The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KONSEP DASAR MANAJEMEN PAUD,
FUNGSI MANAJEMEN PAUD,
MANAJEMEN KURIKULUM PAUD, DAN
MANAJEMEN BERBASIS AKREDITASI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zuhriyatulfadilah355, 2021-07-18 21:40:19

MANAJEMEN PEMBELAJARAN AUD

KONSEP DASAR MANAJEMEN PAUD,
FUNGSI MANAJEMEN PAUD,
MANAJEMEN KURIKULUM PAUD, DAN
MANAJEMEN BERBASIS AKREDITASI

Keywords: MPA

Zuhriyatul Fadilah

17. a pg paud

E-book

MANAJEMEN PEMBELAJARAN AUD

KONSEP DASAR MANAJEMEN PAUD

Pengertian Manajemen Paud

Kata manajemen berasal dari bahasa inggris management (kata
dasarnya manage = mengelola), jadi manajemen memiliki arti pengelolaan,
pengarahan, pengaturan yang ada di dalam sebuah lembaga. Kata Manajemen
juga berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni
melaksanakan dan mengatur."Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa
Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutama dalam
konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang
berarti "tangan". Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris
menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Secara umum, manajemen PAUD adalah upaya yang dilakukan untuk
memberikan pendidikan kepada anak usia dini secara efektif dan efisien
sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi meningkat. Pada
umumnya, anak-anak yang termasuk dalam usia dini adalah anak yang berusia
dibawah 6 tahun. Pendidikan tersebut biasanya akan diberikan sebelum anak
masuk ke Sekolah Dasar (SD) yang berusia 3-6 tahun. Pendidikan PAUD
yang dapat kita temui sehari-hari adalah taman kanak-kanak, Tempat
Penitipan Anak (TPA), kelompok bermain dan lain sebagainya.

Pengertian Lawrence A. Appley
Manajemen
Menurut Ahli Menurut Lawrence A.
Appley, pengertian manajemen
George Robert Terry adalah suatu tindakan atau keahlian
seseorang, organisasi atau kelompok
Menurut George Robert yang dapat menggerakkan orang lain
Terry, pengertian manajemen adalah agar mau melakukan sesuatu.
suatu proses khas berupa beberapa
tindakan yaitu perencanaan, Ricky W. Griffin
pengorganisasian, menggerakkan,
dan pengawasan. Dengan Menurut Ricky W. Griffin
memanfaatkan semua sumber daya pengertian manajemen adalah suatu
yang ada berusaha mencapai target. proses perencanaan, koordinasi,
organisasi, dan kontrol semua
sumber daya dengan cara efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan.

Hilman Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

Menurut Hilman, pengertian Menurut Dr. Bennett N.B
manajemen adalah suatu fungsi Silalahi, M.A, pengertian
dalam mencapai target/tujuan dengan manajemen merupakan suatu ilmu
perantara kegiatan dari orang lain. perilaku dari sisi sosial eksak bukan
manajemen juga menurut hilman dari tanggungjawab keselamatan
merupakan tindakan pengawasan serta kesehatan kerja baik dari sisi
usaha-usaha setiap individu dalam perencanaannya.
upaya mencapai tujuan yang sama.

James A. F. Stoner

Menurut James A. F. Stoner, pengertian
manajemen adalah sebuah proses
perencaan, pengorganisasian, leadership,
serta pengendalian upaya dari anggota
organisasi untuk mencapai tujuan bersama
organisasi dengan memanfaatkan sumber
daya yang ada.

Unsur–Unsur
Manajemen Paud

Perencanaan Pengorganisasian

Perencanaan dalam penyelenggaraan Selain perencanaan yang matang,
pendidikan anak usia dini sudah hal yang tidak kalah penting dalam
dituangkan ke dalam visi misi keberhasilan program paud adalah
lembaga, dan strategi untuk mencapai pengorganisasian. Bagilah tugas
tujuannya. Usahakan dalam membuat secara profesional sesuai dengan
perencanaan dilengkapi dengan tabel kemampuan yang dimiliki masing-
penjadwalan (time schedule) kapan masing sumber daya individu yang
program mulai dan selesai. ada. Dengan adanya manajemen
Perencanaan ini akan membuat paud, pengorganisasian akan dapat
program berjalan matang dan tepat dilakukan dengan mudah karena
waktu. komponen paud yang di dalamnya
terdapat sumber daya dapat bekerja
bersama-sama membentuk sebuah
sistem untuk mencapai tujuan
tertentu.

Kepemimpinan

Seorang pengelola paud tidak boleh Pengawasan
disibukkan dengan perkerjaan
intern lembaga yang dipimpinyya. Dengan adanya manajemen paud
Ia harus melihat keluar mencari ide pengawasan akan menjadi lebih mudah
dan inspirasi baru agar paud yang karena pengelola paud akan membagi
dipimpinnya bisa maju. Pengelola pekerjaan terhadap individu-individu
paud juga harus mengajar di kelas yang terlibat guna mencapai tujuan.
dan tentu jam mengajarnya tidak Sebuah rencana program harus diawasi
sebanyak guru-guru lain karena ia / dikontrol / di supervisi yang
juga harus tahu kondisi lapangan tujuannya bukan untuk menilai baik
dengan instansi yang dipimpinnya atau buruk akan tetapi seorang kepala
sehingga ia mengetahui persis sekolah harus memberikan motivasi,
program yang bagaimana yang arahan, dalam lebih mengoptimalkan
seharusnya dilaksanakan. lagi hasil kerja yang dicapai para
individu.

Komitmen dan Ketegasan

Komitmen ditujukan kepada
kesanggupan kepala sekolah dalam

memajukan lembaganya. Guru,
staf administrasi anak didik, orang

tua, dan lingkungan masyarakat
harus turut mendukungnya.

Profesionalisme Komunikasi dan Koordinasi

Profesionalitas berkaitan dengan Dalam sebuah lembaga paud pasti
kedisiplinan menjalankan lembaga melibatkan banyak komponen
sesuai dengan standar prosedur yang sumber daya manusia, tugas
berlaku. Lembaga paud yang pengelola paud (kepala sekolah)
dikelola dengan profesional akan adalah mengkomunikasikan dan
lebih unggul dan tampak lebih rapi, mengkoordinasikan program yang
disiplin, teratur, dan jelas dalam sedang berjalan sehingga program
melaksanakan program. terlaksana sesuai harapan dengan
hasil yang efektif dan efisien.

Kompetisi

Seorang kepala sekolah yang baik harus
membebaskan guru-guru dalam
mendidik anak-anak tanpa campur tangan
yang dapat mengganggu seorang guru
dalam menjalankan tugasnya. Caranya
adalah dengan memberikan reward
(hadiah) dan punishment (hukuman)
guna menciptakan iklim kompetisi yang
sehat.

Tujuan dan Manfaat
Manajemen Paud

Manajemen paud bertujuan untuk merealisasikan
tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Kunci keberhasilan manajemen sekolah paud dilihat
dari dua hal tersebut, berikut penjelasannya :

1. Efektif
Efektif dalam manajemen paud dapat

diartikan sebagai indikasi terlaksananya
semua program paud secara tepat serta
melibatkan seluruh komponen lembaga paud
tersebut.
2. Efisien

Efisien berkaitan dengan efisiensi atau
penghematan yaitu program paud terlaksana
dengan sumber daya seminimal mungkin.
Dalam prakteknya secara nyata di sekolah,
manajemen paud yang efektif dan efisien
tidak mudah diimplementasikan secara
operasional, sebab pengertian efektif dan
efisien ini terlalu akademis dan agak sulit
dijabarkan ke dalam kongkret.

Inti efektif dan efisien dalam manajemen
paud sering dikaitkan dengan pengambilan
cara atau keputusan yang tepat dan
pemberdayaan seluruh komponen paud yang
ada untuk mencapai tujuan semaksimal
mungkin.

FUNGSI MANAJEMEN PAUD

Dari perbandingan beberapa

fungsi-fungsi manajemen di atas,

dapat dipahami bahwa semua

manajemen diawali dengan

perencanaan (planning) karena

perencanaan yang akan menetukan

Fungsi-fungsi manajemen adalah tindakan apa yang harus dilakukan
elemen-elemen dasar yang selalu ada dan
melekat di dalam proses manajemen yang selanjutnya. Setelah perencanaan
akan diajukan acuan oleh manajer dalam
melaksanakan kegiatang untuk mencapai adalah pengorganisasian
tujuan. Namun terdapat perbedaan
pandangan mengenai fungsi-fungsi oleh (organizing). Hampir semua ahli
beberapa ahli. Menurut George R. Terry
(Hasibuan, fungsi-fungsi manajemen,2009 menetapkan pengorganisasian
:38) fungsi-fungsi manajemen meliputi
perencanaan (planning), pengorganisasian diposisi kedua setelah perencanaan.
(organizing), pengarahan (actuating),
pengendalian ( cotroling). Pengorganisasian merupakan

pembagian kerja yang sangat

berkaitan dengan fungsi perencanaan

karena pengorganisasian pun harus

direncanakan. Yang ketiga adalah

pelaksanaan dan yang terakhir yaitu

kepemimpinan ke empat fungsi

manajemen ini saling berkaitan satu

sama lain dalam melaksanakan suatu

manajemen PAUD.

A. Fungsi Perencanaan B. Fungsi Pengorganisasian
Manajemen (Planning) Manajemen (Organizing)

Perencanaan (planning adalah fungsi Fungsi pengorganisasian dalam
dasar (fundamental) manajemen karena
pengorganisasian, pelaksanaan dan bahasa inggrisnya organizing berasal
kepemimpinan pun harus terlebih dahulu
direncanakan. Perencanaan ini dinamis dari kata organize yang berarti
artinya dapat dirubah sewaktu-waktu
sesuai dengan kondisi saat itu. menciptakan struktur dengan bagian-
Perencanaan ini ditunjukan pada masa
depan yang penuh dengan ketidakpastian, bagian yang diintegrasikan sedemikian
karena adanya perubahan kondisi dan
situasi, sedangkan hal dari perencanaan rupa, sehingga hubunganya satu sama
akan diketahui pada masa depan.
lain terkait oleh hubungan terhadap

keseluruhanya. Pengorganisasian tentu

berbeda dengan organisasi.

Pengorganisasian merupakan fungsi

manajemen dan suatu proses yang

dinamis, sedangkan organisasi

merupakan alat atau wadah yang statis.

Pengorganisasian dapat diartikan

penentuan pekerjaan-pekerjaan yang

C. Fungsi Pelaksanaan harus dilakukan, pengelompokan tugas-
Manajemen (Actuating)
tugas dan pemebagian pekerjaan kepada

setiap kariyawan, penetapan

Dari seluruh rangkaian proses departemen-departemen (subsistem)

manajemen, pelaksanaan (actuating) dan penetuan hubungan-hubungan.

merupakan fungsi manajemen yang paling

utama. Dalam fungsi perencanaan dan

pengorganisasian lebih banyak

berhubungan dengan aspek-aspek abstrak D. Fungsi Pengawasan Manajemen

proses manajemen, sedangkan fungsi (controlling)

actuating justru lebih menekankan pada Pengawasan (controlling) merupakan fungsi
manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu
kegiatan yang berhubungan langsung organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif
tanpa disertai fungsi pengawasan. Robert J. Mocker
dengan orang-orang dalam organisasi. sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko
(1995), mengemukakan definisi pengawasan yang di
Dalam hal ini, George R. Terry dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan,
(1986) mengemukakan bahwa actuating bahwa: “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha
merupakan usaha menggerakkan anggota- sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan
anggota kelompok sedemikian rupa hingga dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem
mereka berkeinginan dan berusaha untuk informasi umpan balik, membandingkan kegiatan
mencapai sasaran perusahaan dan sasaran nyata dengan standar yang telah ditetapkan
anggotaanggota perusahaan tersebut oleh sebelumnya, menentukan dan mengukur
karena para anggota itu juga ingin penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil
mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dari tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin
pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan
tidak lain merupakan upaya untuk dengan cara paling efektif dan efisien dalam
menjadikan perencanaan menjadi pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”
kenyataan, dengan melalui berbagai
pengarahan dan pemotivasian agar setiap
karyawan dapat melaksanakan kegiatan
secara optimal sesuai dengan peran, tugas
dan tanggung jawabnya.

MANAJEMEN KURIKULUM PAUD

Sejarah Kurikulum PAUD Di indonesia
Kurikulum dalam dunia PAUD dapat diartikan seperangkat bahan ajar
mencangkup tujuan, isi dan bahan belajar, khususnya pada siswa usia dini (0-6 tahun)
untuk mencapai tumbuh kembang secara optimal. Perkembangan kurikulum PAUD
di Indonesia ini berawal pada tahun 1964 hingga sekarang. Pada tahun 1964
kurikulum untuk PAUD lebih dikenal dengan rencana pendidikan yang mana
menerapkan system pendidikan Pancawardhana yaitu siswa diarahkan pada
perkembangan menjadi manusia Pancasila yang bertanggung jawab sehingga
terselenggaraannya masyarakat yang adil dan makmur.

Selanjutnya, delapan tahun kemudian tepatnya pada tahun 1976 melalui
keputusan Mendikbud No 054/U/1977 pasal 6 menjelaskan bahwa pendidikan agama
pada pendidikan di TK (taman kanak – kanak) diintegrasikan ke dalam bidang
pengembangan Pendidikan Moral Pancasila, bahasa daerah dijadikan sebagai bahasa
pengantar dan persiapan membaca, menulis, dan berhitung untuk persiapan anak
masuk Sekolah Dasar pada pendidikan scholastic. Kurikulum 1976 yang
disempurnakan lagi pada tahun 1984, yang mana pendidikan TK disesuaikan dengan
bakat, minat, kemampuan dan kebutuhannya supaya siswa lebih mudah bergerak dan
dapat memilih kegiatan sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan mereka.
Sehingga pada tahun 1984 ini pembelajaran lebih menekankan pada aktivitas yang
berorientasi pada Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA).

Pada tahun 1994, pemerintah memutuskan TK (Taman Kanak - Kanak) sebagai
bagian dari pendidikan prasekolah telah diatur oleh Peraturan pemerintah no 27 tahun
1990 tantang pendidikan prasekolah dan secara khusus telah pula diatur dalam
kepmendikbud RI no 0486/zu/1992 tentang TK. Pada tahun 2010, Pemerintah
menerbitkan Standar Nasional PAUD No. 58 tahun 2010. Pengembangan kurikulum
pada tahun ini dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Nasional PAUD
merupakan hasil kajian yang dilakukan terhadap Standar Kompetensi TK/RA
2004.Standar ini ditujukan untuk seluruh anak usia dini yaitu dari usia lahir sampai 6
tahun. Sehingga Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu
dengan menggunakan pendekatan tematik.

Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan

Kedudukan Kurikulum Kurikulum memegang
Dalam Pendidikan peran kedudukan yang sangat
penting dalam dunia
Kurikulum memiliki kedudukan pendidikan, antara lain :
yang sangat penting dalam dunia
pendidikan, maka dari itu kurikulum Peran konservatif, yaitu kurikulum bertugas
juga berperan penting dalam seluruh menyimpan dan mewarisi nilai-nilai luhur
proses pendidikan. Kurikulum itu budaya, dengan itu sekolah juga sebagai
sendiri bertujuan sebagai arah,
pedoman,atau juga sebagai rambu- lembaga sosial yang dapat mempengaruhi dan
rambu dalam pelaksanaan proses juga membina tingkah laku para siswa dengan
pembelajaran (belajar mengajar). nilai-nilai sosial yang ada dalam lingkungan

masyarakat.

Peran kreatif, yaitu kurikulum harus bisa memberikan
dorongan kepada siswa agar mereka berkembang daya
kreatifnya. Kurikulum sangat membantu setiap individu
untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada

dirinya, maka kurikulum menciptakan pelajaran,
pengalaman, cara berpikir, kemampuan dan

keterampilan yang baru dan juga bermanfaat bagi
masyarakat.

Peran kritis dan evaluative, yaitu kurikulum berperan
sebagai alat untuk menilai dan juga sekaligus

memperbaiki masyarakat. Nilai-nilai sosial yang tidak
sesuai dengan keadaan di masa mendatang dihilangkan
dan perlu diadakan modifikasi dan perbaikan, sehingga

kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas
dasar kriteria yang ada .

Pengembangan Kurikulum PAUD

Kurikulum anak usia dini berisi Menurut NAEYC Early
seperangkat kegiatan belajar Childhood Program Standar terdapat 2
melalui bermain yang dapat hal penting tentang kurikulum bagi anak
memberikan pengalaman usia dini, yaitu:
langsung bagi anak dalam
Program kegiatan bermain pada
rangka mengembangkan seluruh anak usia dini diterapkan
potensi perkembangan yang berdasarkan kurikulum yang
berpusat pada anak serta dapat
dimilki oleh setiap anak. Catron mendukung kegiatan
dan Allen menyatakan bahwa pembelajaran dan perkembangan
kurikulum mencakup jawaban pada setiap aspek baik estetika,
tentang pertanyaan apa yang kognitif, emosional, bahasa, fisik
harus diajarkan dan bagaimana dan sosial.

mengajarkannya dengan Kurikulum berorientasi pada hasil dan
menyediakan sebuah rencana mengaitkan berbagai konsep dan
program kegiatan bermain yang perkembangan. Pada saat disampaikan oleh
berlandaskan filosofis tentang guru pada tiap indiidu anak, maka kurikulum
bagaimana anak berkembang yang telah dirancang diharapkan dapat
membantu guru, sehingga dapat menyediakan
dan belajar. pengalaman yang dapat mengembangkan
perkembangan pada jenjang yang lebih tinggi
Tujuan pengembangan kurikulum pada wilayah perkembangannya. Hal ini juga
menurut Catron dan Allen adalah untuk mengarah pada intensionalitas dan ungkapan
mengoptimalkan perkembangan anak kreatif, dan memberikan kesempatan pada
anak untuk belajar secara individu dan
secara menyeluruh serta terjadinya berkelompok berdasarkan kebutuhan dan
komunikasi interaktif.kurikulum bagi minat mereka.
anak usia dini haruslah memfokuskan
pada perkembangan yang optimal pada

seorang anak melalui lingkungan
sekitarnya yang dapat menggali
berbagai potensi tersebut melalui
permainan serta hubungan dengan orang

tua atau orang dewasa
lainnya.selanjutna mereka berdua
berpendapat bahwa seharusnya kelas-
kelas bagi anak usia dini merupakan
kelas yang mampu menciptakan suasana

kelas yang kreatif dan penuh
kegembiraan bagi anak.

Adapun tujuan kurikulum anak usia dini di Indonesia adalah membantu
meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap pengetahuan, keterampilan, dam
kreativitas yang diperlukan oleh anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan pada tahapan
berikutnya. Ada beberapa pendekatan dalam pengembangan kurikulum anak usia
dini, yaitu:

Teori Perkembangan anak 1. Tanggap dengan proses yang
terjadi dari dalam diri anak dan
Perkembangan adalah berusaha mengikuti arus
suatu perubahan kualitatif dari perkembangan anak yang individual.
setiap fungsi kepribadian akibat
dari pertumbuhan dan belajar. 2. Mengkreasikan lingkungan
Menurut Bijau dan Baer, dengan materi luas yang beragam
perkembangan adalah perubahan dan alat-alat yang memungkinkan
progresif yang menunjukkan cara anak belajar.
organisme bertingkah laku dan
berinteraksi dengan lingkungan. 3. Memperhatikan laju dan
Sedangkan Libert, Paulus, dan kecepatan belajar dari masing-
Strauss mengartikan masing anak dan
perkembangan sebagai proses
perubahan dalam pertumbuhan 4. Adanya bimbingan dari guru agara
pada suatu waktu sebagai fungsi anak tertantang untuk melakukan
kematangan dan interaksi dengan sendiri.
lingkungan. Secara teoritis
berdasarkan aspek
perkembangannya, seorang anak
dapat belajar dengan sebaik-
baiknya apabila kebutuhan
fisiknya dipenuhi dan mereka
merasa aman dan nyaman secara
psikologis. Berhubungan dengan
hal itu maka Wolfgang dan
Wolfgang mengatakan bahwa
pendidikan anak usia dini
berkaitan dengan teori
perkembangan, antara lain:

Pendekatan Coughlin mengmukakan bahwa
Berpusat pada Anak pembelajaran berpusat pada anak
bertujuan untuk:
Ialah suatu kegiatan belajar di
mana terjadi interaksi dinamis (1) mengembangkan kemampuan
antara guru dan anak atau antara anak secara alamiah sesuai dengan
anak dengan anak lainnya. tingkat perkembangannya
Filosofi dari pembelajaran
berpusat pada anak adalah (2) berusaha membuat anak bebas
program tahap demi tahap, yang dan aman secara psikologis
didasari pada adanya suatu sehingga senang belajar di sekolah
keyakinan bahwa anak-anak (3) meningkatkan kepedulian dan
dapat tumbuh dengan bai jika kerja sama antara pihak sekolah,
mereka dilibatkan secara alamiah keluarga, dan masyarakat
dalam proses belajar.
(4) menekankan pada asas
Pendekatan Konstruktivisme keterbukaan bagi hal-hal yang
menunjang pendidikan anak, serta
Implikasi konstruktivisme dalam kegiatan (5) berusaha melengkapi segala
bermain: kebutuhan yang menunjang
perkembangan anak secara
(1). Anak hendaknya memperoleh kesempatan optimal.
luas dalam kegiatan pembelajaran guna
mengembangkan potensinya. Teori konstruktivisme dapat
disimpulkan bahwa
(2). Pembelajaran pada anak usia dini
hendaknya dikaitkan dengan tingkat (1) aliran konstruktivisme
perkembangan potensial daripada meyakini bahwa pembelajaran
perkembangan aktualnya. terjadi saat anak berusaha
memahami dunia di sekeliling
(3). Program kegiatan bermain lebih diarahkan mereka, anak membangun
pada penggunaan strategi. pemahaman mereka sendiri terhadap
dunia sekitar dan pembelajaran
(4). Anak diberi kesempatan yang luas untuk menjadi proses interaktif yang
mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang melibatkan teman sebaya, orang
telah dipelajari dengan pengetahuan dewasa dan lingkungan dan
procedural untuk melakukan tugas-tugas dan
memecahkan masalah (2) setiap anak membangun
pengetahuan mereka sendir berkat
(5). Proses belajar dan pembelajaran tidak pengalaman-pengalaman dan
sekedar bersifat transferal tetapi lebih interaksi aktif dengan lingkungan
merupakn ko-konstruksi. sekitar dan budaya di mana mereka
berada melalui bermain.

Tugas Kepala Sekolah Dan Guru Dalam Ada beberapa tugas guru
Manajemen Kurikulum PAUD dalam proses pembelajaran
yaitu:
Adapun tugas kepala sekolah yang berkenaan dengan
manajemenGkGuHriJkulum yang terdapat pada kompetensi 1. Guru sebagai sumber belajar
manajerial, adalah sebagai berikut:
2. Guru sebagai pendidik
1. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai
tingkatan perencanaan. 3. Guru sebagai pembelajar

2. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan 4. Guru sebagai pembimbing
kebutuhan.
5. Guru sebagai pelatih
3. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan
sumber daya sekolah secara optimal. 6. Guru sebagai penasehat

4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah 7. Guru sebagai agen
menuju organisasi pembelajaran yang efektif. pembaharu (innovator)

5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif 8. Guru sebagai model dan
dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. teladan

6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan
sember daya manusia secara optimal.

7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka
pendayagunaan secara optimal.

8. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam
rangka pendirian dukungan ide, sumber belajar, dan
pembinaan sekolah.

9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan
peserta didik baru serta penempatan dan pengembangan
kapasitas peserta didik.

10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan
nasional.

11. Mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.

12. Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah.

13. Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam
mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik
di sekolah.

14. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung
penyusunan program dan pengambilan keputusan.

15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah.

16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan
pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang
tepat, serta merencanakan tindak lanjut.

Manajemen Berbasis Akreditasi

Pengertian Akreditasi

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyatakan pada pasal 1 ayat 22 bahwa akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan
program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Pasal 60 ayat 1
menyebutkan bahwa akreditasi tersebut dilakukan untuk program dan satuan pendidikan pada jalur
pendidikan formal dan non formal, pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Pasal 60 ayat 2 juga
menyebutkan bahwa akreditasi dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang
sebagai bentuk akuntabilitas publik. Dengan demikian akreditasi PAUD dan PNF adalah suatu
kegiatan penilaian kelayakan satuan pendidikan PAUD dan PNF berdasarkan kriteria yang telah
ditetapkan untuk memberikan penjaminan mutu pendidikan.

Prinsip Dasar Akreditasi

Dengan aturan akreditasi sebagaimana disebutkan diatas maka pelaksanaan akreditasi yang
dilakukan oleh pemerintah atau lembaga evaluasi mandiri yang berwenang dibiayai oleh pemerintah.
Hal ini penting untuk memenuhi sifat akuntabilitas publik, obyektif, adil, transparan dan komprehensif
atas pelaksanaan akreditasi tersebut. Hal tersebut juga merupakan tanggungjawab pemerintah dalam
memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang bermutu. Penilaian kelayakan tersebut harus dapat
dipertanggungjawabkan dan mengggambarkan ketepatan pengukuran dan evaluasi yang komprehensif
sesuai dengan tujuan, proses, keluaran akreditasi satuan PAUD dan PNF.

Standar Akreditasi

Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi , Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana , Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan
Standar Penilaian Pendidikan

Mekanisme Akreditasi PAUD
Akreditasi atau penilaian kelayakan satuan PAUD dan PNF akan mulai dilakukan apabila
penyelengara telah melakukan kegiatan persiapan yaitu mempelajari panduan Sispena level lembaga yang
dapat diunduh di website www.banpaudpnf.or.id. Permohonan akreditasi satuan menggunakan aplikasi
Sispena. Aplikasi Sispena PAUD dan PNF adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, bisa
diakses dimana saja dan kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet, memiliki NPSN, dan
mengisi data Dapodik.

Evaluasi Diri Satuan (EDS)

1. Untuk dapat melakukan EDS, penyelenggara satuan PAUD dan PNF dapat
mengunduh semua informasi terkait akreditasi satuan yang akan mereka ajukan
untuk diakreditasi. Pengajuan Akreditasi

2. Pengajuan akreditasi pada dasarnya dapat dilakukan setiap saat. Seluruh
pendaftaran akreditasi dilakukan melalui aplikasi sispena dengan syarat satuan
pendidikan yang telah memiliki NPSN dan mengisi Dapodik.

• Persyaratan Umum Permohonan Akreditasi

Persyaratan ini berlaku untuk akreditasi semua satuan PAUD dan PNF.
Persyaratan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Mengajukan permohonan akreditasi kepada BAN PAUD PNF melalui
Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) PAUD dan PNF;

2. Memiliki NPSN (Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional) dan
mengisi Dapodik;

3. Memiliki Izin Penyelenggaraan/ Izin Operasional /Izin Pendirian
Program yang diajukan akreditasinya dari Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota/Kemenag, UPT Perijinan, atau Lembaga Pemerintah
lainnya yang berwenang;

4. Memiliki akte Pendirian dari Notaris atau SK Pimpinan
Instansi/Lembaga/Institusi yang berwenang di atasnya;

5. Beroperasi minimal 1 tahun dan/atau telah meluluskan; dan
6. Menggunakan prasarana yang didukung dengan dokumen yang sah

(Sertifikat Kepemilikan Tanah dan Bangunan, Surat Perjanjian Sewa,
Surat Perjanjian Pemanfaatan Prasarana).

• Persyaratan Khusus Permohonan Akreditasi PAUD

1. Jumlah peserta didik minimal 10 anak pada tahun ajaran terakhir,
komulatif seluruh jenis program TK/RA/BA, KB, TPA dan SPS.

2. Memiliki minimal 1 (satu) pendidik berijazah S1 PAUD/ Kependidikan/
Psikologi untuk layanan TK/RA/BA.

3. Memiliki pendidik minimal berijazah SLTA dengan Sertifikat Diklat
PAUD untuk KB, TPA, SPS.

Instrumen Akreditasi PAUD

Instrumen Akreditasi dirancang dengan mengacu kepada
delapan standar nasional pendidikan (SNP) yang ditetapkan oleh
BSNP. Rancangan tersebut dibuat dan dievaluasi/riviu oleh tim
ahli yang direkrut dan di tetapkan oleh anggota BAN PAUD dan
PNF melalui RPKA. Ke-delapan standar tersebut diuraikan
kedalam parameter dan indikator-indikator mutu PAUD dan PNF,
sesuai dengan satuan pendidikanyang menjadi sasaran akreditasi.
Setiap indikator tersebut diperlukan sebagai referensi dalam
penilaian mutu/kelayakan satuan pendidikan PAUD dan PNF
yang hendak diakreditasi.

Pokok-pokok penilaian tersebut di tuliskan di instrumen dalam
bentuk pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, daftar isian serta
permintaan lampiran data sebagai bukti keberadaannya. instrumen
akreditasi PNF merupakan alat ukur kelayakan sekaligus program
dan satuan penyelenggaranya. Pada prinsipnya suatu program
melekat/tidak terpisah dari satuannya. Di dalam akreditasi PAUD
dan PNF penilaian kelayakan proggram dan satuan
penyelenggaranya dilakukan dalam satu kegiatan akreditasi.


Click to View FlipBook Version