Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan PB 1 Praktikum Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 I Pengantar Paraktikum PRAKTIKUM KE-1 PENGANTAR PRAKTIKUM ANATOMI A. PENDAHULUAN Anatomi sering diartikan sebagai ilmu urai tubuh oleh karena mempelajari bentuk dan susunan tubuh manusia sampai pada bagian terkecil. Tubuh manusia merupakan kesatuan dari beberapa system antara lain : 1. Sistem Kulit (Integumentum) 2. Sistem Otot dan Tulang (Systema Musculosceletale) 3. System Syaraf (Systema Nervosum) 4. System Pencernaan (Systema Digestoria/Gastrointestinale) 5. System Pernafasan (Systema Respiratoria) 6. System Perkemihan (Systema Urinaria) 7. System Reproduksi (Systema Genetalia) Sistem-sistem tersebut diatas tersusun dari organ-organ penyusunannya yang bekerja saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Praktikum anatomi bertujuan untuk mengenal, mengidentifikasi bentuk dan susunan manusia secara terperinci. Dengan pengetahuan ini praktikan (mahasiswa yang mengikuti praktikum diharapkan dapat memahami susunan tubuh secara keseluruhan sebagai satu kesatuan fungsional. Praktikum anatomi bagi mahasiswa program studi ilmu keperawatan dan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat meliputi tujuh acara : 1. Pengantar Praktikum Anatomi 2. Systema skeletal, nervosum central, endorkin dan alat indra. 3. Systema musculi, vascular dan nervosum periphericum 4. Systema kardiorespirasi
2 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 5. Systema alimentarium 6. Systema urogenital 7. Evaluasi akhir semester B. CARA BELAJAR DI LABORATORIUM ANATOMI 1. Persiapan a. Bacalah buku petunjuk anatomi di rumah, pelajari teori-teori yang berkaitan dengan topic yang akan dipraktikumkan. Bahan dapat berasal dari buku-buku anatomi, catatan kuliah dan lain-lain b. Lihatlah atlas atau gambar-gambar untuk memahami apa yang anda pelajari 2. Di Laboratorium a. Masuklah sebelum waktu praktikum dimulai b. Ikuti pretes dengan baik c. Siapkan atlas, gambar-gambar, buku petunjuk dan kertas untuk catatan d. Ambilah preparat sarana praktikum yang ada e. Kenalilah bentuk, nama, jenis, hubungannya satu sama lain dan kalau mungkin fungsinya dengan cara mencocokkan benda aslinya dengan gambarnya serta teori yang ada. f. Tanyakan hal-hal yang meragukan/tidak diketahui kepada asisten/doses yang membimbing. 3. Selesai Praktikum a. Kembalikan dan rapikan preparat dengan tertib b. Buat catatan terhadap hal-hal yang penting c. Ikuti/kerjakan post test atau tugas-tugas yang diberikan d. Klarifikasikan pengetahuan yang masih meragukan dengan asisten/ dosen
PB 3 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 C. BEBERAPA ISTILAH YANG HARUS DIKETAHUI 1. Posisi Anatomis Adalah posisi tubuh manusia, berdiri tegak, pandangan lurus kedepan, telapak tangan menghadap kedepan, ibu jari menjauhi sumbu tubuh. 2. Arah Berbagai macam istilah untuk menunjukkan arah dalam anaqtomi menggunakan bahasa latin. Misalkan : a. Anterior : Arah depan b. Posterior : Arah belakang c. Superior : Arah atas d. Inferior : Arah bawah e. Cranial : Arah kepala f. Caudal : Arah ekor g. Dorsal : Arah punggung h. Ventral : Arah perut i. Dextra/Dexter : Arah kanan j. Sanistra/sinister : Arah kiri k. Medial : Arah tengah/mendekati sumbuh tubuh l. Lateral : Arah samping/menjauhi sumbu tubuh m. Proksimal : Arah pangkal n. Distal : Arah ujung o. External : Arah luar p. Internal : Arah dalam q. Superficial : Arah permukaan r. Propundal : Arah dalam 3. Gerakan a. Fleksi : Gerakan membengkok
4 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 b. Extensi : Gerakan melurus c. Abduksi : Gerakan menjauhi sumbu tubuh d. Adduksi : Gerakan mendekati sumbu tubuh e. Endorotasi : Gerakan memutar kedalam f. Exorotasi : Gerakan memutar keluar 4. Garis/Sumbu/Axis a. Longitudinal : Garis semu sesuai dengan sumbu memanjang tubuh b. Transversal : Garis semu melintang dari arah kanan ke kiri c. Sagital : Garis semu memanjang dari arah depan ke belakang 5. Rongga tubuh dan letaknya (rongga = cavum/cavitas) a. Cavitas cranii di cranium (Kepala) b. Cavitas orbitalis di orbita (Mata) c. Cavitas nasi di nasus ( Hidung) d. Cavitas oris di oris (Mulut) e. Cavitas thoracis di thorax (Dada) f. Cavitas abdominalis di abdomen (Perut) g. Cavitas pelvis di pelvis (Panggul) h. Cavitas tympanica di tympanum (Telinga) i. Cavitas pharyngealis di pharinxd (Batang Tenggorokan) j. Cavitas laringis di larynx (Tenggorokan) 6. Bagian tubuh yang tak berongga a. Collum : Leher b. Brachium : Lengan atas c. Antebracium : Lengan bawah d. Carpus : Pergelangan lengan
PB 5 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 e. Manus : Telapak tangan f. Gluteus : Pantat g. Femur : Tungkai atas h. Cruris : Tungkai bawah i. Tarsus : Pergelangan kaki j. Pedis : Kaki (Telapak) k. Digitus : Jari D. Anatomi Permukaan Anatomi permukaan mempelajari bangunan-bangunan anatmi yang bisa dilihat atau diraba dari permukaan tubuh. Hal ini penting dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien yang meliputi inspeksia (periksa lihat), palasi (Periksa raba), perkusi (Periksa ketok) dan auskultasi (Periksa dengar). 1. Anatomi Permukaan Kepala a. Prosesus mastoideus b. Sinus paranasales c. Fontanella anterior d. Fontanella posterior e. Arteria temporalis 2. Anatomi Permukaan Leher a. Cartilage thyroidea b. Trachea c. Glandula thyroidea d. Muskulus sternomastoideus e. Pulsasi a. Carots communis (teraba di tepi m. sternomastoideus) 3. Anatomi Permukaan Dada a. Clavikula b. Sternum, PX
6 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 c. Glandula mammae d. Garis khayal (linea axilaris, I. sternalis, I. Medioclavicularis) e. Ictus cordis f. Spatium intercostalis 4. Anatomi Permukaan Abdomen a. Arcus costae b. Region abdomen c. Umbilicus d. Spinal iliaca anterior superior e. Crista iliaca f. Spina iliaca posterior superior g. Sudut costovertebrae
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan PB 7 Praktikum Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 II Systema Musculi, Vascularisasi dan Nervosum Periphericum PRAKTIKUM KE 2 SYSTEMA SCELETALE DAN SYSTEMA NERVOSUMCENTRALE, SYSTEMA ENDOKRIN DAN ALAT INDRA Systema musculosceletale terususun atas dua komponen utama yaitu tulang dan otot, oleh karena itu stilah yang sering digunakan adalah system penyangga (tulang) dan penggerak (otot). Persambungan dua tulang atau lebih tulang membentuk persendian (articulation). Otot melekat pada dua tempat, di dua tulang yang berbeda dengan melintasi satu atau lebih persendian. Dengan demikian, otot sebagai alat gerak aktif, menggerakkan sendi-sendi yang dilintasinya, sedangkan tulang merupakan alat gerak pasif. Pada praktikum ke-2 ini akan dipelajari systema sceletale. SYSTEMA SCELETALE A. Pembagian Tulang 1. Menurut bentuknya : a. Tulang panjang (os longum), contoh : os humerus, os radius b. Tulang pendek (os breve), contoh : os vertebrae, phalanges c. Tulang pipih (os planum), contoh : scapula, os parietale d. Tulang berongga (os pneumaticum), contoh : os frontale, os ethmoidale e. Tulang tak beraturan (os irregular), contoh : os calcaneus 2. Menurut posisi a. Rangka penyusun sumbu tubuh (skeleton aciale), terdiri dari : 1) Tulang tengkorak (Ossa cranii)
8 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 2) Tulang batang tubuh (Sceleton trunci) b. Tulang-tulang anggota (Sceleton appendiculare), terdiri dari : 1) Tulang anggota atas (Ossa membri superiores) 2) Tulang anggota bawah (Ossca membri inferiores) B. Nama-Nama Tulang 1. Skeleton axiale a. Ossa cranii : Sering dibagi menjadi calvaria cranii (atap kepala) dan basis cranii (dasar kepela), yang terdiri dari : 1) Tulang yang berpasangan (kanan-kiri) a) Os parietale b) Os temporal c) Os zygomaticum d) Os lakrimale 2) Tulang-tulang yang tidak berpasangan a) Os frontale b) Os sphenoidale c) Mandibula d) Maxilla e) Os ethmoidale f) Os palatinum g) Os vomer b. Skeleton trunci 1) Cullumna vertebralis, terdiri dari beberapa vertebrae yang membentuk pilar. Dibagian dalamnya terdapat saluran disebut canalis vertebralis. Dapat bergerak flexi, extensi, rotasi dan laterofleksi. Dibagi beberapa region : a) Region cervicalis, terdiri dari 7 vertebra cervicalis dan membentuk kelengkungan kedepan. b) Region thoracalis, terdiri dari 12 vertebra thoracalis dan membentuk kelengkungan ke belakang.
PB 9 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 c) Region lumbalis, terdiri dari 5 vertebrae lumbalis dan membentuk kelengkungan ke belakang. d) Region sacralis, terdiri dari 5 vertebra sacralis yang bergabung menjadi satu membentuk os sacrum. e) Region coccygeus, terdiri dari 3-5 vertebrae coccygeus yang bergabung menjadi satu membentuk os coccygeus. 2) Sternum, terdiri dari 3 bagian : a) Manubrium b) Corpus c) PX 3) Costae Terdapat 12 pasang costae yang bersendi dengan vertebrae thoracalis di dorsal dan bersendi dengan sternum di ventral. Berdasarkan perlekatannya pada sternum di bagi 3 kelompok : a) Costae verae, terdiri dari costae ke 1-7 langsung melekat pada sternum melalui carilago costalisnya masing-masing. b) Costae spuriae, teridiri dari costae ke 8-10, cartilage costanya bergabung kemudian melekat pada sternum. c) Costae fluitantes, terdiri dari costae ke 11-12 dan tidak melekat pada sternum. 2. Skeleton Appendiculare a. Ossa membri superiors 1) Clavikula 2) Scapula 3) Humerus 4) Radius 5) Ulna 6) Os carpalia 7) Os metacarpalia 8) Os Palanges
10 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 b. Ossa membri inferioresCoxae 1) Femur 2) Fibula 3) Talus 4) Os tarsalia 5) Metatarsal 6) Palanges 7) Calcaneus C. Bangunan-Bangunan Pada Tulang Istilah-istilah umum untuk menamai bagian dari tulang Arcus : Lengkungan Canalis : Saluran/pipa Collum : leher Corpus : Badan Facies : Permukaan Foramen : Lubang Incisura : Takik Processus : Semenanjung Spina : Duri Tuber : Tonjolan Angulus : Sudut Caput : Kepala Condilus : Bonggol Crista : Gigi Fissure : Celah Fossa : Cekungan Margo : Tepi Ramus : Cabang
PB 11 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Sulcus : Alur Contoh : 1. Calvaria cranii a. Sulcus sinus sagitalis superior b. Sulcus a. meningeae mediana c. Sultura sagitalis d. Sutura lamboidea e. Sutura squamosa 2. Basis cranii a. Fossa cranii anterior, medius, posterior b. Foramen magnum c. Arcus zigomaticum d. Porus acusticus internus e. Chonch nasalis f. Palatum osseum g. Sulcus sigmoideus h. Cavitas tympanica i. Cavitas orbitalis j. Porus acusticus externus k. Cavitas nasi l. Foramen opticum 3. Mandibula a. Basis b. Corpus c. Prosessus coronoideus d. Prosessus condylaris e. Caput mandibulae f. Angulus mandibulae
12 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 4. Vertebra a. Vertebrae cervicales (kecil, corpus tipis, terdapat foramen transcersarium) b. Atlas / VC I (Tidak mempunyai corpus) c. Axis / VC II (Mempunyai dens axis) d. Vertebra prominens / VC VII (Proc. Spinosus panjang) e. Vertebra thoracales (mempunyai proc. Mamillaris, proc. Costalis dan proc accessories) 5. Clavikula a. Corpus b. Extermitas sternalis c. Extremitas acromalis 6. Scapula a. Cavitas glenoidalis b. Acromion c. Fossa supra spinatus d. Incissura scapularis e. Articulation humeri 7. Humerus a. Caput humeri b. Collum anatomicum c. Collum chirurgicum d. Corpus humeri e. Troclea humeri f. Epicondilus medialis/lateralis g. Capitulum humeri h. Fossa olecrai i. Articulation cubiti 8. Ulna
PB 13 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 a. Incicura trochlearis b. Olecranon c. Prosessus styloideus d. Caput ulnae 9. Radius a. Caput radii b. Collum radii c. Tuberositas radii d. Prosessus styloideus e. Articulation radio carpalis 10. Femur a. Caput, fovea capitis femoris b. Collum femoris c. Trochanter mayor, minor d. Corpus femoris e. Condylus f. Fossa poplitea 11. patella 12. tibia a. Condylus b. Margo anterior c. Corpus d. Malleolus medialis e. Incisura lateralis 13. Fibula a. Caput, collum b. Malleolus lateralis
14 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 D. Tulang-Tulang Penyusun Panggul Pelvis (Panggul) terdiri dari tulang yang berbentuk corong, otot, dan ligamentum. Tulang-tulang penyusun pelvis terdiri dari 2 tulang pangkal paha (os coxae), tulang kelangkang (os sacrum), tulang tungging (os coccygeus). 1. Os Coxae Terdiri dari 3 tulang : a. Tulang usus (Os ilium), bangunannya : 1) Crista iliaca 2) Spina iliaca anterior superior 3) Spina iliaca anterior inferior 4) Spina iliaca posterior superior 5) Spina ilaca posterior inferior 6) Incisura ischiadica mayor 7) Linea arcuata (batas pelvis mayor dan pelvis minor) b. Tulang duduk (os ischium), bangunannya : 1) Corpus 2) Ramus superior 3) Ramus inferior 4) Spina ischiadica 5) Incisura ischiadica minor 6) Tuber ischiadicum c. Tulang kemaluan (os pubis), bangunannya : 1) Corpus 2) Ramus superior 3) Ramus inferior (ranus inferior kanan dan kiri membentuk arcus pubis Persendian a. Articulatio sacroiliaca (antara os coxae dan os sacrum) b. Sympisis pubis (antara os coxae kanan dan kiri)
PB 15 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Ligamentum yang penting diketahui a. Ligamentum sacrospinosum (dari sacrum ke spina ischiadica) b. Ligamentum sacrotuberosum (dari sacrum ke tuber ischiadicum) 2. Os sacrum, bangunannya : a. Foramina sacralia anterior, dilalui oleh plexus sacralis dan pembuluh darah kecil. Pada ibu haml sewaktu kepala janin turun ke cavum pelvis plexus ini bisa tertekan sehingga sering timbul nyeri atau kejang kaki b. Crista iliaca c. Promontorium, yaitu bagian cranial sacrum yang berhubungan dengan vertebra lumbalis V yang menonjol. 3. Os coccygeus, teridiri atas 3-5 vertebra yang bergabung. Pada persalinan ujung-ujung tulang ini terdorong ke dorsal sehingga melebarkan pintu bawah panggul. SYSTEMA NERVOSUM CENTRALE Sistem saraf pusat (systema nervosum central) : terdiri dari 2 bagian besar yaitu otak (encephalon) dan medulla spinalis. A. Otak (Encephalon) Terdiri dari otak besar (cerebrum, otak kecil (cerebellum) dan batang otak (trunchus cerebri) 1. Cerebrum Terdiri dari 2 belahan (hemespheriumcerebri) yang berbentuk seperti sarung tinju. Tiap hemespherium mempunyai lobus-lobus: a) Lobus frontales b) Lobus perietalis c) Lobus occipitalis d) Lobus temporalis e) Lobus insuralis Bangunan lain :
16 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 a) Cortex serebri, bagian terluar dari serebrum, mempunyai 2 bagian yang penting yaitu cortex sensori dan cortex motoris. b) Ventriculus lateralis, ventriculus tertius dan ventriculus quartus, yaitu ruangan di dalam otak yang berisi cairan otak (liquor cerebrospinalis). 2. Cerebellum Otak kecil yang berfungsi dalam mengatur gerakan tubuh dan keseimbangan. 3. Truncus Cerebri Terdiri dari diencephalon yang terdapat thalamus dan hipotalamus, mesencephalon yang terdapat tectum, tegmentum dan aquaductus mesenphali, medulla oblongata, pons. Meninges Meninges adalah selaput pembungkus otak yang terdiri dari 3 lapisan yaitu : • Duramater cranialis • Duramater spinalis • Spatium epidurale : rongga diatas duramater • Spatium subdurale : rongga dibawah duramater Arachoidea • Arachnoidea mater craniais (enephali) • Arachnoidea spinalis • Spatium subarachnoidea mater : rongga dibawah arachnoidea mater. Piameter • Piamater cranialis (encephali) • Piamater spinalis B. Medulla Spinalis Medulla spinalis terdapat di dalam canalis vertebralis. Pada irisan horizontal tampak bangunan :
PB 17 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 GLANDULAE ENDOCRINAE Glandula endorkinae (kelenjar hormone) adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah tanpa melewati saluran (ductus). Hasil sekresinya disebut hormone. Glandula endocrinae dalam tubuh manusia adalah : 1. Glandula tyroidea Terdiri dari 2 lobus yang dihubungkan oleh isthmus glandula thyroidea. Menghasilkan hormon tiroksin. 2. Glandula parathyroidea Terdapat 4 buah glandula parathyroidea. Terletak di bagian belakang glandula thyroidea. Menghasilkan hormone parathyroid. 3. Hypophysis (glandula pituitaria) Ada 2 bagian yaitu adenohypophyse (lobus anterior) dan neurohypophyse (lobus posterior). Adenohipophyse menghasilkan hormone-hormon yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar endokrin yang lain. Sedang neurohypophise menghasilkan hormone antidiuretik dan oksitosin yang berperan dalam mengatur kontraksi uterus dan produksi ASI. 4. Corpus pineale (glandula pinealis) 5. Glandula suprarenalis (adrenalis) Ada 2 buah terletak di bagian cranial ren. Mensekresi kortisol dan adrenalin 6. Pancreas Terdapat dikelengkungan duodenum, bekerja sebagai kelenjar eksokrin
18 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 (menghasilkan enzim pencernaan) dan sebagai kelenjar endokrin (menghasilkan insulin dan glucagon). 7. Ovarium (dipelajari dalam organ genetalia femina) 8. Testis (dipelajari dalam organ genetalia masculina). ORGANA SENSORIA (SENSUUM) A. Organum Visus (visual) oculus Organon visus adaah indra penglihatan yang terdiri bulbus oculi (bola mata) dan organa oculi acessoria (alat bantu mata). Indra penglihatan disarafi oleh nervus opticus (N II). 1. Bulbus oculi, terdiri dari beberapa lapisan yaitu : a. Tunica firbosa bulbi 1) Sclera 2) Cornea b. Unica vascuola bulbi (tratusuvealis) 1) Choroidea 2) Corpus ciliare 3) Iris terdapat dua otot yaitu m. spincter dan m. dilator pupilae 4) Pupil, lubang di tengah iris berguna untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata c. Tunica interna bulbi 1) Retina 2) Lens 3) Camerae bulbi 4) Humor aquosus 5) Camera vitrea 6) Humor vitreus 2. Organa oculi accessoria a. Musculi bulbi b. Supercilium palpebrae
PB 19 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 c. Tunica conjunctiva d. Apparatus lacrimalis e. Saccus lacrimalis f. Ductus nasolacrimalis B. Organum Vestibulocochlearis Organum vestibulocochlear adalah indra pendengaran. Terdiri dari 3 bagian yaitu auris externa, auris media dan auris interna. Saraf yang terlibat dalam indra pendengaran ialah nervus vestibulocochlear (N VIII). 1. Auris externa a. Meatus acusticus externus b. Auricular c. Lobules auricularis d. Tragus 2. Auris media a. Cavitas tympanica (cavum tympani) b. Membrana tympanica c. Ossicula auditoria (auditus): stapes, incus dan malleus d. Tuba auditoria 3. Auris interna a. Labyrinthus vestibularis b. Coclea C. Organum Olfactorium (Olfactus) Organum olfactorium adalah indra penghidu, terdapat di cavum nasalis. Rangsang penciuman/penghidu diterima oleh ujung-ujung saraf N Olfactorius (N.I) dan diteruskan ke otak). D. Organum Gustatorium (Gustus) Organum gustatorium adalah indra pengecap, terdapat di lidah (lin-
20 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 guae). Terdiri dari papilla circum valata, papilla fungiformis dan papilla filiformis. E. Integumentum Commune Lapisan kulit terdiri dari epidermis, dermis (corium) dan pelengkap kulit (pili dan unguis/kuku).
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan PB 21 Praktikum Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 III Systema Musculi, Vascularisasi dan Nervosum Periphericum PRAKTIKUM KE-3 SYSTEMA MUSCULI, VASCULARISASI DAN NERVOSUM PERIPHERICUM A. SYSTEMA MUSCULI Otot merupakan alat yang memungkinkan tubuh untuk dapat bergerak. Jika sel otot mendapat rangsangan, maka sitoplasma sel otot yang berupa benang-benang halus (myofibril) akan memendek (kontraksi). Secara umum otot ada 3 golongan yaitu otot polos, otot jantung dan otot lurik (serat lintang). Otot serat lintang pada umumnya melekat pada tulang (otot rangka) dan bergerak secara aktif sehingga dapat menggerakkan tulang. Dalam praktikum ini akan dipelajari otot rangka. Bagian-bagian otot rangka : • Caput (kepala otot) • Venter (perut otot) • Tendo (ujung otot yang melekat pada tulang tiap otot dibungkus oleh fasia yang berupa jaringan ikat). Klasifikasi Otot 1. Berdasarkan bentuknya a. Musculus fusiformis b. Musculus quadrates c. Musculus sphincter 2. Berdasarkan jumlah kaput a. 2 caput : contoh m. biceps brachii
22 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 b. 3 caput : contoh m. triceps brachii 3. Berdasarkan fungsinya a. Otot fleksor b. Otot ekstensor c. Otot adductor d. Otot pronator e. Otot supinator 4. Menurut tempatnya a. Musculi capitis Musculi bulbi Musculi fasialis Musculi masticatorii Musculi languae b. Musculi colli (cervicis) Platysma Musculi sternomastoideus Musculi suprahyoidei Musculi infrahyoidei Fascia cervicalis c. Musculi dorsi M. latissimus dorsi M. trapezius d. Musculi thoracis M. pectoralis major M. pectoralis minor Mm. intercostales externi Mm. intercostales interni e. Musculi abdominis
PB 23 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 M. rectus abdominis M. obliquua externus abdominis Ligament inguinale (arcus inguinalis) M. obliquua internus abdominis M. transverses abdominis f. Musculi pelvis Pelvis mayor 1. M. psoas mayor 2. M. psoas minor 3. M. iliacus Pelvis minor Diafragma pelvicum (otot yang membentuk dasar panggul) : M. Levator ani, ada 3 bagian yaitu M. pubococcygeus, M. Iliococygeus, M. Ischiococcygeus. Perineum (bagian permukaan dari exitus pelvis), dibagi 2 regio : region analis: M. Spincter externus dan region urogenitale: M. Bulbocavernosus, M. Ischiocavernosus, M. transverses perinea. g. Musculi membri superior, dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan fungsi : M. deltoideus Otot flexor lengan tas ♦ M. bricep brachii ♦ M. tricep brachii ♦ M. coraco brachialis Otot extensor lengan atas : M. trisep brachialis Otot flexor lengan bawah Otot extensor lengan bawah Otot thenar Otot hipothenar h. Otot membri inferior
24 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Otot di region glutealis 1. M. gluteus maxiumus 2. M. gluteus medius 3. M. gluteus minimus Otot di region femoralis 1. Otot extensor : M. Quadriseps femoralis 2. Otot flexor : M. Bisep femoralis 3. Otot adductor : M. adductor longus Otot di region cruris 1. Otot extensor 2. Otot flexor 3. Otot trisep surae, tendonya menjadi satu disebut tendo achiles/ tendo calcanei. Ruang-ruang anatomic yang penting Fossa axillaris, dilalui oleh : A. dan V. axillaris Cabang plexus brachialis Fossa cubiti, dilalui oleh : A. radialis N. medianus V. mediana cubiti, tempat pengambilan darah vena Fossa poplitea, dilalui oleh : A dan V poplitea Cabang n. ischiadicus B. SYSTEMA VASCULARE Sistem Arterial 1. Cabang-cabang arcus aorta a. Trunchus brachiocephalicus / a. anonyma, cabangnya :
PB 25 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 ♦ Arteria carotis communis dextra ♦ Arteria subclavia dextra b. Arteri subclavia sinistra c. Arteri subclavia sinistra Arteri carotis communis cabangnya : 1. Arteri carotis externa : arteria temporalis superfisialis 2. Arteri carotis interna : arteria cerebrales Arteri subclavia, cabangnya : 1. Arteri vertebralis 2. Arteri yang menuju ke membrum superior. 2. Arteri membri superioris a. Arteri axillaris b. Arteria brachialis c. Arteri radialis d. Arteri ulnaris 3. Cabang-cabang pars desendens aortae a. Intercostalis posterior 4. Cabang-cabang pars abdominalis aortae: a. Trunchus coeliacus b. Arteria mesenterica superior c. Arteria mesenterica inferior d. Arteria mesenterica media e. Arteria renalis f. Arteria testicularis g. Arteria ovarica h. Arteria iliaca communis, cabangnya : 1) A. iliaca externa, cabang-cabangnya menuju ke membrum inferior 2) A. iliaca interna, cabang-cabangnya menuju ke pelvis
26 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 5. Arteriae membri inferioris a. Arteria femoralis b. Arteria poplitea c. Arteria tibialis anterior d. Arteria dorsalis pedis e. Arteria tibialis posterior f. Arteria fibularis System Venae Vena yang menuju ke jantung a. Venae cordis (darah dari myocardium) b. V. cava superior (darah dari tubuh atas, kepala dan leher) c. V. cava inferior (darah dari tubuh bawah dan membrum inferior) d. V. pulmonalis (darah dari pulmo, berisi darah kaya oksigen). 1. Vena cava superior, mendapat darah dari : a. V. brachiocephalica (dextra/sinestra) b. V. jugularis interna c. V. cerebri d. V. azygos e. Membri superiofis : 1) V. Axillaris 2) V. Superficiales membri superior o V. cephalica o Basilica o V. mediana cubiti, vena yang digunakan untuk tempat pengambilan darah vena di membra superior 3) V. profundae membri superior 3. V. brachialis 4. V. ularis 5. V. radialis
PB 27 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 2. Vena cava interior, mendapat darah dari : a. Vena hepatica b. Vena renalis c. Vena porta hepatis d. Vena mesenterica superior e. Vena splenica f. Vena iliaca sommunis g. Vena iliaca interna h. Vena membri inferioris : Vena superificiales membri inferioris 1. Vena saphena magna 2. Vena saphena parva Vena profundae membri inferiores 1. Vena femoralis 2. Vena poplitea 3. Vena tibiales anterior 4. Vena tibiales posterior Systema lymphaticum • Vasa lymphatica • Trunchi lymphatici • Ductus lymphatici • Ductus thoracicus Nodi regionales Caput et collum 1. Occipitals 2. Cervicales anteriores • Superciales (jugulars anterior) • Profundi
28 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 3. Cervicales laterales • Superfisialis • Profundi superiors • Profundi inferiores Membrum superius Plexus lymphaticus axillaris Thorax Nodi lymphatici parammarii Abdomen 1. Nodi lymphatici parietals • Lumbales (lumbares) sinistri • Lumbales (lumbares) intermedii • Lumbales (lumbares (dextri) 2. Nodi lymphatici viscerales Pelvis 1. Nodi lymphatici parietals • Iliaci communes 2. Nodi lymphatici • Inguinales ♦ Superficiales ♦ Profundi • popliteales Spleen (lien) 1. Hilum splenicum C. SYSTEMA NERVOSUM PERIPHERICUM Systema nervosum (system saraf) berfungsi untuk mengorganisasi dan mengkoordinsi kegiatan tubuh. Pembagian susunan saraf adalah sebagai
PB 29 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 berikut : 1. Saraf pusat (systema nervosum central) : a. Otak (encephalon) b. Medulla spinalis 2. Saraf tepi (systema nervosum periphericum) : a. Saraf somatic : 1) Saraf cranialis (nervi cranialis) 2) Saraf spinalis (nervi spinalis) b. Saraf otonom 1) Simpatis 2) Parasimpatis Dalam praktikum ini akan dipelajari nervi spinalis 1. Nervi servicales Plexus brachialis a. Nervus medianus b. Nervus ulnaris c. Nervus radialis 2. Nervi thoracici a. Rami posteriores b. Rami anteriores 3. Nervi lumbales 4. Nervi sacrales et nervus coccygeus a. Plexus lumbalis b. Plexus sacralis 1) Nervus pupendus 2) Nervus ischiadicus (sciaticus) 3) Nervus tibialis
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 30 PB Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 IV Sistem Kardiorespirasi PRAKTIKUM KE-4 SISTEM KARDIORESPIRASI A. COR Jantung (cor) berbentuk seperti jantung pisang, bagian kranial tumpul (basis cordis) dan bagian bawah runcing (apex cordis). Bila jantung berdenyut, apex cordis akan memukul dinding dada. Pukulan ini disebut ictus cordis yang pada orang normal bisa teraba pada spatium intercotale V, 2 cm di laternal linea medioclaviculare kiri. Bangunan-bangunan di jantung : 1. Atrium dextra a. Auricular dextra b. Septum iteratriale, terdapat fossa ovalis c. V. cava superior d. V. cava inferior 2. Ventriculus dextrum a. Valve atrioventricularis dextrum (valvula tricuspidalis) b. Musculi papilaris c. Chordaetendinae d. Valva trunci pulmonalis e. Septum interventriculare 3. Atrium sinistrum a. A. pulmonalis b. Auricular sinistra
PB 31 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 4. Ventriculusdextrum a. Valve atrioventricularis sinistrum (valvula bicuspidalis) b. Musculi papilares c. Chordaetendineae d. Valve aorta, terdapat pangkal a. coronaria cordis dxtra dan a. coronaria crdis sinistra e. Septum interventriculare 5. Lapisan dinding jantung a. Endocardium b. Myocardium c. Pericardium 6. Arteri besar yang keluar dari jantung a. Aorta, ada tiga bagian Pars ecendens aortae Arcus aortae Pars decendens aortae b. Trunchus pulmonalis, bercabang 2 : Arteria pulmonalis dextra Arteria pulmonalis sinistra 7. Vena yang masuk ke jantung a. V. cava superior b. V. cava inferior c. Pulmonalis d. V. cordis B. APPARATUS RESPIRATORIUS (SYSTEMA RESPIRATIUM) Systema respiratorium terdiri atas : nasus, pharynk, larynk, trachea, bronchus dan pulmones. 1. Nasus
32 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 a. Nasus externus Bangunan pada nasus externus permukaan luar: apex nasi, ala nasi. Nasus externus tersusun atas os nasi dan cartilage nasi. b. Cavitas nasi Cavitas nasi terletak dari nares sampai choana, terbagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri oleh septum nasi. Dalam cavitas nasi terdapat alur dan lekukan secara berurutan dari atsa ke bawah: 1) Meatus nasi suprema, terdapat muara sinus sphenoidalis 2) Concha nasalis superior 3) Meatus nasi superior, terdapat muara sinus ethmoidalis 4) Concha nasalis media 5) Meatus nasi media, tempat muara sinus maxillaries sinus frontalis dan sinus ethmoidalis 6) Concha nasalis inferior 7) Meatus nasi inferior, merupakan tempat muara dictus nasilacrimalis. Organ olfactoria (alat penghidu) terdapat pada mukosa cavitas nasi bagian atap dan lateral, rangsangannya diteruskan melalui N I (n. olfactorius). 2. Pharynk Pharynk merupakan ruangan yang terdapat disebelah posterior cavitas nasi dan cavum oris, terbagi atas : a. Nasopharynk 1) Terletak di sebelah posterior cavitas nasi 2) Pada dinding lateralnya terdapat ostium tuba uditiva (mura tuba eustachius) 3) Pada dinding posteriornya terdapat tonsila pharyngea b. Oropharynk Terletak disebelah posterior cavum oris c. Laryngopharynk 1) Terletak disebelh posterior larynk, dan berhubungan dengan oes-
PB 33 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 dophagus 2) Bukan sebagai saluran respirasi 3. Larynk Larynk terususun atas a. Cartilage thyroidea b. Cartilage oricoidea c. Cartilage arytenoidea Bagunan didalam larynk a. Epiglotis b. Musculi laryngis c. Plica aryepiglotica d. Cavitas laryngis, terdapat : 1) 2 buah plica vestibule yang membentuk rima vestibule 2) 2 buah plica vocalis, yang membentuk rima glotidis (menghasilkan suara) 4. Trachea a. Merupakan suatu saluran terbuka yang terletak diantara larynk (setinggi cartilage cricoiudea) samai bifurcation trachea (setinggi angulus sterni), dengan panjang 10 cm dan diameter 2,5 cm. b. Tersusun atas 16-20 cartilago berbentuk tapal kuda yang terbuka di bagian posterior. 5. Bronchi a. Merupakan saluran yang terletak setelah bifurcation trachea (percabangan trachea menjadi bronchus primaries dexter dan sinister) sampai pulmo. b. Perbedaqan bronchus dexter dan sinister :
34 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Jenis Perbedaan Bronchus Dexter Bronchus Sinister Panjang Diameter Arah Pendek Lebih besar Lebih vertical Panjang Lebih kecil Lebih mendatar Percabangan bronchi (respiratory tree) : a. Bronchus primaries b. Bronchus secundus c. Bronchus tertius d. Bronchioles e. Bronchioles terminalis f. Alveolus pulmonalis 6. Pulmones a. Terdapat 2 buah, yaitu pulmo dexter dan sinister b. Msaing-msaing pulmo terdapat : 1) Apex pulmonis (pulmonalis) 2) Basis pulmonis (pulmonalis) 3) Facies costalis 4) Facies mediastinalis 5) Margo anterior 6) Margo posterior 7) Margo inferior 8) Hilus pulmonalis a) Terdapat pada facies mediastinalis b) Merupakan tempat msuk dan keluarnya bronchi, vasa darah, vasa lymphatica dan nervi dari dan ke pulmo.
PB 35 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Pulmo dexter terdiri dari 3 lobus, yaitu : a. Lobus superior Dipisahkan oleh lobus medius oleh fissure harizontalis b. Lobus medius Dipisahkan dari lobus inferior oleh fissure obliqua c. Lobus inferior Pulmo sinister terdiri dari 3 lobus, yaitu : a. Lobus superior Dipisahkan dari lobus inferior oleh fissure o b. Lobus inferior Masing-masing lobus terdiri atas beberapa segmen yang mempunyai vaskularisasi dan tractus respiratori 1) Vaskularisasi : A.v. pulmonalis, untuk proses respirasi A.v. bronchialis, untuk nutrisi pulmo 2) Inervasi : N. vagus (parasimpatis) Truncus simpaticus (simpatis) Cavitas Thoracis Di dalam cavities thorcis (rongga thorax) terdapat pulmones, pleura (pembungkus pulmo) dan mediastinum. Pleura terdiri atas 2 lapisan, yaitu : a. Pleura parietalis, melekat pada facies interna cavitas thoracis b. Pleura visceralis, melekat pada pulmo. Cavum pleura merupakan ruangan yang terdapat diantara kedua pleura. Mediastenum, merupakan organ-organ yang terletak diantara pulmo dexter dan sinister, yang terbagi menjadi 2 bagian oleh bidang angulus sterni menjadi 1) Mediastinum superior, berisi : a) Arcus aorta dan cabang-cabangnya
36 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 b) Vena cava superior c) Trachea d) Ductus thoracicus e) N. vagus f) N. phrenicus g) Oesophagus h) Thymus 2) Mediastinum inferior, terdiri atas : a) Bagian anterior : thyms dan jaringan lemak b) Bagian media : cor, pericardium, vasa darah besar c) Bagian posterior : aorta descendens, oesophagus, dusctus thoracicus, n. cagus, n. phrenicus.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan PB 37 Praktikum Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 V Apparatus Digestorius (System Alimentarium) PRAKTIKUM KE-5 APPARATUS DIGESTORIUS (System Alimentarium) Apparatus digestorius terdiri atas: cavitas oris dan isinya, pharynk, oesophagus, gaster, intestinum tenue, intestinum crassum, rectum dan canalis analisis. A. CAVITAS ORIS Cavitas oris (rongga mulut), terdiri atas : 1. Vestibulum oris 2. Cavitalis oris propia (terletak diantara dentes dan bucal) Labia oris (bibir) Palatum sebagai atap cavitas oris, terdiri atas : 1. Palatum durum, dibentuk oleh os maxilla dan os palatinum 2. Palatum molle, terdiri atas jaringan muskuler dan firbosa Dindingnya dilapisi oleh tunica mucosa oris Lingua tersusun atas musculi linguae dan terbagi menjadi : 1. Apex linguae 2. Corpus linguae 3. Radix linguae 4. Dordum linguae, padanya terdapat : Sulcus terminalis, yang bagian tengahnya terdapat foramen caecum Organon gustatorium terdiri atas papillae filiformes, papillae fung-
38 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 siformes dan papillae vallatae Gingivae, melapisi bagian mandibula yang ditempati dentes Donters 9gigi), terbagi menjadi bagian corona dan radix dentis Galandulae oris (kelenjar saliva) terdiri atas : 1. Glandulae salivares majors 2. Glandulae parotidea, ductus parotidea-nya bermuara pada cavitas oris propia di depan gigi molar 2 atas 3. Glandula sublingualis, terletak di dasar cavitas oris, tertutup corpuslingua, bermuara pada cavitas oris 4. Glandul submandibularis, terletak di sebelah medical corpus mandibulaglandulae salivares minores. Makanan kelur dari cavitas oris melalui lubang ostium faucium (fauces), yang dibentuk oleh palatum molle, uvula, tonsila palatine dan dorsum lingua. B. OESHOPHAGUS Merupakan saluran muskuler dengan panjang 25 cm, dari larynx sampai gaster dan menembus diafragma melalui hiatus oesophagus setinggi VT10. Oesophagus mengalami 3 penyempitan, yaitu : 1. Angustia superior, pada pangkalnya di leher 2. Angustia medialis, ditempat persilangannya dnegan bronchus primarisu sinister 3. Angustia inferior, di tempat oesophagus menembus diafragma C. GASTER (VENTRICULUS) Gaster yang kosong berbentuk huruf J, terletak intraperitoneal, pada kuadran kiri atas abdomen. Bagian-bagian gaster 1. Pars cardiac ventriculi : fundus 2. Corpus ventriculi : curvature ventriculi majorm, curvature ventriculi minor 3. Pars pyloric ventriculi : canalis pyloricus, pylorus
PB 39 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 4. Pada curvature ventriculi major melekat omentum majus, dan pada curatura ventriculi minor melekat omentum minus 5. Vaskularisasinya oleh : a. gastric dan v. porta 6. Inverse : n. vagus. D. INTESTINUM TENUE Duodenum 1. Berbentuk huruf U dengan cekungannya menghadap ke superior dan sinister dengan panjang sekitar 24 cm, dan terletak retroperineal 2. Paqda dinding posteromedialnya terdapat papilla duodeni major yang merupakan muara ductus pancreaticus. Jejunum dan ileum 1. Kedua intestinum tenue ini panjangnya 6-7 m, dengan btas tidak tegas, karena cirinya berubh secara berangsur-angsur, 2/5 bagian proksimalnya sebagai jejunum dan 3/5 bagian distalnya sebagai ileum. 2. Jejunum, biasanya dalam keadaan kosong, dindingnya lebih tebal, lebih vascular, sebagian besar terletak di region umbilikalis. 3. Ileum, dindingnya lebih tipis dan vascularisasinya sedikit, terletak di region hypogastrika dnegan bagian distalnya di pelvis 4. Vascularisasinya oleh a. mesenterika superior dan v. porta 5. Inervasinya : n. vagus E. INTESTINUM CRASSUM Panjang seluruhnya sampai 1,5 m, dengan bangunan khas : taenia coli, haustrae dan appendices epiploicae. Cecum (cqaecum) 1. Yaitu kantong buntu yang bersambung dnegan colon ascendens, yang terletak pada fossa iliaca dextra 2. Pada dinding posteromedialnya terdapat valve ileocecalis (muara ileum) 3. Disebelah inferior valve ileocecalis terdapat muara appendix vermiformis Appendix vermiformis
40 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 1. Merupakan pipa buntu dengan panjang 3-10 cm, yang bentuknya seperti cacing 2. Mesoappendix menggantung appendix vermiformis ke mesenterium ileum Colon ascendens 1. panjangnya 12-20 cm, dari cecum ke flexura coli dextra pada kuadran kanan atas 2. letaknya retroperineal pada sulcus paracertebralis dextra Colon tranversum 1. Panjangnya 40-50cm dari flexura coli dextra sampai flecura coli sinistra pada kuadran kiri atas 2. Paling besar dan paling mobile 3. Bagian posteriornya digantung oleh mesocolon transversum Colon descendens Dari flexura coli sinistra sampai colon sigmoideum pada fossa iliaca sinistra Colon sigmoideum 1. Biasanya berbentuk huruf, namun juga tergantung pada jumlah dan isinya (feses), dengan panjang 15-50 cm. 2. Dari colon desendes sampai rectum 3. Penggantungnya mesocolon sigmoideum Rectum dan canalis analis 1. Mulai dari batas colon sigmoideum dengan panjang 12 cm. 2. Bagian yang melebar sebagai ampula recti Canalis analis merupakan bagian terakhir tractus digestivus yang berakhir sebagai anus pada perineum 3. Pada dindingnya terdapat m. sphincter ani externus dan m. sphincter ani internus. F. GANDULA DIGESTORIA Hepar 1. Terletak di region hypochondria dextra dan epigastrium atau pada kuadran kanan atas abdomen
PB 41 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 2. Memproduksi cairan empedu, yang dialirkan melalui ductus hepaticus dexter dan sinister à ductus hepaticus communis à ductus choledochus (ductus biliferus communis) à bermuara pada papilla duodeni major (pada duodenum, kalau sphincternya tertutup cairan empedu kembali lagi dan disimpan pada fesica fellea à ductus cyticus à ductus choledochus à bermuara pada papilla duodeni major. 3. Hepar terdiri dari 2 lobus, yaitu : a. Lobus dextra hepatis, terdiri dari lobus quadrates dan lobus caudatus. Kedua lobi tersebut dipisahkan oleh daerah yang disebut porta hepatis. b. Lobus sinister hepatis Bangunan-bangunan pada permukaan hepar : Facies diafragmatica Margo inferior Facies visceralis Vena porta, berasal dari v. mesentrica superior dan v. lienalis Hepatica propia, cabang a. hepatica communis Ductus hepaticus Ductus cysticus Ductus choledochus. Penggantung hepar : 1. Ligamentum falciforme hepatis 2. Ligamentum teres hepatis Vesicae fellea 1. Merupakan kantong berbentuk pir, yang terletak disepanjang tepi kanan lobus quadrates 2. Berfungsi memekatkan empedu, dengan daya tampung 30-60 ml. Pancreas 1. Merupakan glandula eksokrin yang mengeksresi cairan pancreas ke duodenum (pada papilla duodeni major) melalui ductus pancreaticus dan glandula endorkin yang mengekresikan glucagon dan insulin dalam darah. 2. Terdiri atas bagian caput, corpus dan cauda pancreatic 3. Bagian ujung cauda pancreatic berhubungan dengan hilum lienalis.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 42 PB Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 VI Systema Urogenital PRAKTIKUM KE-6 SYSTEMA UROGENITAL A. SYSTEMA URINARIA Systema urinaria terdiri atas : ren, ureter, vesicae urinaria dan urethra Ren 1. Terletak retroperineal pada bagian superior sulcus paravertebralis 2. Bentuknya seperti kacang buncis, dengan ukuran 10 x 5 x 2,5 cm 3. Pada ren terdapat hilum renalis sebagai masuknya a. v. renalis dan pelvis renalis 4. Pada potongan koronal ren tampak : kortex, medulla, pyramis renalis, columna renalis, papilla renalis, calyces renalis major, calyces renalis minor, pelvis renalis. 5. Vascularisasi : a. v. renalis. Ureter 1. Saluran muskuler dengan panjang 25 cm, dari pelvis renalis sampai vesika urinaria 2. Berjalan ke bawah di sepanjang m. psoas dan pada dinding latera pelvis Vesicae urinaria 1. sebagai kantong berbentuk pyramid dengan 3 sisi, yang terletak disebelah cranial prostate 2. vesicae urinaria yang penuh dapat teraba dari luar di superior sympisis pubis 3. bagian-bagian vesicae urinaria : apex vesicae, fundus vesicae dan corpus vesicae
PB 43 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 4. bangunan pada facies interna vesicae urinaria : ostium ureteris (muara ureter pada sudut kanan dan kiri basis vesicae), ostium urethra internum, trigonum vesicae 5. peritoneum menutupi bagian superior vesicae urinaria, selanjutnya membentuk excavation rectovesticalis (cekungan antara rectum dan vesicae urinaria) pada laki-laki dan excavation vesicouterina (cekungan antara vesicae urinaria dan uterus) pada wanita. Urethra 1. Pada wanita Panjangnya hanya 3-4 cm, dari ostium urethra internum pada vesicae urinaria sampai ostinum urethra externum pada pubis. 2. Pada laki-laki Terbagi menjadi 3 bagian : 1) Pars prostatica urethrae Pada waktu urethrae menembus glandula postata Mulai dari ostium urethrae menembus trigonum urogenitale Pada facies internanya terdapat colliculus seminalis (muara ductus ejaculatorius), sinus prostaticus (muara glandula prostata) 2) Pars membranacea urethrae Sewaktu urethrae menembus trigonum urogenitale 3) Pars spongiosa urethrae Sewaktu urethrae melalui corpus cavernosum urethrae (corpus spingiosum penis), sampai muara uretrae pada ostium urethrae externum. B. SISTEMA GENETALIA MASCULINA Organa genetalia masculine terdiri dari : Organa genetalia masculia externa : scrotum, penis Organa genetalia masculine interna : testis, epididymis, ductus deferens. Ductus ejaculatorius, urethra, vesicular seminalis (glandula seminalis), glandula prostata. 1. Scrotum
44 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Berbentuk kantong yang berisi testis, epididymis, funiculus spermaticus dan selubungnya. 2. Penis Terdiri dari : a. Pars fixa : radix penis, melekat pada pelvis b. Pars libera, bagian yang menggantung bebas Terdiri dari corpus penis dan glans penis 1) Corpus penis, terdiri dari : a) 2 corpora cavernosa penis, bagian tengahnya terdapat arteria dan serabut saraf b) 1 corpus cavernosum urethrae (corpus spongiosum penis), dibagian tengahnya terdapat urethrae. 2) Glans penis : Ostium urethrae eksternum, preputium, corona glandis dan frenulum preputi 3. Testis a. Terdapat di dalam scrotum, sebagai bangunan berbentuk bulat panjang b. Memproduksi sperma 4. Epididymidis Merupakan bangunan yang menempel pada margo posterior testis Berfungsi sebagai tempat penimbunan spermatozoa 5. Ductus deferens Merupakan saluran mulai dari cauda epididymidis sampai ductus ejaculatorius Berjalan di dalam funiculus spermaticus Bagian yang melebar disebelah inferior vesicae inferior ampula ductus deferentis 6. Funiculus spermaticus Berisi : ductus deferens, vasa darah, vasa lymphatica dan nervi yang meuju dan meninggalkan testis Mulai dari annulus inguinalis profudus – sanalis inguinalis-annulus
PB 45 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 inguinalis superfisialis-sampai ke testis. 7. Ductus ejaculatoius Sebagai lanjutan dari ductus deferens setelah bersatu dengan ductus excretorius vesicular seminalis Bermuara pada colliculus seminalis pada urethrae pars prostatica 8. Vesicular seminalis Terletak disebelah lateral vesicae urinaria Sebagai penghasil semen, yang bermuara ke dalam ductus deferens 9. Prostate Merupakan bangunan berbentuk konus, terletak di sebelah inferior vesicae urinaria, sehingga ditembus di bagian tengahnya oleh urethrae pars prostatica Menghasilkan getah alkalis, dengan ductus excretriusnya bermuara kedalam sinus prostatica Aliran Sperma Testis à ductus deferens (dudakan funiculus spermaticus) à ductus ejaculatorius à urethrae à ostium urethrae externum. C. ORGANA GENETALIA FEMININA Organa genetalia feminina externa 1. Mons pubis : Peninggian membulat jaringan lemak di depan symphisis publis. Pada gadis dewasa ditumbuhi pubes (rambut kemaluan) yang merupakan salah satu tanda kelamin sekunder. 2. Labium majus Ada 2, kanan dan kiri, keduanya membatsai celah rima pudenda Di depan dihubungkan oleh commisura labiorum anterior Dibelakang dihubungkan oleh commisura labiroum posterior Mengandung akhiran ligamentum teres uteri, otot polos, saraf dan lemak 3. Labium minus
46 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Ke dorsocaudal kedua labium minus dihubungkan oleh frenulum labiorum minorum Ke ventrocrnial kedualbium minus berhubungan dan membentuk preputium clitoridis dan frenulum clitoridis 4. Vestibulum vaginae Yaitu ruangan yang sebelah lateral dibatasi oleh labium minus, sebelah ventrocranial oleh frenulum clitoridis dan dorsocaudal oleh frenulum labiorum Pudendi. Disini terdapat lubang-lubang : Ostium urethrae externum Ostium vaginae Muara gld. Vestibularis mayor, di kanan kiri ostium vaginae Muara gld. Vestibularis minor, diantra ostium urethrae externum dan ostium vaginae Muara gld. Paaraurethralis, dikanan kiri ostium urethrae externum Dibagian bawah terdapat cekungan fosssa vestibule/fossa navicularis 5. Clitoris Homolog dengan penis, mengandung jaringan erektil 6. Bulbus vestibule Jaringan erektil pada sisi ostium vagina dan ditutup oleh m. bulbospongiosus. Homolog dengan bulbus penis pada pria. 7. Glandula vestibularis mayor (gld, bartholini), di belakang bulbus ventibuli. Organa genetalia feminine interna 1. Ovarium Terdapat dalam fosssa ovarica dengan axis hamper vertical Terdiri dari 2 lapisan yaitu cortex dan medulla. Di dalam medulla inilah terdapat folliculi dan corpus luteum Penggantung : ligamentum suspensorium ovarii (dari extremitas tubari ke cranial), ligamentum ovarii propium (dasri extremitas uterine ke korpus uteri) dan mesovarium. 2. Tuba uterine/tuba fallopii/salphynx Dibagi menjadi 4 bagian : Pars uterine tubae uterine: dalam dinding uterus berasal sebagai
PB 47 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 ostium uterium tubae Isthmus tubae uterinae : bagian tersempit Ampula tubae uterina : bagian yang melebar, berdinding tipis, merupakan tempat fertilisasi sperma dan ovum. Infundibulum : bangunan berbentuk corong, berakhir sebagai ostium abdominale tubae uterinae yang sekitarnya terdapat fimbrae tubae. Salah satu fimbrae melekat oada ovarium disebut dengan fimbrae ovarica. Penggantung : mesosalpinx, bagian dari ligamentum latum mulai dari perlekatan mesovarium sampai tepi bebasnya. Didaamnya terdapat cabang vasa ovarica, cabang vasa uterine, paroophoron (sisa bagian distal ductus mesonephridicus). 3. Uterus/hystera Berbentuk seperti buah jambu tetapi agak pipih dan terdiri dqari bagian-bagian : 1) Cervic uteri Bagian dalamnya terdapat canalis cervicis yang berpangkal di ostium uteri interna dan berakhir sebagai ostium uteri internum. Permukaan canalis cervicis terdapat lipatan seperti daun palem sehingga disebut plica palmatae. Bagi distal cervix menonjol kedalam vagina, bagian ini disebut portio vaginalis sedangkan bagian servix yang tidak menonjol dalam vagina disebut portio supravaginalis. 2) Isthmus Bagian yang tersempit dan merupakan batas antara servix dan corpus uteri. Selama kehamilan bagian ini bisa melebar disebut segmen bawah rahim. 3) Corpus uteri : puncaknya diebut fundus uteri. Didalamnya terdapat cavum uteri yang disebelah proksimal berhubungan dengan ostium uterinum tubae kanan dan kiri sedangkan disebelah distal berhubungan dengan canalis s\cervicis melalui ostium uteri internum. Padanya terdapat facies vesicalis (diliputi oleh peritoneum dan membentuk excavation vesicouterina) dan facies intestinalis (diliputi peritoneum dan membentuk excavation rectouterina/cavum douglassi). Pemeriksaan tinggi fundus uteri biasa digunakan untuk memperkirakan umum kehamilan.
48 PB Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 Penggantung : 1) Ligamentum latum uteri, diantara 2 lembar ligamentum latum terdapat tuba uterine, ligamentum teres uteri, a. uterine, plexus venosus, plexus nervosus uterovaginalis, lig. Ovrii propium dan ureter. 2) Mesometrium, bagian ligamentum latum di caudal mesosalpinx dan mesovarium 3) Ligamentum cardinal, diantara 2 lembar ligamentum latum 4) Ligamentum eterosacrale 5) Ligamentum teres uteri/igamentum rotundum, berawal dari sudut antara uterus dan tubae, masuk ke ligamentum latum menuju canalis inginalis dan berakhir di labium majus Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan : 1) Endometrium Mempunyai 2 bagian yaitu stratum fungsionale yang mengalami perubahan sesuai dengan siklus mesntruasi dan stratum basale. 2) Myometrium 3) Perimetrium Merupakan peritoneum yang menutupi uterus.ke lateral melanjutkan diri ke dalam ligamentum latum. 4. Vagina Bangunan berupa tabung yang membentuk sudut 60 dengan bidang horizontal. Disebelah proksimal berhubungan dengan ostium uteri internum sedang disebelah distal berakhir sebagai ostium vaginae. Bangunan-bangunannya : 1) Ostium vaginae, tepinya ditutupi oleh hymen 2) Hymen. Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi beberapa jenis. Hymen bisa robek karena coitus sehingga hanya dapat tinggal sisanya disebut caruncula hymenalis 3) Rugae vaginae, yaitu lipatan-lipatan di dinding vagina 4) Fornix vaginae, yaitu vagina yang mengelilingi portio vaginalis services. Dapat dibedakan fornix anterior, fornix posterior dan fornix lateralis. Dinding vagina terdiri dari 3 lapisan yaitu : 1) Tunca musaca, terdapat rugae vaginalis dan collumna rugarum an-
PB 49 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Praktikum 1 Praktikum 2 Praktikum 3 Praktikum 4 Praktikum 5 Praktikum 6 terior dan collumna rugarum posterior 2) Tunica muscularis, mengandung otot serat lintang dari pubococygeus yang merupakan sphincter dari vagina. 3) Tunica fibrosa