The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENGARUH KEMAJUAN IPTEK DI BIDANG EKONOMI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erlysianurrohma, 2022-01-12 11:49:59

Makalah Pengaruh IPTEK di Bidang Ekonomi

PENGARUH KEMAJUAN IPTEK DI BIDANG EKONOMI

PENGARUH KEMAJUAN IPTEK DI BIDANG EKONOMI
MATA PELAJARAN PKN TAHUN PELAJARAN 2021-2022

Disusun oleh : (02)
(03)
1. Ahmat Sarifudin (05)
2. Ainun Syahfitri (06)
3. Elfando Daryawan (10)
4. Erlysia Nur Rohma (14)
5. Hesti Rahma Mitasari (16)
6. M. Alfin Efendi (20)
7. Rafika Yuniar A.F
8. Vini Dwi Cahyati

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 TEMPEH LUMAJANG

Jalan Soekarno-Hatta No. 130 Tempeh LUMAJANG
Telepon (0332) 520670 Fax (0334) 520670 e-mail : smantempeh [email protected]

12 Januari 2022

Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan adanya rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul
“Pengaruh Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Ekonomi” dengan baik
dan benar.

Penulisan makalah ini bertujuan guna memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Disamping itu makalah ini diharapkan dapat menjadikan sarana
pembelajaran serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca, terutama
para pelajar.

Disamping itu, penulis juga menyadari akan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan,
bagi dari segi penulisan maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati
menerima kritik dan saran demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.

Penyusun berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi
penulis dan para pembaca pada umumnya.

Tempeh, 12 Januari 2022

Penyusun

Daftar Isi

KAT A PENGANTAR ......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) & Kemiskinan............................... 3
2.2 Hubungan IPTEK dengan Kemiskinan............................................................... 4
2.3 IPTEK Mempengaruhi Kemiskinan....................................................................5
2.4 IPTEK Dalam Bidang Ekonomi dan Industri......................................................6
2.5 Dampak Positif dan Negatif dalam bidang Ekonomi...........................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………..10
3.2 Saran ……………………………………………………………………………10
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK Telah berkembang pesat dan melaju
terus kedepan. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa
depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek,
terutama teknologi informasiseperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai
tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan
segala cara karena ingin memperoleh keuntungan.

Pengembangan IPTEK dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada.
Sementara orang bahkan memuja IPTEK sebagai liberator yang akan membebaskan
mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia
kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan
kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu
diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi
manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh
disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek
mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim
dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang
manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup
pula unsur keadilan.

Kemiskinan sendiri merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai
perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi fundamental dari
cita-cita masyarakat adil dan makmur. Berbicara tentang kemiskinan akan menghadapkan
kita pada persoalan lain, seperti persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok, posisi
manusia dalam lingkungan sosial dan persoalan yang lebih jauh, bagaimana ilmu
pengetahuan (ekonomi) dan teknologi memanfaatkan sumber daya alam untuk
mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat.

Kemiskinan memang menjadi masalah yang serius dalam menghadang kemajuan
IPTEK. Hal ini disebabkan, masyarakat miskin dipastikan tidak akan bisa menikmati
kemajuan teknologi. Malah yang terjadi masyarakat miskin akan menghambat
perkembangan teknologi. Bukan hanya itu saja, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
memberikan dampak dalam sektor ekonomi sehingga masyarakat akan terseleksi dan
membuat mereka menjadi miskin ketika dampak IPTEK mulai merajarela.

Berbicara tentang ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan tidak mustahil kita
akan melihat ke masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian.Yang
mungkin permasalahannya adalah kontinuitas dan perubahan,harmoni,dan disharmoni.
Bahasa “Ilmu Pengetahuan” sudah lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari,terdiri
dari dua kata yaitu “ilmu” dan “pengetahuan”. Namun, berbicara tentang pengetahuan
saja akan menghadapi berbagai masalah,seperti kemampuan kita dalam memahami fakta
pengalaman dan dunia realitas,hakikat pengetahuan,kebenaran,kebaikan,membentuk
pengetahuan,sumber pengetahuan dan sebagainya. Teknologi dalam penerapannya
sebagai jalur utama yang dapat menyonsong masa depan,sudah diberi kepercayaan yang
mendalam. Dia dapat mempermudah kegiatan manusia, meskipun mempunyai dampak

sosial yang muncul sering lebih penting artinya daripada kehebatan teknologi itu.
Kemiskinan sendiri merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan
yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi fundamental dari cita-cita
masyarakat adil dan makmur. Berbicara tentang kemiskinan akan menghadapkan kita
pada persoalan lain, seperti persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok, posisi manusia
dalam lingkungan sosial dan persoalan yang lebih jauh, bagaimana ilmu pengetahuan
(ekonomi) dan teknologi memanfaatkan sumber daya alam untuk mengurangi kemiskinan
di tengah masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan?
2. Apa hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan?
3. Apa pengaruh Ilmu Pengetahuan, Teknologi terhadap kemiskinan ?
4. Apa dampak positif dan negatif perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

dalam bidang ekomoni ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui definisi dan maksud dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan
Kemiskinan

2. Mengetahui hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
3. Memahami pengaruh dari perkembangan Ilmu Pengatahuan dan Teknologi

terhafap kemiskian
4. Mengatahui dampak positif serta negative dari perkembangan Ilmu Pengetahuan

dan Teknologi dalam bidang ekonomi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) & Kemiskinan
A. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK )

Ilmu Pengetahuan berasal dari dua kata, yaitu “ilmu” dan “pengetahuan” yang memiliki
arti tersendiri. Keseluruhannya telah lama dipersoalkan oleh ahli filsafat seperti socrates,
plato, dan aristoteles dimana teori ilmu pengetahuan merupakan cabang atau sistem filsafat.
Oleh J.P Farrier dalam institutes of metaphiscs (1854), pemikiran tentang teori pengetahuan
itu disebut ”epistemologi” (epistem=pengetahuan, logos=pembicaraan/ilmu).

Menurut Immanuel Kant pengetahuan merupakan persatuan budi dan pengalaman. dari
berbagai macam pandangan tentang pengetahuan di peroleh sumbe-sumber pengetahuan
berupa ide, kenyatan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sentesis budi atau meragukan karena
tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Banyaknya teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu
definisi ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan sebab, membuat suatu definisi dari
definisi ilmu pengetahuan yang dikalangan ilmuan sendiri sudah ada keseragaman pendapat,
Hanya akan merangkap dalam tautologies (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan
pleonasme atau mubazir saja.

Dalam penerapan sebuah ilmu pengetahuan akan memunculkan sebuah hambatan sosial.
Hal ini disebabkan, pola pikir ilmiah tidak mempertimbangkan nilai moral dan dampak
terhadap sosial ekonomi.Sebab manusia tidak selalu sadar dengan hal ini,dan manusia yang
paling sederhanapun hanya sedikit peduli terhadap sosial ekonomi.

Contoh sederhana tapi mendalam terjadi pada masyarakat mistis. Dalam masyarakat
tersebut ada kesatuan dari pengetahuan (mitis ) dan perbuatan (sosial), demikian pula
hubungan sosial di dalam suku dan kewajiban individu sudah terang, argumen ontologis,
kalau meminjam teori plato berteori tentang wujud dan hakikat yang ada. Keadaan sekarang
sudah berkambang sehingga manusia sudah mampu membedakan antara ilmu
pengetahuan(kebenaran) dan ilmu etika(kebaikan). Maka yang pertama
dipentingkan bukan “apa” melainkan “bagaimana” dapat menghubungkan
ilmu pengetahuan dengan etika dalam suatu sikap yang dapat dipertanggung jawabkan.

Alasan lain untuk mengintegrasikan kedua bidang tersebut ialah karena dalam
perkembangan-perkembangan ilmu modern, pengetahuan manusia telah
mencapai lingkupnya yang paling luas, dimulai dengan pikiran antologis, kemudian gauli,
rahasia-rahasianya dimanfaatkan bagi manusia. Timbul kesan seolah- olah pengetahuan
ilmiah merupakan suatu tujuan tersendiri (ilmu demi ilmu). Bahkan ada ilmu pengetahuan
murni, jadi lepas dari apa yang ada di luar ruang lingkup ilmu, lepas dari masyarakat dan
hidup sehari-hari. Di sini manusia berhadapn dengan pertanyaan –pertanyaan mengenali
kebaikan dan kejahatan, kesadaran politik, nilai-nilai religius, dan sebagainya. Oleh
pandangan ini kaidah etis etis beserta lain-lainnya di cap sebagai sosial akstra ilmiah (diluar
dibidang ilmu).

B. Teknologi
Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Kata yunani kuno techne berarti seni

kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang
memiliki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang
menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti,
keterampilan itu lalu menjadi teknik.

Sampai pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan
merangkum suatu rangkaian sarana, proses, dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin.
Perluasan arti itu berjalan terus sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi
sebagai sarana atau aktifitas yang dengannya manusia berusaha mengubah dan menangani
lingkungan. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana
perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi.

Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa
penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Kecenderungan ini pun
mempunyai suatu akibat dimana kalau teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu
pengetahuan, dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis
teknologi/sebagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu
pengetahuan dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu
pengetahuan yang menjadi pasangannya.

C. Kemiskinan
Menurut Petirin A. Sorokin, bahwa stratifikasi soisal ( social stratification ) adalah

perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat ( secara
hierarakis ). Perwujudannya adalah adanya kela-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah.
Selanjutnya Sorokin menjelaskan bahwa dasar dan inti lapisan-lapisan dalam masyarakat
adalah karena tidak ada keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban,
kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya diantara
anggota-anggota masyarakat. Lapisan-lapisan ini dalam masyarakat itu ada sejak manusia
mengenal kehidupan bersama dalam masyarakat. Mula-mula lapisan-lapisan didasarkan
pada pembedaan jenis kelamin, perbedaan antara pemimpin dan yg dipimpin, pembagian
kerja dan sebagainya. Semakin kompleks dan majunya pengetahuan dan teknologi dalam
masyarakat, maka system lapisan-lapisan dalam masyarkat akan semakin kompleks pula.

Kemiskinan memang merupakan sebuah dampak negatif dari sebuah perkembangan
IPTEK yang semakin pesat tanpa di iringi dengan ekonomi yang mumpuni, sehingga
menimbulkan kaum miskin yang tertinggal akan IPTEK. Hal ini bisa terlihat dengan
penggantian tenaga manusia menjadi tenaga robotic pada perusahaan sebagai dampak dari
perkembangan IPTEK, tanpa di iringi dengan pemikiran terhadap kaum buruh yang miskin.
Hal ini tentu saja membuat mereka menjadi kalah atau tersingkir akibat dari kemajuan
IPTEK.

2.2 Hubungan IPTEK dengan Kemiskinan

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam
peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk
mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai
suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan
proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi

merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu
pengetahuan di dalamnya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu
kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah
dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan
(kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral
terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan
terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan
ajaran agama.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan,
tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem
lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.

Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia
lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial
buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena
mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan
diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia
dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan
sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu
pengetahuan dan teknologi.

Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun
menulis. sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu
pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa
berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak uang.
Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan
memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

2.3 IPTEK Mempengaruhi Kemiskinan

Bagaimana ilmu pengetahuan (ekonomi) dan teknologi memanfaatkan sumber daya
alam untuk membasmi kemiskinan. Alokasi serta kualitas sumber daya alamnya. Dilihat
dari sektor pertanian berdasarkan memanfaatkan sumber daya alam, Tingkat produktivitas
yang rendah disebabkan oleh jumlah pekerja di sektor tersebut terlalu banyak, sedangkan
tanah, kapital, dan teknologi terbatas serta tingkat pendidikan petani yang rata-ratanya
sangat rendah. Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karena
kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah, upahnya pun
rendah. Untuk itu diperlukan program-program pelatihan ketrampilan dalam pemahaman
berbasis IPTEK. Juga kurangnya kegiatan-kegiatan/fasilitas lapangan kerja di luar bidang
pertanian. Solusinya melaksanakan 78 jalur pemerataan yang meliputi : pemerataan
pembagian pendapatan, penyebaran pembangunan di seluruh daerah, kesempatan
memperoleh pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja.

Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya.
Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolut dan relatif.
Dalam politik, penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial,
kesempatan kerja khusus. Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak
manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan. Dalam pendidikan,
kemiskinan memengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah
lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin,
kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan kurangnya kandungan gizi
makan mereka membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar.

2.4 IPTEK dalam Bidang Ekonomi dan Industri

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi
dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain :

 Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
 Terjadinya industrialisasi
 Produktifitas dunia industri semakin meningkat
 Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah

skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan
ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja
yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan
adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga
kerja yang berubah tersebut.
 Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk
kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya
antara lain;1. terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai
kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2. Sifat konsumtif sebagai akibat
kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara
moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang
bermental“instant”.
 Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di
bumi bagian manapun melalui internet.
 Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh
hanya dengan melalui handphone.
 Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain.
 Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas).
 Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
 Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh
informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi
secara langsung dari internet.
 Kecemasan teknologi selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer.
Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam
komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya
modem internet karena disambar petir.
 Manusia semakin malas karena adanya barang-barang elektronik terlebih di era
modern ini perusahaan alat-alat elektronik selalu berlomba-lomba untuk membuat
hal yang meringankan kinerja otak maupun fisik manusia dan sudah menjadi hal
utama sehari-hari yang dilakukan oleh seluruh mayoritas manusia tertentu.

2.5 Dampak Positif dan Negatif dalam bidang Ekonomi

Dalam perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran
yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi
informasi, perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup
signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang
berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah
yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk
memfasilitasinya. Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikai di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi
informasi maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun
perkembangan teknologi informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak
penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas
manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat
yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun
demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi
lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif dari kemajuan teknologi dalam
kehidupan manusia.

A. Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Ekonomi
Teknologi yang berkembang pesat, baik teknologi informasi, komunikasi, maupun

transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara. Lebih lanjut
dampak positif teknologi informasi dan komunikasi di bidang ekonomi adalah:
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.

Terjadinya industrialisasi.
Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan
meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara
besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa
depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-
tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan
konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan
dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih
penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill
dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi,
akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami
perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang

menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai
dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

Kemajauan ekonomi dalam bidang kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran
menjadi komoditi. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan
pekerjaan. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan
mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.

Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses
internet tidak dibatasi tempat dan waktu.
Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi.

Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak.
Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah.
Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah
transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan.
Pemanfaatan TIK untuk membuat layanan baru dalam perekonomian dan bisnis antara lain
internet banking, SMS banking, dan e-commerce.

Internet Banking
Internet banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan
internet. Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang,
pembayaran tagihan. Keuntungan internet banking bagi bank adalah bank dapat
memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk melakukan transaksi dimana saja dan
kapan saja.
Keuntungan internet banking bagi nasabah antara lain:
a. Menghemat waktu, karena tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi.
b. Menghemat biaya, karena transportasi menuju ke bank dapat dihilangkan.
c. Lebih cepat, karena tidak perlu menunggu antrean yang banyak.

SMS Banking
SMS Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan SMS
(Short Message Service). Transaksi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo,
transfer uang, dan pembayaran tagihan.
E-commerce Perdagangan elektronik (Electronic commerce )
Electronic commerce adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan internet.
Keuntungan perdagangan elektronik antara lain:
1. Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses

internet tidak dibatasi tempat dan waktu.
2. Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi
3. Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak.
4. Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah.

Keuntungan yang diperoleh konsumen antara lain:
a. Konsumen tidak perlu ke toko untuk mendapat barang.
b. Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.
c. Konsumen dapat membandingkan harga dari pemasang iklan lain di internet.
d. Konsumen dapat membeli barang yang di dalam negeri tidak ada
e. Harga barang lebih murah.
Dengan berkembangnya TIK yang menyebabkan banyaknya bermunculan pedagang

online, konsumen tidak perlu ke toko untuk mendapat barang.
Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Konsumen dapat membandingkan harga dari pemasang iklan lain di internet.
Konsumen dapat membeli barang yang tidak ada di dalam negeri.

Di bidang bisnis baik perdagangan barang maupun jasa computer akan sangat penting
untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun insidentil dan menyediakan informasi
dengan cepat dan tepat.Sistem Informasi Manajemen (SIM) / Management Information
system (MIS), merupakan sistem informasi yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan
yang bergerak bidang perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah,
bahkan perusahaan kecil. Di perusahaan dagang seperti department store, telah
dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kontrol komputer
sehingga mesin tersebut dapat dikontrol oleh pihak manajer hanya dari ruangan kerjanya
secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode kode.

B. Dampak Negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi di Bidang Ekonomi
Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin

memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi
narkoba. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan
yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.

Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya
terjadi kasus penipuan dalam perdagangan online. Resistensi Membeli Secara Online. Bagi
orang awam yang belum pernah bertransaksi secara online, akan merasa janggal ketika harus
bertransaksi tanpa bertatap muka atau melihat penjualnya. Belum lagi ketakutan bila
pembayaran tak terkirim atau tak diterima. Atau barang tak dikirim, atau bahkan barang
dikirim tetapi tak diterima.

Violance and Gore. Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan dalam dunia
bisnis di internet. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para
pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka, salah
satunya dengan menampilkan hal-hal yang tabu.

Carding. Karena sifatnya yang langsung (real time), cara belanja dengan menggunakn
kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat
internetpun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka,
para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online
dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang
mereka daptkan untuk melakukan kejahatan.

Cybercrime
Cybercrime adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia
maya yang bersifat:
 Melintasi batas Negara
 Perbuatan dilakukan secara illegal
 Kerugian sangat besar
 Sulit pembuktian secara hukum

Hacking
Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari
kelemahan system jaringan. Seperti hacking pada facebook yang sering terjadi sebagai sarana
untuk jual beli online sehingga menimbulkan kerugian bagi penjual ataupun pembeli.

Cracking
Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau
menghancurkan file yang di simpan pada jaringan tersebut. Dalam dunia bisnis online hal ini
menimbulkan kerugian yang besar.
Saling menghujat di media sosial karena pengambilan foto-foto testimony ataupun foto-
foto produk yang dijual tanpa izin. barang dagangan, menghitung rugi laba, inventori dan
sebagainya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Terutama
dalam perkembangannya yang semakin pesat dari tahun ke tahun. Masyarakat mau tidak
mau harus mengikuti perkembangan yang ada demi kemudahannya dalam beraktifitas,
tetapi faktor penybaran perekonomian yang tidak merata menyababkan hal-hal yang ingin
dicapai tidak dapat berjalan dengan maksimal.

Hanya kalangan ekonomi menengah keatas atau kaum yang tergolong makmur yang
bisa merasakan dari perkembangan IPTEK yang saat ini berkembang dnegan pesat.
Sebaliknya, kaum miskin akan semakin tersingkir dengan IPTEK yang semakin maju.

Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan adalah sesuatu yang bertentangan.
Teknologi diciptakan oleh manusia demi kesejahteraan umat manusia dan untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan arti menciptakan, mencari kesenangan manusia, melindungi
dari malapetaka, kelaparan, melindungi dari bahaya kekejaman alam serta memenuhi
kebutuhan pokok manusia.Ilmu pengetahuan, teknologi serta kemiskinan memiliki kaitan
struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai IPTEK maka ia akan
berkembang mengikuti era globalisasi yang sudah modern ini. Dan bagi siapa saja yang
tidak menguasai IPTEK maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan
teknologi di zaman ini.Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang
tertinggal dan tidak menguasai IPTEK maka mungkin saja masyarakat masih terpuruk
dalam kemiskinan karena mereka masih menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan
tidak efektif dan efisien lagi dizaman ini.

Penanganan kemiskinan pada prinsipnya merupakan pemecahan masalah-masalah yang
berkaitan dengan kondisi sumberdaya alam yang tidak menguntungkan dan rendahnya
akses kelompok masyarakat miskin terhadap peluang- peluang yang tersedia. Oleh karena
itu upaya pengentasan yang harus diarahkan pada :

a. Meningkatkan kualitas dan kemampuan sumberdaya manusia, melalui jalur
pelayanan pendidikan (pemantapan IMTAQ dan transfer IPTEK), pelayanan
kesehatan dan perbaikan gizi.

b. Mengembangkan dan membuka usaha produktif yang dapat diakses oleh kelompok
masyarakat miskin secara berkelanjutan serta memperbesar akses masyarakat
miskin dalam penguasaan faktor produksi

c. Memelihara dan memperbaiki fungsi produktif dari sumberdaya alam
bagi masyarakat miskin.

d. Pemihakan kebijakan publik yang mampu mendorong peningkatan daya beli
masyarakat miskin

3.2 Saran

Kemiskinan di negeri ini hanya bisa diatasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam hal ini ada dua segi yaitu dari pemerintah dan masyarakat. Dari segi pemerintah
yaitu; pemerintah sepenuhnya menangani bidang produksi pertanian dan peternakan,
pemerintah memperbanyak atau meningkatkan mutu dalam pemberdayaan sumber daya
manusia (SDA), pemerintah membangun Infrastruktur dengan teknologi yang mampu
memangkas biaya pegeluaran negara, misalkan saja pemerintah segera membangun sumber
energy nuklir (PLTN). Sedangkan dari segi masyarakat; masyarakat agar peduli dengan

pendidikan dengan memperhatikan lembaga swadaya masyarakat dalam meningkatkan
Sumber Daya Manusia (SDA), masyarakat diharapkan meningkatkan produksi
pertaniannya dengan basis teknologi yang dianjurkan oleh pemerintah, serta
memperhatikan penuh dalam penyelenggaraan perencanaan PLTN.

IPTEK memang merupakan dua mata pisau. Sehingga harus di manfaatkan dengan hati
hati. Karena jika tidak terjadi, masyarakat miskin akan menjadi lebih miskin lagi dan
masyarakat golongan menengah keatas akan semakin kaya dengan mendapatkan pundi-
pundi keuntungan dari pemanfaatan IPTEK tanpa memikirkan masyarakat miskin. Bahkan
yang miskin akan tersingkirkan dan menjadi masyarakat buangan karena selain tidak bisa
memanfaatkan IPTEK tetapi juga tidak bisa merasakan bagaimana IPTEK telah tumbuh
dan berkembang dengan cepat.

Daftar Pustaka

http://thyamuthya94.blogspot.co.id/2013/11/dampak-perkembangan-iptek-dalam-bidang.html
http://ilmu-duniadanakhirat.blogspot.co.id/2014/11/makalah-ilmu-sosial-budaya-dasar-ilmu.html
http://heynisaa.blogspot.co.id/2014/05/dampak-negatif-dan-positif-kemajuan.html
http://roddteknologi.blogspot.co.id/2014/09/dampak-positif-dan-negatif-dalam-bidang_18.html
http://yukkyyuki.blogspot.co.id/2012/12/1.html
PENGARUH IPTEK TERHADAP EKONOMI (sarahdwikusuma.blogspot.com)


Click to View FlipBook Version