The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ferdyseptiawan09, 2023-09-03 08:53:14

Laporan pkl bengkel kamto

Laporan pkl

Keywords: 12354

i LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI BENGKEL KAMTO Asrimulyo 09/03,Keyongan, Kec. Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57378 19 Desember 2022 s/d 19 April 2023 PRAKTEK KERJA LAPANGAN Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Pendidikan Sebagai Teknisi Kendaraan Ringan Otomotif Oleh: 1.Andika Luqman Hanafi 211471 2.Ferdy Septiawan 211554 3.Indra Rahmatdani 211572 4.Arya Nugroho 211497 5.Risky artdito suryawan 211659 PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF SMK N 1 SAMBI, BOYOLALI 2022/2023


ii DATA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 NAMA NO ABSEN KELAS JENIS KELAMIN AGAMA ALAMAT SISWA NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH NAMA NO ABSEN KELAS JENIS KELAMIN AGAMA ALAMAT SISWA NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH NAMA NO ABSEN KELAS JENIS KELAMIN AGAMA ALAMAT SISWA NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH NAMA NO ABSEN KELAS JENIS KELAMIN AGAMA ALAMAT SISWA NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH NAMA NO ABSEN KELAS JENIS KELAMIN AGAMA ALAMAT SISWA NAMA SEKOLAH ALAMAT SEKOLAH : FERDY SEPTIAWAN : 12 : XII TKRO 1 : LAKI-LAKI : ISLAM : KLECO,CERMO,SAMBI BOYOLALI : SMK N 1 SAMBI : WONOTORO, CATUR, SAMBI, BOYOLALI : ANDIKA LUQMAN HANAFI : 05 : XII TKRO 1 : LAKI-LAKI : ISLAM : SUREN, NGAGLIK, SAMBI, BOYOLALI : SMK N 1 SAMBI : WONOTORO, CATUR, SAMBI, BOYOLALI : ARYA NUGRAHA : 07 : XII TKRO 1 : LAKI-LAKI : ISLAM : KEDUNG GENTONG,SAMBI, BOYOLALI : SMK N 1 SAMBI : WONOTORO, CATUR, SAMBI, BOYOLALI : INDRA RAHMATDANI : 15 : XII TKRO 1 : LAKI-LAKI : ISLAM : NGAGLIK, NGAGLIK, SAMBI, BOYOLALI : SMK N 1 SAMBI : WONOTORO, CATUR, SAMBI, BOYOLALI : RISKY ARDITO SURYAWAN : 32 : XII TKRO 1 : LAKI-LAKI : ISLAM : BENGKAH,DEMANGAN,SAMBI : SMK N 1 SAMBI : WONOTORO, CATUR, SAMBI, BOYOLALI


iv


v KATA PENGANTAR Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Bengkel Kamto Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk kelulusan praktek kerja lapangan, SMK Negeri 1 Sambi, Boyolali. Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan salah satu upaya agar kami para siswa bisa lebih memahami tentang teori yang di peroleh saat di sekolah dengan mengaplikasikannya dengan terjun langsung ke lapangan serta untuk melanjutkan perjuangan kami ke tahap berikutnya. Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait selama PKL berlangsung, yang telah memberikan kami kesempatan mendapatkan Ilmu yang begitu banyak dan bermanfaat dan telah memberikan kami dukungan moral. Ucapan terima kasih ini kami ucapkan kepada : 1. Bapak Suyatna, S. Pd., M.Pd selaku Plt. Kepala sekolah yang telah memberikan kepada kami untuk melaksanakan Praktek Kerja lapangan (PKL) 2. M.Alifah Alwanudin S.PdI selaku guru pembimbing praktek kerja lapangan. 3. Bapak Kamto selaku kepala Bengkel yang telah memberikan izin untuk melaksanakan praktek kerja lapangan di Bengkel Kamto. 4. Seluruh karyawan Bengkel Kamto atas bantuan dan kerja sama selama PraktekKerjaLapangan (PKL). 5. kedua orang tua kami masing-masing atas segala doa, sarana, dan dukungan yang telah diberikan sehingga Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat terselesaikan. 6. Kepada seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan Praktek kerja lapangan ini.


vi Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan ini masih banyak kekurangan serta jauh dari sempurna karena keterbatasan waktu dan kemampuan penulis, oleh karena itu penulis dengan tulus mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga dapat digunakan untuk perbaikan lebih lanjut. Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kami khususnya serta bagi pembaca pada umumnya. Sambi, 19 April 2023 Peserta PKL


vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................................ i DATA SISWA.........................................................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................iv KATA PENGANTAR.............................................................................................v DAFTAR ISI...........................................................................................................vi DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................vii BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1 a) latar belakang................................................................................................1 b) Waktu dan Tempat.....…...............................................................................2 c) Tujuan...........................................................................................................2 d) Manfaat.........................................................................................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................5 a) Pengertian.....................................................................................................5 b) Tugas dan fungsi..........................................................................................5 BAB III PELAKSANAAN PKL ............................................................................6 a) Sejarah......................................................................................................... 6 b) Lokasi.......................................................................................................... 6 c) Jam Kerja.....................................................................................................6 d) Kegiatan.......................................................................................................7 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................8 a) Landasan teori..............................................................................................8 b) Langkah -langkah.......................................................................................20 BAB V PENUTUP.................................................................................................23 a) Kesimpulan................................................................................................23 b) Saran..........................................................................................................22


viii TINJAUAN PUSTAKA....................….................................................................24 LAMPIRAN...........................................................................................................25


ix DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.1 Alat dan bahan.................................................................................26 Lampiran 1.2 Master silinder dan boster rem........................................................26 Lampiran 1.3 Sepatu dan kampas rem...................................................................26 Lampiran 1.4 Tromol.............................................................................................27


1 BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar belakang Praktek Kerja Indutri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dibidangnya. Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut. Dimana para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja. Ada beberapa peraturan tentang Paktik Kerja Industri (PRAKERIN) dan putusan Menteri. Adapun peraturan Praktik Kerja Industri(PRAKERIN) adalah sebagai berikut : a. Tercantum pada UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk menyiapkan peseta didik melalui kegiataan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. b. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan


2 sosial, budaya, alam sekitar, dan meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta kebudayaan; c. Peraturan pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional; serta d. Keputusan Menteri No. 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi bahwa “Dalam melaksanakan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan didalam sekolah dan Pendidikan diluar sekolah”. B, Waktu dan tempat prakerin. Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri Prakerin untuk Program Teknik Kendaraan Ringan dilaksanakan mulai tanggal 19 Desember 2022 sampai dengan 19 April 2023, sesuai dengan tempat yang telah di dicarikan oleh sekolah.Dalam melaksanakan Praktek Kerja Industri di bengkel mobil kamto yang beralamatkan di Asrimulya, Keyongan,kec, Nogosari Kab.Boyolali Jawa Tengah 57376 menggunakan system 6 enam hari kerja yaitu dibuka pukul 08.00 dan tutup pukul 16.00WIB. C.Tujuan prakerin Tujuan PKL adalah sebagai berikut: 1. Menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional pada peserta didik. 1. Meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, dan 2. Menyiapkan kemandirian peserta didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha. Secara umum PKL bertujuan mempersiapkan dan membina calon lulusan baik secara struktural maupun secara fungsional, yang memiliki budaya kerja. Harapan dari pelaksanaan Program PKL ini dapat meningkatkan


3 kemampuan, keterampilan, dan rasa percaya diri untuk siap kerja ketika memasuki dunia kerja. Secara operasional, tujuan PKL adalah sebagai berikut. 1. Memberikan pengalaman kerja secara langsung/nyata kepada peserta didik dalam rangka menanamkan dan menginternalisasi iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu, waktu, proses, biaya, dan hasil kerja. 2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan mengembangkan karakter sesuai dengan nilai-nilai positif yang tumbuh dan diperlukan oleh masyarakat, khususnya di dunia kerja yang ditekuni. 3. Menghasilkan lulusan yang kompeten, memiliki tingkat pengetahuan dan etos kerja. D.Manfaat prakerin PKL bagi peserta didik SMK/MAK akan memberikan manfaat yang kelak berguna ketika memasuki dunia kerja. Manfaat PKL juga akan dirasakan bukan hanya bagi peserta didik, namun akan dirasakan juga oleh lembaga penyelenggara PKL. Beberapa manfaat PKL SMK/MAK adalah sebagai berikut: A.Manfaat Bagi Praktikan/Peserta Didik 1. Meningkatkan kompetensi keahlian yang telah diperoleh di sekolah. 2. Menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja secara langsung/nyata dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. 3. Menambah dan meningkatkan kompetensi serta menanamkan etos kerja yang tinggi sesuai ‘budaya kerja di dunia usaha/industri. 4. Memperkuat kemampuan produktif sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari. 5. Mengembangkan kemampuan sesuai dengan bimbingan/arahan pembimbing industri dan dapat berkontribusi kepada dunia kerja.


4 6. Memperkuat kepribadian yang berkarater sesuai dengan tuntutan nilai-nilai yang tumbuh dari budaya industri. 7. Hasil belajar peserta PKL akan lebih bermakna. B.Manfaat Bagi Sekolah 1. Terjalinnya hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dan dunia kerja. 2. Meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman kerja langsung selama PKL. 1. Meningkatkan relevansi dan efektivitas program sekolah melalui sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, proses pembelajaran,teaching factory, pengembangan sarana dan prasarana praktik berdasarkan hasil pengamatan di tempat PKL. 2. Merealisasikan program penguatan pendidikan karakter implementatif, khususnya nilai-nilai karakter budaya industri. C.Manfaat bagi Dunia Kerja 1. Adanya masukan yang positif dan konstruktif dari SMK/MAK untuk perkembangan dunia kerja. 2. Dunia kerja dapat mengenal kualitas peserta PKL dan mendapatkan calon karyawan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhannya. 3. Meningkatkan citra positif dunia kerja karena dapat berkontribusi terhadap dunia pendidikan.. 4. Dunia kerja tempat PKL lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat sekolah sehingga dapat menjadi wahana dalam promosi produk. 5. Perusahaan dapat memberi tugas kepada peserta PKL untuk kepentingan perusahaan sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.


5 BAB ll TINJAUAN PUSTAKA A.Pengertian. Bengkel adalah tempat memperbaiki mobil dan sepeda motor. Sedangkan mobil adalah kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin yang ada padanya,beroda empat atau lebih (selalu genap) yang biasanya menggunakan bahan bakar minyak (bensin) untuk menghidupkan mesinnya. Yang di maksud dengan bengkel mobil adalah suatu wadah atau tempat perawatan dan perbaikan mobil. Bengkel adalah bangunan yang termasuk dalam kategori fasilitas jasa dalam bidang otomotif yang mewadahi kegiatan perbengkelan dan fasilitas penunjang kegiatan. B.Tugas dan Fungsi Bengkel mobil berfungsi sebagai tempat dimana di dalamnya terjadi aktivitaskegiatan perbengkelan yang meliputi perawatan guna menjaga keawetan mobil danperbaikan guna memperbaiki segala sesuatu yang rusak pada mobil,sehingga kondisimobil kembali baik dan sempurna. Perbaikan mobil adalah kegiatan yang dilakukan apabila mobil mengalami kerusakan. Kegiatan ini tidak dilakukan secara rutin tetapi hanya insidental pada saat terjadi kerusakan pada mobil saja. Perbaikan pada mobil juga dibagi menjadi tiga, yaitu, perbaikan mesin, perbaikan pada interior dan perbaikan pada eksterior. Selain dari pada itu bengkel juga berfungsi tempat modifikasi bagi mobil dimana mobil dapat diubah dan ditingkatkan baik penampilan, performa, hingga fungsinya.


6 BAB III PELAKSANAAN PRAKERIN A.Sejarah Bengkel Kamto Sejarah Singkat Berdirinya Bengkel Kamto berada di Asrimulyo. Keyongan,Nogosari Boyolali adalah milik bapak kamto yang juga merangkap sebagai mekanik dengan dibantu oleh 3 orang mekanik.Bengkel ini telah berdiri kurang lebih 4 tahun. Sampai dengan saat ini bengkel “Kamto” ramai dari para pelanggan yang telah mempercayakan perawatan kendaraan. B.Lokasi Bengkel Kamto Bengkel Kamto berlokasi di Asrimulyo, Keyongan, Nogosari, Kabupaten Boyolali Lokasi tersebut berjarak kira-kira 2,6 kilometer dari kantor kecamatan Nogosari. Dengan menggunakan sepeda motor, jarak tersebut dapat ditempuh selama 6 menit. C.Jam Berja Bengkel Kamto Bengkel Kamto yang berlokasi di Asrimulyo,Keyongan,Nogosari, Kabupaten Boyolali menggunakan sistem 6 hari kerja mulai hari Senin sampai Sabtu dan hari minggu tutup . Jam kerja di mulai pukul 08.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB dengan waktu istirahat di mulai tepat azan dhuhur berkumandang sampai pukul 13.00WIB .Khusus hari Jum’at jam istirahat di mulai tepat pukul 11.00 WIB untuk menunaikan shalat Jum’at sampai pukul 13.00 WIB. D.Kegiatan Bengkel Kamto Dalam pelaksanaan Praktek lapangan Di Bengkel Kamto selama kurang lebih empat bulan, terhitung mulai dari tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan 19 April 2023. Kegiatan yang penulis laksanakan secara rutin seperti perawatan harian yaitu melakukan pemeliharaan mesin, seperti tune up, servis,ganti busi dan ganti oli. Untuk kegiatan lain seperti mengatasi kerusakan mesin dapat meliputi ganti sil kerkas atau mengatasi oli bocor (rembesan) ganti pompa bensin,turun mesin, mengatasi air radiator masuk ke ruang pembakaran/turun mesin setengah.


7 Dalam melaksanakan praktek kerja lapangan yang berhubungan dengan kelistrikan yaitu mengatasi mobil mogok yang di sebabkan oleh pengapian yang tidak baik, mengatasi penerangan yang mobil yang mati dan lain lain. kegiatan pkl yang berhubungan dengan chasis yaitu ganti kampas kopling atau bongkar perseneling, bongkar gardan, ganti bearing as roda, cek rem, mengatasi minyak rem bocor, suspensi dan lain-lain .


8 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN SERVIS BERKALA REM TROMOL A.Pengertian Mobil memang menjadi salah satu kendaraan yang didalamnya memiliki banyak komponen penyusun dan setiap komponen memiliki fungsi yang variatif. Rem menjadi komponen mobil yang sangat vital, karena bisa menghentikan atau memperlambat mobil saat posisi melaju atau mundur. Pada mobil ada 2 tipe rem yang paling populer yaitu tipe rem cakram dan rem tromol. Rem tromol adalah salah satu tipe rem yang biasanya dipakai dalam kendaraan roda dua atau roda empat. Cara kerja rem tromol di motor dan mobil hampirlah sama. Rem tromol pada mobil biasanya sudah menggunakan sistem rem hidrolik, karena sudah memanfaatkan tekanan hidrolik untuk membantu melakukan tekanan kanvas rem. B.Macam Macam Rem Tromol Menurut cara kerjanya, ada sekitar dua tipe rem tromol. Yaitu single piston dan dual piston. Namun kalau dijabarkan lebih luas maka ada sekitar 6 jenis rem tromol yaitu. 1. Leading and Trailing Shoes Tipe pertama adalah tipe leading and trailing. Sesuai namanya, pada dua buah sepatu rem ada yang berfungsi sebagai leading dan ada pula yang bertugas sebagai trailling. Leading shoes berarti sepatu rem yang berperan menghentikan laju putaran tromol lebih kuat. Sementara trailling berfungsi sebagai bantuan pengereman. Pada tipe rem leading dan trailing, kita akan menemukan satu buah fixed wheel cylinder yang biasanya terletak dibagian ujung atas sepatu rem. Sementara ujung sepatu rem lainnya terletak pada sebuah pin yang bisa


9 digerakan.Silinder roda ini memiliki dua buah piston, sehingga saat bekerja piston tersebut akan mendorong kedua sepatu rem ke arah membuka. Ini membuat bagian permukaan kampas rem menyentuh lebih dulu dengan tromol rem. 2. Single Leading Shoes Tipe leading shoes merupakan satu jenis rem tromol dengan dua buah kampas rem namun hanya satu yang bergerak sebagai leading shoes. Sementara sepatu rem satunya hanya sebagai pendukung kampas utama. Sistem ini memang sangat simple tapi memiliki daya pengereman yang kecil sehingga untuk saat ini sudah jarang digunakan. Biasanya rem tromol tipe single leading shoes digunakan pada sepeda motor dengan penggerak mekanis yang memanfaatkan sebuah nok diantara dua sepatu rem untuk melakukan pengereman. 3.two Leading Shoes. Sementara untuk tipe two leading shoes, kedua sepatu rem akan bertindak sebagai leading shoes. Perbedaannya dengan tipe yang pertama adalah gerakan sepatu remnya. Pada tipe leading and trailing sepatu rem akan bergerak secara refleksi. Sementara pada tipe ini kampas rem bergerak secara berkebalikan. Jadi apabila tromol berputar searah jarum jam maka bagian atas pada sepatu rem sebelah kanan akan bergerak. Sementara sepatu rem sebelah kiri akan bergerak dibagian bawahnya.Dengan kata lain, ada dua buah cylinder yang menggerakan masing-masing sepatu rem. Namun wheel cylinder ini hanya dilengkapi oleh satu piston. Sehingga hanya bisa menggerakan satu sepatu rem untuk satu wheel cylinder. 4.Dual Fixed Cylinder Tipe berikutnya juga masih sama dengan tipe yang ketiga yaitu leading shoes. Tetapi pada tipe ini, gerakan sepatu rem sudah bisa digerakan secara


10 keseluruhan. Artinya, saat kita injak pedal rem maka seluruh permukaan kampas rem baik kampas rem sebelah kanan atau kiri akan menempel dengan sempurna pada permukaan tromol. Ini terjadi karena ada dua buan wheel cylinder dengan dua piston, sehingga saat ada tekanan hidrolis keempat piston akan mendorong keempat ujung sepatu rem secara bersamaan. Ini membuat daya pengereman jauh lebih kuat. 5.Uni Servo. Tipe uni servo merupakan tipe rem tromol yang dipermudah konstruksinya. Karena secara cara kerja, ini hampir sama dengan sepatu rem tipe leading and trailing, namun sistem ini hanya dilengkapi satu buah wheel cylinder yang memiliki satu piston.Satu piston tersebut bisa menggerakan dua buah sepatu rem. Ini karena adjuster yang ada dibagian bawah itu floating atau tidak dibaut ke backing plate, dengan kata lain adjuster ini bisa bergerak kekanan dan kekiri.Prinsip kerjanya, ketika ada tekanan hidrolis maka piston akan mendorong salah satu sepatu rem. Apabila sepatu rem tersebut sudah mentok ke permukaan tromol maka dorongan itu terus berlanjut kebagian bawah sepatu rem dan karena posisi adjuster melayang maka dorongan tersebut akan diteruskan ke sepatu rem lainnya. 6.Duo Servo Tipe terakhir juga sama seperti tipe uni servo yang memiliki adjuster melayang, hanya saja tipe ini memiliki satu siliinder roda dengan dua buah piston. Sehingga kalau dilihat sekilas ini seperti tipe leading and trailing. Kelebihannya, adalah tidak ada kampas rem ngantung atau keausan kampas rem yang tidak rata. Ini karena tekanan yang diberikan ke dua sepatu rem akan diratakan ke permukaan kampas karena posisi adjuster sebagai tumpuan bisa bergerak bebas.


11 Untuk mendukung kinerja rem tromol terdapat komponen komponen utama rem pada mobil.Berikut ini penjelasan tentang komponen komponen rem yang terdapat pada mobil. 1.Master silinder atas. Master silinder sendiri berfungsi untuk menaikkan tekanan dari pedal setelah pedal diinjak oleh pengemudi, yang nantinya tekanan dari pedal akan dirubah menjadi tekanan hidrolik pada master silinder yang kemudian digunakan untuk menekan piston pada kaliper atau silinder roda yang terdapat pada tiap-tiap roda Fungsi Komponen-Komponen Master Silinder Rem 1. Reservoir Tank Master silinder ini berfungsi untuk menampung cairan rem kendaraan. 2. Diafragma Komponen master silinder ini berfungsi sebagi seal atau perapat yang melindungi minyak rem dari kontaminasi udara luar secara lagsung. 3. Level Sensor Komponen master silinder berfungsi Untuk membirikan informasi berupa isyarat ketika Volume minyak rem kurang atau habis. 4. Master Silinder Body Komponen master silinder ini berfungsi sebagai tempat bekerjanya komponen-komponen master silinder rem. 5. Primary Piston atau Piston 1 Komponen master silinder ini berfungsi mengkompresikan minyak rem didalam master silinder, biasanya saluranya menuju roda depan untuk system rem dengan pipa konvensional atau untuk kendaraan dengan tipe FR, sedangkan untuk kendaraan tipe FF yang menggunakan saluran pipa diagonal.


12 6. Secondary Piston atau Piston 2 Komponen master silinder ini berfungsi mengkompresikan minyak rem didalam master silinder, biasanya saluranya menuju roda belakang untuk system rem dengan pipa konvensional atau untuk kendaraan dengan tipe FR, sedangkan untuk kendaraan tipe FF yang menggunakan saluran pipa diagonal( untuk roda depan kiri dan roda belakang kanan). 7. Pegas Pengembali (Return Spring) Komponen master silinder ini berfungsi untuk mengembalikan piston baik secondary piston maupun primary piston ke posisi semual pada saat pedal rem dilepas. 8. Return Port Komponen master silinder ini berfungsi sebagai lubang katup pengembali minyak rem dari ruang tekanan ke tangki cadangan atau reservoir tank. 9. Inlet port Komponen master silinder ini berfungsi sebagai lubang masuk atau pengisian minyak rem dari tangki cadangan ke ruang tekanan. 10. Outlet Port Komponen master silinder ini berfungsi sebagai lubang keluar minyak rem yang bertekanan menuju saluran system rem dan seterusnya ke silinder roda atau ke piston caliper. 2.Boster rem Booster rem adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk meningkatkan daya pengereman pada sistem rem mobil. Fungsi utama booster rem adalah untuk meningkatkan tekanan yang diterima oleh sistem rem, sehingga memberikan kontrol yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi pengereman. Booster rem ini bekerja dengan mengubah energi dari tekanan


13 udara atau tekanan hidrolik menjadi energi mekanis yang digunakan untuk pengereman.berikut komponen booster rem beserta fungsinya. 1. Batang Operasi Booster rem juga dipasang di beberapa area untuk pengoperasian yang optimal. Salah satunya adalah batang operasi. Ini adalah bagian yang berperan penting menghubungkan pedal rem dan batang dorong. Saat pengemudi menekan pedal rem, batang operasi menggerakkan batang dorong untuk memperlambat atau menghentikan mobil 2. Katup Kontrol Ada juga komponen mekanisme katup kontrol yang membantu mengontrol semua aliran masuk pneumatik. Pada bagian ini, tekanan pada kedua chamber akan memiliki prinsip kerja yang berbeda. Mekanisme katup kontrol bereaksi terhadap pegas diafragma, memungkinkan gaya mengayuh untuk bergabung dengan tekanan piston yang lebih intensif. 3. Selang Vakum Selang yang ada pada booster rem berfungsi untuk menghubungkan komponen chamber ke sistem intake manifold. Selang vakum digunakan untuk memudahkan proses gaya pedal rem, seperti pada umumnya, booster rem tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa bantuan komponen lain. 4. Master Cylinder Komponen ini merupakan bagian yang menghasilkan tekanan hidrolik untuk pengereman. Ini terdiri dari sebuah silinder dengan dua piston di dalamnya, yang digerakkan oleh pedal rem. 5. Pedal Rem Ini adalah bagian yang digunakan oleh pengemudi untuk pengereman. Ketika pedal rem ditekan, ini akan menggerakkan piston dalam master cylinder untuk menghasilkan tekanan hidrolik.


14 6. Katup Katup berfungsi untuk mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh master cylinder. Ada 2 jenis katup yang dapat dibuka atau ditutup untuk mengatur aliran cairan. 7. Silinder Booster Komponen silinder pada booster rem berguna untuk mengubah tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh master cylinder menjadi tekanan yang lebih tinggi untuk digunakan dalam sistem rem. Ini terdiri dari sebuah silinder dengan sebuah piston di dalamnya, yang digerakkan oleh tekanan hidrolik dari master cylinder. 8. Konektor Komponen ini digunakan untuk menghubungkan master cylinder dengan silinder booster dan rem pada roda. 9. Gasket & Seal Digunakan untuk menjaga agar cairan tidak bocor dan juga untuk menjaga komponen-komponen tetap tertutup. 10. Operating Rod Termasuk bagian mekanis dari booster rem yang digunakan untuk mentransmisikan gaya dari pedal rem ke mekanisme rem. 11. Control Valve Mechanism Merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengatur aliran fluida dalam sistem hidrolik booster rem. 12. Push Rod Bertugas untuk mentransmisikan gaya dari control valve mechanism ke booster piston. 13. Diaphragm Spring


15 Berfungsi untuk memberikan tekanan konstan pada booster piston. 14. Constant Pressure Chamber Adalah ruang di mana tekanan dalam sistem hidrolik booster rem dipertahankan konstan. 15. Variable Pressure Chamber Ruang di mana tekanan dalam sistem hidrolik booster rem dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. 16. Reaction Mechanism Mekanisme yang digunakan untuk mengkonversi gaya yang diterima dari pedal rem menjadi gaya yang diteruskan ke roda rem. 17. Booster Piston 3.Flexxible Hose atau Selang Fleksibel Flexible hose atau selang fleksibel merupakan salah satu bagian dari sistem rem yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara rem pada bagian atas dengan mekanisme rem baik roda depan maupun roda belakang. Tidak semua pipa rem terbuat dari bahan fleksibel melainkan ada beberapa yang terbuat dari alumunium untuk menahan tekanan hidrolis yang dihasilkan dari master silinder. Selang atau pipa rem berfungsi untuk mengalirkan tenaga hidrolis agar dapat digunakan untuk mendorong piston rem sehingga sistem rem dapat bekerja. Komponen Rem Tromol Berikut ini penjelasan tentang komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol mobil mulai dari backing plate, silinder roda, sepatu rem dan kampas, return spring, brake shoe holder, brake shoe adjuster, parking brake lever, drum hingga parking brake cable 1. Backing Plate.


16 Backing plate adalah salah satu komponen rem tromol yang berbentuk pitingan berbahan dasar logam yang cukup tipis dan diletakan di bagian belakang sistem rem tromol. Pada dasarnya, komponen ini berfungsi sebagai pelindung untuk komponen rem tromol yang lainnya. Bentuk dari backing plate adalah lingkaran yang memiliki banyak lubang dan memiliki banyak tonjolan. Tujuan utama banyaknya lubang dalam backing plate adalah untuk menyesuaikan dengan part standar dari rem tromol. 2. Silinder Roda. Silinder roda menjadi komponen rem tromol yang berguna untuk mengubah tekanan fluida menjadi gerakan yang mekanis. Secara umum, ada beberapa tipe silinder roda yang biasanya ditemukan atau dipakai dalam sistem rem tromol. Tipe silinder roda yang berbentuk dual piston merupakan tipe yang paling populer, karena banyak dipakai untuk mendampingi tromol jenis leading dan juga jenis trailing. Tipe dual piston memiliki ciri yang terbaik oleh baut ke backing plate. Silinder roda terdiri dari beberapa bagian seperti bagian wheel cylinder housing, bleeder nut, piston boot, spring dan piston. Apabila salah satu bagian silinder roda tidak bekerja dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja rem tromol secara keseluruhan.berikut komponen-komponen silinder roda lengkap dengan penjelasannya berikut ini. a.Piston Komponen yang pertama ini fungsinya adalah untuk menekan sepatu rem agar menempel pada bagian tromol rem dan proses pengereman pun terjadi. Pembuatan piston harus presisi dengan silinder supaya ketika terjadi tekanan dari fluida, maka piston akan terdorong. b.Boots


17 Disebut juga dengan debu pelindung , sesuai dengan namanya komponen ini berfungsi untuk melindungi silinder dari kotoran serta debu. Oleh karena itulah letaknya ada di bagian luar silinder dan menyelimutinya. Debu dan kotoran sangat mudah untuk masuk ke wheel cylinder yang jadi penyebab utama kerusakan. Karena pada saat terjadi pengereman debu dan kotoran akan masuk dengan cepat. Tanpa boots komponen wheel cylinder akan cepat rusak. c.Seal Piston Komponen silinder roda selanjutnya adalah seal pada bagian dalam silinder yang fungsinya adalah untuk merapatkan piston dengan silinder. Baik itu piston dan silinder harus dalam kondisi selalu rapat demi mencegah terjadinya kebocoran fluida. Ketika terjadi kebocoran maka tenaga yang dihasilkan dari tekanan hidrolik tidak dapat diteruskan. Akibatnya penekanan pada kampas rem tidak akan terjadi dan bisa memicu kecelakaan. d.Compression Spring Disebut juga sebagai expander spring assembly yang fungsinya adalah untuk mengembalikan posisi piston ke awal. Tujuannya adalah agar pada proses pengereman yang selanjutnya tidak terjadi keterlambatan. e.Bleeder Plug Komponen terakhir ini adalah baut yang jadi bagian silinder roda untuk membuang angin atau menghilangkannya ketika terjebak pada saluran hidrolik rem. Tujuannya tentu saja agar tidak terjadi blong pada saat pengereman. Angin yang dikompresi tidak boleh berada pada saluran minyak rem, karena jika terdapat udara akan membuat sistem pengereman tidak bekerja dengan optimal. Bahaya kecelakaan karena rem tidak pakem atau blong pun dapat terjadi.


18 Cara menghilangkan angin adalah melalui proses pembledingan yaitu mengendorkan bleeder plug sambil menekan pedal rem terus menerus. Maka minyak rem yang keluar pun lancar dan tidak ada lagi buih udara. 3.Return spring Fungsi utama return spring adalah untuk mengembalikan posisi sepatu rem seusai proses pengereman berlangsung. Ketika kita menekan pedal rem, sepatu rem bergerak ke arah luar dan menempel dengan tromol rem. Namun ketika kita lepas pedal rem, maka sepatu rem harus bisa kembali mengincup. Ada dua buah pegas biasanya dalam satu rem tromol yaitu ; Upper spring, pegas ini berada dibagian atas tepatnya dibawah wheel cylinder. Fungsi utama pegas ini adalah untuk mengembalikan posisi sepatu rem agar menutup.Lower spring, sementara pegas kedua yang terletak didekat adjuster berfungsi menjaga agar dua buah sepatu rem bisa menekan adjuster. 4. Brake shoe adjuster Dibagian bawah rem tromol mobil akan kita temui mekanisme screw adjuster. Fungsinya sebagai penyetel celah antara kampas rem tromol dengan permukaan tromol saat pedal rem tidak ditekan. Prinsip kerja penyetelan ini, menggunakan prinsip sekrup. Dimana ada dua buah komponen utama yang terdiri dari baut dan mur. Saat kota putar baut penyetel sesuai jarum jam maka baut akan masuk. Ini menyebabkan panjang adjuster mengecil atau celah rem longgar. 5. Brake shoe holder Brake shoe holder memiliki bentuk menyerupai pin yang terdiri dari beberapa bagian dan berfungsi untuk mengunci per atau pegas menempel pada plat atau backing plate. 6.Parking Brake Lever


19 Parking brake lever merupakan salah satu komponen rem tromol yang hanya bisa ditemukan di mobil saja, karena tidak akan dipakai dalam motor. Dengan adanya parking brake lever, maka kontruksi rem tromol akan terlihat lebih rumit. Dalam sistem kerja parking brake lever, tentu ada 2 buah lever yang akan dijumpai yaitu park brake lever dan brake shoe link. Park brake lever dibuat dengan salah satu ujung lengannya memiliki bagian engsel yang akan terhubung dengan brake shoe di bagian sisi atas dan pada bagian ujungnya akan terhubung dengan kabel rem. Sedangkan brake shoe link akan menghubungkan antara park brake lever dengan brake shoe yang satunya. Cara kerja rem parkir ini, ketika kita tarik tuas rem maka park brake lever akan tertarik. Tarikan ini akan mendorong brake shoe link untuk bergerak kearah luar, sehingga kampas rem sekunder langsung menempel dengan permukaan tromol. Kemudian, karena kampas rem sekunder sudah mentok maka akan terjadi efek pengungkit dimana tarikan park brake lever juga mendorong kampas rem primer ke permukaan tromol. 7. Drum atau Rem Tromol Drum brake atau tromol rem adalah komponen yang memiliki peranan sangat penting dalam sistem kerja rem tromol. Komponen ini terbuat dari bahan baja tuang, sehingga teksturnya sangatlah keras dan bentuknya menyerupai drum atau tabung. Drum brake memiliki fungsi utama yaitu sebagai media gesekan bersama kampas rem untuk tujuan agar putaran roda akan berhenti di jalan. Komponen ini juga langsung terhubung dengan baut roda, sehingga tromol akan berputar mengikuti baut roda. 8.Parking Brake Cable Parking brake cable merupakan komponen rem tromol yang berbentuk kabel baja yang biasa dipakai untuk menarik sistem rem tromol. Jenis kabel yang dipakai tidak jauh berbeda dengan jenis kabel baja yang lainnya. Fungsi utama


20 parking brake cable adalah menghubungkan gerakan tuas rem parkir dengan parking brake lever yang posisinya berada dalam sistem rem tromol. 9.Sepatu rem dan Kampas Sepatu rem & kampas juga menjadi komponen yang sering ditemukan dalam sebuah rem tromol. Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat yang biasanya dipakai untuk meletakan kampas rem pada sistem rem tromol. Sementara tempat meletakan kampas rem di komponen rem cakram adalah brake pad. Sepatu rem biasanya memiliki bentuk menyerupai lingkaran yang terdiri dari 2 buah sepatu dengan bentuk yang setengah lingkaran. Komponen ini diletakan di salah satu bagian rem tromol, namun sepatu rem tidak akan bersinggungan atau berhubungan langsung dengan tromol. C.Servis berkala rem tromol pada mobil. Memiliki mobil berarti memiliki tanggung jawab untuk merawatnya supaya awet dan aman untuk dikendarai, dan rem adalah alat pengaman nomor satu pada setiap kendaraan. Kali ini saya ingin membahas tentang merawat rem tromol mobil agar selalu aman saat di kendarai. cara merawat rem tromol secara berkala, namun anda harus terlebih dahulu menyiapkan beberapa peralatan yg akan di gunakan. Peralatan: 1. Kunci sock roda. 2. Stang L dan . 3. Obeng min. 4. Amplas kasar. 5. Gemuk/faslin. 6. Dongkrak. 7. Jack stan/penahan beban. 8. Baut 12 dan kunci pas ring 12 untuk membuka tromol yang keras. 9. Palu.


21 D.LANGKAH -LANGKAH 1. Ganjal roda depan di bagian depan roda dan belakang roda dengan 2 balok kayu. 2. Kendurkan mur roda dengan kunci roda. 3. Dongkrak mobil jangan terlalu rendah (posisikan dongkrak di tempat yg benar sebelum menaikkan dongkrak). 4. Pasanglah jack stan sebagai penopang mobil. 5. Turunkan dongkrak supaya beban berpindah ke jack stan. 6. Lepas roda yang akan di servis menggunakan kunci roda. 7. Cover rem/tromol rem. bisa langsung melepas tromol rem bila pemasangan tromol kendor, tapi apabila kesulitan gunakan baut 12 untuk melepasnya, yaitu dengan cara memasukkan baut pada lubang pelepas menggunakan kunci pas ring 12 8. Jika cover sudah terlepas, gunakan ampelas kasar untuk membersihkan bagian dalam cover. Kanvas rem, dan bagian yg bersinggungan lainnya. 9. Semprot rem dengan angin tekanan tinggi untuk membersihkan bekasbekas pengamplasan. 10. Berikan gemuk pada belakang sepatu rem(jangan sampai terkena tromol dan kanvas rem) 11. untuk menyetel rem, gunakan obeng min. Putar penyetel rem ke bawah 2x atau keatas (pastikan penyetel berbunyi saat di putar) pasang tromol dan putar ke kiri kanan dan coba lepas kembali. Jika masih terasa kendor setel kembali rem sedikit demi sedikit sampai tromol terasa agak keras saat di lepas. 12. Cek juga hand rem,jumlah klik hand rem yang normal di antara 5-7 klik saat tuas hand rem di tarik. 13. Jika sudah dirasa cukup beri gemuk di bagian baut roda untuk menghindari mur roda macet di kemudian hari.


22 14. Pasang kembali roda dan kencangkan mur menggunakan kunci roda dengan stang L. 15. Dongkrak kembali mobil untuk mengambil jack stan,jika sudah turunkan mobil secara perlahan. 16. Kencangkan mur roda untuk kedua kalinya menggunakan kunci roda dengan stang L di tambah 1 sambungan I. 17. Coba mobil untuk memeriksa kinerja rem.


23 BAB V PENUTUP A.Kesimpulan. Setelah PRAKERIN di bengkel Kamto,dapat menyimpulkan bahwa: 1. Dengan mengikuti kegiatan tersebut kami menjadi tahu bahwa ilmu pengetahuan di dunia industri itu sangat penting dan sangat di butuhkan untuk mendapatkan informasi- informasi dan wawasan yang lebih luas agar kelak kami menjadi seseorang yang handal dan sukses. 2. Selama melaksanakan PRAKERIN Kami selalu belajar dan terus belajar dari kegagalan dan kesalahan kami sendiri saat melaksanakan tugas tersebut. Meskipun demikian, itu semua karena keterbatasan waktu kami, tetapi kami tidak akan berputus asa untuk memperdalam pengetahuan otomotif lebih banyak lagi. Kegiatan prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia kerja secara nyata. B.saran 1.Saran untuk sekolah a. Melengkapi sarana dan prasarana untuk praktek disekolah. b. Menyediakan peralatan praktek yang lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi. c. Mengutamakan guru-guru pengajar yang lebih handal. d. Pihak sekolah memberikan teori sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan praktek agar siswa menerapkannya didunia kerja dengan mudah. e. Pihak sekolah mengadakan kerja sama dengan pihak bengkel/industri untuk mempermudah siswanya dalam melaksanakan prakerin.


24 f. Pihak sekolah memberikan penambahan teori mengenai teknologi terbaru yang selama ini sudah berkembang 2. Saran untuk bengkel a. Meningkatkan salinan komunikasi antara siswa praktek kerja industri dan mekanik b. Kerja sama antara pembimbing dengan siswa praktek kerja industri senantiasa harus diperhatikan. c. Kelengkapan alat masing-masing mekanik perlu ditambahkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memperabiki kendaraan dan siswa yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya.


25 DAFTAR PUSTAKA Juliandi, 2017 https://www.lksotomotif.com/?m=1di akses pada kamis 23 maret 20223. Zuzuki Tips-trik,2021 https://www.suzuki.co.id/tips-trik/lengkap-inifungsi-master-silinder-dan-cara-kerjanya?pages=all diakses pada kamis 23 maret 2023. Moservice,2023 https://moservice.id/news/fungsi-jenis-komponen-carakerja-booster-rem diakses pada kamis 23 maret.


26 LAMPIRAN Lampiran 1.1 Alat dan bahan. Lampiran 1.2 Master silinder dan boster rem. Lampiran 1.3 Sepatu dan kampas rem.


27 Lampiran 1.4 Tromol


28


Click to View FlipBook Version