Bimbingan & Konseling
Let's Stop
Bullying!
Oleh : Anggun Diah Ayu Nisa, S.Pd
apa itu
BULLYING?
Bullying adalah segala bentuk penindasan
atau kekerasan yang dilakukan secara
sengaja oleh satu orang atau kelompok
yang lebih kuat. Tujuan dari bullying ini
untuk menyakiti orang lain dan dilakukan
secara terus menerus.
Bullying sering terjadi di sekolah dan
lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa.
Aksi bullying ini merugikan korban hingga
mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying
menyebabkan pelaku bertindak semena-
mena pada korban.
Perilaku bullying bertentangan dengan UUD
1945 pasal 28B ayat 2 berbunyi,
“Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang, serta berhak atas perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi”.
Aktivitas bullying tidak memilih umur dan
jenis kelamin. Para pelaku memilih seseorang
dari pemalu, pendiam, spesial, cantik, sampai
yang memiliki kekurangan untuk dijadikan
ejekan.
JENIS-JENIS
BULLYING
Kontak Verbal Langsung
Bullying berupa tindakan mengancam,
mempermalukan, mengganggu,
memberi panggilan nama (julukan
negatif), merendahkan, intimidasi,
memaki, dan menyebarkan gosip
buruk
Kontak Fisik
Pelaku mendorong, menendang,
menjambak, memukul,
mencakar, mencubit, memeras,
mengunci seseorang dalam
ruangan, hingga menghancurkan
barang milik orang lain.
Perilaku Non Verbal Langsung
Tindakan bullying melihat sinis,
menampilkan ekspresi merendahkan,
mengancam, mengejek, menjulurkan
lidah, sampai melakukan kekerasan
fisik pada korban.
Perilaku Non Verbal
Tidak Langsung
Tindakan bullying berupa
memanipulasi persahabatan,
mengucilkan atau mengabaikan,
mengirimkan surat kaleng, sampai
mendiamkan seseorang.
Pelecehan Seksual
Tindakan bullying ini masuk
dalam kategori kekerasan fisik
atau verbal.
Cyber Bullying
Tindakan kekerasan dengan cara
menyakiti orang lain melalui
media elektronik. Seperti
memberi komentar jelek,
pencemaran nama baik lewat
media sosial, dan menyebarkan
rekaman video intimidasi.
SEBAB MUNCULNYA
PERILAKU BULLYING
Penampilan Fisik
Seseorang yang memiliki penampilan fisik
berbeda dari orang lain, bisa menjadi target
bullying. Para penindas akan mengejek,
intimidasi, hingga mengancam penampilan
anak tersebut.
Perbedaan Kelas
Perbedaan kelas seperti senior dan junior,
ekonomi, gender, etinis, agama, dan
ekonomi bisa memicu tindakan bullying
Tradisi Senioritas
Di Sekolah sering terjadi tradisi senioritas
selama beberapa generasi. Tradisi ini
menyebabkan korban merasa
terintimidasi karena mendapat kekerasan.
Karakter Seseorang
Munculnya sikap dendam atau iri hati
Adanya rasa ingin mendominasi
hingga menimbulkan kekuasaan
korban, fisik, kekerasan seksual
Persepsi tentang perilaku korban
Ciri-ciri Pelaku Bullying
1.Emosi meledak-ledak
2.Selalu ingin berkuasa
3.Tidak mampu menunjukkan empati pada orang lain
4.Cenderung cuek, tidak peduli dan tak punya belas kasih
pada sesama
5.Bertingkah agresif, baik pada teman sebaya maupun
orang dewasa
6.Menganggap kekerasan sebagai hal lumrah
7.Pernah menjadi korban bullying
8.Bingung terhadap dirinya sendiri
9.Tidak mau mengakui kesalahannya
10.Suka melampiaskan kemarahan pada orang lain
11.Merasa tidak aman dan pencemas
12.Tidak suka bersosialisasi
13.Memendam luka batin atau frustasi
14.Memandang sekolah sebagai sesuatu yang tidak penting
15.Trouble maker atau pembuat onar
16.Bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri
17. Terlalu membanggakan dukungan orangtua
18.Haus akan popularitas dan superioritas
19.Suka mencari perhatian
20.Membeda-bedakan orang lain dan mudah berprasangka
negatif
21.Selera humor buruk dan sering berkata yang menyakiti
hati
22.Suka melontarkan ejekan dan olok-olok yang bernada
merendahkan orang lain
23.Jauh dari sentuhan budaya dan agama
24.Kaku dan tidak pedulu pada pendapat orang lain
25.Tidak sabaran, suka menantang dan merusak
26.Sulit mengendalikan kemarahan
27.Mendominasi dan mengendalikan anak lain untuk
menurutinya
DAMPAK BULLYING
Bullying berdampak pada kesehatan mental
terutama pada anak-anak dan remaja.
Pelaku yang melakukan pembullyan bisa
memberi pengaruh buruk pada kesehatan
fisik dan mental korbannya. Dampak paling
fatal dari kasus bullying adalah tindakan
bunuh diri yang dilakukan oleh korban.
Dampak Bullying bagi Korban
1.Memicu depresi, stress,
gangguan tidur, gangguan
kesehatan mental, sampai
memicu kemarahan.
2.Berdampak pada menurunkan
tingkat kecerdasan dan
kemampuan analisis anak-anak
3.Remaja dan anak-anak yang
mendapat perilaku bullying
akan menurun secara akademik
dan memilih mengasingkan diri
Dampak Bullying pada Pelaku
1.Perilaku berubah menjadi agresif,
menyukai kekerasan, mudah
marah, impulsif, dan toleransi
rendah
2.Kurang berempati dan lebih
menyukai mendominasi orang
lain
3.Pelaku merasa harga diri tinggi
dan percaya diri
4.Menyukai kekuasaan untuk
merendahkan orang lain
Dampak Bullying bagi yang menyaksikan
1. Jika dibiarkan terus-menerus, penonton yang
menyaksikan bullying merasa bahwa perilaku
tersebut dianggap biasa. Penonton akan
berpikir bahwa perilaku ini bisa diterima secara
sosial, bahkan bisa meniru perilaku terutama
anak-anak.
2. Para penonton memilih menjadi penindas
karena takut mereka akan menjadi korban
selanjutnya. Sedangkan beberapa orang
memilih diam tanpa bertindak atau
menghentikan aksi bullying tersebut.
CEGAH BULLYING
AGAR TIDAK MENJADI KORBAN BULLYING, ADA BEBERAPA CARA MENCEGAH
BULLYING YANG BISA KAMU LAKUKAN. YUK, SIMAK CARA-CARANYA DI BAWAH INI.
TUNJUKAN PRESTASI
Orang yang melakukan bullying umumnya beraksi karena
rasa iri maupun dengki. Sebagian besar korban bullying
pasti memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang
yang menindasnya. Yang harus dilakukan oleh para
korban bullying adalah tak ragu menunjukkan prestasi.
Lama kelamaan si pelaku bully akan mundur dengan
sendirinya karena merasa korbannya tidak terkalahkan.
JALIN PERTEMANAN DENGAN
BANYAK ORANG
Pernahkah kamu
memperhatikan bahwa korban
bullying umumnya suka
menyendiri dan jarang memiliki
teman? Cara mencegah
bullying adalah menjalin
pertemanan dengan banyak
orang. Pastikan bahwa circle
pertemananmu ini sehat dan
tidak suka melakukan bully.
Ketika korban bullying memiliki
banyak teman, maka pelaku
bully akan berpikir dua kali
untuk menindasnya.
TUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI
Pelaku bully akan semakin bersemangat ketika
mengetahui bahwa korbannya merasa minder dan
semakin terpuruk. Untuk mencegah sekaligus
memberikan efek jera pada pelaku bully, bangun rasa
percaya diri agar tidak terlihat minder atau takut
kepada si pelaku. Percayalah, pelaku bully akan malas
menindas orang yang berani dan percaya diri.
TIDAK TERPANCING UNTUK MELAWAN
Emosi terkadang memicu kita untuk bertindak ketika
merasa ditindas. Akhirnya banyak korban bullying yang
melakukan perlawanan. Boleh-boleh saja melakukan
perlawanan, tapi kamu juga harus memikirkan bahwa
pelaku akan semakin gencar menindasmu ketika kamu
melawannya. Cara mencegah bullying bisa dimulai
dengan tetap bersikap tenang dan sabar tanpa
terpancing untuk melakukan perlawanan.
JANGAN MENUNJUKKAN SIKAP TAKUT & SEDIH
Pelaku bully tentu akan merasa puas
ketika berhasil membuat korbannya
sedih, takut, dan semakin terpuruk.
Cara mencegah bullying yang paling
efektif adalah tidak menunjukkan
sikap takut atau sedih di depan
pelakunya. Jika kamu terus
berkonsisten menunjukkan sikap
seperti ini, maka pelaku bully lama
kelamaan akan mundur karena takut.
JADIKAN BULLY-AN SEBAGAI PENYEMANGAT
UNTUK SUKSES
Sebagian korban bully akan merasa tidak berharga dan
putus asa. Namun, untuk mencegah bullying yang
menghancurkan dirimu sendiri, sikapi dengan positif
semua perundungan tersebut. Jadikan bully-an sebagai
sarana penyemangat agar kamu bisa meraih suksesmu.
Ingat, balas dendam terbaik bukan membalas
perbuatan jahat mereka, tetapi dengan membuktikan
bahwa dirimu bisa menjadi sukses dan lebih baik dari
mereka yang pernah mem-bully kamu.
Apa yang harus saya lakukan
jika saya jadi korban
pembullyan?
Apa yang harus saya lakukan
jika saya melihat
bullying?
Untuk kalian yang paham akan bahaya bullying. Alangkah
baiknya, jika kita semua sama-sama berusaha menghentikan
segala bentuk kekerasan, terutama di lingkungan sekolah,
agar suasana belajar kita kondusif, nyaman, dan apa yang
kita cita-citakan tercapai. Ada baiknya kita kenali bentuk-
bentuk bullying dan lakukan langkah-langkah berikut sebagai
upaya menghentikan bullying.
Jika kamu di bully..
Tetap percaya diri dan hadapi tindakan bullying dengan
berani.
Simpan semua bukti bullying yang bisa kalian laporkan,
kepada orang dewasa yang dekat dan kalian percaya,
seperti guru, jika guru adalah pelaku, laporkan segera ke
orang tua kalian, jika perlu melaporkan ke aparat
penegak hukum, dalam hal ini Polisi.
Jangan pernah takut untuk berbicara atau melaporkan,
meskipun kalian diancam oleh pelaku, karena,
mengancam juga merupakan tindakan kriminal.
Berbaurlah dengan teman-teman yang membuat kalian
percaya diri dan selalu berpikir positif.
Tetap berpikir positif. Tidak ada yang salah dengan diri
kalian, selama kalian tidak merugikan orang lain.
Tetaplah jadi diri kalian sendiri dan lawan rasa takut
kalian dengan rasa percaya diri.
Jika kamu melihat
bullying
Jangan diam!
Berusahalah mendamaikan.
Dukunglah korban bullying agar dapat memulihkan rasa
percaya dirinya kembali dan mendampinginya agar tetap
bertindak positif
Bicaralah dengan orang terdekat pelaku bullying agar dapat
memberikan perhatian dan masukan kepada pelaku!
Laporkan kepada pihak yang bisa menjadi penegak hukum di
lingkungan terjadinya bullying, seperti kepala sekolah & guru,
jika guru atau kepala sekolah yang menjadi pelaku, seperti
tokoh masyarakat, atau aparat penegak hukum!
HUKUM UNTUK BULLYING
Bullying merupakan suatu tindakan pelanggaran hak asasi
manusia, maka dari itu, hal semacam ini memiliki payung hukum
dalam perundang-undangan di negara kita. Selain undang-undang
perlindungan anak. Kasus bullying di lingkungan satuan pendidikan
mempunyai payung hukum seperti yang tertuang berikut ini.
Pasal 54 UU Nomor 35 tahun 2014
Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib
mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis,
kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh
pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau
pihak lain.
Bullying adalah permasalahan global. Di satu sisi, perilaku tak
terpuji ini membuat pihak berwenang mengencangkan peraturan
terhadap pelaku. Namun di sisi lain, bullying sudah terlihat
sebagai fase normal yang seolah harus dilewati ketika bertumbuh
remaja dan dewasa. Kadang kita lupa, bahwa dampak bullying
begitu berpengaruh pada masa depan seseorang.
Dampak bullying dalam jangka pendek bisa terlihat jelas. Apalagi
jika perundungan terjadi secara fisik. Luka memar dan berdarah
bisa langsung terlihat dan jadi senjata pendorong untuk membuat
pelaku minta maaf. Namun bagaimana secara mental? Menangis
setelah menjadi korban bullying hanya kondisi yang terlihat
sementara. Belasan bahkan puluhan tahun setelahnya, luka
mental itu sulit sembuh.
Jangan hanya diam, Berdiri!
BERSATU
MELAWAN
BULLYING
Bimbingan dan Konseling
SMP Negeri 3 Balikpapan