The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini dibuat untuk memenuhi persyaratan program Executive Education II pada PT PLN (Persero) Batch 7 Tahun 2020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Eka Prawira, 2020-12-17 03:18:34

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

E-book ini dibuat untuk memenuhi persyaratan program Executive Education II pada PT PLN (Persero) Batch 7 Tahun 2020

Keywords: ebook,internal audit,PLN

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1. IPPF (2017) Standar 1311-Penilaian Internal
Penilaian internal harus mencakup:

 Pemantauan berkelanjutan atas kinerja aktivitas audit internal; dan
 Penilaian berkala secara self-assessment atau oleh pihak lain dalam

organisasi yang memiliki pengetahuan memadai tentang praktik audit
internal.
2. SPA SPI PT PLN (Persero) Tahun 2015 No. 8 Quality Assurance and
Improvement Program (QAIP), SPI agar melaksanakan QAIP salah satunya
adalah Periodic Review dalam hal ini Penilaian Kualitas LHA.
3. Sebagai dasar untuk mengetahui, menjaga serta meningkatkan kualitas hasil

Audit pada setiap Inspektorat Bali dan Nusa Tenggara dan menjadi bahan
evaluasi pelaksanaan Audit ke depan.
4. Sebagai bahan pengembangan Kompetensi dan Project Assignment syarat
kelulusan Executive Education II batch 7 Tahun 2020

1.2. Tujuan
Definisi Audit Internal -The IIA-
Activities asurans dan konsultasi yang independent dan obyektif, yang dirancang
untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi. Audit
internal membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pendekatan
yang sistematis dan teratur dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas
proses manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola.

Meningkatkan kualitas hasil audit sehingga SPI dapat menemukan akar
permasalahan dan mampu memberikan rekomendasi yang tepat sasaran guna
memberi nilai tambah, meningkatkan operasi organisasi dan membantu
organisasi mencapai tujuannya

1.3. Sasaran
Memperoleh peningkatan kualitas dan mutu hasil audit yang berkelanjutan

1.4. Indikator Penilaian
Dalam menyusun laporan audit sekurang-kurangnya harus memenuhi empat
indikator :
a. Saji
Laporan hasil audit disajikan secara menarik sehingga mengundang minat
manajemen untuk membacanya. Laporan ditulis menggunakan bahasa yang
sederhana dan lugas sehingga laporan mudah dipahami pembaca.
b. Alamat
Laporan hanya boleh disampaikan kepada pihak yang berwenang membaca.

2

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

Laporan yang salah alamat tidak berguna, bahkan dapat disalahgunakan
pihak yang tidak berwenang sehingga auditor dapat dituntut oleh pihak yang
dirugikan.
c. Waktu
Laporan audit harus disampaikan tepat waktu. Keterlambatan pelaporan
dapat membuat manfaat laporan berkurang bahkan tidak bermanfaat.
d. Isi
Laporan audit harus didasarkan pada hasil pelaksanaan pengawasan audit
yang didokumentasikan secara baik. Isi laporan harus sesuai dengan Standar
Prosedur Audit (SPA).

1.5. Kualitas Laporan Hasil Audit
Laporan hasil audit bagi manajemen sebagai pengguna laporan memiliki tuntutan
yang spesifik terhadap isi, bentuk, dan frekuensi laporan hasil pengawasan,
namun secara umum laporan hasil audit menuntut karakteristik standar kualitas
sebagai berikut :
a. Langsung
Pembaca laporan menghendaki penyajian hasil pengawasan yang terus
terang dan faktual. Laporan langsung dapat menggunakan kalimat pembuka
yang konklusif, judul yang informatif, serta lebih dahulu menyajikan poin
utama.
b. Ringkas
Laporan yang ringkas tetapi mengemas ide pokok lebih banyak berbicara
daripada penjelasan yang panjang lebar yang menjelaskan seluruh pemikiran
secara detail. Manajemen selaku pembaca laporan menginginkan laporan
yang singkat, padat dan berkualitas yang dihasilkan dari pembatasan detail,
pemilihan masalah yang signifikan, serta pengikhtisaran data pendukung.
c. Tepat
Setiap laporan harus menggunakan tekanan dan strategi yang tepat untuk
menegaskan informasi yang disajikan. Bahasa laporan yang kreatif, pemilihan
dan penyusunan kata yang menunjukkan signifikansi diantara informasi yang
disajikan serta menyajikan informasi yang relevan dan valid.
d. Meyakinkan/Persuasive
Pembaca harus peduli/tertarik terhadap informasi yang disajikan sebelum
mereka terdorong untuk melaksanakan tindak lanjut. Laporan hasil audit
harus relevan dengan kegiatan organisasi, menjelaskan risiko dari
temuan/Area of Improvement (AOI), serta manfaat dari rekomendasi yang
disampaikan. Laporan yang mencakup: argumentasi pendukung simpulan
yang terpercaya, penjelasan yang memadai, akibat dari kondisi yang
diungkapkan, serta kuantifikasi akibat dari kondisi yang ditemukan.
e. Membangun/Constructive

3

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

Laporan yang berisi kritik akan menimbulkan perlawanan, bukan kerja sama.
Isi dan bahasa laporan harus dipilih agar menunjukkan manfaat positif dan
memperoleh komitmen dari pembaca. Laporan yang konstruktif menyajikan
sebab (bukan gejala) dari suatu permasalahan, menyampaikan aspek positif
dan negatif secara seimbang, serta menghargai tindakan manajemen.
f. Orientasi Hasil/Result-oriented
Pimpinan instansi tidak hanya sekedar membaca untuk mengetahui masalah,
tetapi berusaha untuk menemukan solusinya. Laporan yang efektif
menekankan pada hasil dengan cara: menyampaikan rekomendasi yang
spesifik dan terukur, bersifat praktik dan berorientasi pada solusi, serta
menjelaskan tindakan yang telah dilakukan manajemen
g. Menarik/Inviting
Laporan yang menarik pembaca memuat: ringkasan eksekutif, menggunakan
format yang profesional, serta menggunakan judul yang jelas untuk setiap
bagian.
h. Tepat Waktu/Timely
Manfaat dari laporan terkait langsung dengan ketepatan waktu penyajian.
Auditor perlu menjaga ketepatan waktu dengan: penyampaian segera
kepada manajemen, penyampaian laporan interim untuk masalah yang
serius, serta penegakan standar ketepatan waktu secara tegas.

2. Penilaian Kualitas Hasil Audit
Kriteria penilaian kualitas hasil audit di notasikan dalam angka sebagai berikut :
a. Sangat Baik dengan skor 5.
b. Baik dengan skor 4.
c. Cukup dengan skor 3.
d. Kurang dengan skor 2.
e. Sangat Kurang dengan skor 1.

2.1. Penulisan Judul Temuan Hasil Audit
Definisi:
Cerminan mengenai suatu permasalahan atau Area of Improvement (AOI) yang
diangkat dalam sebuah tulisan secara singkat.

Kriteria:
a. Judul AoI dituliskan dalam kalimat yang jelas dengan maksimal 255 karakter

sesuai batasan eRBAS.
b. Judul menggambarkan Kondisi pada AoI secara singkat.
c. Judul menggambarkan Sebab pada AoI secara singkat.
d. Judul menggambarkan Dampak pada AoI secara singkat.
e. Tiga unsur Kondisi, Sebab dan Dampak berkorelasi.

4

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

Bobot: 5%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :
1. Judul AoI secara umum menggambarkan hubungan kondisi, kriteria, sebab

dan dampak.
2. Judul AoI berpedoman pada tata Bahasa Indonesia yang baik dan Ejaan

Yang Disempurnakan (EYD).

2.2. Penulisan Kondisi
Definisi:
Uraian kejadian, meliputi informasi-informasi yang mendukung pengungkapan
masalah, mendukung penentuan penyebab dan penentuan dampak.

Kriteria:
a. Penulisan Kondisi menggunakan bahasa yang jelas, kronologis (berurutan)

dan terminologi yang mudah dipahami bukan opini;
b. Didukung dengan data yang dapat menggambarkan populasi (kondisi yang

terjadi di lingkungan auditee) dan pengambilan sampel menggunakan dasar
analisis tertentu atau menggunakan metodologi teknik sampling;
c. Didukung bukti faktual/data pembanding yang relevan (apple to apple) dan
akurat serta dituangkan penjelasan perbedaannya/ gap (bila terjadi gap);
d. Bila terjadi perbedaan/gap maka pada Kondisi dapat diungkapkan Root
Cause-nya dengan pemetaan People, Process, Policy, System dan External.
e. Memuat kesimpulan atas kondisi/permasalahan, sebab dan dampak.

Bobot : 20%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :
1. Penulisan kondisi memerlukan prolog yang berisi informasi yang relevan.
2. Kondisi mengungkapkan data populasi yang menjadi objek audit dan teknis

pengambilan sampel sehingga pembaca memahami secara utuh kondisi yang
ingin disampaikan oleh auditor.
3. Uraian yang disampaikan dalam kondisi harus mendukung pengungkapan
masalah, penentuan penyebab (akar masalah) dan dampak yang
terjadi/berpotensi.
4. Penulisan kondisi harus berdasarkan data dan fakta agar menghindari asumsi
dan kondisi yang disajikan menjadi kuat serta menggambarkan kenyataan
yang ada.
5. Penulisan kondisi berpedoman pada tata Bahasa Indonesia yang baik dan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

5

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

2.3. Kriteria
Definisi:
Standar atau ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi, membandingkan atau
memverifikasi observasi pada kondisi (Kebijakan, Prosedur, Peraturan Hukum,
Peraturan Pemerintah, Peraturan PLN)

Kriteria:
a. Penulisan kriteria lengkap (memuat Nomor, tanggal dan perihal).
b. Kriteria ditulis secara spesifik (sampai ke Bab, Pasal, Ayat, Butir dst).
c. Kriteria relevan dengan permasalahan pada Kondisi.
d. Penulisan Kriteria update terhadap masalah dan waktu pemeriksaan

berlangsung.
e. Menuangkan semua kriteria yang diuraikan dalam kondisi

Bobot: 5%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :
1. Kriteria audit dapat bersumber dari ketentuan peraturan perundang-

undangan, standar yang diterbitkan organisasi profesi tertentu, kontrak,
kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh entitas yang di audit, atau
kriteria yang dikomunikasikan oleh auditor kepada pihak yang bertanggung
jawab.
2. Penulisan kriteria harus menyebutkan secara jelas pasal, ayat, butir dan
bunyinya, sehingga dengan mudah dipahami oleh pembacanya atau pihak-
pihak yang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan memiliki
kepentingan.
3. Seluruh kriteria yang diuraikan dalam kondisi harus ditulis secara lengkap
sesuai aturan yang dijadikan acuan.

2.4. Sebab
Definisi:
Alasan yang mendasari perbedaan antara kriteria dan kondisi.

Kriteria:
Sebab disampaikan sesuai dengan kondisi AOI, berdasarkan bukti (tidak hanya
berdasarkan logika dari suatu temuan) dan merupakan akar masalah utama (root
cause) yang menggunakan kajian metodologi pencarian akar masalah, serta
dituliskan berdasarkan analisis People, Policy, Process, System dan External.

6

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

Bobot: 25%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :
1. Penulisan sebab harus dipahami sebagai akar masalah yang menyebabkan

kondisi terjadi/berpotensi terjadi.
2. Sebab dituliskan memuat faktor diantaranya:

 People : Terjadinya permasalahan yang disebabkan oleh
itikad/ kesengajaan pegawai; ketidaktahuan pegawai;
kelalaian pegawai

 Policy : Terjadinya permasalahan yang disebabkan oleh
ketidaksesuaian proses yang berjalan terhadap
prosedur/ketentuan

 Process : Terjadinya permasalahan yang disebabkan oleh tidak
adanya kebijakan yang mendukung

 System : Terjadinya permasalahan yang disebabkan oleh tidak
adanya sistem IT yang mendukung

 External : Terjadinya permasalahan yang disebabkan oleh
ketidaksesuaian proses yang berjalan terhadap
prosedur/ketentuan/ kebijakan eksternal (diluar
prosedur/ketentuan/ kebijakan PLN)

3. Penulisan sebab berpedoman pada tata Bahasa Indonesia yang baik dan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

2.5. Dampak
Definisi:
Risiko atas perbedaan kondisi dengan kriteria (konsekuensi dari perbedaan).

Kriteria 1:
Penulisan Dampak memberikan gambaran atas kerugian finansial dan atau non
finansial yang sudah terjadi.

Bobot: 8%

Kriteria 2:
Penulisan Dampak memberikan gambaran atas potensi Risiko yang ditimbulkan
akibat dari permasalahan pada AOI atau potensi kerugian finansial dan atau non
finansial.

Bobot: 12%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :

7

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

1. Menyajikan perbedaan antara kondisi yang terjadi dan kriteria/ukuran yang
telah ditetapkan atau yang seharusnya.

2. Penulisan dampak finansial dapat dihitung dengan jelas dan pengaruhnya
terhadap PLN.

3. Kategori tingkat dampak (tidak signifikan, minor, medium, signifikan, sangat
signifikan) dapat dilihat dalam lampiran 1 dan 2.

4. Penulisan dampak berpedoman pada tata Bahasa Indonesia yang baik dan
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

2.6. Rekomendasi
Definisi:
Saran Auditor untuk memperbaiki kondisi, mengidentifikasi penyebab untuk
mencegah terulangnya kembali kondisi tersebut.

Kriteria 1:
Rekomendasi yang diberikan dapat memulihkan dampak dan memitigasi risiko
serta dapat menyelesaikan sebab utama/root cause yang terjadi.

Bobot: 20%

Kriteria 2:
Rekomendasi yang diberikan adalah rekomendasi yang SMART (Specific,
Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound)

Bobot: 5%

Hal- hal yang perlu di perhatikan :

1. Rekomendasi harus memungkinkan dapat diselesaikan/ditindaklanjuti.

2. Uraian metode SMART :

 Specific : Rekomendasi detail berbentuk aktivitas, jelas,

menunjuk satu PIC dan ditulis secara khusus (1

penyebab 1 rekomendasi.

 Measurable : Rekomendasi terukur dimana memuat atau

memberikan indikator untuk tindak lanjut (eviden

disebutkan lengkap dan jelas).

 Achievable : Rekomendasi yang diberikan memungkinkan untuk

dipraktikkan, efektif dan efisien (memiliki hambatan

paling sedikit dalam menindaklanjuti rekomendasi).

 Relevant : Rekomendasi yang diberikan relevan dengan temuan.

 Time Bound : Penentuan tanggal penyelesaian rekomendasi terukur,

tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat sehingga

auditee mampu menindaklanjuti rekomendasi.

8

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

3. Penulisan rekmendasi berpedoman pada tata Bahasa Indonesia yang baik
dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

3. Pelaksanaan Evaluasi Laporan Hasil Audit

3.1. Teknis Pelaksanaan
Evaluasi Laporan Hasil Audit (LHA) menjadi tanggungjawab setiap anggota tim
dalam penugasan audit operasional untuk memperoleh penilaian yang mandiri
dari sudut pandang auditor selama penugasan dilaksanakan dalam meningkatkan
kualitas Laporan Hasil Audit. Setiap auditor dalam penugasan tersebut akan
mengevaluasi setiap Area of Improvement (AoI) yang disajikan dalam Laporan
Hasil Audit diluar AoI yang ditemukannya.

3.2. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan evaluasi Laporan Hasil Audit dilakukan setelah selesai exit meeting
pada setiap Audit Operasional.

3.3. Media
Dalam mendukung evaluasi Laporan Hasil Audit (LHA) dilaksanakan dengan
mudah dan tepat sasaran, media yang digunakan adalah Google Form karena
dapat diakses siapapun dengan tanpa biaya dan hasil dapat langsung di peroleh.

9

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

FORM PENILAIAN KUALITAS HASIL AUDIT

BIDANG AUDIT :
NOMOR AOI :
UNIT AUDIT :

NO URAIAN SANGAT KURANG CUKUP BAIK SANGAT KETERANGAN HASIL
KURANG BAIK REVIEW

I JUDUL Ketika pada satu AOI terdapat
Penyebab, Permasalahan dan
1 Kriteria: Dampak >1 maka penulisan
a. Judul AoI dituliskan dalam kalimat Judul menggunakan 1
yang jelas dengan maksimal 255 Penyebab, Permasalahan dan
karakter sesuai batasan eRBAS 1 Dampak yang paling
b. Judul menggambarkan Kondisi signifikan
pada AoI secara singkat
c. Judul menggambarkan Sebab pada
AoI secara singkat
d. Judul menggambarkan Dampak
pada AoI secara singkat
e. Tiga unsur Kondisi, Sebab dan
Dampak berkorelasi

Bobot: 5%

II KONDISI

2 Kriteria:

a. Penulisan Kondisi menggunakan

bahasa yang jelas, kronologis

(berurutan) dan terminologi yang

mudah dipahami bukan opini;

b. Didukung dengan data yang dapat

menggambarkan populasi (kondisi

yang terjadi di lingkungan auditee)

dan pengambilan sampel

menggunakan dasar analisis

tertentu atau menggunakan

metodologi teknik sampling;

c. Didukung bukti faktual/data

pembanding yang relevan (apple to

apple) dan akurat serta dituangkan

penjelasan perbedaannya/ gap (bila

terjadi gap);

d. Bila terjadi perbedaan/gap maka

pada Kondisi dapat diungkapkan

Root Cause-nya dengan pemetaan

People, Process, Policy, System

dan External

e. Memuat kesimpulan atas

kondisi/permasalahan, sebab dan

dampak

Bobot : 20%

III KRITERIA

3 Kriteria:
a. Penulisan kriteria lengkap (memuat
Nomor, tanggal dan perihal)
b. Kriteria ditulis secara spesifik
(sampai ke Bab, Pasal, Ayat, Butir
dst)
c. Kriteria relevan dengan
permasalahan pada Kondisi
d. Penulisan Kriteria update terhadap
masalah dan waktu pemeriksaan
berlangsung
e. Menuangkan semua kriteria yang
diuraikan dalam kondisi

Bobot: 5%

10

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

IV SEBAB People:
4 Kriteria: Sebab disampaikan sesuai
dengan kondisi AOI, berdasarkan bukti Terjadinya permasalahan
(tidak hanya berdasarkan logika dari
suatu temuan) dan merupakan akar yang disebabkan oleh itikad/
masalah utama (root cause) yang
menggunakan kajian metodologi kesengajaan pegawai;
pencarian akar masalah, serta dituliskan
berdasarkan analisis People, Policy, ketidaktahuan pegawai;
Process, System dan External
Bobot: 25% kelalaian pegawai

V DAMPAK Process:
5 Kriteria 1:
Penulisan Dampak memberikan Terjadinya permasalahan
gambaran atas kerugian finansial dan
atau non finansial yang sudah terjadi yang disebabkan oleh
Bobot: 8%
6 Kriteria 2: ketidaksesuaian proses yang
Penulisan Dampak memberikan
gambaran atas potensi Risiko yang berjalan terhadap
ditimbulkan akibat dari permasalahan
pada AOI atau potensi kerugian finansial prosedur/ketentuan
dan atau non finansial
Bobot: 12% Policy:

VI REKOMENDASI Terjadinya permasalahan
7 Kriteria 1:
Rekomendasi yang diberikan dapat yang disebabkan oleh tidak
memulihkan dampak dan memitigasi
risiko serta dapat menyelesaikan sebab adanya kebijakan yang
utama/root cause yang terjadi
Bobot: 20% mendukung
8 Kriteria 2:
Rekomendasi yang diberikan adalah System:
rekomendasi yang SMART (Specific,
Measurable, Achievable, Relevant, dan Terjadinya permasalahan
Time Bound)
Bobot: 5% yang disebabkan oleh tidak

adanya sistem IT yang

mendukung

External:

Terjadinya permasalahan

yang disebabkan oleh

ketidaksesuaian proses yang

berjalan terhadap

prosedur/ketentuan/ kebijakan

eksternal (diluar

prosedur/ketentuan/ kebijakan

PLN)

11

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

Keterangan: Skor Bobot Skor
5
No. Kriteria Penilaian 4 5% 0.25
1 Sangat Baik 3
2 Baik 2 20% 1
3 Cukup 1
4 Kurang 5% 0.25
5 Sangat Kurang Nilai
5 25% 1.25
No. Jenis Uraian 5 8% 0.4
1 Judul 5 12% 0.6
2 Kondisi 5 20% 1
3 Kriteria 5 5% 0.25
4 Sebab 5 1 5
5 Dampak 1 5
6 Dampak 2 5
7 Rekomendasi 1 40
8 Rekomendasi 2
Jumlah

12

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

LAMPIRAN 1. TINGKAT DAMPAK (YANG SUDAH TERJADI)

NO KATEGORI TIDAK MINOR MEDIUM SIGNIFIKAN SANGAT
1 KEPEMIMPINAN: SIGNIFIKAN SIGNIFIKAN
Ketidakpuasan Protes pegawai Demo pegawai dengan
a. SDM Keluhan pegawai sekelompok pegawai yang melibatkan pemogokan terbatas Terjadi mogok kerja
b. Insiden secara individu Serikat Pekerja dalam skala luas
Insiden memerlukan Insiden membutuhkan
c. Citra / Reputasi Insiden penanganan oleh Insiden penjelasan ke pihak Insiden
memerlukan pihak manajemen memerlukan berwajib/Pemerintah menimbulkan
d. Fraud/ Kecurangan penanganan oleh (internal) penyelidikan oleh permasalahan
atasan langsung pihak independen Sorotan media yang luas hukum
Dampak minimum (eksternal) di daerah, memicu
Dampak tidak berupa komplain tanggapan pemerintah, Sorotan secara
berarti, tidak atau ketidakpuasan, Komplain operasional bisnis nasional,
menimbulkan tidak mengganggu ketidakpuasan, terhenti beberapa saat, dibutuhkan
gangguan operasional bisnis demonstrasi dan diperlukan penanganan kebijakan khusus
operasional sorotan media segera pemerintah,
permanen * Fraud sebesar memicu tanggapan ancaman terhadap
≥0,1% - 0,5% stakeholder, * Fraud sebesar ≥1% - bisnis jangka
* Fraud sebesar Anggaran/Pendapata operasional bisnis 2% dari panjang
<0,1% n yang dikelola Unit terganggu Anggaran/Pendapatan * Fraud sebesar
Anggaran/Pendap selama satu tahun * Fraud sebesar yang dikelola Unit >2% dari
atan yang dikelola ≥0,5% - 1% selama satu tahun Anggaran/Pendapat
Unit selama satu Anggaran/Pendapa an yang dikelola
tahun tan yang dikelola Unit selama satu
Unit selama satu tahun
tahun

2 PROSES BISNIS Kerusakan critical Kerusakan critical Kerusakan Critical Kerusakan critical asset Kerusakan critical
INTERNAL: asset hanya asset membutuhkan asset membutuhkan perbaikan asset
a. K-3 / Critical Asset membutuhkan perbaikan hingga 1 membutuhkan 1-6 bulan membutuhkan
perbaikan minor hari perbaikan hingga 1 perbaikan > 6
b. K-3 / Keselamatan bulan bulan, atau
Aset penggantian

c. Kecelakaan Kerja Kerusakan aset Kerusakan aset Kerusakan aset Aset rusak berat (perlu Aset rusak berat
ringan ringan sedang perbaikan) (tidak dapat
digunakan lagi)

TIDAK DITOLERIR (SANGAT SIGNIFIKAN)

d. Lingkungan Tidak ada teguran Teguran dari KLH Peringatan dari Denda dari KLH Penutupan lokasi
dari KLH KLH atau pemidanaan
oleh KLH

Terjadi Terjadi pencemaran Terjadi Terjadi pencemaran Terjadi pencemaran
pencemaran lingkungan namun pencemaran lingkungan di luar lingkungan di luar
lingkungan namun masih dalam ambang lingkungan di luar ambang batas KLH dan ambang batas KLH
masih dalam batas KLH dan ambang batas KLH dampak terhadap dan dampak
ambang batas KLH dampak terhadap dan dampak lingkungan bersifat terhadap
dan dampak lingkungan dapat terhadap permanen, tidak dapat lingkungan bersifat
terhadap diatasi < 1 bulan lingkungan dapat diatasi segera permanen, tidak
lingkungan dapat diatasi (>1 bulan) dapat diatasi
diatasi segera

e. Kelangsungan Usaha Kegiatan Kegiatan perusahaan Kegiatan Kegiatan perusahaan Kegiatan
perusahaan tidak terganggu pada 1 perusahaan terganggu pada perusahaan
terganggu unit, tidak terganggu secara beberapa unit terganggu secara
mempengaruhi terbatas dalam 1 luas
pelayanan unit, dan
mempengaruhi
pelayanan

13

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

f. Tuntutan Hukum Pihak Penyelesaian Penyelesaian Penyelesaian Penyelesaian Tuntutan Penyelesaian
Ketiga Tuntutan dilakukan Tuntutan dilakukan Tuntutan dilakukan dilakukan melalui proses Tuntutan dilakukan
melalui melalui musyawarah, melalui alternatif peradilan mulai dari melalui proses
musyawarah dengan peran penyelesaian Pengadilan Negeri, Peninjauan Kembali
mediator sengketa Banding Pengadilan Mahkamah Agung
Tinggi dan Kasasi RI
Mahkamah Agung RI

g. Pencapaian Kinerja Deviasi terhadap Deviasi terhadap Deviasi terhadap Deviasi terhadap target : Deviasi terhadap
Operasional (untuk target : < 1% target : ≥ 1% - 5%
Kinerja Finansial target : ≥ 5% - 10% ≥ 10% - 20% target >20%
mengacu pada
Kategori Keuangan
dan Pasar)

3 PRODUK & LAYANAN Cakupan pada Cakupan Cakupan beberapa Cakupan pada 1 sub- Cakupan pada 1
pemadaman 1 Gardu Gardu Induk atau sistem besar pada satu Sistem besar pada
a. Luasan Area/ Sistem beberapa Induk atau sistem sistem sedang waktu satu waktu /
kecil pada satu waktu blackout system
Padam penyulang pada

satu waktu.

b. Keluhan Pelanggan Keluhan Keluhan pelanggan Keluhan pelanggan Keluhan pelanggan Demonstrasi oleh
pelanggan ke dengan mendatangi melalui surat disorot oleh media pelanggan / class
contact center kantor PLN secara pembaca / media nasional / tuntutan action oleh
langsung sosial hukum oleh pelanggan sekelompok
secara individu pelanggan

4 KEUANGAN & PASAR :

a. Kerugian atau * <0,1% dari * ≥0,1% - 0,5% dari * ≥0,5% - 1% dari * ≥1% - 2% dari * >2% dari
Opportunity Loss Anggaran/Pendap Anggaran/Pendapata Anggaran/Pendapa Anggaran/Pendapatan Anggaran/Pendapat
atan yang dikelola n yang dikelola Unit tan yang dikelola yang dikelola Unit an yang dikelola
Unit selama satu selama satu tahun Unit selama satu selama satu tahun Unit selama satu
tahun tahun tahun

b. Kerugian atau * <2,5% dari Nilai * ≥2,5% - 5% dari * ≥5% - 7,5% dari * ≥7,5% - 10% dari Nilai * ≥10% dari Nilai
Opportunity Loss pada Kontrak yang Nilai Kontrak yang Nilai Kontrak yang Kontrak yang diperiksa Kontrak yang
Kontrak diperiksa diperiksa diperiksa diperiksa

Keterangan: : Distribusi/Wilayah
* Pendapatan : Pembangkitan / Transmisi / Pembangunan
* Anggaran

14

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

LAMPIRAN 2. TINGKAT DAMPAK (POTENSI)

NO KATEGORI TIDAK MINOR MEDIUM SIGNIFIKAN SANGAT
1 KEPEMIMPINAN: SIGNIFIKAN SIGNIFIKAN
Potensi Potensi protes Potensi demo
a. SDM Potensi ketidakpuasan pegawai yang pegawai dengan Potensi terjadi
b. Insiden keluhan sekelompok pegawai melibatkan Serikat pemogokan terbatas mogok kerja dalam
pegawai secara Pekerja skala luas
c. Citra / Reputasi individu Potensi insiden Potensi insiden
memerlukan memerlukan Potensi insiden Potensi insiden
Potensi insiden penanganan oleh penyelidikan oleh membutuhkan menimbulkan
memerlukan pihak manajemen pihak independen penjelasan ke pihak permasalahan
penanganan (internal) (eksternal) berwajib/Pemerintah hukum
oleh atasan
langsung Potensi dampak Potensi komplain Potensi sorotan Potensi sorotan
minimum berupa ketidakpuasan, media yang luas di secara nasional,
Potensi komplain atau demonstrasi dan daerah, memicu dibutuhkan kebijakan
dampak tidak ketidakpuasan, tidak sorotan media tanggapan khusus pemerintah,
berarti, tidak mengganggu memicu tanggapan pemerintah, ancaman terhadap
menimbulkan operasional bisnis stakeholder, operasional bisnis bisnis jangka
gangguan operasional bisnis terhenti beberapa panjang
operasional terganggu. saat, diperlukan
permanen penanganan segera

d. Fraud/Kecurangan * Potensi Fraud * Potensi Fraud * Potensi Fraud * Potensi Fraud * Potensi Fraud
sebesar <0,1% sebesar ≥0,1% - sebesar ≥0,5% - 1% sebesar ≥1% - 2% sebesar >2% dari
dari 0,5% dari dari dari Anggaran/Pendapat
Anggaran/Pend Anggaran/Pendapat Anggaran/Pendapat Anggaran/Pendapat an yang dikelola Unit
apatan yang an yang dikelola Unit an yang dikelola Unit an yang dikelola Unit selama satu tahun
dikelola Unit selama satu tahun selama satu tahun selama satu tahun
selama satu
tahun

2 PROSES BISNIS Potensi Potensi kerusakan Potensi kerusakan Potensi kerusakan Potensi kerusakan

INTERNAL: kerusakan critical asset Critical asset critical asset critical asset

a. K-3 / Critical Asset critical asset membutuhkan membutuhkan membutuhkan membutuhkan

hanya perbaikan hingga 1 perbaikan hingga 1 perbaikan 1-6 bulan perbaikan > 6 bulan,

membutuhkan hari bulan atau penggantian

perbaikan

minor

b. K-3 / Keselamatan Aset Potensi Potensi kerusakan Potensi kerusakan Potensi aset rusak Potensi aset rusak

kerusakan aset aset ringan aset sedang berat (perlu berat (tidak dapat

ringan perbaikan) digunakan lagi)

c. Kecelakaan Kerja TIDAK DITOLERIR (SANGAT SIGNIFIKAN)

d. Lingkungan Potensi tidak Potensi teguran dari Potensi peringatan Potensi denda dari Potensi penutupan
ada teguran KLH dari KLH KLH lokasi atau
e. Kelangsungan Usaha dari KLH pemidanaan oleh
f. Tuntutan Hukum Pihak Potensi terjadi Potensi terjadi Potensi terjadi KLH
Ketiga Potensi terjadi pencemaran pencemaran pencemaran
pencemaran lingkungan namun lingkungan di luar lingkungan di luar Potensi terjadi
lingkungan masih dalam ambang batas KLH ambang batas KLH pencemaran
namun masih ambang batas KLH dan dampak dan dampak lingkungan di luar
dalam ambang dan dampak terhadap lingkungan terhadap lingkungan ambang batas KLH
batas KLH dan terhadap lingkungan dapat diatasi (>1 bersifat permanen, dan dampak
dampak dapat diatasi < 1 bulan) tidak dapat diatasi terhadap lingkungan
terhadap bulan segera bersifat permanen,
lingkungan tidak dapat diatasi
dapat diatasi
segera Potensi kegiatan Potensi kegiatan Potensi kegiatan Potensi kegiatan
Potensi perusahaan perusahaan perusahaan perusahaan
kegiatan terganggu pada 1 terganggu secara terganggu pada terganggu secara
perusahaan unit, tidak terbatas dalam 1 beberapa unit luas
tidak terganggu mempengaruhi unit, dan
pelayanan mempengaruhi Potensi Potensi
Potensi pelayanan penyelesaian penyelesaian
penyelesaian Potensi Tuntutan dilakukan Tuntutan dilakukan
Tuntutan Penyelesaian Potensi melalui proses melalui proses
dilakukan Tuntutan dilakukan penyelesaian peradilan mulai dari Peninjauan Kembali
melalui melalui musyawarah, Tuntutan dilakukan Pengadilan Negeri, Mahkamah Agung RI
musyawarah dengan peran melalui alternatif Banding Pengadilan
mediator penyelesaian Tinggi dan Kasasi
sengketa Mahkamah Agung RI

15

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

g. Pencapaian Kinerja Potensi deviasi Potensi deviasi Potensi deviasi Potensi deviasi Potensi deviasi
Operasional (untuk terhadap target terhadap target
Kinerja Finansial mengacu : < 1% terhadap target : terhadap target : terhadap target : >20%
pada Kategori Keuangan ≥1% - 5% ≥5% - 10% ≥10% - 20%
dan Pasar)

3 PRODUK & LAYANAN : Potensi Potensi cakupan Potensi cakupan Potensi cakupan Potensi cakupan
a. Luasan Area/Sistem cakupan pada pemadaman 1 beberapa Gardu pada 1 sub-sistem pada 1 Sistem besar
Padam beberapa Gardu Induk atau Induk atau sistem besar pada satu pada satu waktu /
penyulang sistem kecil sedang pada satu waktu blackout system
b. Keluhan Pelanggan pada satu waktu
waktu. Keluhan pelanggan Potensi keluhan Potensi demonstrasi
dengan mendatangi Potensi keluhan pelanggan disorot oleh pelanggan /
Potensi kantor PLN secara pelanggan melalui oleh media nasional class action oleh
keluhan langsung surat pembaca / / tuntutan hukum sekelompok
pelanggan ke media sosial oleh pelanggan pelanggan
contact center secara individu

4 KEUANGAN & PASAR : * Potensi * Potensi ≥0,1% - * Potensi ≥0,5% - * Potensi ≥1% - 2% * Potensi >2% dari

a. Kerugian atau <0,1% dari 0,5% 1% dari Anggaran/Pendapat

Opportunity Loss Anggaran/Pend Anggaran/Pendapat Anggaran/Pendapat Anggaran/Pendapat an yang dikelola Unit

apatan yang an yang dikelola Unit an yang dikelola Unit an yang dikelola Unit selama satu tahun

dikelola Unit selama satu tahun selama satu tahun selama satu tahun

b. Kerugian atau selama satu

Opportunity Loss Kontrak tahun

* Potensi * Potensi ≥2,5% - * Potensi ≥5% - * Potensi ≥7,5% - * Potensi ≥10% dari
<2,5% dari 5% dari Nilai Kontrak 7,5% dari Nilai 10% dari Nilai Nilai Kontrak yang
Nilai Kontrak yang diperiksa Kontrak yang Kontrak yang diperiksa
yang diperiksa diperiksa diperiksa

Keterangan: : Distribusi/Wilayah
* Pendapatan : Pembangkitan /Transmisi /Pembangunan
* Anggaran

16

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

LAMPIRAN 3. CONTOH PENULISAN

NO URAIAN PENULISAN
I JUDUL
Definisi: Cerminan mengenai suatu
1 permasalahan atau Area of
Improvement (AOI) yang diangkat
dalam sebuah tulisan secara singkat Terdapat usulan anggaran operasi tanpa Kajian Kelayakan
Kriteria: mengakibatkan program kerja senilai Rp18.639.848.550 tidak
a. Judul AoI dituliskan dalam kalimat dapat dipertanggungjawabkan dan tidak adanya review job plan
yang jelas dengan maksimal 255 pada fungsi budgeting MAXIMO menyebabkan potensi revisi
karakter sesuai batasan eRBAS anggaran berulang
b. Judul menggambarkan Kondisi
pada AoI secara singkat
c. Judul menggambarkan Sebab
pada AoI secara singkat
d. Judul menggambarkan Dampak
pada AoI secara singkat
e Tiga unsur Kondisi, Sebab dan
Dampak berkorelasi

Bobot: 5%
II KONDISI

2 Definisi: Uraian kejadian, meliputi

informasi-informasi yang mendukung "Seharusnya dapat disajikan data SKKO dan uraiannya sehingga

pengungkapan masalah, mendukung dapat memenuhi kriteria Didukung dengan data yang dapat

penentuan penyebab dan penentuan menggambarkan populasi (kondisi yang terjadi di lingkungan

akibat. auditee) dan pengambilan sampel menggunakan dasar analisis

Kriteria: a. Penulisan Kondisi tertentu atau menggunakan metodologi teknik sampling"

menggunakan bahasa yang jelas,

kronologis (berurutan) dan

terminologi yang mudah dipahami

bukan opini;

b. Didukung dengan data yang dapat

menggambarkan populasi (kondisi

yang terjadi di lingkungan auditee)

dan pengambilan sampel

menggunakan dasar analisis tertentu

atau menggunakan metodologi

teknik sampling;

c. Didukung bukti faktual/data

pembanding yang relevan (apple to

apple) dan akurat serta dituangkan

penjelasan perbedaannya/ gap (bila

terjadi gap);

d. Bila terjadi perbedaan/gap maka

pada Kondisi dapat diungkapkan

Root Cause-nya dengan pemetaan

People, Process, Policy, System dan

External

e. Memuat kesimpulan atas

kondisi/permasalahan, sebab dan

dampak

Bobot : 20%

17

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

III KRITERIA

3 Definisi: Standar atau ukuran yang 1. Prosedur Pengelolaan Anggaran Operasi Biaya Pemeliharaan

digunakan untuk mengevaluasi, pada PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan

membandingkan atau memverifikasi tanggal 14 Agustus 2018 pada poin 5.5 bahwa : "Mekanisme

observasi pada kondisi (Kebiajakan, usulan penerbitan SKKO/PAO Sektor Pembangkit diatur sebagai

Prosedur, Peraturan Hukum, berikut:

Peraturan Pemerintah, Peraturan b. Sektor mengirim surat permintaan PAO/SKKO diajukan

PLN) kepada:

Kriteria: - Bidang Produksi untuk kebutuhan pemeliharaan instalasi

a. Penulisan kriteria lengkap pembangkit, K2 & K3 Lingkungan Hidup

(memuat Nomor, tanggal dan - Bidang SDM & Umum untuk kebutuhan pemeliharaan sarana &

perihal) prasarana

b. Kriteria ditulis secara spesifik

(sampai ke Bab, Pasal, Ayat, Butir Dengan melampirkan dokumen pendukung pengadaan (TUG 5,

dst) Berita Acara Kebutuhan, Justifikasi, TOR dan RAB/HPE) dan

c. Kriteria relevan dengan membuat Kajian Kelayakan untuk program kerja dengan nilai

permasalahan pada Kondisi anggaran diatas 1 Milyar."

d. Penulisan Kriteria update terhadap

masalah dan waktu pemeriksaan

berlangsung

e. Menuangkan semua kriteria yang

diuraikan dalam kondisi

Bobot: 5%
IV SEBAB

4 Definisi: Alasan yang mendasari Manager Bagian Enjiniring dan Manager Bagian KSA pada PT

perbedaan antara kriteria dan kondisi PLN (Persero) UP3 XXX tidak membuat Kajian Kelayakan untuk

Kriteria: Sebab disampaikan sesuai usulan program kerja diatas 1 Milyar Rupiah sesuai ketentuan

dengan kondisi AOI, berdasarkan didalam Prosedur Pengelolaan Anggaran Operasi Biaya

bukti (tidak hanya berdasarkan logika Pemeliharaan.

dari suatu temuan) dan merupakan

akar masalah utama (root cause)

yang menggunakan kajian

metodologi pencarian akar masalah,

serta dituliskan berdasarkan analisis

People, Policy, Process, System dan

External

Bobot: 25%
V DAMPAK

Definisi: Risiko atas perbedaan kondisi dengan kriteria (konsekuensi dari perbedaan)

5 Kriteria 1:

Penulisan Dampak memberikan 1. Program kerja senilai Rp18.639.848.550 tidak dapat

gambaran atas kerugian finansial dipertanggungjawabkan kelayakannya

dan atau non finansial yang sudah

terjadi

Bobot: 8%

6 Kriteria 2: 2. Berpotensi terjadi revisi anggaran secara berulang

Penulisan Dampak memberikan

gambaran atas potensi Risiko yang

ditimbulkan akibat dari permasalahan

pada AOI atau potensi kerugian

finansial dan atau non finansial

Bobot: 12%

18

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT

VI REKOMENDASI

Definisi: Saran Auditor untuk memperbaiki kondisi, mengidentifikasi penyebab untuk mencegah terulangnya kembali
kondisi tersebut

7 Kriteria 1: Rekomendasi yang

diberikan dapat memulihkan dampak Agar Manager UP3 XXX menginstruksikan Manager Bagian

dan memitigasi risiko serta dapat Enjiniring untuk menyusun prosedur review job plan secara

menyelesaikan sebab utama/root komprehensif dalam fungsi budgeting pada aplikasi MAXIMO

cause yang terjadi sehingga dapat menjadi salah satu acuan untuk penyusunan

RKAP 2021

Bobot: 20%

Kriteria 2: Rekomendasi yang

diberikan adalah rekomendasi yang

SMART (Specific, Measurable,

8 Achievable, Relevant, dan Time

Bound)

Bobot: 5%

19

BUKU PANDUAN PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN HASIL AUDIT


Click to View FlipBook Version