dan
terus-menerus dikembangkan. Gerakan Literasi Sekolah diharapkan mampu
menggerakkan warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk
bersama-sama memiliki, melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian
penting dalam kehidupan.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup
keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk
cetak, visual, digital, dan auditori. Di abad 21 ini, kemampuan ini disebut sebagai
literasi informasi.

B. LANDASAN HUKUM GERAKAN LITERASI SMANTIC
1. Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 31, Ayat 3: “Pemerintah mengusahakan
dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang
Perpustakaan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009
tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19

2

tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 40 Tahun 2007 tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam
Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang
Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
6. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Gerakan Pembudayaan
Karakter di Sekolah.
7. Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

C. TUJUAN GERAKAN LITERASI SMANTIC
Gerakan Literasi Smantic (GLITERS) memiliki tujuan antara lain :
1. Menumbuh kembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di
sekolah,
2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat,
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah
anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku
bacaan dan mewadahi berbagai strategi literasi

3

BAB II
PENGORGANISASIAN

A. STRUKTUR TIM LITERASI SEKOLAH
Tim Literasi Sekolah merupakan sebuah tim yang dibentuk dan dalam

melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. Berikut
merupakan susunan Tim Literasi Sekolah :

TIM GERAKAN LITERASI SMANTIC

Penanggung Jawab Gliters : Kepala SMAN 3 Cibinong
(Asep Anwar, S. Pd., M. M.)
Bunda Literasi : Titin Farida, S. Pd.
Penanggung Jawab Harian : 1. Wakil Kepala SMAN 3 Cibinong
2. TPMPS
Ketua : Yuliana Erna Wea, S. Pd.
Pengelola Program Literasi : Hj. Ina Fahrina, Amd. Ger., M. Pd
Pengelola Program Numerasi : Wisdiyastuti A., S. P., S. Pd.
Pengelola Publishing : 1. Hans Aditya, S. Pd.
2. Siti Zahroh, S. Pd.
Pengelola Perpustakaan : Listiani Fajrin, S. I. Pust.
Anggota : 1. Wali Kelas
2. Guru Mata Pelajaran
3. Tenaga Pendidik
4. Peserta Didik

4

B. RINCIAN TUGAS TIM LITERASI SEKOLAH
Adapun rincian tugas untuk Tim Literasi Sekolah dijabarkan sebagai berikut
:

1. Penanggung Jawab Gliters
Penanggung Jawab Gliters dalam hal ini Kepala SMAN 3 Cibinong
memiliki peran sebagai berikut:
a. Menerbitkan SK Tim Literasi Sekolah (TLS).
b. Menetapkan kebijakan sekolah untuk melakukan literasi sekolah
sebagai sebuah gerakan di sekolah.
c. Melakukan koordinasi dengan Pengawas Pembina.
d. Melakukan sosialisasi kepada guru, peserta didik, orang tua dan seluruh
warga sekolah serta sekolah sekitar sekaligus mempromosikan kegiatan
literasi sekolah agar mendapat respon optimal dari seluruh warga
sekolah.
e. Memantau pelaksanaan dan perkembangan literasi sekolah.
f. Menetapkan agenda 45 menit membaca setiap hari atau lebih
disesuaikan dengan kondisi sekolah.
g. Memfasilitasi pemberian apresiasi dan promosi dalam berbagai bentuk
kepada peserta didik dan guru yang konsisten dan sungguh-sungguh
mengikuti kegiatan literasi sekolah.
h. Mendukung program gerakan literasi yang telah diputuskan oleh Tim
GLS.

5

2. Bunda Literasi
a. Memberikan sumbangan pemikiran Gerakan Literasi SMANTIC
b. Mensosialisasikan Gerakan Literasi SMANTIC
c. Menyokong pergerakan literasi di tingkat sekolah

3. Penanggung Jawab Harian
a. Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum membuat jadwal jam khusus
pembiasaan kegiatan literasi dan jam wajib kunjung perpustakaan
b. Wakil Kepala Sekolah bidang sarana prasarana membantu menyiapkan
sarana prasarana kegiatan penunjang literasi.
c. Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan mengkondisikan peserta didik
dalam kegiatan literasi.
d. Wakil kepala sekolah bidang humas dan SDM mempublikasikan
kegiatan literasi.
e. TPMPS memfasilitasi dan menjadi jembatan antara TLS dengan Kepala
Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah.

4. Ketua Tim Literasi Sekolah
a. Menyusun program literasi sekolah.
b. Melaksanakan program literasi sekolah.
c. Menyusun laporan kegiatan literasi sekolah.
d. Melaksanakan evaluasi dan rencana tindak lanjut.

6

5. Pengelola Program Literasi
a. Merancang program literasi sekolah
b. Melaksanakan program literasi sekolah
c. Membuat rencana tindak lanjut program literasi sekolah

6. Pengelola Program Numerasi
a. Merancang program numerasi sekolah
b. Melaksanakan program numerasi sekolah
c. Membuat rencana tindak lanjut program numerasi sekolah

7. Pengelola Publishing
a. Mempublikasikan semua bentuk kegiatan Gerakan Literasi SMANTIC
di media sosial.
b. Membantu memfasilitasi literasi numerasi digital di sekolah.

8. Pengelola Perpustakaan
a. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan perpustakaan sebagai
jantung pendidikan.
b. Memaksimalkan perpustakaan sebagai pusat informasi, sumber belajar,
dan tempat belajar yang mendukung pelaksanaan gerakan literasi warga
sekolah.
c. Membantu mewujudkan kegiatan literasi di sekolah melalui kegiatan
yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

7

9. Anggota
a. Guru Mata Pelajaran membina literasi baca-tulis, numerasi, finansial, sains,
budaya serta kewargaan di lingkungan sekolah.
b. Guru Mata Pelajaran memfasilitasi beragam keterampilan membaca
bagi pembelajaran mata pelajaran lainnya.
c. Guru menjadi “Teladan Berliterasi” (merujuk seri manual GLS “Guru
sebagai Teladan Literasi”)
d. Wali Kelas memotivasi peserta didik dan bertanggung jawab terhadap
keterlaksanaan kegiatan pembiasaan 15 menit membaca serta penulisan
jurnal literasi.
e. Wali Kelas memastikan partisipasi peserta didik ampuannya dalam
kegiatan literasi.
f. Tenaga Pendidik membantu pelaksanaan kegiatan literasi.
g. Tenaga Pendidik membantu administrasi kegiatan literasi.
h. Tenaga Pendidik merawat dan menjaga aset literasi.
i. Peserta didik menulis jurnal literasi 15 menit membaca.
j. Peserta didik menulis ringkasan teks multimodal.

8

BAB III
PROGRAM GERAKAN LITERASI SMANTIC (GLITERS)
Program Gerakan Literasi Smantic dilaksanakan secara bertahap dengan
mempertimbangkan kesiapan sekolah. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas
sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan
warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik,
dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan). Untuk memastikan
keberlangsungannya dalam jangka panjang, GLS dilaksanakan dengan tahap-tahap
berikut ini :

Gerakan Literasi Smantic dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pembiasaan,
pengembangan, dan pembelajaran. Penjelasan lebih terperinci disajikan, sebagai berikut:
A. Tahap Pembiasaan

1. Readathon (Membaca Marathon)
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1) Sasarannya adalah seluruh guru dan siswa baik yang PTM maupun yang
PJJ.
2) Dilaksanakan satu minggu sekali selama 45 menit dengan jadwal
sebagai berikut :
9

● Setiap hari Senin (Kelas XI dan XII)
● Setiap hari Selasa (Kelas X)

3) Guru pendamping memandu peserta didik untuk membaca senyap
selama 45 menit.

4) Guru dan peserta didik bersama-sama membaca selama empat puluh
lima menit.

5) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.
6) Guru dan siswa membuat resume hasil kegiatan literasi pada link

google form.
7) Wali kelas ikut memantau pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk

monitoring pelaksanaan kegiatan.

2. Pokca (Pojok Membaca)
Pojok membaca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku.
Berikut ini beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola Pojok
Membaca :
1) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk membuat Pojok
Membaca.
2) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman
buku.
3) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
4) Pojok Membaca di buat dalam sistem blok dan di buat pada tempat-
tempat yang strategis dan mudah di kunjungi oleh siswa.
5) Buku-buku yang disediakan di Pojok Membaca akan di ganti secara
berkala.
6) Perlunya dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk
membuat Pojok Membaca ini

3. Storling (Story Telling)
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa agar mampu dan
berani menyampaikan setiap ide, gagasan ataupun menceritakan kembali
dari hasil kegiatan literasi.

10

1) Kegiatan ini dapat dilakukan dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
ataupun Bahasa Sunda sebagai bentuk pelestarian akan kearifan lokal.

2) Kegiatan ini direncanakan secara berkala di setiap triwulan.
3) Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak

lagi
Berikut beberapa alternatif yang dapat dilakukan pada kegiatan Story
Telling :

● Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk
dibacakan di depan peserta didik.

● Guru mengawali membacakan cerita dengan ekspresi dan
penghayatan yang tepat.

● Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah
dibacakan.

● Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta
membaca cerita menarik lain di hadapan teman sekelas.

● Diadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

4. Letasrait (Let Us Write)
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa untuk dapat
menyampaikan setiap ide atau gagasan yang ada dalam pikiran mereka
dalam bentuk tulisan. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain :
1) Tim Literasi Sekolah akan mengakomodasi kegiatan ini dengan
membuka Kelas Menulis bagi seluruh siswa.
2) Kegiatan ini direncanakan secara berkala di setiap triwulan
3) Melakukan kegiatan menulis baik berupa artikel, cerpen, puisi
4) Bekerjasama dengan mading sekolah untuk membuat berbagai tulisan
yang memberikan pengetahuan dan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

11

B. Tahap Pengembangan
1. Peduli (Pemilihan Duta Literasi)
● Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi pada siswa yang
mengikuti kegiatan literasi dengan sangat baik.
● Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk
mengembangkan program literasi di sekolah.
● Duta Literasi Smantic di pilih untuk mengajak dan memberikan motivasi pada
seluruh siswa untuk dapat meningkatkan minat pada kegiatan literasi.
● Duta Literasi Smantic sebagai penghubung antara siswa dan sekolah guna
mendukung program Gerakan Literasi Sekolah.
● Pemilihan Duta Literasi Sekolah dilakukan secara berkala.
● Kriteria pemilihan Duta Literasi Sekolah perlu di susun sebagai pedoman
dalam pemilihannya.
● Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara lain:
1) Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Wali kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar
membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas juga
membantu memonitor target buku bacaan peserta didik.

2. Legit (Literasi Digital)
● Kegiatan ini adalah kelanjutan dari program Storling dan Letasrait.
● Hasil kegiatan menceritakan dan juga menulis yang dilaksanakan oleh siswa

dapat di publikasikan secara digital melalui media sosial.
● Kelanjutan program ini diharapkan siswa terbiasa untuk melakukan kegiatan

literasi secara digital melalui blog, podcast dan lain sebagainya.

12

● Memfasilitasi peserta didik dalam menggunakan media teknologi untuk
pembelajaran.

● Bekerjasama dengan guru mapel lain untuk melakukan seleksi karya terbaik
untuk dipublish di mading digital sekolah.

C. Tahap Pembelajaran
1. Gemalah (Geliat Mading Sekolah)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan
membaca karya secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah
dinding (mading) kelas :
1) Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan lagi fungsi dari Mading
Sekolah.
2) Mading Sekolah dapat diisi dengan beberapa hasil karya siswa dalam
bentuk cerpen, artikel, puisi dan lain sebagai nya.
3) Setiap informasi ataupun hasil karya siswa yang di masukkan pada Mading
Sekolah dapat diganti secara berkala.
4) Peserta didik dapat menulis berita dan mempublikasikan beritanya di
mading.
5) Melakukan kegiatan mencipta karya yang layak ditampilkan di mading
kelas maupun sekolah.
6) Bekerjasama dengan ekstrakurikuler mading sekolah

2. Bulogi (Buletin dan Antologi)
Kegiatan ini juga bertujuan sebagai sarana Literasi Numerasi sebab selain
untuk menyalurkan hobi menulis, siswa juga mendapat keuntungan ketika
mempublikasi hasil karya nya melalui penerbitan buku, antologi ataupun
buletin. Beberapa bentuk kegiatan yang dapat di lakukan antara lain :
1) Mengembangkan kompetensi menulis siswa dalam bentuk buletin yang

diterbitkan secara periodik.
2) Membuat sebuah karya tulis dalam genre puisi dan cerpen secara

kolaboratif dalam bentuk buku bersama (antologi).

13

3) Buku, antologi dan buletin dibuat untuk mengakomodir hasil karya siswa pada
kegiatan literasi.

3. Posdiat (Posterisasi dan Media Numerat)
Media Numerat adalah bentuk literasi numerasi yang dapat dibuat sebagai sarana
untuk mempermudah pemahaman siswa tentang numerat sekaligus dapat
memperindah lingkungan sekolah. Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan
antara lain :
1) Melaksanakan kegiatan Galery Walk (Pameran Berjalan) untuk

menampilkan karya peserta didik berupa poster, infografis.
2) Bekerjasama dengan guru mata pelajaran lain untuk melakukan seleksi

karya terbaik untuk dipublish di mading digital sekolah.
3) Media ini dapat di buat dalam skala kecil ataupun besar.
4) Dukungan sarana dan prasaran sangat dibutuhkan dalam pembuatan Media

Numerat ini.
4. Kressani (Kreasi Bahasa dan Seni di Bulan Bahasa)
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan bahasa di setiap
tahunnya dengan memaknai bulan bahasa lewat sebuah kreasi dan karya.
1) Bulan Bahasa dapat di isi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat

mengapresiasi minat, bakat dan kreatifitas siswa terhadap bahasa dan seni.
2) Dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan Oktober.
3) Menggelar kegiatan bulan bahasa dan seni berupa pameran hasil karya

peserta didik maupun lomba kreatifitas bahasa dan seni.
4) Bekerjasama dengan guru mapel lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan

kreasi bahasa dan seni.

14

BAB IV
PENUTUP
Gerakan Literasi Smantic (GLITERS) adalah sebuah upaya yang dilakukan
secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Hal
yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal
lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi
dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh
budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan
program ini sangat tergantung dari komitmen seluruh warga besar SMA Negeri 3
Cibinong dan pihak terkait secara kolaboratif. Oleh karena itu diharapkan semua
pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan serta dalam kegiatan ini sesuai
dengan tupoksi masing-masing.
Demikianlah program kerja ini disusun, masukan dan saran untuk kebaikan
dan peningkatan kualitas senantiasa kami tunggu. Atas segala perhatian, dukungan
dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih

15

LAMPIRAN
16


Click to View FlipBook Version