The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khuma.ema74, 2021-09-01 02:38:48

e-Modul PAI Kelas X

Asmaul Husna

Klik Gambar

ASMA’UL HUSNA

Markhumah Muhaimin

MODUL AJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN
BUDI PEKERTI

MENELADANI ALLAH SWT MELALUI
ASMAUL HUSNA

KELAS X SMK/SMK
SEMESTER 1

PETA KONSEP MATERI Pengertian

Al-Karim Al-Mu’min Al-Wakil Al-Matin Al-Jami’ Al-Adl Al-Akhir

Memahami Dalil Naqli Contoh
Makna Penerapan
Diteladani dan
diterapkan dalam
kehidupan sehari-

1. KI - KD

Kompetensi Dasar

3.3 Menganalisis makna Asmaul Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin,
al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir.

3.4 Menyajikan hubungan makna al-Asma’u al-Husna: al-Karim, al-Mu’min,
al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir dengan perilaku keluhuran
budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil.

Pertemuan 1

Tujuan pembelajaran:

Melalui pembelajaran menggunakan model Active learning Metode dan Inquiry
Based Learning siswa dapat menganalisis makna Asmaul Husna: al-Karim, al-Mu’min,
al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir; menyajikan hubungan makna Asmaul
Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir; dengan
perilaku keluhuruan budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil; dengan
penuh keteguhan hati, disiplin dan tanggung jawab sehingga siswa meyakini bahwa
bahwa Allah Maha mulia, Maha mengamankan, Maha memelihara, Maha sempurna
kekuatan-Nya, Maha penghimpun, Maha Adil dan Maha Akhir; dan memilki sikap
keluhuran budi.

2. SARANA DAN PRASARANA

A. SARANA
1. Digital, berupa video pembelajaran dari internet, buku digital (e-book), PDF dan
lainnya.
2. Non Digital, berupa buku ajar Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti, al-Qur’an,
dan buku ajar yang relevan.

B. PRASARANA
1. Perangkat keras, berupa PC, laptop, ponsel, dan headset.
2. Perangkat lunak, berupa aplikasi pasinaon, zoom, Google Meet. selain itu sumber
belajar digital misalnya you tobe.

3. TARGET PESERTA DIDIK

Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan dan sederajat dengan Semua Program
Keahlian (SPK).

4. MODEL PEMBELAJARAN

❏ Active Learning Metode
❏ Inquiry Based Learning

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3.1 Menguraikan makna Asmaul Husna al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil,
3.3.2 al-Matin, al-Jami, al-Adl, dan al-Akhir
3.3.3
4.3.1 Menyimpulkan makna Asmaul Husna al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil,
4.3.2 al-Matin, al-Jami, al-Adl, dan al-Akhir
4.3.3
4.3.4 Menemukan pesan moral Asmaul Husna al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil,
4.3.5 al-Matin, al-Jami, al-Adl, dan al-Akhir
4.3.6
4.3.7 Mempresentasikan hubungan makna al-Karim dengan perilaku
pemurah
Mempresentasikan hubungan makna al-Mu’min dengan perilaku
pemberi rasa aman

Mempresentasikan hubungan makna al-Wakil dengan perilaku tawakal
Mempresentasikan hubungan makna al-Matin dengan perilaku
keteguhan hati
Mempresentasikan hubungan makna al-Jami’ dengan perilaku
berteman
Mempresentasikan hubungan makna al-Akhir dengan perilaku memilih
tujuan
Mempresentasikan hubungan makna al-Adl dengan perilaku adil

COVER PERTEMUAN 1

PERTEMUAN 2

A. PERTANYAAN PEMANTIK

Apakah dahulu waktu para siswa sekolah di SMP telah mempelajari Asmaul Husna? Ya
tentunya telah mempelajarinya. Coba jawablah pertanyaan di bawah ini:

1. Apa arti Asmaul Husna?
2. Ada berapa jumlah Asmaul Husna?
3. Sudah tahukah dasar hukumnya?
4. Mengapa harus tahu Asmaul Husna?

B. SKENARIO PEMBELAJARAN

Pertemuan ke-1

Pendahuluan (Kegiatan Awal)

Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka melalui whatapp group (WAG).
b. Guru mengingatkan sekaligus memandu berdoa terlebih dahulu melaui voice

note sebelum mengikuti pelajaran daring.
c. Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengingatkan peserta didik agar

menjaga Kesehatan dan mentaati selalu protokol kesehatan agar terlindungi dari
penyakit #stay at home stay healthy n stay safe#
d. Melalui WAG, guru mengajak peserta didik untuk masuk ke kelas Daring
dengan dengan menggunakan Aplikasi Pasinaon.
e. Meminta peserta didik untuk mengisi daftar hadir terlebih dahulu di Aplikasi
Pasinaon.
f. Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada peserta didik:
Apakah dahulu waktu para siswa sekolah di SMP telah mempelajari Asmaul
Husna? Ya tentunya telah mempelajarinya. Coba sekarang jawab jawab
pertanyaan di bawah ini:
1) Apa arti Asmaul Husna?
2) Ada berapa jumlah Asmaul Husna?
3) Sudah tahukah dasar hukumnya?
4) Mengapa harus tahu Asmaul Husna?

Kegiatan Inti

❖ Kegiatan Literasi
1) Peserta didik diberikan stimulus atau rangsangan untuk memusatkan perhatian

dengan cara menyaksikan tayangan video senandung Asmaul Husna.
2) Peserta didik mengulang atau menirukan dengan baik senandung Asmaul

Husna secara mandiri.
3) Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal

yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Al-Asma al-
Husna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl dan al-Akhiir.
4) Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi mengenai Al-Asma al- Husna (al-Kariim, al-Mu’min,
al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl dan al-Akhiir).

❖ Critical Thinking (Berpikir Kritis)
1) Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin

pertanyaan yang berkaitan dengan dengan materi yang disajikan.
2) Guru menciptakan interaksi tanya jawab baik antar sesama peserta didik

maupun dengan guru melalui forum diskusi di whatsapp group (WAG).

Penutup
a. Peserta membuat rangkuman hasil pembelajaran mengenai makna Asmaul Husna

al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl dan al-Akhiir.
b. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada guru.
c. Peserta didik mengkomunikasikan kendala yang dihadapi selama mengerjakan

dan selama pembelajaran.
d. Guru menginformasikan berkaitan dengan pembelajaran pada pertemuan

berikutnya presentasi hasil diskusi melalui Google Meet.
e. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari guru.
f. Guru bersama siswa mengakhiri pelajaran dengan membaca doa, dipandu guru

melalui voice note.

C. KEGIATAN BELAJAR PERTEMUAN 1

PENGERTIAN ASMAUL AL HUSNA

Sebelum kalian belajar Asmaul Husna, yuk kita cermati tabel Asmaul Husna di bawah ini:

Ingat-ingat ya!
“Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik, mulia, dan Agung yang dimilki Allah SWT.”

Hebat, kalian telah membacanya dengan luar biasa. Sekarang dari table tersebut, isinya tentang apa? Ya,
tentang Asmaul Husna. Ada yang tahu, apa Asmaul Husna itu? istilah Asmaul Husna adalah berasal dari
bahsa arab yang terdiri dari dua kata, yaitu : pertama, Asma yang artinya nama-nama dan kedua : Husna
yang artinya baik. Kata al Asma adalah bentuk jamak dari kata al-ism yang biasa diterjemahkan dengan
nama. Ia berakar dari kata as-sumuw yang berarti ketinggian, atau as-simah yang berarti tanda. Memang
nama merupakan tanda bagi sesuatu, sekaligus harus dijunjung tinggi.

DALIL NAQLI ASMAU AL-HUSNA
Alhamdulillah, kalian sudah mengetahui pengertian Asmau al-Husna, sekarang ada yang tahu apa
dalil naqlinya? Ok, dalil naqli asmaul Husna terdapat dalam Qs. al-A’raf/7:180. Mari dibaca dengan tartil
ayat di bawah ini:

Artinya: “Dan allah memiliki Asmau al-Husna (nama-nama yang baik), maka bermohonlah kepada-Nya
dengan menyebutnya (Asma al-Husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan
nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs.
al-A’raf/7: 180)

Aktivitas Siswa 1
Dari Qs. Al-A’raf/7 : 180 di atas, apa yang kamu dapat ambil intisarinya:
1. Contoh menjawab: Allah SWT mempunyai nama-nama yang baik
2.
3.

Alhamdulillah, kalian sudah tahu pengertian dan dalil naqli Asmaul Husna. Berikut
lihatlah table di bawah ini!

Aktivitas Siswa 2
Carilah dalil naqli, selain Qs. Al-A’raf/7 : 180 yang menjelaskan tentang Asmau
al-Husna!
1.
2.
3.
2.

Sekarang anda yang mengetahui berapa jumlah Asmau al-Husna yang dimili Allah SWT?
ya, Allah SWT. mempunyai Asmau al-Husna sebanyak 99 (Sembilan puluh Sembilan)
menuru hitungan ulama Sunni, dapat dirangkai secara kronologis begitu indah ibarat seuntai
tasbih. Dimulai denga lafadz al jalalah, Allah, dengan anngka nol (0), yang dinggap angka
kesempurnaan, disusul dengan al-Rahman, al-Rahim dan seterusnya sampai angka ke-99,
al-Sabur. Dan kembali lagi ke angka nol ( 0 ), Allah (al-Jalalah), atau kembali lagi ke
pembatas besar dalam untaian tasbih, symbol angka nol berupa cyrcle, bermula dan
berakhir pada satu titik, atau menurut istilah al-Qur’an: Inna li Allah wa Inna ilaihi rajiun (kita
berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya).

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa Asmaul al-Husna Allah SWT berjumlah 99
nama. Sebagian dari Asmau al-Husna tersebut termasuk kedalam sifat wajib Allah SWT,
yakni sifat-sifat dan pasti dimiliki Allah SWT. hal ini sesuai Hadis Rasulullah Saw.

Artinya: Rasulullah Saw. bersabda, “ Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh
Sembilan nama. Barang siapa menghafalnya (dengan meyakini akan kebenarannya), ia
masuk surge. Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan senang sekali pada sesuatu yang
ganjil. (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT. mempunyai Asmau al Husna yang
julahnya 99. Adapun nama-nama yang baik bagi allah SWT. lengkap ada di table di atas.
Rangkuman
Asmau al Husna adalah nama-ama yang baik bagi Allah SWT.
Diantara dalil naqli Asmau al Husna adalah Qs. Al-A’raf/7 : 180
Jumlah Asmaul Husna adalah 99

Tugas
Untuk memperkuat penjelasan di atas, carilah dalil lain baik ayat al-Qur’an maupun

hadis tentang Asmau al Husna!

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

❑ Tujuan Pembelajaran

Melalui pembelajaran menggunakan Inquiry based learning siswa dapat menganalisis
makna Asmaul Husna: al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl dan
al-Akhiir; menyajikan hubungan makna Asmaul Husna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl dan al-Akhiir, dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian,
rasa aman, tawakal dan perilaku adil; dengan penuh keteguhan hati, disiplin dan tanggung
Jawab sehingga siswa meyakini bahwa Allah Maha Mulia, Maha mengamankan, Maha
memelihara, Maha sempurna kekuatan-Nya, Maha penghimpun, Maha adil dan Maha
akhir; dan memiliki sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal
dan adil Sebagai implementasi dari pemahaman Asmaul Husna al-Karim, al-Mu’min,
al-Wakil,, al-Matin, al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir.

URAIAN MATERI

MAKNA AL-ASMAUL AL-HUSNA: AL-KARIM, AL-MU’MIN, AL-WAKIL, AL-MATIN, AL-JAMI’,
AL-ADL, DAN AL-AKHIR.

1. Al-Karim

Secara bahasa, al-Karim mempunyai arti Yanng Maha Mulia, Yang Maha Dermawan atau
Yang Maha Pemurah. Secara istilah, alKarim diartian bahwa Allah SWT. yang Maha Mulia
lagi Maha Pemurah yang memberi anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Hal
tersebut sesuai dengan firman-Nya:

Artinya: “Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)
terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah” (QS Al-Infithar: 6)

Keteladanan dari wujud kedermawanan tersebut, misalnya seperti berikut:

● Selalu menyisihkan uang jajan untuk kotak amal setiap hari Jum’at yang diedarkan

oleh petugas Rohis.

● Membantu teman yang sedang dalam kesulitan.
● Menjamu tamu yang datang ke rumah sesuai dengan kemampua

2. Al-Mu’min

Al-Mu’min secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, keenangan
hati, dana man. Allah SWT. al-Mu’min artinya Dia Maha Pemberi rasa Aman kepada semua
makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Dengan demikian, hati manusia menjadi tenang.
Kehidupan ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Jika bukan
karena Allah SWT. yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita akan senantiasa
gelisah, takut, dan cemas. Perhatikan firman allah SWT. berikut ini:

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan
syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat
petunjuk.” (Q.S.al-Anām/6:82).

Wujud dari meneladani sifat Allah Swt al-Mu’min adalah seperti berikut.

● Menolong teman/orang lain yang sedang dalam bahaya atau ketakutan.
● Menyingkirkan duri, paku, atau benda lain yang ada di jalan yang dapat

membahayakan pengguna jalan.

● Membantu orang tua atau anak-anak yang akan menyeberangi jalan raya.

3. Al-Wakil

Kata “al-Wakil” mengandung arti Maha Mewakili atau Pemelihara. Al-Wakil (Yang Maha
Mewakili atau Pemelihara), yaitu Allah Swt. yang memelihara dan mengurusi segala
kebutuhan makhluk-Nya, baik itu dalam urusan dunia maupun urusan akhirat. Dia
menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hambanya tanpa membiarkan apa pun
terbengkalai. Firman-Nya dalam al-Qurān:

Artinya: “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atassegala sesuatu.”
(Q.S. az-Zumar/39:62)

Wujud dari meneladani sifat Allah Swt. al-Wakil dapat berupa hal-hal berikut.

● Menjadi pribadi yang mandiri, melakukan pekerjaan tanpa harus merepotkan orang

lain.

● Bekerja/belajar dengan sunguh-sungguh karena Allah Swt. tidak akan mengubah nasib

seseorang apabila orang tersebut tidak mau berusaha.

4. Al-Matin

Al-Matin artinya Maha kukuh. Allah Swt. adalah Mahasempurna dalam kekuatan dan
kekukuhan-Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya. Allah Swt. juga Mahakukuh dalam
kekuatan-kekuatan-Nya. Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang
sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya.

Artinya: “ Sungguh Allah SWT., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi
sangat kukuh.” (Qs. Az Zariyat/51:58)

Perwujudan meneladani dari sifat Allah Swt. al-Matin dapat berupa hal-hal berikut.

● Tidak mudah terpengaruh oleh rayuan atau ajakan orang lain untuk melakukan

perbuatan tercela.

● Kuat dan sabar dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang dihadapi.

5. Al-Matin

Al-Matin artinya Maha kukuh. Allah Swt. adalah Maha sempurna dalam kekuatan dan
kekukuhan-Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya. Allah Swt. juga Maha kukuh dalam
kekuatan-kekuatan-Nya. Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang
sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya.

Artinya: “ Sungguh Allah SWT., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi
sangat kukuh.” (Qs. Az Zariyat/51:58)

Pewujudan meneladani sifat Allah Swt. al-Jāmi’, di antaranya seperti berikut.

● Mempersatukan orang-orang yang sedang berselisih.
● Rajin melaksanakan śalat berjama’ah.
● Hidup bermasyarakat agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

6. Al-Jami

Al-Jāmi secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Allah
Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah
Swt. Maha Mengumpulkan apa yang dikehendaki- Nya dan di mana pun Allah Swt.
berkehendak.

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima
pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah Swt. tidak
menyalahi janji.” (Q.S. Ali Imrān/3:9).

Meneladani sifat Allah Swt. al-Ākhir adalah dengan cara seperti berikut.

● Selalu melaksanakan perintah Allah Swt. seperti śalat lima waktu, patuh dan hormat

kepada orang tua dan guru, puasa, dan kewajiban lainnya.

● Meninggalkan dan menjauhi semua larangan Allah Swt. seperti mencuri,

minum-minuman keras, berjudi, pergaulan bebas, melawan orang tua, dan larangan
lainnya.

7. Al Adl

Al Adl artinya Maha Adil. Keadilan Allah SWT. Bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apa
pun dan oleh siapa pun. Keadilan Allah WST. Juga didasari dengan ilmu Allah SWT. Yang
Maha Luas. Dengan demikian, tidak mungkin keputusan-Nya itu salah. Allah SWT.
Berfirman:

Artinya: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qurān, sebagai kalimat yang benar dan
adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimatkalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al- Anām/6:115)

Perwujudan meneladani sifat Allah Swt. al-‘Adl, misalnya seperti berikut.

● Tidak memihak atau membela orang yang bersalah, meskipun orang tersebut

saudara atau teman kita.

● Menjaga diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dari kezaliman.

8. Al-Akhir

Al-Ākhir artinya Yang Maha akhir yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt. Dia Maha
kekal tatkala semua makhluk hancur, Maha kekal dengan kekekalan- Nya. Adapun
kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya kekekalan surga,
neraka, dan apa yang ada di dalamnya. Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan
dengan ketentuan, kehendak, dan perintah- Nya. Nama ini disebutkan di dalam firman-Nya:

Artinya: “Dialah Yang Awal dan Akhir Yang Żahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu“. (Q.S. al-Ĥadid/57:3
Perilaku meneladani sifat al Akhir, misalnya seperti berikut:
Menjaga diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dari kezaliman.

• Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya

(tidak berbuat maksiat).

• Tidak berlaku sombong terhadap Allah seperti malas beribadah baik itu sholat maupun

lainnya.

• Senantiasa berdoa dan menyerahkan diri kepada Allah karena ialah satu-satunya

tempat bagi kita untuk bergantung atas segala urusan, agar selalu berada di dalam
lindungan Allah SWT.

Rangkuman

Al-Karim mempunyai arti Yang Mahamulia, Yang Mahadermawan atau Yang Maha
Pemurah. Allah Mahamulia di atas segala-galanya, sehingga apabila seluruh makhluk-Nya
tidak ada satu pun yang taat kepada-Nya, tidak akan mengurangi sedikitpunkemuliaan-Nya.

Al-Mumin dapat dimaknai Allah sebagai Maha Pemberi rasa aman bagi makhluk
ciptaan-Nya dari perbuatan alim Allah adalah sumber rasa aman dan keamanan dengan
menjelaskansebabsebabnya

Al-Wakil mempunyai arti Yang Maha Pemelihara atau Yang Maha Terpercaya. Allah
memelihara dan menyelesaikan segala urusan yang diserahkan oleh hamba kepada-Nya
tanpa membiarkan apa pun terbengkalai.

Al-Matin berarti bahwa Allah Mahasempurna dalam kekuatan dan kekukuhanNya.
Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya, tidak akan Allah melemahkan suatu sifat-Nya. Allah
juga Mahakukuh dalam kekuatan- kekuatan-Nya.

Al Jami’ berarti Allah Menggumpulkan dan mempunyai kemapuan untuk mengumpulkan
segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Kemampuan Allah SWT. tersebut tentu tidak
terbatas sehingga Allah mampu mengumpullkan segala sesuatu, baik yang serupa maupun
yang berbeda, ang nyata maupun yang ghaib, yang terjangkau oleh manusia maupun yang
tidak bisa dijangkau oleh manusia, dan lain sebagainya.

Al-Adl berarti Maha adil. Keadilan Allah SWT bersifat mutlak, tidak dipengaruhi apa pun dan
siapa pun. Allah Maha adil karena Allah selalu menempatkan sesuatu pada tempat yang
semestinya, sesuai dengan keadilan-Nya yang Maha sempurna.
Al-Ākhir berarti dzat Yang Maha akhir. Maha akhir di sini dapat diartikan bahwa Allah Swt.
adalah dzat yang paling kekal. Tidak ada sesuatu pun setelah-Nya. Tatkala semua makhluk,
bumi seisinya hancur lebur, Allah Swt. tetap ada dan kekal.

Lembar Kerja Keterampilan

Kamu tentu telah memahami dari Makna Al-Karim, Al-Mumin, Al-Wakil, Al- Matin, Al-Jami,
Al-Adl, dan Al-Akhir. Sebagai tugas keterampilan siswa, maka kalian harus mengerjakan
sebuah produk dari hasil pemahaman kamu dengan cara membuat sebuah mindmapping
atau peta konsep yang dibuat pada buku catatan kalian masing-masing! Kemudian
dipresentasikan perkelompok melalui google meet.

EVALUASI

https://bit.ly/UH_PAI_X_AsmaulHusna

E. REMIDIAL DAN PENGAYAAN

❏ REMIDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai KKM, guru menjelaskan kembali
materi “Meneladani Allah SWT. melalui Asmaul Husna”, silahkan kerjakan
soal berikut ini:
1. Apa pengertian Asmaul HUsna ? Jelaskan!
2. Apakah pengertian Asmaul Husna Al-Akhir?
3. Apakah pengertian Asmaul Husna Al-’Adl?
4. Jelaskan perilaku apa saja yang dapat mencerminkan sifat Allah SWT.

Al-Mu’min dan Al-Wakil ?
5. Adakah manfaat mempelajari sifat Allah SWT. Al-Matin dan Al-Jami’ ?
6. Berikan contohperilaku yang dapat diimplementasikan dari sifat Allah

SWT. Al-’Adl dan Al-Akhir dalam kehidupan Anda sehari-hari!
7. Apakah yang Anda lakukan jika melihat teman Anda yang masih belum

bersikap adil?
8. Sebutkan ketauladanan yang mencerminkan pemahaman terhadap

makna Asmaul Husna al-Karim!
9. Tuliskan ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan Asmaul Husna al-Mu’min!
10. sebutkan perilaku orang yang mengamalkan Asmaul Husna al-’Adl!

❏ PENGAYAAN

Memberikan kegiatan pengayaan bagi siswa yang melebihi target
pencapaian kompetensi.
Tugasnya: Melafalkan Asmaul Husna al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil,
al-Matin, al-Jami’, al-Adl, dan al-Akhir beserta ayat dan artinya.


Click to View FlipBook Version