GEREJA ST. PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA PAROKI KATEDRAL JAKARTA WARTA MINGGUAN HARI MINGGU BIASA XI - TAHUN B 16 JUNI 2024 #214 JUNI 2024 ALLAH BEKERJA MELALUI HAL-HAL KECIL YANG KITA BUAT Jl. Katedral No. 7B, Jakarta 10710 T. (021) 3457746 - 3519186, WA: 0812 1383 1415 e-mail: [email protected] www.katedraljakarta.or.id Facebook/Instagram: katedraljakarta Oleh Rm. Yohanes Deodatus, SJ Saya masuk SMA Seminari Petrus Kanisius Mertoyudan tahun 2006 dan jumlah angkatan saya yang diterima saat itu ada 69 anak. Kami kebanyakan berasal dari daerah kecil dengan latar belakang yang berbeda-beda; sebagian besar anak petani dan guru, sebagian kecil anak pedagang dan karyawan. Saat ambulasi – istilah jam jalan-jalan keluar asrama, kami kerap bertemu dengan murid-murid sebuah sekolah ternama di kota yang para muridnya diseleksi dengan ketat dan tidak sedikit anak pejabat bersekolah di sana. Mereka berseragam sama dengan potongan yang sama dan rapi, sedangkan kami pakek kaos, sandal jepit, pokoknya lusuh karena sebelum buru-buru keluar asrama menyerbu warnet jaman itu, kami masih harus ngepel, nyapu, nyabutin rumput, dan membersihkan kandang babi, dll. Saudara-saudari, saya ingin berbagi pengalaman saya yang berkesan ketika di Seminari dulu. Nanti saya jelaskan mengapa saya membagikan pengalaman ini berkaitan dengan Injil. Yang menarik bagi saya adalah para Romo Pembimbing kami di tingkat akhir waktu itu sungguh memberi kami motivasi dan mengangkat rasa kepercayaan diri dan harga diri kami; bahwa meski kami berasal dari latar belakang yang biasa saja dan bukan murid-murid terbaik di sekolah kami yang dulu, namun kami telah mengalami pendidikan yang luar biasa dengan tradisi sekolah yang lebih dari 100 tahun. Romo pembimbing saat itu menggambarkan pendidikan kami; Garbage in Gold Out. Kalau sejak awal semua yang disaring adalah emas dan keluar sebagai emas itu hal biasa, tidak ada yang menarik. Namun jika menerima sampah dan diolah menjadi emas, itu baru luar biasa. Maka pada saat itu, 1 hari menjelang Ujian Negara, ketika kami ketakutan tidak dinyatakan lulus oleh Negara, Romo kami malah nyuruh kami main sepak bola – bal-balan. Menurut dia, kami udah belajar dengan sungguhsungguh dan kami harus percaya diri dengan apa yang sudah kami usahakan. Itu salah satu hal tergila yang pernah saya buat.
SAPAAN WARTA Saudara-saudari terkasih, itulah kesaksian kecil saya tentang Injil yang kita dengar hari ini; Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menabur benih; semalam ditinggal tidur, paginya tumbuh tunas. Bagaimana terjadinya orang tidak tahu. Persis seperti arti kata seminari, yaitu menabur benih. Tempat pendidikan calon imam itu bagi saya adalah tempat tumbuhnya panggilan saya dan teman-teman. Bagaimana tumbuhnya panggilan itu, saya tidak tahu pasti tapi ada pertumbuhan sedikit demi sedikit. Tidak bisa disebut satu hal kapan persisnya panggilan itu tumbuh karena tumbuhnya perlahan, tidak terasa, namun terus ada pertumbuhan sedikit demi sedikit. Allah bekerja dengan setia, tenang, perlahan, sabar, namun penuh daya. Panggilan hidup kita untuk mengikuti Tuhan bertumbuh perlahan dan tanggapan kita akan panggilan Tuhan di dunia ini merupakan terwujudnya Kerajaan Allah. Besoknya saat ujian, kami mengerjakan sebisanya, tidak ada yang nyontek karena kami terbiasa jujur (peraturan Seminari – sekali nyontek dikeluarkan). Guru luar yang jaga waktu itu merasa tidak perlu menjaga sampai ketiduran. Hal yang paling membanggakan saat itu adalah kami boleh lulus 100% dengan nilai rata-rata yang baik. Diantara kami, 12 orang menjadi imam dan sisanya umat yang baik. Benih ditaburkan dan jatuh di mana kita tidak tahu. Namun demikian, kita percaya Tuhan sendiri yang berkarya. Jika Kerajaan Allah seperti digambarkan Nabi Yesaya dalam bab 61:1-2; akan ada kabar baik bagi orang miskin, pembebasan kepada orang tawanan, dan penglihatan kepada orang buta, pembebasan orang-orang tertindas, maka artinya setiap orang dipanggil untuk mewujudkan Kerajaan Allah dan yang perlu kita lakukan adalah ikut menabur Kerajaan Allah dan biarkan Tuhan sendiri yang menumbuhkannya. Mewujudkan kerajaan Allah yang digambarkan Yesaya nampak seperti suatu mega proyek dan utopia belaka. Namun demikian kita bisa mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Mulai dari diri kita sendiri. Hal yang kecil dan sederhana nampaknya tidak berarti, tetapi Tuhan sendiri yang akan menumbuhkan dan mengembangkan hal sederhana yang kita buat. Sama halnya dengan perasaan diri saya dan temanteman saat seminari dulu. Melakukan hal kecil dengan cinta yang besar seperti kata Bunda Theresa akan membuat sesuatu yang kecil itu bertumbuh menjadi besar. Bunda Theresa telah membuktikannya: karena tindakan sederhana yang ia mulai untuk merawat saudara yang miskin dan sakit di Kalkuta, kini karyanya ada di seluruh dunia. Juga sama halnya dengan para murid yang awalnya bukan siapa-siapa. Namun perlahan jatuh-bangun mengikuti Yesus. Mengalami Yesus yang bangkit dan menjadi pewarta Yesus yang sejati. Hingga kini pengikut Yesus terus bertumbuh dan tersebar di seluruh dunia. Kita adalah satunya.
KATEKESE PROGRAM BAYI TABUNG, BOLEHKAH? Apa pandangan Gereja Katolik tentang program bayi tabung? Apakah Gereja menyetujui program bayi tabung? Jika tidak, Mengapa? Lalu, apa pandangan Gereja Katolik mengenai program bayi tabung ini? Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) zaman ini luar biasa mencengangkan, terlebih bidang ilmu kedokteran dan rekayasa genetika, dalam hal ini soal prokreasi buatan atau artifisial. Prokreasi buatan adalah upaya mendapatkan keturunan dengan cara-cara buatan alias tidak alamiah. Ada teknik dan metode yang bertujuan membantu hubungan seksual pasangan untuk mendapatkan keturunan, misalnya dengan meningkatkan fertilitas atau kesuburan suami istri. Selain itu, ada juga teknik dan upaya yang justru menggantikan hubungan seksual suami istri agar mereka mendapatkan keturunan. Salah satu contohnya adalah In Vitro Fertilization (IVF), artinya pembuahan/fertilisasi dalam tabung. Pertama-tama, perlu dipahami bahwa menurut ajaran Gereja Katolik, anak adalah anugerah dari Tuhan. Karena cinta-Nya yang berlimpah, suami istri dipanggil dan diundang Tuhan untuk menjadi 'co-creator' atau rekan sekerja Sang Pencipta dalam rangka menciptakan manusia baru, yaitu anak, seturut kehendak dan rencana-Nya. Selanjutnya, anak itu adalah buah cinta dari pasangan suami istri melalui hubungan dan relasi seksual. Melalui relasi seksual, suami istri mengungkapkan pemberian diri satu sama lain, sekaligus tindakan itu terarah dan terbuka bagi datangnya hidup baru atau makna prokreatif. Singkatnya, menurut pandangan Gereja Katolik, tindakan seksual suami-istri harus berciri unitif dan prokreatif, dan kedua dimensi ini tak terpisahkan dalam setiap relasi seksual suami istri.
KATEKESE Menurut pandangan Gereja Katolik, proses pembuahan harus terjadi secara alamiah dalam tindakan relasi seksual suami istri dan pembuahan itu terjadi dalam kandungan sang ibu. Dengan merekayasa pembuahan itu di dalam tabung, maka relasi seksual suami istri tidak terjadi secara alamiah, maka program bayi tabung telah memisahkan dimensi prokreatif dari dimensi unitifnya. Singkatnya, Gereja Katolik menolak program bayi tabung. karena anak adalah anugerah Tuhan, bukan hasil produk dari sebuah teknik rekayasa. Anak juga merupakan buah dari ungkapan cinta suami istri dalam relasi seksual secara alamiah, di mana unsur unitif dan prokreatif tak terpisahkan. Nah, sekarang marilah kita perhatikan dan amati program untuk mendapatkan keturunan melalui teknik bayi tabung. Dari namanya yakni bayi tabung atau in vitro fertilization sudah jelas bahwa proses pembuahan/fertilisasi itu artifisial karena dibuat dalam tabung. Dalam teknik bayi tabung, proses pertemuan dan pembuahan sel sperma dari pihak suami dan sel telur dari pihak istri terjadi karena rekayasa manusia dalam sebuah tabung, kemudian jabang bayi ditanamkan dalam rahim sang ibu. Di sini tampak jelas bayi tabung bertentangan dengan pendapat Gereja Katolik.
PENGUMUMAN P ERKAWI N A N P E N GU M U M A N P ERTA M A LIDIA SIRAIT: Paroki Katedral, Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga Jakarta dan WILLI ALFONSO SINURAT Paroki Santo Petrus - Medan Bagi Umat yang mengetahui adanya Halangan Nikah Wajib memberitahukan kepada Pastor paroki P E N GU M U M A N KE T IGA LAURENSIA EGA HERNAWATI: Wilayah St. Gregorius, Lingkungan St. Katarina D Sienna, Paroki Katedral, Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga Jakarta dan DANI OKTAMEYER TARIGAN Lingkungan St. Maria, Paroki Santo Yohanes Paulus II Namopecawir
PENGUMUMAN JADWAL RUT I N MISA ANAK-ANAK SETIAP BULAN GANJIL DI MINGGU TERAKHIR PUKUL 11.00 WIB MISA PEMBERKATAN IBU HAMIL DAN MENDAMBA ANAK: SETIAP MINGGU PERTAMA, PUKUL 08.30 WIB MISA PEMBERKATAN HARI ULANG TAHUN PERKAWINAN: SETIAP MINGGU TERAKHIR, PUKUL 08.30 WIB MISA PEMBERKATAN HARI ULANG TAHUN LANSIA: SETIAP SABTU TERAKHIR, PUKUL 16.00 WIB PEMBAPTISAN BAYI: SETIAP BULAN GENAP DI HARI MINGGU PERTAMA, PUKUL 13.00 WIB
PENGUMUMAN BINA IMAN ANAK (BIA) INDRIA, USIA 4- 5 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG YOSEP (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN ANAK (BIA) PRATAMA, USIA 6-7 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG MARIA (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN ANAK (BIA) MADYA, USIA 8-9 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG FX (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN REMAJA (BIR), USIA 10-16 TAHUN: SETIAP SABTU; MINGGU KE 2&4, PUKUL 16.00-17.00 WIB. JADWAL RUT I N
LEGIO MARIA PRESIDIUM REGINA ANGELORUM: SETIAP SABTU, PUKUL 15.00-17.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU SURGA: SETIAP SELASA, PUKUL 16.00-18.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU PECINTA DAMAI: SETIAP KAMIS, PUKUL 15.00-17.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU ROSARI: SETIAP MINGGU, PUKUL 16.00-18.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM PINTU SURGA: SETIAP JUMAT, PUKUL 14.00-16.00 WIB DI RUANG MATIUS DOA KOMUNITAS KERAHIMAN ILAHI (KKI): SETIAP JUMAT PUKUL 17.00-18.00 WIB DI RUANG MATIUS PENGUMUMAN JADWAL RUT I N
INFO GEREJA
INFO GEREJA
KOLEKTE I: BCA 391 300 1245 Gereja Katolik Katedral KOLEKTE II: CIMB 7061 9399 7300 Gereja Katolik Katedral Jakarta KOLEKTE Umat dipersilakan untuk memberikan kolekte melalui transfer atau scan QR code berikut:
FOLLOW & SUBSCRIBE: @katedraljakarta (instagram.com/katedraljakarta) Katedral Jakarta (facebook.com/katedraljakarta) Komsos Katedral Jakarta (youtube.com/komsoskatedraljakarta) @katedraljakarta www.katedraljakarta.or.id PELAYANAN SEKRETARIAT PAROKI Senin-Sabtu : 08.00-20.00 WIB Rabu : lIBUR (TUTUP) Minggu : 08.00-15.00 WIB Nomor telepon : 021-3457746 dan 3519186 WA : 0812-1383-1415 Email : [email protected] SEKRETARIAT M EDIA KO M U N IKAS I PAROKI Kami mengajak Lingkungan/Seksi/Kategorial untuk berbagi cerita dan foto kegiatan melalui email: [email protected] Sertakan dengan keterangan tentang detail kegiatan (tempat, waktu, dll.) Foto yang memenuhi syarat dapat ditampilkan di FB, Instagram atau Warta Paroki mingguan (bukan foto selfie, tidak buram & terlihat jelas jenis kegiatannya) Permohonan UJUD/INTENSI MISA KUDUS dapat diajukan melalui Sekretariat Paroki paling lambat 1 (satu) minggu sebelumnya atau dengan mengakses https://bit.ly/IntensiMisaKatedral. UJUD/INTENSI MISA KUDUS