2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Yasrin, S.Pd (SMPN 18 Baubau) “Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21) A. Pengertian Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang bertujuan pada konten, proses, dan metode yang berusaha menyesuaikan dengan kemampuan murid-murid yang beragam, kemampuan kecerdasan murid yang berbeda, dan perbedaan pada profil belajar murid. Tujuan utama guru mengaplikasikan pembelajaran diferensiasi yaitu guru memastikan agar semua siswa dapat memahami materi pelajaran.
Beberapa cara yang bisa di lakukan oleh seorang guru dalam mengaplikasikan pembelajaran diferensiasi antara lain: 1. Guru menggunakan rubrik. Rubrik akan membantu siswa agar lebih memahami materi yang di ajarkan oleh guru. Melalui rubrik tersebut akan memberikan arahan agar rubrik tersebut bisa di nilai. 2. Guru menyediahkan bahan bacaan alternatif. Dengan menyediahkan bahan bacaan altrnatif akan memudahkan guru dalam menyediakan sumber yang cukup bagi murid dalam proses pembelajaran. 3. Guru memberikan dukungan tambahan. Peran guru terhadap peberbedaan kemampuan pengetahuan murid akan membuat guru dalam memberikan dukungan tambahan terutama pada murid yang cukup kurang dalam memahami materi yang di bahas oleh guru. 4. Guru menggunakan teknologi. Salah satu guru yang bisa di lakukan oleh guru yaitu memanfaatkan teknologi yang ada. Pada saat proses pembelaajaran penggunaan alat-alat yang mendukung antara lain, penggunaan infokus dalam pembelajaran di kelas. 5. Guru menyediakan waktu tambahan. Hal yang bisa dilakukan oleh guru dalam mengatasi beberapa siswa yang mempunyai kemampuan di bawa rata-rata yaitu dengan cara menyediakan waktu tambahan bagi beberapa murid-murid tersebut. B. Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut - Kesiapan Belajar Murid (Readiness) - Minat Murid - Profil Belajar Murid
Seorang guru, sebelum mengajar di kelas perlu sudah melakukan beberapa hal yang menjadi tanggung jawabnya yaitu melakukan persiapan/kesiapan belajar murid. Selain itu guru juga harus mampu mengetahui apa yang menjadi minat murid-muridnya dalam pembelajaran. Kemudian guru pada saat memberikan tugas-tugas kepada mereka sebaiknya memberikan tugas yang lebih kepada sesuatu yang membuat muri-murid sukai berdasarkan profil belajar murid. Agar lebih jelasnya akan di bahas lebih mendetail satu persatu. 1. Kesiapan Belajar (Readness) Kesiapan belajar murid (readness) merupakan kemampuan untuk mempelajari materi, keterampilan baru. Pada bagian ini guru memberikan tugas kepada murid melalui banyak pertimbangan pada tingkat kesiapan murid dalam menyelesaikan tugas terebut. Murid-murid akan di berikan tantangan sehingga mereka akan keluar dari zona nyaman mereka. Guru harus mampu membuat keadaan proses pembelajaran senyaman mungkin agar murid-murid senang mengikuti proses pembelajaran yang sudah di berikan kepada mereka. 2. Minat Murid Minat merupakan suatu keinginan seseorang untuk melakukan sesutu yang menjadi motivasi dan alasan dalam diri manusia untuk mengerjakan apa yang ingin akan dilakukan karena didasari dengan kesenangan untuk melakukannya. Minat pada diri murid di bagi dua, yaitu minat situasional dan kecenderungan individu dalam melakukan sesuatu dalam jangka yang cukup lama. Kedua jenis minat sangat membantu murid-murid untuk tetap focus dalam melakukan sesuatu atau mengikuti proses pembelajaran di kelas.
3. Profil Belajar Murid Profil belajar murid merupakan suatu cara murid dalam melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kesenangan mereka. Dengan mengindentifikasi cara belajar murid maka membuat murid-murid lebih senang mengikuti pembelajaran karena mereka akan merasa nyaman melakukan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan mereka. C. Kaitan Antar Materi Modul 2.1 dengan Modul Lainnya Modul 2.1 khususnya pada materi pembelajaran diferensiasi sesuai dengan modul 1.1 tentang filosofi Ki Hajar Dewantara yang menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dengan kodrat zaman. Kita ketahui bahwa kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan murid-murid itu sendiri berada. Berawal dari lingkungan keluarga yang memberi kontribusi besar atas sifat dari murid-murid tersebut. Kapasitas guru harus menyesuaikan, sehingga mampu mendorong murid-murid menjadi lebih baik dan selamat dunia dan akhirat. Pembelajaran berdiferensiasi sangat mendukung guru untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan muridmurid dalalm proses belajar mengajar di kelas. Kaitan dengan modul 1.2 yaitu nilai dan peran guru penggerak terutama pada poin (1). Menjadi pemimpin pembelajaran. Pada bagian ini guru penggerak menjalankan filosofi among Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tulada (Menjadi teladan bagi murid-murid nya), Ing Madya Mangun Karsa (Mendorong murid-murid dari belakang agar lebih maju), Tut Wuri Handayani (mempengaruhi murid-murid agar lebih maju) dan (2). Mewujudkan kepemimpinan murid. Pada posisi ini peran guru merangasang murid-murid agar lebih percaya diri untuk menjadi pemimpin diri sendiri maupun menjadi pemimpin bagi orang lain.
Kaitan dengan modul 1.3 yaitu guru penggerak mempunyai visi memimpin perubahan positif dalam lingkungan kelas dan sekolah yang berpihak pada murid yang bersifat pembelajaran berdiferensiasi, menggunakan tahapan BAGJA: 1. Buat Pertanyaan utama pada kebutuhan belajar siswa (define). 2. Ambil pelajaran dari apa yang sudah di lakukan (discover). 3. Gali mimpi murid-murid pada saat proses pembelajaran (dream). 4. Jabarkan rencana pada proses pembelajaran (design) 5. Atur eksekusi dengan melakukan penilaian yang sesuai (delifer) D. Kesimpulan Dari semua pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa proses pembelajaran diferensiasi akan dapat dan maksimal di lakukan bila di dukung oleh seluruh komponen warga sekolah (Kepala sekolah, guru-guru, muridmurid, tenaga administrasi, dan orang tua siswa) yang menerapkan budaya positif disekolah. Serta adanya sarana dan prasarana sekolah yang memadai agar proses pembelajaran di sekolah lebih efektif.