The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Warta Mingguan Paroki Katedral #207 PASKAH 2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Katedral Jakarta, 2024-04-27 21:46:45

Warta Mingguan Paroki Katedral #207 PASKAH 2024

Warta Mingguan Paroki Katedral #207 PASKAH 2024

Dalam hidup iman, kita diajak oleh Yesus untuk selalu menimba, mengambil, dan menyerap nutrisi dari Tuhan sendiri, bukan dari yang lain. Dialah Pokok Anggur. Sebelumnya Yesus juga berkata, “Dialah sumber mata air kehidupan yang tidak akan habis. Yang minum dari sumber itu tidak akan haus lagi. Dialah Roti hidup dan yang makan daripadanya tidak akan lapar lagi” Hidup iman kita tidak sekali jadi. Sudah baptis, sudah. Sudah Krisma, sudah. Tidak berhenti di sana. Hidup iman kita harus selalu tinggal atau tetap tinggal dalam Yesus. GEREJA ST. PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA PAROKI KATEDRAL JAKARTA WARTA MINGGUAN HARI MINGGU PASKAH V 27 April 2024 #207 APRIL 2024 Konteks bacaan Injil yang baru saja kita dengar adalah bagian dari pesan terakhir Yesus kepada para murid-Nya, yaitu tentang pokok anggur. Perumpamaan ini sebetulnya adalah kritik pada bangsa Israel yang tidak mau menerima pewartaan Yesus dan bahkan hendak menyalibkan Yesus. YESUS POKOK ANGGUR DAN UMAT KATOLIK MERUPAKAN RANTINGNYA Jl. Katedral No. 7B, Jakarta 10710 T. (021) 3457746 - 3519186, WA: 0812 1383 1415 e-mail: [email protected] www.katedraljakarta.or.id Facebook/Instagram: katedraljakarta Oleh Rm. Yohanes Deodatus, SJ Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Allah, mengenal Allah, tetapi melupakan Allah. Mereka bagaikan ranting-ranting pohon anggur yang tidak lagi tinggal dalam pokok anggurnya, sehingga pohon anggur berbuah masam dan menjadi kering. Padahal, pohon anggur hanya bisa dinikmati dari buahnya, dia bukan dinikmati keindahannya. Karena itu, kalau menurut Injil, jika pohon anggur berbuah masam dan menjadi kering tidak berbuah, apa lagi yang diharapkan selain dicampakkan ke dalam api lalu dibakar? “Akulah pokok anggur dan kamulah rantingrantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Saudara-saudari, karena itu Yesus ingin mengingatkan kembali,


Ketika kita berdoa dengan sungguh, kita sadar bahwa Tuhan ada bersama kita. Ketika kita merayakan ekaristi dengan sungguh kita sadar bahwa Tuhan mencintai kita dan bersatu dengan kita dalam Tubuh dan Darah-Nya. Ketika kita melayani sesama yang menderita, kita sadari bahwa kita sedang melayani Tuhan. Saudara-saudari dengan itu semua kita sadar atau tidak sadar sedang menyerap nutrisi dan hidup dari sang pokok anggur kehidupan kita. Tanpa relasi yang mendalam dengan Tuhan itu, ketika berhadapan dengan kesibukan, tantangan hidup, dan penderitaan, kita mudah menjadi kering; kehilangan harapan, putus asa, dan emosional. Tidak pernah bersyukur dan hidup dalam kejengkelan karena iri dengan pencapaian orang lain. Saya pikir ada apa ini? Usut punya usut ternyata kehadiran Romo di rumah itu adalah satu-satunya peluang agar anaknya yang tinggal di rumah itu juga mau datang ikut berdoa dan menemani mamanya. Kalo sehari-hari, mamanya tidak disapa dan tidak diajak bicara. Saudara-saudari kita bisa dengan mudah melupakan orang terdekat kita. Kita sibuk dengan urusan kita, tidak mau meluangkan waktu untuk mereka, dan mengacuhkan mereka. Padahal mereka begitu dekat dan punya jasa dalam hidup kita. Kalau kita mulai melupakan Tuhan, kita pasti akan melupakan orang-orang terdekat kita. Bacaan pertama adalah tentang Barnabas, rasul yang saleh dan dekat dengan Tuhan. Ia tidak melupakan dan meninggalkan Saulus yang waktu itu dijauhi, dimusuhi, dan ditakuti ketika sudah bertobat dan mau bersaksi. Barnabas yang dengan setia dan murah hati memperkenalkan Saulus kepada rasul-rasul lain sampai ia bisa lebih diterima oleh yang lain. Bacaan kedua juga mengatakan hal yang sama, “Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.” Saudara-saudari terkasih, mari kita jangan lupakan Tuhan sang sumber kehidupan kita. Dia begitu dekat dengan kita. Ada bersama kita selalu. Semoga kita terus setia menyerap nutrisi hidup dari Yesus sendiri lewat doa, ekaristi, kitab suci, dan pelayanan kita. Apa mungkin kita bisa lupa Tuhan Yesus? Mungkin saja. Saya cerita: suatu malam saya dikontak ketua lingkungan untuk memberi sakramen perminyakan untuk seorang Oma. Ternyata bukan kali pertama saya memberi perminyakan ke Oma ini. Sudah yang ketiga kalinya, padahal Omanya tidak sangat kritis, meski memang kondisinya sedang kurang enak badan saat itu. Dua minggu kemudian, saya dikontak lagi minta perminyakan lagI, dalam hati saya minta lagi dengan kondisi yang sama. SAPAAN WARTA


KATEKESE Saat ini banyak keluarga muda katolik yang tidak memperhatikan pendidikan iman keluarganya, beberapa ada yang melakukan perselingkuhan, dan ada yang dengan mudahnya mengakhiri Perkawinan. Namun, bagaimana peran kursus Perkawinan yang diadakan setiap kali mau menikah di Gereja? Adakah usaha Gereja untuk meninjau kembali materi lain yang lebih mengena? Selama ini ada kesan bahwa kursus Perkawinan itu hanya sebagai "syarat formal" yang harus diikuti, sehingga yang penting memperoleh sertifikatnya saja. Keprihatinan Gereja terhadap hidup Perkawinan tercermin dalam beberapa ajaran Gereja (lih. GS 47 dan FC.6). Di satu sisi kita bangga akan pasutri Katolik yang baik, yang berjuang membangun Keluarga Katolik. Namun, di sisi lain kita juga prihatin bahwa pasutri Katolik tidak lepas dari kerapuhan manusiawi dan pengaruh nilai-nilai zaman. Situasi dan kondisi seperti ini menjadi salah satu pemicu bagi kita sebagai warga Gereja untuk semakin serius dalam pendampingan keluarga. MRT/KPP : KEBUTUHAN ATAU SYARAT? Membina Rumah Tangga (MRT) atau istilah lainnya Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) seebagaimana dimaksudkan adalah kursus yang dibuat untuk mempersiapkan calon Pasutri yang akan menikah, supaya Calon Pasutri ini mengenal dan mampu menghidupi rencana Allah dalam Perkawinan Katolik dan mempersiapkan diri untuk menerima rahmat Sakramen Perkawinan. Istilah kursus sebenarnya kurang tepat dimengerti kalau disejajarkan dengan Kursus keahlian tertentu. MRT/KPP adalah sebuah proses Katekese atau Evangelisasi yang berfokus pada pendampingan iman calon Pasutri yang mau menikah (lih. GS 52;FC 66, KHK Can. 1063, KGK 1632). Situasi dan kondisi zaman ini menjadikan KPP/MRT semakin penting untuk ditingkatkan dalam bentuk maupun metodenya (FC.66) demi kesiapan orang yang mau menikah itu sendiri. MRT/KPP bukan bekal satusatunya,karena pembekalan KPP/MRT rentangnya terbatas pada seputar Persiapan Perkawinan dan awal Perkawinan.Maka tema - tema pokok dan penting saja yang diberikan dalam MRT/KPP.


Idealnya semua orang mengikuti KPP/MRT sadar akan pentingnya KPP dalam hidup Perkawinan Mereka. Namun, de facto mereka datang dengan beraneka macam motivasi.kita perlu mendengarkan aneka macam motivasi ini, dan aneka motivasi ini terjadi dalam aneka kegiatan Gereja yang lain. Maka, fokus kita dalam KPP/MRT adalah bagaimana motivasi para peserta yang bermacam-macam ini diolah dari "Keterpaksaan-Syarat" menjadi "Need" atau kebutuhan. Perubahan ini mungkin kalau isi, metode dan Pemberian KPP/MRT itu baik, tepat sasaran dan menarik. Sentuhan-sentuhan hati dan iman perlu dan penting, di samping materi yang diberikan secara kognitif. Ada pertemuan rutin tim KPP/MRT untuk meningkatan pribadi, baik menyangkut pengayaan materi, penataan jadwal kursus, pemberian metode, ataupun peremajaan. Pemberiaan kursus dan tentunya akan terjadi perubahan secara bertahap, sehingga nantinya para peserta KPP/MRT pulang dengan semangat berbeda. Mereka mendapatkan sesuatu,Pemahaman baru,Pencerahan,Perubahan motivasi dll. KPP/MRT bukanlah satu-satunya jawaban dari segala persoalan pendampingan Keluarga,dan bukanlah satu-satunya tugas Tim Pendamping Keluarga di Paroki. Kegembiraan dan keprihatinan hidup Perkawinan dan Keluarga perlu dijawab dengan program-program Pastoral terpadu dan Integral. KATEKESE


BERNADUS ANGGIT YOGO BEGAWAN: Wilayah St. Linus, Lingkungan St. Damianus, Paroki Katedral, Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga Jakarta dan PURWANINGTYAS CAHYA DESIANA: Paroki Sunter, Gereja St. Lukas. MARIA MELYANA FRANSISKA:Wilayah St. Mikael, Lingkungan St. Gabriel, Paroki Katedral,Gereja St. Perawan Maria di Angkat ke Surga Jakarta dan ALEXANDER BOBBY WIJANARKO Paroki Harapan Indah-Bekasi, Gereja St. Albertus Agung. FLAVIA DOMITILLA OKTAVIANI: Wilayah St.Linus, Lingkungan St. Kosmas, Paroki Katedral, Gereja St. Perawan Maria di Angkat ke Surga Jakarta dan STEPHEN JUNIOR dari Gereja Bethel Indonesia - PRJ - Kemayoran PENGUMUMAN P ERKAWI N A N P E N GU M U M A N P ERTA M A Bagi Umat yang mengetahui adanya Halangan Nikah Wajib memberitahukan kepada Pastor paroki P E N GU M U M A N KE T IGA BENEDIKTUS ARIYANTO: Wilayah St. Linus, Lingkungan St. Krisogonus, Paroki Katedral, Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga Jakarta dan SANTI dari Cianjur


PENGUMUMAN JADWAL RUT I N MISA ANAK-ANAK SETIAP BULAN GANJIL DI MINGGU TERAKHIR PUKUL 11.00 WIB MISA PEMBERKATAN IBU HAMIL DAN MENDAMBA ANAK: SETIAP MINGGU PERTAMA, PUKUL 08.30 WIB MISA PEMBERKATAN HARI ULANG TAHUN PERKAWINAN: SETIAP MINGGU TERAKHIR, PUKUL 08.30 WIB MISA PEMBERKATAN HARI ULANG TAHUN LANSIA: SETIAP SABTU TERAKHIR, PUKUL 16.00 WIB PEMBAPTISAN BAYI: SETIAP BULAN GENAP DI HARI MINGGU PERTAMA, PUKUL 13.00 WIB


PENGUMUMAN BINA IMAN ANAK (BIA) INDRIA, USIA 4- 5 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG YOSEP (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN ANAK (BIA) PRATAMA, USIA 6-7 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG MARIA (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN ANAK (BIA) MADYA, USIA 8-9 TAHUN: SETIAP MINGGU, PUKUL 11.00-12.00 WIB DI RUANG FX (KECUALI MINGGU TERAKHIR DALAM BULAN: LIBUR). BINA IMAN REMAJA (BIR), USIA 10-16 TAHUN: SETIAP SABTU; MINGGU KE 2&4, PUKUL 16.00-17.00 WIB. JADWAL RUT I N


LEGIO MARIA PRESIDIUM REGINA ANGELORUM: SETIAP SABTU, PUKUL 15.00-17.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU SURGA: SETIAP SELASA, PUKUL 16.00-18.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU PECINTA DAMAI: SETIAP KAMIS, PUKUL 15.00-17.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM RATU ROSARI: SETIAP MINGGU, PUKUL 15.00-17.00 WIB DI RUANG MATIUS LEGIO MARIA PRESIDIUM PINTU SURGA: SETIAP JUMAT, PUKUL 14.00-16.00 WIB DI RUANG MATIUS DOA KOMUNITAS KERAHIMAN ILAHI (KKI): SETIAP JUMAT PUKUL 17.00-18.00 WIB DI RUANG MATIUS PENGUMUMAN JADWAL RUT I N


INFO GEREJA


INFO GEREJA


KOLEKTE I: BCA 391 300 1245 Gereja Katolik Katedral KOLEKTE II: CIMB 7061 9399 7300 Gereja Katolik Katedral Jakarta KOLEKTE Umat dipersilakan untuk memberikan kolekte melalui transfer atau scan QR code berikut:


FOLLOW & SUBSCRIBE: @katedraljakarta (instagram.com/katedraljakarta) Katedral Jakarta (facebook.com/katedraljakarta) Komsos Katedral Jakarta (youtube.com/komsoskatedraljakarta) @katedraljakarta www.katedraljakarta.or.id PELAYANAN SEKRETARIAT PAROKI Senin-Sabtu : 08.00-20.00 WIB Rabu : lIBUR (TUTUP) Minggu : 08.00-15.00 WIB Nomor telepon : 021-3457746 dan 3519186 WA : 0812-1383-1415 Email : [email protected] SEKRETARIAT M EDIA KO M U N IKAS I PAROKI Kami mengajak Lingkungan/Seksi/Kategorial untuk berbagi cerita dan foto kegiatan melalui email: [email protected] Sertakan dengan keterangan tentang detail kegiatan (tempat, waktu, dll.) Foto yang memenuhi syarat dapat ditampilkan di FB, Instagram atau Warta Paroki mingguan (bukan foto selfie, tidak buram & terlihat jelas jenis kegiatannya) Permohonan UJUD/INTENSI MISA KUDUS dapat diajukan melalui Sekretariat Paroki paling lambat 1 (satu) minggu sebelumnya atau dengan mengakses https://bit.ly/IntensiMisaKatedral. UJUD/INTENSI MISA KUDUS


Click to View FlipBook Version