MODUL PEMBELAJARAN SEJARAH 1
KETERKAITAN KONSEP MANUSIA HIDUP DALAM RUANG DAN
WAKTU
SEJARAH PEMINATAN KELAS X IPS
Kompetensi Dasar
Pengetahuan Keterampilan
3.1 Menganalisis kehidupan manusia dalam ruang 4.1 Menyajikan hasil kajian tentang keterkaitan
dan waktu kehidupan manusia dalam ruang dan waktu
dalam bentuk tulisan dan/atau media lain
Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menganalisis kehidupan manusia dalam ruang dan waktu
2. Siswa dapat menyajikan hasil kajian tentang keterkaitan kehidupan manusia dalam ruang dan waktu
dalam bentuk tulisan dan/atau media lain
PENDAHULUAN
Apa yang dimaksud dengan sejarah ? Secara umum, pengertian sejarah adalah suatu peristiwa atau
kejadian yang telah terjadi pada masa lalu dan dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan pada
masa itu.
Definisi sejarah dapat juga diartikan sebagai suatu cabang ilmu yang melakukan kajian secara sistematis
mengenai seluruh perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat yang terjadi di
masa lalu.
Terdapat 3 aspek waktu yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya, yaitu:
Masa Lalu, yaitu gambaran mengenai kehidupan manusia dan kebudayaannya di masa lampau.
Melalui gambaran masa lalu maka generasi berikutnya akan dapat merumuskan hubungan sebab akibat
terjadinya suatu peristiwa. Dan tidak semua peristiwa atau kejadian dapat tercatat dalam sejarah.
Masa Kini, yaitu masa dimana manusia mengalami masa yang terbaru dan merupakan masa yang
sangat penting karena dapat menentukan masa depan. Manusia di masa kini memakai sumber
pemahaman dari peristiwa di masa lalu sebagai cerminan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
Masa Depan, yaitu masa yang akan datang dimana segala sesuatu itu belum terjadi, dan segala
sesuatu yang dilakukan pada masa kini akan mempengaruhi masa depan.
PENGERTIAN SEJARAH MENURUT ASAL KATA
Pengertian sejarah menurut asal kata atau bahasa
1. Bahasa Inggris berasal dari kata History artinya peristiwa di masa lampau
2. Bahasa Jerman berasal dari kata Geschicht artinya sesuatu yang telah terjadi
3. Bahasa Yunani berasal dari kata Istoria artinya ilmu atau orang pandai
4. Bahasa Arab berasal dari kata Syajarotun artinya pohon atau silsilah
PENGERTIAN SEJARAH MENURUT PARA AHLI
1. Aristoteles
Aristoteles mengartikan sejarah sebagai suatu sistem yang mengidentifikasi kejadian dalam bentuk
kronologi, yang menjelaskan kronologi dari terjadinya suatu peristiwa. Ia juga menyatakan bahwa sejarah
menjadi sesuatu yang terjadi di masa lampau dan dapat dibuktikan dengan adanya catatan-catatan.
1
konsep manusia dalam ruang waktu
2. W.H. Walsh
Sejarah menitikberatkan kepada pencatatan yang memiliki sebuah arti dan penting saja bagi umat
manusia. Catatan tersebut dapat meliputi berbagai jenis tindakan serta pengalaman umat manusia pada
masa lampau dengan berbagai hal yang penting sehingga menjadi sebuah cerita yang berarti.
3. Patrick Gardiner
Pengertian sejarah menurut tokoh yang satu ini adalah suatu ilmu yang mempelajari dan meneliti tentang
apa yang telah diperbuat oleh umat manusia.
4. Herodotus (The Father of History)
Sejarah merupakan satu kajian guna menceritakan sebuah perputaran jatuh bangunnya seorang tokoh,
masyarakat, serta peradaban.
5. Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pengertian sejarah merupakan sebuah catatan mengenai peradaban
dunia atau umat manusia, tentang berbagai perubahan yang terjadi pada watak masyarakat tersebut.
6. Mohammad Yamin
Sejarah menurut Mohammad Yamin adalah kajian ilmu pengetahuan yang disusun berdasarkan hasil dari
sebuah penelitian. Di mana kejadian di masa lampau dibuktikan secara nyata dengan adanya bukti-bukti
yang konkret.
7. Mohammad Hatta
Pengertian sejarah adalah sebagai pemahaman akan peristiwa di masa lalu yang mengandung
problematika dinamis. Sejarah menjadi kejadian yang bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran bagi
orang-orang yang hidup di zaman berikutnya.
8. Kuntowijoyo
Kemudian menurut Kuntowijoyo, sejarah diartikan sebagai hal-hal yang menyuguhkan sebuah fakta unik,
empiris, ideografis, serta diakronis.
9. Taufik Abdullah
Taufik Abdullah berpendapat bahwa pengertian sejarah adalah tindakan manusia yang dilakukan dalam
jangka waktu tertentu pada masa lalu di tempat tertentu.
10. Drs. Sidi Gazalba
Pengertian Sejarah adalah masa lampau manusia serta seputarnya yang disusun dengan ilmiah dan juga
lengkap yang meliputi urutan-urutan fakta masa tersebut dengan penjelasan yang memberi pemahaman
tentang apa yang berlaku.
11. Moh. Ali
Sejarah ialah keseluruhan perubahan serta berbagai macam kejadian yang telah terjadi. Sejarah
merupakan suatu ilmu yang menyelidiki tentang berbagai perubahan yang benar pernah terjadi pada masa
lampau.
2
konsep manusia dalam ruang waktu
CIRI-CIRI PERISTIWA SEJARAH
Kita harus memahami bahwa tidak semua peristiwa itu adalah sejarah, tetapi peristiwa itu baru
mengandung sejarah apabila peristiwa sejarah itu. Ciri-ciri peristiwa sejarah adalah :
1. Penting
Artinya bahwa tidak semua peristiwa masuk dalam sejarah, hanya yang mempunyai arti, makna, nilai dan
momentum penting serta menyangkut kehidupan manusia, bangsa dan negara.
2. Abadi
Artinya peristiwa tersebut tidak dapat berubah dan tetap dikenang sepanjang masa oleh generasi
berikutnya secara turun temurun.
3. Unik
Artinya tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang lagi untuk kedua kalinya.
KONSEP RUANG DAN WAKTU
1. Konsep Ruang dalam Mempelajari Sejarah.
Ruang (dimensi Spasial), merupakan tampat terjadinya berbagai peristiwa alam maupun
peristiwa sosial dan peristiwa sajarah dalam proses perjalanan waktu. Konsep ruang juga dapat diartikan,
sebagai konsep yang paling melekat dengan waktu.
Berikut secara umum penjabaran konsep ruang dalam mempelajari sejarah :
a. Ruang merupakan tampat terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa dalam perjalanan waktu.
b. Penelaahan sautu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang
waktu terjadinya peristiwa tersebut.
c. Jika waktu menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang
menitikberatkan pada aspek tempat, di mana peristiwa itu terjadi.
2. Konsep Waktu dalam Mempelajari Sejarah
Waktu (dimensi temporal) yang merupakan satu-kesatuan yang berkaitan dengan kapan
terjadinya suatu peristiwa yaitu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, dan seterusnya. Pada
umumnya, berikut konsep waktu dalam mempelajari sejarah.
a. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati.Tetapi, masa lampau bukan
merupakan suatu masa yang final, berhenti.
b. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Apa yang terjadi di masa lampau dapat
dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak di masa sekarang, dan untuk mencapai kehidupan
yang lebih baik di masa mendatang.
c. Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini menjadi acuan untuk perencanaan
masa yang akan datang.
KONSEP PERKEMBANGAN, BERKELANJUTAN, PENGULANGAN DAN
PERUBAHAN DALAM SEJARAH
1. Perkembangan
Perkembangan masyarakat terjadi, bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke
bentuk yang lain, dari yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Misalnya perkembangan
masyarakat manusia dari masa lampau sampai sekarang dari mulai jaman kebudayaan batu, logam
sampai pada kebudayaan digital internet saat ini
3
konsep manusia dalam ruang waktu
2. Kesinambungan atau Berkelanjutan
Kesinambungan terjadi, bila suatu masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang merupakan
kelanjutan dari peristiwa sebelumnya, misalnya meskipun perang dingin telah selesai, Indonesia
tetap melanjutkan sikap politik luar negeri bebas aktif yang sudah dilakukan sejak awal
kemerdekaan yaitu dengan bersikap netral, tidak memihak dan selalu mengutamakan perdamaian
dunia
3. Pengulangan
Pengulangan terjadi bila peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terjadi lagi di masa
selanjutnya, misalnya jatuhnya kekuasaan Presiden Soekarno akibat aksi-aksi para mahasiswa pada
tahun 1966 dan itu terjadi kembali pada Presidan Soeharto pada tahun 1998, juga akibat aksi para
mahasiswa.
4. Perubahan
Perubahan terjadi apabila masyarakat mengalami pergeseran, sama dengan perkembangan. Akan
tetapi, asumsinya ialah adanya perkembangan besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat.
Biasanya terjadi akibar pengaruh dari luar. Misalnya pandemi Covid-19 membuat sistem belajar di
sekolah berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh menggunakan media teknologi
informasi dan komunikasi
KONSEP KAITAN MANUSIA RUANG DAN WAKTU
Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu
peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah. Segala
aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. Manusia selama
hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan
perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup (beraktivitas)
Sejarah terbentuk dari tiga unsur, yang ketiganya tidak dapat terpisahkan antara satu dengan yang
lain. Ketiga unsur tersebut, yaitu manusia, ruang dan waktu
1. Manusia
Unsur manusia memiliki peran penting dalam peristiwa sejarah. Manusia adalah pelaku/aktor
utama yang sangat mementukan suatu peristiwa sejarah. Sehingga mempelajari sejarah dapat
diartikan juga kita mempelajari sejarah manusia. Sebagai aktor sejarah, manusia memiliki
kemampuan berpikir yang merupakan cikal bakal munculnya ide kreatif. Ide kreatif inilah yang
merupakan embrio terbentuknya kebudayaan.
2. Ruang
Dalam sejarah, ruang merupakan unsur penting yang harus ada. Ruang atau tempat terjadinya
peristiwa sejarah berkaitan dengan aspek geografis. Setiap komunitas yang tinggal di suatu
tempat, akan memiliki pola pikir dan sistem budaya yang diperoleh dari leluhurnya. Sehingga
kisah sejarah manusia merupakan proses interaksi dengan kehidupan sosial, budaya, politik,
ekonomi pada ruang atau tempat tertentu.
3. Waktu
Setiap manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dalam waktu dan tidak dapat dilepaskan dari
waktu. Mereka berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Mempelajari sejarah bukan hanya mempelajari sesuatu yang berhenti, melainkan sesuatu yang
terus bergerak sejalan dengan perjalanan waktu. Setiap peristiwa sejarah berada dalam kurun
waktu tertentu yang memiliki latar belakang waktu sebelumnya
4
konsep manusia dalam ruang waktu
CARA BERPIKIR DIAKRONIK & SINKRONIK DALAM MEMPELAJARI SEJARAH
A. Diakronik
Diakronik berasal dari kata (Dia yaitu dalam bahasa latin artinya melalui / melampaui dan
Chronicus artinya waktu). Diakronik artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Secara
etimologis kata diakronik berasal dari bahasa Yunani, Diachronich yang terdiri dari dia dan chronoss. Dia
mempunyai arti melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan chronoss berarti waktu. Jadi, diakronik
berarti sesuatu yang melintas, melalui, dan melampaui dalam dalam batasan waktu. Jika dikaitkan dengan
sejarah, sesuatu yang melintas, melalui, atau melampaui tersebut adalah peristiwa atau kejadian.
Secara etimologis, kata kronologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu chronoss dan logos.
Chronoss artinya waktu, sedangkan logos artinya uraian atau ilmu. Jadi, kronologi adalah ilmu tentang
waktu, yang memang di dalam perkembangannya kemudian menjadi ilmu bantu sejarah yang menyusun
peristiwa atau kejadian-kejadian sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
Mengurutkan peristiwa-peristiwa sejarah sesuai dengan waktu terjadinya adalah untuk
mempermudah kita dalam melakukan rekonstruksi terhadap semua peristiwa masa lalu dengan tepat.
Kronologi juga membantu kita agar dengan mudah dapat membandingkan peristiwa sejarah yang terjadi
di suatu tempat yang berbeda tetapi dalam waktu yang sama
Berpikir diakronik disebut juga berpikir kronologis. Berpikir diakronik dalam sejarah yaitu
menganalisa/menelusuri suatu peristiwa dari awal kejadian hingga akhir. Contohnya menceritakan
pengalaman hidup seseorang sejak dilahirkan sampai sekarang.
Ciri-ciri konsep berpikir Diakronik
1. Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas
atau sebab akibat
2. Mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu
3. Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu secara
berkesinambungan
B. Sinkronik
Kata sinkronik, berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang berarti dengan, dan chronoss yang
berarti waktu. Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronik diartikan sebagai segala sesuatu
yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa. Kajian sejarah secara sinkronik
artinya mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu dengan
lebih mendalam. Lebih lengkapnya dapat dijelaskan bahwa konsep sinkronik dalam sejarah adalah
bagaimana mempelajari atau mengkaji, pola-pola, gejala, dan karakter dari sebuah peristiwa sejarah pada
masa tertentu.
Sinkronik artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sinkronik yaitu
menganalisa sesuatu pada saat tertentu, tidak menjelaskan suatu peristiwa dari awal dan hanya pada
intinya saja.
Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala – gejala yang meluas
dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Sebagai contoh menjelaskan tentang proklamasi
kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945.
Secara umum sinkronik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa tertentu.
2. Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola-pola, gejala, dan karakter.
3. Bersifat horizontal
4. Tidak ada konsep perbandingan
5
konsep manusia dalam ruang waktu
5. Cakupan kajian lebih sempit
6. Kajiannya sangat sistematis
7. Sifat kajian lebih serius dan mendalam
Konsep berpikir Sinkronik terdiri dari :
1. Mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang
2. Memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan
antara unit satu dengan unit yang lainnya
3. Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sinkronik dalam sejarah adalah kajian yang lebih
menitikberatkan pada meneliti gejala-gejala yang meluas dari sebuah peristiwa tetapi dengan waktu yang
terbatas. Sebagai contoh, seseorang sejarawan ingin menyusun sejarah perekonomian bangsa Indonesia
pada zaman Jepang. Hal yang akan dia lakukan adalah meneliti gejala atau fenomena perkembangan
kehidupan ekonomi bangsa Indonesia yang terjadi pada masa pendudukan Jepang itu saja
KONSEP KRONOLOGI DAN PERIODESASI DALAM SEJARAH
A. Konsep Kronologi dan Periodesasi
Sejarah juga mengenal istilah periodisasi, yang bertugas membuat klasifikasi dari peristiwa-peristiwa
sejarah dalam tahap-tahap dan pembabakan tertentu. Periodisasi dalam sejarah diperlukan karena penting
bagi kita agar dapat mengadakan tinjauan secara menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa yang telah
terjadi dan saling keterhubungannya dalam berbagai aspek. Periodisasi dalam sejarah dapat dilakukan
dengan banyak klasifikasi berdasarkan sejumlah aspek dalam kehidupan manusia, seperti perkembangan
sistem politik, pemerintahan, agama dan kepercayaan, ekonomi, dan sosial budaya. Contoh berikut adalah
periodisasi yang dibuat berdasarkan sistem mata pencarian hidup dalam sejarah Indonesia.
- Masa berburu dan meramu
- Masa bercocok tanam
- Masa bercocok tanam tingkat lanjut
- Masa perundagian
Periodisasi yang banyak digunakan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan masyarakat, sistem
politik, ekonomi, agama, dan kepercayaan suatu kerajaan digunakan pembabakan berdasarkan urutan
dinasti, seperti yang terdapat pada sejarah bangsa-bangsa di Asia. Di Asia pada umumnya kedudukan raja
dianggap penting dalam masyarakat, seperti contoh berikut ini.
Dinasti yang pernah memerintah Jawa dari masa perkembangan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-
Buddha hingga pengaruh Islam adalah sebagai berikut.
1. Dinasti (Wangsya) Sanjaya (732-850 M).
2. Dinasti Syailendra (750-900 M).
3. Dinasti Isyana (900-1222 M).
4. Dinasti Girindra (1222-1478 M).
5. Dinasti Demak (1521-1568 M).
6. Dinasti Pajang (1568-1600 M).
7. Dinasti Mataram (1600-1775 M).
Periodisasi bertujuan membuat klasifikasi dalam sejarah sehingga akan memudahkan kita untuk
memahami peristiwa-peristiwa sejarah secara kronologis. Melalui periodisasi, kita menjadi mudah untuk
memahami hal-hal yang terkait dengan:
• perkembangan manusia dari waktu ke waktu
• kesinambungan antarperiode,
6
konsep manusia dalam ruang waktu
• kemungkinan terjadinya fenomena yang berulang, dan
• perubahan yang terjadi dari periode awal hingga ke periodeberikutnya.
Periodisasi sejarah Indonesia adalah sebagai berikut
1. Masa praaksara.
2. Masa kedatangan dan perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha.
3. Masa kedatangan dan perkembangan agama Islam.
4. Masa kekuasaan kolonialisme Barat
5. Masa pendudukan Jepang
6. Masa Revolusi.
7. Masa Orde LamaMasa Orde Baru.
8. Masa reformasi
Kata "Kronologis" berdasarkan bahasa Yunani merupakan gabungan dari 2 kata yaitu kronos yang
artinya waktu dan logos yang artinya ilmu. Kemudian disimpulkan bahwa kronologi merupakan ilmu
yang mempelajari waktu dari sebuah peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Konsep berfikir
kronologi juga bisa diartikan sebagai catatan kejadian dari sebuah peristiwa yang diurutkan sesuai dengan
waktu terjadinya peristiwa tersebut.
Berfikir secara kronologis dalam sejarah sangat perlu dianjurkan. Berfikir secara kronologis atau
berfikir secara urut, runtut, berkesinambungan dan teratur dapat memberikan secara utuh tentang suatu
peristiwa sejarah. Manfaat berfikir kronologis yaitu kita dengan mudah dapat memahami dan mengetahui
makna serta manfaat sebuah peristiwa bersejarah. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, untuk
memecahkan permasalahan kita perlu menggunakan konsep berfikir kronologis. Hal ini dilakukan agar
kita dapat mengetahui secara urut penyebab dari masalah tersebut, sehingga kita dapat mengetahui akar
dari permasalahan kemudian dapat mengatasinya.
B. Cara Berpikir Diakronis/Kronologis dan Sinkronik dalam Belajar Sejarah
Sejarah mengajarkan kepada kita cara berpikir Diakronik/ kronologis, artinya berpikirlah secara
runtut, teratur, dan berkesinambungan. Dengan konsep kronologis, sejarah akan memberikan kepada kita
gambaran yang utuh tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinjauan aspek tertentu sehingga
dengan mudah kita dapat menarik manfaat dan makna dari hubungan antarperistiwa yang terjadi. Adapun
dalam kehidupan sehari-hari, konsep berpikir diakronik atau kronologis ini sangat diperlukan jika kita
ingin memecahkan masalah.
Cara berpikir sinkronik akan mengajarkan kepada kita untuk lebih teliti dalam mengamati gejala
atau fenomena tertentu, terhadap peristiwa atau kejadian pada waktu tertentu. Selain melatih kita untuk
dapat berpikir sinkronik dan kronologis, sejarah juga mengajarkan kepada kita cara berpikir holistik.
Holistik mempunyai pengertian menyeluruh, artinya dalam mengamati atau mempelajari suatu peristiwa
kita hendaknya menggunakan cara pandang dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Sebagai
contoh, kita ingin mempelajari mengapa perang dapat terjadi? Dengan cara berpikir holistik kita akan
mulai mempelajari sebab-sebab, tokoh yang terlibat, di mana terjadinya, kapan terjadinya, faktor pemicu,
usaha-usaha yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya perang, korban, dan akibat dari perang
tersebut. Oleh karena itu, kita juga belajar bahwa setiap akibat pasti ada sebabnya, sejauh mana
kemampuan kita dapat mencegah sebab atau mengurangi atau bahkan menghindari akibat yang tidak kita
inginkan.
7
konsep manusia dalam ruang waktu