ii
Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, kami
dapat menyelesaikan penulisan buku Antologi
Cerpen Remaja. Dalam penyusunan Antologi
Cerpen Remaja penulis telah berusaha semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuan penulis.
Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput
dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik
penulisan maupun tata Bahasa.
Kami menyadari tanpa arahan dari guru
pembimbing serta masukan – masukan dari
berbagai pihak tidak mungkin kami bisa
menyelesaikan tugas Antologi Cerpen Remaja ini.
Antologi Cerpen Remaja ini dibuat sedemikian rupa
semata-mata untuk membangkitkan kembali minat
baca siswa/i dan sebagai motivasi dalam berkarya
khususnya karya tulis. Untuk itu penulis hanya bisa
menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua
pihak yang terlibat, sehingga kami bisa
menyelesaikan antologi cerpen remaja ini.
Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat
bagi penulis khususnya dan para pembaca pada
umumnya.
ii
iii
Daftar isi
DAFTAR ISI :
Kata pengantar ........................................................................ii
Daftar isi.................................................................................. iii
MOTTO.................................................................................... iv
Bab 1 ........................................................................................1
Kado sahabat ...........................................................................1
BAB 2......................................................................................11
Konflik Persahabatan .............................................................11
BAB 3......................................................................................19
Perpisahan .............................................................................19
PENUTUP................................................................................32
BIOGRAFI................................................................................34
iii
iv
MOTTO
“Sukses adalah jumlah dari upaya kecil, yang
diulang hari demi hari.”
iv
1
Bab 1
Kado sahabat
Zahra menatap sebuah celengan yang berada di
atas meja belajarnya,dia bingung.Sebentar lagi hari
ulang tahun sahabatnya,tapi dia belum memiliki
uang yang cukup untuk membeli hadiah untuk
sahabatnya. Zahra ingin memberikan sebuah kotak
musik, tapi bagaimana dia dapat membelinya?.
Sepulang sekolah zahra bertemu dengan farah
teman satu sekolahnya
"halo...."sapa farah
"hai...,ngomong-ngomong,aku ada info nih untuk
kamu",ucap farah
"info?" Tanya zahra
"iya..,aku tau kamu pintar membuat kata-kata alias
puisi,jadi ada peluang untuk kamu buat nyalurin
hobi kamu,ada lomba puisi di dekat rumahku"
"oh iya?,"
"kalo kamu mau ikut,nanti aku temanin ke
tempatnya"
"ok, nanti sore aku kerumah kamu deh"
1
2
"ok,sampai jumpa sore nanti..."ucap farah sambil
jalan pulang kerumah
"Lomba? Ikut engga ya?""Zahra bertanya pada diri
sendiri,"tapi kalau aku menang mungkin aku bisa
dapat sejumlah uang dan dapat aku pakai untuk
beli kotak musik",
Sorenya Zahra ke rumah farah dan mendaftarkan
diri untuk ikut lomba puisi. Saat malam hari, Zahra
pun memulai untuk membuat puisi dengan tema
"ibu"
Ibu...
Kau telah mengandungku selama 9 bulan
Kau sudah memperjuangkan hidup
dan mati
Kau wanita yang sangat perhatian
kepadaku
apabila aku jatuh apabila aku sakit
Kau wanita yang sangat aku hormati.
Aku cintai Dan aku sayangi
Zahra menulis puisinya diatas Kasur dan ia pun
tertidur.
2
3
Beberapa hari kemudian,tepatnya satu hari
sebelum waktunya puisi itu dikumpul Zahra pun
sudah menyelesaikan puisinya.
IBU
Ibu...
Kau telah mengandungku selama 9
bulan Kau sudah memperjuangkan hidup dan mati
kau telah merawatku dengan penuh kasih sayang
kau ajari aku untuk berjalan dan kau telah
membesarkan ku hinga kini kasih sayang
Ibu...
Kau wanita yang sangat aku hormati
Aku cintai
Dan aku sayangi
Ibu...
Kau wanita yang sangat perhatian kepadaku
apabila aku jatuh
apabila aku sakit apabila aku menangis
dan apabila aku kesepian
Ibu...
3
4
Dimatamu penuh dengan cahaya Diwajahmu
penuh dengan sinar
Ibu...
Kau bagaikan matahari yang selalu
menyinariku Kau bagaikan payung yang
melindungiku Kau bagaikan pelindungku
Ibu...
Aku selalu merepotkanmu Aku selalu
membohongimu Aku selalu menyusahkanmu
Ibu...
Kau menangis karenaku
Kau sedih karenaku bahkan kau kurus karenaku
Kau korbankan semua untukku
Ibu...
Jasamu tidak bisa dibeli Jasamu tidak ada yang
jual Jasamu pun tidak ada yang bisa balas
Ibu...
Aku berusaha untuk membalas jasamu Tetapi apa
yang malah ku perbuat Aku malah menyakiti hatimu
Ibu..
4
5
Hanya doa yang bisa kupersembahkan Karena
jasamu
Tidak ada yang bisa balas Hanya tangis yang bisa
ku tunjukan atas kasih sayang dan cintamu.
.
.
.
"Astarghfirullah, aku hampir lupa 4 hari lagi shelly
ulang tahun,dan pengumumannya 2 hari lagi. Ya
allah! Tolong aku! Semoga aku bisa jadi
juaranya.amiinn!" kata Zahra. Keesokan harinya
Zahra pun memberikan puisi karangannya sendiri
dengan hati yang berdebar dan sambil membaca
doa.
"hei kamu Zahra,kamu gak akan menang deh.pasti
aku yang menang" ejek via.
"udah Zahra diemin aja tuh si via,kamu harus yakin
kamu pasti menang" kata farah.
Esok harinya, sepualng sekolah Zahra dan Farah
langsung menuju tempat perlombaan puisi
tersebut. Sampai disana ternyata disana masih
sepi,karena pengumumannya akan di umumkan
saat sore hari, akhirnya mereka pun menunggunya
di rumah farah.
5
6
"akhirnya waktu pengumumannya akan tiba ayo
Zahra kita kesana" ucap farah
"Ayo far" ucap Zahra dengan hati yang dag dig dug.
"hari ini,saya akan mengumumkan bahwa...
pemenang juara ketiga dalam lomba membuat puisi
yang diadakan oleh Toko Bangunan Sakura
adalah...... Safira! Juara kedua adalah........ Ciara!"
"bismillah bismillah" ucap Zahra
"dan juara pertama adalah..... Zahra!"
"alhamdulillah ya allah makasih..." Zahra pun naik
ke atas podium dan menerima hadiahnya.
"Vi apa aku bilang? Jangan sombong dulu,dong!"
balas farah,via hanya bisa menyesal.
Sesampainya dirumah zahra pun mulai
membayangkan kotak musik yang akan dibelinya
esok,zahra pun terpikir akan membeli 2 kotak
musik,1 untuk ia dan 1 lagi untuk sahabatnya.
Keesokan harinya, zahra pun pergi ke toko tempat
jual kotak musik,matanya pun tertuju pada kotak
musik dengan putri ballerina yang berputar,ia pun
membeli kotak musik tersebut 2 dengan berbeda
warna,pink dan ungu,setelah dari toko kotak music
ia pun membeli kertas kado dan sebuah pita.
6
7
Sesampainya dirumah, Zahra langsung
membungkusi kado tersebut dengan bentuk
baju,dan pitanya dibuat seperti sebuah dasi.
Waktu sekolah pun tiba
"syakira, tunggu! Aku punya hadiah buat kamu!"
kata Zahra.
"Apa?" Tanya syakirah,sambil Zahra mengeluarkan
sebuah kado yang berbentuk baju.
"selamat ulang tahun syakirah..." kata Zahra.
"Zahra ingat ulang tahunku? Padahal kan Zahra
seminggu ini marah sama aku,dan dia tetap ingat
ulang tahunku?" ucap syakirah dalam hati.
"Thanks,ya! Kok,kamu ingat ulang tahunku ?"Tanya
syakirah.
"tentu saja aku ingat,kan kita sahabat" jawab
Zahra, syakirah pun terharu. Sepulang sekolah
syakirah pun membuka kado dari Zahra
"kotak musik? Cantik sekali. Ini kan kotak musik
yang harganya dua ratus dua puluh ribu itu?" kata
syakirah.
"jadi Zahra ikut lomba itu untuk membelikanku
kotak musik ini? Aku harus berterima kasih kepada
Zahra” kata syakirah sambil mengambil ponselnya.
7
8
"Zahra?", syakira menelpon Zahra.
"syakirah? Ada apa?" Zahra bingung
"tidak ada apa-apa kok Zahra,aku hanya ingin
berterima kasih atas kotak musiknya" jawab
syakirah.
"iya,sama-sama,oh, ya, besok kita ke toko buku
yuk!"kata Zahra.
"boleh,nanti besok aku kerumah kamu,oke,udah
dulu ya!, bye!" ucap Zahra mengakhiri panggilan
dan segera mematikan ponselnya
Besoknya....
Zahra pun mengeluarkan sepedanya dan pergi ke
rumah syakira
"syakira.........." jerit Zahra.
"iya... bentar...." Jawab syakira
Mereka pun pergi ke toko buku dengan
bersepeda,sampai di toko buku mereka
memarkirkan sepeda,dan lalu masuk ke toko buku.
Zahra dan syakira pun mengelilingi toko tersebut
dan pada akhirnya,Zahra melihat sebuah buku..
"syakirah,lihat buku ini, bagus banget....tapi sayang
harganya mahal,enam puluh ribu rupiah",kata
Zahra sedih.
8
9
"iya,kamu suka Zahra?" Tanya syakirah
"tentu aku suka" jawab Zahra
Dan pada akhirnya syakira membeli 2 novel dan 1
buku rumus matematika, sementara Zahra hanya
membeli sebuah buku ipa.
Esoknya, syakirah bangun lebih pagi,la pun
memandang celengannya. rencanya, syakirah ingin
membelikan novel yang Zahra ingin beli.
Syakirah pun langsung memecahkan
celengannya,dan ia pun menghitung, ternyata
jumlahnya dua ratus ribu rupiah.
"cukup banyak ya" syakirah senang. Yup,setelah
syakirah menabung selama satu bulan ia dapat
mengumpulkan uang Rp.250.000
Siangnya,syakirah pun langsung membeli novel
yang Zahra inginkan.tapi ia membeli 2 buku,satu
untuk Zahra dan 1 untuk dia.
"Zahra,besok ketemuan yuk"kata syakirah
"emang kenapa?" Tanya Zahra.
"engga apa-apa,Cuma mau ketemu kamu" jawab
syakirah
"ya udah deh,kita ketemuan di taman aja ya.." kata
Zahra
9
10
"ok-ok"
Besoknya mereka pun ketemuan di taman,Zahra
pun sampai duluan daripada syakirah.
"wah.. itu Zahra,aku kejutin aja aaa"kata syakira
"Ba......"
"astarghfirullah"zahra terkejut
"hahahahaha"syakira ketawa
"zahra, ini untuk kamu" kata syakira sambil
memberikan buku yang ingin dibeli Zahra.
"beneran ni???"
"iyaa,ini untuk kamu"
"wahh.. makasih banyak syakira...."
"sama-sama Zahra"
Ya,inilah sahabat saling melengkapi.
10
11
BAB 2
Konflik Persahabatan
Keesokan harinya, Seperti biasa di hari sekolah
aku selalu bangun pukul 05.00 lalu mandi. Aku
harus bangun cepat setiap paginya agar tidak
datang terlambat ke sekolah, karena aku harus
berbagi kamar mandi dengan temanku dan juga
merapikan kamar seperti anak anak asrama yang
lainnya. Setelah mempersiapkan diri aku langsung
menuju ke tempat makan lalu pergi ke kelas.
Pastinya di kelas aku akan bertemu temanku dan
keempat sahabatku.
"Selamat pagi princess!" sapa Via saat aku baru
masuk ke kelas.
"Pagi juga zahra" membalas sapaan dari Via
Aku duduk di bangku yang berdekatan dengan
keempat sahabatku seperti biasanya. Setiap pagi
11
12
sebelum kelas dimulai kami berempat selalu
berkumpul dan bercerita. Hari inikelas dimulai
dengan pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu guru
menyuruh kami untuk membuat kelompok sendiri
lalu berdiskusi tentang tugas membuat mind map
yang diberikan. Pastinyal aku sekelompok dengan
mereka berempat. "Yuk mulai diskusinya!" kataku.
"Bagaimana kalau kita buat seperti ini saja" farah
memberikan saran.
"Kita buat ini saja biar mudah di pahami" Aurel
memberikan sarannya juga.
"Pakai saranku aja biar lebih menarik" farah
bersikeras.
"Kita gabungin aja semua ide kita biar adil" ucapku.
"Pokoknya aku cuma mau pakai ideku sendiri, ide
kalian semua tidak ada yang bagus" ucap Farah
marah.
"Ya sudah, kita pakai ide kamu tapi kalau nilai kita
sampai jelek kamu yang tanggung jawab" syakira
mulai kesal dengan tingkah Farah.
"Yah tidak boleh begitu, ini kan kerja kelompok jadi
semuanya harus bisa menerima hasilnya" Farah
membantah.
"Terserah kamu lah Farah" Aku pun ikut kesal.
12
13
Beberapa menit kemudian jam pelajaran pun
selesai dan Ibu guru meminta kami untuk
mengumpulkan tugas yang tadi di berikan. Kami
pun mengumpulkan tugas yang telah kami
selesaikan menggunakan ide Farah tersebut,
walaupun tidak terlalu puas dengan hasil kerja
tersebut namun kami tetap mencoba menerimanya.
Kejadian tadi meninggalkan sedikit rasa kesal
kepada Farah tapi mereka semua mencoba sabar
untuk menerimanya.
Sepulang sekolah kami semua kembali ke asrama
dan ke kamar masing masing. Setibanya di kamar
aku langsung menaruh tasku dan mengganti
bajuku, aku merasa sangat lapar dan juga sangat
lelah setelah memperhatikan semua materi dan
mengerjakan semua latihan soal di kelas tadi, lalu
aku memilih tidur terlebih dahulu untuk
menghilangkan rasa lelahku. Setelah tidur kira kira
hampir satu jam aku tiba tiba terbangun mugkin
karena aku kelaparan. Akupun langsung bergegas
ingin mengambil makananku, tapi aku tidak berhasil
menemukannya.
Makanan aku dimana ya? Kemarin aku simpan
disini."
"Tadi aku yang ambil" Aurel tiba tiba menyahut.
13
14
"Dimana sekarang? Kenapa kamu tidak bilang
dulu?" Tanyaku.
"Sudah habis, soalnya tadi aku sudah kelaparan "
Jawabnya dengan santai.
"Loh, sudah kamu habiskan? Aku juga kelaparan
ini, harusnya kamu bilang dulu kalau mau ambil
makanan orang! "ucapku kesal
Ya sudah lah, itu sudah terjadi. " ucapnya dengan
nada yang tak merasa bersalah sama sekali.
"Lain kali tau dirilah Rel! " Aku langsung
meninggalkannya dengan rasa kesal.
Setelah rasa kesalku mulai berkurang, aku lalu
pergi keluar untuk membeli makanan ditemani oleh
Syakira. Kebetulan sekali Syakira juga sedang ingin
membeli makanan. Akhirnya kami pergi berdua, di
tengah perjalanan aku baru tersadar bahwa Syakira
menggunakan bawahan yang semestinya tidak
boleh digunakan saat keluar asrama. Aku pun lalu
menegurnya.
"Syakira, kita kan tidak boleh pakai bawahan
seperti itu keluar dari asrama"
Tidak apa apa, cuma sekali sekali"ucap Syakira
santai
14
15
"Itu tidak boleh Ra, ayo kita kembali ke asrama
terus kamu ganti celanamu!"
"Tidak, Aku tidak mau, kamu saja yang kembali aku
tidak mau! Kalau kamu tidak mau pergi sama aku,
aku pergi sendiri saja! Kembali saja sana!" Syakira
meluapkan kemarahannya kepadaku.
Akhirnya syakira pergi membeli makanan lebih
dahulu. Kami tidak jadi pergi bersama karena
kejadian tadi. Aku tidak kembali ke asrama, aku
tetap pergi membeli makanan yang aku inginkan
karena aku sudah merasa kelaparan sejak tadi.
Aku mencoba mebiarkan saja Syakira yang sedang
marah karena aku tidak merasa bersalah, aku
hanya mengingatkan bahwa yang dia lakukan itu
salah walaupun pada akhirnya dia semakin marah
kepadaku.
Setelah membeli makanan aku pun kembali ke
asrama. Namun, aku tidak langsung kembali ke
kamar melainkan ke kamar Via. Sekarang tinggal
Via yang bisa diajak untuk mengobrol karena yang
lain sedang ada masalah sendiri sendiri. Kami
akhirnya saling berbagi cerita di kamar Via.
"Via, aku mau cerita "
'Cerita apa? "ucap Via
15
16
Akhirnya aku pun menceritakan semua kejadian
yang terjadi.
"Via, kenapa mereka semua seperti itu yah?"
Seperti itu bagaimana?"
"Mereka semua sensitif cuma gara gara hal kecil
seperti itu"ucapku
"Mungkin mereka lagi pusing sama tugas " Via
mencoba membantahku.
"Tapi itu sudah sering terjadi " Aku kembali
melanjutkan topik.
'Sebenarnya aku juga merasakan seperti yang
kamu rasakan mil" Lisa mulai mengakui.
"Mungkin kita harus meminta maaf atau
mengatakan apa yang kita rasakan secara
langsung kepada mereka"ucapku
"Tenang saja, nanti mereka akan kembali seperti
biasa lagi, tapi mungkin akan butuh waktu" via
mencoba menenangkanku
"Baiklah, kita tunggu saja apa yang akan terjadi
selanjutnya"ucapku yang langsung kembali ke
kamarku sendiri.
Esok harinya di kelas, baru kali ini kami duduk
saling berjauhan. Mungkin karena masalah
16
17
masalah yang terjadi kemarin. Hari ini kami tidak
melakukan kebiasaan kami dikelas yang biasanya
kami lakukan seperti hari hari yang lalu. Saat ini
kelas terasa sepi tanpa suara tawa dan teriakan
dari kami berempat. Tapi itu tidak mengapa, agar
mereka bertiga merasakan bagaimana rasanya
tidak memiliki teman, bagaimana rasanya sendirian
dan kesepian akibat perilaku mereka sendiri. Agar
mereka tau apa akibat dari sifat egois, mau
menang sendiri, tidak tahu diri, dan tidak mau
mendengarkan orang lain yang mereka lakukan
selama ini. Saat saat ini akan menjadi pelajaran
untuk mereka agar tidak mengulangi lagi hal hal
seperti itu dan agar mereka mau berusaha
memperbaiki diri mereka menjadi lebih baik dari
sebelumnya.
Saat jam istirahat,
"Milly, Syakira, Via, dan Aurel aku mau minta maaf
karena kemarin aku sudah egois dan membesar
besarkan masalah yang ada" Lisa meminta maaf.
"Milly aku juga mau minta maaf karena kemarin aku
sudah mengambil makananmu tanpa izin dan
karena aku sudah membuatmu kesal." Sahut Aurel
dengan raut muka bersalah.
17
18
"Aku juga mau minta maaf Mil karena tidak mau
mendengarkanmu kemarin" Syakira ikut meminta
maaf.
Iya, tidak apa apa tapi jangan. pernah melakukan
hal seperti itu lagi yah, kalian kan sudah merasakan
bagaimana rasanya sendirian dan
kesepian."Jawabku dengan penuh kegembiraan.
"Jangan sedih sedihan lagi, ayo kita makan
bersama sama" ucap Syakira mengajak.
Ayooo" Jawab kami berempat secara bersamaan.
Akhirnya, mereka semua mulai menyadari
kesalahan mereka masing masing dan mereka
mulai memperbaiki diri mereka sedikit demi sedikit.
Mereka mulai tahu bahwa selama ini sifat yang
mereka terapkan itu tidaklah baik dan sekarang
mereka sudah mencoba untuk merubahnya agar
mereka bisa berbagi kebahagiaan lagi tanpa
adanya sifat egois dalam diri mereka semua.
Dengan adanya konflik akan membuat
persahabatan menjadi lebih erat dari yang kemarin-
kemarin.
18
19
BAB 3
Perpisahan
(Beberapa bulan kemudian), mendapat kabar
mnyedihkan, karena sahabatnya Syakira Ingin
pindah.
"hei, kamu kemana saja? Daritadi aku nungguin"
Tanya sahabatku yang bernama syakira
19
20
"tadi aku makan siang dulu" jawabku sambil
menahan perut yang penuh dengan makan siang
"ooohhh ya sudah, ayo kita lanjutkan mainnya"
sahut syakira.
Tidak lama saat aku & syakira sedang asyik
bermain congklak, Rafly adiknya syakira datang
menghampiri kami berdua.
"kak, aku mau ngomong sama kakak" kata Rafly
"ngomong apa?" sahut Syakira penasaran
"kata bapak, sebentar lagi kita pindahan" jawab
Rafly
"hah? Pindahan? kemana?" tanyaku memotong
pembicaraan mereka
"ke Bengkulu" jawab Rafly dengan singkatnya
"ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat
makan siang dulu" ajak Rafly ke Syakira
"iya deh.. ehm.. milly, aku pulang dulu
ya aku mau makan siang" ujar Syakira
"eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu"
sahutku tidak mau kalah.
20
21
Sesampainya dirumah aku langsung masuk
kedalam kamar & entah kenapa perkataan Rafly
yang belum pasti tersebut, terlintas kembali ke
pikiranku.
"Andai perkataan tersebut benar, tidak terbayang
bagaimana perasaanku nanti" ucapku pada cermin
yang menatapku datar
"sudahlah daripada aku memikirkan yang belum
pasti lebih baik aku mendengarkan musik saja"
ucapku kembali sambil beranjak mengambil HPku.
Tidak lama kemudian aku mendengar sebuah
pembicaraan, yang aku tau suaranya sudah tidak
asing lagi bagiku yaitu orang tuaku & orang tua
Syakira sahabatku. Aku mencoba mendekati pintu
kamar untuk mendengarkan pembicaraan itu. Tidak
lama tanganku keringat dingin, aku sudah
mendapatkan inti pembicaraan ternyata benar apa
yang dikatidakan Rafly pada Syakira tadi siang
bahwa mereka akan pindah kurang lebih sebulan
lagi.
Lemas sudah tubuhku setelah mendengar kabar
itu, tiba-tiba ibu mengetuk kamarku &
mengagetkanku yang sedang bingung itu
"Milly, kamu mengunci pintu kamarmu ya" Tanya
ibu sambil mencoba membuka pintu
21
22
"enggak kok" jawabku dengan lemasnya
"kamu kenapa.. ayoo buka kamarmu!!" teriak ibu
"iya.. sebentar" sahutku sambil membuka pintu.
"ngapain kamu mengunci kamar?" Tanya ibu.
"gak papa kok bu... tadi aku memang lg duduk
didepan pintu" jawabku sambil menoleh keruang
tamu yang berhadapan dengan kamar tidurku.
"ya sudah, tadi orang tuanya syakira bilang kalau
mereka ingin pindah bulan depan"
"iya, aku sudah tau" sahutku kembali
ke tempat tidurku.
"oh kamu tidak sedih kan?" Tanya ibu yang
menghampiriku.
" tidak kujawab pertanyaan ibu.
"hm.. sudahlah tidak usah dibahas dulu.. sana tidur
siang dulu biar nanti malam bisa mengerjakan PR"
ujar ibu sembari mengelus elus rambutku.
"iya..." jawabku singkat.
Esoknya tepat dihari Minggu, matahari pagi
menyambutku. Suara ayam berkokok dan jam
beker menjadi satu. Tetapi, aku tetap saja masih
22
23
ingin ditempat tidur. Sampai-sampai ibuku.
memaksaku untuk tidak bermalas malasan.
"Milly, ayoo bangun.. perempuan gak baik bangun
kesiangan" ujar ibu sambil melipat selimutku.
"sebentar dulu lah.. aku masih ngantuk" sahutku
sambil menarik selimut ditangan ibu. "itu ada
syakira mau ngajak kamu main.. ayoo bangun!!"
ujar ibu kembalisambil mengeleng gelengkan
kepala.
"oh oke oke" sahutku semangat karena ingat
bahwa syakira akan pindah sebulan lagi.
Lalu, aku langsung beranjak dan segera lari keluar
kamar tidur untuk mandi & sarapan. Setelah itu
syakira tiba-tiba menghampiri rumahku
"Assalamualaikum, milly!!" panggil syakira dari
depan rumah.
"walaikumsallam, iya!!" sahut ibuku yang beranjak
keluar rumah.
"oh ibunya milly, ada milly nya gak?" Tanya syakira.
"Milly nya lagi sarapan, sebentar ya tunggu dulu
aja. Sini masuk" jawab ibuku.
"iya, terimakasih" sahut Syakira.
23
24
Ketika aku sedang asyik asyiknya sarapan, syakira
mengagetkanku.
"Milly, makan terus kamu ini" ujar Syakira sambil
tertawa.
"yee, ngagetin aja kamu ini. Aku laper tau" sahutku
sambil melanjutkan sarapan.
"kok gak bagi-bagi aku sih" Tanya Syakira sambil
menyengir.
"kamu mau, nih aku ambilin ya" jawabku sambil
mengambil piring.
"hahaha.. tidak, aku sudah makan, kamu saja sana
gendut" sahut Syakira sambil tertawa terbahak
bahak.
"ya sudah" jawabku kembali sambil membuang
muka.
Tidak berapa lama kemudian, sarapanku habis lalu
Syakira mengajakku bermain games.
"sudah kan, ayoo main sekarang" ajak Syakira
semangat.
"aduh, sebentar dong. Aku baru selesai makan"
sahutku lemas karena
24
25
kebanyakan makan. "ah ayolah, makanya jangan
makan banyak-banyak. Kalau gitu kapan mau
dietnya" ujar Milly menyindirku.
"ya sudah ya sudah.. ayoo mau main apa?" ajakku
masih malas.
"Slither yuk" jawab milly
"hah, okedeh" sahutku sambil menyalakan laptop
milik ayah.
Kemudian, aku dan syakira bermain games
kesukaan kami berdua. Kami bermain bergantian,
sebesaran skor. tidak berapa lama ibunya
memanggilnya untuk pulang.
"Assalamualaikum, ada Syakira nya gak?"
Tanya ibunya milly sambil tersenyum denganku.
"ada-ada.. Syakira! ibumu mencarimu" katidaku
kepada Syakira yang sedang asyik bermain.
"iya.. sebentar lagi, emangnya
kenapa?" Tanya Syakira."aku tidak tau, sana kamu
pulang dulu. Kasian ibumu" ujarku sambil
mematikan permainan.
"huh... iya iya" sahut Syakira beranjak pulang
kerumahnya
25
26
Tidak berapa lama, Syakira mengagetkanku saat
aku sedang asyik melanjutkan permainan yang
sedang aku mainkan.
"Milly!!" panggil Karin sambil menepuk pundakku.
"Apa??" jawabku kaget.
"aku pengen bilang sesuatu nih, pause dulu
mainannya" ujar Syakira.
"iya!!" jawabku agak kesal.
"jadi gini.. dengarkan ya... ternyata aku akan
pindah 3 hari lagi" cerita Syakira.
"hah? Kok dipercepat??" sahutku memotong
pembicaraan Syakira.
"aku juga tidak tau, kamu sudah memotong
pembicaraanku saja. Sudah ya aku harus pulang
nih.. bye!" ujar Syakira beranjak keluar rumah.
"tunggu!! Kamu serius??" tanyaku dengan penuh
ketidak percayaan.
"serius.. dua rius malahan" jawab Syakira sambil
memakai sandal.
"oh ok.. bye!!" sahutku kembali.
Setelah Syakira pulang kerumahnya, aku. langsung
lari masuk kedalam kamar & mengunci diri. Aku
26
27
tidak tau apa yang harus kulakukan sedangkan
sahabatku sendiri ingin pindahan. Terlintas
dipikiranku untuk memberikan Syakira sahabatku
sebuah kado yang mungkin isinya bisa membuat
Syakira mengingat persahabatan antara kami
selamanya walaupun sampai akhir hayat nanti. kita
tidak akan dipertemukan lagi. Ku ambil buku diary
& kutuliskan cerita-cerita persahabatanku dengan
Syakira. Tidak lama kemudian, terpikirkan suatu
hadiah yang akan kukasih dihari dia pindahan
nanti. lalu, aku ambil uang simpanan yang
kusimpan didompetku & ku pikir-pikir uangnya
cukup untuk membelikan hadiah untuk Syakira.
Besoknya sehabis pulang sekolah, aku langsung
berlari ke toko sepatu dekat rumahku. Ku lihat-lihat
sepatu yang cukup menarik perhatianku, tiba-tiba
ada seorang bapak-bapak yang menghampiriku.
"hai nak, kamu mencari sepatu apa?" Tanya
seorang bapak yang menurutku adalah pemilik toko
sepatu tersebut.
"L..iya pak, maaf ada sepatu warna pink tidak?"
tanyaku sambil celingak celinguk kesegala rak
sepatu. "oh, ada kok banyak.. untuk apa?
bukannya kamu udah beli kemarin"
Tanya pemilik sepatu itu sambil tertawa melihatku
yang masih polos.
27
28
"bukan untukku pak, tapi untuk sahabatku" jawabku
dengan polosnya.
"teman yang baik ya, memangnya temanmu mau
ulang tahun?" Tanya
pemilik toko itu. "Entah kapan pemilik toko itu
berhenti. bertanyaku."ucapku dalam hati
"iya" jawabku berbohong karena tidak mau ditanya-
tanya lagi.
"ok, sebentar ya. Bapak ambilkan dulu sepatu yang
bagus untuk sahabatmu" ujar pemilik toko sepatu
itu sambil berjalan ke sebuah rak sepatu.
"sip, pak" sahutku
Tidak lama, si pemilik toko sepatu itu kembali
sambil membawa sepasang sepatu futsal.
"ini nak!!" kata pemilik toko sepatu itu.
"wah bagus sekali, berapa pak harganya?" tanyaku
sambil melihat lihat sepatu yang dibawa oleh si
pemilik toko itu.
"bapak kasih murah nak untukmu.. ini aslinya Rp.
60.000 jadi kamu bayar Rp.20.000 saja nak" jawab
si pemilik toko itu sambil tersenyum.
"terima kasih banyak pak, ini uangnya" sahutku.
28
29
"iya nak, sama-sama" ujar sipemilik toko tersebut.
Setelah itu, aku kembali kerumah & mulai
membungkus kado untuk Syakira. Mungkin ini
hadiahya tidak seberapa, kutuliskan juga surat
untuk Milly. Malamnya aku masih memikirkan
betapa sedihnya perasaanku nanti jika sahabatku
pindah pasti tidak bisa bermain bersama lagi
seketika air matidaku menetes & tiba-tiba ibu
mengetuk pintuku
"Milly, ayo kerjakan dulu PRmu nanti kemalaman"
ujar Ibu dari depan pintu kamar tidurku.
"i..iya" sahutku sambil mengelap tetesan air mata
yang membasahi buku yang sedang aku baca.
Saat itu pikiranku masih campur aduk entah harus
senang, sedih atau apa.
Aku tidak bisa konsen mengerjakan PR malam itu.
Besoknya disekolah, aku sering bengong sendiri
sampai-sampai guruku bertanya kenapa aku
seperti itu. Ku jawab saja dengan jawaban yang
sangat singkat karena aku sedang memikirkan
bahwa besok lah dimana aku akan berpisah
dengan sahabatku sendiri. Sepulang sekolah, aku
langsung berlari memasuki kamar lagi, mengurung
diri hingga malam. Tiba-tiba ada yang mengetuk
pintu rumahku & kuintip lewat jendela kamar. Tidak
29
30
lama kemudian juga Ibu memanggilku untuk keluar
kamar sebentar.
"Milly, ayoo keluar sebentar. Ada Syakira nih" ajak
ibu sambil membuka pintu kamarku.
"iya..." jawabku beranjak keluar kamar.
"nah kamu sudah disini, jadi begini besok kan
Syakira mau pindah, ayoo berpamitan dulu “ujar
ibuku”
"Milly!!" peluk ibunya Syakira kepadaku. maafin
tante sama Syakira beserta keluarga ya jika punya
salah sama kamu, ini tante ada sesuatu buat kamu"
kata ibunya Syakira sambil memberiku sekotidak
coklat.
"i.....iya" sahutku tidak bisa menahan perasaan &
sejenak kuingat bahwa aku juga punya hadiah
untuk Syakira.
"Syakira, ini ada hadiah buat kamu. Terima ya"
ujarku mulai menangis.
"iya. Milly jangan nangis dong" jawab Syakira.
"aku...." sahutku semakin sedih.
"sudah kamu tidak usah sedih nanti suatu saat
kalian bisa ketemu kembali kok, ibu yakin" kata ibu
sambil menghapus air mata aku.
30
31
"ya udah, Milly jangan nangis ya... oh iya ini tante
kasih nomor telpon Tante biar nanti kalau Milly
kangen sama Syakira bisa sms atau telepon ya"
ujar ibunya Syakira sambil menghapus air matanya
pula yang hendak menetes.
"iya.." jawabku sambil masih menangis.
Malam pun tiba, Syakira dan keluarganya pun
berpamit & harus segera pulang. Aku pun kembali
ke tempat tidur & mulai menangis. Ku gigit bantal
yang ada didekatku tidak tahan aku melihat hal
tadi.
Esoknya, tepat dipagi hari. Suara mobil kijang
mengagetkanku & bergegas aku keluar. Ku lihat
Syakira & keluarganya sudah bersiap-siap untuk
berangkat, tubuhku mulai lemas ibu pun
mengagetkanku untuk segera bersiap siap sekolah.
Sebenarnya aku ingin tidak sekolah dulu hari itu
tapi bagaimana juga pendidikan yang utama. Aku
bergegas kesekolah tapi sebelum itu, aku
berpamitan dengan Syakira lagi.
"Syakira!!" panggilku dari jauh.
"Milly!!" jawabnya sambil mendekatiku.
"jaga dirimu baik baik disana ya kawan, semoga
banyak teman-teman barumu disana & jangan
lupakan aku" ujarku mulai meneteskan air mata.
31
32
"iya, kamu tenang. Kalau kamu sedih aku juga
sedih dan selama diperjalanan nanti aku tidak akan
nyaman" sahutnya sambil memberiku tisu.
"iya... terima kasih" jawabku kembali sambil
menghapus airmata dengan tisu yang diberikan
oleh Syakira.
"oh iya Milly, thanks ya buat kadonya itu bagus
banget... aku juga udah baca suratnya... terima
kasih banyak ya... akan kujaga terus kado mu" ujar
Syakira menatapku.
"iya.. sama-sama karena mungkin itu kado
terakhirku untukmu kawan" sahutku sambil
tersenyum dan tidak menunjukkan kesedihan lagi.
"kamu memang sahabat terbaikku selamanya"
kata-kata terakhir Syakira yang ia ucapkan
kepadaku.
Disitulah aku berpisah & disitulah aku harus
menempuh hidup baru, dan juga mengerti makna
dari sebuah persahabatan tanpa menilai
kekurangan seorang sahabat.
32
33
PENUTUP
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai cerita
pendek berjudul “Sahabat”. Penulis sadar cerita ini masih
kurang sempurna. Maka dari itu penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak serta bimbingan yang
lebih membimbing lagi.
Cerpen ini , penulis tulis atas dasar penulis alami, jika ada
kekuranga dan kelemahan dalam cerita pendek ini,
penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis
berharap dengan diterbitkannya cerita ini, dapat
menghibur dan mengesankan para pembaca.
33
34
BIOGRAFI
Penulis bernama Wanda Fauziah ,penulis lahir
pada tanggal 26 Desember 2006, penulis tinggal di
JL. Langgar II, RT 04/RW 08 NO.50, kelurahan
Lubang Buaya, Kec. Cipayung. Penulis tinggal
bersama keluarganya. Penulis pertama kali masuk
sekolah pada tahun 2012 di sekolah Dasar (SD)
melanjutkan sekolah (SMP) Negeri 259 Jakarta
Kec.Cipayung, Kemudian lulus pada tahun 2022.
Setelah itu penulis melanjutkan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 66 jurusan Usaha Layanan
Wisata, penulis sekarang duduk di semester 1.
34
35
35