RUBRIK DEKSRIPTIF PENILAIAN TUTORIAL/ ROLE PLAY
A. CHEKLIST PENILAIAN TUTORIAL
Nama :
Kelompok :
Fasilitator :
Topik :
Semester :
Mata Kuliah :
Berikanlah penilaian sesuai dengan kriteria penilaian mulai rentang angka 1-10, nilai harus merupakan angka dan tidak boleh menggunakan
desimal. Penjelasan masing-masing kriteria pada setiap penilaian ada di bagian bawah (point B dan C) yaitu sebagai berikut :
No Kriteria Penilaian Individu Rata-rata
Nama Mahasiswa Nilai per
kelompok
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM BEKERJA
1. Persiapan Tutorial
2. Kelengkapan dalam pengumpulan data
3. Tugas dalam
penyusun hipotesa
4. Partisipasi aktif dalam kelompok
5. Pelaporan Kembali
Sub total
Rata-rata
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 48
No Kriteria Penilaian Individu Rata-rata
Nama Mahasiswa Nilai per
Keterangan kelompok
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM KELOMPOK
6. Kerjasama dalam tim
7. Kemampuan mendengarkan orang lain
8. Kemampuan dalam memimpin diskusi
9. Kemampuan merangkum diskusi
Sub total
Rata-rata
Keterangan
AKTIVITAS MAHASISWA SECARA INDIVIDU
10. Respon terhadap feedback
11. Memberikan feedback
12. Kemampuan dalam menyadari kekurangan diri dan
melakukan perbaikan
13. Komitmen terhadap hasil belajar
14. Ketepatan waktu
Sub total
Rata-rata
Keterangan
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 49
Keterangan :
- Setiap skor dibagi 1,4
- Nilai maksimal = 14 item/ 1,4 = 10
B. KRITERIA PENILAIAN TUTORIAL
Buruk (1-4) Di bawah level rata-rata yang diharapkan dari kelompok tutorial. Kemampuan mahasiswa dalam
mengembangkan isu terkait materi tutorial terbatas
Kurang Sempurna (5-7) Berada pada level rata-rata yang diharapkan dari kelompok tutorial. Mahasiswa mampu
menyebutkan dengan mudah dan jelas tentang isu perkembangan terkini terkait materi tutorial
Sempurna (7-10) Penampilan mahasiswa lebih baik dari rata-rata yang diharapkan dari kelompok tutorial
No Kriteria Buruk (1-4) Kurang Sempurna (5-7) Sempurna (7-10)
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM BEKERJA
1. Persiapan Tutorial Prior Knowledge tidak ada sama Prior Knowledge ada, tapi belum Prior Knowledge
betul, perlu klarifikasi, hasil Ada, sudah betul dan tidak perlu
sekali, hasil belajar mandiri tidak belajar mandiri ada, jelas tetapi klarifikasi lebih lanjut, hasil belajar
belum sempurna mandiri sempurna merupakan
ada konsep sebuah akibat
Melaksanakan tugs dengan baik Melaksanakan tuags dengan baik
2. Kelengkapan Tidak melaksanakan tugas (pengumpulan hasil diskusi/ jurnal dan sempurna (pengumpulan hasil
tidak sesuai) diskusi/ jurnal relevan, valid, dan
dalam dengan baik (pengumpulan hasil terbaru)
Analisa sebab akibat/ penalaran Analisa sebab akibat/ penalaran
pengumpulan data diskusi/ jurnal tidak sesuai) betul sebagian tidak betul semua
Ikut aktif dalam sebagian diskusi Selalunaktif dalam seluruh proses
3. Tugas dalam Analisa sebab akibat/ penalaran dan baik penyampaian dan betul diskusi dan baik penyampaian dan
substansinya betul substansinya serta
menyusun hipotesa tidak betul menggunakan bahasa sendiri yang
Respon/ tanggapan betul, laporan mudah dipahami
4. Partisipasi aktif Minimal/ tidak aktif dalam diskusi hasil belajar mandiri sebagian Respon/ tanggapan betul, laporan
betul hasil belajar mandiri semua betul
dalam kelompok
5. Pelaporan Kembali Respon/ tanggapan salah,
laporan hasil belajar mandiri
salah
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 50
No Kriteria Buruk (1-4) Kurang Sempurna (5-7) Sempurna (7-10)
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM KELOMPOK
6. Kerjasama dalam Kerjasama tidak bagus, tidak Kerjasama bagus, Kerjasama amat bagus, selalu
memperhatikan, saling merespon memperhatikan, saling merespon
tim memperhatikan, tidak saling atau menanggapi atau menanggapi, memberi
kesepatan anggota tim untuk
merespon, tidak saling Mendengarkan pendapat orang menyampaikan pendapatnya
lain dan merespon Selalu mendengarkan,
menanggapi memperhatikan pendapat orang
kemampuan memimpin diskusi lain dengan baik dan selalu
7. Kemampuan Tidak mendengarkan, berbicara cukup (dalam hal pemerataan, merespon/ menanggapi.
mendengarkan sendiri/ sub diskusi menegur bila ada yang kemampuan memimpin diskusi
orang lain mengganggu, mengarahkan pada bagus (dalam hal pemerataan,
tujuan belajar) menegur bila ada yang
8. Kemampuan dalam Tidak mempunyai kemampuan mengganggu, mengarahkan pada
tujuan belajar)
memimpin diskusi memimpin diskusi (dalam hal
pemerataan, menegur bila ada
yang mengganggu,
mengarahkan pada tujuan
belajar)
9. Kemampuan Tidak mampu merangkum Merangkum hasil diskusi (tujuan Merangkum hasil diskusi (tujuan
merangkum diskusi diskusi (tujuan belajar) dan belajar) dan membuat skema belajar) dan membuat skema
membuat skema hasil diskusi sudah betul tapi belum sistematis sudah betul dan sistematis
AKTIVITAS MAHASISWA SECARA INDIVIDU
10. Respon terhadap Respon negative terhadap Respon positif terhadap Respon positif terhadap feedback,
feedback, ada peningkatan ada peningkatan bermakna
feedback feedback, tidak ada peningkatan terhadap pertemuan berikutnya terhadap pertemuan berikutnya
memberi masukan pada teman/ Tidak memberi masukan pada
pada pertemuan berikutnya pimpinan diskusi/ tutor (sebagian) teman/ pimpinan diskusi/ tutor
(semua)
11. Memberikan Tidak memberi masukan pada Menyadari kekurangan, mau Menyadari kekurangan, berusaha
berusaha,dan sudah ada keras, dan ada perubahan
feedback teman/ pimpinan diskusi/ tutor perbaikan perbaikan yang bermakna
12. Kemampuan dalam Tidak menyadari kekurangan,
menyadari tidak berusaha dan tidak ada
kekurangan diri perubahan perbaikan
dan melakukan
perbaikan
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 51
No Kriteria Buruk (1-4) Kurang Sempurna (5-7) Sempurna (7-10)
13. Komitmen Tidak menepati janji pada hasil Pada hasil belajar 52ampak ada Pada hasil belajar Nampak ada
belajar dan tidak ada perbaikan perubahan perbaikan perubahan perbaikan bermakna
terhadap hasil
belajar Terlambat lebih dari 10 menit Terlambat kurang dari atau sama Tepat waktu
14. Ketepatan waktu dengan 20 menit
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 52
BAB VII
PROGRAM IPE KOMUNITAS
Program IPE di komunitas dengan pendekatan kesehatan keluarga menunjukkan
bahwa mahasiswa harus melakukan kunjungan rumah untuk berinteraksi langsung dengan
anggota keluarga sebagai unit terkecil dari komunitas. Oleh karena itu, mahasiswa sudah
harus memiliki kompetensi yang cukup untuk melakukan tugas-tugasnya dan tidak gagap
ketika berinteraksi dengan anggota keluarga, pohak piskesmas, maupun kader.
A. Karakteristik Dosen Pembimbing Lapangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebaiknya berasal dari program-program studi yang
terlibat dan memiliki antusiasme untuk menjadi fasilitator dari mahasiswa dengan berbagai
program studi.
Tugas DPL:
Sebagai fasilitator, DPL harus paham tentang tujuan dari program IPE di komunitas,
kompetensi yang tercapai maupun tujuan pembelajaran dari program IPE.
B. Partnership
Sebagai salah satu persiapan dalam implementasi IPE di komunitas adalah adanya
kerjasama dengan stakeholder yang terlibat, dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Kota
(DKK) dan Puskemas. Oleh karena itu perlu dilakukan pertemuan setidaknya sekali
dengan Kepala DKK untuk mendapatkan gambaran tentang status kesehatan di wilayah
kerjanya serta apa yang menjadi prioritas dari program pemerintah agar program IPE di
komunitas ini juga sejalan dengan program pemerintah. Pertemuan dengan Kepala
Puskesmas sebaiknya dilakukan setiap kali sebelum program ini diimplementasikan,
dimana kepala puskesmas dijadikan sebagai salah 1 narasumber dalam seminar untuk
pembekalan. Aktifitas pembelajaran dilakukan sesuai kondisi di masing-masing
mata kuliah. Lokasi IPE ditentukan melalui hasil diskusi dengan kepala puskesmas dan
kepala dinas kesehatan setempat. Mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Setiap kelompok kecil (3-5 mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan) mendapatkan 1
keluarga (family attachment) untuk diidentifikasi dan dipecahkan permasalahan
kesehatannya secara berkolaborasi
C. Tahapan Kegiatan :
1. Mahasiswa bersama kader datang untuk berkenalan dan menjelaskan tujuan
kedatangan kepada kepala dan atau anggota keluarga
2. Membangun kepercayaan keluarga terhadap program
3. Meminta persetujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko penyakit dan permasalahan
kesehatan keluarga
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 53
4. Apabila terdapat keluhan keluarga hendaknya mahasiswa merespon tanpa menunggu
tahapan kunjungan berikutnya
5. Berterimakasih dan menjelaskan akan datang Kembali untuk mengidentifikasi
permasalahan kesehatan dan membantu memecahkannya
6. Membuat perjanjian untuk kunjungan berikutnya
7. Selanjutnya mahasiswa mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan kesehatan yang
ada dalam keluarga
8. Mengimplementasikan intervensi dengan melibatkan peran aktif anggota keluarga
9. Memonitor, mengevaluasi hasil intervensi dan memberi umpan balik pada keluarga
10. Meminta penilaian diri (asasmen) dari anggota keluarga
11. Mengucapkan terimakasih atas kerjasama dari pihak keluarga dan berpamitan
D. Konsultasi dan Diskusi dengan DPL/ fasilitator
DPL/ fasilitator berperan sebagai fasilitator selama proses IPE. Interaksi mahasiswa
dengan DPL lebih ditekankan pada fungsi DPL sebagai fasilitator, yaitu bertanya dan
mengarahkan, bukan untuk memberikan solusi atas permasalahan. Konsultasi dan
diskusi dengan DPL minimal 3x yaitu :
1. Mendiskusikan hasil identifikasi dan analisis faktor risiko serta permasalahan
kesehatan keluarga yang dikunjungi dan menyepakati permasalahan yang akan
diintervensi yang bersifat multidisiplin
2. Mendiskusikan jenis dan metode intervensi yang sudah siap untuk
diimplementasikan untuk mendapatkan masukan dari DPL
3. Melaporkan dan mendiskusikan hasil intervensi (seminar)
Catatan :
Bila diperlukan dapat menambah konsultasi bila ada dan bila ada kendala dalam proses
implementasi intervensi
E. Seminar IPE
Setiap kelompok membuat laporan dalam bentuk E-poster dan mempresentasikan
dalam seminar bersama DPL. E-poster memuat : hasil identifikasi, program intervensi,
hasil intervensi, dan kesimpulan saran.
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 54
PENILAIAN IPE PRAKTIK LAPANGAN KOMUNITAS
Demi tercapainya kompetensi yang diharapkan, maka mahasiswa dievaluasi dengan
menggunakan berbagai sumber dan metode, yaitu:
1. Self assessment (Penilaian diri sendiri)
2. Peer assessment (Penilaian teman)
3. Penilaian dari DPL
4. Penilaian dari keluarga yang dikunjungi
A. Self assessment
Self assessment ditujukan agar mahasiswa menilai dirinya sendiri secara jujur dari
aspek kemampuan komunikasi, kerjasama tim,maupun sikap dan perilakunya
(profesional behaviour) selama program berlangsung. Penilaian-penilaian tersebut
terangkum dalam 3 aspek yaitu:
1. Dealing with work
2. Dealing with others
3. Dealing with oneself
FORM PENILAIAN SELF ASESMENT
Nama : ……………………………
Prodi : …………………………….
No Aspek Penilaian Ya Tidak
I Dealing with work
1. Saya selalu datang tepat waktu
2. Saya bekerjasama secara aktif dalam aktifitas IPE
3. Saya terlibat aktif dalam pembuatan laporan
II Dealing with others
4. Saya berkomunikasi secara baik dengan teman
dalam kelompok
5. Saya menunjukkan penghargaan kepada teman,
baik seprofesi maupun antar profesi
6. Saya memikirkan permasalahan dan memberi saran
yang berguna
7. Saya dapat bekerjasama dengan teman dalam
kelompok
8. Saya menghargai dan menunjukkan respek pada
keluarga/ pasien yang saya kunjungi
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 55
No Aspek Penilaian Ya Tidak
III Dealing with oneself
9. Saya dapat menerima kritik
10. Saat kecewa atau marah, saya tidak dapat
menahan diri
Keterangan :
- Setiap skor dikalian 10
- Nilai maksimal = 10 x 10 item = 100
B. Peer Assesment
Penilaian oleh teman bisa dilakukan untuk tujuan asesmen sumatif maupun fomatif.
Penilaian oleh teman dimaksudkan untuk memastikan agar tujuan pembelajaran yaitu
kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman seprofesi maupun
antar profesi dapat tercapai. Teman sekelompok adalah yang paling mengetahui dan
merasakan kemampuan temannya dalam berkomunikasi dan bekerja sama. Disamping itu,
peer assessment juga digunakan untuk menilai teman dalam aspek lain yang masih
berhubungan dengan sikap dan perilaku.
Melalui peer assessment maka mahasiswa menyadari bahwa perilakunya akan
dinilai oleh teman sekelompoknya sendiri yang tentunya paling mengetahui bagaimana
sebenarnya perilakunya selama program berjalan. Diharapkan dengan demikian
masingmasing mahasiswa akan menjaga perilakunya masing-masing.
FORM PENILAIAN PEER ASSESSMENT
Nama mahasiswa yang dinilai : ………………………………………………………….
Prodi : ………………………………………………………….
1 = sangat tidak setuju; 2 = tidak setuju ; 3 = setuju; 4 = sangat setuju
No Aspek Penilaian Penilaian
1 2 34
I Dealing with work
1. Saya selalu datang tepat waktu
2. Saya bekerjasama secara aktif dalam
aktifitas IPE
3. Saya terlibat aktif dalam pembuatan
laporan
II Dealing with others
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 56
No Aspek Penilaian 1 Penilaian 4
23
4. Saya berkomunikasi secara baik
dengan teman dalam kelompok
5. Saya menunjukkan penghargaan
kepada teman, baik seprofesi maupun
antar profesi
6. Saya memikirkan dan memberi saran
yang berguna
7. Saya dapat bekerjasama dengan
teman dalam kelompok
8. Saya menghargai dan menunjukkan
respek pada keluarga/ pasien yang
saya kunjungi
III Dealing with oneself
9. Saya dapat menerima kritik
10. Saat kecewa atau marah, saya tidak
dapat menahan diri
Keterangan :
- Setiap skor dikalikan 2,5
- Nilai maksimal = 4 x 2,5 x 10 item = 100
C. Penilaian Oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)/ Fasilitator
Penilaian oleh DPL/ fasilitator diharapkan dapat memastikan bahwa kompetensi
yang diharapkan tercapai setelah menjalani program IPE sampai selesai.
• DPL/ fasilitator menilai mahasiswa sebagai tim dalam kerja kelompok dan juga
sebagai individu.
• DPL/ fasilitator juga bertugas untuk merekap seluruh penilaian dari sumber-sumber
lainnya untuk memberikan nilai akhir pada masing-masing mahasiswa bimbingannya
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 57
FORM PENILAIAN DPL/ FASILITATOR UNTUK KELOMPOK
KELOMPOK : ………………………………………………………………………
No ASPEK PENILAIAN NILAI (0-10)
1. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan
Kesehatan keluarga dan menentukan kemungkinan
penyebab
2. Kemampuan dalam menyusun rasionalisasi/
justifikasi dari intervensi
3. Intervensi bersifat kolaboratif antar profesi dan
komprehensif
4. Hasil monitoring dan evaluasi intervensi
5. Rencana tindak lanjut (untuk puskesmas, kader, dan
atau keluarga)
6. Presentasi dan diskusi
7. Kekompakan tim
8. Penyelesaian masalah dalam kelompok
9. Kerjasama dalam kelompok
10. Tanggungjawab kelompok dalam menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga
Keterangan :
Nilai akhir maksimal : Jumlah nilai x 10
KELOMPOK FORM PENILAIAN DPL/ FASILITATOR UNTUK INDIVIDU
PRODI : ……………………………………………………………………………
: ……………………………………………………………………………
No ASPEK PENILAIAN NILAI (0-10)
Nama Nama Nama Nama Nama Nama Nama
1. Kedisiplinan
2. Tanggungjawab
3. Kemampuan Komunikasi
4. Kemampuan Kerjasama
5. Kesopanan dan
penghargaan terhadap
orang lain
Keterangan :
Nilai akhir maksimal : Jumlah nilai x 20
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 58
• PENILAIAN MAHASISWA OLEH KELUARGA PASIEN
Penilaian oleh keluarga sangat penting untuk mendapatkan informasi tentang
kinerja mahasiswa selama program IPE berlangsung. Penilaian mahasiswa oleh keluarga
dimintakan oleh mahasiswa sekaligus berpamitan dan berterima kasih atas partisipasi
dari keluarga/ pasien terhadap program ini.
FORM PENILAIAN KELUARGA
Nama :
Program Studi :
No Aspek Penilaian Ya Tidak
1. Mampu meyakinkan saya untuk bersama-sama
menangani masalah kesehatan di keluarga saya
2. Menghormati keyakinan saya terkait masalah
kesehatan yang ada di keluarga saya
3. Mampu berkomunikasi dengan baik dengan kami
sekeluarga
4. Mampu bekerjasama dengan timnya dan keluarga
kami
5. Selalu bersikap sopan dan menghargai orang lain
6. Saya merasa nyaman dengan kedatangan
mahasiwa ini ke rumah saya
Keterangan :
- Jawaban positif bernilai 100
- Nilai maksimal yang didaptkan 100
- Jumlah skor : nilai total/ 6
PENILAIAN AKHIR
No Komponen Nilai Bobot Nilai x bobot
10%
1. Self assesmen 30%
40%
2. Peer assesment 20%
3. Penilaian dari DPL/ instruktur
4. Penilaian keluarga
Total
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 59
DAFTAR PUSTAKA
Barca, J., Bedard, A., & Carlson, D. (2000). Chapter 6: Teamwork and Working in Team. In J.
Abarca, A. Bedard, & D. Carlson, Introductory Engineering Design: A Project-Based
Approach (pp. 39- 54). Colorado: The University of Colorado. 1. Barr, H. (2002).
Interprofessional education : Today, yesterday and tomorrow. Learning and Teaching
support Network: Centre for Health Sciences and Practice .
Barr, H., Helme, M., & D'Avray, L. (2011). Developing Interprofessional Education in health
and social care courses in the United Kingdom: A Progress Report. London: Higher
Education Academy, Health Sciences and Practice Subject Centre.
3.
Barr, H., Koppel, I., Reeves, S., & Ham, M. (2005). Effective Interprofessional Education:
Argument, Assumption and Evidence (Promoting Partnership for Health) Hugh Barr,
Ivan Koppel, Scott Reeves, Marilyn Hammick, Della S. Freeth August 2005, Wiley-
Blackwell. Oxford: Blackwell Publishing.
Behfar, K. J., Mannix, E. A., Peterson, R. S., & William, M. (2011). Conflict
in Small Groups: The Meaning and Consequences of Process Conflict. Small Group
Research, 42, 127-176. 5. Billups, J. O. (1987). Interprofessional team process.
Theory into practice, 2, 146-152.
Boet S, Bould MD, Layat Burn C, Reeves S. Twelve tips for a successful interprofessional
team-based high-fidelity simulation education session. Med Teach. 2014;36(10):853-
857. doi:10.3109/0142159X.2014.923558.
Bridges DR, Davidson RA, Odegard PS, Maki IV & Tomkowiak J (2010). Interprofessional
collaboration: three best practice models of interprofessional education. Medical
Education
Online
Cashman SB, Reidy P, Cody K, Lemay C a. Developing and measuring progress toward
collaborative, integrated, interdisciplinary health care teams. J Interprof Care.
2004;18(2):183-196.doi:10.1080/13561820410001686936.
De Dreu, C. K., & Weingart, L. R. (2003). Task Versus Relationship Conflict, Team
Performance, and Team Member Satisfaction: A Meta-Analysis. Journal of Applied
Psychology, 88 (4), 741-749.
Ellingson LL. Communication , Collaboration , and Teamwork among Health Care
Professionals. Commun Res Trends. 2002;21(3):1-15.
Freeth D, Hammick M, Reeves S, Koppel I & Barr H (2005a). The Spectrum Illuminated, in
Barr
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 60
H (ed) Effective Interprofessional Education: development, delivery & evaluation, 1st
ed. Oxford: Blackwell Publishing, p. 11-24
Gersick, C. (1988). Time and transitions in work teams:Toward a new model of group
development. Academy of Management Journal, 3, 9-41.
Goldman J, Meuser J, Rogers J, Lawrie L, Reeves S.2010. Interprofessional collaboration in
family health teams: An Ontario-based study. Can Fam physician. 2010;56
Hall, P. (2005, May). Interprofessional teamwork: Professional cultures as barriers. Journal of
Interprofessional Care , 188-196.
Hugh B, Della F, Marilyn H, Scott R & Ivan K (2005). Effective Interprofessional Education,
Development, Delivery and Evaluation. Blackwell Publishing, 98-99
Huriyati, E., Lutfi, I., Dhewi, P., Mulyani, S., Prabowo, ASE. 2016. Buku Panduan dan
Penilaian Dosen Pembimbing Fakultas dan Dosen Pembimbing Lapangan: Keluarga
Sadar Sehat. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.
Interprofesional Education Collaborative (IPEC) Expert Panel (2011). Core competencies for
interprofessional collaborative practice: report of an expert panel. Washington, DC.
Interprofessional Education Collaborative.
Kristina, TN., Asmara, FY., Bakri, S., Afifah, DN., Dewi, DP., Widyandana, et al., 2019. Model
Pembelajaran Antar Profesional Kesehatan : dengan Pendekatan Kesehatan Keluarga
sebagai Unit Terkecil dari Masyarakat. Fakultas kedokteran. Universitas Diponegoro
Lewin S, Reeves S. Enacting “team” and “teamwork”: Using Goffman’s theory of impression
management to illuminate interprofessional practice on hospital wards. Soc Sci Med.
2011;72(10):1595-1602.
Marshall, P., & Robson, R. (2005). Preventing and Managing Conflict: Vital Pieces in the
Patient Safety Puzzle. Healthcare Quarterly, 8, 39-44.
McCallin A. Interdisciplinary practice–a matter of teamwork: an integrated literature review. J
Clin Nurs. 2001;10(4):419-428.
Mickan, S., & Rodger, S. (2000). Characteristics of effective teams: a literature review.
Australian Health Review, 23 (3), 201-208.
Missen, K., Jacob, E., Barnett, T., Walker, L., & Cross, M. (2012). Interprofessional clinical
education: Clinician's views on the importance of leadership. Collegian, 19, 189 - 195.
Mitchell,M; Groves,M; Mitchel,G; Batkin, Y. (2010) Innovation in learning- An interprofessional
approach to improving communication, Nurse Education in Practice Volume 10, Issue
6, November 2010, Pages 379-384.
Molyneux J. Interprofessional teamworking: what makes teams work well? J Interprof Care.
2001;15(1):29-35. doi:10.1080/13561820020022855.
Oandasan, I., Reeves, S (2005a). Key elements for interprofessional education. Part 1: The
learner, the educator and the learning context. Journal of Interprofessional Care,
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 61
Supplement
1: 21 – 38
Oandasan, I., Reeves, S (2005b). Key elements of interprofessional education. Part 2:
Factors, processes and outcomes. Journal of Interprofessional Care, Supplement 1:
39 – 48.
Pelling S, Kalen A. Preparation for becoming members of health care teams: findings from a
5-year evaluation of a student interprofessional training ward. J Interprof Care.
2011;25(5):328-332.
Potter & Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan. Praktik.
Edisi 4 volume 1.EGC. Jakarta. O’Daniel M & Rosenstein AH. 2008. Professional
Communication and Team Collaboration. Patient Safety and Quality: An Evidence-
Based Handbook for Nurses: Vol. 2
Reeves S, Goldman J, Oandasan I. Key factors in planning and implementing
interprofessional education in health care settings. J Allied Health. 2007;36(4):231-
235.
Shah, P. P., & Jehn, K. A. (1993). The Interaction of Friendship, Conflict, and Task. Group
Decision and Negotiation, 2, 149-165.
Tuckman, B., & Jensen, N. (1977). Stages of small group development revisited. Group and
Organization Studies, 12, 419-421.
Tyastuti, Dwi. 2019. Modul Pelatihan Workhsop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam
Pembelajaran Interprofessional Education (IPE). BPPSDMK Kemenkes.
Utami, S., Wibrata, DA., Fadilah, N., Sari, IP., Suryono, H., MInarti, et al. 2020. Modul
Pembelajaran Interprofessional education (IPE). Poltekkes Kemenkes Surabaya
Virani, T. (2012). Interprofessional Collaborative Teams. Ottawa, Ontario: Canadian Health
Services Faoundation.
Wagner, J., Liston, B. & Miller, J., 2011. Developing interprofessional communication skills.
Teaching and Learning in Nursing, 6(3), pp.97-101.
Wall, J., & Callistar, R. (1995). Conflict and its Management. Journal of Management, 21, 515-
558.
MODUL IPE PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA 2022 62