The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by roobonet, 2023-07-01 02:56:21

BUKU CATALIS PLUS DRAFT BETA

BUKU CATALIS PLUS DRAFT BETA

Keywords: Catalis Plus,Viusid Agro

CATALIS PLUS PRODUCT KNOWLEDGE P


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 1 dari 89 PRODUCT KNOWLEDGE COMPANY PROFILE SINERGI CATALIS INDONESIA, PT • +62 813 2992 5772 • La Verde R3 No. 2, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia PT Sinergi Catalis Indonesia adalah sebuah perusahaan produsen pupuk cair Catalis Plus yang didirikan pada tahun 2020. Berlokasi di La Verde R3 No. 2, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia, perusahaan ini berfokus pada produksi dan penjualan pupuk cair organik berkualitas tinggi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. Dalam misinya untuk memberikan solusi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan, PT Sinergi Catalis Indonesia memproduksi pupuk cair Catalis Plus dari bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, seperti limbah pertanian dan peternakan, serta bahan-bahan alami lainnya. Pupuk cair Catalis Plus telah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman, sehingga menjadi pilihan utama petani di Indonesia. PT Sinergi Catalis Indonesia memiliki tim ahli yang berdedikasi untuk menjaga kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan pengemasan. Selain itu, perusahaan juga memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada petani dalam penggunaan pupuk cair Catalis Plus agar dapat memperoleh hasil yang optimal.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 2 dari 89 Dalam upayanya untuk berkontribusi pada pertanian berkelanjutan, PT Sinergi Catalis Indonesia juga menjalankan program sosial dan lingkungan, seperti pengelolaan limbah pertanian dan peternakan, penghijauan, dan pelatihan pertanian berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan, PT Sinergi Catalis Indonesia terus berinovasi dan melakukan riset untuk mengembangkan produkproduk baru yang lebih ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. TABLE OF CONTENTS COMPANY PROFILE........................................................................................................................ 1 SINERGI CATALIS INDONESIA, PT ................................................................................................. 1 CATALIS PLUS: BIOTECH ANTIOXIDANT FERTILIZER ................................................................... 3 KEBIJAKAN PEMERINTAH RI MENUJU INDONESIA MANDIRI PANGAN ...................................... 5 MENGAPA PUPUK ORGANIK CAIR? .............................................................................................. 6 APA ITU CATALIS PLUS®?.............................................................................................................. 7 KOMPOSISI CATALIS PLUS ............................................................................................................ 7 KANDUNGAN CATALIS PLUS......................................................................................................... 8 KANDUNGAN CATALIS PLUS....................................................................................................... 14 WAKTU DAN DOSIS PEMAKAIAN CATALIS PLUS UNTUK HASIL TERBAIK................................ 17 PERANAN UNSUR HARA DAN AKIBAT KEKURANGAN UNSUR N, K, CA, MG ........................... 26 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA PADI SAWAH................................................................. 28 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA JAGUNG ........................................................................ 30 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA KEDELAI ........................................................................ 33 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN HIAS............................................................ 35 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN SOLANACEAE:............................................ 37 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN FAMILY BRASSICACEAE............................. 38 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA JAMUR MERANG, TIRAM DAN KUPING....................... 39 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN KEHUTANAN.............................................. 39 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN CUCURBITACEAE (LABU-LABUAN)........... 40 PUPUK CAIR CATALIS PLUS MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN AMARYLLIDACEAE (BAKUNG-BAKUNGAN). ............................................................................... 41


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 3 dari 89 MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN FABACEAE (KACANG-KACANGAN) DENGAN PUPUK CATALIS PLUS.................................................................................................................. 44 MANFAAT PUPUK CAIR CATALIS PLUS UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN ROSACEAE (MAWAR-MAWARAN)................................................................................................................... 47 PUPUK CAIR CATALIS PLUS MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS TANAMAN BRASSICACEAE (SAWI-SAWIAN ATAU KUBIS-KUBISAN) ............................................................ 51 PUPUK CATALIS PLUS: MENINGKATKAN KUALITAS DAN HASIL TANAMAN ASTERACEAE (KENIKIR-KENIKIRAN)................................................................................................................... 55 PROTOKOL DURIAN..................................................................................................................... 58 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN TEMBAKAU ................................................ 64 TEKNIK APLIKASI CATALIS PLUS PADA TANAMAN KENTANG DENGAN MUDAH.................... 65 MENINGKATKAN HASIL PANEN TOMAT DENGAN MENGGUNAKAN CATALIS PLUS .............. 71 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN TEH............................................................. 73 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN KARET......................................................... 74 APLIKASI CATALIS PLUS PADA BUAH NAGA (DRAGON FRUIT)................................................. 74 TESTIMONI ................................................................................................................................... 81 ACARA & KEGIATAN: FARMER MEETING .................................................................................... 82 LOKASI DEPOT TANI DAN PERTANIAN YANG MENJUAL PUPUK BIOTIK CATALIS PLUS DI YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH ............................................................................................. 85 PUPUK BIOTIK CATALIS PLUS DIJUAL JUGA DI TOKOPEDIA DAN LAZADA .............................. 87 CATALIS PLUS: BIOTECH ANTIOXIDANT FERTILIZER


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 4 dari 89 Catalis Plus Adalah Pupuk Bioteknologi yang mengandung ekstrak alami, asam amino, vitamin dan mineral yang diformulasikan menggunakan suatu teknologi yang dinamakan Molecular Activation Technology (MAT) PUPUK BIOTEKNOLOGI DENGAN TEKNOLOGI MOLEKULER AKTIVASI (MAT): SOLUSI INOVATIF UNTUK PERTANIAN MODERN. Penggunaan pupuk dalam pertanian modern telah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Namun, dengan tuntutan produksi yang semakin tinggi, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk membantu mengatasi masalah ini, diperlukan solusi yang lebih ramah lingkungan dan aman untuk digunakan. Salah satu solusi yang inovatif adalah penggunaan pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT). Pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) adalah pupuk yang mengandung ekstrak alami, asam amino, vitamin, dan mineral yang diformulasikan dengan cara khusus menggunakan teknologi molekuler aktivasi. Teknologi molekuler aktivasi adalah teknologi yang dapat memecahkan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil, sehingga nutrisi dalam pupuk dapat diserap dan digunakan lebih efektif oleh tanaman. Pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pupuk kimia konvensional. Pertama, pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Kedua, pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman secara alami, sehingga dapat membantu petani meningkatkan hasil panen mereka. Pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) juga memiliki beberapa keunggulan lainnya. Pertama, pupuk ini dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Kedua, pupuk ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sehingga dapat membantu petani meningkatkan pendapatan mereka. Ketiga,


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 5 dari 89 pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia konvensional, sehingga dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, seperti padi, jagung, kedelai, sayuran, dan buah-buahan. Pupuk ini dapat digunakan pada fase vegetatif dan generatif tanaman, sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Dalam penggunaannya, pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) dapat dicampur dengan air dan disemprotkan pada tanaman. Pupuk ini juga dapat diberikan melalui sistem irigasi tetes atau ditanam bersama dengan benih. Penggunaan pupuk ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat dilakukan oleh petani dengan mudah. Dalam era pertanian yang semakin modern dan inovatif, penggunaan pupuk bioteknologi dengan teknologi molekuler aktivasi (MAT) merupakan salah satu solusi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara alami dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk ini, petani dapat meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan, sambil menjaga kesehatan lingkungan dan manusia. KEBIJAKAN PEMERINTAH RI MENUJU INDONESIA MANDIRI PANGAN Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan kebijakan untuk mencapai Indonesia mandiri pangan, yaitu memastikan bahwa kebutuhan pangan nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mencapai tujuan ini adalah sebagai berikut: PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN Pemerintah mengeluarkan program untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri, dengan memberikan dukungan dan insentif kepada petani. Program ini meliputi pemberian bibit unggul, pupuk, alat pertanian, serta bantuan modal untuk petani. Selain itu, pemerintah juga melakukan penelitian dan pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan penyakit. PROGRAM SWASEMBADA BERAS Program swasembada beras merupakan program pemerintah untuk memastikan bahwa kebutuhan beras nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Program ini meliputi


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 6 dari 89 pemberian bantuan teknis dan modal bagi petani untuk meningkatkan produktivitas padi, pengembangan irigasi, dan pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian. PROGRAM DIVERSIFIKASI PANGAN Pemerintah juga menggalakkan program diversifikasi pangan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi pangan lain selain beras. Program ini mencakup pengembangan tanaman pangan alternatif seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, dan sayuran. PROGRAM PERCEPATAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PANGAN Pemerintah juga menetapkan program untuk mempercepat pengembangan industri pangan dalam negeri, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan Indonesia di pasar global. Program ini meliputi pembangunan infrastruktur industri pangan, pengembangan teknologi produksi, serta dukungan keuangan dan regulasi yang mendukung industri pangan. Dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut, pemerintah berharap dapat mencapai Indonesia mandiri pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan. MENGAPA PUPUK ORGANIK CAIR? Pada dasarnya, pupuk organik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik padat seperti pupuk kandang atau kompos memiliki manfaat yang sangat baik bagi tanaman, selain memberikan nutrisi yang lengkap, juga dapat memperbaiki struktur tanah dan mengaktifkan biota dalam tanah. Namun, ada beberapa kendala dalam penggunaan pupuk organik padat ini, seperti ketersediaannya yang belum mencukupi kebutuhan yang diperlukan, volumenya yang cukup besar sehingga biaya pengangkutan dan aplikasi di lapangan perlu tenaga kerja lebih banyak, kandungan unsur hara yang biasanya rendah, dan terkadang dapat menjadi pembawa hama, penyakit, dan gulma yang merugikan tanaman. Sementara itu, pupuk organik cair seperti pupuk organik cair Catalis Plus memiliki beberapa keunggulan. Pupuk organik cair ini sangat praktis dan ekonomis karena terbuat dari asam amino dan zat pengatur tumbuh alami yang sangat konsentrat, sehingga gampang dibawa ke kebun dan hanya perlu diencerkan dengan konsentrasi 0,3-0,6 ml/liter air dan disemprotkan ke tanaman. Selain itu, pupuk organik cair Catalis Plus cepat diserap oleh mulut sel tanaman dalam waktu beberapa menit saja karena diproses melalui Teknologi


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 7 dari 89 Nano sehingga ukuran ionnya lebih kecil dari sel mulut daun. Akibatnya, reaksi tanaman akan lebih cepat dalam pertumbuhan dan perkembangannya. APA ITU CATALIS PLUS®? “ Catalis Plus® adalah pupuk bioteknologi yang mengandung nutrisi dan antioksidan yang merangsang dan mendorong perkembangan tanaman” Catalis Plus® adalah larutan yang siap ditambahkan ke dalam air irigasi berbahan dasar asam malat, monoammonium glycyrrhizinate, asam amino, fosfat, vitamin dan mineral, yang semuanya mengalami proses biokatalitik AKTIVASI MOLEKUL, yang meningkatkan efektivitasnya tanpa mengubah sifat-sifatnya, menghasilkan serangkaian manfaat saat merawat tanaman. KETERANGAN Catalis Plus® adalah jenis pupuk yang membantu tanaman untuk tumbuh lebih baik. Cara kerjanya adalah dengan membuat sel-sel pada tanaman lebih besar dan banyak, dan ini bekerja pada konsentrasi yang sangat rendah. Catalis Plus® juga bisa masuk ke dalam tanaman untuk membantu membuat batang dan bunga tumbuh lebih panjang. Selain itu, pupuk ini juga membantu mencegah bunga jatuh dan dengan begitu, jumlah buah pada tanaman menjadi lebih banyak. Catalis Plus® juga bisa menunda atau mempercepat buah untuk matang tergantung pada dosis yang digunakan, tanpa merubah rasa atau manisnya buah. Dan yang terakhir, Catalis Plus® membantu tanaman tumbuh dengan lebih baik, sehingga hasil panennya menjadi lebih banyak dan lebih baik KOMPOSISI CATALIS PLUS


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 8 dari 89 Komposisi Karbon Organik 10.09% Tembaga (Cu) 50 ppm Makronutrien Zink (Zn) 58 ppm Total (N+P2O5+K2O) 4.70% Boron (B) 41 ppm Nitrogen Organik 3.65% Molybdenum (Mo) 5 ppm Mikronutrien –Asam Amino • Zat Besi (Fe) 218 ppm • (Asam Aspartat, Arginin, Glisin, Triptofan) • Mangan (Mn) 51 ppm pH: Antara 6 – 8 KANDUNGAN CATALIS PLUS KARBON ORGANIK: MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Karbon organik merupakan bahan organik yang sangat penting bagi tanaman karena memiliki manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas tanah. Karbon organik dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, karbon organik juga dapat meningkatkan kepadatan tanah dan mengurangi erosi tanah. Tanaman yang ditanam pada tanah yang kaya akan karbon organik juga cenderung lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama. Oleh karena itu, pemupukan dengan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan limbah organik lainnya sangat disarankan untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 10.09% MANFAAT TEMBAGA (CU) UNTUK TANAMAN Tembaga (Cu) adalah salah satu unsur hara penting bagi tanaman. Manfaat tembaga untuk tanaman antara lain membantu dalam proses fotosintesis, serta membantu dalam pembentukan klorofil dan protein. Selain itu, tembaga juga membantu tanaman dalam menghasilkan buah-buahan yang lebih berkualitas serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan serangan hama. Namun, penggunaan tembaga juga harus dilakukan dengan bijak karena dapat menyebabkan keracunan tanaman jika digunakan secara


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 9 dari 89 berlebihan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran yang tepat dan penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk memanfaatkan manfaat tembaga secara optimal. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 50 ppm MANFAAT MAKRONUTRIEN UNTUK TANAMAN Makronutrien adalah nutrien penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Nutrien tersebut terdiri dari tiga unsur utama yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Setiap unsur memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Nitrogen membantu dalam pembentukan klorofil dan protein, fosfor membantu dalam pembentukan akar dan bunga, sedangkan kalium membantu dalam mengatur keseimbangan air dalam tanaman dan meningkatkan kekuatan pada dinding sel tanaman. Manfaat Makronutrien bagi tanaman sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan makronutrien pada tanaman sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. MANFAAT ZINK (ZN) UNTUK TANAMAN Zink (Zn) adalah salah satu nutrisi makro yang diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh optimal. Zink berperan penting dalam proses metabolisme tanaman, khususnya pada pembentukan enzim dan hormon. Selain itu, Zink juga berfungsi sebagai penyedia energi bagi tanaman dan membantu dalam proses fotosintesis. Kekurangan Zink pada tanaman dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat, daun yang kecil dan kuning, serta produksi buah yang rendah. Oleh karena itu, pemberian Zink pada tanaman sangat penting untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas tanaman. Zink dapat diberikan melalui pupuk atau melalui tanah yang kaya akan mineral Zink. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 58 ppm MANFAAT (N+P2O5+K2O) UNTUK TANAMAN N+P2O5+K2O adalah tiga unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dengan baik. N, atau nitrogen, berfungsi untuk membantu tanaman dalam produksi protein dan klorofil. P2O5, atau fosfor, penting untuk mempromosikan pertumbuhan akar yang sehat dan membantu tanaman dalam berbunga dan berbuah. Sedangkan K2O, atau kalium, membantu tanaman dalam mempertahankan keseimbangan air dan nutrisi, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Oleh karena itu, dalam


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 10 dari 89 pemupukan tanaman, penting untuk memperhatikan keseimbangan antara ketiga unsur hara ini agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang optimal. Manfaat N+P2O5+K2O untuk tanaman sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi yang sehat. Nitrogen (N) membantu dalam pembentukan protein dan klorofil di dalam tanaman, yang mempengaruhi pertumbuhan dan warna daun. Fosfor (P2O5) membantu dalam pembentukan akar yang kuat dan perkembangan biji, sehingga meningkatkan produksi buah dan bunga. Kalium (K2O) membantu dalam menjaga keseimbangan air di dalam tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang buruk. Kombinasi dari ketiga unsur ini membantu dalam meningkatkan produksi dan kualitas tanaman, serta meningkatkan keberhasilan dalam pertanian dan hortikultura. Oleh karena itu, penting bagi petani dan tukang kebun untuk memperhatikan keseimbangan N+P2O5+K2O dalam tanah mereka untuk memastikan pertumbuhan dan produksi yang optimal. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 4.70% BORON (B): MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Boron (B) adalah salah satu unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Unsur ini terutama dibutuhkan untuk membantu dalam pembentukan dinding sel, pertumbuhan akar, dan pembungaan. Tanaman yang mengalami kekurangan boron akan mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan reproduksi. Kekurangan boron pada tanaman juga dapat menyebabkan daun menjadi kusam, keriting, dan bahkan mengalami nekrosis. Oleh karena itu, pemberian boron pada tanaman sangat penting untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen. Namun, pemberian boron harus dilakukan dengan hati-hati karena kelebihan boron pada tanaman juga dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan bahkan menyebabkan kematian. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 41 ppm NITROGEN ORGANIK: MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Nitrogen organik merupakan jenis nitrogen yang berasal dari bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan sisa tanaman. Keberadaannya sangat penting bagi pertumbuhan tanaman karena dapat meningkatkan kandungan nutrisi dalam tanah. Selain itu, nitrogen organik juga berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme dalam tanah yang membantu dalam proses perombakan bahan organik menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh akar tanaman. Dalam jangka panjang, penggunaan nitrogen organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pemupukan kimia


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 11 dari 89 yang berpotensi merusak lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk mempertimbangkan penggunaan nitrogen organik sebagai salah satu cara dalam meningkatkan produktivitas tanaman secara alami dan berkelanjutan. MOLYBDENUM (MO): MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Molybdenum merupakan salah satu unsur hara yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur ini berperan penting dalam proses metabolisme nitrogen pada tanaman, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Tanaman yang kekurangan molybdenum akan mengalami gejala daun yang menguning dan pertumbuhan yang terhambat. Oleh karena itu, pemberian molybdenum secara tepat dosis dan cara aplikasi yang benar sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Beberapa sumber molybdenum yang dapat digunakan antara lain pupuk yang mengandung molybdenum atau menggunakan bahan organik yang kaya akan unsur ini. Dengan pemberian molybdenum yang cukup, maka tanaman dapat tumbuh dengan lebih sehat dan produktif. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 3.65% MIKRONUTRIEN: MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Mikronutrien merupakan unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, mikronutrien seperti besi, mangan, seng, boron, tembaga, dan klorin memainkan peran penting dalam metabolisme tanaman. Besi, misalnya, diperlukan untuk pembentukan klorofil dan transportasi oksigen, sementara mangan dibutuhkan untuk pembentukan enzim yang membantu dalam respirasi dan fotosintesis. Seng dan boron, di sisi lain, berperan dalam pembentukan hormon tanaman dan pembelahan sel. Tanaman yang kekurangan mikronutrien dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, bahkan hingga kematian. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan mikronutrien sangat penting dalam budidaya tanaman yang sehat dan produktif. – ASAM AMINO: MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Asam amino merupakan senyawa organik yang sangat penting bagi tanaman. Senyawa ini terdiri dari berbagai macam jenis, seperti asam amino esensial dan non-esensial. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tanaman sendiri, sehingga harus diperoleh dari sumber luar, seperti pupuk organik atau limbah industri. Sementara itu, asam amino nonesensial dapat diproduksi oleh tanaman sendiri melalui proses metabolisme. Manfaat utama asam amino untuk tanaman adalah sebagai bahan pembentuk protein dan enzim,


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 12 dari 89 yang berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, dan pembentukan jaringan tanaman. Selain itu, asam amino juga dapat meningkatkan resistensi tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, serta membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil panen. Oleh karena itu, penggunaan asam amino dalam pertanian sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 5 ppm ZAT BESI (FE): MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Zat besi (Fe) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan zat besi untuk memproduksi klorofil, yaitu pigmen hijau yang sangat penting dalam proses fotosintesis. Zat besi juga berperan dalam mengaktifkan enzim yang membantu dalam proses metabolisme tanaman. Tanaman yang kekurangan zat besi dapat mengalami klorosis, yaitu kondisi daun yang menguning karena kekurangan klorofil. Oleh karena itu, pemupukan zat besi perlu dilakukan pada tanaman yang kekurangan zat besi agar pertumbuhan dan produksinya optimal. Namun, pemupukan zat besi juga perlu dilakukan dengan hati-hati karena kelebihan zat besi dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 218 ppm (ASAM ASPARTAT, ARGININ, GLISIN, TRIPTOFAN): MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Asam aspartat, arginin, glisin, dan triptofan adalah beberapa jenis asam amino esensial yang sangat penting bagi tanaman. Asam amino esensial adalah jenis asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tanaman sendiri dan harus diperoleh dari lingkungan sekitarnya, baik melalui tanah atau air. Asam aspartat adalah jenis asam amino yang berperan penting dalam pembentukan sel-sel baru pada tanaman. Asam aspartat juga membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan serangan hama atau penyakit. Selain itu, asam aspartat juga berperan dalam proses fotosintesis dan respirasi tanaman. Arginin adalah jenis asam amino yang membantu meningkatkan produksi protein pada tanaman. Protein sangat penting bagi tanaman karena berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel serta dalam proses fotosintesis. Arginin juga membantu meningkatkan kualitas tanaman, seperti meningkatkan kadar gula pada buah-buahan.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 13 dari 89 Glisin adalah jenis asam amino yang membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Glisin juga berperan dalam pembentukan klorofil, yaitu pigmen hijau yang sangat penting untuk proses fotosintesis pada tanaman. Triptofan adalah jenis asam amino yang berperan penting dalam produksi hormon tumbuh pada tanaman. Hormon tumbuh sangat penting bagi tanaman karena berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta dalam proses adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Secara keseluruhan, asam aspartat, arginin, glisin, dan triptofan adalah jenis asam amino esensial yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman yang kekurangan asam amino ini dapat mengalami pertumbuhan yang terhambat, penurunan kualitas, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, sangat penting bagi para petani dan peneliti untuk memperhatikan kebutuhan asam amino pada tanaman dan memberikan pemupukan yang tepat untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman. MANGAN (MN): MANFAATNYA UNTUK TANAMAN Mangan (Mn) adalah salah satu unsur hara yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur hara ini dapat membantu tanaman dalam proses fotosintesis, sintesis protein, dan pembentukan klorofil. Jika tanaman kekurangan mangan, maka pertumbuhan dan produksinya akan terhambat. Selain itu, mangan juga dapat membantu tanaman dalam meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan serangan hama. Oleh karena itu, penting bagi petani dan pengolah tanaman untuk memastikan bahwa tanaman yang mereka tanam atau olah mendapatkan pasokan mangan yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kandungan bahan dalam Catalis Plus 51 ppm PH: ANTARA 6 – 8 pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Rentang pH yang ideal untuk kebanyakan organisme hidup adalah antara 6 hingga 8. Jika pH di luar rentang ini, organisme hidup dapat mengalami gangguan kesehatan atau bahkan kematian. pH yang terlalu asam atau terlalu basa dapat merusak sel dan jaringan tubuh. Oleh karena itu, menjaga pH dalam rentang yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup organisme hidup. KESIMPULAN


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 14 dari 89 Komposisi pupuk atau unsur hara yang terdapat di dalamnya sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Salah satu pupuk yang memiliki komposisi yang cukup lengkap adalah pupuk Catalis Plus. Pupuk Catalis Plus memiliki kandungan karbon organik sebesar 10,09%, tembaga (Cu) sebesar 50 ppm, zink (Zn) sebesar 58 ppm, boron (B) sebesar 41 ppm, nitrogen organik sebesar 3,65%, molybdenum (Mo), dan zat besi (Fe) sebesar 218 ppm. Kandungan makronutrien yang terdapat pada pupuk Catalis Plus meliputi total (N+P2O5+K2O) sebesar 4,70%. Selain itu, terdapat juga kandungan mikronutrien seperti asam amino sebesar 5 ppm, asam aspartat, arginin, glisin, triptofan, dan mangan (Mn) sebesar 51 ppm. Semua kandungan tersebut sangat berguna untuk memperkuat sistem pertahanan tanaman dan meningkatkan produktivitas tanaman. Selain memperhatikan kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk organik, pH juga harus diperhatikan. Pupuk Catalis Plus memiliki pH antara 6-8 yang sangat cocok untuk tanaman. pH yang tepat akan mempercepat penyerapan unsur hara oleh tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pupuk Catalis Plus sangat baik digunakan untuk tanaman di berbagai jenis tanah. Selain itu, penggunaan pupuk Catalis Plus juga dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah, yang berdampak positif pada kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Dengan komposisi yang lengkap dan pH yang tepat, pupuk Catalis Plus menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman Anda. Pemakaian pupuk Catalis Plus secara teratur dapat membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas. KANDUNGAN CATALIS PLUS 1. POTASSIUM PHOSPHATE (KALIUM FOSFAT)


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 15 dari 89 Pengaruh Potassium Phosphate Pada Tanaman Kalium fosfat merupakan jenis pupuk yang mengandung kalium dan fosfor yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kalium fosfat dapat memiliki sejumlah efek positif pada tanaman, antara lain: Meningkatkan pertumbuhan akar: Kalium fosfat dapat membantu mengatur keseimbangan asam-basa tanah dan memperbaiki struktur tanah, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Meningkatkan produksi bunga dan buah: Dua unsur kalium dan fosfor dalam kalium fosfat sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan bunga dan buah serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Meningkatkan ketahanan terhadap penyakit: Kalium dalam kalium fosfat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan juga melindungi dari tekanan lingkungan seperti kekeringan dan suhu ekstrem. Meningkatkan ketahanan terhadap tekanan lingkungan: Kalium fosfat juga dapat membantu meningkatkan toleransi tanaman terhadap tekanan lingkungan seperti kekeringan atau suhu ekstrem dengan mengatur metabolisme dan meningkatkan kekuatan dinding sel. Namun, penggunaan kalium fosfat yang berlebihan dapat berdampak negatif pada tanaman, seperti peningkatan salinitas tanah dan peningkatan keasaman tanah. Oleh karena itu, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi tanaman dan tanah yang ada. 2. TRIPTOPHAN Pengaruh Triptophan Pada Tanaman Triptofan merupakan salah satu jenis asam amino esensial yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Triptofan dapat memberikan beberapa efek positif pada tanaman, antara lain:


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 16 dari 89 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman: Triptofan dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena asam amino ini merupakan bahan utama sintesis protein, hormon dan vitamin pada tanaman. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil: Penggunaan triptofan pada tanaman dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil, seperti ukuran, berat, rasa dan warna. • Meningkatkan ketahanan terhadap tekanan biotik dan abiotik: Triptofan dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit dan memberikan perlindungan terhadap tekanan lingkungan seperti kekeringan, suhu ekstrim dan radiasi. • Peningkatan sistem pertahanan tanaman: Tryptophan dapat merangsang produksi senyawa fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan dan agen anti-inflamasi, memperkuat sistem pertahanan tanaman. Namun triptofan harus hati-hati digunakan pada tanaman dan disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lingkungan yang ada. Kandungan tryptophan yang terlalu tinggi dapat berdampak negatif pada tanaman dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu, triptofan dianjurkan untuk digunakan dalam dosis yang benar dan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang dianjurkan. 3. GLUCOSAMINE Pengaruh Glucosamine Pada Tanaman Glucosamine adalah senyawa organik yang ditemukan pada hewan dan serangga, tetapi juga ditemukan pada jenis jamur dan bakteri tertentu. Meskipun sebagian besar penelitian tentang glukosamin telah dilakukan pada manusia dan hewan, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa glukosamin juga dapat memiliki beberapa manfaat bagi tanaman, antara lain: Memperkuat sistem kekebalan tanaman: Glukosamin dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 17 dari 89 Meningkatkan keseimbangan air tanah: Glucosamine dapat meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air dan mengurangi penguapan, yang dapat membantu menjaga keseimbangan air tanah. Mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman: glukosamin dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti meningkatkan produksi bunga dan buah serta memperbaiki struktur tanah dan keseimbangan nutrisi. Mengurangi stres tanaman: Glukosamin dapat membantu tanaman mengatasi tekanan lingkungan seperti kekeringan, suhu ekstrem, dan radiasi. Penelitian tentang penggunaan glukosamin pada tanaman masih terbatas, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami efeknya. Penggunaan glukosamin pada tanaman juga harus hati-hati dan disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lingkungan yang ada. WAKTU DAN DOSIS PEMAKAIAN CATALIS PLUS UNTUK HASIL TERBAIK FAMILY TANAMAN SOLANACEA (CABE, TOMAT, KENTANG, TEMBAKAU, LADA) Cara Pemakaian


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 18 dari 89 Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 2 – 3 liter per hektar selama periode persemaian. Dilanjutkan 3 – 4 liter per hektar sampai panen. Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 2 – 3 liter per hektar selama periode persemaian. Dilanjutkan 3 – 4 liter per hektar sampai panen. FAMILI TANAMAN AMARYLLIDACEAE (BAWANG PUTIH, BAWANG MERAH, BAWANG BOMBAY, BAWANG DAUN, KUCAI) Cara Pemakaian Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 2 – 3 liter per hektar selama periode persemaian. Dilanjutkan 3 – 4 liter per hektar sampai panen.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 19 dari 89 FAMILI TANAMAN CURCUBITS (SEMANGKA, MELON, PARE, TIMUN, LABU SIAM, LABU KUNING) Cara Pemakaian Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 2 – 3 liter per hektar selama periode persemaian. Dilanjutkan 3 – 4 liter per hektar sampai panen. FAMILI TANAMAN CRUCIFEROUS (BROKOLI, KEMBANG KOL, KUBIS, SAWI SENDOK) CARA PEMAKAIAN Cara Pemakaian Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 2 – 3 liter per hektar selama periode persemaian. Dilanjutkan 3 – 4 liter per hektar sampai panen.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 20 dari 89 TANAMAN PADI Cara Pemakaian Penyemprotan pada daun Fertigasi: Gunakan 3 – 4 liter per hektar sampai panen. Nama Tanaman Dosis (mL) HST (Hari Setelah Tanam) Interval Pemupukan Tomat 10 14 Per 7-10 Hari Cabai 8 12 Per 7-10 Hari Terung 12 16 Per 7-10 Hari


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 21 dari 89 Bawang Merah 6 10 Per 7-10 Hari Bawang Putih 6 10 Per 7-10 Hari Wortel 15 21 Per 7-10 Hari Kentang 20 28 Per 7-10 Hari Kacang Panjang 10 14 Per 7-10 Hari Sawi 8 12 Per 7-10 Hari Selada 6 10 Per 7-10 Hari Bayam 8 12 Per 7-10 Hari Lobak 10 14 Per 7-10 Hari Kembang Kol 12 16 Per 7-10 Hari Kangkung 6 10 Per 7-10 Hari Kubis 15 21 Per 7-10 Hari Brokoli 12 16 Per 7-10 Hari Kacang Tanah 10 14 Per 7-10 Hari Kedelai 12 16 Per 7-10 Hari Jagung 20 28 Per 7-10 Hari Paprika 8 12 Per 7-10 Hari Melon 15 21 Per 7-10 Hari Semangka 15 21 Per 7-10 Hari Pare 10 14 Per 7-10 Hari Mentimun 12 16 Per 7-10 Hari Kubis Bunga 12 16 Per 7-10 Hari Daun Bawang 6 10 Per 7-10 Hari Daun Salam 8 12 Per 7-10 Hari Kemangi 6 10 Per 7-10 Hari Jahe 12 16 Per 7-10 Hari Kunyit 12 16 Per 7-10 Hari Lengkuas 10 14 Per 7-10 Hari Temulawak 12 16 Per 7-10 Hari Nama Tanaman Dosis (mL) HST (Hari Setelah Tanam) Interval Pemupukan Aplikasi Selanjutnya


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 22 dari 89 Kopi 30 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Teh 25 45 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kelapa 50 90 Per 7-10 Hari Pemangkasan Sawit 40 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Kakao 35 70 Per 7-10 Hari Pemangkasan Jambu Mete 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Jeruk 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Pisang 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Durian 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Nanas 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kelengkeng 20 45 Per 7-10 Hari Pemangkasan Mangga 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Salak 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Rambutan 20 45 Per 7-10 Hari Pemangkasan Anggur 25 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Apel 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Jeruk Nipis 20 45 Per 7-10 Hari Pemangkasan Markisa 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Manggis 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Belimbing 20 45 Per 7-10 Hari Pemangkasan Cengkeh 30 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Kemiri 35 70 Per 7-10 Hari Pemangkasan Pinang 40 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Karet 50 90 Per 7-10 Hari Pemangkasan Aren 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kelapa Sawit 40 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Lada 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kedelai 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Kopi Arabika 30 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Kopi Robusta 30 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Tembakau 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 23 dari 89 Kina 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kina Putih 30 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Nilam 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Coklat 35 70 Per 7-10 Hari Pemangkasan Vanili 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Cengkih 30 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Kacang Hijau 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Kacang Tanah 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Jagung 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Porang 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Gaharu 40 60 Per 7-10 Hari Pemupukan Kayu Manis 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Cabe 20 45 Per 7-10 Hari Pemupukan Bawang Merah 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Bawang Putih 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Jahe 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Kunyit 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Lengkuas 25 60 Per 7-10 Hari Pemangkasan Catatan: Dosis (mL) adalah dosis pupuk atau pestisida yang disarankan untuk digunakan dalam pengolahan tanaman. HST (Hari Setelah Tanam) adalah jumlah hari setelah penanaman yang direkomendasikan untuk melakukan aplikasi selanjutnya. Aplikasi Selanjutnya adalah tindakan yang direkomendasikan setelah penggunaan dosis (mL) pada waktu yang direkomendasikan setelah penanaman. Nama Tanaman Dosis Pupuk Catalis Plus (mL) HST (Hari Setelah Tanam) Interval Pemupukan (Bulan) Aplikasi Selanjutnya Kopi 30 60 4 Pemupukan Teh 25 45 6 Pemangkasan Kelapa 50 90 6 Pemangkasan


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 24 dari 89 Sawit 40 60 3 Pemupukan Kakao 35 70 4 Pemangkasan Jambu Mete 20 45 6 Pemupukan Jeruk 30 60 4 Pemangkasan Pisang 25 60 3 Pemangkasan Mangga 35 75 4 Pemupukan Durian 40 90 6 Pemangkasan Cengkeh 30 60 4 Pemupukan Pinang 25 60 6 Pemangkasan Rambutan 35 75 4 Pemupukan Sengon 20 45 6 Pemangkasan Sirsak 30 70 4 Pemupukan Manggis 25 60 3 Pemangkasan Nanas 35 75 4 Pemupukan Salak 30 60 4 Pemangkasan Coklat 40 70 4 Pemupukan Jeruk Bali 30 60 4 Pemangkasan Karet 50 90 6 Pemangkasan Cempedak 35 75 4 Pemupukan Markisa 25 60 3 Pemangkasan Belimbing 30 60 4 Pemupukan Mangga Madu 35 70 4 Pemangkasan Durian Montong 40 90 6 Pemangkasan Lada 30 60 4 Pemupukan Kelengkeng 25 60 3 Pemangkasan Nangka 35 75 4 Pemupukan Bambu 20 45 6 Pemangkasan Pala 30 60 4 Pemupukan Berikut ini adalah tabel Pemupukan dengan Pupuk Catalis Plus untuk tanaman hias:


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 25 dari 89 Nama Tanaman Dosis Pemupukan dengan Pupuk Catalis Plus (mL) HST Interval Selanjutnya (hari) Anggrek 10 14 21 Begonia 5 7 14 Kaktus 15 21 30 Dendrobium 10 10 21 Mawar 10 14 21 Lavender 5 7 14 Lily 15 21 30 Aloe Vera 10 10 21 Kalanchoe 5 7 14 Kuping Gajah 15 21 30 Kembang Sepatu 10 14 21 Bunga Matahari 5 7 14 Bunga Kertas 15 21 30 Puring 10 10 21 Teratai 5 7 14 Dahlia 15 21 30 Kecombrang 10 14 21 Kamboja 5 7 14 Seroja 15 21 30 Bunga Bangkai 10 10 21 Bougenvillea 5 7 14 Kaktus Bulan 15 21 30 Kaktus Lidah Buaya 10 14 21 Bunga Krokot 5 7 14 Bunga Bakung 15 21 30 Kembang Sungsang 10 10 21 Kembang Setaman 5 7 14 Bunga Dahlia Merah 15 21 30


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 26 dari 89 Kembang Turi 10 14 21 Bunga Mawar Putih 5 7 14 Bunga Sakura 15 21 30 PERHATIAN! Agar diperoleh hasil yang optimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pupuk CATALIS PLUS adalah sebagai berikut dibawah: • Harus dicampur dengan air. • Semprotkan ke daun tanaman. • Gunakan pada pagi (Pkl. 06:00 - 09:00) atau sore (Pkl. 16:00 - 18:00). • Jangan digunakan pada saat terik matahari/siang hari. • Jangan digunakan pada saat menjelang hujan. • Bila ada serangan hama/penyakit, bisa ditambah dosisnya 2x. PERANAN UNSUR HARA DAN AKIBAT KEKURANGAN UNSUR N, K, CA, MG Unsur hara atau nutrisi adalah zat yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Ada 3 macam unsur hara utama yang dibutuhkan oleh tanaman yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta beberapa unsur hara mikro dan makro lainnya seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Ketika tanaman kekurangan unsur hara, pertumbuhannya akan terganggu dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada tanaman. Berikut adalah penjelasan tentang peran dan akibat kekurangan unsur hara N, K, Ca, dan Mg pada tanaman: NITROGEN (N) Peran: • Dibutuhkan untuk pertumbuhan daun dan batang. • Meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen. • Menstimulasi sintesis protein dalam tanaman. Akibat Kekurangan: • Pertumbuhan tanaman terhambat dan daun menjadi kuning. • Produksi buah dan biji berkurang. • Rentan terhadap serangan hama dan penyakit.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 27 dari 89 • Tanaman menjadi kecil dan kurus. KALIUM (K) Peran: • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan suhu ekstrem. • Menstimulasi pertumbuhan akar dan pembentukan bunga. • Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Akibat Kekurangan: • Daun menguning dan mengering pada tepiannya. • Pertumbuhan tanaman terhambat. • Produksi buah dan biji berkurang. • Rentan terhadap serangan hama dan penyakit. KALSIUM (CA) Peran: • Meningkatkan stabilitas dan kualitas jaringan tanaman. • Meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan cuaca dingin. • Memperkuat dinding sel tanaman. Akibat Kekurangan: • Daun dan batang menjadi lunak dan mudah patah. • Perkembangan akar terhambat. • Rentan terhadap serangan jamur dan penyakit lainnya. • Buah dan sayuran bisa cepat rusak dan busuk. MAGNESIUM (MG) Peran: • Membantu dalam proses fotosintesis dan produksi klorofil. • Menstabilkan struktur dinding sel tanaman. • Meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan suhu ekstrem.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 28 dari 89 Akibat Kekurangan: • Daun menguning pada bagian tengahnya. • Pertumbuhan tanaman terhambat. • Rentan terhadap serangan hama dan penyakit. • Tanaman menjadi kurus dan kecil. Demikianlah penjelasan mengenai peran dan akibat kekurangan unsur hara N, K, Ca, dan Mg pada tanaman. Oleh karena itu, penggunaan pupuk yang mengandung unsur hara yang sesuai dan dalam jumlah yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA PADI SAWAH PERLAKUAN BENIH, BIBIT, DAN PENANAMAN PADA TANAMAN PADI Tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, dibutuhkan perlakuan yang tepat pada benih, bibit dan penanaman. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perlakuan benih, bibit, dan penanaman pada tanaman padi. Perlakuan Benih Benih merupakan faktor penting dalam keberhasilan panen padi. Oleh karena itu, perlakuan benih sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas benih. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah merendam benih selama ± 24 jam dengan CATALIS PLUS dosis 5 cc + air 15 liter. Perlakuan ini dapat meningkatkan daya kecambah, persentase kecambah, keseragaman/keserempakan kecambah, dan mematahkan dormansi. Setelah direndam, benih ditaburkan pada bedengan persemaian yang telah disiapkan. Air bekas rendaman jangan dibuang, bisa disiramkan di persemaian. Perlakuan Bibit


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 29 dari 89 Bibit yang sehat dan baik sangat penting untuk mencapai hasil panen yang maksimal. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah penyemprotan bibit dengan CATALIS PLUS pada umur 15-17 hari dengan dosis 0,3 cc/liter air (5 cc/tangki 15 Ltr). Perlakuan ini dapat meningkatkan kualitas bibit dan memperkuat pertumbuhan tanaman. Umur bibit siap tanam adalah 20-25 hari setelah penyemprotan CATALIS PLUS. Penanaman Setelah benih dan bibit diberi perlakuan yang tepat, saatnya melakukan penanaman. Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, diperlukan pemupukan yang tepat. Pemupukan dilakukan dengan pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea, SP-36, dan KCI dengan dosis yang disesuaikan dengan tabel yang telah disediakan. Pemupukan susulan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Selain pemupukan, dilakukan juga penyiraman dengan CATALIS PLUS pada umur 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95, 105 dan 115 hari setelah tanam dengan dosis 0,3-0,6 ml/liter air. Berikut adalah tabel dengan kolom Jenis Pupuk, Waktu Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), dan Dosis (kg/Ha) untuk Tanaman Padi Sawah (50% dari Normal) dengan perkiraan panen di HST 120: Jenis Pupuk Waktu Pemupukan (HST) Dosis (kg/Ha) Urea 7 25 SP-36 7 25 KCl 7 25 Urea 21 25 SP-36 21 25 KCl 21 25 Urea 35 25 SP-36 35 25 KCl 35 25 Urea 49 25 SP-36 49 25 KCl 49 25 Urea 63 25 SP-36 63 25 KCl 63 25


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 30 dari 89 Urea 77 25 SP-36 77 25 KCl 77 25 Urea 91 25 SP-36 91 25 KCl 91 25 Urea 105 25 SP-36 105 25 KCl 105 25 Urea 119 25 SP-36 119 25 KCl 119 25 Catatan: Dosis pupuk dalam tabel adalah 50% dari dosis normal yang direkomendasikan untuk tanaman padi sawah. Anda dapat menyesuaikan dosis pupuk berdasarkan rekomendasi yang lebih tepat dari petani atau pakar pertanian setempat. Selain itu, waktu pemupukan juga dapat disesuaikan dengan praktek pemupukan yang biasa dilakukan di wilayah Anda. Dalam kesimpulannya, untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal pada tanaman padi, diperlukan perlakuan yang tepat pada benih, bibit, dan penanaman. Perlakuan yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan dan melakukan perlakuan yang tepat pada setiap tahap pertumbuhan tanaman padi. Keterangan: • Dosis Pupuk anorganik/kimia sesuai rekomendasi daerah setempat hanya dikurangi dosisnya 50% jika menggunakan Catalis Plus • HST: Hari Setelah Tanam • 0,3 mL kira-kira 6 tetes Catalis Plus. • Bila ada serangan hama/penyakit, berikan dosis 2x. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA JAGUNG


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 31 dari 89 PERLAKUAN BENIH, BIBIT, DAN PENANAMAN PADA TANAMAN JAGUNG Tanaman Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, dibutuhkan perlakuan yang tepat pada benih, bibit dan penanaman. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perlakuan benih, bibit, dan penanaman pada tanaman Jagung. Perlakuan Benih Benih merupakan faktor penting dalam keberhasilan panen Jagung. Oleh karena itu, perlakuan benih sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas benih. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah merendam benih selama ± 24 jam dengan CATALIS PLUS dosis 5 cc + air 15 liter. Perlakuan ini dapat meningkatkan daya kecambah, persentase kecambah, keseragaman/keserempakan kecambah, dan mematahkan dormansi. Setelah direndam, benih ditaburkan pada bedengan persemaian yang telah disiapkan. Air bekas rendaman jangan dibuang, bisa disiramkan di persemaian. Perlakuan Bibit Bibit yang sehat dan baik sangat penting untuk mencapai hasil panen yang maksimal. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah penyemprotan bibit dengan CATALIS PLUS pada umur 15-17 hari dengan dosis 0,3 cc/liter air (5 cc/tangki 15 Ltr). Perlakuan ini dapat meningkatkan kualitas bibit dan memperkuat pertumbuhan tanaman. Umur bibit siap tanam adalah 20-25 hari setelah penyemprotan CATALIS PLUS. Penanaman Setelah benih dan bibit diberi perlakuan yang tepat, saatnya melakukan penanaman. Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, diperlukan pemupukan yang tepat. Pemupukan dilakukan dengan pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea, SP-36, dan KCI dengan dosis yang disesuaikan dengan tabel yang telah disediakan. Pemupukan susulan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Selain pemupukan, dilakukan juga penyiraman dengan CATALIS PLUS pada umur 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95, 105 hari setelah tanam dengan dosis 0,3-0,6 ml/liter air.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 32 dari 89 Berikut adalah tabel dengan kolom Jenis Pupuk, Waktu Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), dan Dosis (kg/Ha) untuk Tanaman Jagung (50% dari Normal) dengan perkiraan panen di HST 120: Jenis Pupuk Waktu Pemupukan (HST) Dosis (kg/Ha) Urea 14 30 SP-36 14 25 KCl 14 25 Urea 21 30 SP-36 21 25 KCl 21 25 Urea 28 30 SP-36 28 25 KCl 28 25 Urea 35 30 SP-36 35 25 KCl 35 25 Urea 42 30 SP-36 42 25 KCl 42 25 Urea 56 30 SP-36 56 25 KCl 56 25 Urea 70 30 SP-36 70 25 KCl 70 25 Urea 84 30 SP-36 84 25 KCl 84 25 Urea 98 30 SP-36 98 25 KCl 98 25


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 33 dari 89 Urea 112 30 SP-36 112 25 KCl 112 25 Catatan: Dosis pupuk dalam tabel adalah 50% dari dosis normal yang direkomendasikan untuk tanaman jagung. Anda dapat menyesuaikan dosis pupuk berdasarkan rekomendasi yang lebih tepat dari petani atau pakar pertanian setempat. Selain itu, waktu pemupukan juga dapat disesuaikan dengan praktek pemupukan yang biasa dilakukan di wilayah Anda. Keterangan: • Dosis Pupuk anorganik/kimia sesuai rekomendasi daerah setempat hanya dikurangi dosisnya 50% jika menggunakan Catalis Plus • HST: Hari Setelah Tanam • 0,3 mL kira-kira 6 tetes Catalis Plus. • Bila ada serangan hama/penyakit, berikan dosis 2x. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA KEDELAI PERLAKUAN BENIH, BIBIT, DAN PENANAMAN PADA TANAMAN KEDELAI Tanaman Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, dibutuhkan perlakuan yang tepat pada benih, bibit dan penanaman. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perlakuan benih, bibit, dan penanaman pada tanaman Kedelai. Perlakuan Benih Benih merupakan faktor penting dalam keberhasilan panen Kedelai. Oleh karena itu, perlakuan benih sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas benih. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah merendam benih selama ± 24 jam dengan CATALIS PLUS dosis


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 34 dari 89 5 cc + air 15 liter. Perlakuan ini dapat meningkatkan daya kecambah, persentase kecambah, keseragaman/keserempakan kecambah, dan mematahkan dormansi. Setelah direndam, benih ditaburkan pada bedengan persemaian yang telah disiapkan. Air bekas rendaman jangan dibuang, bisa disiramkan di persemaian. Perlakuan Bibit Bibit yang sehat dan baik sangat penting untuk mencapai hasil panen yang maksimal. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah penyemprotan bibit dengan CATALIS PLUS pada umur 15-17 hari dengan dosis 0,3 cc/liter air (5 cc/tangki 15 Ltr). Perlakuan ini dapat meningkatkan kualitas bibit dan memperkuat pertumbuhan tanaman. Umur bibit siap tanam adalah 20-25 hari setelah penyemprotan CATALIS PLUS. Penanaman Setelah benih dan bibit diberi perlakuan yang tepat, saatnya melakukan penanaman. Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, diperlukan pemupukan yang tepat. Pemupukan dilakukan dengan pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yang digunakan adalah Urea, SP-36, dan KCI dengan dosis yang disesuaikan dengan tabel yang telah disediakan. Pemupukan susulan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Selain pemupukan, dilakukan juga penyiraman dengan CATALIS PLUS pada umur 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95, 105 hari setelah tanam dengan dosis 0,3-0,6 ml/liter air. Berikut adalah tabel dengan kolom Jenis Pupuk, Waktu Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), dan Dosis (kg/Ha) untuk Tanaman Kedelai (50% dari Normal) dengan perkiraan panen di HST 100: Jenis Pupuk Waktu Pemupukan (HST) Dosis (kg/Ha) Urea 14 20 SP-36 14 10 KCl 14 10 Urea 28 20 SP-36 28 10 KCl 28 10 Urea 42 20 SP-36 42 10 KCl 42 10 Urea 56 20 SP-36 56 10 KCl 56 10 Urea 70 20 SP-36 70 10


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 35 dari 89 KCl 70 10 Urea 84 20 SP-36 84 10 KCl 84 10 Urea 98 20 SP-36 98 10 KCl 98 10 Catatan: Dosis pupuk dalam tabel adalah 50% dari dosis normal yang direkomendasikan untuk tanaman kedelai. Anda dapat menyesuaikan dosis pupuk berdasarkan rekomendasi yang lebih tepat dari petani atau pakar pertanian setempat. Selain itu, waktu pemupukan juga dapat disesuaikan dengan praktek pemupukan yang biasa dilakukan di wilayah Anda. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN HIAS Berikut adalah tabel Waktu Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), dan Dosis (mL/Liter Air) untuk Tanaman Hias Daun dan Tanaman Hias Bunga: Jenis Tanaman Hias Populer di Indonesia Pupuk Catalis Plus Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) Interval (Hari) Monstera Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Calathea Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Philodendron Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 36 dari 89 Lidah Mertua Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Dracaena Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Pothos Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Sansevieria Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Ficus Lyrata Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Peperomia Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Aglaonema Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Anthurium Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Anggrek Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Melati Putih Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Mawar Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Lily Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kamboja Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kembang Sepatu Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kaktus Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Bunga Matahari Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Bougenville Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kala Jengking Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Cempaka Putih Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kenanga Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Adenium Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Kaktus Hias Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Bunga Edelweis Catalis Plus 7 0,3-0,6 7-10 Temu Hitam Catalis Plus 14 0,3-0,6 7-10 Harap dicatat bahwa dosis pupuk Catalis Plus dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman dan faktor lingkungan lainnya. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan konsultasikan dengan ahli pertanian atau petani lokal jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 37 dari 89 APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN SOLANACEAE: No. Nama Tanaman Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) 1 Tomat 7-10 HST 0,3-0,6 2 Terong 7-10 HST 0,3-0,6 3 Kentang 7-10 HST 0,3-0,6 4 Cabai 7-10 HST 0,3-0,6 5 Paprika 7-10 HST 0,3-0,6 6 Belimbing 10-14 HST 0,3-0,6 7 Buncis 10-14 HST 0,3-0,6 8 Kacang Panjang 10-14 HST 0,3-0,6 9 Terong Ungu 10-14 HST 0,3-0,6 10 Labu Siam 10-14 HST 0,3-0,6 11 Kubis 14-21 HST 0,3-0,6 12 Brokoli 14-21 HST 0,3-0,6 13 Sawi 14-21 HST 0,3-0,6 14 Wortel 14-21 HST 0,3-0,6 15 Bit 14-21 HST 0,3-0,6


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 38 dari 89 Catatan: HST = Hari Setelah Tanam Dosis yang digunakan adalah 0,3-0,6 mL/Liter Air. Harap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman masing-masing. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN FAMILY BRASSICACEAE Berikut adalah tabel pupuk Catalis Plus untuk 15 tanaman family Brassicaceae: No. Nama Tanaman Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) 1 Sawi Putih 7-10 HST 0,3-0,6 2 Sawi Hijau 7-10 HST 0,3-0,6 3 Kailan 7-10 HST 0,3-0,6 4 Brokoli 7-10 HST 0,3-0,6 5 Kol 7-10 HST 0,3-0,6 6 Lobak 10-14 HST 0,3-0,6 7 Caisim 10-14 HST 0,3-0,6 8 Pak Choy 14-21 HST 0,3-0,6


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 39 dari 89 Catatan: HST = Hari Setelah Tanam Dosis yang digunakan adalah 0,3-0,6 mL/Liter Air. Harap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman masing-masing. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA JAMUR MERANG, TIRAM DAN KUPING Berikut adalah tabel Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), untuk Tanaman Jamur: Jenis Tanaman Jamur Pupuk Catalis Plus Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) Jamur Tiram Catalis Plus 7 0,3-0,6 Jamur Merang Catalis Plus 10 0,3-0,6 Jamur Kuping Catalis Plus 7 0,3-0,6 Jamur Shiitake Catalis Plus 14 0,3-0,6 Jamur Kancing Catalis Plus 7 0,3-0,6 Jamur Toga Catalis Plus 7 0,3-0,6 Jamur Lingzhi Catalis Plus 14 0,3-0,6 Jamur Kecap Catalis Plus 7 0,3-0,6 Jamur Enoki Catalis Plus 14 0,3-0,6 Jamur Champignon Catalis Plus 7 0,3-0,6 Catatan: Dosis yang dianjurkan dapat berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor seperti jenis tanaman jamur, kondisi lingkungan, dan kebiasaan budidaya. Pastikan untuk selalu membaca petunjuk penggunaan pada kemasan pupuk dan berkonsultasi dengan ahli pertanian atau produsen pupuk jika perlu. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN KEHUTANAN Berikut adalah tabel Waktu Pemupukan (Hari Setelah Tanam/HST), untuk Tanaman Kehutanan: Jenis Tanaman Kehutanan Pupuk Catalis Plus Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) Pinus Catalis Plus 60 0,3-0,6


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 40 dari 89 Akasia Catalis Plus 30 0,3-0,6 Jati Catalis Plus 90 0,3-0,6 Mahoni Catalis Plus 60 0,3-0,6 Sengon Catalis Plus 30 0,3-0,6 Meranti Catalis Plus 90 0,3-0,6 Kelapa Catalis Plus 30 0,3-0,6 Karet Catalis Plus 60 0,3-0,6 Bambu Catalis Plus 30 0,3-0,6 Mangrove Catalis Plus 90 0,3-0,6 Catatan: Dosis yang disarankan dapat berbeda-beda tergantung pada faktor-faktor seperti jenis tanaman, kondisi lingkungan, dan kebiasaan budidaya. Pastikan untuk selalu membaca petunjuk penggunaan pada kemasan pupuk dan berkonsultasi dengan ahli pertanian atau produsen pupuk jika perlu. APLIKASI PUPUK CATALIS PLUS PADA TANAMAN CUCURBITACEAE (LABU-LABUAN) Pupuk Catalis Plus memiliki beberapa manfaat untuk tanaman Cucurbitaceae, yaitu: • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga dapat menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas. • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. • Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan kuat. • Mempercepat proses fotosintesis, sehingga tanaman dapat menghasilkan energi yang cukup untuk pertumbuhan dan produksi buah. • Meningkatkan kualitas buah, seperti rasa, aroma, warna, dan ukuran. • Meningkatkan toleransi tanaman terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti kekeringan dan suhu ekstrem.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 41 dari 89 Namun, perlu diingat bahwa manfaat pupuk Catalis Plus dapat berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman, kondisi lingkungan, dan dosis pupuk yang digunakan. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan penggunaan pupuk Catalis Plus dengan ahli pertanian terlebih dahulu sebelum digunakan pada tanaman Cucurbitaceae. Berikut adalah tabel pupuk Catalis Plus untuk 15 tanaman family Cucurbitaceae: No. Nama Tanaman Waktu Pemupukan (HST) Dosis (mL/Liter Air) 1 Timun 7-10 HST 0,3-0,6 2 Labu Siam 7-10 HST 0,3-0,6 3 Semangka 7-10 HST 0,3-0,6 4 Melon 7-10 HST 0,3-0,6 5 Labu 7-10 HST 0,3-0,6 6 Pare 10-14 HST 0,3-0,6 7 Labu Kuning 10-14 HST 0,3-0,6 8 Ketimun Jepang 10-14 HST 0,3-0,6 9 Mentimun 10-14 HST 0,3-0,6 10 Bittermelon 10-14 HST 0,3-0,6 11 Labu Air 14-21 HST 0,3-0,6 12 Labu Parang 14-21 HST 0,3-0,6 13 Zucchini 14-21 HST 0,3-0,6 14 Labu Siam Hijau 14-21 HST 0,3-0,6 15 Cucurbita ficifolia 14-21 HST 0,3-0,6 Catatan: HST = Hari Setelah Tanam Dosis yang digunakan adalah 0,3-0,6 mL/Liter Air. Harap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanaman masing-masing. PUPUK CAIR CATALIS PLUS MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN AMARYLLIDACEAE (BAKUNG-BAKUNGAN).


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 42 dari 89 Keluarga Amaryllidaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga yang terdiri dari lebih dari 1.600 spesies. Beberapa ciri-ciri umum dari tumbuhan dalam keluarga Amaryllidaceae adalah sebagai berikut: • Tumbuhan dalam keluarga ini memiliki umbi sebagai organ penyimpanan makanan. • Daunnya berbentuk pita, seperti sabit, atau bulat dengan ujung runcing. • Bunganya terdiri dari 6 mahkota bunga dan 6 kelopak bunga yang sering terlihat mirip. • Bunga-bunga tersebut terletak di ujung tangkai panjang dan biasanya muncul pada musim semi atau musim panas. Beberapa contoh tumbuhan dari keluarga Amaryllidaceae adalah sebagai berikut: • Amaryllis (Hippeastrum spp.): Tumbuhan asli Amerika Selatan ini memiliki bunga yang besar dan cantik dengan warna-warna cerah seperti merah, putih, pink, dan kuning. Amaryllis sering ditanam sebagai tanaman hias indoor atau outdoor. • Bawang putih (Allium sativum): Bawang putih adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan masakan dan obat-obatan. Tumbuhan ini memiliki umbi yang dapat dimakan dan dikenal karena kandungan senyawa allicin yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan. • Bawang Merah (Allium cepa): Bawang merah merupakan salah satu jenis umbiumbian yang sering digunakan dalam masakan Indonesia. Tanaman ini memiliki daun tipis yang tumbuh berjejer dengan tinggi mencapai 30-50 cm. • Bawang Bombay (Allium cepa var. aggregatum): Bawang Bombay sering dikenal juga dengan nama bawang bombai atau bawang perai. Tanaman ini memiliki umbi yang lebih kecil dibandingkan bawang merah dan daun yang lebih lebar. • Keladi Tikus (Raphanus sativus): Keladi tikus sering ditemukan sebagai tanaman penghias taman atau lahan kosong. Tanaman ini memiliki daun berbentuk hati yang lebar dan umbi yang kecil dengan kulit berwarna hitam atau coklat. • Pancawarna (Clivia miniata): Pancawarna adalah tanaman hias yang berasal dari Afrika Selatan. Tanaman ini memiliki daun hijau tua yang panjang dan bunga yang tumbuh dalam kelompok yang berwarna orange atau merah.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 43 dari 89 • Tulip (Tulipa spp.): Tulip adalah tanaman hias yang populer dan terkenal dengan bunga-bunga yang indah dengan berbagai macam warna dan bentuk. Tumbuhan ini berasal dari wilayah Asia Tengah dan Eropa Timur. Itulah beberapa contoh tumbuhan dari keluarga Amaryllidaceae beserta ciri-ciri umum dari keluarga tumbuhan ini. Meskipun keluarga Amaryllidaceae termasuk keluarga yang besar dan memiliki banyak spesies, namun kebanyakan spesiesnya dikenal karena keindahan bunga-bunganya dan juga manfaatnya dalam berbagai bidang. AMARYLLIDACEAE: MANFAAT DAN FUNGSINYA Amaryllidaceae adalah keluarga tumbuhan yang terdiri dari lebih dari 1000 spesies, termasuk bawang putih (Allium sativum), bawang merah (Allium cepa), bawang bombay (Allium cepa var. viviparum), dan lain-lain. Berikut adalah beberapa manfaat dan fungsi dari Amaryllidaceae: Sebagai bahan makanan: Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay adalah jenisjenis bawang yang sering digunakan sebagai bahan makanan. Mereka memiliki rasa yang khas dan juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B6, dan kalium. Sebagai bahan obat-obatan: Beberapa jenis Amaryllidaceae seperti amaryllis (Hippeastrum), snowdrop (Galanthus), dan daffodil (Narcissus) mengandung senyawa-senyawa yang memiliki sifat antimikroba, antitumor, dan antikanker. Mereka juga dapat digunakan sebagai obat penurun demam, obat pereda nyeri, dan obat penenang. Sebagai bahan hias: Beberapa jenis Amaryllidaceae seperti snowdrop (Galanthus), daffodil (Narcissus), dan lily (Lilium) adalah bunga-bunga yang indah dan sering digunakan sebagai bahan hias dalam kegiatan dekorasi rumah, pernikahan, dan acara-acara lainnya. Sebagai bahan pewangi: Bawang putih dan bawang merah memiliki aroma yang khas dan dapat digunakan sebagai bahan pewangi alami untuk menghilangkan bau tidak sedap. Sebagai tanaman pengusir hama: Beberapa jenis Amaryllidaceae seperti bawang putih dan bawang merah dapat digunakan sebagai tanaman pengusir hama alami untuk mengusir serangga dan hama lainnya dari tanaman lain di sekitarnya. Sebagai tanaman penyerap polutan: Beberapa jenis Amaryllidaceae seperti lily (Lilium) memiliki kemampuan untuk menyerap polutan dari udara dan tanah, sehingga dapat membantu membersihkan lingkungan.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 44 dari 89 Itulah beberapa manfaat dan fungsi dari Amaryllidaceae. Namun, perlu diingat bahwa beberapa jenis Amaryllidaceae mengandung senyawa-senyawa beracun dan dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya selalu mengikuti anjuran dokter atau pakar dalam penggunaan Amaryllidaceae sebagai obat-obatan atau bahan makanan. Pupuk Cair Catalis Plus Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Amaryllidaceae Pupuk cair Catalis Plus adalah salah satu jenis pupuk organik yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman Amaryllidaceae. Aplikasi 0,3-0,6 ml/liter air 6-10 hari sekali merupakan dosis yang direkomendasikan untuk penggunaan pupuk ini. Dengan aplikasi pupuk cair Catalis Plus pada dosis tersebut, tanaman Amaryllidaceae dapat mengalami peningkatan pertumbuhan, kesehatan, dan hasil yang lebih baik. Pupuk cair Catalis Plus mengandung berbagai nutrisi penting yang diperlukan oleh tanaman, termasuk nitrogen, fosfor, kalium, serta mikroorganisme yang berguna untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Namun, perlu diingat bahwa setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbedabeda, dan dosis pupuk yang dianjurkan dapat bervariasi tergantung pada jenis tanaman, umur tanaman, kondisi tanah, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya selalu mengikuti anjuran dosis dan cara penggunaan pupuk yang tertera pada kemasan atau berkonsultasi dengan ahli pertanian untuk hasil yang optimal dan menghindari risiko overdosis yang dapat merugikan tanaman. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN FABACEAE (KACANG-KACANGAN) DENGAN PUPUK CATALIS PLUS


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 45 dari 89 Fabaceae, juga dikenal sebagai keluarga kacangkacangan atau polong-polongan, adalah keluarga tumbuhan berbunga yang terdiri dari lebih dari 19.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa ciri-ciri umum dari tumbuhan dalam keluarga Fabaceae antara lain: • Daun tumbuhan memiliki pola pembuluh daun menyirip, yang berarti bahwa daun terdiri dari beberapa daun kecil atau helai daun yang terhubung satu sama lain melalui tangkai. • Bunga-bunga tumbuhan Fabaceae biasanya berbentuk kacang, dengan kelopak bunga terdiri dari lima daun dan mahkota bunga terdiri dari kelopak bunga yang lebih besar. • Buah-buahan dari tumbuhan Fabaceae sering berbentuk polong atau kacang dan terdiri dari beberapa biji yang biasanya disebut sebagai kacang-kacangan. Beberapa contoh tumbuhan dalam keluarga Fabaceae antara lain: • Kacang hijau (Phaseolus vulgaris) • Kacang tanah (Arachis hypogaea) • Kacang lentil (Lens culinaris) • Kacang polong (Pisum sativum) • Kacang merah (Vigna angularis) • Kacang kedelai (Glycine max) • Kacang-kacangan pohon seperti kedelai hitam (Glycine soja), dan banyak lagi. FUNGSI DAN MANFAAT TUMBUHAN FABACEAE Keluarga Fabaceae memiliki banyak fungsi dan manfaat bagi manusia dan lingkungan. Beberapa di antaranya adalah: • Sumber Protein Nabati: Beberapa spesies tumbuhan dalam keluarga Fabaceae, seperti kacang-kacangan dan kedelai, merupakan sumber protein nabati yang penting dalam diet manusia. Protein nabati ini lebih mudah dicerna dan lebih rendah lemak daripada protein hewani, sehingga sering menjadi alternatif bagi vegetarian dan vegan.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 46 dari 89 • Tanaman Pangan dan Pakan: Selain sebagai sumber protein, beberapa spesies tumbuhan Fabaceae juga dapat dijadikan sebagai tanaman pangan untuk manusia dan pakan ternak. Beberapa contoh tanaman pangan dari keluarga Fabaceae antara lain kacang hijau, kacang tanah, dan kacang polong. Sedangkan contoh tanaman pakan ternak dari keluarga Fabaceae antara lain alfalfa dan kacang-kacangan. • Fiksasi Nitrogen: Beberapa spesies tumbuhan Fabaceae memiliki kemampuan untuk memperbaiki kualitas tanah melalui fiksasi nitrogen. Proses ini dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang hidup di akar tumbuhan. Bakteri ini memperoleh nutrisi dari tumbuhan dan dalam proses tersebut menghasilkan nitrogen yang dapat diserap oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya. Proses fiksasi nitrogen ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan meminimalkan penggunaan pupuk kimia. • Konservasi Tanah dan Air: Tumbuhan Fabaceae juga dapat digunakan untuk konservasi tanah dan air. Beberapa spesies tumbuhan Fabaceae, seperti tanaman penutup tanah, dapat mencegah erosi tanah dan menjaga kualitas tanah dengan menambahkan nutrisi ke dalam tanah. Selain itu, sistem perakaran tumbuhan Fabaceae yang kuat dapat menyerap air dengan baik sehingga dapat mengurangi kelebihan air di permukaan tanah. • Sifat Obat-obatan: Beberapa spesies tumbuhan Fabaceae juga memiliki sifat obatobatan. Misalnya, tumbuhan ginkgo biloba dan fenugreek memiliki khasiat sebagai obat herbal untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh. • Penghasil Bahan Bakar dan Bahan Bangunan: Beberapa spesies tumbuhan Fabaceae, seperti akasia dan sengon, dapat dijadikan sebagai bahan bakar dan bahan bangunan. Kayu dari tumbuhan Fabaceae ini memiliki kualitas yang baik dan tahan lama sehingga sering digunakan dalam industri kayu. Selain itu, biji beberapa spesies Fabaceae, seperti jatropha, dapat dijadikan sebagai bahan bakar biodiesel. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN FABACEAE DENGAN PUPUK CATALIS PLUS Pupuk Catalis Plus dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman fabaceae dengan memberikan nutrisi yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan tanaman. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan pupuk Catalis Plus dengan dosis 0,3-0,6ml/Liter Air setiap 6-10 hari secara foliar untuk hasil yang lebih baik: • Persiapkan larutan pupuk: Campurkan pupuk Catalis Plus dengan air pada dosis yang tepat yaitu 0,3-0,6 ml per liter air. Pastikan larutan pupuk tercampur dengan baik sebelum digunakan.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 47 dari 89 • Aplikasikan secara foliar: Aplikasikan larutan pupuk secara merata pada daun tanaman fabaceae Anda dengan menggunakan semprotan. Pastikan Anda menyemprotkan larutan pupuk di pagi atau sore hari untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi oleh daun. • Lakukan aplikasi setiap 6-10 hari: Untuk hasil yang optimal, lakukan aplikasi pupuk Catalis Plus secara foliar setiap 6-10 hari. Namun, pastikan tidak menggunakan pupuk terlalu sering karena hal ini dapat merusak tanaman Anda. • Terus pantau pertumbuhan tanaman: Setelah melakukan aplikasi pupuk Catalis Plus, pantau pertumbuhan tanaman Anda secara teratur. Perhatikan apakah ada perubahan yang signifikan dalam pertumbuhan dan kesehatan tanaman. • Berikan pemeliharaan yang tepat: Selain memberikan pupuk Catalis Plus, pastikan Anda memberikan pemeliharaan yang tepat seperti penyiraman, pemangkasan, dan perawatan lainnya agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Perlu diingat bahwa penggunaan pupuk Catalis Plus sebagai pupuk foliar pada tanaman fabaceae hanya sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman Anda. Pastikan Anda mengikuti dosis dan frekuensi aplikasi yang tepat dan terus memantau pertumbuhan tanaman Anda untuk mendapatkan hasil yang optimal. MANFAAT PUPUK CAIR CATALIS PLUS UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN ROSACEAE (MAWAR-MAWARAN). Rosaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga yang terdiri dari lebih dari 3.000 spesies. Keluarga tumbuhan ini dikenal karena memiliki bunga yang indah dan buah-buahan yang lezat, seperti apel, stroberi, pir, dan raspberry. Beberapa ciri-ciri umum dari keluarga Rosaceae adalah sebagai berikut: • Tanaman berbunga: Semua anggota keluarga Rosaceae adalah tanaman berbunga. Bunga-bunga ini sering memiliki lima kelopak, lima mahkota, dan banyak benang sari. • Buah: Rosaceae dikenal karena buahbuahannya yang lezat, seperti apel, stroberi, pir, dan raspberry. Buah ini biasanya memiliki biji yang terbungkus dalam daging buah.


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 48 dari 89 • Daun: Daun Rosaceae biasanya bertangkai panjang dan memiliki tepi rata atau bergerigi. Beberapa spesies juga memiliki daun yang berbulu. • Habitat: Anggota keluarga Rosaceae tersebar di seluruh dunia, dari daerah beriklim sedang hingga daerah tropis. Mereka biasanya tumbuh di tanah yang subur dan lembab. • Struktur bunga: Bunga Rosaceae biasanya memiliki kelopak bunga berjumlah lima atau lebih. Kelopak ini biasanya tersusun dalam bentuk mangkuk atau corong dan memiliki warna-warna yang cerah. • Polinasi: Beberapa spesies Rosaceae mengandalkan serangga seperti lebah untuk membuahi bunga mereka, sementara yang lainnya memiliki bunga yang dapat membuahi diri sendiri. Banyak spesies Rosaceae memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena buah-buahannya yang lezat dan bunganya yang indah. Beberapa buah Rosaceae yang paling populer di antaranya adalah apel, stroberi, pir, dan raspberry. Bunga Rosaceae sering digunakan untuk keperluan dekoratif, seperti untuk dijadikan bunga potong atau untuk menghiasi taman. Salah satu ciri khas dari keluarga Rosaceae adalah bentuk bunga mereka yang biasanya tersusun dalam kelopak yang berjumlah lima atau lebih. Kelopak ini biasanya tersusun dalam bentuk mangkuk atau corong dan memiliki warna-warna yang cerah. Beberapa spesies Rosaceae juga memiliki aroma yang harum. Selain itu, Rosaceae juga memiliki daun yang berbeda-beda. Beberapa spesies memiliki daun yang rata atau bergerigi, sedangkan yang lainnya memiliki daun yang berbulu. Daun Rosaceae biasanya bertangkai panjang dan sering kali memiliki warna hijau yang cerah. Karakteristik umum dari anggota keluarga Rosaceae adalah adanya bunga yang berkelompok dalam tandan atau tunggal, memiliki lima kelopak dan mahkota bunga. Bunga ini juga memiliki banyak benang sari dan satu pistil. Buah-buahan dari tanaman keluarga Rosaceae biasanya berbentuk bulat atau oval, dan memiliki biji di dalamnya. Rosaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga yang terdiri dari lebih dari 3.000 spesies. Keluarga tumbuhan ini dikenal karena memiliki bunga yang indah dan buah-buahan yang lezat, seperti apel, stroberi, pir, dan raspberry. Beberapa spesies Rosaceae juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mereka digunakan untuk konsumsi manusia atau untuk keperluan dekoratif. Habitat


SINERGI CATALIS INDONESIA PT Halaman 49 dari 89 Rosaceae tersebar di seluruh dunia, dari daerah beriklim sedang hingga daerah tropis. Mereka biasanya tumbuh di tanah yang subur dan lembab, seperti di hutan, taman, atau lahan pertanian. Ciri-ciri Ciri-ciri umum dari keluarga Rosaceae meliputi: • Tanaman berbunga: Semua anggota keluarga Rosaceae adalah tanaman berbunga. Bunga-bunga ini sering memiliki lima kelopak, lima mahkota, dan banyak benang sari. • Buah: Rosaceae dikenal karena buah-buahannya yang lezat, seperti apel, stroberi, pir, dan raspberry. Buah ini biasanya memiliki biji yang terbungkus dalam daging buah. • Daun: Daun Rosaceae biasanya bertangkai panjang dan memiliki tepi rata atau bergerigi. Beberapa spesies juga memiliki daun yang berbulu. • Struktur bunga: Bunga Rosaceae biasanya memiliki kelopak bunga berjumlah lima atau lebih. Kelopak ini biasanya tersusun dalam bentuk mangkuk atau corong dan memiliki warna-warna yang cerah. • Polinasi: Beberapa spesies Rosaceae mengandalkan serangga seperti lebah untuk membuahi bunga mereka, sementara yang lainnya memiliki bunga yang dapat membuahi diri sendiri. Klasifikasi Keluarga Rosaceae terdiri dari beberapa subfamili, di antaranya adalah Amygdaloideae, Maloideae, Rosoideae, dan Spiraeoideae. Setiap subfamili memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari subfamili lainnya. Subfamili Amygdaloideae, misalnya, dikenal karena memiliki buah batu, seperti aprikot, peach, dan ceri. Subfamili Maloideae memiliki buah-buahan seperti apel, sedangkan subfamili Rosoideae memiliki buah-buahan seperti stroberi dan raspberry. Manfaat Anggota keluarga Rosaceae memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mereka digunakan untuk konsumsi manusia atau untuk keperluan dekoratif. Beberapa spesies Rosaceae yang paling populer di antaranya adalah: • Apel: Buah apel digunakan untuk konsumsi manusia dan dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti jus, kue, dan selai. • Stroberi: Stroberi sering dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan kue atau sebagai bahan topping es krim.


Click to View FlipBook Version